The Facts [Chapter 2]

Cover The Facts

Title/judul fanfic: The Facts

Author: fearlessangelx

Length: Chaptered

Genre: Romance, Hurt, etc

Rating: PG-15

Main cast : Byun Baekhyun

Kim Anjae / Angel Kim (OC)

Suho Kim

Park Chanyeol

Kim Taeyeon

Other Cast : EXO’s Member

Find they by your self

Disclaimer: Ini adalah FF PERTAMA dari fearlessangelx. FF ini adalah hasil karya neuron neuron di otak fearlessangelx.

Warning Alur maju mundur dan Typo.

RCL JUSEYO..

Preview

Anjae yang sedari tadi hanya menatap lantaipun kembali memfokuskan diri kepada seseorang yang masuk. Laki-laki. Pada saat dia menatap wajahnya, tatapan mereka bertemu. Anjae kaget luar biasa mendapati kalau seorang calon partner trainee-nya ternyata adalah orang yang sangat ia kenal.

Tatapan yang luar biasa hangat, senyuman yang begitu hangat. Dia…

“Annyeong Haseyo, Joneun…”

Chap 2

“Annyeong Haseyo joneun Byun Baekhyun-Imnida”

“bb..Bbaekhyun-a” lirih Anjae setelah itu dilanjutkan dengan senyum bahagia.

Baekhyun pun berjalan ke arah para Trainer lain. Di sebelah Anjae tepatnya. Mereka saling melempar senyum. Tapi Baekhyun malah mengerlingkan sebelah matanya sambil ber-smirk ria. Dan Anjae menganggap itu menjijikan. Sungguh. Lebih baik dia mendengarkan lagu Mozart yang menurutnya sangat menjijikan itu dari pada melihat smirk evil Baekhyun yang sama sekali tidak menyeramkan.

“Annyeong.. Chingu..” sapa Baekhyun sambil memberikan sebotol air pada Anjae, dan hanya dibalas senyuman dari Anjae

“Kau pasti kaget, kan? Iya kan? Hahah.. Sudah kubilang kan, kesempatan seperti ini tidak akan datang untuk kedua kalinya. Penawaran yang sangat spesial ketika kita harus memilih siapa yang harus lolos. Aku sangat mengkhawatirkan kemampuanmu jika kau tidak lolos. mungkinkah kau lolos pada audisi minggu depan? Jadi kesimpulannya, kalau aku yang tidak lolos, aku yakin aku bisa lolos di audisi minggu depan. Tentu saja karena suaraku yang sangat merdu ini. Jadi benar kan, apa kataku? Malah lebih dari apa yang kubayangkan. Mereka merekrutku langsung beberapa hari setelah audisi. Dan TA-DA! akhirnya kita berdua bisa ada disini.” Jelasnya panjang lebar tentang bagimana dia bisa ada disini. Dan ingat, kata-katanya sama persis seperti yang dia katakan waktu di taman setelah audisi. Sedangkan Anjae, dia terpaku pada Baekhyun. Dia merindukan Baekhyun

“Apa kau terpesona padaku, babe? “ Baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Anjae. sontak Anjae kaget luar biasa.

“Mwo?! Jangan tebar pesona, Baek. Kau tidak menarik.” Anjae berdecak kesal pada Baekhyun. Anjae bohong jujur, dia sangat sangat ingin memeluk orang ini.

“Tapi aku merindukan temanku yang satu ini.. HaAhhhh” Aku Baekhyun.

“Nado” mereka berjalan pulang, berangkulan.

FlashBack end

Tangisan Anjae pecah.

