Love & Truth (part 10) #Sequel of Devil Child

Displaying Love & Truth Cover 4.jpg

Author : Z

Title : Love & Truth (part 10) #Sequel of Devil Child

Cast :

☆ Kim Jong In (Kai nama asli di dunia iblis)

☆ Rim Sung Ha (OC)

☆ Oh Sehun

☆ Lee Eun Ju (OC)

☆ Min Yoon Gi a.k.a Suga

☆ Yao Ming Ming

☆ Ahn Hee Yeon a.k.a Hani

☆ Jung Ye Rin

☆ Kim Jin Woo

☆ Lee Seung Hoon

☆ ….

Lenght : Chapter

Genre : Fantasy, Romance, Mistery, Supernatural, Action, Gore

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Ada yang nunggu kelanjutan ff ini kah? Maaf postnya lamaan, z baru sempet nyelesain gara-gara habis liburan.. Kkk~ padahal belum saatnya liburan tapi waktu jeda z pakai buat liburan😝 #jangan di tiru# Tapi z ga bolos ko :v cuma tugasnya udah selesai semua jadi boleh engga masuk.. Aduh :v malah curhat.

Happy reading..

TYPO IS MY STYLE!

Dengan sekuat tenaga, Kai melihat sekelilingnya yang telah hancur tak berbentuk. Untungnya hanya di sana mereka bertarung. Jika mereka bertarung hingga ketempat lain pasti akan lebih banyak kerusakan yang akan ditimbulkan. Perlahan Kai mulai melangkahkan kakinya, menuju sosok yang dari kejauhan dapat ia lihat tengah terbaring bersama seorang namja bertubuh kecil yang berdiri di dekatnya.

 

Beberapa kali Kai hampir terjatuh karena langkahnya yang semakin lama semakin tak pasti. Hingga beberapa lama kemudian Kai akhirnya dapat menghampiri sosok itu, sosok yeoja yang sangat ia rindukan. “Ra-raja.. Tanganmu terluka parah..” ucap Geori saat Kai tiba di dekatnya, lebih twpatnya di dekat Sung Ha.

 

Kai tak memperhatikan ucapan Geori itu. Ia lebih memilih untuk memandangi wajah Sung Ha yang terdapat beberapa luka di sana. “Maafkan aku.. Sung Ha..” mata tajam itu perlahan tertutup dan tubuh itu terjatuh begitu saja tepat di samping tubuh Sung Ha.

 

“Raja?!” teriak Geori saat ia melihat tubuh Rajanya itu terjatuh.

Geori segera menghampiri Rajanya itu. Namja itu memeriksa denyut nadi Kai dan ia terbelak saat denyut itu terdengar begitu pelan. “Raja?!” panggilnya mencoba membangunkannya, namun percuma. Ia beralih melihat Sung Ha yang juga masih pingsan. Geori melihat ke sekeliling, mencari siapapun yang bisa membantunya. Pada awalnya ia tak menemukan siapapun, namun saat ia memperjelas pengelihatannya, ia menemukan sesosok namja yang juga tengah terbaring di tanah, Chanyeol.

Geori segera menghampiri namja itu. Ia memeriksanya, dan ia menemukan luka tusukan di pinggang namja itu. Keadannya sama seperti saat Geori menemukan Kai di hutan waktu itu, hanya saja keadaan Kai lebih parah dari pada Chanyeol.

Geori mengeluarkan sebuah daun dari kantung bajunya. Ia menempelkan daun itu pada luka Chanyeol, sama seperti yang ia lakukan pada Kai. Geori menepuk-nepuk pipi Chanyeol. Beberapa kali ia mencoba akhirrnya namja itu perlahan membuka matanya. Mata Chanyeol terbuka sempurna dan ia seketika mendudukkan dirinya saat sebuah sosok namja bertubuh kecil membuatnya terkejut. Makhluk apa itu? Itulah yang ada di pikiran Chanyeol saat itu.

“Kau teman Raja kan?” tanya Geori yang hanya dibalas sebuah anggukan ragu dari Chanyeol. “Tolong bantu aku.. Mereka semua tak sadarkan diri.”

Mereka? Chanyeol mengedarkan pandangannya, sungguh mengenaskan, semua hancur. Chanyeol melihat Geori yang saat ini tengah menarik tangannya. “Cepat!” dengan masih terbingung, Chanyeol akhirnya mengikuti Geori.

Namja bertubuh kecil itu membawa Chanyeol kehadapan Kai dan juga Sung Ha. Chanyeol terdiam, ia tak tau kata-kata apa yang harus ia keluarkan setelah melihat keadaan Kai yang seperti itu. “Apakah kau bisa membawa salah satu diantara mereka?” tanya Chanyeol akhirnya.

“Tubuhku terlalu kecil untuk membawa mereka. Tapi jika menyeretnya aku bisa melakukannya.” Ya, tubuh Geori yang kecil membatasi dirinya melakukan sesuatu yang biasa dilakukan orang kebanyakan. Dulu, saat pertama kali Geori menemukan Kai pingsan dengan luka-luka di tubuhnya. Geori menyeret tubuh itu dengan susah payah ke gua tempatnya tinggal yang kebetulan tak jauh dari sana.

Chanyeol berpikir sejenak, ia tak mungkin membiarakn salah satu diantara Kai dan Sung Ha diseret begitu saja. “Bisa kau tunggu di sini sebentar? Aku akan ke istana memanggil yang lain.” Geori menganggu, mengerti rencana apa yang akan dilakukan Chanyeol. Namun belum sempat Chanyeol melangkah pergi, terlihat dari arah barat beberapa iblis terbang menuju arah Chanyeol. Yang tak lain adalah Suga dan beberapa iblis prajuritnya.

Suga turun menghampiri Chanyeol. “Syukurlah kau ke sini.” Chanyeol menggeser tubuhnya, memberi kesempatan Suga untuk bisa melihat Kai.

Suga segera menghampiri Kai. “Dia bertarung tanpa memikirkan tubuhnya.” ucap Geori.

“Bagaimana dengan Sehun?” tanya Suga.

“Raja membakarnya hingga tak tersisa.” jelas Geori.

Suga terdiam mengerti. Kai memang sellau memegang teguh perkatannya. Ia bahkan telah berjanji akan melenyapkan Sehun walaupun nyawanya adalah taruhannya. Rajanya memang sangat bodoh.

