Love & Truth (part 8) #Sequel of Devil Child

Love & Truth Cover +3

Author : Z

Title : Love & Truth (part 8) #Sequel of Devil Child

Cast :

    ☆ Kim Jong In (Kai nama asli di dunia iblis)

    ☆ Rim Sung Ha (OC)

    ☆ Oh Sehun

    ☆ Lee Eun Ju (OC)

    ☆ Min Yoon Gi a.k.a Suga

    ☆ Yao Ming Ming

    ☆ Ahn Hee Yeon a.k.a Hani

    ☆ Jung Ye Rin

    ☆ Kim Jin Woo

    ☆ Lee Seung Hoon

    ☆ ….

Lenght : Chapter

Genre : Fantasy, Romance, Mistery, Supernatural, Action, Gore

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Berhubung sebenernya part 8 udah z buat sejak satu bulan yang lalu tapi sempat terhenti beberapa minggu karena inspirasi tiba-tiba mampet. Dan baru sempet nerusin H-1 ukk *inspirasi tiba-tiba datang :v* yaudah z post dulu aja. Semoga tidak mengecewakan .-.

Happy reading..

TYPO IS MY STYLE!

Setelah pertemuan bersama para pemimpin pasukan Kai kembali ke kamarnya. Mata namja itu menangkap sesosok yeoja yang tengah berdiri menghadap jendela, memandangi kota yang dapat terlihat dari sana. Namja itu berjalan mendekati yeoja yang tak lain adalah Eun Ju.

“Aku ingin kembali ke duniaku.” satu kalimat yang baru saja diucapkan Eun Ju sukses membuat langkah kaki Kai terhenti. Eun Ju memutar tubuhnya dan menatap Kai lekat-lekat. “Aku sudah tak tahan berada di sini. Aku mohon.. Aku ingin pulang ke duniaku.” lanjutnya.

“Kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu?”

“Dari awal aku memang tak ada hubungannya dengan dunia ini. Aku tak suka berada di sini. Aku sudah muak dengan apa yang terjadi padaku. Semua masalah yang seharusnya tidak ku alami.” Eun Ju mencurahkan seluruh isi hatinya. Kali ini, dari lupuk hatinya paling dalam, ia ingin kembali ke dunianya dan melakukan aktifitas seperti biasa, seperti manusia kebanyakan.

“Maafkan aku. Maafkan aku karena telah melibatkanmu dalam masalahku. Jika kau ingin kembali, aku tak melarangmu.” Kai membalik tubuhnya dan berjalan menuju pintu keluar, ia mengurungkan niatnya untuk berjalan mendekati Eun Ju. “Aku akan segera kembali dan mengantarmu.” ucapnya tanpa menatap Eun Ju.

Eun Ju menghela nafas gusarnya. Ia kembali mengalihkan pandangannya ke luar jendela. “Maafkan aku Sung Ha..” gumamnya pelan.

ʚ Love & Truth ɞ

Saat ini Kai dan Eun Ju berada tepat di depan perbatasan dunia iblis dan dunia manusia. “Saat kau menginjakkan kaki di duniamu, kau akan melupakan semua yang pernah kau alami di sini. Dan juga kau akan kembali di saat kecelakaan terjadi. Aku tak bisa menjamin keadaanmu setelah kau kembali ke duniamu.” Eun Ju mengangguk pelan. Ia juga tau bahwa rahasia keberadaan dunia ini harus dirahasiakan. Tak mungkin Kai membiarkannya pergi dengan semua ingatan ini. “Dan untuk cincin yang kau pakai. Aku hanya memintamu untuk menjaganya, jangan hilangkan itu. Karena bagiku, cincin itu sangatlah berharga.” lanjut Kai.

Eun Ju terdiam beberapa detik. “Kai..” panggilnya pelan. “Sebenarnya cincin itu sudah terlepas dari jariku.” Kai melihat ke arah jari Eun Ju. Dan benar saja, ia tak menemukan cincin itu. Apakah cincinnya sudah bisa terlepas?

“Kau menaruhnya dimana?”

“Aku tak menaruhnya dimanapun. Saat ini cincin itu berada di tangan Sung Ha.”

Kai tampak mengerutkan keningnya, ia bingung dengan kata-kata Eun Ju. Berada di tangan Sung Ha? “Apa maksudmu?” tanyanya meminta penjelasan.

Eun Ju tampak menghelan nafas beratnya. “Yeoja itu adalah Sung Ha, yeoja yang kau lihat waktu itu. Dia benar-benar Sung Ha.”

“Aku tau.” jawab Kai enteng. Ia memang tau dia adalah Sung Ha. Yang ia tak tau adalah bagaimana ia bisa bangkit. Dan kenapa ia bisa bersama Sehun. Apa yang sebenarnya telah Sehun lakukan selama ini?

“Kau tau?” ulang Eun Ju dan mendapat anggukan dari Kai. “Baguslah.. Aku telah menulis surat untuk mu. Dan aku menaruhnya di kamar Sung Ha. Aku harap kau membacanya dan mengetahui sesuatu.” Eun Ju tersenyum untuk yang terakhir kalinya pada Kai. “Aku pergi. Selamat tinggal.. Kai.” yeoja itu melangkahkan kakinya menuju dunia manusia, meninggalkan Kai yang masih berdiri di tempatnya. “Semoga kalian bisa.. Bahagia.” ucap Eun Ju pelan, sangat pelan sebelum ia benar-benar menghilang dari pandangan Kai.

ʚ Love & Truth ɞ

Di dunia manusia, telah terjadi kecelakaan beberapa puluh menit yang lalu. Suara sirine ambulance mulai terngiang di sepanjang jalan menuju rumah sakit, membawa seorang yeoja, korban dari kecelakaan itu.

Beberapa menit kemudian, ambulance itu berhenti tepat di depan pintu rumah sakit. Dengan sigap para perawat yang ada di sana segera membawa yeoja itu kedalam ruang ICU karena luka yang diterima yeoja itu cukup parah.

“Kita membutuhkan darah golongan darah A secepat mungkin.” ucap dokter yang ada di ruang ICU itu.

“Tapi dok, kita baru saja kehabisan darah golongan A untuk oprasi beberapa pasien hari ini.” jelas salah seorang perawat yang ada di sana.

“Kapan pasokan darah akan datang?”

“Sekitar empat atau lima jam lagi.”

“Itu terlalu lama. Apakah pihak keluarga belum ada?”

“Belum.”

“Diapkan ambulane. Kita pindahkan dia ke rumah sakit lain.”

“Baik!”

Beberapa perawat mendorong sebuah ranjang rumah sakit dengan terburu-buru melewati koridor rumah sakit. Perawat itu berhenti tepat di belakang sebuah ambulance yang sengaja telah disiapkan untuk memindahkan pasien.

