Yeoljunghan (part 13)

Displaying cute-couple-drawing-ideas-tumblr-tlgv521o.jpg

Yeoljunghan 13

Author: Serrano Putri

Cast:      Oh Sehun

                Ahn Kyung Mi (OC)

                Han Hyori (OC)

                Cho Ji Ho (OC)

                Other member exo

Genre: Romance,comedy

Rating: PG 15

Length : chapter

Hey kalian para penggemar kepinteran dan kebijakan? Oh Sehun dan Kyung Mi hehe. Mereka kembali nih 😀 . sorry updatenya lama. Be carefull typo everywhere. follow my instagram @putrinajmi, my twitter @poetrynajmi, or my facebook putri najmi. Yuk kunjungin wp aku di allfreakimagination.wordpress.com

Happy read~

“itu Kazuma dan Hyori… apa yang mereka lakukan?” kata Sehun.

manusia berharga diri tinggi seperti Sehun biasanya bukan tipe yang senang menguping. tapi Sehun melakukannya. dan kemungkinan ini penting.

“kau kan yang mengirim 5 orang itu untuk menghabisi Kyung Mi?!” teriak Kazuma kepada Hyori.

Aigoo~ Matilah aku! Sehun jadi tahu kalau aku berbohong saat aku bilang aku diincar 5 orang itu karena aku menabraknya. tangan Sehun mengepal mendengar perkataan Kazuma.

“Ne. Wae? apa urusannya denganmu? untuk apa kau peduli?” jawab Hyori dengan gaya yang arogan.

ukh, melihatnya membuatku ingin mengacak-acak wajah cantiknya itu!

“Kau tahu kalau Kyung Mi yeojachingu Sehun kan?” kata Kazuma.

“Ne. tentu saja aku tahu.”

“lalu? kenapa kau melakukan itu? kau tak puas hanya menghancurkan hidupku saja hah?”

“Sehun milikku! dan yeoja jelek itu harus mengembalikkan padaku apa yang harusnya milikku!”

“dia bukan milikmu rubah busuk. kau meninggalkan Sehun. ah! Anio, kau MEMBUANGNYA!”

“Lebih baik jaga mulutmu! Walaupun kau lebih tua daripada aku, kau pikir kau bisa bicara seenaknya padaku. Apa karena aku pernah menyukaimu dulu? Hah! bahkan dulu kau menolakku. sekarang kau mau menggodaku?”

“menggodamu? hah! lebih baik aku menggoda seekor anjing rabies daripada harus menggoda wanita rubah sepertimu.”

“ap-”

“karena perbuatanmu itu, sekarang Sehun dan yang lainnya membenciku! karena kau mengaku-ngaku telah berpacaran denganku. Bisa-bisanya kau berbuat seperti itu disaat aku mabuk.”

“mengaku-ngaku? hahaha, lucu sekali kau! kau yang menciumku duluan!”

“mungkin kau pikir aku tidak ingat, tetapi walau dalam keadaan mabuk aku ingat semuanya. kau yang menciumku dan mengatakan pada semuanya bahwa kita telah berpacaran. menjijikan.”

“begitu..? hahaha, walaupun kau ingat, tak ada satupun yang mempercayaimu. Jadi, apa maumu sekarang? lebih baik kau jangan mengungkit-ungkit masa lalu.”

Dasar rubah betina busuk! Astaga tanganku benar-benar gatal untuk menjambaknya dan mencakar wajah cantiknya itu.

“aku percaya kepadanya.” kata Sehun.

aku baru sadar ternyata Sehun sudah keluar dari tempat persembunyian kami dan berjalan ke arah Kazuma dan Hyori.

“aku percaya kepada Kazuma.” kata Sehun lagi.

“Sehun……” gumam Kazuma.

“oppa….” gumam Hyori, bisa kulihat dari mata Hyori bahwa ia ketakutan setengah mati.

sekarang Sehun sudah berdiri menghadap Hyori. tangan Hyori gemetar.

“kau mendengar semuanya?” tanya Hyori kepada Sehun.

“memangnya ada yang perlu kudengar?” tanya Sehun kepada Hyori dengan gaya yang amat cool.

woahh… Sehun keren sekali.