Suga membopong tubuh Kai yang terluka itu. “Chanyeol, kau bawa Sung Ha.” Chanyeol mengangguk dan segera membawa Sung Ha. Suga beralih menatap Geori. “Maukah kau ikut dengan kami? Aku ingin mendengar semua yang telah kau lihat.” lanjut Suga dan dibalas dengan anggukan oleh namja itu.

ʚ Love & Truth ɞ

Sebagian besar iblis saat ini berada di luar rumah mereka. Mereka bisa dengan jelas melihat Suga dan Chanyeol yang melintas di atas mereka dengan membopong Raja mereka dan seorang yeoja. Ya, semua iblis tau tentang pertarungan yang baru saja terjadi antara Kai dan Sehun. Mereka bisa merasakan guncangan dan ledakan yang ditimbulkan karena pertarungan itu.

Suga dan Chanyeol segera membawa mereka masuk ke dalam istana. Para iblis yang penasaran dengan keadaan Raja mereka pun mulai berkumpul di depan istana. Mereka mulai berbisik-bisik dan menebak secara asal bagaimana keadaan Raja.

Sedangkan dilintu masuk, beberapa iblis menahan Hani yang mencoba memasuki istana. “Selain orang kerajaan dilarang memasuki istana.”

“Ya! Kalian tak tau siapa aku?! Aku juga bagian dari kerajaan. Dan aku ingin masuk sekarang!” protes Hani. Ming yang melihat itu segera menghampiri yeoja itu.

“Maafkan kami. Ini perintah langsung dari Suga. Kau tak diperbolehkan memasuki istana.” Hani menatap tak percaya Ming. Apa? Suga? Memang siapa dia? Kenapa dia tak memperbolehkan Hani yang notabennya adalah tunangan Kai. Ya walaupun Kai sendiri tak mengakuinya.

“Biarkan aku masuk. Aku akan berbicara dengan Suga.” Ming menggeleng dan memerintahkan iblis penjafa untuk membawa Hani pergi. “Ya!” protes Hani saat dua iblis menyeretnya menjauhi pintu istana. “Biarkan aku masuk! Aku ingin melihat keadaan Kai!”

“Walaupun kau berada di dalam. Kau tak akan bisa membuat keadaan membaik.” gumam Ming dan pergi.

Sementara itu di dalam istana, Kai dan Sung Ha tengah terbaring di dua buah ranjang yang berdampingan. Beberapa iblis tampak tengah mengelilingi Kai maupun Sung Ha. Mereka tengah mencoba mengobati kedua iblis itu dengan kemampuan yang mereka bisa.

“Denyut nadi yeoja itu normal. Mungkin beberapa saat lagi ia akan bangun. Tapi Raja.. Denyut nadinya mulai sulit terdengar. Luka di kedua tangannyapun terlalu parah. Jika terus seperti ini..” seorang iblis yang ikut memeriksa kedua oran itu berucap.

Suga mengalihkan pandangannya kepada Kai. Beberapa menit kemudian, terlintas di pikirannya untuk meminta bantuan dari Ratu malaikat, Savaredia. “Aku akan segera kembali.” ucapnya pada Chanyeol dan Geori yang juga berdiri di sana.

ʚ Love & Truth ɞ

Suga mengetuk sebuah pintu yang cukup besar. Tak lama pintu itu terbuka, memperlihatkan sosok yang terkejut karena melihat wajah Suga. “Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Savaredia, aosok yang baru saja membuka pintu kamarnya.

Suga menekuk lututnya. Namja itu bersujut di hadapan Savaredia yang sukses membuat Savaredia bingung akan sikap Suga itu. “Aku mohon.. Ikutlah dengaku ke dunia iblis. Kai sedang dalam keadaan yang keritis.” Savaredia mengerutkan keningnya. Apa maksudnya Kai sedang dalam keadaan yang keritis? “Dia baru saja selesai bertarung malawan Sehun. Dan saat ini kami masih berusaha untuk menyelamatkannya. Tapi semakin lama denyut nadinya semakin mengecil. Aku mohon ikutlah denganku.” jeals Suga masih dengan permohonannya.

Savaredia terdiam. Selama ini ia telah banyak ikut campur dengan urusan dunia iblis. Terutama urusan Kai. “Bukankah kau memiliki medis? Kenapa kau harus meminta bantuanku? Aku sudah terlalu banyak ikut campur dengan urusan kalian. Jika memang kalian harus menerima kemungkinan terburuk dari keadaan Kai, itu sudah menjadi takdir kalian.” Suga mendongakkan kepalanya menatap Savaredia. Ia tak menyangka Ratu malaikat akan berbicara seperti itu.

“Tapi-”

“Lebih baik kau pergi sebelum aku memanggil penjaga.” potong Savaredia. Savaredia sudah akan menutup pintu itu, namun Seuga menahannya dengan tangannya. Mata mereka saling bertatapan sekarang.

“Aku dengar Sung Ha adalah anakmu? Saat ini, dia juga dalam keadaan keritis bersama Kai.” Savaredia menunjukkan ekspresi sedikit terkejutnya. Sung Ha?

“Itu tidak mungkin. Anakku Sung Ha telah tiada tiga tahun lalu.”

“Aku tau itu. Tapi Sehun berhasil membangkitkannya sebagai iblis. Dan dia terluka karena melawan Sehun. Percayalah padaku. Aku mohon kepadamu, bantulah kami sekali lagi.” Suga kembali bersujut di hadapan Savaredia. Ia benar-benar berharap besar dengan yeoja itu.

Beberapa saat Savaredia terdiam. Hingga pada akhirnya ia memberi sebuah keputusan. “Baiklah. Hanya untuk sekali ini saja.”

“Terima kasih!” Suga tampak senang dengan jawaban itu.

ʚ Love & Truth ɞ

Semua yang ada di runagan itu terlihat panik saat darah kembali keluar dari kedua tangan Kai. Wajah namja itupun terlihat pucat.

“Em.” seluruh iblis yang ada di ruangan itu mengalihkan pandangannya ke arah ranjang yang ada di samping ranjang Kai. Terlihat tubuh Sung Ha yang mulai bergerak. Beberapa iblis segera menghampirinya dan tak lama perlahan mata itu terbuka.

“Dia sudah sadar.” ucap salah satu iblis. Dengan lemah, Sung Ha melihat ke sekelilingnya. Dimana ini? Sung Ha melihat tubuhnya yang terlihat terdapat beberapa balutan perban. Dan saat itulah ia teringat kejadian yang sebelumnya terjadi padanya.

“Sehun..” gumamnya, dan terlihat kepanikan kecil tersirat di wajahnya.