Beberapa menit kemudian ambulane itu berhenti di rumah sakit yang berbeda. Sama dengan rumah sakit tadi, para perawat dengan sigap memindahkan pasien itu ke ruang ICU.

Cukup lama pintu ruang ICU itu tertutup karena sang sokter harus melakukan beberapa jahitan di kepala dan juga perut yeoja itu. Setelah sekian lama, akhirnya pintu itu terbuka, menampilkan beberapa sosok namja dan yeoja berbaju putih.

Tanpa perintah dari dokter, beberapa perawat segera membawa pasien itu ke kamar inap yang ada di rumah sakit itu.

Sekitar lima jam kemudian. Bulu mata yeoja itu mulai bergerak, menandakan mata itu akan terbuka. Dengan lirih dan perlahan, kedua mata itu akhirnya terbuka. “Han ahjumma..” lirihnya saat mendapati sesosok yeoja paruh baya yang tengah menggengam tangannya.

“Eun Ju.. Syukurlah kau sudah sadar..”

Beberapa kali yeoja bernama Eun Ju itu mengerjapkan matanya, berusaha membukanya secara sempurnya namun itu terasa sangat sulit. Eun Ju memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit.

“Ada apa? Apakah terasa sakit?” tanya Han ahjumma dengan raut wajah yang panik. “Akan ku panggilkan dokter.” baru Han ahjumma akan melepas genggaman itu, namun tangan Eun Ju malah menggengamnya lebih erat. Eun Ju menggeleng, memberitau ahjummanya itu bahwa dirinya baik-baik saja.

“Ahjumma..” lirih Eun Ju. “Aku lapar..” lanjutnya.

“Aishh kau ini. Membuatku panik saja.” Eun Ju hanya tertawa pelan melihat tingkah ahjummanya itu. Entah mengapa ia terasa sudah lama tak melihatnya, ia merindukannya.

ʚ Love & Truth ɞ

“Dia kembali?” tanya Suga memastikan jika ia tak salah dengar. “Kenapa tak dari dulu kau mengembalikannya?” lanjutnya.

Kai menghentikan aktifitasnya dan melirik Suga tajam. “Aku punya alasan tersendiri.”

Tok tok tok

Kai dan Suga menoleh secara bersama saat suara pintu terketuk. Tau siapa yang ada di luar, Kai segera menyuruhnya untuk masuk. “Bagaimana?” tanya Kai pada namja yang baru saja memasuki ruangannya, Ming.

“Kita mendapat sedikit masalah.”

“Masalah?” ulang Kai.

“Ne. Dan sepertinya kali akan menjadi sedikit lebih sulit.”

*flashback*

Ming yang berperan sebagai pimpinan tertinggi dari seluruh prajurit iblis bertugas untuk memimpin rencana yang telah dibuatnya bersama Rajanya.

Ming berdiri di depan hutan yang di maksud oleh Rajanya. Di belakangnya berdiri keempat pimpinan pasukan yang sengaja ia libatkan untuk menjalankan rencana. Ming terbang untuk melihat seberapa luas hutan itu. Ia berpikir dengan keras saat melihat hamparan hutan yang luas. Ini akan sulit. Memancing musuh yang tak tau dimana keberadaannya.

Ming menyuruh beberapa prajurit untuk terbang melintasi hutan itu. Namun belum jauh mereka melintasi hutan, iblis itu telah berubah menjadi debu dengan sangat cepat. Dan itu membuat Ming dan pimpinan pasukan lain terkejut. Apa yang terjadi dengan iblis prajurit itu? Apakah mereka baru saja diserang? Tapi Ming tak melihat apapun. Apakah mereka baru saja di serang oleh makhluk yang pernah Raja mereka ceritakan. Makhluk yang memiliki pergerakan yang sangat cepat?

Keempat pimpinan itu menoleh bersamaan ke arah kanan saat mereka merasakan getaran yang timbul dari permukaan tanah. Dengan sigap keempat pimpinan pasukan itu terbang ke atas, dan melayang di dekat Ming. “Ada apa?” tanya Ming.

“Kami merasakan sesuatu datang dari arah sana.” Ji Soo, salah satu dari pimpinan pasukan sembari mengarahkan pandangannya ke arah kanan, lebih tepatnya ke arah kanan di bibir hutan.

BOOM!

Mereka berlima tersentak saat mendengar suara ledakan dari arah yang di tunjuk oleh Ji Soo. Asap membumbung di daerah itu.

BOOM!

Kurang dari semenit ledakan kembali terdengar. Ledakan demi ledakan bermunculan secara tiba-tiba dan berurutan menuju ke arah mereka. Ming segera memerintahkan semuanya untuk menjaga jarak yang cukup jauh dengan bibir hutan. Dan benar saja, belum lama mereka pergi. Tepat di bekas mereka dan pasukan mereka berkumpul terjadi ledakan hingga menimbulkan bekas yang cukup terlihat.

Ledakan-ledakan itu menimbulkan asap yang cukup tebal di bibir hujan, bahkan hingga di tempat Ming dan pasukannya berdiri. “Aaa!!” Ming menolehkan pandangannya ke kiri saat mendengar teriakan itu, teriakan dari iblis prajurit. “Aaa!” teriakan itu kembali terdengar namun dari arah yang berlawanan.

“Sepertinya kita diserang.” ucap Do Yoon yang sedang dalam posisi bersiaga.

“SEMUA KEMBALI KE ISTANA!!” teriak Ming dengan lantang dan keras, memberi perintah pada setiap iblis yang ada di sana.

*flashback end*

“Aku terpaksan menarik seluruh pasukan karena situasi yang tidak memungkinkan. Di tambah mereka sepertinya telah menyiapkan jebakan. Dan itu menegaskan bahwa mereka sudah mengetahui jika kita akan kesana.” jelas Ming.

“Maksudmu ada orang dalam?” tanya Suga yang masih berada di ruangan itu.

“Itu hanya dugaanku saja.”

“Hanya kalian dan keempat pimpinan itu yang tau rencana ini.” Kai menatap serius Ming. “Kau tau apa yang harus kau lakukan Ming.” Ming mengangguk, siap melakukan apa yang diperintahkan oleh Rajanya. “Bagaimana dengan gua itu? Apakah Sehun masih menempatinya.” tanya Kai mengganti topik pembicaraan.

“Menurut keterangan salah satu iblis yang ku kirim, gua itu telah kosong. Mereka tak menemukan apapun di sana. Bahkan mereka tak menemukan satupun jejak bahwa Sehun pernah ada di sana.”

“Emm.” Kai menggumam mengerti. Ia tau dimana Sehun berada sekarang. Pastilah ia berada di dalam hutan itu bersama Sung Ha dan makhluk-makhluk sialan itu.