Sakit. Sangat sakit. Hatinya perih kalau harus disuruh mengingat betapa senangnya Baekhyun saat ia menceritakan kalau cintanya diterima oleh pujaan hatinya. Yup tentu saja Kim Tae Yeon siapa lagi kalau bukan Leader Girls Generation itu. Baekhyun adalah fanboy –mungkin hoobae yang baru saja menyatakan perasaannya. Sederhana. Hanya berbicara singkat di ruang latihan vocal dan terlihat anggukan dari perempuan itu. Mendengar bagaimana bahagianya Baekhyun bercerita, bertapa cerianya dia, seharusnya Anjae juga bahagia, tapi perasaan cintanya pada Baekhyun terlalu kuat, 11 tahun persahabatan bukanlah waktu yang singkat. 8 tahun mencintainya bukanlah perkara yang mudah. Tidakkah Baekhyun merasakan sesuatu yang berbeda pada Anjae?

“AKKHHHHHHHH!!! “ jerit Anjae. Anjae butuh waktu sendiri. Dia menelpon manajernya.

“Yeoboseyo Eonni, apakah besok aku ada jadwal?”

“Tidak, Jae-ya. Jadwal hanya padat di Hari Minggu, di Cultwo Show dan Interview Khusus untuk dispatch.” Jawab Ryu SeHwang, manajernya.

“Geurae, aku ingin sendiri, jangan datang keapartemenku dulu untuk sementara ini. Gomawo “

BEEP. Sambungan terputus.

“Yakk! Neo gwaenchana?? YakKkk!” Teriak Sehwang ketika mendengar suara parau Anjae. tapi apadaya, Anjae telah memutus sambungan handphonenya. Bahkan ketika Sehwang mencoba menghubunginya lagi, hanya suara operator yang terdengar. Baiklah, ia pikir Anjae butuh waktu sendiri.

Di tempat lain…

“Kau kenapa, Baek? Senyam-Senyum..? Are you crazy? Ahh.. Aku lupa, kau sudah gila dari dulu.” Goda Chanyeol.

“Jangan menghancurkan mood-ku, Yeol. Mood-ku sedang sangat sangat indah belakangan ini.”

“Kau kenapa, Baek? Ada sesuatu yang spesial?” Tanya Suho.

“Ada. Aku diterima.” Jawab Baekhyun sambil tersenyum bangga yang hanya direspon wajah bingung dari Suho dan Chanyeol.

“Di terima apa? Casting?” tanya Suho.

“Diterima Taeyeon noona.”

“Mwo?!!” seru Suho dan Chanyeol serentak.

“Jadi apa? Jadi pembantunya? Atau supir pribadi? Atau asis..”

“Yak! Aku tidak serendah itu, Yeol”

“Lalu kau diterima apa?” Chanyeol masih bingung.

“Aiisshh.. Namja chingunya. Ku ulangi, Nam-Ja Chin-Gu. Kekasih” eja Baekhyun.

“Omo! Aku tidak yakin ini bisa bertahan lama, Baek. Apa Management sudah mengetahuinya?” tanya Chanyeol.

“Lihat saja nanti, aku berencana memberitahu manager hyung nanti.”

“Bagaimana dengan Anjae, Baek?” tanya Suho dengan wajah khawatir.

“Eoh? Anjae? sudah kuberitahu semalam. Dia terdengar tidak baik. Dia flu.” Jawab Baekhyun.

Kau terlalu bodoh, Baek. Kau menganggap ini mudah baginya kan? Pasti dia tidak baik-baiik saja  Batin Suho.

Lalu Suho beranjak dari tempatnya, mengambil jaket dan ponsel dikamarnya.

“Hyung, Eodi?”

“Mengunjungi adikku, sepertinya dia butuh bantuanku.” Jawab Suho sambil menatap sinis ke arah Baekhyun.

Suho pergi ke apartement Anjae. menggunakan masker dan snapback. Sesampainya di apartement Anjae, dia mengirim pesan ke Anjae

To: Nae dongsaeng

‘Aku di depan pintu apartement-mu, bukakan pintunya’

Tak lama kemudian, pintu apartement Anjae terbuka, lalu Suho masuk.

“Neo Gwaenchana? Aku sudah mendengarnya dari Baekhyun.”

“I’m Alright, oppa” bohong Anjae.

“Jangan bohong, aku mengenalmu, Jae. Menangislah. Aku bisa meminjamkan bahuku untukmu.”