“Dia sudah musnah.” Ming dan Geori menghampiri Sung Ha.

“Musnah?” ulang Sung Ha meminta penjelasan lebih.

“Kai telah mengalahkannya..” Ming mengalihkan pandangannya ke arah ranjang yang tepat berada di samping ranjang yang Sung Ha tempati. Beberapa iblis yang awalnya berdiri di antara ranjang Sung Ha dan Kai mulai berpindah tempat. Sung Ha mengikuti arah pandang Ming. Ia menoleh ke kiri dan menemukan sebuah sosok namja yang tengah terbaring. Mata Sung Ha terbelak. Yeoja itu segera menyingkirkan kain yang sedari tadi menyelimutinya. Dengan khawatir ia mendekati Kai.

“Apa yang sudah terjadi padanya?” gumamnya saat melihat sosok Kai yang dipenuhi dengan luka. Namun tak ada jawaban satupun dari para iblis itu. Mereka hanya menundukkan kepala. Sung Ha mengusap wajah pucat Kai. “Jong In..” lirihnya. Air mata keluar dari kedua mata Sung Ha. Yeoja itu beralih menatap Ming dan yang lainnya. “Apa yang kalian lakukan?! Dia terluka! Cepat tolong dia!” teriak Sung Ha. Namun mereka tetap menundukkan wajah mereka, bak pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sung Ha kembali menatap Kai. Yeoja itu menutup matanya dan berusaha mengeluarkan sayapnya, sayap malaikatnya. Namun bukan sayap putih yang keluar, melainkan sayap hitam. Sung Ha kembali menangis karenanya. “Jong In..” ia merasa tak berguna sekarang. Tanpa kekuatan malaikatnya, ia tak mungkin mengobati Kai. “Aku mohon.. Aku mohon buka matamu!”

Seluruh iblis yang ada di ruangan itu kecuali Sung Ha mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang baru saja terbuka. Terlihat Suga dan sesosok yeoja cantik memasuki ruangan itu. Seluruh iblis yang ada di sana terkejut melihat siapa yeoja yang datang bersama Suga. Ya, mereka semua tau bahwa itu adalah Savaredia, Ratu dari para malaikat.

Saat pertama memasuki ruangan itu, pandangan Savaredia tertuju pada sesosok yeoja dengan sayap hitamnya tengah berdiri di dekat sebuah ranjang. Ia terdiam. Benarkah yeoja itu adalah anaknya? Savaredia mengikuti Suga yang membawanya mendekati sosok bersayap hitam itu. Dari tempatnya berdiri. Ia besa melihat dengan jelas keadaan Kai. Den ia juga bisa menebak bagaimana pertarungan yang telah namja itu lakukan. Ini memang tak mudah bagi Kai. Dengan keadaan yang seperti itu, pasti jiwanya tengah berusaha untuk tetap bertahan.

Savaredia berjalan ke arah kanan ranjang. Yeoja itu mengulurkan kedua tangannya ke arah lengan kiri Kai. Ia memberi jarak sekitar tiga senti agar telapak tangannya tak bersentuhan dengan lengan itu. Sebuah cahaya muncul membalut lengan kiri Kai yang terluka. Dan itu membuat Sung Ha baru menyadari bahwa ada orang lain di sekitarnya. Yeoja itu mengangkat wajahnya dan menemukan sesosok yeoja cantik di seberangnya. Ia terdiam melihat yeoja itu. “Eomma..” gumamnya pelan namun Savaredia dapat mendengarnya dengan jelas. Dan sontak itu membuat cahaya yang menyelimuti lengan kiri Kai menghilang. Namun itu hanya sesaat dan cahaya itu kembali muncul.

Savaredia enggan mengangkat kepalanya. Ia lebih memilih memandangi telapak tangannya sendiri. Saat ia mendengar Sung Ha memanggilnya dengan sebutan ‘eomma’ hati Savaredia terasa sangat pilu. Ia senang mendengar anaknya memanggilnya dengan sebutan Ibu, namun ia sedih karena ia merasa tak pantas di sebut dengan Ibu.

Savaredia masih tetap mengobati Kai dan Sung Ha masih engan mengalihkan pandangannya dari sosok Savaredia. Keheningan terjadi di sana. Suga, Ming maupun yang lain, mereka hanya diam. Mereka merasa tak berhak ikut campur dengan urusan Savaredia dengan Sung Ha. Yang terpenting saat ini adalah keadaan Kai.

“Bisakah kau tidak memandangiku seperti itu?” ucap Savaredia akhirnya, tanpa memandang ke arah Sung Ha. Berpuluh-puluh menit telah berlalu dan Sung Ha masih terus memandangi Savaredia, dan itu membuat Savaredia merasa tidak enak. Yeoja itu menegakkan tubuhnya saat lengan kiri Kai telah kembali pulih dengan semula. Yeoja itu berjalan mendekati Sung Ha. Ahh bukan, bukan itu tujannya. Tujuannya adalah untuk mengobati lengan kanan Kai. Savaredia kembali mengobati tubuh Kai yang terluka. Ia membiarkan Sung Ha yang masih berdiri di sampingnya, kali ini yeoja itu memandangi wajah Kai yang masih terlihat pucat.

“Tolong selamatkan dia.. Dia sudah banyak terluka..” Sung Ha menatap wajah Kai lekat-lekat. Ia berusaha tersenyum walaupun berat. Ia senang bisa bertemu dengan Kai lagi. Dan ia ingin hidup selamanya bersama Kai. Melihatnya tersenyum seperti dulu. Memori Sung Ha perlahan memutar disaat dimana mereka masih berada di dunia manusia. Saat mereka masih bersekolah. Sung Ha masih ingat betul mata tajam Kai yang selalu ditunjukkan kepada diapapun. Seperti apa sifat Kai dulu, ia juga masih ingat betul itu.

Sung Ha membungkukkan batannya. Ia menutup matanya saat wajahnya tepat berada di atas wajah Kai. ‘Aku ingin selalu bersamamu walaupun sebagai iblis, malaikat, manusia, atau apapun itu. Aku akan tetap menjadikanmu iblis yang spesial bagiku.’ Sung Ha mengecup bibir Kai lama. Hal itu sontak membuat semua yang ada di sana melihat apa yang sedang Sung Ha lakukan. Tak terkecuali Savaredia yang berdiri di samping Sung Ha. ‘Aku mencintaimu.. Jong In..’ Sung Ha membuka matanya dan perlahan kembali berdiri dengan normal.