Kai menyandarkan tubuhnya di bangkunya. Ia memejamkan matanya sembari berpikir hal apa yang harus ia ambil. Memang sulit jika harus memancing mereka semua keluar dari hutan itu. Apa yang bisa membuat Sehun keluar dari persembunyiannya? Sesuatu yang bisa membuatnya tertarik? Sebuah kekuatan yang besar? Ya, itu akan membuatnya tertarik, tapi kekuatan besar apa itu?

Kai menghela nafas beratnya. Ia membuka matanya karena belum menemukan ide. “Ming, bisakah kau membawa seseorang kemari?” tanya Kai menatap Ming.

ʚ Love & Truth ɞ

Jauh di tengah hutan, lebih tepatnya di pohon tertinggi di hutan itu, Sung Ha duduk pada sebuah dahan pohon yang cukup besar. Dari tempatnya itu ia bisa melihat luasnya hutan di sekitarnya.

“Sung Ha? Apa yang kau lakukan di sana?” yeoja bernama Sung Ha itu menoleh ke bawah, ke arah namja yang berdiri di dekat akar pohon.

“Aku ingin pergi jalan-jalan.” ucap Sung Ha tanpa ekspresi.

Namja yang tak lain adalah Sehun itu mengeluarkan sayapnya dan terbang menghampiri Sung Ha. Ia duduk di samping yeoja itu. “Aku ingin pergi ke kota.” lanjut Sung Ha.

“Baiklah besok kita pergi ke kota.”

Sung Ha mengangguk dan tersenyum. Yeoja itu menyandarkan kepalanya di pundak Sehun dan menutup matanya. Menikmati keheningan yang menyelimuti hutan itu.

Sehun tersenyum. Ia mengelus kepala Sung Ha lembut. “Kau mau menjadi seorang Ratu?” tanya Sehun tiba-tiba.

Sung Ha membuka matanya tanpa menarik kepalanya yang bersandar di pundak Sehun. “Ratu?” ulang Sung Ha meminta penjelasan lebih.

“Ne. Seorang Ratu dengan aku sebagai Rajanya.” Sung Ha mengangkat kepalanya dari pundak Sehun dan menatap namja itu. Apakah Sehun sedang melamar Sung Ha? Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Sung Ha. Namja itu memberi jarak wajahnya beberapa senti dengan wajah Sung Ha. “Dan kita akan hidup bersama menguasai dunia ini.” lanjutnya dan kembali mendekatkan wajahnya.

Cup~

ʚ Love & Truth ɞ

Sung Ha berlari ke sana kemari menikmati suasana kota yang cukup ramai. Beberapa kali ia menengok ke belakang, ke arah Sehun yang berjalan di belakangnya.

Langkah kaki Sehun terhenti saat sesosok iblis dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya hingga menutupi mukanya menghampirinya. “Sehun..” Sehun mengerutkan keningnya tak mengerti kenapa iblis berjubah itu menghampirinya. Ia yakin bahwa iblis itu bukanlah salah satu iblis bawahan Kai.

Seperti mengerti apa yang sedang dipikirkan Sehun. Iblis itu membuka tudung kepalanya, memperlihatkan wajahnya yang tadinya tertutup. Sehun semakin mengerutkan keningnya, ia menatap namja itu tak percaya. “Kau..” Sehun mengalihkan pandangannya kepada Sung Ha. Yeoja itu tampak masih asik berjalan semakin meninggalkannya. Sehun kembali mengalihkan pandangannya kepada namja di hadapannya itu.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Bisakah kita berbicara di tempat lain?”

“Baiklah. Tapi tunggu sebentar. Aku harus memberitau seseorang terlebih dahulu.”

ʚ Love & Truth ɞ

Sung Ha berdiri bersandar di sebuah dinding, sebuah dinding yang memisahkan kawasan istana dengan kawasan penduduk. Ketika Sehun mengatakan padanya bahwa ia harus bertemu dengan seseorang terlebih dahulu Sung Ha tak melewatkan kesempatan itu untuk pergi ke sana. Dan memang itulah tujuan Sung Ha sebenarnya saat ia mengatakan ingin jalan-jalan.

“Jong In.. Kau ada di sana?” panggilnya pelan kepada seseorang yang ada di balik dinding. Yeoja itu menghela nafasnya karena tak ada jawaban dari balik dinding setelah ia memanggilnya beberapa kali. “Kurasa kau telah melupakanku.” yeoja itu memutuskan pergi dengan wajah kusutnya, wajah yang menunjukkan kesedihan dan penyesalan.

“Apakah menurutmu begitu?” belum dua langkah Sung Ha melangkahkan kakinya, ia terhenti oleh sebuah suara namja. Sebuah suara yang ia rindukan. Yeoja itu memutar tubuhnya perlahan, berharap pemilik suara tadi adalah namja yang sedang ia tunggu.

“Jong In..” gumam yeoja itu. Ia segera berlari ke pelukan namja yang tak jauh berdiri di hadapannya. Yeoja itu menangis di pelukan Kai.

Kai membalas pelukan itu. Ia mendekapnya erat, tak ingin yeoja yang ada di pelukannya itu pergi jauh darinya. Kai sangat berterima kasih pada Eun Ju karena berkat Eun Ju ia bisa melihat Sung Ha kembali, Sung Ha nya yang dulu. Ya, sebelum Eun Ju pergi, yeoja itu menulis semua yang ia alami di hutan waktu itu dan semua yang ia bicarakan dengan Sung Ha di dunia mimpi. Termasuk rencana Sung Ha untuk menemuinya di tempat mereka bertemu sekarang.

“Maafkan aku.. Aku benar-benar minta maaf karena diriku, kau gagal menyegel Sehun. Dan karena aku juga kau selalu dalam bahaya.” ucapnya masih diiringi dengan isakan. “Dan aku sangat merasa bersalah dengan yeoja yang memiliki wajah sepertiku itu.” lanjutnya.

“Sudahlah. Aku senang kau bisa kembali. Dia sudah kembali ke dunia manusia..” Kai melepas pelukan itu untuk menatap wajah Sung Ha. Ia menghapus sisa air mata dari kedua pipi yeoja itu dan tersenyum. “Bagaimana jika kita mencari tempat lain untuk bicara?”

Sung Ha menggeleng pelan. “Aku tidak bisa berlama-lama. Aku takut Sehun mengetahuinya.”

“Apakah kau benar-benar akan melakukannya?” tanya Kai. Ia menanyakan tentang rencana Sung Ha yang ingin tetap berpura-pura berada di dekat Sehun dan mencari celah untuk mengalahkan namja itu. Kai takut jika Sehun mengetahui bahwa Sung Ha sudah sadar dan menghianatinya, namja itu tak akan membiarkan Sung Ha hidup. Pertanyaan itu hanya mendapat anggukan dari Sung Ha. “Tapi..” ucap Kai menggantungkan kalimatnya.