“Oppa… Aku sakit, oppa. Perasaanku padanya terlalu menyakiti hatiku.. Neomu Himdeureo” lirih Anjae yang menangis dipelukan Suho. Sosok Suho baginya bagaikan Oppa yang sangat menyayangi adik kecilnya. Suho pun begitu. Dia selalu menyebut Anjae adalah adiknya. Mereka saling kenal saat awal masa Trainee Anjae. Suholah yang mengusulkan pada pelatih untuk memindahkan Anjae ke jalur acting karena bakat Anjae memang disana.

“SSsstt… Gwaenchana Anjae-ya… Kau pasti bisa melewatinya. Aku tau kau kuat” hibur Suho.

“Andwae oppa… Dia selalu bersamaku tapi dia tidak pernah sekalipun mengerti perasaanku barang sekali. Perasaanku padanya salah, Oppa…” Suho selalu mendengarkan keluh kesah hoobae yang dianggapnya sebagai adiknya ini.

“Semuaya pasti indah pada waktunya Anjae-ya, bertahanlah. Yang terpenting, ikutilah kata hati kecilmu. Jadilah dirimu sendiri. Sosok Anjae itu bukan yeoja yang lemah.” Suho berusaha untuk menenangkan hati Anjae. Setelah tangisannya mereda, Suho melepaskan rengkuhannya dan mengangkat wajah Anjae untuk menatap matanya. Tapi handphonenya bordering.

“Yeobeoseyo hyung..”

“Ne?  Mendadak sekali. “

“1 jam lagi? Geurae, kita langsung bertemu disana saja. Semua member ikut, kan?”

“Ne. Aku membawa mobil sendiri. Siapkan pakaian untukku”

“Ne..”

“Kenapa, Oppa? Apa ada masalah?”

“Bukan masalah besar. EXO diundang makan malam oleh CEO perusahaan  yang akan mensponsori FanMeet kami di Jepang bulan depan.” Jelas Suho.

“Pergilah Oppa.. Aku sudah merasa lega.”

“Sudah selesai menangisnya? Sebentar sekali.. biasanya kau menghabiskan waktu lebih dari setengah jam untuk menangis bahkan menangisi ikanmu yang mati”

“Sudah.. Oppa tidak perlu khawatir.. aku mendiskon waktu untuk saat ini. Hehehe.. pergilah Oppa.”

“Aku akan pergi setelah kau tersenyum dan berjanji tidak akan bersedih lagi.” Ujar Suho sambil tersenyum hangat kepada Anjae.

“Geurae. Hiii” Anjae menunjukan senyumnya yang paling manis pada Suho, sangat berbeda dengan ekspresinya beberapa menit yang lalu. Dia benar-benar pintar akting pikir Suho.

“Janji??” Suho berusaha keras untuk membuat mimik wajahnya menjadi seperti ahjussi yang sedang merayu anak kecil. Tapi usahanya terasa seperti lawakan ketika Anjae melah tertawa terbahak-bahak melihatnya..

“Ne, Oppa.. Tapi wajahmu.. AHAAHAHAhah seperti seorang pedophile.. Ahahhha!”

“Aku pergi” Pamit Suho dengan dingin. Anjae bingung dibuatnnya.

“JunMa Oppa.. Hwanasseo? (Kau marah?) Ayolah Oppa… Aku hanya bercanda.. Jangan marah atau aku akan menangis lagi. Jangan marah, ne?” Rajukan Anjae meluluhkan hati Suho. Jangan lupakan jurus mematikan dari Anjae. Puppy Eyes. Oh sungguh. Suho ingin mencubit kedua pipinya sekarang.

“Aku tak marah. Dan satu lagi, jangan panggil aku JunMa. Itu memalukan. Sungguh.”

“Kenapa? itu panggilan yang bagus. Dan, ehh bukankah membermu memanggilmu begitu? Kenapa aku tak boleh?”

