“Heart attack” (chapter 3)

hunhan-ivy

Title : “Heart Attack” (chapter 3)
Author/twitter : @nizabyung
Cast :oh sehun (exo), xi luhan, oh hayoung/cho hayoung (Apink)
Genre : comedy, romance, school, hurt
Rating : PG-17
Length :chapter
Disclaimer :niza comeback..!!! fanfic ini realy dari imajinasi author dan terispirasi dari beberapa komik yang sering author baca, untuk maincast hanya milik Tuhan dan orang tua masing-masing semoga menghibur,warning typo bertebaran……!!!

Heppy reading…..~~

      

Huuuuuu,,,,,……!!! suara teriakan dari murid STAR MUSEUM INTERNATIONAL HIGH SCHOOL itu terlihat sedang menyorakki tim basket dari sekolah lain bahkan mereka saling mengejek satu sama lain, untunglah para haksaeng ini tidak bertindak dengan kekerasan.

“huh..,.. kali ini kalian menang” ungkap sungjae dengan senyuman tipisnya

“apa kau baru menyadarinya?? Kau lupa bahwa tim kami yang paling hebat, bahkan tidak terkalahkan” jawab L sambil maju selangkah ke depan,

“ah…. Mereka memang tidak tahu malukan??” tambah taehyung dengan pertanyaan retorisnya. Sementara sehun dan yang lainnya hanya diam dan tak memperdulikan.

“itu hanya awal kim taehyung, karena kami sengaja mengalah” Jackson dengan cepat memberi jawaban dan tepat berada di sebelah taehyung “tenanglah Jackson,,, kau memang terlalu baik hati sudah mengalah pada kami…..” taehyung beralih menatap Jackson “…dan kami tidak butuh itu, kau mengrti??” taehyung mendaratkan tanganya kepundak Jackson dan menepuknya dengan pelan tak lupa senyuman tipisnya.

“kajja… sampai jumpa minggu depan okey guys….” Senyum yang sulit diartikan itu terpatri di wajah tampan jong in, dan mereka membubarkan diri dari kerumunan panas di ruang ganti itu.

Mereka memang seperti itu dan sudah menjadi hal biasa bagi haksaeng dari kedua belah sekolah, mungkin kebanyakan sekolah pasti memiliki persaingan yang berakibat dendam dalam segala hal, mereka saling bersaing untuk mendapatkan yang terbaik.

“hayoung….!!!” Teriak jihyun ia segera berlari mendekati hayoung yang duduk di bawah pohon maple, hayoung terlihat terdiam dan melamun bahkan teriakan jihyun tidak ia dengar, “yak…. Hayoung kau ini kenapa ha??” Tanya jihyun sambil menggoyang-goyang bahu hayoung, “gwenchana, jihyun-ah” jawabnya lemah “tapi kau terlihat tidak bersemangat hari ini, ceritakan pada ku youngie”

“baiklah, dengarkan, kau tahu eomma dan appa pergi ke jepang untuk sesuatu yang sangat penting, mereka menitipkanku dirumah sahabat appa jihyunie” ia melihat kearah jihyun, “lalu apa masalahnya youngie??”

“masalahnya hanya, dua orang serigala mereka selalu menggangguku, aku tidak tahu apa salahku??” ia menundukkan kepalanya “tenanglah, mereka hanya belum mengenalmu saja youngie”

“kau benar mengkin kita belum akrab” hayoung mengangkat kepalanya dan melihat kearah jihyun,

“jika mereka macam-macam denganmu lagi, bilang padaku oke!!!” goda jihyun dengan tertawa “memangnya kau berani???” Tanya hayoung menggoda “kau meragukanku nona hayoung???” tanyanya sambil memicingkan mata

“jika kau bertemu mereka, mungkin kau yang akan jatuh terlebih dahulu jihyunie” hayoung tertawa tipis “tidak akan, mereka yang akan jatuh duluan”

“bahkan jika mereka sekelas dengan kim soo hyun!!!” jihyun hanya diam mencerna kata dari hayoung, benar saja jihyun sangat mengidolakan ‘kim soo hyun’ menurutnya ketampanan dan actingnya tidak ada yeng mengalahkan “aaa….sudahlah jangan dibahas ayo kita kekelas” mereka berdua segera pergi meninggalkan taman belakang sekolah.

