It’s Not Like What You Think

It's Not Like You Think

Tittle: It’s Not Like What You Think

Author: Shuu

Cast:    -Kang Seulgi  (Red Velvet)

            -Park Chanyeol (EXO)

            – Lee Hyeri (Girls’ Day)

Support Cast: -Wendy Son (Red Velvet)

                        -Joy (Red Velvet)

Genre: Romance, school life, angst.

Rating: PG-15 (aman bagi semua kalangan. Nggak ada adegan begituannya, kok. Tapi ada sedikit adegan kekerasan)

Lenght: Oneshoot

Desclaimer: Ok.. ok. Ini adalah cerita yang sedikit aneh bin ajaib. Yang somplak kek yang nulis. Tidak terinspirasi dari siapapun. Alur cerita ini murni dari otak saya. Cast hanyalah milik Allah S.W.T beserta kerabat dan agensinya. Warning! Typo pasti ada, tapi diusahain nggak ada. Don’t Bash and Comment please. RCL juseyo!

Summary: Tuhan berpihak padaku dengan semua hal. Kecuali cinta –Kang Seulgi-

Jatuh cinta sendirian itu memang tidak mudah. Terjatuh sendiri tanpa ada yang menangkapnya. Sakit, memang. Luka itu sembuh dengan sendirinya, tapi meninggalkan bekas. Bekas yang belum tentu bisa hilang. Yang telah merobek-robek seluruh perasaan itu. Sakit, iya.

Seperti Seulgi, gadis ini tak tahu mengenal apa itu cinta. Pada akhirnya, seorang telah mengguncang hatinya hebat. Tanpa ada yang tahu, ia menyembunyikannya sendirian. Tak mudah memang. Sakit, memang. Hanya bisa melihatnya diam-diam.

Setiap melihatnya, matanya tak ingin berpaling. Padahal demi Tuhan ia telah memaksa saraf-sarafnya untuk berpaling. Perasaannya mengatakan jangan, matanya mengatakan iya. Selalu seperti itu. Dan pada akhirnya, dia menemukan sesuatu yang ia telah sangka selama ini.

Ia melihat Park Chanyeol pria yang mencairkan hatinya yang semula beku, tanpa bisa marah ataupun protes. Melihat namja yang ia cintai berjalan berdua dengan seorang yeoja. Yeoja itu bergelayut manja di lengan Park Chanyeol. Hanya dapat menatapnya dengan nanar. Sakit yang kedua kalinya. Itu cukup untuknya. Cukup untuk memendam perasaan benci dengan semua hal yang berbau cinta.

Hari demi hari telah berlalu. Tanpa ada cinta yang berpihak padanya. Ia semakin hari semakin dingin. Bukan sifatnya, tetapi hatinya. Terkurung dalam penjara es itu memang bukan hal yang sulit baginya. Ia sudah terbiasa.

Hari ini Kang Seulgi sedang berada di perpustakaan. Ia tak pernah mau menginjakkan kaki di perpustakaan sebelumnya, kecuali ada guru yang memintanya. Tetapi saat ini a butuh keheningan. Hnaya beberapa saat saja, tak apa.

Ia duduk di sudut ruangan di samping jendela besar. Sesekali ia memicingkan matanya, karena sinar matahari yang panas mengenai wajah cantiknya.

“Kang Seulgi. Kami mencarimu.” Kata Wendy yang tiba-tiba muncul di hadapannya, disebelahnya Joy. Sungguh, moodnya yang sudah jatuh, rasanya seperti diijak-injak lagi setelah kemunculan Wendy dan Joy di hadapannya saat ini.

“Apa yang membuatmu mencariku, eoh?” tanya Seulgi sambil memutar matanya.

“Kau tak ikut klub apapun? Klub basket, memanah, menari? Tak satupun? Kau harus memeilihnya salah satu.” Kata Joy yang ada disebelah Wendy.

“Aku tak tertarik dengan semua itu.” Jawab Seulgi tak bersemangat.

“Kenapa tidak?” tanya Wendy.