“Karena kau YEOJA. Dan memberku NAMJA. Itu memalukan. Jadi kau tidak boleh memanggilku dengan nama menjijikan itu. Sekali lagi kau memanggil ku seperti itu, ku pastikan aku tidak akan mau menjadi Oppa mu lagi.” Jelas Suho dengan mempertegas kata kata yeoja dan namja.

“Tak apa jika kau tidak menganggapku sebagai adikmu lagi. Aku akan berubah menjadi fans EXO. Bukan hanya Fans biasa, tetapi aku akan menjadi sasaeng fans mu yang selalu meneror kehidupanmu dan member yang lain. MUAHAHAHA….” Oh tidak. Kata-kata Anjae terdengar seperti ancaman yang menyeramkan, ditambah lagi wajahnya yang lebih menyeramkan dari nenek sihir yang ada di film Hanzel and Gretel. Suho? Sudah bergidik ngeri hanya dengan mendengar kata “Sassaeng Fans”. Fans gila itu pernah hampir mencelakakan Image grupnya. Suho pikir tak apa jika Suho meninggalkan Anjae karena Anjae sudah terlihat lebih baik.

“Sudahlah. Jika ini berlanjut terus, aku bisa terlambat. Aku pergi sekarang ya.. Jangan lupa makan dan minum vitaminmu, istirahat yang cukup. Jangan terlalu lelah. Annyeong. AHH ne.. besok mungkin aku tidak bisa mengunjungimu, jadi jangan menungguku. Aku akan meminta manajermu untuk kesini besok. Jadi besok kau tidak akan sendiri. Kalau kau bosan, kau bisa jalan-jalan. Tapi jangan pulang terlalu larut”  Suho memakai alas sepatunya sambil berbicara panjang lebar lalu keluar dari apartement yang notabenenya adalah Rumah Anjae. Siapa juga yang mau menunggunya? Oh apakah dia tidak bisa lebih cerewet dari ini? Dia seperti Eommaku. Tapi aku menyukai perhatiannya. Batin Anjae.

Beberapa detik sepeninggalan Suho, terlintas sebuah ide yang dapat membuat sisa harinya menjadi menyenangkan. Dia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.

“Oppa.. kau sudah sampai mana?”

“Baru di lift. Oh astaga. Jangan bilang kau merindukanku. Kita baru berpisah beberapa menit, Jae-ya.”

“Oppa. Tunggu di Lobby. Jangan kemana-mana.”

“Memangnya kena..”

Beep telepon terputus. Sedangkan yang diseberang sana hanya bingung menatapi layar ponsenya.

Anjae langsung  bergegas mengambil dompet, tas, dan seperangkat alat jalan-jalan lainnya. Anjae mengenakan Sweater Putih, Flare Skirt Hitam, Sling Bag Biru dan Flat Shoes. Sangat simple untuk kalangan aktris yang sedang naik daun sepertinya. Yup. Anjae adalah seorang aktris yang termasuk pendatang baru. Debut aktingnya dimulai di pertengahan tahun 2013. Bersamaan dengan Comebacknya EXO dan F(X) dengan nama Angel Kim. Debut dengan mini film yang berdurasi 55 menit dengan salah satu actor terkenal, Ahn Jae Hyun. Dan sekarang drama terbarunya bersama Kim WooBin baru saja selesai penayangannya di salah satu stasiun TV yang terkenal di dunia, KBS. Dengan wajah imutnya yang natural tanpa sentuhan tangan dokter bedah plastik dan segala kemampuan entertain yang melekat pada dirinya, mampu membuat karirnya meroket.

Anjae bergegas turun kelantai bawah menggunakan lift, tidak terlalu lama karena apartmentnya berada di lantai 12. Dia masih melihat Suho yang tengah duduk santai memainkan Handphone dengan kacamata hitamnya.

Lalu dia mengirim pesan singkat pada Suho.

To: Suho Oppa

Oppa, ambil mobilmu, aku tunggu di tempat biasa.

