[Behind the Scenes: Festival] Say Hi to Work, Say Hi to Love [01]

sh2

-[Behind the Scenes: Festival] Say Hi to Work, Say Hi to Love-

OC’s Runa / Oh Sehun / Park Chanyeol

Son Seunghwan / Kim Minseok / Kim Namjoon / Min Yoongi / Jung Chanwoo / Other

Chapter / AU / lilbit Comedy / lilbit Fluff / lilbit Hurt / School Life / Romance / T

a present by l18hee (@l18hee)

I own the plot and OC

Credit Poster: Aqueera @HospitalArtDesgin

-RnR Please-

Festival tiga tahun sekali punya kisah sendiri di balik prosesnya

Salah satunya kisah si anggota klub jurnalis, Kwon Runa

Prologue

 

Suara Minseok terdengar sekian sekon kemudian, “Oke, kita akan mulai dari… 3… 2… 1…” Tangannya membentuk tanda oke. Membuat suara berat Namjoon yang pertama berucap terdengar melalui pengeras suara di setiap sudut sekolah.

“Hello everyone. Namjoon and Runa here. Firstly, as usual, happy break time guys.”


-Part 1-

(Love) Again

 

And a ‘hi’ with a simple smile, change her heart -again


Namjoon selalu membuka siaran dengan kalimat yang sama -keculai bagian nama penyiar- hingga membuat Runa hapal untuk menunggu beberapa sekon sebelum ikut bersuara.

Suara keduanya kini menemani istirahat panjang para siswa. Memanjakan telinga pendengar dengan berbagai infomasi menarik seputar sekolah -dan terkadang gosip hangat- terlebih seputar festival sekolah yang akan diselenggarakan sekitar awal musim dingin.

Di kafetaria sekolah, tepatnya di meja daerah tengah yang berisi beberapa orang lelaki, keributan sedikit meningkat kala siaran sekolah dimulai.

“Hey, hari ini Runa,” lelaki dengan kulit tan mendengus pelan. Membuat lelaki telinga peri di sampingnya menyahut cepat, “Jong, kau berharap Rachel hmm?” Dia menepuk pundak Jongin prihatin. Yang ditepuk hanya mendecih kesal seraya menyingkirkan tangan temannya, “Park Chanyeol, berapa kali kubilang jangan menyentuhku.” Jongin sungguh tak suka disentuh -terlebih oleh lelaki. Chanyeol hanya terbahak melihat wajah keruh Jongin sebelum suara seseorang menyela mereka, “Hei, Jong, kau tak ingat jika Rachel-mu itu pasti sedang sibuk belajar? Kau tak ingin menemuinya?” Kekehan di akhir kata membuat Jongin kembali berseru jengah, “Diam kau Oh Sehun. Dan kau, Chanyeol, katakan saja kau senang mendengar suara Runa.”

“Hei, hei, kenapa aku? Kami tidak ada hubungan apa-apa,” Chanyeol mengedikkan bahu tak acuh. Sehun hanya memerhatikan kedua lelaki itu dengan wajah datar. Dia sedang tidak ingin ikut bergurau rupanya. Lebih memilih mendengar celoteh Runa dan Namjoon seraya menggerakkan sumpit ke makan siangnya. Sama sekali tak terganggu dengan tatapan beberapa gadis ke arah meja mereka. Yah, seperti pada umumnya, sekumpulan senior tampan adalah sebuah objek yang menyenangkan untuk dipandang.

Sehun hampir tersedak ketika sebuah nampan mendarat di sampingnya dengan keras.

“Baekhyun, bisakah kau lebih pelan?” yang pertama protes tentu saja Chanyeol, dilanjutkan Jongin, “Ada apa? Wajahmu makin jelek saja.”

“Diam kau Jong,” suasana hati Baekhyun sepertinya benar-benar di titik terendah. “Kenapa harus ada mentimun di makan siangku?! Sehun, kau mau mentimunku?” ia beralih pada Sehun yang langsung mengambil mentimun dari nampannya. Apa Baekhyun kehilangan keceriaan gara-gara memtimun? Ah, sudahlah, lupakan saja.

Mereka tenggelam dalam hening hingga suara Chanyeol terdengar.

“Menurutmu apa Runa benar-benar tertarik padaku?” dia menyenggol lengan Jongin yang langsung saja menyahut, “Mungkin. Tapi-” Jongin menggantung kalimat beberapa sekon sebelum kembali bersuara, “-kurasa mana mungkin gadis seperti Runa menyukai idiot sepertimu.”

