Always Beside You (Chapter 6)

always-beside-you-poster_2

Title                       : Always Beside You (Chapter 6)

Author                  : @XOXO_fanK/  @HunWoo27

Main Cast            : Oh Sehun

                                  Luhan

                                  Lee Yoo Ra (OC)

Support Cast      : EXO

Length                  : Chaptered

Rating                   : PG

Genre                   : Fluff, Romance, Sad

Disclaimer           : Story and plot in this fanfic originaly made by me. Sehun is MINE.

Author’s note    : I’ll be waiting for your comment readers because I’m a newbie, write a short message like “author semangat/ next thor” better than you leave comment box empty. One comment = One Support for author. Don’t be a plagiator guys. Thank you ❤

Thank you so much to Art Fantasy (mxlennx) artfantasy1st.wordpresss.com for a good poster 🙂

Happy Reading!

Sehun segera keluar dari mobilnya setelah ia sampai di sekolah. Ia berteriak memanggil penjaga sekolah untuk membukakan pintu gerbang sekolahnya.

“Ada apa malam-malam datang kemari?”

“Temanku belum juga pulang, apa masih ada orang disini?”

“Semua murid sudah tidak ada di sekolah, tidak mungkin dia ada disini. Lagi pula beberapa yang lalu aku sudah memeriksa dan mengunci setiap ruangan”

“Ah begitu” Sehun hendak berbalik kembali menuju mobilnya “Tapi, apa aku boleh mengecek satu kali lagi? Temanku wanita dan ia lumpuh”

“Baiklah” Penjaga itu mengambil lampu senter dan berjalan mendahului Sehun.

Sehun mengedarkan pandangannya ke setiap sudut tempat yang ia lewati. Gelap dan sunyi, jika Yoo Ra benar berada disini, pasti Yoo Ra ketakutan. Sehun dan penjaga sekolah hampir menyelesaikan penyisirian mereka, laboratorium kimia adalah ruang kelas paling ujung dan tidak ada pertanda Yoo Ra terlihat.

Sehun mengacak rambutnya dan memperhatikan lantai yang terkena cahaya senter, ia melihat jejak kursi roda di lantai masuk ke laboratorium kimia.

“Yoo Ra! Yoo Ra! Kau di dalam?” Sehun mengetuk pintu laboratorium dengan sekuat tenaga.

“Sehun” Terdengar suara pelan Yoo Ra dari dalam, suara yang sangat lemah.

Ahjussi tolong buka pintunya, Yoo Ra jika kau berada di depan pintu, menyingkir! Pintunya akan dibuka” Sehun memerintah dengan nada khawatir.

Pintu laboratorium terbuka, terlihat Yoo Ra duduk diatas kursi rodanya dengan mata yang sembab dan muka yang dipenuhi genangan air mata. Sehun menghampiri Yoo Ra dan menyejajarkan pandangannya dengan Yoo Ra, ia melihat mata indah Yoo Ra yang ketakutan. Sehun memeluk Yoo Ra dan mengusap punggung Yoo Ra, Sehun mencoba menenangkan Yoo Ra.

“Tidak apa-apa, aku disini Yoo Ra” Hanya kalimat itu yang bisa Sehun lontarkan. Sehun melepaskan pelukannya dan bangkit lalu mendorong kursi roda Yoo Ra keluar dari laboratorium.

Gamsahamnida, ahjussi” Sehun membungkuk lalu pergi meninggalkan penjaga sekolah yang sedang mengunci laboratorium itu kembali.

***

Yoo Ra hanya terdiam sepanjang perjalanan dari sekolah tadi. Wajahnya benar-benar menyedihkan, tampaknya ia sudah menangis berjam-jam. Sehun memperhatikan tangan Yoo Ra yang bergetar, Yoo Ra masih ketakutan.

Sehun menggenggam tangan Yoo Ra yang bergetar, mencoba meyakinkan bahwa ia sudah baik-baik saja. Yoo Ra menatap tangan Sehun yang menggenggamnya, Yoo Ra kembali meneteskan airmatanya.

“Kita sudah sampai, kau baik-baik saja” Sehun melepaskan genggamannya dan membantu Yoo Ra melepaskan seatbelt-nya.

Sehun membuka pintu Yoo Ra untuk membantu Yoo Ra berpindah, tetapi Yoo Ra terdiam setelah ia menggeser tubuhnya, membuat kakinya tergantung keluar mobil. Sehun menyejajarkan tubuhnya dengan Yoo Ra lalu kembali memeluk Yoo Ra. Yoo Ra menutup matanya dan ia tampak tak berdaya.