“Terlalu menyita waktu. Lebih enak tiduran dirumah sambil menonton TV.” Jawab Seulgi. Ya, memang dia keras kepala dan tentunya pemalas. Ikut klub sekolah saja tidak mau dengan alasan tak logis, ‘enak tidur dirumah’

Krieeettt…

Tak lama kemudian terdengar pintu perpustakaan dibuka. Park Chanyeol dan Lee Hyeri rupanya. Tunggu, Park Chanyel dengan Lee Hyeri? Ini pasti akan menimbulkan mala petaka bagi Seulgi.

“Ehem… Itu Park Chanyeol. Lihatlah itu Seulgi!” kata Wendy. Sudah diduga sebelumnya ini akan memperburuk mood Seulgi.

Seulgi melihat sekilas ke arah Park Chanyeol dengan Lee Hyeri yang sedang menarik kursi di sudut ruangan lainnya. Ia memutar bola matanya sesaat dan menjawab, “Apa urusannya denganku? Biarlah dia bahagia, memangnya aku siapanya, eoh?”

“Bukannya kau suka pada Park Chanyeol, eonni? Dia kan sudah mempunyai kekasih.” Kata Joy, suara cemprengnya itu pasti terdengar di seluruh ruangan yang sunyi ini.

Wajah Seulgi sekitaka berubah menjai merah. “MEMANG KENAPA KALO AKU SUKA PADANYA? SALAH? APA YANG SALAH, EOH!” sepertinya Seulgi benar-benar marah. Sampai-sampai ia lupa bahwa ini perpustakaan.

Semua yang ada di perpustakaan itu langsung menoleh ke arah Seulgi. Termasuk Lee Hyeri dan Park Chanyeol. “Ini perpustakaan bukan pasar! Pergi kalian!” kata seorang lelaki berbadan kurus dan tinggi sambil mengacungkan koran ditangannya. Itu adalah penjaga perpustakaan. Ia seperti ingin memakan Seulgi, Joy, dan Wendy sekaligus, tanpa mengunyah mereka. Sangat mengerikan.

“Mianhae! Kami akan pergi!” kata Joy sambil menarik keluar Seulgi yang dibantu Wendy. Seulgi yang sepertinya masih marih melotot ke arah Wendy dan Joy bergantian.

Sepertinya Seulgi tak menyadari bahwa Lee Hyeri sedang menatapnya tajam. Pasti siapa saja yang menatapnya akan bergidik ngeri melihatnya.

Siang ini cuaca sangat terik sekali. Wajah Seulgi sedang terlipat menjadi beratus-ratus lipatan. Pada saat jam makan siang tadi, ia tak sempat ke kantin ia melewatkan jam makan siang. Sedari tadi perutnya berontak minta di isi.

“Ahjumma, kau punya sisa makanan? Aku lapar.” Kata Seulgi didepan etalase tak bersemangat.

“Makanannya dingin Seulgi. Masih mau?” kata Ahjumma itu ramah. Seulgi sangat akrab dengan penjaga kantin ini. Karena setiap ia melewatkan makan siangnya, ia selalu memintanya saat pulang sekolah padanya.

“Masih. Aku sangat lapar. Apapun yang ada pasti kumakan.” Kata Seulgi.

“Kau ada masalah? Kenapa wajahmu seperti itu?” kata Ahjumma sambil berjalan ke dapaur mengambil makanan.

“Sedikit masalah dengan penjaga perpustakaan dan sepasang kekasih.” Jawabnya.

“Aigooo.. kau sudah mau pergi ke perpustakaan? Sepasang kekasih siapa?” kata Ahjumma sambil keluar membawa nampan makanan.

“Sebenarnya aku tidur diperpustakaan.” Kata Seulgi sambil nyengir. Ia menerima nampan makanannya. “Sepasang kekasih yang tak mau kulihat.” Tambahnya.

“Baiklah. Aku tak akan membahasnya.” Kata Ahjumma itu.

“Kamsahamnida, Ahjumma.” Kata Seulgi sambil membungkuk. Ia lalu berbalik dan ingin duduk di kursi yang terletak di tengah ruangan.

“Seulgi, makanlah yang banyak. jika kau ingin tambah katakanlah. Jangan malu-malu.” Kata Ahjumma sambil sedikit berteriak.

“Arra. Ahjumma, tahu kan aku tak pernah malu untuk meminta makanan lagi padamu.’ Kata Seulgi tanpa melihat orang yang diajaknya bicara.

