Ice Cream Cake #1 ( Something kinda Crazy)

Chocolate-Malt-Ice-Cream-Cake2

Ice Cream Cake #1 ( Something Kinda Crazy )

EXO Kai | Red Velvet Seulgi

Romance,School Life

General

Claralaluchaipark aka TianiEXO

“Something kinda crazy happens to me”

 

Seulgi

menghembuskan nafas-nya, di malam yang sangat dingin ini, Ia disuruh ibu-nya membeli ramen di supermarket yang lumayan jauh dari rumah-nya. Sebelum-nya Seulgi sempat protes, tapi karena ibu-nya berjanji akan memberikan tambahan uang saku, maka Ia melakukan ini.

Dengan kecepatan penuh, Seulgi segera masuk ke dalam supermarket tersebut dan langsung mengambil beberapa bungkus ramen dan berlari menuju ke kasir. Mata-nya membulat seketika ketika melihat antrian panjang hanya ada di satu kasir, sedangkan kasir lain-nya tertutup, karena ada tulisan bahwa computer-nya rusak.

“Matilah aku, ini pasti sangat lama sekali. Banyak sekali orang yang berbelanja di malam dingin seperti ini” jengkel Seulgi, Ia merasa bahwa di belakang-nya juga sudah banyak yang mengantri.

Tanpa aba-aba, Seulgi mengangakan mulut-nya ketika melihat seorang namja yang berada di depan-nya ternyata membawa 3 kereta keranjang yang isi-nya full di penuhi berbagai macam barang.

“Belanja apa saja dia? Banyak sekali, uang-nya pasti banyak ya” pikir Seulgi sambil melihat-lihat kereta belanja namja yang ada di depan-nya ini kemudian melihat kedua tangan-nya yang memegang empat bungkus ramen.

“Jangan minder Seulgi, orang ini kan tidak mengenal-mu” batin Seulgi lagi, kemudian mengalihkan pandangan-nya dari belanjaan namja yang ada di hadapan-nya ini ke lain tempat di supermarket itu.
“Kalau disini, bisa dibuat kartu member ya? Biar dapat potongan harga” Tanya Seulgi kepada sang petugas kasir yang tengah sibuk meng-scan kode di bungkus ramen yang dibawa Seulgi. Ternyata itu jenis ramen terbaru yang baru masuk beberapa jam yang lalu, sehingga belum dimasuk-kan kodenya sehingga Seulgi harus menunggu lebih lama lagi.

“Semua-nya 12000, nona” ucapan sang petugas kasir tidak terlalu dipedulikan oleh Seulgi, sebab Ia sedang melihat namja yang tadi berbelanja sangat banyak itu tengah memasuk-kan belanjaan-nya ke dalam bagasi mobil-nya yang kebetulan terparkir tepat di halaman depan pintu masuk supermarket yang transparan.

“Ohhhh” gumam Seulgi tanpa arti.

“Semua-nya 12000 nona” ucap sang petugas kasir kembali, kali ini Seulgi berbalik karena suara sang petugas kasir yang lumayan besar dari sebelum-nya.

“Ia?” Tanya Seulgi bingung.

“Belanjaan-nya” kesal sang petugas kasir mengingat banyak orang yang masih mengantri di belakang Seulgi.

“Oh, maaf” Seulgi mengeluarkan selembar 20000 dari saku celana-nya dan memberikan-nya kepada petugas kasir yang masih memasang tampang kesal

“Terima kasih dan selamat malam” ucap sang petugas kasir dengan nada kesal yang bisa Seulgi tangkap.

“Sama-sama” Seulgi tersenyum tipis kemudian berlari kecil keluar dari supermarket.
^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Lama sekali kau, kakak” Joy merenggut jengkel ketika Seulgi memasuki rumah.

“Hei disana antrian-nya terlalu panjang, mana kasir-nya hanya ada satu lagi” balas Seulgi membuat Joy terdiam.

“Maka-nya gerakan-mu jangan terlalu lamban. Lincah-lah sepertiku” ejek Joy membuat Seulgi melipat bibir-nya kesal sambil menatap Joy.

