Delight [Page 9]

delight1

Title:  DELIGHT [Page 9]
Author : seyofx
Length : Multichapter
Main cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Han Yoo Rae (OC)

Other Cast: Chanyeol, Son Wendy, Sulli, Xiumin
Rate : Teen, PG-15
Genre : romance, school life, action

Poster by sifixo@ posterchannels gamsahamnida~

Recommended song: Lorde – Yellow Flicker Beat

Author note: haloo, Wah udah chapter 9 aja nih wkwkw ga terasa ff-nya bentar lagi selesai/? Makasih banget buat kalian yang nungguin dan terus comment di chapter2 ff ini, maaf gabisa dibales satu satu. saranghaeyo yeorobun<3

anw enjoy yaa jgn lupa Read Like dan Comment, maaf kalo ffnya jelek ganyambung gt^^

 

 

“untung saja kamu berhasil menghentikan transaksi narkoba di pelabuhan kemarin. Coba kalau tidak, pasti si Punisher itu sudah mencapai 100% kemampuan otaknya” puji Chanyeol saat aku dan dia sedang mengantri untuk mengambil makanan di kantin

“aniya, itu semua berkat kerjasama tim. Lancarnya komunikasi membuat semua tim langsung bertindak cepat ke TKP sehingga berhasil menghentikan transaksi itu.” Kataku

“hem, iya jugasih. Ngomong-ngomong, kamu perhatiin Kyungsoo kemarin gak sih? Dia kayak males-malesan ngebantuin. Dan saat kamu mencoba memberinya pengarahan dia Cuma diam dan melakukan hal yg menurutnya benar. Well, emang sih yg dia lakuin saat itu benar tapi dia kayak bete gitu mukanya.” Tanya Chanyeol

Aku melihat Kyungsoo yang sedang melahap makan siangnya bersama Jongin. Sudah 1 bulan berlalu dan Kyungsoo masih melakukan gerakan mogok bicaranya denganku, dia selalu mencoba menghindar, dan membuatku seperti tidak ada baginya. Aku sering memintanya untuk menemuiku dan bicara, tetapi dia selalu menolak dan mendiamkanku

Ngomong-ngomong, kok Kyungsoo makan bareng Jongin?

 

Kyungsoo P.O.V

 

“sudah lama ya kita tidak makan bersama seperti ini, Do Kyungsoo.” Kata Jongin dengan tatapan liciknya, aku hanya melihatnya dengan tatapan dinginku

Jongin memotong daging steak miliknya, “ohiya, aku menemukain CCTV rooftop. Dan aku melihat kejadian saat kamu mencium Yoo Rae. Whoa jinja, kamu langsung mengambil beberapa langkah di depanku ya.” Kata Jongin

“tapi, kebetulan juga aku melihatmu dan Yoo Rae bertengkar. Dan Yoo Rae ternyata menganggap perbuatanmu itu hanya untuk mempermainkan hatinya. So pathetic. Kamu, yang mencoba untuk maju beberapa langkah didepanku untuk mendapat Yoo Rae, malah akhirnya jatuh terpeleset. Aku kasihan sih sama kamu, Kyungsoo.”

Aku memegang garpu kuat karena geram dengan semua ucapan Jongin, rasanya aku ingin menusuknya langsung dengan garpu. Tetapi, SKA dan Ahn Corp sedang bekerja sama dan melarang semua agent dan anggota lainnya untuk bertengkar dan cekcok.

“anyway, terima kasih sudah membuatkan jalan yang mudah sehingga aku bisa leluasa mendekati Yoo Rae. Nih sebagai hadiahnya aku membelikanmu Ice cream cake, makanan kesukaanmu saat masih kecil. Saat kita masih seorang sahabat.”

Jongin meletakkan kotak kecil berisi ice cream cake rasa vanilla didepanku. Lalu dia mengangkat nampan makanannya

“see you later at hall, Kyungsoo-ssi. And, maybe I will go to hall with Yoo Rae, and holding hands together.”

Aku mengambil ice cream cake itu dan melemparnya ke Jongin sehingga mengenai wajahnya. Jongin mengelap wajahnya yang terkena krim kue itu dan menatapku tajam, aku pun menatapnya dengan tatapan yang tidak kalah tajam

“aku akui kalau kali ini aku kalah. Tapi, bukan berarti aku membuka jalan untukmu begitu saja, anggap saja ini adalah awal persaingan yang sebenarnya.” Aku berjalan meninggalkan Jongin yang terlihat geram dengan perbuatanku tadi.