Ia lalu menarik kursi dan duduk. Ia lalu memulai menyuap makanan ke dalam mulutnya. Brakkk… seseorang menendang meja Seulgi. Makanan yang belum disentuhnya itu jatuh berserakan di lantai.

“Ya! Kau sangat tak menghargai makanan!” kata Seulgi. Matanya sudah berkaca-kaca, bukan karena merasa terhina. Tetapi, sungguh perutnya lapar, bahkan ia merasakan perih diperutnya sekarang. Ia lalu membenarkan letak mejanya.

“Lebih tak menghargai aku atau kau!” teriak seorang yeoja yang sengaja menendang meja tadi. Seulgi mendongak melihat ke arah yeoja itu.

“Apa kau punya masalah denganku?” tanya Seulgi lalu duduk ditempatnya semula. Lee Hyeri, iya itu Lee Hyeri kekasih Park Chanyeol.

“Iya! Tentu saja!” semprot Hyeri.

“Apa masalahmu?” kata Seulgi santai.

“Masalahku adalah kau berani-beraninya menyukai namjachinguku, hah? Apa kau tak tahu malu?” tanya Hyeri lalu mengambil kursi dan duduk di hadapan Seulgi. Pertarungan yang seru rupanya. Hyeri terkenal cerewet dan Seulgi yang endiam tetapi sekali semprot bisa menghancurkan botol soju.

“Aku memang menyukai namjachingu-mu. Lalu kenapa?” jawab Seulgi. Ruapanya ia tak tahu malu, aku setuju dengan Hyeri saat ini.

“Kau! Kau pasti akan merebutnya dariku kan? Kau pasti sedang merencanakan sesuatu.” Kata Hyeri dengan berapi-apai.

“Ini semua bukan seperti yang kau pikirkan! Iya! Aku memang menyukai namjachingu-mu. Tapi aku tak pernah sekalipun berpikir bahwa aku akan merebut namja-mu! Tak pernah sedikitpun. Aku baru menyadari bahwa aku bisa merebut Park Chanyeol setelah kau mengatakannya.” Kata Seulgi, Skak. Hyeri mati kutu tak dapat bicara apapun.

“O-omong kosong!” jawab Hyeri dengan terbata.

“Jadi apa yang kau inginkan dariku. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya.” Kata Seulgi sambil membenarkan almamaternya.

Hyeri terlihat meremas kaleng soda yang ia bawa. Sooorrr…. Hyeri menumpahkan soda itu ke baju Seulgi. Seulgi kelihatan dendam sekali pada Hyeri. Wajahnya memerah, rahangnya mengeras, tangannya mengepal hendak menonjok Hyeri.

Diurungkan niatnya, Ia akan melakukan seragan tiba-tiba seperti yang Hyeri lakukan padanya. Brakkkk… serangan telah ia lakukan. Ia menendang bangku yang diduduki Hyeri, membuat Hyeri jatuh dengan posisi terlentang.

Ternyata sedari tadi banyak murid yang melihat pertengkaran mereka. mereka membentuk lingkaran mengelilingi Hyeri dan seulgi yang sedang berdebat. Mereka terlihat berbisik, kelihatannya mereka sedang mencaci Seulgi.

“Tong kosong nyaring bunyinya.” Kata Seulgi sambil mendekati Hyeri yang jatuh kesakitan di lantai.

“Kau wanita brengsek!” kata Hyeri.

Seulgi jongkok dihadapan Hyeri dan mencengkram rahang Hyeri. “Baiklah.. akan kukatakan apa yang mau kau dengar mungkin. Aku sebenarnya tak pernah menyukai lelaki. Aku bahkan tak pernah menyukai Park Chanyeol. Mungkin aku menyukaimu, Baby. Jadi kau tak berhak memarahiku.” Kata Seulgi. Ini bukan serius, hanya ingin membuat Hyeri Jera.

Jari telunjuk Seulgi menelusuri wajah mulus Hyeri. “Jaga dirimu baik-baik, Baby. Besok kita akan bertemu lagi.” Kata Seulgi menggoda. Ini sebenarnya bukan sesuatu yang baik dilakukan.

