Oh Sehun and American Football? Oh, Crap!

tumblr_static_tumblr_static__640

 

EXO’s Sehun & OC | Ficlet | Romance | General

On this highway, it’s a runway
Your eyes that look into mine are the milky way
Just love me right
Baby love me right

EXO-Love Me Right

+

Itu siang di pertengahan bulan Juli ketika bunyi peluit terdengar sangat nyaring di seantero lapangan. Meringkuk di sudut lapangan olahraga dengan tangan penuh botol air mineral dan beberapa lembar handuk yang terkalung di leher bukan pilihan tepat untuk menghabiskan sisa hari sebenarnya, terutama bagi seorang gadis remaja seperti Jo. Latihan rutin klub bola itu berakhir beberapa menit lalu dan, Ya Tuhan, katakan saja melihat beberapa lelaki melepas kaus dan bertelanjang dada, melepas segala pelindung tubuh di tengah lapangan merupakan pemandangan yang biasa bagi gadis itu.

Menjadi manajer klub American Football universitas tak segampang kedengarannya. Kau bahkan harus rela menjadi satu-satunya gadis ditengah kerumunan para pria dengan kaus dan rambut yang basah dengan keringat, harus rela melewatkan drama sore favoritmu untuk tinggal lebih lama di lapangan kampus, duduk berjam-jam menunggu hingga latihan selesai. Oh tidak, sebenarnya menjadi manajer klub olahraga itu akan menjadi pilihan terakhir kegiatan mahasiswa yang akan ia ikuti kalau saja Jo tak mengenal lelaki bernama Oh Sehun. Bilang saja aku sedang sial karena berteman dengan lelaki itu.

 

Oh Sehun? Ew.

 

Masih dengan tampang lesu Jo menghampiri kerumunan yang entah tengah membicarakan apa−oh, sungguh ia tak terlalu perduli dengan hal itu− membagi air minum dan handuk lalu mengambil bola-bola kecokelatan yang berceceran di sudut-sudut lapangan. Hari sudah mulai sore dan demi apapun tugas profesor Kim dua hari lalu sama sekali belum ia sentuh.

 

“Sehun, demi neptunus, bisakah kau cari orang lain saja untuk menjadi manajer klub ini?” Keluh Jo sesaat setelah Sehun datang, menyahut begitu saja air mineral dan handuk di tangan gadis itu. “Aku bahkan tak mengerti satu hal pun tentang American Football dan aku membenci olahraga itu seumur hidup.”

 

“Maka dari itu kau jadi manajer, bukan pemain.” Sambar Sehun setelah beberapa tegukan air mineralnya.

 

“Tapi-tapi….ugh.”

 

Sungguh tidak adil bagaimana dunia berjalan ketika mulut Sehun yang pandai berbicara membuatmu diam hanya dalam beberapa ucapan. Membuatmu kewalahan merangkai segala kata-kata yang bisa membuatmu tidak kelihatan dipermalukan. Ia pintar berkelit, sepintar Do Kyungsoo si murid jenius sekolah atau dalam hal kalkulus atau sepintar Jongin dalam hal menari. Aku ingatkan, dia memang tinggi dan tampan sih. Banyak siswi meneriakinya saat ia bermain, tapi sungguh, ia adalah makhluk paling menyebalkan yang pernah Jo temui. Ia juga tukang paksa, Jo tambahkan.

Salahnya juga sih, waktu itu Sehun datang dengan iming-iming kaset album idol favoritnya dengan sama sekali tidak memperhitungkan bagaimana manajer klub American Football harus bekerja atau bagaimana klub itu hanya diisi dengan pria-pria sport freak dan semacamnya. Kalau boleh ia benar-benar akan membuang Sehun ke sungai Han dan juga keputusan bodohnya waktu itu yang membuatnya harus terjebak dalam klub ini sampai akhir semester nanti. Dan Coba tebak, bahkan kaset iming-iming itu tak pernah ada di tangan Jo sampai saat ini.