Sehun melepaskan pelukannya dan tubuh Yoo Ra langsung terhuyung kebelakang, mata Yoo Ra terpejam – ia pingsan. Sehun segera membopongnya masuk ke dalam rumah. Sehun disambut khawatir oleh kedua orang tuanya. Sehun masuk ke dalam kamar Yoo Ra dan membaringkannya di ranjang.

“Kenapa Yoo Ra bisa seperti ini?” Tanya Nyonya Oh khawatir sambil melepaskan sepatu Yoo Ra dan mengangkat sedikit tubuh Yoo Ra untuk melepaskan blazer dan juga dasi sekolah Yoo Ra.

“Sepertinya ada yang mencoba berbuat jahat padanya” Sehun menatap Yoo Ra iba “Dia terkunci di laboratorium kimia sekolah”

Mwo? Bagaimana bisa? Lusa Eomma akan ke sekolah melaporkan ini!”

“Yoo Ra gadis yang baik, apakah ia memiliki musuh di sekolah?” Tuan Oh bertanya pada Sehun.

“Tidak, bahkan kulihat semua orang tampak menyukainya”

“Kalian keluar dulu, aku ingin mengganti baju dan sedikit membersihkan tubuh Yoo Ra” Nyonya Oh menaruh punggung tangannya di kening Yoo Ra “Sehun tolong ambilkan thermometer dan juga krim penghangat di kotak P3K”

***

Hari ini akhir pekan tetapi Sehun bangun lebih cepat dari biasanya, ia segera mandi dan bergegas menuju ruangan di samping kamarnya. Sehun melihat Luhan yang baru saja keluar dari kamar Yoo Ra.

Hyung bagaimana keadaan Yoo Ra?” Sehun menghentikan langkah Luhan.

“Demamnya sudah turun tetapi dia belum bangun” Luhan menatap kamar Yoo Ra “Kenapa bisa terjadi hal seperti ini?”

“Aku tidak tahu hyung, aku menunggunya kemarin tetapi dia mengirimku pesan untuk pulang” Sehun menggaruh tengkuknya, rasanya Luhan sedang mengintograsinya.

“Apa di sekolah ada seseorang yang kau curigai?”

Sehun mengerutkan keningnya “Aku tidak tahu hyung, aku tidak pernah melihatnya memiliki musuh”

“Baiklah, kau ingin melihatnya? Masuklah” Luhan menepuk pundak Sehun “Setelah ia tenang aku akan bertanya padanya, aku takut ia trauma”

Sehun mengangguk pelan lalu membuka pintu Yoo Ra. Ia melihat gadis itu sedang terbaring lemah di ranjangnya. Sehun mendekat lalu duduk di tepian ranjang Yoo Ra, seketika rasa bersalah menggandrungi hatinya. Ia mengingat sikapnya beberapa waktu yang lalu pada Yoo Ra, dengan keadaan lemahnya Sehun masih bisa bersikap buruk pada Yoo Ra. Sehun merasa malu dengan sikapnya.

Yoo Ra sedikit bergerak lalu membuka matanya perlahan. Ketika ia membuka mata, ia melihat Sehun yang sedang memandangnya. Yoo Ra seketika terkesima dengan tatapan Sehun.

Yoo Ra memalingkan wajahnya dari Sehun “Se –Sehun” Yoo Ra gugup.

“Kau sudah bangun?” Sehun membantu Yoo Ra untuk duduk “Aku akan panggilkan eomma dan hyung”

Sehun berjalan keluar kamar memanggil Nyonya Oh dan Luhan untuk melihat keadaan Yoo Ra.

***

Yoo Ra duduk di kursi rodanya sambil menatap hemparan bunga-bunga mawar yang tampak berkilau karena pantulan terik matahari di halaman belakang rumah. Ia kembali mengingat kejadian kemarin, Yoo Ra ingat betul tangan yang merebut ponselnya, tangan itu bukan tangan Jong Dae karena tangan itu adalah tangan seorang wanita dan tidak ada alasan untuk Jong Dae berbuat buruk kepadanya.

Yoo Ra kembali membayangkan betapa menakutnya laboraturium yang gelap itu semalam, andai saja Sehun tidak datang dan ia terkurung hingga hari senin, ia tidak dapat membayangkan seperti apa keadaannya saat orang-orang menemukannya. Suara Sehun masih saja berputar di kepala Yoo Ra saat Sehun menemukannya semalam.

