Delight [Page 7]


 

 

delight-copy

 

 

 Title:  DELIGHT [Page 7]

Author : seyofx

Length : Multichapter

Main cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Han Yoo Rae (OC)

Rate : Teen, PG-15

Genre : romance, school life, action, tragedy

Poster by armyjh @ indofanfictionsart gamsahamnida~

 

Punisher.

Sudah kuduga dia adalah dalang dari semua ini, ia berniat menghancurkan pesta ulangtahun Kyungsoo dan menyebarkan terror ke semua orang. Tapi kali ini dia berbeda, dia bisa terbang. Bagaimana caranya dia bisa terbang seperti itu?

“Yoo Rae!”

Tiba-tiba aku merasa seseorang menarik tubuhku, dan dia sangat tepat waktu karena ketika tubuhku tertarik, Punisher menembakkan laser kearahku, lalu orang itu menembakkan laser ke Punisher dari telapak tangannya. Ternyata dia adalah Jongin

“Gwenchana?” Tanya Jongin

“Jongin? Bagaimana kamu bisa disini?” tanyaku

“aku diundang ke acara ini, dan saat aku baru saja datang tiba-tiba acara sudah seperti ini.” Jongin membantuku untuk berdiri

“Ya!” Sulli berlari kearah kami

“kalian baik-baik saja?” Tanya Sulli, aku dan Jongin mengangguk. Lalu Sulli melemparkan pistol kecil kearahku

“Tapi…”

“pakailah untuk jaga-jaga. Aku tahu kamu tidak biasa dengan pistol tetapi untuk keadaan darurat seperti sekarang mau tidak mau harus mengandalkan 2 senjata.” Jawab Sulli

Sulli terlihat ingin memberikan pistol ke Jongin, tetapi Jongin menolaknya “tubuhku sudah memuat bnyk jenis senjata.” Katanya

“Arraseo, ayo ikut aku!”

 

Kyungsoo’s P.O.V

 

“ini penyerangan dari Punisher, dan para pasukan ini bukan simulasi! Jadi berhati-hatilah, kemungkinan besar jika kamu tidak berhati-hati maka para tamu undangan akan terluka!” kata Kay di headsetku

“aku mengerti. Kay, bisakah kamu melacak dimana hyung dan ibuku? Agar aku bisa menghampiri mereka untuk mengungsikan mereka” tanyaku

“mereka ada di…”

“oh halo Do Kyungsoo. Selamat ulang tahun!”

Sial! Punisher memutus komunikasiku dengan Kay sehingga ia bisa menyeludup untuk berkomunikasi denganku lewat headset ini.

“Ige mwoya?! Apa yang kau lakukan bodoh!” ujarku sambil menghajar pasukan-pasukan si topeng kabuki yang berusaha untuk mengalahkanku

“Aku? Aku hanya ingin datang bersama anak buahku untuk memberikan hadiah ulang tahun. Ah, maafkan anak buahku itu dia memang brutal kalau sedang lapar. Kamu menyediakan banyak makanan kan untuk mereka?”

“brengsek!” ujarku kesal

“sepertinya kamu sudah tidak sabar untuk menerima hadiahku. Baiklah, kita mulai saja hadiah pertamanya.”

“Ya! Jangan berpura-pura bodoh, brengsek! Lebih baik kau cepatlah pergi!”

“Ngomong-ngomong ada kakakmu disini, dia akan menjadi hadiah pertama dariku untukmu. Min Jun-ah, cepat katakan kata-kata terakhirmu”

Min Jun?! kenapa tiba-tiba dia berada di dekat hyung?! Dan apa maksud dari kata-kata terakhir?!

“Kyungsoo-ah, selamat ulang tahun…”

BOOM!

Aku mendengar suara ledakan yang keras dan asap tebal di depan rumah. Aku langsung menyalakan sepatu jetku dan berlari cepat menuju depan rumah. Dan aku melihat sebuah mobil yang terbakar oleh kobaran api yang amat sangat besar.

“Ada apa ini?!” Tanya seseorang

“ada seorang lelaki yang terbakar di dalam mobil itu.” Jawab yg lain

“kenapa tidak ada yg memadamkan api itu?”