“Aku tidak apa-apa. Aku bisa menjaga diriku sekarang.” Sung Ha menatap lekat-lekat manik mata Kai. “Jong In.. Apakah menurutmu kita akan bisa bersama?”

“Kita pasti bersama. Aku tak akan membiarkanmu pergi lagi dariku..”

Sung Ha tersenyum. “Kita akan bertemu di tempat ini lagi. Aku tak tau kapan, tapi aku akan segera menemuimu setelah aku menemukan celah untuk mengalahkan Sehun.”

“Kau harus berhati-hati. Sehun bukanlah iblis yang bodoh.”

“Aku tau itu..”

“Boleh aku meminta sesuatu darimu?” tanya Kai.

“Apa itu?”

Cup~

Mata Sung Ha melebar. Ia tak menyangka bahwa Kai akan menciumnya. “Jaga dirimu baik-baik..” pesan Kai. Ia mengelus kepala Sung Ha dan tersenyum. “Aku akan selalu menunggumu di sini.”

ʚ Love & Truth ɞ

Sehun tengah berdiri berhadapan dengan seorang namja dengan jubah hitam yang melekat di tubuhnya. “Kukira sepuluh tahun yang lalu kau telah musnah.” ucap Sehun, mengawali percakapan.

“Aku hanya mendapat luka yang sangat parah dan untunglah aku di tolong oleh seorang iblis. Ia merawatku hingga aku sembuh.” jelas namja berjubah itu.

“Kau sudah bertemua Kai?” namja berjubah itu menggeleng untuk menjawab pertanyaan Sehun. “Lalu apa yang ingin kau bicarakan?”

Namja itu menatap Sehun. “Apakah sekarang kalian bermusuhan?” tanyanya.

Sehun tersenyum. “Sebenarnya aku tak suka bermusuhan dengannya. Tapi ia terlalu ikut campur dengan urusanku.”

“Ku dengar kau ingin menguasai seluruh alam, apakah itu benar?”

“Apakah itu salah?” Sehun memberikan tatapan tajamnya namun hanya dibalas dengan senyuman oleh namja berjubah itu.

“Tidak. Itu tidak salah. Maukah kau beraliansi denganku?” (*aliansi bisa diartikan berkerjasama)

“Apa keuntungan yang bisa aku dapatkan?”

“Kau bisa menguasai dunia, dan aku bisa membalaskan dendamku pada Kai.”

“Dendam? Kau memiliki dendam dengan Kai?” tanya Sehun seakan tak percaya. Namja di hadapan Sehun itu tersenyum remeh melihat respon yang ditunjukkan oleh salah satu teman masa kecilnya itu.

“Yang terpenting adalah aku ingin menghancurkan Kai.”

“Kau telah banyak berubah.. Chanyeol..”

ʚ Love & Truth ɞ

Sehun menghampiri Sung Ha yang berdiri menunggunya di tempat mereka berpisah tadi. “Maaf menunggu lama.” ucapnya seiring langkahnya yang semakin dekat dengan Sung Ha. Hal itu membuat Sung Ha menoleh dan menatap namja yang datang mendekatinya.

“Tidak masalah.”

Sehun tepat berhenti di hadapan Sung Ha. “Ayo kita pulang.” ucapnya dan berjalan melewati Sung Ha. Sung Ha hanya mengangguk dan segera mengikuti Sehun di belakang.

Sung Ha sempat memandang ke arah istana sebelum ia benar-benar pergi. Tatapan yeoja itu seakan berbicara bahwa ia ingin bertemu dengan seseorang kembali.

ʚ Love & Truth ɞ

Ye Rin membuka jendela kamarnya. Saat ini Hani masih tertidur di ranjangnya, ia memang sedikit malas jika harus bangun dari ranjangnya. Sorot mata Ye Rin menangkap sesosok namja yang tak asing baginya tengah duduk di atap salah satu rumah tepat di depan rumahnya. Tubuh namja itu duduk menghadap ke istana, membuat Ye Rin hanya bisa melihat punggung namja itu.

Tanpa sadar Ye Rin tersenyum. Ia menyandarkan tubuhnya pada tiang jendela dan asyik memandangi namja yang sudah lama tak ia pandangi seperti ini, walaupun hanya dari belakang.

Beberapa menit berselang namja itu pun berdiri dan sontak membuat Ye Rin terkejut. Cepat-cepat yeoja itu menutup jendela itu. Namun hal tersebut justru menimbulkan sebuah suara yang cukup keras hingga membuat sang namja yang berdiri di atas atap itu menoleh.

Dari jendela yang transparan itu Ye Rin bisa melihat Jin Woo, namja yang tengah berdiri di atas atap itu tangah menoleh ke arahnya. Manik mata mereka sempat bertemu beberapa detik namun Ye Rin segera memutuskannya. Dengan gemetar ia membalikkan tubuhnya agar tak bertatapan dengan Jin Woo. Kedua tangannya bersatu di depan dada, jantung yeoja itu berdetak lebih cepat dari biasanya. Selalu seperti ini. Detak jantung Ye Rin selalu tak terkontrol apabila Jin Woo sedang menatapnya. Ia berharap Jin Woo tak melihatnya tengah mengintip walaupun nyatanya ia sedang tertangkap basah.

Tuk tuk

Kedua bola mata Ye Rin melebar. Jantungnya terasa berhenti saat ia mendengar suara ketukan dari arah belakangnya, arah jendela. Dengan ragu ia memutar tubuhnya dan menemukan Jin Woo yang tengah terbang di luar jendela.

Jin Woo menyuruh Ye Rin untuk membuka kembali jendela itu. Namun bukannya membukanya yeoja itu dengan cepat menarik tirai untuk menutupi jendela itu.

*Jin Woo pov*

Sebuah suara yang cukup keras membuatku menoleh. Dan dari jendela kamar Hani aku bisa melihat Ye Rin yang tengah berdiri menatap ke arahku. Namun dengan cepat yeoja itu memutar tubuhnya. Dia masih seperti itu, tak mau menatapku.

Aku terbang mendekati jendela itu dan mengetuknya. Aku bisa melihat dengan jelas bahwa ia terkejut. Yeoja itu perlahan memutar tubuhnya dan kami saling berhadapan. Aku menyuruhnya untuk membuka jendela itu namun bukan jendela terbuka yang aku dapatkan, namun sebuah tirai yang memutuskan pandangan kami.