‘Yoo Ra! Yoo Ra! Kau di dalam?’

Ahjussi tolong buka pintunya, Yoo Ra jika kau berada di depan pintu, menyingkir! Pintunya akan dibuka’

‘Tidak apa-apa, aku disini Yoo Ra’

‘Kita sudah sampai, kau baik-baik saja’

Yoo Ra tersenyum tipis membayangkan betapa hatinya tenang melihat Sehun membuka pintu laboratorium, Sehun datang dan menyelamatkannya, pikiran kalut dan ketakutannya seketika memudar ketika Sehun datang dan memeluknya. Yoo Ra merasa nyaman ketika Sehun menggenggam tangannya.

“Yoo Ra, orangtuamu sudah datang” Ia mendengar suara seseorang yang sedang memenuhi pikirannya. Yoo Ra menatap Sehun lalu mengangguk pelan, ia memutarkan roda kursi rodanya tetapi Sehun membantu Yoo Ra mendorongnya.

***

Yoo Ra melambaikan tangannya kepada mobil kedua orangtuanya yang baru saja meninggalkan halaman rumah Sehun. Kini Yoo Ra sedikit lega telah menceritakan kejadian yang menimpanya kepada kedua orangtuanya dan keluarga Oh.

“Kau ingin beristirahat?” Nyonya Oh menepuk pundak Yoo Ra.

“Aku belum lelah ahjumma, aku tidak apa-apa, ahjumma tidak perlu khawatir” Yoo Ra tersenyum tipis pada Nyonya Oh.

“Kau sudah bisa sekolah besok?” Luhan menatap Yoo Ra khawatir.

“Aku tidak apa-apa o- o- oppa” Yoo Ra menggigit bibirnya dan sedikit mencuri pandang pada Sehun.

“Kalau begitu kau tenangkan dirimu” Luhan menatap Sehun “Antar Yoo Ra ke kamarnya”

Sehun hanya mengangguk pelan dengan tatapan dinginnya, ia mendorong kursi roda Yoo Ra hingga masuk ke dalam kamar Yoo Ra. Sehun hendak melangkahkan kakinya keluar kamar Yoo Ra tetapi langkahnya terhenti karena Yoo Ra memanggilnya.

“Sehun bisa kita bicara sebentar?”

Sehun menoleh menatap Yoo Ra lalu duduk di kursi yang ia tarik dari bawah meja rias.

Go –go –gomawo, kau telah menolongku semalam” Yoo Ra menunduk tidak dapat memandang mata Sehun. Jantungnya berdetak hebat “Aku bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana jika kau tidak menemukanku”

Sehun hanya mengangguk sambil menatap Yoo Ra yang menundukkan kepalanya, tidak berani menatap matanya.

Mianhae” Yoo Ra menggigit bibirnya ketika ia tidak mendengar sedikitpun respon Sehun “Aku, aku, aku memang menyukai Luhan euisa. Mianhae, aku tahu kau tidak suka karena mungkin kau berfikir kalau aku akan merebut perhatian Luhan euisa dari Seo Yeong eonni. Aku telah memikirkannya, aku tahu kesalahanku, apa kau mau memaafkanku dan berhenti untuk mengacuhkanku?”

Sehun menatap Yoo Ra nanar “Kau tidak perlu meminta maaf”

“Aku tidak berusaha merebut perhatian Luhan euisa, dibandingkan dengan Seo Yeong eonni, aku bukanlah apa-apa. Aku tahu aku menaruh hatiku di tempat yang salah tetapi aku berusaha untuk menahannya dan berusaha melupakan Luhan euisa” Yoo Ra masih menunduk.

Lidah Sehun kelu, berjuta-juta kata dalam pikirannya tidak dapat tersusun dan mulutnya tidak dapat mengucapkan apapun, ia begitu sulit untuk mengucapkan kata maaf pada Yoo Ra, itu bukan salahnya. Cinta menepi di tempat yang keliru bukanlah kesalahannya, bahkan Sehun juga tidak dapat menyalahkan cinta ketika hatinya dipenuhi oleh nama Seo Yeong, kekasih hyung-nya.

***

Sehun mendorong kursi roda Yoo Ra hingga masuk ke dalam kelas. Ke-empat temannya langsung berhambur menghampiri Yoo Ra ketika ia melihat gadis berkulit pucat itu masuk ke dalam kelas.

“Kau baik-baik saja?” Chanyeol menatap Yoo Ra khawatir.