“i- itu semua bohong.. sungguh, dia menjebakku.” kata Hyori sambil menunjuk ke arah Kazuma.

“apa katamu-” Kazuma belum menyelesaikan kata-katanya tapi Sehun mengangkat tangannya untuk menyuruh Kazuma berhenti bicara.

lalu Sehun memutar badannya dan berbalik menghadap Kazuma.

BUAAAAAKHHH

Sehun menonjok wajah Kazuma kencang sekali.

Kazuma jatuh ke tanah.

“Kazuma! Sehun kenapa kau-” aku berteriak sambil berlari ke arah Kazuma,

“itu untuk ketidak jujuranmu pada adikmu sendiri.” kata Sehun kepada Kazuma.

‘pada adikmu sendiri’…? berarti Sehun sudah mengakui Kazuma sebagai kakaknya lagi?!

bisa kulihat mata Kazuma bersinar-sinar karena senang. Sehun sudah memaafkan Kazuma. akhirnya segala kesalah pahaman terkuak disini.

Hyori mundur beberapa langkah dan bersiap untuk lari. tapi dia terlambat, Sehun sudah lebih dulu memegang pergelangan tangannya.

“kau pikir kau mau kemana…?”

“aku… uh, aku……”

PLAAAAKKK

Sehun menampar pipi Hyori ‘cukup kencang’. tapi Hyori tersungkur ke tanah sambil memegangi pipinya. aku tak tahu kenapa dia tidak menampar rubah sialan itu sekencang-kencangnya. padahal seharusnya Sehun menampar wajahnya sampai wajah cantiknya itu tak berbentuk sama sekali!

Yaaahh itu wajar saja. karena walaupun Hyori telah berbuat sejahat itu kepada Sehun,tapi dia adalah mantan pacar yang pernah begitu dicintai Sehun. jadi mana mungkin Sehun tega memukulnya sepenuh hati.

jujur saja, melihatnya membuat hatiku cukup sakit. ternyata Sehun masih menyimpan perasaan pada Hyori walau mungkin hanya sedikit.

“oppa! bagaimana mungkin kau menamparku? aku ini Hyori! aku yeojachingu yang pernah dicintaimu!” teriak Hyori sambil menangis.

lalu Sehun berjongkok di sebelah Hyori dan mencengkeram pipinya, Sehun memutar wajah Hyori menghadap kepadaku.

“kau lihat dia? dia yeojachinguku. bukan dirimu. lihatlah baik-baik. tak ada lagi yang namanya ‘yeojachingu yang pernah dicintaimu’. hanya dia seorang bagiku, kau mengerti? dan satu lagi, kalau kau berani menyentuhnya bahkan seujung rambut pun, kau akan mati di tanganku. kau tahu bukan aku selalu menepati perkataanku? bagaimana kalau kau coba…?” bisik Sehun di kuping Hyori.

bisa kulihat mata Hyori membelalak lebar dan air matanya tidak keluar karena terlalu takut. tapi sekujur tubuhnya gemetar mendengar ancaman Sehun.

Sehun melepaskan wajah Hyori dengan hentakkan kecil lalu ia berdiri dan berjalan ke arahku dan Kazuma. aku masih dalam keadaan syok melihat perbuatan Sehun kepada Hyori tadi. aku saja begini shock-nya, aku jadi bertanya-tanya apa yang dirasakan Hyori saat Sehun mengancamnya seperti itu. kini aku tahu benar kenapa Sehun bisa memiliki pengikut yang banyak, karena dia mempunyai aura yang luar biasa. dia bisa benar-benar menakutkan dan dia juga bisa benar-benar menenangkan. tipe yang begitu cocok sebagai pemimpin.

“cepat berdiri…” kata Sehun padaku.

“hah? oh N..Ne…” sadarku dari keadaan shock-ku.

“kau juga berdiri. kita harus bicara.” kata Sehun kepada Kazuma.

