When The Love Falls [Chapter 3/End]

when 3

Title : When The Love Falls [Chapter 3/End]

Author : Hyull

Length : threeshot

Genre : Comedy, Drama, Romance

Main Cast : Sehun Exo & Yoona SNSD

Rating : 16

Disclaimer : FF ini pernah di publish di cocoafanfiction.wordpress.com dan di WP pribadi author hyull.worpress.com

Author Note : mohon komentarnya.. Gomawo.. ^^ mian for typo, mian juga karena cover jelek, hehe..

When The Love Falls Chapter 3/End

    Duduk seorang diri atas gedung kampus. Mengamati langit mendung yang baru saja selesai menurunkan hujan. Yoona masih memikirkan perlakuan Sehun terhadap gadis blonde itu. dapat ia rasakan, hatinya perih seakan tergores benda tajam. Air mata mengalir manja, dengan cepat ditepis olehnya.

“ kau sedang apa disini? “ suara itu menyadarkannya dari lamunnya. Ketika ia menoleh, dilihatnya Sehun sedang berjalan mendekatinya. Melihat Sehun yang semakin mendekat, dirinya semakin merasa gelisah, seakan emosinya memuncak. Ia langsung bangkit dari duduknya tepat disaat Sehun duduk disampingnya. “ yak, wae geurae? “ pria itu menahannya yang hendak pergi.

“ aku ingin kembali ke kelas. “ jawabnya tanpa menoleh. Sehun langsung berdiri dihadapannya. Mengamati raut wajahnya. Sedetik kemudian pria itu tersenyum merasa lucu.

“ jangan begitu.. “ kata pria itu yang membuat Yoona menatapnya. “ bukankah sudahku katakan, jangan cemburu padanya. “ ucapnya dengan lembut sembari mengelus rambut Yoona.

“ aku tidak cemburu. “ gadis itu dengan cepat berjalan mendahului Sehun. Seakan mengerti gadis itu, Sehun membiarkan ia pergi begitu saja.

“ hanya kau yang ada dihatiku. “ pikir Sehun sambil mengamati Yoona yang terus berjalan menjauh darinya.

………………….

yak kau! “ seseorang memanggil Yoona dengan keras. Ternyata si gadis blonde. Gadis yang terlihat seperti siswi menengah atas itu menghampirinya dengan wajah hinanya. “ ikut aku. “ katanya setelah itu melangkah. Yoona mengikuti langkahnya yang ternyata hingga keluar dari perkarangan kampus.

“ kita mau kemana? “ Tanya Yoona sembari melangkah dengan malas.

“ yang pastinya ke tempat yang tidak dapat oppa temukan, aku tidak suka dimarahi olehnya. “ katanya dengan ketus. Yoona terus melangkah mengikuti gadis blonde itu. hingga akhirnya mereka tidak dapat memilih jalan karena berada disuatu gang buntu.

yak, ini dimana? “ memperhatikan gang yang tertutupi dinding yang menjulang tinggi itu.

molla. “ jawabnya acuh.

mwo? “

“ baiklah, sepertinya aku sudah bisa berbicara denganmu. “ menatap Yoona meleceh. “ kau, selama ini kau pasti terus bertanya-tanya, siapa aku? Mengapa aku terus memarahimu? “ Yoona mendengarkan semuanya dengan penuh rasa penasaran. “ naega! Gadis pinggiran yang dirawat oleh oppa. Gadis pinggiran yang bernasip sama sepertinya, hidup tanpa satupun keluarga. “ ungkap si blonde, matanya mulai memerah. “ tapi, setahun setelah itu, aku mulai menyayanginya, dia yang selalu bersikap baik terhadapku, menjagaku, sungguh, aku takut untuk kehilangannya. “ air mata mulai menggenangi matanya. “ dan ketika ia mengatakan kepadaku, bahwa ia sedang mencintai seorang gadis, darahku seakan mendidih, diriku dipenuhi dengan kebencian terhadap gadis itu, karena itu aku langsung mencari gadis yang dicintai oppa, dan itu kau. “

“ … “ Yoona hanya diam mendengarkan itu semua.

ne, bukannya berhasil memberimu pelajaran, aku malah celaka hingga koma. “ airmata mengalir lembut diwajahnya. “ dan yang membuatku semakin sedih, ketika aku sadar dari komaku, oppa kembali membahas sesuatu yang membuatku terpukul. Dia, dia memintaku untuk mengembalikkan kalung yang aku rampas darimu. Dia tetap memilihmu. “ isakan tangis mulai terdengar membisik. “ lalu, apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan agar oppa memilihku! aku.. aku sangat mencintainya.. “

sarang? (cinta) “ Yoona tersentak mendengar itu. sesuatu yang belum pernah ia katakan kepada pria itu. hatinya seakan diremuk. Sedih melihat keadaan gadis blonde itu, tetapi ia juga tidak rela untuk melepaskan Sehun.

