21

Jongdae

21

Kim Jongdae | Shin Hu

Sad , romance

Please .give me a few seconds to talk , god

Growing by k-will

By: KUKKA

Tangannya kaku tak berdaya , mencoba menggenggam erat jemariku , pipi tirusnya yang semakin tirus dari hari kehari , tubuhnya yang pucat yang masih mencoba tertawa di keadaan sulitnya . Kim jongdae mengelus pelan tiap helai rambutku , membacakan sebuah dongeng kebanggaannya .

kau tidak pergi ?” aku menggeleng cepat , aku tak akan pergi meninggalkan ruangan ini sebelum aku melihatnya sehat.

kau pasti lelah?” Air mataku meluap lancar , mengalir hebat dipipi merahku , aku menggeleng untuk kedua kalinya

kau tidak bosan? Hanya menemaniku setiap hari “

“aku mohon berhenti bicara dae”

Dia terkekeh melihat pipiku memerah , melihat air mata tanggungku . tangannya bergerak mengusap air mataku , mengacak acak rambutku .

kau mau aku bernyanyi ?” Aku mengangguk

Mulutnya mulai mengeluarkan suara emasnya itu , matanya memejam seakan sangat menikmati suaranya sendiri , tangannya menggengam tanganku erat , membawaku kealam sadar dirinya , mataku terpejam . dia bernyanyi sangat indah seperti biasa , ini suara pertamanya setelah beberapa lama tidak bernyanyi . dia menyanyikan beberapa bait lagu Baekhyun oppa , Beautiful.

boleh aku bilang sesuatu dae ?” Jongade mengangguk

lagu itu hanya cocok untuk baekhyun oppa “

Jongdae terkekeh kecil , mengacak rambutku kencang

“baekhyun oppa sangat cocok menanyikannya , apalagi di drama kalian , akting baekhyun sangat lucu “

Jongdae menggerakkan rahangnya , terkekeh (lagi)

“dan kau , hanya muncul 1 episode , itu hanya beberapa menit”

Jongdae terlihat antusias akan ceritaku , mencoba mengangguk setiap aku bercerita tentang teman temannya itu , seberapa menyenangkannya bisa mengenal mereka , seberapa senangnya bisa mengenal namja idiot didepanku ini.

“kau tidak mendownloadnya?”

“aniyaa—episodemu sangat dikit”

Bagaimana caranya aku bilang , bahwa aku sudah mendownloadnya dan melihatnya setiap hari , setiap jam .

Jongdae terkekeh rapuh , deru nafasnya mulai tidak  setabil , tubuhnya mulai kaku , mengigil . Tangan jongdae masih mencoba menggenggam tanganku , mengelus jari jariku . mata jongdae mengisyaratkan untuk aku tidak mengkhwatirkannya . ini sudah biasa , Katanya.

Aku mencoba melepaskan genggamannya , tangannya masih menggengam tanganku , mencoba tidak melepaskannya . aku berteriak meminta bantuan . aku panik , tapi jongdae tidak . atau hanya terlihat tidak.

“a-ku bb-aik baik sa-jja , shin”

“jangan bodoh , berhenti bicara”

Tangannya merengkuh tanganku , tangannya dingin berkeringat . aku mencoba menenangkannya , tapi sepertinya dia yang menenangkanku .

ini sudah biasa , aku bisa mengatasi ini “

“idiots . tubuhmu melemah jongdae”

Mata jongdae mulai menetutup perlahan , tangannya masih diposisi awal . orang orang berjas putih mulai memasuki ruangaan , mengecek denyut nadi , nafasnya atau apalah itu .  beberapa susuter mulai menarikku keluar , tangan jongdae menolaknya , tangannya menahan taanganku pergi . tubuhnya melemah , sangat melemah .

Brak- pintu ruangan tertutup rapat , membawa jongdae ke tempat terburuknya , dalam keadaan yang buruk pula . penyakit yang entah apalah itu , yang mengharuskan jongdae untuk terlihat menyenangkan , bahagia , bodoh , idiots . hanya untuk menutupi kerapuhannya .

***********************************

Jongdae sudah terlelap shin , kau tau dia tidur seperti malaikat .

Hari ini pemakamannya , tepat selang beberapa hari masa kritisnya , waktu dimana orang orang berjas itu berupaya keras menyembuhkannya , waktu dimana jongdae berperang melawan rasa sakitnya .

Eomma nya memeluk tubuhku hangat , dia terlihat sangat sedih saat melihat anaknya sudah tiada . dia tersenyum tanggung , memperlihatkan betapa kuatnya orang ini

“terimakasih shin” Aku mengangguk .

Eomma menyerahkan secarik amplop kepadaku .

“jongdae ingin kau melihatnya “

*********************************

Untuk shin Hu , si idiots maniak

Hey , entah sekarang aku sedang berada disisi mu atau aku sedang pergi untuk beberapa saat . tapi yang aku tau jika kau melihat ini ,

Aku sedang bersama tuhan .

Aku merindukanmu .

Jaga dirimu baik-baik

Jangan dekati baekhyun , atau junmyun ketika aku pergi .

*aku serius shin

Aku menyukaimu , sejak pertama kau meminta tanda tangan dengan teriakan mautmu itu untuk junmyun , dan saat itu kau malu-malu mendekatiku , memberikan aku hadiah . saat itu kau terlihat sangat lucu , bahkan saat itu kau tidak bilang bahwa kau menyukaiku .

Aku kira aku harus memberikannya pada junmyun hyung ,tapi didalamnya kau bilang ini untukku , untuk kim jongdae .

Hahahaha, kau sangat lucu .

Junmyun juga menyukaimu , apalagi hadiah yang kau berikan padaku , junmyun sering ingin merampasnya dariku

Tapi akhirnya aku yang menang , aku yang mendapatkanmu .YEY!

Jangan merindukanku , jangan menangis .

Aku selalu bersamamu ,,

Dari tuan jongdae manusia tercerdas sedunia {}

“Jongdae bodoh”

-fin-

Heyyy!!!

Salam hangat dari author amatir ini .

Ini fanfic kedua , setelah Take me to your heart

Jangan lupa baca yang pertama , guys !

Kalian bisa datengin wp ini

Starxoxolight.worpdress.com

Salam , xoxo

12 tanggapan untuk “21”

  1. Kalau di dunia perjudian 21 itu maksudnya PeeSKa. Wkwkwkwkw tapi aku tahu kok cerita ini nggak njurus kesana sama sekaleee. Ngihahahaha. Kasihan juga si JongDae.

  2. jongdae… meninggal? huhu nanti shin sama siapa dong… tapi shin udah beruntung jongdae ernah di sampingnya *eaak
    ngomong-ngomong 21 itu… apanya ya? umurnya? hari dia kritis? bulan mereka jadian?

    1. Haha iya nih. Kayaknya shin hu bakal susah move on deh dari si idiots .
      21 satu itu angka keberuntungannya jongdae
      Thanks udah baca yaa😂😂

    2. Haha iya nih. Kayaknya shin hu bakal susah move on deh dari si idiots .
      21 satu itu angka keberuntungannya jongdae
      Thanks udah baca yaa😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s