“Apa kau terluka?” Doo Ri memutar-mutarkan tubuh Yoo Ra.

“Aku hampir mati mencarimu di sungai Han, aku takut hal buruk terjadi padamu” Tatapan Baekhyun bahkan sangat menyedihkan.

“Kau tidak tahu berapa orang yang aku hubungi malam itu menanyakan keberadaanmu” Na Ra, gadis itu meneteskan air matanya, sama seperti pertama kali Yoo Ra bertemu dengannya setelah kecalakaan maut itu menimpa Yoo Ra.

Yoo Ra kini dipenuhi rasa haru, setetes cairan bening keluar dari mata indahnya “Aku baik-baik saja teman-teman. Terimakasih banyak telah mengkhawatirkanku”

“Siapa yang melakukan hal keji itu padamu?” Chanyeol bertanya pada Yoo Ra setelah mereka duduk dibangkunya masing-masing.

“Aku tidak tahu, ia merampas ponselku dan langsung mendorong kursi rodaku ke dalam laboratorium kimia”

“Apa kau sudah melaporkan ini ke komite sekolah?” Na Ra menggenggam tangan Yoo Ra mencoba menghentikan kekhawatirannya.

“Hari ini eomma akan melaporkannya” Sehun membuka suaranya.

“Pelakunya pasti segera tertangkap! CCTV pasti merekam kejadian itu” Baekhyun menaikan nada bicaranya beberapa oktaf.

***

Yoo Ra dan teman-temannya duduk di cafeteria sambil bercerita tentang kelas fisika yang baru mereka tempuh beberapa waktu lalu.

“Sepertinya aku akan menyerah pada ujian fisika, aku tidak mengerti apapun” Doo Ri menghembuskan nafasnya.

“Menyebalkan kenapa ujian tengah semester begitu cepat, minggu depan? Tidak! Aku belum siap” Chanyeol mengerucutkan bibirnya.

“Ah benar ujian semester sebentar lagi! bahkan aku belum mempelajari pelajaranku yang tertinggal, catatan yang sudah kalian copy kemarin aku bahkan belum membacanya” Yoo Ra menjadi tidak bersemangat karena mengingat banyak pelajaran yang ia lewatkan.

“Kau pasti bisa Yoo Ra, ayo berjuang! Aku bahkan lemah hampir semua pelajaran, kalian tidak perlu khawatir keadaanku lebih buruku” Baekhyun menunjukkan deretan gigi putihnya.

Chanyeol melemparkan nacos yang ia makan ke kepala Baekhyun “Kalau begitu kau yang harusnya berjuang”

“Diantara kita hanya Sehun yang tidak mengeluh” Doo Ri menatap Sehun dengan bangganya “Kau bahkan hebat dalam semua pelajaran”

Mata Doo Ri tiba-tiba membulat ketika ia melihat seorang gadis yang menghampiri Sehun, ia memegang pundak Sehun dengan jari-jari lentiknya “Sehun, terimakasih tumpangannya, lain kali bolehkah aku menumpang lagi?”

Doo Ri merampas bungkusan nacos Chanyeol lalu melemparkan sebuah nacos tepat mendarat di tangan gadis itu “Yak Jiyeon! Lepaskan tangan kotormu itu!”

Gadis itu hanya memutar matanya malas “Dasar gadis primitif!” Ia kembali meletakkan tangannya di pundak Sehun “Kau harus menghubungi sekali-kali” Sehun menjauhkan pundaknya dari tangan Jiyeon.

Mata Jiyeon berpindah menatap Yoo Ra “Hey Yoo Ra! Bagaimana kabarmu? Sepertinya kau banyak kehilangan popularitas setelah kejadian yang menimpamu? aku turut bersedih”

Na Ra berdiri hendak melayangkan tangannya pada Jiyeon “Jang Na Ra!” Yoo Ra menghentikan pergerakan tangan Na Ra “Kau tidak boleh seperti itu duduklah” Yoo Ra balas menatap Jiyeon “Kau bertanya kabarku? Kabarku sangat baik! Popularitas? Aku tidak perlu popularitas jika aku dikelilingi oleh teman-teman terbaikku”

Jiyeon tertawa meremehkan “Yayaya, aku penasaran masih adakah pria yang mengejarmu dengan keadaanmu yang seperti ini? Kemana pria-pria yang dulu mengejarmu? Bukankah sekarang kau melajang?”