“baiklah…” kata Kazuma sambil ia berdiri.

lalu kami ber-3 pergi meninggalkan Hyori.

aku kasihan sekali kepada Hyori, dia masih terduduk di jalanan saking schock-nya. matanya masih mebelalak dan dia hanya memandangi tanah saking takutnya, dan bisa kulihat dia gemetaran serta keringatan.. huh, aku turut berduka cita.

Aku, Sehun dan Kazuma pergi mengarah ke sebuah tempat makan cepat saji. sebenarnya Sehun menyuruhku pulang saja karena dia mau bicara berdua saja dengan Kazuma, tapi aku berkeras ikut. dan lagipula aku lapar sekali.

aku duduk sedangkan Sehun dan Kazuma pergi memesan makanan. hah, mereka memang cocok sebagai kakak beradik. dasar rubah busuk, bagaimana bisa dia menghancurkan hubungan keluarga mereka!!

lalu Sehun kembali diikuti Kazuma di belakangnya. aku melihat nampan yang dibawa Sehun, isinya hanya 1 porsi Hamburger, 1 porsi kentang goreng, dan 1 soda.

“Mana punyaku?” tanyaku kepada Sehun.

” pesan saja sendiri.” jawabnya.

dasar kentut neraka! tega sekali dia tidak memesankan makananku juga. aku berdiri bersiap untuk berjalan ke konter makanan, tapi Kazuma mencegahku.

“sudah kubelikan. duduk saja.” katanya

di nampan yang dibawa Kazuma ada 2 hamburger, 2 ayam goreng, 1 kentang goreng, dan 2 soda. Haaahh.. Kazuma, kau memang yang paling mengerti diriku.

“jadi kau beli banyak sekali ternyata untuk babi ini?” tanya Sehun sambil menunjukku.

“apa katamu? babi?” aku sudah bersiap maju untuk memukul Sehun, tapi dia menahan kepalaku dan terus berbicara.

“kupikir kau beli sebanyak itu lantaran nafsu makanmu tinggi. untuk apa kau belikan dia?”

“karena kulihat kau tidak membelikan dia, jadi kubelikan saja. habis dia kelaparan, kau tak lihat wajahnya?” kata Kazuma kepada Sehun.

Sehun menengok ke arahku untuk melihat ekspresiku, lalu aku langsung merubah ekspresiku seperti anak anjing yang memelas.

“haahh… aku lapaar….” kataku sambil mengedip-ngedipkan mataku.

“hentikan. itu menjijikan, aku bisa muntah di wajahmu.” kata Sehun.

dasar muka pucat… terserah saja. aku tak peduli, pokoknya aku mau makan sekarang. aku berdiri mengarah tempat duduk di sebelah Kazuma sampai Sehun memegang tanganku,” kau kira kau mau duduk dimana?”

“akan lebih mudah memakannya jika aku duduk di sebelah Kazuma. karena nampannya ada padanya.”

“duduk disini.” Sehun menarik tanganku sampai aku terduduk di sampingnya.

jadi aku duduk berdua dengan Sehun dan menghadap Kazuma yang duduk sendiri. Kazuma menyerahkan Hamburger dan sodanya kepadaku. aku mengambilnya dan membuka bungkus hamburgernya.

“selamat makaaaa-” kataku bersiap-siap melahap Hamburger yang sudah berjarak 1 senti dari mulutku.

tapi aku tak berhasil melahapnya karena Sehun meletakkan tangannya diantara mulutku dan Hamburger itu.

“jangan makan pemberiannya. Ini, makan punyaku saja!” kata Sehun.

Dasar aneh! Apa-apaan dia kenapa aku tak boleh makan hamburger pemberian Kazuma? Sedangkan dia tadi tak mau memberikan miliknya padaku. Karena kesal, aku menggigit tangan Sehun yang berada di depan mulutku kuat-kuat.

“AAAA!!! Appo. Apa-apaan kau!”protes Sehun.

“cepat berikan burgermu aku lapar. kenapa kau tak membiarkanku makan burger dari Kazuma?! Oh aku tahu! kau cemburu ya?” ledekku

“ha? Hahaha… ap- apa?? cemburu? aku tidak cemburu!” jawab Sehun gugup, tapi bisa kulihat kupingnya memerah. kupingnya selalu memerah bila dia merasa malu. kekeke.