ʚ Love & Truth ɞ

Di sebuah ruangan yang gelap, Kai terlus berlari mengejar secercap cahaya yang semakin ia mengejarnya semakin jauh pula cahaya itu. Namja itu terhenti. Ia tampak mengatur deruan nafasnya sembari melihat sebuah cahaya yang cukup jauh di depan matanya. “Untuk apa kau mengejarnya? Itu semua tak ada gunanya..” sebuah suara muncul entah darimana datangnya. Ini sudah kesekian kalinya Kai mendengar suara itu. Sebuah suara yang menyuruhnya tetap tinggal di tempat gelap itu.

Kai terduduk. Ia sudah terlalu lelah mengejar cahaya itu. Suara itu benar. Semua ini tak ada gunanya. Semua ini hanya membuang-buang tenaga. “Kemarilah.. Ikutlah bersamaku..” Kai mendongakkan kepalanya saat sesosok yeoja yang tak ia kenal tiba-tiba berada tepat di depannya. Yeoja itu membungkuk, ia membelai wajah Kai. “Ikutlah bersamaku ke dalam kegelapa yang abadi..” dengan kedua jarinya, yeoja itu mengangkat dagu Kai agar namja itu menatapnya. “Kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan..” Kai hanya menatap yeoja yang terus menggodanya itu datar.

Yeoja itu mendekatkan wajahnya pada wajah Kai. “Kau akan tetap menjadikanmu iblis yang spesial bagiku.” sebuah suara yang berbeda terdengar di telinga Kai. Dan suara itu membuatnya tersadar akan apa yang sedang terjadi. Ia melihat yeoja yang sepertinya berniat untuk menciumnya itu. Namja itu mendorongnya, hingga yeoja itu jatuh terduduk. “Aku mencintaimu.. Jong In..” suara itu kembali terdengar. Kai mengedarkan pandangannya mencari sumber suara itu.

“Sung Ha..” gumamnya. Dengan panik ia segera berdiri dan meninggalkan yeoja tadi. Ia berlari tak tentu arah mencari sumber suara itu. Hingga ia kembali melihat sebuah cahaya. Kali ini cahaya yang ia lihat berbeda dengan cahaya sebelumnya. Perlahan Kai melangkahkan kakinya mendekati cahaya itu. Tangan namja itu terulur, berusaha meraih cahaya itu. Dengan samar, Kai dapat melihat sosok Sung Ha di antara cahaya itu. Namja itu semakin mencoba meraihnya beberapa kali hingga pada cobaan yang ketiga, Kai bisa meraihnya. Ia bisa merraih tangan Sung Ha dan mendekap yeoja itu kedalam pelukannya. “Jangan pergi lagi dariku..” gumamnya masih memeluk sosok Sung Ha.

ʚ Love & Truth ɞ

“Aku permisi terlebih dahulu..” ucap Sung Ha pada Savaredia. Ia membungkuk memberi hormat. Sung Ha merasa tak ada yang bisa ia lakukan di sana. Tak ada gunanya ia berada di sana. Lebih baik ia menunggu di luar sembari berdoa agar kabar baik segera datang padanya. Belum sempat Sung Ha melewati Savaredia. Sebuah tangan menahan langkahnya. Sebuah tangan tang terasa begitu dingin. Sung Ha menoleh ke arah pemilik tangan tersebut dan ia mendapati Kai yang masih terpejam. “Jangan pergi lagi dariku..” gumamnya.

Sung Ha cukup terkejut akan apa yang baru saja Kai lakukan. Bukan hanya Sung Ha, Savaredia pun juga terkejut karena pengobatannya yang tiba-tiba terputus karena Kai menarik tangannya untuk menahan tangan Sung Ha pergi. Sung Ha dapat melihat raut wajah Kai yang terlihat menahan rasa sakit. Rasa sakit dari lengan kanannya. “Jong In..” gumam Sung Ha.

Raut wajah Kai kembali tenang saat tangan yang menggengan lengan Sung Ha itu terjatuh begitu saja. Mata Sung Ha membelak, dengan cepat ia menyentuh pipi Kai. “Jong In?!” panggilnya panik.

Savaredia menaruh tepalak tangannya tepat di dada kiri Kai. Yeoja itu memejamkan matanya merasakan detak jantung Kai. Dengan cepat ia membuka matanya saat ia mendengarkan detak jantung itu begitu pelan. “Keadannya memburuk!” Sung Ha segera menoleh ke arah Savaredia. Dengan cepat Savaredia memposisikan lengan Kai seperti semula, dan kembali mengobatinya. “Detak jantungnya sangat lemah.” ucap Savaredia. “Kalian semua sebaiknya keluar dari ruangan ini. Tinggalkan aku sendiri.” ucap Savaredia, masih fokus padaengan Kai.

Mengerti dengan ucapan Savaredia. Satu persatu iblis yang ada di sana keluar dari ruangan itu. “Kau tetap di sini.” ucap Savaredia saat Sung Ha akan pergi. Dengan tak ada pilihan lain akhirnya Sung Ha tetap tinggal bersama Savaredia.

Sung Ha duduk berseberangan dengan Savaredia. Sung Ha terus menggengam erat tangan kiri Kai. Ia terus saja menatap wajah yang pucat itu sembari berharap bahwa mata itu akan terbuka.

Cahaya putih mulai mengelilingi tubuh Savaredia. Mata itu terpejam, tanda ia sedang mengeluarkan kekuatannya. Lengan kanan Kai yang awalnya di penuhi oleh luka, perlahan mulai menghilang tanpa bekas.

ʚ Love & Truth ɞ

Di luar ruangan tempat Kai dirawat. Suga tak henti-hentinya mondar-mandir di depan pintu. Ia khawatir akan terjadi hal buruk pada Rajanya itu. Bukan ia tak percaya pada kekuatan penyembuh Savaredia. Tapi rasa kekhawatiran itu tetap ada.

Ming berjalan mendekati Suga. “Kau sebaiknya beristirahat. Kau pasti lelah.” ucap Ming. Ia tau Suga telah banyak mengeluarkan energinya. Dan Ming berani menjamin bahwa Suga sama sekali belum istirahat. Saat di tangkap oleh para pengikut Sehun ia tak mungkin beristirahat dengan tenang. Dan saat pulang dari hutan, ia harus menenangkan para iblis yang panik karena suara-suara pertempuran. Ditambah saat tau Kai dalam keadaan yang keritis, ia harus menggantikannya sementara.

“Tidak. Aku tidak bisa beristirahat dengan tenang sekarang.”