“Mama, kak Seulgi mau memarahi-ku” Joy berteriak manja kemudian berlari kecil ke dapur.

“Hei, Seulgi cepat ramen-nya, daritadi mama sudah memanaskan air-nya” teriak ibu Seulgi.

“Ia” Seulgi dengan secepat-nya berlari ke dapur.

“Ohhhh, ini ramen keluaran terbaru. Ada iklan-nya di TV!” seru ibu Seulgi takjub. Seulgi hanya memasang tampang datar melihat ibu-nya yang seperti baru melihat bungkus ramen.

“Joy mau ramen-nya pakai apa? Pakai telur atau sayur?” Tanya ibu Seulgi kepada Joy yang tengah takjub dengan ramen baru yang ia pegang.

“Aku mau pakai telur, yang setengah matang ibu” jawab Joy masih sambil menatap bungkus ramen yang Ia pegang.

“Seulgi kau mau pakai apa?” Tanya ibu Seulgi kepada Seulgi yang tengah berpindah posisi di depan kulkas sambil meminum air.

“Aku juga mau pakai telur” jawab Seulgi,

“Ahhhh tidak!!!!!!!!!!, telur-nya tinggal satu!” kaget ibu Seulgi seperti sedang melihat hantu.

“Tinggal satu?” Seulgi menaik-kan alis kanan-nya.

“Seulgi kau harus megalah kepada Joy, kau akai sayur saja ya Seulgi sama seperti ibu” Seulgi hampir saja memuntahkan air yangbaru diminum-nya. Dengan sayur? Ohhhh tidak, bukan-nya Ia tidak suka sayur, tapi sayur yang sekarang berada di kulkas adalah brokoli, sayur yang paling Seulgi benci sedunia.

“Aku kosong saja” ucap Seulgi kepada ibu-nya yang telah mendekat ke kulkas.

“Kosong? Lalu kalau besok brokoli-nya sudah busuk bagaimana Seulgi? Kita membuang-buang makanan tahu”

“Siapa suruh ibu membeli brokoli, kalau tahu aku paling benci itu” gerutu Seulgi kesal, bibirnya mengerucut.

“Ini bukan ibu yang beli, dapat dari tetangga kita. Kalau ditolak-kan tidak baik Seulgi”

“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Seulgi beranjak keluar dapur dengan wajah yang tidak sanggup menerima kenyataan bahwa semangkuk ramen yang lezat harus hilang kelezatan-nya ketika direbus dengan brokoli.

“Jadi kau mau pakai brokoli atau tidak Seulgi?” teriak ibu Seulgi kepada Seulgi yang telah berada di ruang tengah.

“Iya” teriak Seulgi lemas.

“Hahahahhaha, siapa suruh mau jadi anak pertama?” ejek Joy yang tiba-tiba saja duduk di sebelah Seulgi yang tengah memandangi TV dengan bosan.

“Hari ini aku masih bersabar kepada-mu, tapi tunggu saja yaaaaa” balas Seulgi dengan nada mengancam, tapi tidak membuat Joy menghentikan aksi-nya menertawakan dirinya.
“Namja itu kan?!!!!!!!!!!” pekik Seulgi tiba-tiba membuat Jot terjatuh dari sofa tengah Ia pakai sebagai pijakan untuk berdiri.

“Kenapa Seulgi? Ada apa?!” teriak ibu Seulgi dari dapur.

“Tidak apa-apa bu!” balas Seulgi.

“Apaa-apaaan ini kakak, masa kakak tidak mengenal namja yang ada di TV itu?” ucap Joy sambil duduk di sebelah Seulgi yang masih tercengang menatap seorang namja yang ada di layar TV.

“Memang-nya dia siapa?” Joy langsung terbatuk ketika melihat muka tanda Tanya Seulgi.

“Jaman sekarang, kakak tidak tahu siapa dia?” Joy mengacak rambut-nya sambil menunjuk ke TV.

“Aku benar-benar tidak tahu, dia siapa? Apakah dia artis?” Joy menjitak kepala-nya sendiri.