*****

“hahaha….benarkah? apa dia cantik?” Tanya minseok yang penasaran dengan tokoh cerita luhan “emm…maybe!!!” jawab luhan singkat “lalu, bagaimana dengan cho-“ “jangan membahasnya” belum sempat minseok meneruskan katanya sudah disela luhan “ara-ara… bagaimana kalau nanti malam kita party?” Tanya minseok

“oke….bahkan kita sudah lama tidak berkumpul”

“aku akan menghubungi minho, kris dan juga jonghyun” “geure….!!” Jawab luhan dgn singkat sambil meminum frapuccinonya yang sisa separo di cangkir, minseok juga terlihat sibuk memainkan ponselnya.

“aaaa….. apa aku juga harus membawanya, ini pasti sangat seru!!!” luhan berucap pelan sambil memainkan jarinya dicankir, minseok yang mendengar berhenti dengan kegiatannya dan sgeera melirik luhan dengan tatapan memicing.

“apa, maksudmu lu???” Tanya minseok yang masih penasaran dengan ucapan luhan, luhan menegakkan kepalanya dan menatap minseok dengan senum yang sulit sekali diartikan

“aku ingin sekali mengerjainya lagi minseok, bagaimana menurutmu???”

“gadis itu!!!,… terserah kau saja lu, tapi bagaimana dengan sehun??” Tanya minseok “apa kau tidak kasihan padanya, bagaimana jika kekasihmu disana? Lebih baik kau selesaikan masalahmu dengannya, kau serahkan saja gadis kecil itu pada sehun, adik mu jauh lebih ganas dari pada kau luhan?” tambah minseok, luhan diam sambil menimang-nimang perkataan minseok.

“kau benar juga!, biar sehun yang mengerjainya aku akan menghubunginya minseok” luhan berkata sambil mengangguk-anggukkan kepalanya pelan, setuju dengan unsul minseok,

“kalian memang saudara yang aneh…..dasar!!!” ucap minseok dengan tersenyum lebar

“kami bukan saudara aneh tapi jenius dan mempesona minseokie, apa kau lupa??” jawaban luhan membuat minseok memelankan tertawa

“dasar!!! Kalian tidak berubah dari dulu” “tapi benarkan tuan kim min-seok??” Tanya luhan mengejek “ya…ya…ya….itu memang benar tuan muda oh-lu-han yang terhormat” luhan tertawa keras mendengar jawaban minseok yang menekan namanya, minseok bahkan tertawa lebih keras inilah cara kedua sahabat ini bercanda, agak kaku memang.

*****

Teng….teng….teng…. suara lonceng yang berbunyi nyaring menandakan kelas sudah selesai para murid CUBE INTERNATIONAL HIGH SCHOOL segera berhamburan keluar dari kelas masing-masing.

Brukk…..”yak…..apa kau tidak punya mata hah???” seorang anak laki-laki memaki murid perempuan dengan kacamata besarnya yang tak sengaja menabrak punggung tegapnya “미-미안함니다(sa-saya minta maaf)” jawabnya pelan sambil menunduk ia segera pergi karena takut dengan tatapan elang lelaki itu.

“huhh,,…..” sehun mendesah pelan ia sangat bosan berdiri di depan pintu gerbang sekolah lain sudah satu jam lebih ia hanya mondar-mandir dengan wajah dinginnya jika saja bukan karena hyungnya ia tak akan mau menjadi orang gak jelas desekolah lain, ia semakin rishi ketika para murid dari sekola cube ini memandangnya dengan tatapan memuja, kesabarannya benar-benar sudah di ambang batas ia tak sanggup lagi untuk menunggu dengan cepat ia segera melangkahkan kaki jenjangnya menuju kedung sekolah itu.

“bukankah itu kapten basket dari sekolah SM?”

“ya ampun, dia benar-benar sangat tampan”

“wahh…daebak wajahnya benar-benar dingin namun tetap tampan”

“dia oh sehun kapten dari tim basket SM”

Setidaknya itu beberapa bisikan yang ia dengar saat melewati depan-depan kelas ia tengah mencari seseorang yang telah membuatya bad mood hari ini, sebenarnya ia tak harus repot-repot mendatangi setiap kelas bukankah ia bisa bertanya pada murid lain namun gangsinya terlalu tinggi mengingat ia dan tim basket dari cube sedang tidak baik.