Ming menyentuh pundak Suga, yang membuat namja itu berhenti. “Percayakan saja Raja pada pereka.”

“Tapi-” Ming segera mendorong Suga untuk menjauh dari pintu. Namja itu benar-benar harus istirahat.

ʚ Love & Truth ɞ

Savaredia menghembuskan nafasnya laga saat luka di lengan Kai telah sepenuhnya sembuh. Yeoja itu perlaih ke dada kiri Kai. Ia kembali memeriksa detak jantung namja itu.

Deg.. Deg.. Deg..

Raut wajah Savaredia seketika berubah saat mendengar detak jantung itu. Detak jantungnya masih lemah. Kenapa bisa? Seharusnya detak jantungnya kembali normal saat luka di tubuhnya telah sembuh semua. “Maafkan aku.. Aku tak bisa menyembuhkannya..” lirih Savaredia.

Sung Ha menoleh ke arah Savaredia. “Jangan berbohong padaku. Bukankah kekuatan malaikat bisa menyembuhkan apapun?”

Savaredia menatap Sung Ha. Ia sendiri juga bingung kenapa kekuatannya tak bisa menyembuhkan Kai. “Aku tidak sedang berbohong.”

“Itu tidak mungkin! Kau pasti berbohong padaku!”

“Keadaannya sama sekali belum membaik. Hanya luka luarnya saja yang telah menghilang.” Sung Ha menatap wajah Kai. Ia semakin mengeratkan gengamannya pada tangan Kai. “Aku hanya berpesan. Jangan berharap banyak dengan keadaan Kai saat ini.” Savaredia keluar dari ruangan itu. Bagaimanapun juga, ia telah melakukan apa yang ia bisa untuk menyembuhkan Kai. Saat ini tinggal Kai yang harus menyembuhkan dirinya sendiri.

Air mata Sung Ha mulai menetes membasahi pipinya. “Jong In..” gumamnya disela tangisannya. “Bukankah kau telah berjanji akan selalu bersamaku? Kenapa kau masih menutup matamu?!”air mata Subg Ha semakin teluar lebih deras. Ia tak mau kehilangan Kai lagi. Ia ingin bersama Kai.

ʚ Love & Truth ɞ

Genggaman tangan Kai dengan siluet tubuh Sung Ha terlepas saat sosok bayangan hitam menarik tubuhnya. Tubuh itu kembali terduduk di tanah. Kai dapat melihat sosok yeoja yang tidak ia kenal kembali mendekatinya. Kali ini bukan hanya satu, melainkan dua. “Kenapa kau pergi?” tanya salah satu yeoja. “Bukankah tempatmu berada di sini?” lanjutnya.

Yeoja itu menunduk, tangan yeoja itu menyentuh dada Kai. “Kegelapan ada di dalam hatimu. Kau terlahir dari kegelapan yang abadi.” yeoja itu sedikit mendorong Kai. Ia membelai wajah namja itu. Yang perlahan membuat mata Kai terpejam. Kai sebenarnya tak menginginkan ini. Namun ia sepertinya tak bisa menolaknya. Mata itu semakin menyipit dan menyipit hingga akhirnya mata itu terpejam seutuhnya dan tubuh itu mulai terbaring. Kedua yeoja itu tertawa kecil melihat tubuh Kai. Akhirnya mereka berhasil.

Gumpalan hitam mulai mengelilingi tubuh Kai. Gumpalan hitam itu perlahan memasuki tubuh Kai dari mulut Kai yang sedikit terbuka. Gumpalan itu terus bermasukkan ke dalam tubuh Kai hingga pada akhirnya gumpalan itu habis.

ʚ Love & Truth ɞ

Tangis Sung Ha terhenti saat ia merasakan tangan Kai bergerak. Mata Sung Ha fokus menatap wajah Kai yang masih juga pucat. Sebuah senyuman terukir di wajah Sung Ha saat mata Kai tiba-tiba terbuka. “Jong In!” Sung Ha segera memeluk tubuh Kai. Air mata yeoja itu kembali menetes, namun kali ini karena ia begitu senang.

“Apa-apaan kau ini?” suara itu begitu berat hingga membuat Sung Ha melepaskan pelukan itu. Mata Kai dan Sung Ha saling bertemu, dan Sung Ha menemukan bola mata Kai yang menggelap dan terdapat siluet ungu. Kai mendudukkan tubuhnya dan itu membuat Sung Ha juga mendudukkan tubuhnya. “Jangan menyentuhku seperti itu.” ucap Kai datar. Sung Ha kembali terbingung dengan kata-kata yang keluar dari mulut Kai.

“Jong In..?” Sung Ha baru akan menyentuh Kai. Namun tangan yeoja itu ditangkis begitu saja oleh Kai. Sung Ha terdiam seketika saat Kai memberinya tatapan tajamnya. Tatapan yang belum pernah ia terima sebelumnya. Hati Sung Ha seperti terhantam sesuatu yang keras. Rasanya begitu ngilu. “Ada apa denganmu?” gumam Sung Ha pelan.

Kai tak menjawab pertanyaan Sung Ha itu. Namja itu turun dari ranjangnya dan berjalan menuju pintu. Sung Ha bangkit dari duduknya. Yeoja itu segera menahan lengan Kai untuk pergi. Bagaimanapun juga Kai harus istirahat, ia tak boleh pergi secepat itu.

Sung Ha meringis saat tangannya dihempaskan oleh Kai. Beberapa luka yang ada di sana kembali terasa sakit lagi. Dengan memegang tangannya sendiri Sung Ha menatap penuh tanya Kai. Dan saat ia menatap wajah itu, Sung Ha kembali mendapatkan tatapan tajam itu-lagi. “Jong In..” lirihnya. Sung Ha merasa namja di hadapannya itu seperti bukan Kai yang ia kenal.

“Siapa kau? Aku tak suka seseorang menyentuhku seperti itu.” upan Kai yang tajam itu sontak membuat Sung Ha terdiam. Apakah ia sedang berada di dalam mimpi? Jika iya makan bangunkanlah ia.

Kai kembali melanjutkan langkahnya hingga tubuh namja itu tak terlihat lagi di mata Sung Ha. Sung Ha hanya diam berdiri. Ia terpaku. Hatinya tiba-tiba terasa sakit. Ia tak pernah menyangka Kai akan mengatakan seperti itu padanya. Kenapa Kai meninggalkannya sendiri? Bukakah ia telah berjanji akan bersama selamanya? Tapi apa-apaan tadi?