Jongin sialan. Chanyeol hanya memukul lengan lelaki tan yang sedang terbahak itu cepat. Sementara dua yang lain memandang pertengkaran tidak penting ini malas.

-0-

Sabtu pagi seharusnya masuk dalam daftar hari bermalas-malasan bagi Runa. Tidur sepuasnya, menonton film sampai mata pedas, pokoknya melakukan hal yang ia suka.

Tapi berkat ikut berpartisipasi dalam festival sekolah sebagai tim jurnalis, ia harus rela jatah istirahatnya berkurang. Yah, mau bagaimana lagi? Hanya beberapa siswa kelas 3 yang bisa ikut -dan semuanya lelaki- jadi dia yang merasa bertanggung jawab –walau masih di tingkat 2- langsung saja mengiyakan ajakan Minseok, sang ketua klub, yang memintanya dengan penuh permohonan. Apalagi tak ada wakil ketua, Rachel, yang membantu lelaki itu. Jadi, bagaimana bisa Runa menolak permintaan Minseok sebagai pengganti sementara Rachel? Lagipula Rachel sendiri sudah memberi keleluasaan.

Kini ia sudah menapakan langkah di koridor sekolah bermaksud menuju aula utara, tempat persiapan penampilan. Sebuah jeans kelabu dipadu kaus merah dengan tulisan ‘What are U Looking for?’ dan sebuah ransel kecil bertengger di pundak. Oh, jangan lupakan sneakers putih merahnya itu. Kamera SLR menggantung manis di pundak kiri. Ia harus mendokumentasi segala hal tentang persiapan festival bersama beberapa teman satu klubnya.

“Runa!” sebuah panggilan membuat ia menoleh demi mendapati seorang gadis setengah berlari ke arahnya. Itu Son Seunghwan.

“Hwan! Oh aku sangat merindukanmu.” Runa segera memeluk Seunghwan yang langsung memasang wajah datar, “Kau mulai lagi. Bahkan baru kemarin kita berjalan bersama ke halte sepulang sekolah.” Runa hanya tergelak sebelum melepas pelukan, namun masih merangkul sang karib, “Kau tidak asyik ah.”

Segera Seunghwan memutar bola mata malas. Sudah kebal dengan sikap Runa yang terkadang berubah-ubah tak kenal tempat. Dia terkadang bersyukur dalam hati kala Runa sedang berada di sisi pendiam -gadis itu bisa tahan berpuluh menit diam dan merenung- dan akan segera menepuk dahi prihatin saat Runa bertingkah. Catatan, semakin bagus suasana hati Runa, kelakuannya akan semakin aneh.

“Hei, kau sudah -” suara Seunghwan terpotong oleh kemunculan seorang lelaki jangkung bertelinga peri dari arah berlawanan. “Chanyeol sunbae, apa latihannya sudah mulai? Maaf, aku sedikit kesiangan hari ini,” Seunghwan, selaku vokal dari band utama sekolah meminta maaf pada Chanyeol, sang drumer sekaligus ketua band mereka.

“Belum, tenang saja. Aku baru akan membeli beberapa kudapan untuk kita,” sang lelaki berhenti di hadapan mereka. Serta merta Seunghwan menyahut semangat, “Benarkah? Uwaa baiklah sampai bertemu nanti. Aku harap sunbae membeli banyak makanan.” Bahkan dia belum ikut belatih tapi dengan santainya meminta lebih. Dasar.

“Aku akan mengenakanmu biaya jika kau makan banyak. Sampai nanti,” Chanyeol melambaikan tangan seadanya. Dia sempat memandang ke arah Runa seraya menyunggingkan senyum simpul dan membuka mulut tanpa suara, seakan berucap ‘hai’. Untung saja Seunghwan tak melihat ini. Jadi Runa bisa tenggelam dalam euphoria-nya sendiri untuk beberapa sekon.

“Kurasa beberapa bulan yang lalu ada seseorang yang mengatakan padaku jika dia ingin move on,” sindiran Seunghwan segera membuat Runa mendengus pelan, “Aku sudah move on sejak lama. Jangan dibahas lagi.” Rupanya Runa sedikit meleset tentang Seunghwan yang tak melihatnya menahan senyum tadi.

Merasa suasana hati karibnya sedikit turun, Seunghwan segera mencari topik lain untuk dibicarakan. Pada akhirnya mereka saling bertukar celoteh satu sama lain hingga sampai di aula utara. Seunghwan melambaikan tangan sebelum meninggalkan Runa untuk menghampiri anggota band-nya.