Seulgi lalu berdiri dari posisinya dan pergi meninggalkan Hyeri masih dengan posisi terlentang di lantai. Ia keluar dari kantin meninggalkan Hyeri yang tengah jatuh kesakitan di lantai. Menerobos kerumunan yang ada. Berjalan sedikit gontai karena belum makan sedari pagi. Tepat dipintu kantin, terlihat Park Chanyeol masuk dengan tergesa-gesa. Wajahnya terlihat khawatir. Ia bahkan menabrak Seulgi dan tanpa meminta maaf langsung pergi meninggalkan Seulgi.

“Cih, si pasangan brengsek Park Chanyeol dan Lee Hyeri. Aku rupanya Invisible Girl, Park Chanyeol yang berada tepat di depanku saja tak melihatku.” Gumam Seulgi pada diri sendiri. Matanya sudah berkaca-kaca ingin menangis. Saat ini juga perasaan dulu yang pernah tumbuh di hati Seulgi, lenyap seketika. Digantikan perasaan benci yang sangat dalam.

Seulgi terus berjalan meninggalkan kantin sambil memegangi perutnya yang perih karena belum makan sejak tadi pagi. Langkahnya terseok-seok. Wajahnya juga berubah menjadi pucat, keringat dinginnya mulai keluar di pelipisnya.

“Ya Kau!” kata seorang namja sambil menepuk pundak Seulgi.

“Mwo?” kata Seulgi masih sambil melanjutkan langkahnya.

“Aku punya sesuatu yang harus kita bicarakan.” Kata orang itu sambil membalik tubuh Seulgi menghadapanya. Begitu kasar perlakuan namja itu. Tatapannya mematikan.

“Tetapi aku tak mempunyai sesuatu yang harus kubicarakan denganmu, Park Chanyeol.” Kata Seulgi. Rupanya namja itu Park Chanyeol.

“Bisakah besok saja? Aku sungguh lelah hari ini.” Kata Seulgi dengan nada bicara yang lemas.

“Ini menyangkut yeojachinguku yang telah kau celakai.” Jawab Chanyeol.

“Cih, padahal yeoja brengsek itu yang memulai. Kenapa aku yang kena?” gumam Seulgi, tetapi jelas saja Chanyeol mendengarnya.

“Apa kau mengatakan Hyeri brengsek? Lalu apa dirimu? Jika Hyeri brengsek lalu apa dirimu?” tanya Chanyeol yang sedikit membentak.

“Aku? Aku seorang lesbian! Kau puas!” kata Seulgi dengan tajam. Matanya sudah memerah, kerena memendam amarah.

“Dasar tak tahu diri! Kau berani-beraninya menyakiti kekasihku!” kata Chanyeol yang membuat Seulgi menitikkan air matanya. Bagaimana bisa orang yang ia cintai bersikap seperti itu padanya?

“Baiklah jika memang itu yang kau pandang dariku. Dengar, iya aku menyukaimu! Bahkan sebelum kau bersama Lee Hyeri! Setelah kau bersama Hyeri, aku bahkan tak pernah berpikir walaupun sedikitpun merebutmu darinya! Tak pernah! Tetapi apa yang ia lakukan padaku? Ia melabrakku dan mengatakan yang tidak-tidak. Ia juga menjatuhkan makananku. Aku sungguh lapar sejak pagi pelum makan. Tapi apa? Makananku ia jatuhkan. Tak tahu diri. Yeoja seperti itu masih kau anggap kekasih?” kata Seulgi yang sudah memendam dendam kesumat di hati dan pikirannya.

“Kau! Aku tidak sudi ada seseorang yang mencintaiku, seperti dirimu.” Chanyeol membalsnya dengan tak kalah sadisnya.

“Aku tak peduli dengan apa yang kau katakan. Terserah kau mau bicara apa, aku tak sidikitpun peduli. Anjing mengonggong khafilah berlalu.” Kata Seulgi. Rahangnya mengeras dan jarinya mulai memutih karena ia remas.

“Apa kau mengataiku, anjing?” kata Chanyeol.

“Ya! Sudah tahu masih tanya? Kau tolol atau dungu, eoh? Sungguh jangan ganggu aku lagi. Aku sangat lelah.” Kata Seulgi meninggi. Di kalimat terakhir melemah lagi.