 

~**~

 

“kita akhiri pertemuan hari ini. Kamsahamnida.” Aku menutup latihan hari ini, semua orang pun berterima kasih dan memuji satu sama lain yang sudah berlatih dengan baik

Aku mengusap wajahku yang penuh keringat dengan handuk putih kesayanganku, aku berjalan menuju tempat dimana aku meletakkan tas latihanku. Tetapi aku berhenti sejenak, aku hamper saja lupa untuk merapikan tempat latihan.

Kemudian aku memungut peralatan latihan yang terjatuh, aku juga menyusun kembali peralatan latihan sesuai tempatnya, aku tersadar kalau Yoo Rae daritadi disini dan membantuku untuk merapikan tempat latihan

“pergilah, besok kamu harus ada tenaga untuk latihan lagi….”

“eumm, dimana aku harus meletakan ini?”

“Han Yoo Rae…”

“ohiya tadi aku meletakkan sarung tinju disana lho..”

“Yoo Rae-ssi…”

“dan aku juga…”

“Han Yoo Rae!” bentakku, Yoo Rae pun terdiam dan terlihat takut setelah mendengarku membentaknya.

“mian aku kasar. Tapi, bisakah kamu meninggalkanku disini? Aku bisa bergerak sendiri kok, tidak memerlukan bantuan.” Kataku

“tapi, satu-satunya cara agar aku bicara denganmu adalah membantumu.” Kata Yoo Rae, aku mengiakannya dan berjalan menuju pintu keluar tetapi ia menahan tanganku

“Ya! Mau berapa bulan lagi kamu mogok berbicara denganku?” pekiknya

“bukan urusanmu.”

“tentu saja ini urusanku! Ya! Do Kyungsoo!!” ujarnya

Aku melemparkan handuk putih kearahnya, kemudian aku berjalan meninggalkannya mengiakan Yoo Rae yang masih saja berteriak memanggilku. Hmm, sebenarnya dia lucu kalau sedang marah, rasanya aku ingin mencubit pipinya dan menertawakannya… ah sudahlah!

Sulli menengok kearahku setelah mendengar suara pintu yang terbuka, aku tersenyum melihatnya. Sepertinya dia sedang sibuk membantu tim dalam membuat senjata kimia untuk penyerangan nanti. Selain bekerja di lab, Sulli sesekali bekerja untuk membuat senjata-senjata para agent rahasia.

“sedang sibuk ya?” tanyaku

“ah, aniya. Aku hanya sedang membaca baca laporan forensik tadi. Dan aku tadi meneliti vitamin yang kamu konsumsi itu.” Jawab Sulli

“dan apa hasilnya?”

“hasilnya adalah vitamin itu justru membuat sistem imun dan sarafmu menurun. Aku rasa itu bukan vitamin, melainkan seperti sejenis racun. Dan reaksi vitamin itu juga hampir seperti racun.” Jelas Sulli

“aneh sekali, padahal itu kan vitamin pemberian kakakku sendiri.” gumanku

Aku berjalan ke lockernya dan mengambil sebuah ring book coklat yang kertasnya sudah menguning. Aku membuka dan membaca tiap-tiap halaman dengan saksama sampai akhirnya mataku tertuju kepada sebuah halaman yang menurutku menarik.

“Sulli-ah, kamu masih ingat gak sama janji kita waktu masih kecil?” tanyaku

“janji? Ah maksudmu pasti yang saat kamu menolongku waktu aku belajar buat seleksi Ahn Corp.”

Aku tersenyum, “dan sekarang, aku menagih janji itu. Bisa kan?” aku mendorong ring book itu ke dekat Sulli, Sulli membaca halaman yang kutandai dan berkata “geurae.”

 

Yoo Rae’s P.O.V

 

Menyebalkan!

Seharusnya kan aku yang marah sama dia

Seharusnya dia yang minta maaf kepadaku

Kenapa malah sebaliknya?!

Aku melempar handuk putih yang diberi Kyungsoo ke kasur. Aku menatap handuk itu sebal, “jinja Do Kyungsoo, dia benar benar sangat menyebalkan!!” ujarku kesal, aku menarik handuk itu dan membantingnya. Tetapi Aku menemukan secarik kertas dari handuk itu, aku membaca pesan yang tertulis di kertas itu

Good night, sleep tight. –DKS

Aku tersenyum kecil membaca surat itu. Dari tulisannya aku mengenali tulisan siapa itu, itu adalah tulisan tangan Kyungsoo.

Well, dia baik juga, gumanku. Ah sudahlah! Walaupun begitu dia tetap saja menyebalkan! Dan masih menghindar dariku dan mogok bicara denganku!!