Lalu dia melihat Suho berjalan menuju parking lot. Anjae menggunakan perlengkapan menyamarnya. Kaca Mata Hitam. Lalu dia berjalan santai ke gerbang belakang apartment. Anjae takut Suho  terjerat skandal jika ketahuan berada satu mobil dengan perempuan asing, makanya dia lebih memilih menunggu di gerbang belakang apartment.

Saat Anjae sampai di gerbang belakang, mobil Suho mulai terlihat dan berhenti tepat di depan Anjae. Begitu Anjae masuk ke mobil, belum belum dia melepas kacamatanya, dia langsung dilempari pertanyaan oleh Suho.

“Kau ini kenapa? Kau mau kemana?”

“Kata Oppa tadi, kalau aku bosan, aku bisa jalan-jalan. Jadi aku ikut oppa sekalian saja. Oppa dinner dimana? Di tempat biasa? Gangnam?” tanya Anjae antusias.

“eo..”

“Yehet! Didekat situ ada pusat perbelanjaan baru. Bisakah aku kesana?”

“Aku tau tempatnya, aku akan mengantarmu. Sesenang itukah kau sampai berteriak ‘Yehet!’ seperti itu? Kenapa harus Yehet?” tanya Suho yang sepertinya kesal.

“Gomawo, Oppa.. ehhh memangnya kenapa dengan ‘Yehet’? itu Trade Marknya Sehun, kan? Si Maknae sok imut itu. Dan jangan lupakan kalau aku ini juga seorang fans EXO. Ehh.. jangan-jangan Oppa cemburu?? Hahahaha.. salah sendiri Oppa tidak punya Trade Mark seperti Sehun dan Kris Sunbae. Oppa hanya mengucapkan ‘We are One!” dan “EXO! SARANGHAJA!! Di setiap episode, tak ada yang spesial,  yang berkesan hanya saat Oppa berlari masuk kedalam pantai musim dingin. Kasian sekali. Oppa pasti kedinginan.. kkk~” ledek Anjae

“wah wahhh… seperhatian itukah kau padaku.. aku terharuu… eoh, ada satu yang ketinggalan. Baekhyun juga memiliki Trade Mark. Kkaebsong… Hahaha” Canda Suho sambil mencibir Anjae. tapi yang dia harapkan tidak jadi kenyataan. Anjae terdiam. Eoh! Suho lupa kalau Anjae akan menjadi badmood ketika mendengar nama laki-laki itu. Begitu menyadari hal itu, Suho langsung merasa bersalah.

“Mian. Aku keceplosan.”

“Oppa, kau adalah seorang moodbooster yang hebat kuakui, tetapi kau juga mood breaker yang sangat  sangat buruk” sindir Anjae sinis.

“Mian.. Jjaa… Sudah sampai. Kau mau sampe jam berapa?” tanya Suho. Dia berharap dapat menjemput Anjae.

“hmm.. tidak tau. Oppa mengerti kan maksudku, kalau aku sudah berurusan dengan ‘Jalan-jalan”

“geurae.. kalau begitu aku akan menjemputmu disini nanti. Mungkin 2 jam lagi, kau sanggupkan berjalan – jalan 2 jam?”

“eoh? Hanya 2 jam? Ayolah Oppa.. aku butuh lebih dari itu.. 2,5 jam. Bagaimana? Jebal.” Pinta Anjae dengan sangat sangat memelas pada Suho.

“geurae. 2,5 jam lagi aku akan menelponmu.. pergilah” akhirnya Suho menuruti permintaan Hoobaenya itu.

“Gomawo Oppa.. Kau memang Oppa paling baik..” Setelah mengucapkan itu, Anjae langsung melenggang keluar dari mobil Suho.

Suho langsung menancap gasnya menuju ke salah satu restoran tempatnya janjian dengan member lain yang tidak begitu jauh dari tempatnya tadi. Mungkin 750 meter? Atau lebih. Hanya dalam 5 menit Suho bisa sampai di restoran mewah itu. Disana ia langsung bertemu dengan Manajernya dan member yang lain.