Ku ketuk jendela itu lagi. “Ye Rin.. Bukalah..” namun tak ada suara dari dalam. “Ya! Sudah kubilang aku tak suka jika kau bersikap seperti ini.” tetap tak ada balasan apapun dari dalam. “Baiklah aku akan pergi.” dan kuputuskan untuk pergi menjauhi jendela itu.

Beberapa menit kemudian kulihat jendela itu kembali terbuka menampilkan Ye Rin yang berdiri memandang keluar. Dengan cepat aku kembali menghampiri yeoja itu dan sukses membuat yeoja itu terkejut. “Kau tak bisa seperti ini, kita harus bicara.”

Aku menarik pergelangan tangannya dan membawanya terbang bersamaku.

*Author pov*

Jin Woo membawa Ye Rin ketempat dimana mereka bisa berbicara berdua. Namja itu segera melepaskan tangan Ye Rin setelah mereka tiba di belakang sebuah bangunan. Jin Woo menghela nafas beratnya. Namja itu sekarang menatap Ye Rin yang tengah tertunduk.

“Apa yang membuatmu menyukaiku?” tanya Jin Woo. Ye Rin tak menjawabnya. Yeoja itu tak mampu jika harus mengungkapkan perasaannya kedua kalinya. “Apakah dimatamu aku adalah iblis yang baik?” Ye Rin tetap diam membisu. “Tatap aku Ye Rin!”

Jin Woo menarik pundak Ye Rin dan membenturkan tubuh kecil yeoja itu ke dinding bangunan di belakangnya. Ye Rin meringis karena hantaman itu. Yeoja itu sekarang mendongakkan pandangannya, ia ingin protes dengan apa yang baru saja dilakukan namja itu padanya. Namun ia terdiam saat menatap wajah namja itu. Jin Woo tampak berbeda, ia terlihat menakutkan.

“Aku tau bagaimana rasanya perasaan cinta yang tak terbalaskan. Aku tau itu sakit. Dan aku tau itu membuatmu patah semangat. Tapi kau tak bisa seperti ini selamanya! Aku ingin dirimu yang dulu..”

“Kau tak tau.. Kau sama sekali tak tau bagaimana rasanya. Setiap hari melihat orang yang kau sukai namun kau tak bisa bersamanya. Walaupun dekat namun sebenarnya sangat jauh.” Ye Rin akhirnya angkat bicara.

Jin Woo mengeratkan cengkramannya pada pundak Ye Rin. “Aku tau karena aku baru saja merasakannya!” mata mereka saling bertatapan satu sama lain. “Aku menyukai seseorang.”

Deg

Hati Ye Rin terasa tersayat oleh benda tajam. Mendengar sendiri bahwa namja yang ia suka telah menyukai yeoja lain, itu menyakitkan.

“Dan yeoja itu telah pergi.. Aku tak akan pernah bisa bertemu lagi dengannya..” cengkraman Jin Woo mulai melunak. “Aku bahkan tak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya.” tangan Jin Woo turun perlahan dari pundak Ye Rin. Namja itu tersenyum ketir. “Aku bahkan belum mengungkapkan perasaanku padanya.”

“Jin Woo..” gumam Ye Rin.

“Maafkan aku. Aku hanya ingin kau kembali seperti dulu. Seperti adik perempuanku. Aku tak suka kau selalu menghindariku seperti tadi.”

Cup~

Entah keberanian darimana, Ye Rin tiba-tiba menempelkan bibirnya pada bibir Jin Woo yang sukses membuat namja itu terkejut. Sadar akan kelakuannya yang salah, yeoja itu segera memberi jarak antara dirinya dan Jin Woo lagi. Apa yang telah ia lakukan?

Ye Rin menutup bibirnya dengan tangan kanannya. “Ma-maafkan aku..” Ye Rin mengedipkan matanya beberapa kali, ia tak berani menatap Jin Woo yang masih berdiri di hadapannya.

Tak tahan dengan suasana yang dibuatnya sendiri. Ye Rin akhirnya memilih untuk meninggalkan Jin Woo namun langkah yeoja itu tertahan oleh sebuah tangan yang menahan pergelangan tangannya.

Jin Woo menarik tubuh Ye Rin untuk kembali ke tempatnya tadi. Namja itu menghimpit tubuh Ye Rin pada dinding bangunan. Mata Jin Woo mengunci mata Ye Rin. Dengan susah payah yeoja itu menelan salivanya. Ia gugup, benar-benar gugup. Ia bisa melihat manik mata Jin Woo yang mulai menggelap. Ye Rin memejamkan matanya terkejut saat sebuah sayap keluar dari punggung Jin Woo. Namun tak lama ia kembali membukanya lagi. “Jin Woo..” gumam Ye Rin.

Entah kenapa Ye Rin merasakan aura yang sangat berbeda dari Jin Woo. Ye Rin kembali menutup kedua matanya rapat-rapat saat wajah Jin Woo mulai mendekati wajahnya. Jantung Ye Rin tak henti-hentinya berdetak dengan cepat bahkan semakin cepat seiring nafas Jin Woo yang menyapu permukaan wajah Ye Rin. Ye Rin kembali membuka matanya saat ia tak merasakan Jin Woo melakukan sesuatu padanya. Hei Ye Rin, apakah kau mengharapkan Jin Woo menciummu? Itu tidak mungkin.

Tepat saat mata Ye Rin terbuka, ia disambut oleh wajah Jin Woo yang begitu dekat, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan satu sama lain. Ye Rin bisa melihat bahwa sorot mata Jin Woo tak menuju matanya, namun menuju ke bibir yeoja itu. “Jin W-” ucapan Ye Rin terputus karena bibir Jin Woo menempel pada bibir Ye Rin.

Deg deg deg

Dunia terasa berhenti untuk Ye Rin. Apakah ini kenyataan? Jin Woo mencium Ye Rin? Apakah perasaan Ye Rin telah terbalaskan?

ʚ Love & Truth ɞ

“Kau sudah kembali..” Seung Hoon menghampiri Sehun yang baru saja memasuki rumahnya bersama Sung Ha dan.. Seorang namja?

“Sung Ha, kau bisa masuk terlebih dahulu.” perintah Sehun yang dengan senang hati dipatuhi oleh yeoja bernama Sung Ha itu.

Setelaah memastikan Sung Ha benar-benar masuk, Sehun membawa Seung Hoon dan Chanyeol ke ruangan milik Seung Hoon. Mereka akan membicarakan rencana selanjutnya yang akan mereka lakukan untuk menghancurkan Kai dan juga untuk menguasai dunia.

Sementara itu di kerajaan, Kai beserta yang lain tengah menyusun strategi untuk memancing Sehun keluar dari hutan. Kedua kubu itu mati-matian menyiapkan segalanya. Mereka tak ada yang mengalah untuk mencapai tujuan mereka masing-masing. Dan mungkin, perang besar akan terulang kembali. Perang saudara antara Kai dan Sehun. Yang mungkin akan menimbulkan banyak korban dari kedua belah pihak.