“benarkah?” tanyaku sambil mengerlingkan mataku.

“tutup mulutmu!”

“hahahaahahaha” tiba-tiba Kazuma tertawa. ups, untuk sesaat aku lupa Kazuma berada disini.

“kenapa kau tertawa?” tanyaku.

“ka- kalian mesra sekali…hahaha”

“mesra apanya? kau tak lihat kami sedang bertengkar!” tanya Sehun.

“ahaha, sungguh.. kalian mesra sekali.. aku sampai cemburu melihatnya.. hahaha” jawab Kazuma.

entah mengapa walaupun ia tertawa tetapi dari perkataannya terdengar sedih. ah… aku lupa… Kazuma pernah bilang dia menyukaiku… ya ampun, bagaimana aku bisa lupa? Karena merasa tidak enak, aku hanya menunduk saja sambil memakan burgerku dalam diam.

“kembali ke topik, kenapa kau tak memberitahuku kalau rubah betina itu menjebakmu?” tanya Sehun.

Kazuma terdiam sesaat lalu dia berkata,”beberapa kali aku ingin menjelaskannya, tapi teman-teman mu itu tak membiarkanku bicara denganmu. dan lagi, sepertinya kau marah sekali…”

“……… yah sudahlah, lain kali jika ada apa-apa kau sebaiknya langsung memberitahu ku. jangan sampai kejadiannya jadi berlarut seperti ini dan menjadi kesalah pahaman diantara kita.”

woaahh… Sehun bisa juga bijaksana… kekeke

“sebenarnya disini itu siapa yamg menjadi kakak? Kenapa kau malah menasihatiku?” kata Kazuma

“oh iya ada satu lagi… aku akan pulang ke Jepang besok..” lanjut Kazuma.

“AP- APA?” teriakku sampai memuncratkan burger yang masih berada di dalam mulutku.

“oh ya ampun jorok sekali!! bagaimana bisa kau terlahir sebagai seorang yeoja?” kata Sehun lantaran aku memuncratkan burgerku ke tangan Sehun.

“Kau akan pulang ke Jepang besok?” tanyaku lagi mengacuhkan komentar Sehun.

“Ne. besok… hey! sebaiknya kau bersihkan dulu mulutmu itu.” kata Kazuma.

aku mengusap sisa burger yg menempel di mulutku dan bertanya lagi,” kenapa begitu cepat?”

“yah… karena memang urusanku sudah selesai disini. lagipula aku sudah berbaikan dengan Sehun, tak ada lagi yang benar-benar kuinginkan selain ini. aku senang sekali.”

“…………….” aku dan Sehun terdiam saja.

“hahaha… kalian sedih ya aku pulang secepat ini? tenang saja, kapan-kapan aku akan main kesini lagi.” kata Kazuma.

Tiba-tiba aku teringat,”oh iya, bukankah kau bilang kalau mungkin kau akan melanjutkan kuliah disini? bagaimana? tidak jadi?”

“oh itu, tidak jadi. lagipula itu kan hanya rencana. aku tidak bisa meninggalkan teman-temanku begitu saja di Jepang.” jawabnya.

“oh…….” gumamku kecewa.

” besok kau berangkat jam berapa?” tanya Sehun.

“jam 2 siang.” jawab Kazuma.

“aku akan pergi mengantar.”

“aku ikut!” kataku sambil mengangkat tanganku keatas.

“baiklah. ya ampun… sudah, makan makananmu dan jangan berisik!” kata Sehun.

jadi Kazuma akan pulang besok? kenapa begitu cepat? padahal dia baru saja kembali berbaikan dengan Sehun. kenapa dia harus cepat-cepat pulang? aku akan mengantar Kazuma besok dan mengucapkan terima kasih atas segalanya yang dia lakukan padaku. dan lagi tadi dia sengaja mendatangi Hyori karena dia membelaku.. entah bagaimana caranya dia bisa tahu kalau aku dikeroyok 5 orang.

sisa waktu saat itu kupakai dengan memakan burger dalam diam.

saat ini aku, Sehun, Kai, Baekhyun, Chanyeol dan Ji Ho sedang berada di bandara untuk mengantar Kazuma . aku sedih sekali karena Kazuma harus pulang secepat ini.