“Artis lahh, dia itu penyanyi juga. Namja yang ada di TV itu dancing machine-nya boyband EXO. Nama-nya KAI!!!!!!!!!!!” ucap Joy dengan suara yang lumayan besar membuat Seulgi menutup kedua telinga-nya dengan kedua telapak tangan-nya.

“Tapi, diaaaaaaaaaaaa” Seulgi membuka mulut-nya lebar-lebar sambil menujuk Kai yang tengah tampil di TV.

“Diaaaaaaaaaaaaaaaa, kenapa?” Joy terlihat sedikit penasaran.

“Dia namja yang tadi di depan-ku saat mengantre di supermarket! Belanjaan-nya banyak sekali!” ucap Seulgi sambil menunjuk-nunjuk ke TV.

“APA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakan heboh Joy membuat ibu mereka yang tengah berada di dapur berlari cepat ke mereka berdua.

“Sebenar-nya ada apa dengan kalian berdua? Berteriak malam begini!” kesal ibu Seulgi dan Joy.

“Mama, kak Seulgi bertemu Kai EXO di supermarket!!!!!” histeris Joy sambil mengguncang-kan tubuh ibunya.

“Benarkah???? Apakah Ia sangat tampan?!” ibu-nya bahkan ikut heboh.

“Astaga, ibu juga tahu saipa namja itu?” kaget Seulgi dijawab dengan anggukan kepala ibunya dengan semangat.

“Kenapa aku sendiri tidak tahu, ya?” heran Seulgi sambil menggaruk dagu-nya.

“Itu karena kau selalu di kamar, tidak mau menonton TV atau mendengarkan radio. Makanya kau tidak tahu” ucap ibu Seulgi.

“Terus bagaimana, apa kau sempat berincang dengan-nya?” ibu Seulgi bersama Joy kembali heboh.

“Aku kan tidak mengenal-nya, dia juga tidak mengenal-ku jadi bagaimana mungkin kami bisa berbincang?” apa yang dikatakan Seulgi hampir membuat ibunya dan Joy pingsan.

“Kalau aku yang bertemu-nya tadi, aku langsung minta foto bersama dan tanda tangan” sesal Joy, seandai-nya tadi Ia yang disuruh membeli ramen.

“Andai ibu juga begitu” sesal ibu Seulgi karena tadi tidak membeli ramen sendiri melainkan menyuruh Seulgi yang serba kurang gaul.

“Ibu ramen-nya” ucap Seulgi membuat ibu Seulgi menepuk kening-nya kaget. Ia lupa akan ramen yang tengah direbus-nya.

“Jangan sampai itu ramen bagian-ku” doa Seulgi ketika ibunya sudah berada di dapur.

“Ramen ini bagian-mu ya Seulgi!” teriak ibu Seulgi dari dapur seketika membuat Seulgi ingin menggigit bantal sofa yang tengah dipeluk-nya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Ada apa ini, pagi-pagi?” Seulgi bertanya pada dirinya sendiri ketika melihat banyak murid yeoja berlari menuju ke sebuah mobil hitam yang mewah terparkir di depan gerbang sekolah. Seulgi sedikit susah untuk masuk ke halaman, Karena sudah terpeleh oleh banyak murid.

“KAI!!!!!!!!!!!”

“OHhhhhh Kai oppa!”

“AKU MENCINTAIMUUU!!!!!!!!!!!”

“KAAAAAIIIIIIIIIIIIII OPPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!”
Teriak-kan super bising yang hampir membuat gendang telinga Seulgi pecah itu makin menjadi-jadi saat seorang namja keluar dari dalam mobil.

“Haduhhh, aku bisa terlambat kalau seperti ini” Seulgi mulai kesal karena susah sekali menerobos masuk ke halaman sekolah.

“Permisi” Seulgi mencoba menyelip namun Ia terdorong kembali bahkan Ia hampir terjatuh kalau Ia tidak langsung mendaratkan tangan-nya daulu untuk menopang tubuh-nya.