“Apakah aku terlambat?” tanya Suho pada member bermata  besar, D.O.

“Ani. Hyung tepat waktu. Kami juga beru sampai barusan” jawab D.O

“Syukurlah”

“Suho! Ini kurasa blazer saja sudah cukup” Panggil Xiumin sambil memberi Suho sebuah blazer formal berwarna hitam.

“Gomawo. Bisakah kita masuk sekarang? Kurasa aku mulai kelaparan.”

“Wah.. Uri Suho bisa lapar juga ternyata” ledek Chanyeol pada Suho yang hanya dibalas tatapan evil yang sama sekali tidak menyeramkan menurut laki laki bertelinga besar itu.

Mereka –segerombol manusia yang bernama EXO, masuk ke dalam ruangan kelas atas di restoran itu yang nampaknya sudah dipesan khusus untuk mereka. Disana, mereka sudah ditunggu oleh seorang laki-laki paruh baya dan sekretarisnya. Mereka mulai berbicara seputar kehidupan mereka. Laki-laki itu sedikit mennyinggung sedikit tentang kehidupan percintaan para member. Dan, ya. Seperti yang kita tahu, Baekhyunlah yang paling antusias berbicara tentang cinta. Oh, sungguh sepertinya dia memang sedang dalam mood yang sangat-sangat baik. Berbeda dengan Suho, tampaknya dia tidak suka dengan arah pembicaraan Baekhyun. Bisa ditebak, pasti Suho merasa Baekhyun sangatlah egois. Bagaimana bisa dia tidak menyadari perasaan yang dimiliki sahabatnya. 11 tahun persahabatan bukanlah waktu yang singkat, perasaan Anjae sudah menjadi sebuah perkara yang besar. Dasar bodoh, umpatnya.

Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu oleh Suho pun tiba. Mereka undur diri berniat pamit. Setelah bersalaman, kawanan manusia tampan itu pun keluar dari restoran.

Saat mereka akan menuju mobil masing-masing, Baekhyun menarik tangan Suho dan meminta sesuatu.

“Hyung, bolehkah aku dan Chanyeol ikut di mobilmu saja? Jebal..”

“Eoh? Wae? Memangnya ada apa dengan mobil kalian?”

“Baunya tak enak. Kami hampir muntah dibuatnya.” Jawab Chanyeol cepat, Suho tampak bingung, mengapa hanya mereka yang meminta pindah mobil? Yang lain sepertinya tak apa.

Sepertinya Chanyeol dapat membaca pikiran Suho.

“Kai,Kyung Soo, dan Sehun membawa masker mereka. Kami tidak.. Jebal hyung.. Kami tidak akan mengganggu.” Mohon Chanyeol.

“geurae. Masuklah” akhirnya Suho menyetujui keinginan mereka. BaekYeol sumringah mendengar kalimat itu.

“Yeol! Jangan duduk disitu! Pindah ke belakang!” larang Suho pada Chanyeol yang dengan santainya menempati kursi penumpang didepan.

“Eoh?? Wae?” Chanyeol merasa kecewa karena dibentak, sepertinya mood Leader mereka ini sedang buruk.

“Mian. Aku ingin menjemput seseorang dulu”

Saat Chanyeol ingin melontarkan kata-kata lagi, Baekhyun membekap mulutnya dan memberi isyarat pada Chanyeol untuk tidak bertanya lagi.

“Kau sudah selesai? Oppa sedang diperjalanan menuju tempatmu. Keluarlah” cakap Suho pada seseorang diseberang sana. Mobil Suho terhenti tepat ditempat tadi ia menurunkan Anjae. Sosok Anjae pun keluar dari keramaian dan berjalan menuju kearah mobil Suho ketika ia melihat Suho melambai padanya. Saat ia membuka pintu mobil dan duduk di kursi depan, ia kaget saat mendengar BaekYeol menyapa dia.

“Annyeong, Anjae.. Sepertinya kau sudah baikan dari flu-mu” Sapa Baekhyun ceria. Sedangkan, Anjae langsung merasa canggung saat disapa oleh Baekhyun.