Siapa yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya? Yang pasti cepat atau lambat mereka pasti akan bertemu kembali dengan kekuatan mereka masing-masing.

Sementara itu di balik sebuah bangunan. Ye Rin dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Jin Woo menjauh darinya. Mata yeoja itu merah memanas, ia ingin menangis. Ini sudah kedua kalinya Ye Rin mendorong Jin Woo untuk menjauh darinya. Nafas yeoja itu tampak terengah-engah, seperti kelelahan.

Jin Woo menyeringai. “Ada apa? Apakah kau sudah tak suka lagi jika aku seperti ini?”

“Jin Woo.. Apa yang sebenarnya terjadi padamu?” dengan menahan air matanya supaya tak menetes, Ye Rin mencoba berbicara.

Tubuh Jin Woo dengan cepat kembali mengunci tubuh Ye Rin untuk yang kesekian kalinya. “Kenapa? Inilah aku yang sebenarnya..” bisiknya tepat di telinga Ye Rin. Air mata yang selama ini ia tahan akhirnya menetes dengan sendirinya.

“Kau bukan Jin Woo..” Ye Rin menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Tak mungkin jika Jin Woo melakukan hal seperti ini padanya.

Jin Woo tersenyum miring. “Bukankah kau seharusnya suka jika aku memperlakukanmu seperti tadi?” bisik Jin Woo. Jin Woo mengangkat kepalanya, menatap wajah Ye Rin yang saat ini tengah menangis. “Kenapa kau malah menangis?” Jin Woo mendekatkan wajahnya ke wajah Ye Rin.

“Hantikan..” lirih Ye Rin yang membuat Jin Woo menghentikan pergerakan kepalanya. “Aku tak suka kau seperti ini. Aku memang menyukaimu.. Tapi bukan berarti kau bisa mempermainkan hatiku seperti itu!” Ye Rin menatap Jin Woo dengan tatapan tajamnya. Tatapan yang untuk pertama kalinya ia berikan kepada Jin Woo.

Memang benar Ye Rin menyukai Jin Woo. Memang benar Ye Rin menginginkan Jin Woo dan memang benar Ye Rin menginginkan Jin Woo menbalas cintanya. Tapi ia sama sekali tak ingin Jin Woo menciumnya seperti itu. Seperti iblis yang kelaparan! Tanpa perasaan!

Jin Woo kembali mendekatkan wajahnya bersiap untuk mencium bibir Ye Rin lagi. Namun sebuah tamparan yang cukup keras tepat mendarat di pipi kiri Jin Woo. Yang memaksa namja itu menghentikan niatnya.

“Jika kau tak suka melihatku bersikap menghindarimu setiap hari, maka sebaiknya aku pergi dari rumahmu. Dengan begitu kau akan senang tak melihatku lagi. Dan lupakan perasaan bodoh ini! Memang sedari awal perasaan seperti ini memang tak boleh ada!” Ye Ri menyingkirkan kedua tangan Jin Woo yang mengunci tubuhnya dengan kasar. Yeoja itu akhirnya pergi meninggalkan Jin Woo yang masih berdiri terdiam di temapatnya dengan berlinang air mata.

Jin Woo menundukkan kepalanya. Tangan namja itu perlahan mencengkram kuat rambutnya. Memori dimana saat pertama kali Ye Rin datang kerumahnya terpitar secara tiba-tiba di otaknya. Ya, Jin Woo masih ingat jelas wajah polos Ye Rin waktu itu. Ia juga masih ingat jelas pesan ayahnya untuk selalu menjaga Ye Rin sepertihalnya ia menjaga Hani. “Apa yang telah aku lakukan..?” sesal Jin Woo. Ia baru menyadari apa yang baru saja ia lakukan pada Ye Rin. Tak seharusnya ia melakukan itu. “HHHAAAAAA!!!” Jin Woo berteriak sekuat tenaga.

Ia tampak frustasi. Sebenarnya ia frustasi karena ia mendapat kabar bahwa Eun Ju telah kembali ke dunia manusia. Namun kefrustasian namja itu ia curahkan kepada Ye Rin yang tak tau apa-apa.

Jin Woo melihat ke arah Ye Rin pergi. Dengan segera ia mengejar yeoja itu sebelum yeoja itu benar-benar ingin keluar dari rumahnya.

ʚ Love & Truth ɞ

Jin Woo memasuki rumahnya dengan terburu-buru. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yeoja bernama Ye Rin, namun ia tak menemukannya. Nmaja itu beralih ke kamar Hani. Namun ia tetap tak menemukannya. “Hani, kau tau dimana Ye Rin?” tanyanya pada Hani yang tengah berada di kamarnya.

“Tidak. Ada apa?” tanpa menjawab pertanyaan itu, Jin Woo kembali pergi dari rumah itu. Meninggalkan Hani yang masih terbingung.

“Dimana dia..” gumamnya.

ʚ Love & Truth ɞ

Ming tengah mengikuti sesosok iblis yang sudah beberapa waktu ini sering ia awasi. Dan benar saya, mengikuti iblis itu menuntun langkahnya mendekati hutan yang berada di sebelah timur istana. Ming menyembunyikan tubuhnya di balik sebuah bangunan saat ia melihat sesosok namja menghampiri iblis tadi. Dari balik tembok Ming mengawwasi setiap gerak-gerik kedua iblis itu. Ming tak mengenali siapa namja yang menghampiri iblis yang tengah ia ikuti.

Samar-samar, Ming bisa mendengar percakapan kedua iblis itu. Dan dugaan Ming benar. Orang dalam yang selama ini membocorkan informasi adalah Suga. Iblis kepercayaan Kai.

“Kenapa kau membiarkan seekor tikus mengikutimu?”

Deg.

Dengan cepat Ming menarik kepalanya. Apakah dia ketauan?

Suga menyeringai. “Biarkan saja dia. Dia hanyalah seekor anak tikus yang mudah untuk dilenyapkan.”

Namja yang ada di depan Suga hanya tersenyum. “Terserah kau saja. Jangan lupa dengan misimu.”

“Aku memgerti.”

Cepat-cepat Ming segera pergi dari tempat persembunyiannya itu. Ia segera menuju istana untuk mengabarkan kepada Rajanya mengenai informasi yang sangat penting itu.

Ia berlari terburu-buru memasuki ruangan Rajanya tanpa permisi. Dengan terengah-engah, ia berdiri di hadapan Kai yang tengah menatapnya bingung. “Ada apa?” tanyanya.