“Permisi, aku ada piket hari ini” Seulgi mencoba lagi namun Nampak-nya Ia tidak digubris.

Seulgi menghembuskan nafas-nya kasar, pagi-pagi begini Ia sudah berkeringat dan hampir terlambat kalau tidak cepat masuk ke halaman sekolah. Namun namja yang sudah keluar dari mobil itu masih berdiri melihat-lihat tanpa mau berjalan memasuki halaman sekolah membuat keadaan gerbang sekolah makin parah.

Seulgi menghirup nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan-nya, lalu….

“MINGGIR, AKU MAU LEWAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! AKU BISA TERLAMBAT PIKET TAHU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Seulgi sekuat tenaga dengan sekencang-kencang-nya bahkan urat leher-nya sampai terlihat dan telinga-nya berubah warna menjadi merah.

Para murid yeoja yang tengah sibuk berteriak dan memperhatikan namja itu pun seketika terdiam menatap Seulgi kaget.

“Minggir!” Seulgi berjalan cepat melewati jalan yang tiba-tiba dibuka oleh banyak yeoja tersebut.
“Siapa yeoja itu?” batin Kai sambil melihat Seulgi yang sudah masuk ke halaman sekolah. Ia tersenyum kecil kemudian ikut melangkah memasuki halaman sekolah diringi oleh banyak-nya yeoja yang mengerumuni-nya.

“Kenapa mereka mengikuti-ku?” Seulgi bertanya kepada diri-nya sendiri sambil seidkit menegok ke belakang.

“Apakah mereka akan memukuli-ku, karena berteriak tadi?” panic Seulgi kemudian mulai berlari sekuat tenaga yang Ia bisa.
“Dia lari” Kai tertawa kecil keita melihat yeoja yang Ia ikuti ini mulai berlari.

“Menarik”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Apa-apaan tadi, bagaimana mungkin banyak orang mengikuti-ku dari belakang sebanyak itu” Seulgi mengatur nafas-nya karena lelah berlari memasuki kelas tadi.

“Sebenar-nya ada apa?” Tanya Seulgi sendiri. Di kelas hanya ada diri-nya saja. Teman-teman-nya belum datang.

“Aku harus bergegas piket sekarang. Supaya bisa ikut upacara pagi” Seulgi bergegas mengambil sapu yang ada di pojok belakang kelas dan mulai menyapu.

“Halo” suara seorang namja membuat Seulgi mengangkat kepala-nya, melihat ke sumber suara.

“Iy-“ Seulgi tidak dapat berkata-kata, namja yang dilihat-nya adalah namja yang tadi malam Ia lihat di supermarket dan yang keluar di TV.

“Apakah aku menganggu-mu?”
Seulgi masih mengangakan wajah-nya menatap namja yang bernama Kai itu.

“Maaf, kalau aku menganggu” Kai segera berbalik, bermaksud untuk pergi.

“Tunggu!” Seulgi segera melepas sapu-nya dan berlari menuju pintu kelas, Kai yang sudah beberapa langkah menjauh dari pintu kelas pun berhenti dan berbalik melihat Seulgi yang berdiri di pintu kelas.

“Kau, Kai EXO kan? Tadi malam kau berada di supermarket. Aku mengantre di belakang-mu!” ucap Seulgi heboh, Kai tampak bingung sesaat. Kemudian Ia tersenyum.

“Maaf aku tidak tahu, kau ada dibelakang-ku. Lagipula saat itu aku sedang menyamar, tapi bagaimana mungkin kau bisa tahu?”

“Kau sama sekali tidak terlihat berbeda, kau memakai kacamata saja” terang Seulgi, Kai mengangguk mengerti.

“Aku hampir mengira kau sasaeng fans” ucap Kai sambil tertawa.

“Lalu, tadi kau ada perlu apa?” Tanya Seulgi sontak membuat Kai berhenti tertawa.

“Aku ingin menanyakan dimana kelas XI-2. Apa kau tahu?” Tanya Kai, Seulgi mengangguk tanda bahwa Ia tahu.

“Kalau begitu dimana kelas-nya?” Tanya Kai lagi.