“N-ne.. An-nyeong” Anjae hanya menatap Suho dengan tatapan yang mengsiratkan tanda tanya. ‘Kenapa ada mereka’

“Mereka memaksaku mengangkut mereka. Katanya mobil mereka bau.”

“eo-eo” Anjae bingung mengapa dia menjadi gagap seperti ini. Apakah karena keberadaan Baekhyun? Entahlah. Yang jelas Anjae merasa canggung sekarang.

Mereka beranjak dari pusat perbelanjaan menuju ke apartmentnya Anjae. Hening. Untuk mencairkan suasana, Chanyeol membuka pembicaraan. Niat Chanyeol bagus pada awalnya, tapi topiknya saja yang sangat sangat tidak tepat.

“Baek, Bagaimana hubunganmu dengan Taeyeon Noona? Aku iri padamu..”

“Baik.. mungkin aku akan memberitahukan hal ini pada management. Apa? Kau iri? Makanya, segeralah mencari pacar, dengan Anjae mungkin.. dari dulu dia belum pernah bercerita kalau dia pernah jatuh cinta.. HAhahahaHA!” BaekYeol tertawa serempak.

JEGGERR..

Bagai ribuan volt listrik menyambar hati Anjae. Sakit itu muncul lagi. Perlahan, Anjae memegang dada bagian kirinya, berusaha meredam rasa sakitnya. Dia menahan isakannya dengan menutup mulutnya. Suho yang melihat itu, langsung mengambil tindakan.

“Bisakah kalian tenang? Aku sedang menyetir, kalau kalian berisik, kuturunkan kalian disini” ancam Suho.

Seketika, Baekhyun dan Chanyeol berhanti tertawa. Mobil kembali hening, namun terdengar sebuah isakan yang mengusik pendengaran Baekhyun.

“Anjae? Kau kenapa? Kau menangis?”

TBC

Akhirnya bisa ngelanjutin ff gaje ini… udah lama banget kali ya.. atau mungkin udah pada lupa sama ceritanya?? Maaf karena updatenya lama… baru selesai UKK soalnya.. Menurut kalian, Baekhyun kejam ga sih? Maaf banget di chapter kali ini didominasi sama Suho. Soalnya mau nyeritain betapa sayangnya Suho sama Anjae. Tapi inget, Perasaan Suho ke Anjae itu perasaan kakak ke adiknya,, walaupun ga punya hubungan darah, tapi Suho ngerasa Anjae itu pantes buat dijadiin adiknya.

Aku juga mau bilang Makasih banyak buat temen-temen semua yang udah mau komen di chapter 1 dan teaser. Keep Reading and Comment ya..

Numpang promosi dong,,

Follow twitter and instagram aku ya @fearlessangelx

Jangan Lupa Comment dibawah..

1 Comment memotivasi banget buat nulis chap 3 nya..

Byee…

9 tanggapan untuk “The Facts [Chapter 2]”

  1. Keren FFnya, Anjae kasihan bgt.
    Kesel sama hubungan Baekhyun sama Taeyeon, rasanya gk cocok aja gitu mereka pacaran “-_-Moga” Nanti Anjae sama Baekhyun bisa bersatu ^_^
    Lanjut Thor.

  2. Wae baekhyun mengapa sangat egois gak taunya anjae sakit melihat ia sangat senang menceritakan tentang hubungannya dengan taeyeon.
    ah padahal udah gak ada omongan tentang mereka lagi tapi hiuhuhu autnor mengingatkan ku akan kejadian itu walaupun hanya settingan sih, tapi baekhyun ultimate biasku .
    Next chapternya ya thor yang tadi dihiraukan saja aku hanya bercanda kalau baekhyun emang benar ultimate biasku

  3. Iya eonni dch lupa sama chap sebelumnya . Tp setelah bca chap ini jdi sdkit inget 5 chap 1.a ..

    Next chapnya jngan lama lagi nde eon, msih setia menunggu nich . Hehe 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s