“diamana dia?” ucapnya pelan ia benar-benar sangat kesal saat ini seketika fokusnya terarah pada dua orang gadis yang tengah membawa beberapa tumpukan buku di tangannya, ia mengenal gadis yang berambut pirang dan bertubuh tinggi itu tak salah lagi dia gadis yang membuatnya kesal hari ini ah bukan tapi beberapa hari ini dan kedepan, tanpa ragu sehun segera melangkahkan kakinya menuju kedua gadis itu jihyun yang kaget dengan laki-laki dingin didepannya hanya terdiam tidak mendengarkan hayoung yang tengah berbicara panjang lebar, menyadari ekspresi jihyun, hayoung ikut mengarahkan pandangannya ia hanya membulatkan matanya ketika melihat sehun,

“너진차!(kau benar-benar!)” ucapnya dingin dan segera maraih buku ditangan hayoung memindahkannya ke tangan jihyun tak sabar ia segera menarik tangan kanan hayoung dengan erat,

“yak…..apa yang kau lakukan?” ucap hayoung sedikit berteriak namun sehun tidak memperdulikannya bahkan siswa-siswa yang melihat aksinyapun tak ia perdulikan sama sekali,

“hyura….jebal? tolong aku” ucap hayoung yang berpapasan dengan hyura sahabatnya saat mereka lewat di lorong dekat kantin, hyura yang tak mengerty hanya diam dan mengerutkan dahinya sejenak ia menatap kearah laki-laki itu dan ia langsung membeku saat mata elang pemuda itu menatapnya marah.

“mi-mianhae hayoungie?” ucapnya lemah sambil cepat-cepat menunduk karena takut melihat sebuah mata dingin nan tajam itu melihatnya.

Sehun hanya tersenyum simpul dan segera pergi membawa hayoung.

Entah apa yang ingin dilakukan sehun, namun sekarang yang hayoung tahu mereka sampai didepan sebuah mall, mereka tidak naik mobil jadi hanya suara nafas memburu yang terdengar diantara mereka tangan kekar sehun masih tetap sama memegang lengan hayoung dengan erat, belom sempat hayoung membuka pertanyaan namun sehun sudah menyeretnya masuk kedalam mall tersebut, tanpa menunggu lama sahun segera masuk kesebuah butik ternama hayoung semakin bingung dan tidak mengerti bertanya pun sehun tidak akan menjawabnya jadi ia memilih pasrah saja mengadapi serigala gila memang sangat melelahkan.

“oeso oseyeo tuan muda oh” sapa seorang pelayan perempuan pekerja dari butik tersebut

“aku ingin mengambil pesanan eomma” jawabnya singkat dengan wajah datarnya sebenarnya sehun tidak terlalu suka jika eommanya menyuruh untuk datang ketempat seperti ini namun bagaimana lagi,

“arraseoyeo, cakkaman gidarieyeo!” ucap pelayan itu sambil berlalu pergi mengambil pesanan nyonya oh, suasana kembali hening hayoung memilih diam dan menundukan kepalanya ia sangat kesal hingga tak dapat berexpresi, menyadari hal itu sehun berbalik dan memperhatikannya dalam diam, ia juga segan untuk memulai beerbicara.

“mianhamnida! Tuan buat anda menunggu! Ini pesanan nyonya oh” pelayan wanita itu menunduk dan memberikan sebuah paper bag warna merah yang berukuran sedang itu, sehun mengambilnya lalu pergi meninggalkan butik mewah tersebut.

*****

Bus yang mereka naiki sudah berhenti di sebuah halte yang berada didaerah entahlah hayoung tidak tahu ini dimana ia hanya diam sedari tadi, ia lelah dan pasrah saja.

“apa tidak aada yang ingin kau tanyakan?” ucap sehun memecah keheningan, namun tidak ada jawaban dari hayoung

“apa kau tidak punya mulut?” sergah sehun dengan suara dinginnya ia juga memberhentikan kakinya dan otomatis hayoung yang menunduk langsung menabrak punggung sehun dengan sedikit keras,

“huuuhhhh,,,,,,……!!!” sehun menghela napas sedikit panjang ia juga memejamkan matanya sejenak, ‘jika bukan karena hyung aku tidak sudi bersama gadis setengah aneh ini’ ucapnya dalam hati, ia melanjutkan jalannya menuju tempat dimana luhan dan teman-temannya berkumpul. Jika dilihat kawasan ini sedikit sepi hanya ada beberapa orang yang berjalan dengan gontai dan beberapa pasang kekasih (mungkin), itu bukan urusan hayoung ia hanya mengikuti serigala gila didepannya,

Mereka telah sampai disebuah bar sederhana yang terletak di paling ujung jalan kawasan tersebut, sepertinya disini hanya dikhususkan untuk pelajar mengingat pengunjung bar tersebut banyak yang masih berseragam sekolah, mungkin lebih tepatnya pelajar yang tergolong dalam kelompok murid bermasalah disekolahnya.