eonni.. ne, aku harus memanggilmu eonni, kau, tak bisakah kau melepaskan oppa? “ lantas tubuhnya gemetar, permintaan gadis itu membuat Yoona seketika menjadi ketakutan. Ia tidak ingin melakukan itu. “ wae? Kau tidak bisa melakukannya? Apa membuatku koma tidak cukup untukmu! “ meneriaki Yoona dengan lantang.

“ aku tidak melakukan apapun terhadapmu.. “ ucap Yoona pelan.

“ hoh, lalu kenapa kau tidak mencoba menolongku? “

“ semua itu terjadi dengan sangat cepat, aku tidak sempat meraihmu.. “ terus membela dirinya yang memang tak bersalah.

“ Jadi kau tetap tidak ingin melepaskan oppa? “ Yoona kembali terdiam. “ baiklah. “ gadis blonde itu meninggalkannya. Berjalan mendekati tepi jalan yang sedang dilintasi banyak kendaraan. Kakinya melangkah ragu ke tengah jalan.

yak, apa yang sedang kau lakukan? “ lemas melihat apa yang sedang diperbuat gadis itu. ia mulai berjalan menghampiri gadis itu.

“ jika aku tidak bisa mendapatkan oppa, lebih baik aku mati saja! “ teriaknya dengan kuat. Suara klakson terdengar nyaring dan seperti tertuju kepadanya. Yoona, ia melihat sebuah truk sedang melaju kencang menuju si blonde, tentu ia langsung berlari.

yak! hentikan! “ terus berlari mengejar gadis itu yang terus melangkah, seperti disengaja, gadis blonde itu melangkah mendekati truk yang sedang melaju dengan kencang itu.

“ jangan hiraukan aku! “ truk itu semakin mendekat. Seakan merelakan tubuhnya, gadis blonde itu hanya berdiri tenang sambil menutup kedua matanya, menunggu truk menerjangnya.

hajima.. hajimayo! (jangan lakukan itu) “

“ … “ tidak lagi menghiraukan teriakannya. Yoona semakin mempercepat langkahnya. Berlari seperti orang gila. Bahkan kaki seakan tak lagi menapak ke aspal.

kka! (pergi) “

    Tubuh itu terpental hingga 5 meter jauhnya. Bergetar menahan sakit, nafasnya tersengal. Perlahan darah keluar dari kepalanya, terus mengalir dan semakin banyak. Wajahnya memucat. Masih berusaha menatap gadis yang sedang memeluknya dengan penuh air mata. Berusaha sekuat mungkin meraih tangan gadis itu.

“ kau harus hidup bahagia.. “ ucapnya terbata-bata. terbatuk-batuk lalu memuntahkan segumpalan darah merah pekat. Berat untuknya menarik nafas.

eonni.. mianhae.. aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini. “ menangis dengan keras. Memeluk tubuh itu yang semakin melemah. “ joha juseyo! (tolong aku) jebal (kumohon), joha juseyo..! “ tangan itu tak lagi menggenggamnya. Tergeletak di atas aspal. “ andwe, eonni.. sadarlah! eonni..

…………………

    Menekan gas dengan kencang. Tidak memperdulikan bahaya yang akan menimpanya. Setelah mendengar kabar dari gadis blonde itu, ia bahkan sampai lupa bernafas. Sehun benar-benar panic. Yang ada dipikiranya hanya satu. Tiba disana dengan cepat.

    Disudut ruangan. Dilihatnya orangtua Yoona sedang duduk termenung. Dan tidak jauh dari mereka si gadis blonde berada, menangis tersedu-sedu merasa bersalah. Sehun menghampiri orang tua Yoona. wanita tua itu langsung memeluk Sehun diikuti isak tangisnya.

“ Sehun-na.. eottokhaji? (bagaimana ini) “ kata ibu mertuanya.

omonim, sabarlah, aku yakin operasinya pasti akan berhasil. “ ucapnya kepada wanita tua itu. “ aboji.. “ ayah Yoona hanya duduk diam. “ aboji, gwenchana? “

“ hem.. gwenchana. “ tersenyum hangat kepadanya. “ gadis itu, sedari tadi dia terus menangis. “ kata ayah Yoona sembari menunjuk kearah gadis blonde. Sehun langsung menghampirinya.