“ada seseorang yg menyeramkan meminta semua orang untuk tidak memadamkan apinya. Karena itu kami tidak berani untuk memadamkan api.” Jawab orang itu

“Bodoh!” aku langsung berlari mengambil air sebanyak-banyaknya hingga api itu padam. Saat aku mendekati mobil, mobil itu sudah habis terbakar dan tubuh hyung sudah terbakar hingga menjadi abu

“HYUNG!!!!!!” Erangku

“maafkan aku jika hadiah pertamaku ini buruk, Kyungso-ssi. Sekarang mari kita ke hadiah ke…”

“Diam!!!” ujarku ketika mendengar suara Punisher di headset

“Aigoo. Mianhae aku mengganggu kegembiraanmu. Ah kalau begitu langsung saja ke hadiah kedua dariku. Well, aku tahu kalau ibumu adalah salah satu orang yang kamu sayang. Dan sekarang dia ada disampingku. Hey, nyonya Do apakah kamu ingin mengatakan kata-kata terakhirmu?”

“Eomma!!!” Aku mendorong semua orang yang menutup jalan dan langsung berlari menuju kamar eomma. Ketika aku membuka pintu kamar eomma, tubuhku mendadak lemas setelah melihat tubuh eomma yang tak berdaya diatas lantai, dengan darah yang mengucur di kepalanya.

Aku langsung menghampiri tubuh eomma dan memelukku, Sial! Dia tidak puas dengan membunuh hyung saja, dia pun membunuh eomma juga!

“eomma! Ayo bangun..bangun!” tangisku sembari memeluknya erat.

“Kyungsoo-ssi! Apakah kamu senang dengan hadiah keduaku? Aku senang karena ibumu ternyata cukup penurut juga sehingga aku bisa memberi hadiah untukmu dengan mudah. Dan hmm, aku rasa aku ingin melihat teman perempuanmu itu, siapa namanya? Han Yoo Rae? Anak dr Mr dan Mrs Han itu kan? Hahaha.”

Yoo Rae!

Aku melihat Yoo Rae sedang melawan anak buah Punisher dari jendela. Lalu aku melihat Punisher yang terbang mendekati Yoo Rae. Kemudian aku meletakkan jasad ibu di lantai lalu mengambil beberapa langkah mundur. Aku kemudian menyalakan jet di sepatu dan berlari kencang sehingga jendela kaca besar kamar ibu pecah dan aku bisa cepat menuju Yoo Rae.

“HAN YOO RAE!!”

Aku memeluk Yoo Rae dan mendorongnya sehingga ia tidak terkena laser. Setelah itu aku berdiri dan memukul keras pipi Punisher yang ditutupi topeng itu, lalu menendangnya keras. Punisher pun terjatuh, aku langsung berjalan cepat menghampiri Yoo Rae

“Gwenchana?” aku mengusap pipi Yoo Rae yang terkena sedikit laser. Yoo Rae mengangguk

“AWAS!!”

Aku menengok ke belakang dan melihat Punisher yang mengarahkan pisau kearahku, tetapi kemudian ia terkena laser. Ternyata laser itu berasal dari tangan Jongin

“You’re welcome.” Kata Jongin seraya tahu bahwa aku dan Yoo Rae berterimakasih kepadanya.

Anak buah Punisher langsung menghampiri Punisher yang terkapar dan membantunya untuk berdiri. Punisher melihatku dan Yoo Rae

“ah jinja, tidak kusangka kedatangku ini membuat pesta ulang tahunmu menjadi lebih meriah.” Ucapnya sembari menujukkan senyum liciknya

“Well, aku harap kamu menyukai hadiah-hadiah dariku. Sampai ketemu di malam bulan purnama nanti.” Setelah Punisher mengucapkan itu, ia dan anak buahnya pun tiba-tiba menghilang.

Aku terdiam, jasad ibuku dan mobil yang terbakar bersama hyungku masing terbayang-bayang di pikiranku. Dan, secara tidak sadar aku mengeluarkan bulir-bulir air mata, Yoo Rae mengusap air mata di pipiku. “Waeyo?” tanya dia

Aku memegang tangannya dan menurunkan tangannya dari pipiku, aku langsung memeluknya erat dan menangis. “hyung…eomma….mereka tiada.” Isakku

Yoo Rae memelukku erat, ia mengelus punggungku. “Gwenchana…semuanya akan baik-baik saja.”