Yoo Ra terdiam, Sehun menoleh untuk menatap Jiyeon, ia memasang tatapan tidak sukanya kepada Jiyeon “Hey, kau menatapku? Gunakan tatapan yang lebih lembut lagi jika kau ingin menatapku lain kali” Jiyeon tersenyum kepada Sehun lalu pergi meninggalkan mereka.

“Dia gila! Gadis gila! Dia mendendam padamu Yoo Ra dan Sehun berhati-hatilah padanya” Chanyeol bergidik melihat kepergian Jiyeon.

“Aku ingin menamparnya barusan, apa dia bilang? Popularitas yang menurun? Dia sombong karena dia baru saja diterima di salah satu agency!” Na Ra menatap kesal punggung Jiyeon yang menjauh.

“Sapaan yang buruk, aku baru pertama kali melihatnya setelah masuk sekolah. Ku kira lelucon kalian tentangnya beberapa waktu yang lalu itu hanya sekedar lelucon ternyata ia benar-benar ambisius terhadap Sehun” Yoo Ra berbicara dengan nada yang lemah.

“Kau tak bertemu dengannya karena sebulan yang lalu ia dikarantina, lihatlah kelakuannya sebagai seorang trainee baru. Aku sempat bahagia tidak ada yang mengganggu Sehun” Doo Ri memakan nacos Chanyeol yang masih ada di tangannya “Ia baru saja kembali dan tiba-tiba meminta nomor ponselmu pada Na Ra dan sekarang ia datang menghinamu? Gadis jalang!”. Yoo Ra kini berfikir untuk apa Jiyeon meminta nomor ponselnya.

***

Yoo Ra menatap ponsel baru pemberian Nyonya Oh, ia mengingat kata-kata Nyonya Oh tentang CCTV di depan laboraturium kimia yang rusak dan komite sekolah belum mengetahui orang yang mengurung Yoo Ra di laboratorium, mereka perlu memastikan beberapa CCTV terdekat dan mewawancara beberapa siswa yang melintas di sana.

Yoo Ra benar-benar penasaran dengan seseorang yang mengurungnya di dalam laboratorium kimia, Yoo Ra ingin tahu motif gadis itu melakukan hal ini padanya. Yoo Ra segera menghapus segala pikirannya, ia mengeluarkan buku-bukunya dan mencoba melihat materi yang harus ia pelajari. Yoo Ra menggaruk kepalanya yang tidak gatal begitu banyak yang harus ia pelajari. Yoo Ra mengeluarkan buku biologinya dan mulai membaca serta memahami pelajaran-pelajaran yang ia lewatkan.

***

Sehun duduk di meja belajarnya memasang earphone-nya sambil mengerjakan beberapa latihan soal untuk ujian tengah semester yang akan dimulai tiga hari lagi. Sehun masih focus dengan catatan dan pulpennya, ia sedikit terkejut ketika Yoo Ra tiba-tiba ada disampingnya dengan beberapa buku yang tertumpuk dipangkuannya.

“Kenapa tidak mengetuk pintu?” Sehun menatap Yoo Ra dengan tatapan dingin seperti biasanya.

“Aku mengetuk pintu sampai tanganku pegal, ternyata kau menggunakan benda ini” Yoo Ra menarik sebelah earphone Sehun hingga terlepas. Sehun mengerutkan keningnya, sekarang Yoo Ra bahkan sudah berani bersikap seolah-olah mereka adalah teman dekat.

“Ada apa?” Sehun melipat tangannya di dada.

“Bantu aku, aku sudah belajar biologi dan matematika, tetapi ujian tiga hari lagi aku tidak bisa memahami fisika dan kimia dengan cepat dengan beberapa materi yang tertinggal” Yoo Ra menghela nafasnya, akhirnya ia berani meminta bantuan Sehun setelah pikiran dan hatinya bergelut beberapa waktu yang lalu.

Sehun menggeser kursinya membiarkan Yoo Ra mendapatkan bagian juga di meja belajarnya “Bagian mana yang tidak kau pahami?”

“Bab satu sampai bab empat, aku tidak mengikuti bab itu di kelas” Yoo Ra membuka bukunya dan menunjukkan beberapa halaman di bukunya.

Yoo Ra menyimak penjelasan Sehun dengan seksama dan dengan mudah menangkap poin-poin yang Sehun jelaskan padanya. Yoo Ra mengerjakan latihan soal yang diberikan Sehun dengan cepat lalu Sehun melanjutkan penjelasan ke bab selanjutnya.