“Aku tau siapa orang dalam itu. Dia adalah Suga!” bersamaan dengan penuturan Ming. Sesosok namja baru saja memasuki ruangan Kai dengan membawa beberapa berkas. Namja itu tak lain adalah Suga.

Kai melihat Suga yang berjalan ke arahnya. “Ada apa?” tanya Suga pada Ming dan juga Kai.

“Kenapa kau bisa berada di sini?” Ming melihat Suga dengan tatapan bingung dan tak percaya. Bukankah tadi ia masih berada di kota di dekat hutan bersama namja itu?

Suga menaruh berkas yang ia bawa di meja milik Kai. “Ini semua berkas yang kau minta.”

Ming melihat berkas-berkas itu. Dan beralih pada Kai. “Aku melihatnya. Dia adalah iblis yang selama ini membocorkan informasi kita. Aku baru saja melihatnya bertemu dengan seorang namja.” jelas Ming sembari menunjuk ke arah Suga.

“Apa maksudmu? Aku sedari tadi berada di istana.” ucap Suga.

“Kau tak bisa membohongiku Suga.” Ming menatap tajam Suga. Ia tetap bersikeras dengan apa yang dilihatnya tadi.

“Aku tadi menyuruhnya mengambilkan berkas.” ucap Kai.

“Tapi Kai. Aku benar-benar melihatnya.”

“Sebaiknya kita bicarakan nanti. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Kai kembali ke bangkunya dan mulai memilah berkas-berkas yang ada di mejanya.

“Sebaiknya kau beristirahat.. Ming.” ucap Suga dengan smirknya.

“Kau.” ucap Ming tertahan.

ʚ Love & Truth ɞ

Jin Woo mendarat di sebuah atap gedung yang cukup tinggi. Ada sesosok yeoja yang dapat menarik perhatiannya tengah menangis di tepian atap. “Kau di sini rupanya..”

Yeoja itu tersenyum kecut. “Bahkan sekarang aku bisa mendengar suaranya..” gumamnya, dan menenggelamkan kepalanya diantara lututnya. “Bodoh! Bodoh! Bodoh!” yepja itu terus saja mengatai dirinya sendiri. Ia merasa sngat bodoh karena perasaan yang ia miliki.

“Ye Rin..” Jin Woo berjongkok di belakang Ye Rin dan mengelus lembut kepala Ye Rin. “Maafkan aku..”

Perlahan Ye Rin mengangkat kepalanya dan menoleh ke belakang. Dan ia menemukan sosok itu. Sosok yang saat ini sedang tak ingin ia temui. “Kenapa kau disini?”

“Aku ingin minta maaf padamu. Tak seharusnya aku bersikap seperti itu.” tangan Jin Woo beralih dari kepala Ye Rin menuju pipi yeoja itu. Namja itu mengusap bekas air mata yang menetes di sana.

Ye Rin masih bingung dengan maksud kedatangan Jin Woo ke sana. Apakah namja itu mencarinya sampai sana?  Tapi Ye Rin sudah tak mau berharap berlebihan lagi dengan Jin Woo. Ia sudah terlalu lelah.

“Aku mohon jangan tinggalkan rumah..”

“Aku tak mungkin selamanya tinggal di sana. Ada waktunya aku harus pergi dari sana.” Ye Rin bangkit dari duduknya bersiap akan pergi. “Seperti yang kau harapkan. Aku tak akan menyimpan perasaan ini lagi.” belum sempat Ye Rin meninggalkan tempatnya Jin Woo segera bangkit dan memeluk tubuh kecil Ye Rin.

“A-apa yang kau lakukan?” Ye Rin mendorong tubuh Jin Woo namun namja itu tetap bersikeras mempertahankan pelukannya. “Lepaskan!” sekali lagi Ye Rin mendorong tubuh Jin Woo, kali ini ia melakukannya lebih kuat hingga ia juga sedikit terdorong ke belakang. Ye Rin melihat ke bawah, lebih tepatnya ke arah pijakannya saat ini. Ia tengah berdiri tepat di pinggir atap gedung dan nyaris yeoja itu akan terjatuh.

“Aku telah berjanji pada ayahku untuk menjagamu. Dan ayahmu juga telah berjanji pada ayahku untuk menjaga putrinya. Dan aku tak mungkin semudah itu melanggar janji itu.” Jin Woo kembali mendekati Ye Rin.

“Jangan mendekat! Jika kau mendekat aku akan lompat!” Jin Woo menghentikan langkahnya. Namun itu hanya beberapa detik sebelum ia kembali melangkah mendekati Ye Rin.

Ye Rin kembali melihat kebawah. Saat ini kakinya telah berada di ujung atap gedung. Yeoja itu mengalihkan pandangannya ke depan dan menemukan Jin Woo yang sudah berada di depannya, sontak itu membuatnya terkejut dan secara reflek ia memundurkan langkahnya.

Mata Jin Woo terbelak saat mendapati sosok yeoja yang tepat berada di hadapannya itu memundurkan langkahnya. Dengan reflek namja itu meraih tangan Ye Rin. Namun gagal. Tubuh yeoja itu telah lebih dulu terhuyung ke bawah. Dengan cepat Jin Woo mengeluarkan sayapnya dan segera menghampiri Ye Rin untuk menangkap tubuh yeoja itu.

Berkat kesigapan dari Jin Woo, namja itu berhasil menangkapnya. Jantung Jin Woo berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia benar-benar takut jika ia terlambat menangkap Ye Rin.

Ye Rin berpegangan erat pada baju Jin Woo. Ia menenggelamkan wajahnya pada dada Jin Woo. Yeoja itu menangis. Ia menangis karena takut.

Untuk menenangkan Ye Rin, akhirnya Jin Woo membawa yeoja itu kembali ke rumah. Setidaknya Ye Rin butuh beristirahat untuk beberapa waktu ini.

ʚ Love & Truth ɞ

Ming tengah berjalan menuju ruangannya. Namun langkah namja itu terhenti karena beberapa iblis yang tak ia kenal menghalangi jalannya. Dua diantaranya berjalan mendekati Ming dan memegang tangan kanan dan juga tangan kiri Ming. “Ada apa ini? Siapa kalian?” tanya Ming bingung.

Tak berselang lama, Ming dapat mendengar suara langkah kaki yang mulai mendekat. Dari sudut gelap, seorang namja muncul. Seorang namja yang tak lain adalah Suga. “Kau.” ucap Ming tertahan. Namja itu mencoba melepaskan kedua iblis yang memegangi kedua tangannya namun tak semudah itu. Kedua iblis itu tak akan membiarkan genggamannya terlepas begitu saja.

Suga berjalan mendekati Ming yang tengah menatapnya dengan tajam. “Apa yang kau rencanakan?!” tanya Ming.