“Kwon Runa!”

Si gadis dengan model rambut pony tail itu sudah hapal dengan suara memekakkan telinga ini. “Yoon sunbae, aku tidak tuli,” ia bercacak pinggang saat Yoongi menapakan kaki di hadapannya.

“Hari ini kau kebagian memotret anak klub dance. Catat perkembangan mereka, oke?” lelaki itu hampir berlari pergi jika saja ia tak ingat sesuatu, “Oh, ya, ajak Chanwoo bersamamu.” Dia menunjuk salah seorang lelaki berkaus jingga dengan dagunya sebelum berlari pergi -mungkin menemui Minseok. Meninggalkan Runa dengan helaan napas panjang.

Jung Chanwoo -lelaki satu tingkat di bawah Runa- adalah tipikal adik kelas menyebalkan nan kurang ajar dengan segala kejahilannya. Tapi jika dipikir ulang, masih lebih baik ketimbang Namjoon yang pasti memilih merayu para siswi cantik dari pada mewawancarai mereka. Paling tidak, Runa masih memegang kendali berkat posisi Chanwoo sebagai adik kelasnya.

Beberapa saat kemudian Runa sudah menghampiri anggota klub dance. Jangan lupakan Chanwoo yang mengekor di belakang. Gadis ini bercakap singkat dengan Jimin -suatu keuntungan mereka sekelas- sebelum dipersilahkan mendatangi sang ketua, Kim Jongin.

“Kau bisa bertanya banyak pada Sehun. Aku harus menciptakan beberapa koreo bersama Junhong,” ujar Jongin saat Runa menuturkan maksudnya. Oh, baiklah, ini yang Runa benci dari mewawancarai siswa tingkat atas. Dia akan dilempar kesana kemari dan berakhir dengan kelelahan berlebih. Sial. Seharusnya ia saja yang mewawancarai Jimin, sedikit menyesal karena Chanwoo lebih dulu bergerak -sepertinya Chanwoo cari aman.

Sang gadis berjalan pelan menghampiri seorang lelaki yang duduk bersila dengan earphone -yang terhubung dengan laptop- menyumbat satu telinga. Merasa ada sebuah siluet mendekat, lelaki itu melepas salah satu earphone-nya dan menengadah. Matanya yang seakan berucap ada-perlu-apa segera dapat ditangkap Runa.

“Sehun sunbae, bisakah aku mewawancarai beberapa hal?” Runa tentu berdoa dalam benak agar Sehun mengangguk dengan sepenuh hati. Jangan sampai ia dilemparkan ke anggota lain-lagi.

“Tentang?”

“Hanya mengenai perkembangan latihan klub dance untuk artikel terbaru,” Runa berucap hati-hati. Masih berharap tak lagi dilemparkan pada orang lain. Sehun terlihat berpikir sebentar sebelum benar-benar menanggalkan earphone dan menepuk lantai di sampingnya, “Duduklah.”

Melegakan kala mengetahui Sehun setuju. Tapi…

Errr, ini sedikit canggung, duduk di samping lelaki tampan minim ekspresi, sungguh sangat -ah, sudahlah. Kenapa perkara duduk dibuat sulit?

Setelah memosisikan diri di samping Sehun dengan jarak tertentu, Runa mulai mengeluarkan ponsel untuk merekam percakapan mereka.

“Errr…” Astaga! Kenapa Runa lupa dengan pertanyaannya? Maniknya bergerak gelisah berusaha mengingat, sebelum akhirnya justru tertumbuk pada manik Sehun. Lelaki itu tersenyum, sebisa mungkin menahan tawa, “Tenang saja, aku sedang tidak ingin menjahili seseorang, untuk saat ini tentu. Tanyakan apapun karena moodku sedang bagus sekarang.” Ini pertama kalinya Runa akan berbicara panjang lebar di depan Sehun yang notabenya adalah salah satu karib Chanyeol. Sebelumnya mereka hanya sekedar saling melempar sapaan formal biasa.

“Oke,” Runa berseru semangat membuat senyum Sehun makin melebar. Sedikit merasa aneh melihat kelakuan gadis di depannya.