Tok tok tok

Seseorang mengetuk pintu kamarku, aku pun berjalan mendekati pintu dan menekan tombol pembuka pintu. Pintu kamar terbuka, dan ternyata yg mengetuk pintu adalah Jongin. Ia memakai beanie hitam dan sweater biru dongker yang dipadu dengan blue jeans dan sepatu adidas pharrel Williams

“hey, belum tidur?” Tanya Jongin

“ne, aku belum bisa tidur. Lagipula ini baru jam 10 malam jadi aku belum ngantuk juga.” Jawabku

“nado hahaha. Mau ikut aku ke insandong untuk beli makanan gak? Laper nih, lagipula kan kalo abis makan biasanya ngantuk.” Tawar Jongin

“hem, boleh boleh. Sebentar ya aku ganti baju dulu, tunggu diluar dulu ya.” Aku menutup pintu kamar dan langsung mengganti kaosku dengan kaos lengan panjang dan jeans hitam. Setelah mencepol rambut dan mengambil tas, aku keluar dari kamar

“yuk jalan sekarang.”

Aku dan Jongin berjalan keluar dari kantor pusat Ahn Corp dan menaikki bus menuju Myeongdong. Pasar malam Myeongdong biasanya menjual berbagai macam late night street food yang enak dan dapat membuat perut kenyang selain itu juga harga-harganya cukup terjangkau

Aku membeli ramyun yang ditambahkan dengan keju leleh dan telur sedangkan Jongin memesan bibimbap, lalu kami membeli snack-snack yang dijual para pedagang kaki lima seperti dumpling, goguma, fish cake, dan lain-lainnya.

“ah jinja, aku masih lapar!” seru Jongin saat kami duduk di kursi taman sambil menikmati cone es krim masing-masing

“aigoo Jongin-ssi, kamu udah makan banyak masa masih lapar sih?!” godaku, Jongin tertawa kecil

“seriously, selama pelatihan ini aku diet ketat dan hanya memakan sayur, ikan dan gluten, bahkan aku tidak makan daging, ayam, pork, dan segala macam makanan yang digoreng atau dibakar. Karena itulah aku rindu street food dan rasanya ingin makan semua makanan yang dijual tadi. Lihat kan aku sampe bungkus goguma dan jjampong buat makan diam-diam di kamar nanti.” Jongin menunjukkan plastic besar yang menyimpan makanan yang ia bungkus

“wah, aku kira makananmu sama dengan makanan para trainee lainnya.”

Jongin tersenyum, “Yoo Rae-ah” panggilnya

“wae?”

“aku suka moment-moment dimana kita Cuma ngobrol berdua dengan nyaman. Membicarakan opini-opini dan hal-hal pribadi satu sama lain.” Ucapnya

Jongin menatapku dalam, “aku harap aku bisa menjadi orang yang bisa terus berbicara denganmu, dan selalu ada di dekatmu.” Lanjutnya

Aku terdiam mendengar ucapan Jongin, apa maksud dia? Apa dia ingin hubungan pertemananku dan dia menjadi lebih?

“Ya! Jangan menatapku serius gitu dong hahaha. Ayo pulang, Kay pasti mencari kita.” Ajak Jongin

 

~**~

 

Aku membuka mataku perlahan dan melihat tubuh Kyungsoo yang melindungiku. Aku melihat ke sekitarku dan mendapati kamarku yang hancur seperti terkena bom

“K-kyungsoo?!” tanyaku heran

“Ya! Ini sudah jam 7 kenapa baru bangun?!” omelnya, ia pun berdiri dan membantuku untuk bangun dari kasur

“apa yang terjadi?” tanyaku

“penyerangan mendadak dari Punisher. Gedung Ahn Corp, SKA, dan masing-masing gedung dorm trainee diledakkan” Kyungsoo melemparkan seragam agent berwarna hitam kearahku “bersiaplah.” Kyungsoo menengok ke arah lain agar aku bisa leluasa mengganti baju tanpa ada rasa canggung karena ada dia

“nde.” Aku masuk ke tabung kaca dan meletakkan baju itu di meja yang disediakan, dalam waktu 10 detik aku pun sudah mengganti bajuku dari baju piyama ke baju seragam. Tabung ini adalah tabung pengganti pakaian otomatis dan tercepat.

Kyungsoo melemparkan pistol berukuran sedang dan pil penyembuh, terdapat 3 belati, 3 granat, dan peluru di celanaku dan stun gun untuk menyetrum musuh, terdapat juga alat penyetrum di sarung tanganku, seperti Black Widow.

“ayo langsung ke pusat kota, penyerangan sedang berlangsung.” Kyungsoo memegang tanganku dan menarikku ke sebuah mobil angkut. Terdapat Chanyeol, Wendy, Xiumin dan Jongin disana. Terlihat Chanyeol sedang mengatur panah-panahnya, Wendy yang sedang membenarkan sarung tangan khususnya, Xiumin yang terlihat tenang dan Jongin yang memejamkan matanya

“dimana Sulli?”