 

Oh Sehun benar-benar sial.

 

Please, Oh Sehun. Banyak mahasiswi yang lebih cocok−dan cukup cantik− untuk dijadikan manajer klub. Jean, atau May misalnya? Oh yaampun Jongin atau Yixing pasti akan senang jika salah satu dari mereka menggantikanku, kau tahu kan bagaimana Jongin akan seperti orang setengah waras jika menyangkut hal-hal tentang Jean?” Jo pikir ia mulai gila ketika konversasi panjang lebar yang sedari tadi mereka lakukan ternyata hanyalah konversasi sepihak, Sehun sibuk memasang kaitan temali sepatunya saat rentetan kalimat panjang itu keluar dari mulut Jo.

 

“Oh Sehun!” Pekik Jo kemudian, membuat pria didepannya sedikit terlonjak dan terpaksa menghentikan kegiatannya berkutat dengan sepatunya. “You’re drunk like seriously! Aku sedang bicara tuan Oh.”

 

“Aku mendengar, Jo. Kupingku bahkan tidak tertutup.” Sehun menghela napas, memandang mata kecokelatan milik Jo sebentar sebelum miliknya beralih pada tas punggung yang sedari tadi teronggok di bangku penonton. “Kalau kau bilang Jean atau May akan menggantikanmu menjadi manajer klub, jawabannya tidak boleh.”

 

Berdebat dengan lelaki ini tidak akan ada ujungnya, Jo paling tahu tentang hal itu. Tapi Demi Tuhan ia sudah kehabisan cara untuk mengeluarkan dirinya sendiri dari klub American Football, bahkan hal itu sudah ia lakukan sejak awal semester lalu. Yang bisa Jo lakukan hanyalah mendengus kesal dan keinginan untuk menarik rambut sewarna susu karamel milik Sehun bertambah besar.

 

“Memang kenapa sih harus aku yang jadi manajer klub ini?” Helaan pasrah sedikit terlepas dari kerongkongan gadis itu, mulutnya sudah lelah berdebat dengan pria ini. Sebenarnya Jo sudah melontarkan pertanyaan semacam ini berulang kali tapi kau tahu lah bagaimana Oh Sehun. “Sehingga kau bisa menyuruhku mengerjakan ini dan itu, begitu?”

 

 

Kenapa? Pertanyaan mudah tapi kepalang sulit untuk dijawab oleh seorang Oh Sehun.

 

 

“Kenapa?” Lanjut Sehun.

 

“Iya, apa alasannya harus aku yang jadi manajer?”

 

Wajah Sehun mulai berubah aneh. Yaampun Jo baru pertama kali melihat wajah Sehun yang biasanya menjengkelkan bisa berubah seratus delapan puluh derajat terbalik. “Karena−Karena−ugh, itu agar aku bisa mengawasimu setalah jam kuliah berakhir, sehingga pikiran-pikiran tentang apa yang sedang kau lakukan jika kau masuk klub lain bisa hilang dari kepalaku, oh sungguh itu membuat stress, sehingga aku bisa mengawasi kalau-kalau ada pria aneh yang menyatakan cinta padamu,” Sekarang kedua telinganya berwarna kemerahan dan mulutnya tak henti-hentinya bicara.

 

“Agar aku bisa menjamin kau ada dalam jarak pandangku−Oh ya Tuhan aku mulai gila.” Rintihnya sendiri.

 

Harum rumput liar yang terbawa angin dan dengungan aneh menyerang indera gadis itu tanpa ampun. Membuatnya bahkan kesulitan untuk mendengar lanjutan kalimat Sehun yang panjangnya melebihi panjang rangkaian kereta setelah kata-kata ‘aku mulai gila’. Mata gadis mengerjap pelan, matahari yang bergelayut di langit mulai turun perlahan. Pias cahaya sore membuat rambut Sehun berkilau, seperti air laut di musim panas, maniknya berkilat sewarna oranye.

 

“Ah, sudahlah, ayo pulang.” Tandas pria jangkung itu.