ʚ Love & Truth ɞ

Kai berjalan menyusuri lorong-lorong di istana. Ia tak tau kemana ia akan pergi. Kaki namja itu terasa berjalan tanpa mendapat perintah. Namja itu menghentikan langkahnya saat kepalanya terasa begitu sakit. Ia menopang tubuhnya dengan dinding yang ada di sampingnya. Ia menggerang sembari menjambak rambutnya. Kepalanya terasa seperti hampir meledak.

Nafas Kai mulai tersenggal. Keringat dingin pun mulai keluar membasahi pelipisnya. “Arrgghhh!!” Kai semakin menjambak rambutnya saat kepala itu mulai berdenyut lagi. Bayangan seorang yeoja tiba-tiba terputar di otaknya. Namun itu tak berlangsung lama dan bayangan itu kembali menghilang. Kai merasa ada sesuatu yang penting yang ia tak bisa mengingatnya. Apa itu? Ingatannya begitu kabur sekarang.

Samar-samar Kai bisa mendengar suara pintu yang terbuka. Ia juga bisa mendengar langkah kaki yang semakin lama semakin cepat dan semakin keras terdengar. Dengan susah payah, Kai menegakkan pandangannya. Matanya sedikit kabur, namun ia bisa melihat sesosok yeoja yang berlari mendekatinya. “Kai kau tidak apa-apa?” tanya yeoja itu saat ia tepat berada di depan Kai.

“Arrghh!” Kai kembali menggerang dan memegangi kepalanya. Dengan sigap Hani memegangi tubuh Kai yang hampir terjatuh.

Ya, Hani baru saja berhasil memasuki istana setelah menyelundup melewati pintu yang pernah ia lalui saat membawa pergi Eun Ju dulu. Ia tak perduli jika ia tertangkap basah memasuki istana dan kena marah oleh Suga ataupun Ming. Yang ia inginkan hanyalah memastikan keadaan Kai. Itu saja. Dan tepat saat ia membuka pintu, ia menemukan Kai yang sepertinya tengah menahan rasa sakit yang luar biasa.

“Kau terlihat sangat kesakitan. Jika kau sakit, seharusnya kau beristirahat.” Hani mengusap keringat yang membasahi pelipis Kai. Kai mengangkat kepalanya dan menemukan wajah yeoja yang tak asing baginya. Perlahan tangan Kai merawa wajah itu, membuat Hani diam terpaku. Ia mengusap pipi halus itu dan beralih mengusap bibir itu. Pipi Hani merona. Ini pertama kalinya Kai menyentuhnya seperti ini.

Hani mengerutkan keningnya saat Kai menggumamkan sesuatu yang tak jelas. Entahlah apa ini, ia tak bisa mendengarnya. Dan setelah gumaman yang tak jelas itu Kai memeluk tubuh Hani. Sontak hal itu membuat Hani terkejut. Hani bisa merasakan nafas Kai yang tampak tak teratur. Apakah ia sedang bermimpi? Perlahan tangan Hani terangkat, ia membalas pelukan itu.

Cukup lama mereka berpelukan hingga sorot mata Hani menangkap sesosok yeoja yang tengah berdiri cukup jauh di belakang Kai. Wajah yeoja itu tak asing baginya. Apakah itu Eun Ju? Tapi bukankah Eun Ju telah kembali ke dunia manusia? Hani melihat sorot mata kekecewaan dari mata yeoja itu. Jika di lihat secara seksama, sorot mata yeoja itu tepat tertuju pada Kai.

Hani melepaskan pelukan itu. Kini ia menatap Kai demgan senyumannya. “Jika kau sakit, kau harus beristirahat.” Hani menggandeng tangan Kai untuk pergi ke kamarnya. Ia melewati yeoja tadi yang masih terdiam di tempatnya.

ʚ Love & Truth ɞ

Sung Ha terdiam di atas sebuah gedung yang tepat menghadap ke arah istana. Yeoja itu duduk memeluk lututnya sembari menangis. Ia tak peduli dengan sayapnya yang telah keluar sedari tadi. Ia hanya peduli dengan apa yang beberapa menit lalu tertangkap oleh matanya. Ia mencengkram lengannya dan semakin menenggelamkan kepalanya. Ia tak peduli dengan luka yang masih belum tertutup. Ia lebih peduli dengan luka di hatunya.

Di dalam pikiran Sung Ha, ia masih tak mengerti dengan apa yang terjadi. Kenapa? Kenapa?! Kenapa ini semua harus terjadi padanya?! Namja yang ia cintai bahkan tak menginginkannya lagi.

Perlahan debu hitam mulai menyelimuti tubuh Sung Ha yang masih terpuruk. Api biru pun perlahan tapi pasti mulai menyelimuti sayap hitam Sung Ha. Tak hanya itu, kerjaban api biru juga mulai bermunculan, mengelilingi tubuh Sung Ha.

ʚ Love & Truth ɞ

Ming segera keluar istana saat mendapat laporan jika terdapat kobaran api biru di atas gedung tepat di depan istana. Savaredia yang awalnya tengah berbincang dengan Ming tentang keadaan Kai pun juga ikut melihat, namun ia tak keluar istana. Melainkan dari sebuah jendela di dalam istana. Bagaimanapun juga ia tak bisa keluar dari istana dan menunjukkan bahwa ada Ratu malaikat di dunia iblis.

Dengan samar Ming dapat melihat sesosok yeoja di tengah-tengah kobaran api itu. Ming mencoba memperjelas pandangannya hingga pada akhirnya ia yakin bahwa sosok yeoja itu adalah Sung Ha. Kenapa Sung Ha bisa berada di sana? Bukankah ia bersama Kai? Apakah…

Dengan cepat Ming berlari ke ruangan dimana Kai dirawat. Namun ruangan itu kosong. Ia tak menemukan siapapun. Namja itu menghampiri ranjang tempat Kai berbaring tadi, ia mengusap ranjang itu dengan jarinya dan ia melihatnya. Tak ada debu yang melekat di sana. Ming menghela nafasnya lega, untunglah Rajanya itu tidak lenyap. Tapi dimana dia sekarang?

Ming mengedarkan pandangannya, mencari sosok lain yang mungkin berada di ruangan itu namun tetap kosong. Ia hanya sendiri di sana. Apakah dia sudah pulih? Tapi apakah itu mungkin? Savaredia mengatakan padanya bahwa keadaan Kai sama sekali belum membaik.