“Ya! baik-baiklah disana…” kata Sehun sambil menepuk bahu Kazuma.

“hati-hati di jalan.. dan maafkan kami atas kelakuan kami padamu selama ini.” kata kai.

“hati-hatilah dijalan Kazuma- aniki (aniki dalam bahasa jepang artinya abang)!!” teriak Baekhyun.

“hati-hati dijalan aniki. Bolehkan jika kami memanggilmu begitu?” kata Chanyeol.

“hahaha… tentu saja boleh. Aku bahkan sudah menantikan kalian memanggilku seperti itu.”

“aku tak kenal padamu, tapi hati-hatilah di jalan.” ini komentar manusia planet tak lain tak bukan adalah Ji Ho.

mereka saling berjabat tangan perpisahan. dan satu-satunya yang belum mengucapkan perpisahannya hanyalah aku. lalu aku maju dan melangkah ke depan Kazuma sehingga posisi kami sekarang berhadapan.

“hey…” kataku.

“hey….” jawab Kazuma.

“terima kasih atas segalanya…”

“tidak perlu sungkan…”

“tentang itu…..” aku mau bicara tentang pengakuan Kazuma padaku yang belum kujawab. tapi ada Sehun disini sehingga sangat tak mungkin jika aku berbicara disini.

“…. tak perlu kau jawab… tentu saja aku sudah tahu jawabannya.. baik-baiklah dengan Sehun..” jawab Kazuma.

aku melirik Sehun, sepertinya ia tak mendengar apa yang dikatakan Kazuma karena sedang sibuk memperhatikan anjing penjaga di pintu masuk bandara. untunglah, jadi dia pasti tak akan bertanya macam-macam padaku.

Tiba-tiba ada perempuan berumur kira-kira 42 tahunan berdiri di samping Kazuma. itu pasti ibunya, mata dan bibir mereka mirip.

“hey! Sehun… tidakkah kau ingin mengunjungi kami kapan-kapan ke Jepang? sebenarnya ayahmu merindukanmu, dia selalu meneleponku menanyakan keadaanmu saat aku berada di sini. kalau kau segan pergi sendiri,ajak saja teman-temanmu…” kata ibu Kazuma kepada Sehun.

“a- akan kupikirkan lagi..” jawab Sehun. kupingnya memerah, sepertinya dia senang dengan mendengar bahwa ayahnya merindukannya. apakah anggapan Sehun selama ini akan ayahnya yang tak memperhatikannya itu salah?

ya, pasti salah. melihat dia bisa salah paham juga kepada Kazuma.. -_-

ibu Kazuma tersenyum senang atas jawaban Sehun. ia berbisik kepada Kazuma ,” jangan terlalu lama, okaasan (ibu) duluan.” dan akhirnya pergi duluan kedalam tempat pemeriksaan karcis.

“nah… aku harus pergi sekarang…” kata Kazuma

“Ne. hati-hatilah di jalan” kata kami bergantian.

“sebelum aku pergi….” Kazuma menarik tanganku untuk membuatku lebih dekat dengannya lalu dia mencium pipiku.

Aku mematung karena terlalu terkejut.

“ap-apa apaan kau!?” sebal Sehun.

“hahaha… itu balasan karena kau salah paham kepadaku. sekarang kita impas!” kata Kazuma kepada Sehun sambil ia berlari ke tempat pemeriksaan karcis.

“cih.. namja busuk, kuampuni kali ini lantaran kami impas.” gumam Sehun.

aku masih terbengong karena Kazuma menciumku. sebenarnya Kazuma bukan hanya menciumku saja, tapi dia juga berbisik di telingaku,

“terima kasih juga atas semuanya… jangan lupa, aku… menyukaimu. kita rahasiakan hal ini dari Sehun. Hihihi.”

“KAU HARUS MEMBERSIHKAN PIPIMU DARI RACUN NAMJA ITU!!” kata Sehun kepadaku.

5 tanggapan untuk “Yeoljunghan (part 13)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s