“ke-kenpa kau membawaku kemari?” pertanyaan itu sukses membuat sehun berhenti dan tersenyum simpul, mungkin hayoung baru menyadari tempat didepannya,

“kau hanya turuti saja apa kata mereka, ara?” jawab sehun cepat dan menarik gadis itu kembali namun kali ini hayoung sedikit ragu untuk melangka sebenarnya namun tenaganya benar-benar habis untuk menolak.

Disebuah bar luhan dan juga teman-temannya telah melakukan kegiatan rutin mereka yang beberapa ini sudah jarang mereka lakukan, maklumlah mereka sedang sibuk dan baru kali ini dapat melakukan kegiatannya yakni berkumpul dan berpesta kecil mereka sudah melakukan ini sejak sekolah menengah, bahkan sehun sudah hafal dan sering ikut dengan hyungnya mengahbiskan waktu mereka dengan bercanda dan bersenang-senang, sungguh itu kebiasan anak bergolongan chaebol.

Luhan meminum anggur hitamnya dengan pelan, ia sedikit murung melihat seseorang yang memaki seragam pelayan di bar tersebut teman-temannya juga hanya mengoceh sendiri tanpa memperdulikan luhan, suara music yang keras serta tawa teman-teman mereka tak membuat juga luhan bergeming.

“hyung, aku sudah datang” suara berat sehun membuat meraka berhenti dan tentu saja luhan segera mengalihkan pandangannya,

“oh sehun, lama tak melihatmu” ucap pria bertubuh tinggi dan berdarah cina yang tak lain adalah kris, namun hanya senyum lebar yang diberikan sehun, melihat seseorang yang berada di belakang sehun luhan tersenyum moodnya langsung berubah entah apa yang difikirkan luhan, tapi ia sedikit lebih baik daripada tadi,

“wahh….gadismu sangat cantik sehun,” ucapan minho membuat sehun mengalihkan perhatiannya

“dia bukan gadisku, hyung” jawab sehun singkat sementara hayoung hanya diam dan menundukan kepalanya ia benar-benar tidak menyukai tempat ini sangat berisik dan berbau alcohol, ia ingin pergi tapi tangan sehun membuatnya tak bisa bergerak

“kalau begitu berikan dia pada kami, bagaiman?” ucap chanyeol yang membuat tawa semua orang termasuk luhan

“ini ambillah” sambil mengarahkan hayoung kedepan, setelah itu sehun ikut duduk disofa berwarna merah maroon itu, sekarang semua sudah bisa melihat hayoung dengan jelas walau wajahnya menunduk, sungguh jika dilihat postur tubuh hayoung sangat dikategorikan sexy hanya saja saat ini ia masih menggunakan seragam sekolahnya.

“hayoung-ssi bolehkah aku meminjammu sebentar?” tanya luhan reflex dengan pertanyaan tersebut hayoung mendongakkan kepalanya

“nae-naega?” jawabnya sedikit terbata dan menunjuk dirinya sendiri

“ehemm….” Luhan hanya menganguk tanpa mengucapkan kata panjang lebar

“yak luhan, kau ini serakah sekali” minseok yang dari tadi hanya diam sekarang ikut bersuara, semuanya ikut tertawa kecuali sehun yang pasti, hayoung hanya diam dia benar-benar butuh bantuan mengahdapi oaring-orang setengah waras didepannya,

“kajja” ajak luhan sambil menarik tanga hayoung, mereka turun menuju lantai bawah yang penuh dengan orang-orang berdansa dan minum pastinya.

Mereka segera menghampiri Seorang perempuan dengan paras yang sangat cantik ia memakai seragam sebagai pelayan dibar tersebut,

“hayoung-ssi bisakah kau membantuku sebentar?” Tanya luhan

“ba-bantu apa?”