“ sudahlah, uljima.. (jangan menangis) “ Sehun memeluknya yang terus menangis.

oppa, mianhae.. aku tidak bermaksud.. “

ne, arayo.. “ pria itu mencoba untuk tetap sabar.

mianhae oppa.. “ Sehun melepas pelukannya. Mengamati pakaian gadis blonde itu, pakaiannya dipenuhi darah. Seakan tertusuk beribu jarum, hatinya perih melihat itu. ia membuka jaketnya lalu memakaikannya ketubuh gadis itu.

“ ikutlah denganku. “ Sehun membawa gadis blonde itu pergi dari sana.

    Mengantar gadis itu ke apartemen dimana ia tinggal. Tepatnya apartemen yang Sehun berikan untuknya. Menunggu gadis itu tidur dan setelah itu kembali kerumah sakit. Didalam perjalanannya menuju rumah sakit, dibalik stir mobil, tanpa perintah air mata mengalir. Ya, air mata yang sudah ia pertahankan sedari tadi. Pria itu benar-benar takut, takut kehilangan gadis itu, Yoona, sang isteri.

    Kedua orangtua Yoona sudah tak terlihat lagi disana. Dengan cepat Sehun berlari mendekati pintu sebuah kamar inap. Dilihatnya dari pintu yang tidak tertutup rapat. Mereka sedang menangisi tubuh gadis itu yang tertempelkan alat pernapasan dan lainnya. Kakinya melemah melihat itu, Sehun pun memilih duduk diluar. Hingga malam pun tiba.

“ Sehun-na.. “ panggil ibu mertuanya menyadarkannya. “ bangunlah, Yoona ingin melihatmu. “ mengucek matanya pelan. Ternyata ia tertidur. Namun ketika mendengar bahwa Yoona ingin melihatnya, dengan cepat ia bangkit dari duduknya, menghampiri Yoona yang ternyata sudah sadarkan diri. Ya, operasinya berhasil.

“ … “ gadis itu tersenyum kepadanya. Wajahnya masih terlihat pucat. Menggenggam tangan gadis itu. “ nan gwenchana.. “ kata Yoona pelan. Seakan mengetahui kegelisahan yang Sehun rasakan. Sehun mencium lembut keningnya beberapa detik. Air mata menetes dan menyentuh pipi gadis itu. ia segera menepis air mata itu dengan jarinya.

saranghae.. nomu saranghae.. “ ucap pria itu berbisik. “ karena itu, jangan pernah tinggalkan aku. “ menatap gadis itu penuh harapan. Yoona menangis mendengar itu. “ wae? Appo? (sakit) “ Tanya Sehun yang kembali khawatir ketika melihat gadis itu menangis. Yoona menggeleng menandakan tidak. Sehun langsung memeluknya. Kembali mengecup keningnya, pipinya, hidungnya, bibirnya, dan kembali memeluknya.

…………………

eonni, kau mau makan apa? Aku akan memasakkannya untukmu. “ kata si gadis blonde berusaha bersikap ramah kepadanya.

“ memangnya kau bisa memasak? “ Tanya Sehun khawatir.

ani. (tidak) “ jawabnya lalu berpikir. “ tapi aku bisa mencari tahu caranya dari sini. “ jawabnya lagi sambil menunjuk kearah ponselnya.

andwe, aku tidak mau isteriku menyantap makanan yang baru kau pelajari. “ memeluk manja Yoona yang sedang duduk santai disampingnya. Yoona yang sedang menyaksikan televisi pun menjadi kesal karena diganggu olehnya.

yak, kenapa kalian ribut sekali. kau blonde, masakkan aku ramen. “ kata Yoona kepada si gadis blonde.

“ oke! “ gadis itu langsung melangkah menuju dapur.

andwe! Kau tidak boleh sembarang menyantap makanan. “ sela Sehun.

aish, aku sudah sangat lapar. “ Yoona tidak menghiraukannya.

eonni, jangan memanggilku blonde. Aku punya nama. Namaku Jessika. “ teriak gadis blonde itu dari dapur.

“ hoh, namamu seperti nama artis saja. “ celutuk Yoona geli.

    Sebulan sudah Yoona keluar dari rumah sakit. dan selama sebulan juga si gadis blonde mondar mandir kerumah mereka untuk merawat Yoona, walau pada akhirnya yang terlihat seperti mengganggu ketenangan mereka berdua.

gomawo.. “ kata Yoona setelah menyantap ramen buatan gadis itu yang ternyata bernama Jessika.

ne.. “ jawab Jessika senang.