Yoo Ra yang tadinya menatap buku dimana pensil Sehun mencorat-coret setiap halamannya, kini berpindah menatap wajah Sehun yang sedang serius menjelaskan. Yoo Ra menatap setiap inci wajah Sehun yang terpahat sempurna, wajah dingin dan tatapan yang sering mengintimidasinya, kini Yoo Ra menjelajahi wajah itu dengan matanya.

“Kau mengerti Yoo Ra?” Sehun menoleh ke arah Yoo Ra dan melihat Yoo Ra sedang menatapnya tanpa berkedip “Yoo Ra?”

Ah ne? ne?”

“Kau mengerti?” Sehun mengulangi.

“Boleh ku coba latihan soal?” Yoo Ra menggigit bibirnya.

“Kau kerjakan bagian ini” Sehun memberikan buku fisika itu kepada Yoo Ra.

Getaran hatiku mulai berpindah seperti angin yang mulai berhembus dari utara ke selatan – Lee Yoo Ra

41 tanggapan untuk “Always Beside You (Chapter 6)”

  1. Ah.. Pasti yang masuk yoora ke lab itu si jiyeon yaa..
    Senengnya udah ada perubahan sikap sehun ke yoora jadi lebih baik. . Ijin baca next chap eonie..

  2. Hmm aku yakin yang mngerjai yoora it past perempuan yg sk sehun it. Ah aku lp namax😩😩😒😒 tdk pntng pula😂😂😂😂

  3. udah maap2an kayaj lebaran 😀 trs udah mulai suka nihh sehun sama yoo ra moga2 cepet jadian deh biar gak ngrebut pacar orang lagi 😀 hehe.. *peace

  4. Yaampun sehunnnnnn, gemez jadinya 😂😂😂
    Lama lama juga sehun jadi suka sama Yoora..
    Tapi kayanya yang ngelakuin teror INI bukan jong dad deh, trus siapa? Huhuhu..

  5. Yaaaaaak! Sumpah Jiyeon nyebelin sumpah, biarkanlah semoga dia diberi hidayah nantinya hihihi..
    Oiya, si Yoora sama Sehun makin cocwit aka hehe..

  6. itu jiyeon kann yang jahat ama Yoora??
    aku kok ga bisa bayangin yoora belajar bareng ama sehunn..
    aakk baper maximal… keep writing author..

  7. Cerita nya keren thor i like it.. sehun cepatlah jadian ma yoora.. ditunggu next chapter nya ya thor hopefully happy ending 🙂 fighting thor

  8. Pngen w jambak si Jeyeon -=- duh abaikan deh,
    bayangin bljar breng Sehun aaaa
    sneng bgt Sehunnya uda melunak kya dging sapi dirndem nanas/ngmong apasih gue/
    mkin penasaran aj, Sehunnya cpetan suka dnk ama Yoora >,<
    lnjut baca deh, fighting author XD

  9. Yaampunnnnnnnn greget greget greget bgt yahhg , sehun dirimu sadar dong klo udah erpikat sama yoo ra …. moveon dr pacar hyungmu . Yoo ra aja mau moveoj masa kamu enggak *eheh

  10. merinding nih pas yoora di masukin ke laboraturium.
    trus Sehun dateng tambah merinding deh bacanya
    ditunggu kelanjutannya thorr, fighting…

  11. Ah aku senang akhirnya yoora ditolong oleh sehun . Sehun sebenarnya orang baik hanya saja ia tak bisa mengapresiasikan perilakunya kepada orang laun apalagi melihat yoora yang sangat sangat memprihatinkan setelah di kurung di lab kimia oleh jiyeon.
    Benar-benar gadis yang psyko. Ugh menyebalkan ia menyukai sehun tapi sayang sehun menyukai seo yeong semoga luhan dan seo yeong membaik dan sehun mulai move on ke yoora karena yoora menyukai sehun dan melupakan perasaannya pada luhan .
    Next chapternya ya thor

  12. Ceritanya bagus keren aku suka. Yoora udah mulai ada rasa sama Sehun, ya semoga begitupun sebaliknya Sehun juga gitu. Keep writing thor kutunggu chapter selanjutnya..

  13. Aku suka banget cerita kamu thor, ff kamu salah satu ff yg aku tunggu kelanjutan nya, disini sehun blm punya perasaan ya sam yoora, tapi kyk nya si yoora udh mulai suka ama sehun, ngak tau lagi ni mau komen apa yapi inti nya aku suka ff kamu. Ditunggu kelanjutan nya ya thor,
    keep writing

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s