Pada akhirnya si gadis bisa melontarkan berbagai pertanyaan pada lelaki itu dengan lancar, seperti yang biasa dia lakukan. Entah sudah berapa menit terlewat, Runa baru mengatupkan bibir setelah menyadari masih ada latihan yang harus Sehun jalani. Dia menyudahi wawancaranya. Membuat Sehun beranjak dari duduk dan merenggangkan tubuh. “Sekarang biarkan aku bertanya satu hal,” dia memberi kode pada Runa agar berdiri dari duduknya. Tentu saja sang gadis menurut, kendati tak mengerti maksud di balik itu.

Mereka berdiri berhadapan. Tangan Sehun terulur perlahan, membuat Runa menahan napas.

Tangan itu masih bergerak, dan berhenti di depan sang gadis. Sehun menyejajarkan telapak tangan dengan pucuk kepala Runa sebelum berucap spontan:

“Kau selalu sependek ini?”

Keheningan terjadi beberapa sekon sebelum akhirnya Runa tersadar. Ekspresinya berubah kesal dengan wajah yang mulai memerah, “Kau saja yang terlalu tinggi!” Dia membalikkan tubuh dan mencipta langkah penuh kekesalan. Menjauhi Sehun yang sedang terbahak keras. Semua senior memang menyebalkan! Super jahil dan selalu membuat kesal.

Huh. Memangnya tinggi lelaki dan perempuan bisa disamakan?

Untuk beberapa saat Runa berjalan seraya menenangkan diri. Lebih baik dia berkeliling mencari objek bagus untuk dipotret. Saat melihat sosok Seunghwan, dia baru sadar jika langkahnya tertuju pada anggota band yang sedang berlatih.

Masih dengan melantunkan lagu, Seunghwan melambaikan tangan semangat. Runa hanya tersenyum dan memberi kode jika dia akan mengambil gambar. Segera saja Seunghwan memberi tanda oke sebelum kembali fokus bernyanyi.

Runa meraih kameranya. Mengambil gambar dengan semangat. Saat sosok Chanyeol masuk ke lensanya, ia segera menahan napas. Lelaki itu menatap ke arahnnya seraya tersenyum lebar sebelum menunjuknya dengan stik drum. Oh, sial! Dia melewatkan satu momen bagus untuk dipotret.

Ah, sudahlah. Runa tersenyum simpul dan membungkukkan badan sekilas. Dia melangkah pergi. Jantungnya tak kuat jika harus berdetak kencang seperi tadi. Dia yakin wajahnya merah sekarang. Mungkin sebaiknya ia duduk sebentar untuk menenangkan diri.

Ia mengambil duduk di sembarang tempat. Memilih melihat beberapa potret dari pada melamun tak jelas. Ternyata dia baru mengambil beberapa foto saja dari dua klub. Dan entah kenapa sosok Chanyeol mendominasi. Dia segera menahan senyum kala menemukan sebuah foto yang sempat ia ambil sebelum Chanyeol menunjuknya dengan stik drum. Jika perasaannya pada lelaki itu masih dalam kadar tinggi seperti dulu, mungkin dia sudah mimisan sekarang.

Dia mencoba mengelak pada kenyataan bahwa jantungnya kembali berdegub kencang. Semenjak kejadian Chanyeol menyapanya tadi pagi, entah kenapa hatinya sedikit bergeser. Bergeser lagi ke masa lalu.

“Lihat siapa?”

Sontak saja Runa terlonjak kaget mendapati Chanwoo sedang berdiri di depannya sembari membungkuk.

“Hei! Jangan membuatku kaget!” Runa menunjuk tepat ke wajah Chanwoo yang segera terkekeh pelan seraya mengambil tempat di samping sang gadis. “Skandal sunbae bisa heboh lagi loh,” seringan jahil Chanwoo sukses membuat sebuah jitakan mendarat di kepalanya. Tanpa peduli pada rintihan sang lelaki, Runa berucap tegas, “Skandal apanya?! Memangnya aku siapa hingga orang mau repot-repot tau permasalahanku?”

“Aku beritahu satu hal,” Chanwoo memasang tampang bijak seraya menepuk bahu kakak kelasnya, “Di sekolah ini tidak ada yang tidak tahu gosip antara Kwon Runa dan Park Chanyeol.”

“Jung Chanwoo!” ugh, baru saja mood Runa kembali normal, sekarang lelaki jahil datang lagi. Dia mencekik leher belakang Chanwoo yang langsung mengaduh keras seraya tertawa.