“kau gantikan kekasihku bekerja sebentar, aku ingin menyelesaikan urusannku dengannya, hanya sebentar” jelas luhan sambil sedikit berbisik namun tetap dapat didengar hayoung dengan baik bahkan wanita didepannya yang diaku sebagi kekasih luhan mengerti dan sedikit kaget.

“yak, neo micheoseo?” ucap wanita cantik itu

“huh,… apa kau menghindariku lagi?” Tanya luhan dengan senyum remeh

“itu bukan urusanmu dan pergilah dari sini?”

“tidak, sebelum kita berbicara”

Melihat dua orang didepannya yang sedang berdebat hayoung hanya diamdan menghela nafasnya panjang ‘mungkin tidak ada salahnya ia membantu luhan oppanya’ pikir hayoung setidaknya ia juga ingin membantu orang yang tinggal serumah dengannya,

“bauklah, saya akan menggantikan eonni” ucapan hayoung membuat mereka melihat kearahnya dengan sedikit kaget awalnya luhan kira gadis cantik ini tidak mau membantunya,

“ha….apa yang kau lakukan? Jangan dengarkan dia?” ucapan kekasih luhan sedikit meninggi namun luhan hanya tersenyum penuh kemenangan,

“gwenchanyeo, eonni” jawab hayoung polos

“kau, benar-benar!” ucap wanita itu sambil menunjuk luhan kesal, benar-benar lelaki menyebalkan, lalu perempuan itu pergi yang diikuti oleh hayoung dari belakang,

“eonni, siapa namamu?” Tanya hayoung sedikit takut

“panggil saja aku nana” jawabnya dengan nada yang masih sedikit kesal, mereka menuju ruang ganti yang berada di belakang ruang utama, hayoung semakin kaget saat dengan tak sengaja ia melihat beberapa psang kekasih yang tengah bercumbu di lorong sebenrnya ia sedikit takut namun demi mereka ia akan berusaha menghilangkan rasa takutnya.

“pakailah ini” nana menyodorkan sebuah seragam kerja berupa kemeja putih lengan panjan sera rok hitam yang panjangnya limabelas senti diatas lutut pakaian ini terlihat pas ditubuh hayoung sama yang dikenakan nana tadi mereka justru lterlihat sexy,

“dengar, jangan menuruti permintaan pengunjung yang aneh-aneh oke, cukup kau mengentar dan mengambil pesanan saja diluar itu bukan pekerjaanmu mengerti, dan jangan lupa menjauhlah dengan pengjung yang sedikit mabuk, arraseo” ucapnya panjang lebar namun dengan nada ramah dan pelan tak seperty tadi yang dingin

“arraseumnida eonni” jawab hayoung sambl tersenyum, yang dibalas senyuman juga oleh nana.

 

To be continue

Don’t be silent readers okey guys!!!, ditunggu keritik dan sarannya?

Semoga fanfic ini menghibur jika ada pertanyaan lebih jelas hub

Fb: koerunsparkyu,

gmail: jerrynizabyung@gmail.com

twitter: @nizabyung

10 tanggapan untuk ““Heart attack” (chapter 3)”

  1. Huaa makin kepo aja sama ceritanya 😭😭

    Asik banget thor ffnya, alur pas, bahasanya juga pas. Tapi kalo bisa hangulnya dikasih romanji nya sekalian. Kan kasian buat yg belum bisa hangul. Sekian yaa thor dan fighting !!

  2. Njir Sehun minta ditabok apa gak bisa sekali aja dia bersikap lembut sama Hayoung…

    ya elah ntu Hayoung jauh2 dibwa kesana cman utk gantiin pacar luhan kerja.. Ckckck.. Miris bgt hidup hayoung.

    Makin seru ceritanyaa… Btw semoga aja hayoung kagak knapa disana scara disana bnyak org yg mabuk.. Ditunggu kelanjutannya.. hwaiting!! 😀

  3. hihiiii… aduhhh kyaknya tambah seru ni ff..
    hmm hbis ini hayoung bakaln habis ama temennya luhan..*mungkin
    dasar sehun ga bisa senyum dikit ya..
    hahah next ya thor..

  4. masih pengen baca eeh Ffnya udah keburu abis….
    author ff nya di pnjangin lagi dong …. please…

    author Fighting 🙂 ♡♡♡

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s