Pada akhirnya Ming memutuskan untuk memeriksa ke kamar sang Raja. Ia mengetuk pintu itu namun tak ada jawaban. Ming pun membukanya tanpa mengatakan apapun. Belum sempat ia melangkahkan kakinya memasuki runagan itu, ia terdiam tak percaya. Apakah ia sedang salah lihat? Ming mengerjabkan matanya beberapa kali hingga ia meyakinkan dirinya bahwa yang ia lihat adalah nyata. Kai tengah mencium Hani.

“Ehhmm.” Ming berdehem, membuat kedua sosok itu menghentika ciumannya. Mereka menoleh bersamaan. “Raja kau sudah sembuh?” tanya Ming, memastikan.

“Ya.” jawabnya dingin. Mata Ming beralih pada sosok Hani. Kenapa yeoja itu bisa masuk ke dalam istana? Darimana ia masuk? Pikir Ming.

“Kau tak seharusnya berada di sini. Apalagi dengan Hani.”

“Ada apa? Aku ingin bersamanya.” Kai menarik tangan Hani untuk semakin mendekat padanya. Ia menggenggam tangan yeoja itu. Dan itu sukses membuat Ming terkejut. Namun Ming lebih terkejut dengan ciuman tadi.

“Raja.. Apakah kau tidak apa-apa?” tamya Ming kembali memastikan. Sepertinya ada yang anah dengan Rajanya itu.

“Aku tidak apa-apa. Sekarang pergilah.”

“Tapi-”

“Aku bilang pergi!” sebuah bentakan sukses membuat Ming terdiam seketika. Ia tak pernah menyangka Kai akan membentaknya seperti itu.

“Maafkan aku..” dengan sedikit engan, Ming membungkuk dan segera pergi. Kali ini namja itu pergi ke kamar Suga. Walaupun ia ragu untuk mengganggu istirahat Suga, namun ia harus segera melaporkannya. Melaporkan keanehan yang terjadi pada Rajanya.

Ming mengetuk pintu kamar Suga beberapa kali hingga pada akhirnya pintu itu terbuka dan menampilkan sesosok namja yang tak lain adalah Suga. “Ada apa?” tanya Suga.

Ming mengusulkan untuk membicarakannya di dalam. Dan Suga segera mempersilahkannya untuk masuk. Ming menceritakan apa yang ia dengar dari savaredia dan apa yang ia lihat di kamar Raja.

“Itu tidak mungkin.” ucap Suga setelah mendengar cerita itu. “Raja tak mungkin melakukannya.”

“Tapi aku melihatnya sendiri. Ia bahkan mengatakan bahwa ia ingin bersama Hani.”

“Itu tidak mungkin. Bukankah Kai seharusnya berada di ruang pengobatan bersama Sung Ha?”

Tak tahan dengan jawaban Suga. Ming akhirnya menarik Suga untuk mendekat ke jendela. Dari jendela, mereka bisa melihat tubuh Sung Ha yang di kelilingi oleh api biru. “Apakah itu Sung Ha?” tanya Suga, memastikan.

“Ya. Dan aku berani menjamin bahwa Sung Ha melihat Kai bersama Hani.”

“Kenapa ini bisa terjadi?”

“Aku juga tidak tau.”

Suga dan Ming menoleh bersama ke arah pintu kamar yang terbuka. Dari arah pintu, sesosok yeoja cantik memasuki ruangan. “Savaredia..” gumam Ming. Ia bahkan hampir lupa jika Savaredia masih berada di dunia iblis.

Savaredia berjalan memdekati Suga dan Ming. “Apa yang sedang terjadi di sini? Kenapa Sung Ha…” Savaredia tak melanjutkan ucapannya itu. Ia menghela nafas beratnya. Dalam hati kecilnya, Savaredia tak tega melihat Sung Ha seperti itu.

“Kai telah bangun. Dan dia berubah. Dia tak seperti Kai yang biasanya.” gumam Ming beralih menatap Sung Ha dari jendela. “Sung Ha pasti terpukul melihat Kai seperti itu.”

“Dia bangun?” ulang Savaredia.

“Ya. Dia sudah sadar.”

“Itu tidak mungkin. Kondisinya tak memungkinkan untuk sadar secepat itu.”

“Tapi itulah yang terjadi.”

“Bawa aku ke sana. Aku ingin memeriksanya.” ucap Savaredia pada kedua namja itu. Dan tanpa basa basi, kedua namja itu segera mengantarkan Savaredia ke kamar Raja.

Di kamar itu Kai duduk bersampingan dengan Hani dan berhadapan dengan Savaredia, Suga, dan juga Ming. Savaredia terus menatap menyelidik Kai. Ia melihat bola mata itu. Bola mata yang ia rasa berbeda dengan bola mata yang biasa ia lihat. “Auranya berbeda..” gumam Suga pada Savaredia yang duduk di sebelahnya.

“Sudah aku bilang aku baik-baik saja.” Kai menatap datar semua orang yang ada di hadapannya itu. Ia tak suka dengan kedatangan mereka. Mereka mengganggunya.

“Kai. Kau mengenalku?” tanya Savaredia.

Kai menoleh ke arah Savaredia, dan ia menemukan yeoja itu tengah menatapnya. Pandangan mereka bertemu satu sama lain. “Tidak.” satu kata yang terucap dari mulut Kai menyimpulkan semua keadaan yang telah terjadi.

Savaredia mengangguk. “Bagaimana dengan Sung Ha?” Hani menoleh ke arah yeoja cantik itu saat mendengar namja Sung Ha di sebut. Jika ia tak salah mengingat, Sung Ha adalah yeoja yang dulu dicintai Kai.

“Sung Ha..?” gumam Kai. Savaredia menagkap raut wajah kebingungan dari Kai. Kai menoleh ke arah Hani. Ia terdiam beberapa saat. Kai memandang wajah Hani seperti memandang dua wajah yang berbeda. Dua wajah itu terus bergantian hingga membuatnya kebingungan. Kai memejamkan matanya dan memegangi kepalanya yang terasa sakit.

“Kai.” Hani yang khawatir segera memegang pundak Kai. Ia beralih menatap Savaredia. “Bisakah kalian tinggalkan kami? Kai masih membutuhkan istirahat.” ucapnya seperti tak suka dengan kedatangan Savaredia.

Savaredia tak memedulikan Hani. Ia masih fokus menatap Kai. “Aku tak akan memaafkanmu jika terjadi apa-apa pada Sung Ha untuk yang kedua kalinya. Ia sudah cukup menderita.” ucap Savaredia syarat akan perasaan. Savaredia mengatakan seperti itu karena ia adalah Ibunya. Walaupun ia sendiri juga tak yakin apakah ia pandas menyandang gelar ‘Ibu’.