Siapa sebenarnya siswa kurang ajar yang memulai gosip itu? Iya, memang Runa menaruh perasaan pada Chanyeol. Tapi itu sudah dulu saat di tingkat pertama. Lagipula ia sudah melupakan -walau kadang terbayang- akan sosok Chanyeol akibat tekanan yang ia rasakan saat gosip itu meledak. Runa merasa bersalah pada Chanyeol. Bahkan mungkin Chanyeol hanya sebatas tahu namanya, mengapa tiba-tiba gosip muncul? Bisa saja ‘kan kekasih Chanyeol marah.

“Sudah memotret klub dance? Omong-omong Yoongi hyung hanya meminta kita mengambil gambar klub dance ‘kan? Ah, aku akan sangat lelah jika harus memotret semua klub,” celoteh Chanwoo selanjutnya bagai angin lalu di telinga Runa. Gadis itu terus mengulang dalam hati sepenggal kalimat yang baru ia dengar.

…hanya meminta mengambil gambar klub dance…

…hanya mengambil gambar klub dance…

… hanya gambar klub dance…

Hanya klub dance?

 

Oh, sial!

.

.

.

.

tbc

Hai, ada yang ingat fic ini? Sedikit lama ya ngeluarin part satu hehe… Nggak papa deh, yang penting kan keluar juga wkwk Yang mulai sekolah 5 hari tapi sampe sore semangat yaa… Aku tau itu melelahkan :” Karena aku juga ngerasain -__- *duh curcol* Oke, itu aja. Aku tunggu feedback kalian 😀

86 tanggapan untuk “[Behind the Scenes: Festival] Say Hi to Work, Say Hi to Love [01]”

  1. Reader baru disini wkwkwk,
    Aku blm baca prologue langsung ke chap 1 hehe..
    Keren keren, suka sama school life kek gini, cerita nya ringan, ngegemesin gitu hehe.. suka suka 😄👍

  2. kan telat baca ff ini duuhh kn, akhirnya nebak nebak deh chan ada perasaan gk ma runa, trs sm sehun cerita nya gmn gitu aja terus smpe baeki berubah punya adam Apple eh wkwkwk

  3. Hii eonn aku reader baru ff ini. Eh btw ini postnya udh lama yaa.. waduh ketinggalan..
    Oh, Runa itu cuma pernah suka doang sama Chanyeol, gak sampe pacaran. Lah tapi sekarang kayaknya Chanyeolnya mulai duka deh sama Runa. Okeh Next chap.!!

    1. hai hai pinku :3
      haduh kek bisa aja ketinggalan/? ff ini bebas dibaca kapan pun kok :3
      iya mereka gak pernah pacaran kok hehe
      hmmmm mungkin wkwk

  4. Yo…. Bingung jadinya mau komen apa. Yang penting baca dulu sampe habis lah… ntar aja kritik dan sarannya. Kelihatannya sih nggak ada soalnya kakak udah lumayan pro hahaha 😆

  5. haiiii.ini aku .hiks sedih lum d kasi pW ne..tp biar adil.n buat nebus krn dh jd silent readers…aku mampir lg..part ne ku suka banget part nya baekhyun yg ngomel soal mentimun..emg asliny bener dia g suka mentimun y.????

  6. ㅋㅋ kalo digosipin pacaran sama kecengan, ada manis manis tapi nyesek nyesek gitu 😂😂 ㅋㅋ apa cuma aku yang ngeship-in Sehun x Runa? 😂

    1. iya, bikin baper deh :”/dor!
      weeeh pendukung SeNa ya? hmmm ada bayak yang ngedukung mereka kok, cuman runanya aja yang masih rada-rada suka sama chan wkwk

  7. Ehem, pertama maaf ya Hee karena aku baru komen di cp. 4 dan 5. Soalnya aku nemu fanfic km pas cp. 4
    Untuk menebusnya *uhuk* aku komen di cp. ini dan seterusnya, sekali lagi maaf ya Hee
    Love ya

  8. Tralala trilili~~ tinggalin jejak dulu buat dapet PWWW
    Eon, satu kata buat km plus ff km DAEBAK 😍😍
    Oh ya eon, tau gak ternyata aku blm baca chapter 1… hebat ya??aku juga bngung, kenapa bisa kelewat trus gk kerasa lagi
    Tapi akhirnya aku bisa baca… makasih sama syarat syaratnya ya eon, karena mereka aku bisa baca chap yg kelewat,, syarat mu pahlawanku 😊#ahakumulaingalaynih #gaje #abaikan