 

Jo sempat mendengar dengusan kasar sebelum pergelangan tangannya di tarik perlahan, menyuruhnya untuk bangun dari keadaan setengah sadar yang baru saja menyerangnya. Ketika inderanya mulai satu persatu kembali yang ia bisa dengar hanyalah beberapa kalimat-kalimat tak jelas. Pada saat seperti itu Jo pikir dirinya mulai gila.

 

“S−Sehun, k−kau tadi bicara apa sih?” Beberapa meter sebelum gerbang utama universitas, mulut Jo menginterupsi, pikirannya masih melayang kesana-kemari.

 

“Kau berharap aku mengulanginya? Ha, tidak akan.”

 

 

American Football and Oh Sehun? Ow, crap!

end

A/N : (Oke ini ngikut si epin) 1) ini klise like hell plotnya tapi sehun akhir-akhir ini fluffy banget kerjannya nyepam ig minta dibikinin fanfic banget  2) EXO and all those american football concepts are the best combination ever! thanks SM anyway 3) thanks whoever read this fanfic i love you to the moon and back! (Smooch)

 

11 tanggapan untuk “Oh Sehun and American Football? Oh, Crap!”

  1. Wekeke. Lucu bayangin sehun grogi jawab kayak gitu sambil ngomongnya cepat banget trus ceweknya gak nangkep lg. Kekeke. Lengkap banget nasibmu sehun. Kekeke. Ficlet nya keren! Ceritanya suka! Kekeke ^^

  2. Duh pas tahu Sleeping Panda langsung kesini ‘-‘ /tendang deh tendang.
    Kak, akhirnya bertemu lagi setelah sekian lamaaaaaa ((gausah diinget ya))

    Katamu ini klise, kak?

    Mungkin sedikit ya. Tapi pemakaian kata dan rancangan kalimatnya itu (lho) membuatnya terasa seperti donat lain dibulan ramadhan jam-jam seperti ini. Empuk gitu, banyak fermipannya (eh)

    Apalagi di akhir cerita, respon Sehun bikin greget, “Kau berharap aku mengulanginya? Ha, tidak akan.”

    Damn whatsoever i cant hold your awesomeness, tulisanmu sumpah. Wakakakaakkkkks.

    Ketemu lagi, dadah! Berjuaaaaaang ❤

    1. ersaa yeah i know your namee barusan tadi aku mampir wp kamu terus ngerush dikit disana, iya kan ya ini klise banget habis akhir-akhir ini dia yang kelakuannya minta ditabok banget sama chanyeol baekhyun juga sih sebenernya jadi cocok gitu kalo dia dibikinin ff college life!AU terus pake romance romance bego gitu hahaha ah ini juga aku masih belajar kok sa, makasih yaa udah sempetin baca ntar aku mampir ke wp kamu terus baca-bacain ff kamu yah (smooch) /kick ersa to the thunder and let her playing with lightning and fluffy kim jongdae/

    2. kak asaaaaaa haduh, terimakasih sudah berkunjung! ❤ ❤ ❤
      seberapa klisenya kak diriku tak peduli. ini sleepingpanda, kak asa keren cantik unyu unyu awet muda pacarnya dokyongsu pokoknya beyond compared gitu deh (yes!)
      iyaaaaa chanyeol tatonya gregetin bikin illfeel, tho. sayangku yang unyu dan polos sekarang berbeda (dibuang kan lo)
      drabble kak? lagi jamannya sekarang (eh, aku saja yang telat datang) iyaaaa tak tunggu college life!AU romance romance begonya, yang penting tidak BROMANCE, anti sekali diriku (dan percaya, kak asa engak demen seperti itu, ya?)
      eh jangan kesana._. gajadi adonan banget disana, kepanasan suhu ovennya, overcooking, atau bahkan kelebih-kekurangan takaran (apasih lo ngomong apa) /duh, swing asa sista to the dio's heart, binding her forever and never give up, hah!/

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s