“Dia sedang ada di basecamp, dia yang akan menjadi operator kita bersama Kay dan Bootstrap ahjumma.” Jawab Kyungsoo

“Xiumin-ssi!” aku memeluk Xiumin “gwenchana?”

“nde, aku baik-baik saja. Dan lihat! Aku mendapat pistol!” pekik Xiumin senang

Annyeong haseo, Ahn Jae Hyun imnida

Semua orang yang di mobil melihat kearah pintu mobil yang menampilkan simulator Ahn Jaehyun

Agent D.O, agent Kai, Agent Wendy, Agent Chanyeol, Han Yoo Rae, Kim Xiumin, kalian adalah anggota dari tim khusus kami. Kalian adalah tim utama sekaligus yang diandalkan oleh Ahn Corp dan SKA. Tugas kalian adalah membantu tim lain untuk mematikan titik-titik penyerangan di Seoul sekaligus mengalahkan musuh utama, Punisher.

Selain itu juga, kalian juga ditugaskan untuk menyelamatkan para penduduk dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman

Untuk penjelasan lengkap tentang misi kalian, agent Sulli akan menjelaskannya.

Ahn Jae Hyun pun hilang dan wajah Sulli muncul di layar

“Hi guys!” sapa Sulli

“hi!” ujar semuanya seraya membalas sapaan dari Sulli

aku dan Kay akan menjadi operator selama kalian di lapangan nanti. Yeah, mungkin nanti aku akan turun ke lapangan.

Punisher sudah mengendalikan otaknya sampai 100%, selain itu juga dia membuka portal penghubung dunia kita dengan angkasa luar untuk menambah pasukannya dalam penyerangan ini. Pasukan alien kali ini mungkin berbeda dengan pasukan biasanya karena fisik mereka jauh lebih baik. Berdasarkan hipotesaku, tubuh Punisher mempunyai daya lemah terhadap api, karena itulah dia berada di rooftop menara paling tinggi di Seoul untuk memantau pasukan dan mengatur portal yang ia buka. Jadi aku sarankan kalian mengalahkan beberapa pasukannya terlebih dahulu lalu melawan Punisher. Karena Punisher bisa mengendalikan tubuh kalian tanpa menyentuhnya

Bootstrap ahjumma sedang membuat Kristal penutup portal yang akan dipasang di alat pembuka portal. Dalam waktu 30 menit, kalian harus sudah menghabisi para pasukan, lalu mengambil Kristal penutup portal yang akan aku berikan ke kalian dan ke rooftop untuk mengalahkan Punisher.

Ohiya, kalian harus kerjasama. Teamwork sangat dibutuhkan, buang jauh-jauh urusan pribadi kalian. Dan semua sepakat kalau kapten di tim kalian adalah agent D.O

Arraseo?

“Nde Arraseo!”

Sulli tersenyum “Kay akan lebih banyak memantau kalian karena aku juga memantau pasukan lain yang berada di titik penyerangan lainnya. Aku mempercayai kalian, fighting!”

Setelah simulator itu mati, Kyungsoo menatap Jongin “ayo lupakan masalah kita dan bekerja sama.” Kyungsoo menjabat tangan Jongin, dan Jongin membalasnya sembari tersenyum “ay ay captain!” pekik Jongin

“semuanya, kita sudah sampai di titik penyerangan.” Kata supir yang mengendarai mobil

Wendy membuka pintu mobil dan kami semua berlari keluar dari mobil, kami melihat para pasukan yang berterbangan di udara dan para pasukan di darat yang mulai berlari kearah kami. Dengan sigap, para pasukan lain, tentara dan polisi membuat tameng dari mobil-mobil sedan para polisi dan menembak-nembaki pasukan Punisher

“baiklah, kita akan membagi tugas. Jongin, Chanyeol, Wendy kalian akan menghabisi lawan yang di udara.”

“need a ride?” tawar Jongin, Chanyeol memberikan smirk dan Jongin pun menggandeng Chanyeol dan terbang, sedangkan Wendy menggunakan kekuatan sihirnya untuk terbang

“aku, Yoo Rae, Xiumin, kita akan melawan mereka-mereka yang di darat. Kalian siap?”

Xiumin mengisi pistolnya dengan peluru, sedangkan aku menyalakan listrik kejut yang ada di sarung tanganku “siap!”

“baiklah, ayo lawan mereka!”

“KYAAAA!!!”

Kami melompati jejeran mobil-mobil polisi dan menembaki para pasukan Punisher itu

 

 

11 tanggapan untuk “Delight [Page 9]”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s