“Kelas yang aku sedang berdiri di pintu-nya” jawab Seulgi.

“Tapi, kenapa tidak ada papan nama kelas-nya?” Kai melihat ke dinidng atas tempat yang biasa di pasang papan nama kelas.

“Hari Jumat yang lalu, papan-nya patah karena terkena tendangan bola dari murid namja yang bermain bola di depan kelas” jelas Seulgi, Kai mengangguk-angguk mengerti.

“Berarti aku sekelas dengan-mu?”

“Iya”

“Kalau begitu, biarkan aku membantu-mu menyapu” Kai segera melangkah mendekati Seulgi.

“Tidak usah, ini hari piket-ku jadi biar aku saja” Seulgi mencegah tangan Kai sebelum menyentuh sapu yang dipegang-nya.

“Lalu aku harus buat apa?”

“Kau duduk saja di kelas sambil menunggu kapan upacara pagi” ucap Seulgi, Kai hanya ber-oh saja kemudian memasuki kelas dan mengambil tempat duduk terdekat.

“Nanti sebelum kau masuk dan belajar di kelas ini, kau harus lapor guru dulu” ucap Seulgi sambil menyapu kepada Kai.
Merasa tidak ada jawaban, Seulgi mengangkat wajah-nya untuk melihat Kai. Dan ternyata Kai sudah tertidur.

“Cepat sekali” ucap Seulgi kemudian kembali focus dengan kegiatan menyapu-nya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Kai-ssi” Seulgi berusaha membangunkan Kai yang masih tertidur, sebab suara tanda upacara pagi sudah berbunyi.

“Kai-ssi, uacara pagi-nya mau dimulai” ucap Seulgi sedikit besar membuat Kai langsung sadar dari tidur-nya.

“Iya?” Tanya Kai sambil sedikit menguap dan mengacak rambut-nya.

“Upacara pagi-nya akan dimulai, ayo kita pergi” ajak Seulgi, Kai bangun dari duduk-nya sambil memikul tas-nya mengikuti Seulgi yang sudah berjalan dahulu.

“Kau ikut baris bersama-ku di barisan kelas kita” Kai hanya mengangguk mengerti mendengar pengarahan Seulgi dan berlari kecil menyamakan langkah-nya dengan Seulgi di samping-nya.

“Hei, bukan-kah itu Kai?”

“Kai? Yang benar saja?”

“Iya, itu Kai!”

“Kai EXO?!”

“Kai!!!!!!!”

Murid yeoja yang sedang berbaris histeris seketika melihat Kai berjalan menuju barisan, mereka berlari menuju Kai dan berebutan foto dengan-nya. Seulgi yang semula-nya berada di samping Kai terdorong sampai keluar kerumunan itu.

“Ada apa ini?”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

HUAHHAHAHHAHAHHAHHAHAHHAHAHHAHAHHA ^_^

HUAAAAAAHHAHHAHAHAHHAAHHAHAHHA ^_^

HAHHAHAHHHHHAHHAHHAHAHHAHAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!

HAHHAHHAHAHHAHAHHAHAHHHAAA ^_^

Terima kasih sudah mau membaca

Dan

Jagan lupa tinggalkan comment!

21 tanggapan untuk “Ice Cream Cake #1 ( Something kinda Crazy)”

  1. Wahh seru banget ceritanyaaa🙀🙀🙀 seulgi kudet banget gatau kai siapa😏 masa ibunya tau dia gak tau hadu seulgi 😪😪 lanjutt yah ceritanya seru bangett

    1. boleh dikit ngasih saran ga?.. lebih nyaman.. kalo manggil mama diganti jadi “eomma” trus kakak seulgi jadi “seulgi eonni” tpi kalo gak diganti juga gapapa sih udah bagus…maaf ya thor sblmnya sok sok an nih aku hehehe

    2. iya soalnya, aku mau lebih memakai bahasa Indonesia sih kalau di ff ini ^_^ hehehheheh maaf yaaaa…….. terima kasih sudah mau membaca dan memberi saran ^_^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s