“Itu rahasia.. Dan yang paling penting adalah.. Aku bukanlah Suga.” Suga menyentuh wajahnya dan dalam sekejab mata, wajah namja itu berubah. Yang sukses membuat Ming membelakkan matanya.

“Siapa kau? Dan dimana Suga?!”

Namja yang berada di hadapan Ming itu kembali menyentuh wajahnya dan membuat wajah itu berubah kembali seperti semula. “Aku tak bisa menjawabnya. Tapi kau tenang saja, sebentar lagi kau akan bersama dengan namja bernama Suga itu.” Suga menjentikkan jarinya, menimbulkan sebuah suara seperti perintah kepada para iblis di sekitarnya.

Dalam sekejab, para iblis tadi menghilang bersamaan sengan Ming, meninggalkan Suga sendirian. Suga mengeluarkan sebuah amplop dari sakunya dan berjalan menuju ruangan Kai.

Sesampainya di ruangan Kai. Suga segera menghampiri namja itu. “Aku tidak menemukan Ming di ruangannya. Tapi aku menemukan ini.” Suga memberikan sebuah amplop yang ia bawa kepada Kai.

“Apa ini?” Kai menerima amplop itu dan membukanya, sebuah surat. Kedua mata Kai tak berkedip membaca isi surat tersebut. Namja itu mengepalkan tangannya, membuat surat yang tak berdosa itu menjadi korbannya. “Siapkan seluruh pasukan.” perintah Kai pada Suga. “Besok kita akan bertempur.”

ʚ Love & Truth ɞ

Tubuh Ming terlempar dengan rantai yang melilit tubuhnya. Namja itu berusaha berdiri namun sulit karena rantai itu melilit seluruh tubuhnya. Ya, Ming baru saja dilemparkan ke dalam penjara dengan rantai di tubuhnya. “Ming?” namja bernama Ming itu menolehkan pandangannya saat namanya dipanggil. Ming mengenal suara itu. Tak salah lagi, itu adalah suara Suga.

“Suga?” gumam Ming, memastikan.

Namja yang memanggil Ming tadi berjalan mendekat ke arah Ming. “Kenapa kau bisa berada di sini?” tanyanya.

“Ya! Suga! Apa yang sebenarnya terjadi?! Kenapa ada Suga palsu di istana?!”

“Ahh itu. Maafkan aku karena aku ceroboh. Aku benar-benar bodoh. Kenapa aku bisa tertangkap semudah itu?” Suga mendecak. Ia teringat saat beberapa iblis dengan mudah menangkapnya den membawanya ke dalam penjara.

Suga menceritakan semuanya pada Ming. Dari mulai keberadaan mereka sekarang hingga sejak kapan ia berada di dalam penjara. Dan menurut cerita namja itu, ia telah telah berada di sana semenjak ia menunggu Kai yang tengah berada di dalam hutan di sebelah timur istana. Saat itulah ia tertangkap dan mereka memenjarakannya di  suatu tempat di dalam hutan.

“Raja dalam bahaya..” ucap Ming.

“Aku tau. Dan menurut kabar yang aku dengar. Sebentar lagi Sehun akan mulai menyerang.”

Bersambung..

Nb :

Aye! ye! ye! ><

Perang!😝 kkk~ part yang ini romance Jin Woo sama Ye Rin agak gaje ya😂 btw, ada yang semakin bingung? :v dan inget, di sini tokoh utama tetep Kai dan Sung Ha ne .-.

Ohiya, part 9 ga tau kapan postnya. Karena belum sama sekali z tulis kkk~ di tunggu aja ne, dan doain ukknya semoga lancar dan hasilnya memuaskan.

See you~

26 tanggapan untuk “Love & Truth (part 8) #Sequel of Devil Child”

  1. Kyaaaa ada juga adegan romantianyaaa wkwk yaampun kenapa perang lagi????
    Siap siap imanjinasiku harus tinggi dichap selanjutnya wkwk
    Lanjut ya ^^

  2. Huwaaa….
    Beneran agak luoa dikit nih….heheheheh
    Tp suka…
    Tp agaj bingung dikit…
    Hubungan kai sama sungha gmn ya? Bukannya mereka paman dan keponakan?
    Hehhehe…
    Penasaran abiisss…
    Lanjut dlu yaaa

  3. hai min aku readers baru disini maaf baru comment soal nya aku buru” baca ff ini dan aku tunggu ya part selanjutnya fighting min!

  4. Astaga.. kai dalam bahaya.. semoga sungha bisa bantu kai buat ngelawan sehun sama chanyeol.. di next ya thorr.. ditunggu bangett loo.. kekeke ^^

  5. wh suga palsu? Auh kasihan kai, ah byk sekali yg memusuhi kai, tp aku suka akhirnya sungha tlah sdar, mga dia bsa membantu kai utk mengalahkan sehun.

  6. Ahaaa, lamaaaaa banget thor postnya. Tapi ini daebak banget, Sung Ha udah sadar yeth, terus kenapa abang canyol happy virus dijadiin tokoh jelek thor?. Eh tapi kaga papa, ceritanya seru. Postnya jangan lama-lama yeth thor :)) #Fighting

  7. Kok malahan aku berharap sehun sama sungha haha maafkan aku tapi aku tetep maunya sungha sama kai, tapi sebenernya sehun itu suka sama sungha atau cuma mau manfaatin sungha ?

  8. sung ha inget lagi…
    semoga kai n sung ha bs bersama lagi…
    what channie penghianat dy? kok bs?
    sehun bnr2 kejaaammm…
    licik bgt dy..
    kok bs ya sodaraan sama kai sifatnya beda bgt…
    wah,war is begin nih..

  9. Ah mengapa sehun sangat kejam dan licik dan lagi ming menjadi korban dari sehun seung hoon dan chanyeol .
    Mengapa mereka begitu kejam dan haus akan kekuasaan dan balas dendam.
    Yejin sayang sekali jin woo menyukai eun ju .
    Semoga kai dan sung ha dapat hidup dengan bahagia serta sehun serta anak buahnya bisa musnah.
    Walaupun dalam hati kagak rela karena dia bias aku
    Huaaa~~~

  10. typonya keterlaluan ih banyak bgt hahaha tpi keren z^^
    untungnya bkn suga bnran yg penghianat itu, sugaku kan baik hati tp agak judes (?) #loh haha
    yg jinwoo & yerin mommentnya itu mlah sweet kok, aku suka..
    ditunggu next chapter nee, soalnya chapter ini keren, sungha udh sadar soalnya haha

  11. Uwaaa SungHa ternyata udah inget…
    Aku kira Taehyung ternyata Chanyeol..
    Perang lagi dah…

    Fighting thor nulisnyaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s