Kai menggerang saat rasa sakit di kepalanya semakin mengganggunya. “Aku mohon. Sebaiknya kalian keluar dari sini.” mohon Hani pada Savaredia. Ia tak suka Savaredia yang terus membicarakan sesuatu yang bisa membuat Kai merasa kesakitan.

Savaredia bangkit dari duduknya. “Aku tak tau apa yang merasuki tubuhmu sekarang. Tapi aku tau bahwa Kai tak akan membiarkan Sung Ha pergi lagi darinya.” Savaredia beranjak pergi bersamaan dengan erangan Kai yang semakin keras. Suga melihat ke arah Savaredia yang pergi dan beralih ke arah Kai yang menggerang kesakitan.

“Kai.” Suga mendekati Kai. Ia berniat membantu menenangkan Kai. Namun yang ia dapat adalah penolakan yang sangat kasar. Tangan namja itu di tangkis hingga terdapat memar di sana.

“Sebaiknya kalian juga pergi.” saran Hani. Dan dengan sangat terpaksa, Suga dan Ming pun pergi meninggalkan Kai dan Hani.

ʚ Love & Truth ɞ

Api biru yang mengelilingi Sung Ha semakin membesar. Dan itu membuat pandangan beberapa iblis tertuju ke atas atap sebuah gedung. Mereka bisa melihat dengan jelas kobaran api dari sana. Semakin lama, semakin banyak pula iblis yang melihat tontonan itu. Yang ada dalam pikiran mereka adalah, apakah itu Raja mereka? Karena yang mereka tau, satu-satunya iblis api biru yang tersisa adalah Raja mereka. Dan iblis api biru lainnya tengah di tahan di penjara istana.

Para iblis itu terlihat panik saat api biru itu menyambar ke arah mereka secara acak. Mereka berlarian menjauhi tempat itu. Bagaimanapun juga mereka hanyalah iblis rendah yang tak akan tahan dengan api biru.

“Arrgghh!” sebuah teriakan terdengar sangat nyaring. Sebuah teriakan dari seorang iblis api merah yang baru saja terkena sambaran api milik Sung Ha. Iblis itu terbakar, dan perlahan mulai lenyap. Hal itu sontak membuat iblis lain semakin panik.

Geori yang sedari tadi telah melihat perubahan Sung Ha dari jendela istana hanya bisa terdiam. Api apa itu? Itu bukanlah api kebencian. Ini pertama kali dalam hidup Geori melihat api yang seperti itu. Geori hanya bisa melihat dengan samar sosok Sung Ha karena tubuhnya yang di selimuti oleh apinya sendiri. Sung Ha tak boleh dibiarkan seperti itu lebih lama lagi. Pikir Geori. Dia bisa hancur.

Bersambung..

Nb;

Jika di tanya kapan ff ini end, jawabannya adalah tidak tau :v mungkin part 11 bisa end, tapi mungkin juga tidak. Tergantung apa yang akan di lakukan Kai sih, jadi keputusan ada di tangan Kai #apaini

Bisa juga kunjungi wp ; zitaehan.wordpress.com

23 tanggapan untuk “Love & Truth (part 10) #Sequel of Devil Child”

  1. Eyyyy muncul lagi masalah,,, eonni z suka banget bikin aku kesel setengah mati sumvahhh ,, kyyaaaa jongin-ahhh cepet sadarrrrrr .. Lanjut ya

  2. Sedih banget jadi sung ha.. 😥 tolong sembuhkan jong in, kembalikan ingatan jong in. Ada the next chapternya kah? Ditunggu kalo ada ne thor. Fighting (y)

  3. Wah..ini tdk bs dibiarkan…
    Harus dilanjutkan….
    Wkwkwkwkwk….
    Beneran nih…
    Penasarannya udah sampe tahap maksimal…
    Akut banget…heheheh
    Lanjut dulu ya…
    Gomawoyo

  4. kok bs kai lupa sma sung ha??
    hani nyebelin bgt dy dsni manfaatin ingatan kai yg ngelupain sung ha…
    kasian sung ha.. 😥 😥
    part ini nyesek bgt feelnya brasaaaaa…
    bkn tegang bacanya…

  5. Wae mengapa bisa kai berubah . Pasti hani yang melakukannya agar kai melupakan sungha benar-benar kasihan sungha bagaimana jika memang ia akan musnah .
    Hah aku gak habis pikir konfliknya semakin komplit apalagi dengan ingatan kai tentang sungha dan orang-orang yang sebagian ia kenal tak diingatnya .
    Oh tidak aku tak ingin sesuatu terjadi pada sungha .
    cepat buatlah kai mengingat sungha jangan sampai kai ditinggalkan oleh sungha untuk ke dua kalinya .
    Kai mencintai sungha tak ada wanita manapun termasuk hani .
    Wanita jahat ugh menyebalkan .
    next chapternya ya thor

  6. ada dengan kai???
    knpa saat sadar dia malah gak ingat dan kasar terhadap sung ha, suga, ming dan savaredia???
    tapi kalo ke hani dia baik dan malah dipeluk dan dicium….

  7. ada apa dgn kai dan sung ha? Trutama kai apa dia lupa ingatan, dan sung ha apa yg dia lakukan? Apa dia akan membunuh dirinya? Oh mkin rumit aja masalahnya, ok di tggu next chapnya.

  8. Uuuhhh gak nyangka kalo jadi gini, knapa mesti sama Hani coba? Kasian Sung Ha nya.
    Smoga cepet baikkan deh..

    Lanjut thor

  9. ..keputusan ditangan kai?? *eh? guyonanmu lucu thor*
    ..gak suka ah sm part ini, masa kai pake gak ngenalin sungha, eh si hani memanfaatkan kesempatan dlm kesempitan pula.. #uuhh
    ..smangat ya thor! keep writing!!

  10. Kerenn thor!.aku sebel bgt ngeliat si hani,mentang mentang kai lupa ingatan dia manfaatin gitu aja.gimana ya keadaan sung ha selanjutnya,kai bakal inget gk yaa ama sungha?..
    Ditunggu ya thor chapter selanjutnya…

  11. Huwaa. Kok akhirnya jadi gini. Ada aja masalah yg menghampiri mereka. Sungha kasian sekali. Thor ceritanya keren banget!!! Bener2 dicampur aduk deh rasanya baca chapter ini. Feelnya dapet banget thor!! Ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s