    1. hehe makasih ya cantiqq :3 padahal masih banyak ff yang jauh lebih keren di luar sana loh wkwk
      haha kamu tu… ada ada aja wkwk iya sama-sama hahaha omaygat aku ngakak baca komenmu hahahahahahaha

  9. hahaha smpe sgitunya baekhyun gk suka sma timun jdi ngebayangin ekspresinya kya mna..jdi pnasaran sma ending kya mna apa chanyeol sma runa apa sehun sma runa jdi bngung aku nya

  10. Pagi…😊
    Reader baru hadir…SaLam kenaL bt authorny.. 😊
    Lg Cari2 ff oh sehun dg setting romansa anak sekolahan, entah knp tertarik dg judulny n langsung baca…😊
    Seger banget ceritanya…ringan…. Suka…
    Segitu dulu komentny cz mo lanjut next Part…😉

  11. PIP~PIP~PIP~ hola ka nida’-‘)/ inget aku nggak? nggak ya :”v pasti nggak:’v oh iya entah kenapa aku ngerasa ini pendek banget :v jadi kayak baca prologue nya :3 well, aku mau jalan ke part yang lain ya :3

    1. inget lah… inget banget karna sampe sekarang aku gak tau mau manggil kamu gimana, dan kamu gak pernah ngasih tau aku cara manggilmu gimana :v dari mana aja say? wkwk lama gak berjumpa :3
      iya emang pendek haha… tenang aja, semakin kamu jalan semakin panjang kok :3
      yeeeps silakan jalan-jalan wkwk

    2. hahaha:v dibilang panggil aja tetelan asal jangan disingkat #plak akuh sekolah ka :’v internet nya lemot parah :’v aku udah baca sampe akhir ka :v tapi maaf ga bisa ninggalin jejak di setiap part :’v padahal aku mau banget ninggalin jejak :’v bikos internet disini masih lemot parah :’v aku aja ga tau balesan ini kekirim atau nggak :’v wkwkwk;v

    3. halah kamu tu -__-
      sama say, aku juga sekolah :”’
      kekirim kok.. di chap 5 nanti ada contact personku, coba aja ngehubungin lewat situ hehe kalok mau sih

    1. tiba-tiba inget overdose *apasih gak nyambung
      wkwk aku pinginnya ini jadi cem kopi, punya adiksi wkwk
      hehe makasih lady… (aku gak tau manggil apa nih hehe)

  12. peraasaan aku aja atau apa ya? aku ornh ngonrn di chapter satu deh. taoi mungkin gk ke publish ih runaaa. gtu ke bebep aku. sehun gateng yaallah. apadah.

    1. wkwk mungkin iya riz, gak ke publish hehe
      bebep kamu siapa riz (jangan bilang sehun)
      iya sehun ganteng makannya dia jadi pacar aku/plak!!

  13. Jdi eon, ceritanya FF ini udah aku bukak dan aku simpen. Terus nggk lngsung aku bca, karena takutnya ntar ketagihan baca ff smpe berjam-jam (Lebay). Jdi akhirnya aku baru bisa komen dan minta maaf ya eon. Jdi nggk pekewuh (eonni orang Jawa?) Lama bgt…

    Chap. 1 nya udah greget eon. Imajinasiku (?) tentang keadaan sekolah di situ dpt eon, krna tiap adegannya tergambarkan dngn jelas. Iya, mantab!

    Sekian ya eon.. Makasih sama Maaf..
    MUUAACCHHH…

    1. jujur deh, aku juga sering gitu… terus komenannya aku simpen juga, baru deh waktu sempet di post semua wkwk
      gak usah gak enak hati dongs, kan yang penting kamu udah sampe sini wkwk (iya aku orang jawa hehe)
      waaah iyakah? hehe makasih yah :3
      muuuaaach balik buat firda XD

    1. iya ini cuma sekitar 2k words hehe
      iya sehun jail, tapi ganteng haha XD
      gak papa cantiiiik… yang penting ninggalin jejak… :3 makasih X)

    1. sebenernya length fic sih aku tergantung ide yang muncul… semoga kedepannya aku bisa bikin yang lebih banyak ya :” maaf kalau misal kamu nggak puas sama lengthnya :” tapi makasih ya cantik udah mampir sini 😉
      makasih uswa (?) 😀

    1. makasih banyaaaak 😀 emm length fic sih aku tergantung ide aja sebenenya… semoga kedepannya aku bisa bikin yang lebih banyak ya :” maaf kalau misal kamu nggak puas sama lengthnya :” tapi makasih ya cantik udah mampir sini 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s