“ pulanglah. “ ucap Sehun menatapnya mengancam.

wae? Aku masih ingin bersama eonni.. “

yak, bagaimanapun juga kami ini masih pengantin baru, mengertilah.. “ pria itu malah terlihat memelas. Jessika tersenyum nakal kepadanya.

“ ehei.. kenapa oppa tidak bilang dari tadi. Baiklah, aku pulang dulu. Besok aku akan datang kembali. Eonni, annyeong.. “ berlari meninggalkan mereka.

yak! Tidak perlu kembali kesini! “ teriak Sehun yang tidak dihiraukan gadis nakal itu.

aish, kau ini. “ aneh melihat tingkah pria itu. Yoona mengangkat mangkuk kotornya dan mencucinya. Tidak lupa ia mengeringkan sisa air yang ada dimangkuk dengan serbet, dan setelah itu meletakkan kembali ke rak piring. Ternyata tubuhnya tidak cukup tinggi untuk menggapai rak tersebut.

“ biar aku saja. “ Sehun berdiri dibelakangnya lalu meraih mangkuknya. “ kau pendek sekali, begini saja tidak bisa. “ celanya bercanda sembari meletakkan mangkuk tersebut. Yoona langsung membalikkan posisinya lalu menatap Sehun yang berdiri 10 cm dihadapannya.

“ hoh, aku kan wanita. “ kata gadis itu membela diri.

“ hem, benar juga. “ menatap gadis itu nakal. “ kau wanitaku. “ katanya setelah itu. ia melangkah maju menghimpit tubuh gadis itu. meletakkan tangannya dibahu Yoona. menatap gadis itu dengan jarak 5 cm.

“ sempit.. “ keluh Yoona yang sebenarnya sedang merasa malu. Dengan nakalnya, Sehun malah semakin mendekatinya. Dan sekarang mendekati wajahnya, 3cm.. 1cm..

saranghae.. “ ujar Sehun berbisik lalu sedikit menunduk untuk mendekati bibir Yoona. ia pun mencium gadis itu. ciuman itu semakin dalam. Bahkan Yoona seakan kehilangan kekuatannya, namun dengan cepat Sehun melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu. ia semakin menarik gadis itu ke dalam pelukannya, dan terus melumat lembut bibir mungil itu.

    Yoona yang bisa merasakan semua itu, akhirnya mulai membalas ciuman itu. ia pun melingkarkan tangannya di leher pria itu. hembusan nafas Sehun menggelitik telinga gadis itu, seperti sedang kehilangan kendali, Sehun malah mengangkatnya menuju kamar.

    Meletakkan gadis itu diatas kasur. Pria itu, Sehun membuka bajunya lalu kembali mencium gadis itu. dapat Yoona rasakan kehangatan yang menjalar keseluruh tubuhnya. Ya, ia baru sadari itu, ia jatuh cinta. Tangan Sehun bergerak menyentuh kancing baju Yoona. satu kancing teratas telah dibukanya, lalu yang kedua, ketiga, keempat, kelima, dan.. melewati malam itu dengan penuh cinta.

…………………

wae? “ Tanya Sehun kepada Yoona yang terus menatapnya dalam diam.

“ pakai bajumu. “ kata Yoona malu dikarenakan Sehun yang terus mondar-mandir di dalam kamar tanpa baju.

“ hoh, sepertinya aku harus membuka celanaku juga. “ Yoona langsung menutup wajahnya dengan selimut. Hening. Ia rasakan kasur yang bergoyang. Ketika ia mengintip dari sela selimut, ternyata Sehun sudah berbaring disampingnya, menatapnya nakal.

mwoya.. “ Yoona mencoba menajuh, tetapi dengan cepat Sehun menarik pinggangnya untuk mendekatinya.

“ aku ingin mendengar sesuatu darimu. “ kata Sehun serius.

mwoga? (apa itu) “

“ tentang perasaanmu kepadaku. Hingga saat ini, aku belum pernah mendengarnya. “ Yoona terdiam mendengarnya. “ aku tahu, kau mencintaiku, tapi aku ingin mendengarnya langsung. “ masih berdiam diri. “ katakanlah.. “ memelas manja.

“ … “ Yoona mengecup bibir pria itu singkat. “ love you. “ katanya setelah itu. Sehun tersenyum bahagia. begitu juga dengan Yoona. cinta sudah menyatukan mereka, perlahan jatuh dan menjerat mereka berdua, hingga mereka tak mampu meloloskan diri dari itu.

-The End-

Ottae chingu? Mian kalau kurang bagus..

Eits, ada sequelnya loh, ditunggu ya.. 

Gomawo.. ^^

3 tanggapan untuk “When The Love Falls [Chapter 3/End]”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s