Ia lalu berbalik dan berjalan memungunggi Chanyeol yang juga memendam rasa benci kepada Seulgi. Pandangannya terlihat berkunang-kunang. Rasanya dunianya sudah berputr dan hendak menimpa dirinya.

Brukkk… Seulgi terjatuh diatas lantai yang dingin. Matanya terpejam, dan sudut matanya terlihat mengeluarkan air mata. “Seulgi” teriak Wendy sambil berlari menghambur ke arah Seulgi. Joy tergagap tak bisa mengatakan apapun dan berdiri mematung di tempatnya.

Sedangkan Chanyeol tanpa mempedulikan Seulgi yang sedang jatuh pingsan. Ia malah membalikkan badannya dan menjauh dari Wendy dan Joy yang sedang panik.

“Dasar namja tak punya perasaan. Bangsat!” Joy yang sudah naik pitam mengucapkan sumpah serapahnya kepada Chanyeol.

Epilog

Aku tak percaya dengan cinta lagi. Aku tak sedikitpun pernah merasakan cinta yang tulus. Cinta hanya membuatku jatuh dan terluka. Seseorang yang harusnya kucintai dengan sepenuh hati yang kupunya, dia malah membenciku. Apa peduliku, di hatiku tak ada tempat tersisa untuknya. Biarlah seluruh hati ini memendam kebencian. Daripada harus merasakan cinta yang membuatku terluka lagi. Tuhan selama ini selalu berada di pihakku, tetapi soal cinta dia tak pernah memihakku. Cinta itu selalu berakhir dengan kesedihan. Maut, perceraian, putus, menghilang, berpisah semua itu penuh dengan air mata.

-END-

NB: gimana? ini FF tergaje yang pernah kubuat. Maaf atas segala kesalahan yang pernah author buat mumpung ini lagi ramadhan ( gak tahu sih mau dipost kapan, yang jelas nulisnya waktu ramadhan) Ayo kritik dan saran silahkan di isi di kolom komentar dibawah ini. Yuks cuss mari! Satu komentar sangat berharga untukku ^^

 

20 tanggapan untuk “It’s Not Like What You Think”

  1. LALALALALALALA SEULGI YANG SABAR SEULGI YANG SABAR~ duh si Canyol mah gitu orangnya –” jaat atuh :3 kukira ini chapter karena gak banyak Length nya :v ternyatoh pas baca komen ‘ sering-sering buat ff cast seulgi ‘ or apalah, ku cek ulang eh baca tulisan END ternyata oneshoot :3 bikin lagi ya thor, model-model begini tapi yang lebih gimana gitu yaa *digeplak*

    1. Makasih udah mau baca dan komentar ^^ Hahaha… maodel2 kayak gini lagi ntar digeplak para readers hahaha ^^

  2. Kasian banget Seulgi nya-__ si tiang juga jahat banget-__ dikira bakal happy ending eh tau nya-_

    Kak sering sering buat FF cast seulgi yah^^

    1. Seulgi cantiknya udah pake formalin jadi awet wkwkwk XD Ini FF sebenernya dibuat waktu aku dendam sama seseorang wkwkwk… jangan panggil kak masih muda kok. Makasih udah mau baca dan komentar!

    1. And yeah… makasih udah mau baca dan komentar 😀 And yeah… makasih udah suka sama epilognya!

  3. Hhh sudah kuduga akan happen ending ._.
    Tp gpp sih kebetulan lg pengen baca yg genre angst hurt yg miris2 gitu :”

    1. Ehhhh salah jawab ^^sudah kuduga juga kamu bakal komentar (?) makasih udah mau baca dan komentar.

  4. Aku sukaaaaa. kukira bakal happy ending. Tp ternyata chanyeol….. bener2 brengsekkk. Mungkin author perlu bikin ff lagi tentang penyesalan chanyeol? hihihi keep writing yaaa!

  5. ini bener-bener sesuai summary… aku suka gimana ceritanya nggak berakhir dengan ‘biasa’ xD seulgi kasian :” chan segitunya banget di sini jadi gondok deh sama tuh cowo -__-
    nice nice^^

    1. Sebenernya aku suka banget sama cerita yang anti mainstream yang sulit di tebak, makanya aku suka nulis FF yang abstrak jalan ceritanya. Hahaha malah curhat. Makasaih udah baca dan komentar eon 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s