 

~**~

 

Yoo Rae’s P.O.V

 

Aku terbangun dari tidur yang menurutku tidur yang cukup panjang. Tetapi aku merasa berada di tempat yang berbeda. Rumah sakit yang kutempati adalah rumah sakit Seoul yang sempat menjadi tempat syuting drama ‘Emergency Couple’ (ya, aku lupa namanya). Dan sekarang aku berada di ruangan bercat biru seperti ruangan Katniss Everdeen di Capitol di film Hunger Games.

Ah, ini pasti rumah sakit rahasia Ahn Corp.

Aku mencoba mencari jarum infus di tanganku, tetapi yang kutemukan adalah sebuah jepitan di jari telunjukku, aku menatapi jepitan itu baik-baik. Sepertinya ini adalah alat infus mereka. Keren juga

Aku berjalan keluar dari kamar, para suster terlihat berlalu-lalang. Beberapa dari mereka menyapaku, dan ada juga yang hanya melemparkan senyum kepadaku. Aku mencoba mengingat-ingat kejadian saat hari ulang tahun Kyungsoo.

Selain Sulli, ada juga agent-agent yang membantuku saat itu. Seperti, Chanyeol yang ternyata juga agent rahasia Ahn Corp, dia membantuku dengan busurnya seperti Hawkeyes. Lalu Wendy Son, kata Sulli dia adalah mutant percobaan milik SKA. Dia membantuku dengan kekuatan teleknisnya, seperti Scarlett Witch atau Wanda Maximoff di Avengers.

Aku mengintip satu persatu pintu-pintu rumah sakit. Aku melihat Sulli yang terbaring di kasur rumah sakit dengan jepitan infus di telunjuknya sepertiku. Dan aku melihat Chanyeol yang sedang menonton TV dengan tangannya yang dibalut perban.

Dimana Kyungsoo?

“Agent D.O? tadi sih saya ke kamarnya untuk mengantar makanan dan dia masih ada di kamarnya. Mungkin dia di kamar mandi saat kamu ke kamarnya.”

Aku pun kembali masuk ke kamar Kyungsoo. Tetapi tetap saja aku tidak menemukannya, tetapi aku melihat jendela yang terbuka, dan sepatu nike airmax berwarna biru muda. Aku melihat sepatu itu dan terdapat surat di dalamnya

Pencet tombolnya, dan keluarlah dari jendela. Aku ada di rooftop

Ini pasti dari Kyungsoo. Aku pun memakai sepatu itu dan memencet tombolnya, dan wow! Tiba-tiba saja aku melayang, dan aku mencoba berjalan diatas udara, keren! Aku langsung melompat ke jendela, kemudian berjalan keatas menuju rooftop seperti yang dikatakan Kyungsoo di suratnya. Ketika aku sudah sampai di rooftop, aku melihat Kyungsoo yang sedang duduk, ia ternyata memakai sepatu yg sama denganku. Ia melihatku dan tersenyum nanar

“hei.” Sapanya

“hei.” Aku berjalan menghampirinya dan duduk disampingnya, “sepatu ini keren! Apa ini sama seperti sepatu jetmu?” tanyaku, Kyungsoo menggelengkan kepalanya

“itu namanya sepatu gravitasi, biasanya dipakai untuk agent-agent pemula. Tetapi ibumu walaupun sudah pro tetap saja memakai sepatu gravitasi.” Jawab Kyungsoo

“maksudmu, ini sepatu ibuku?” tanyaku, Kyungsoo tersenyum

“benar. Itu salah satu dari koleksinya.” Jawab Kyungsoo

“whoa. Daebak.” Kyungsoo tersenyum kecil melihat tingkahku

“kau..masih sedih dengan kejadian kemarin? Dan nanti kamu tinggal dengan siapa?” tanyaku

“sedikit. Sebenarnya tanteku sudah menawarkanku untuk pindah kerumahnya kemarin tetapi aku menolaknya. Aku meminta keluargaku untuk membiarkanku tinggal sendiri dulu, untuk urusan makan atau apapun biar para pembantu yg mengurusku.” Jawab Kyungsoo

“kenapa? Kalau aku jadi kamu sih aku pindah aja, ya mentok-mentok sih minta tante untuk mengurusku dirumah.” Tanyaku

“Aku ingin sendiri dulu. Dan aku gak mau pindah karena aku gak mau ninggalin seseorang disini.” Ucapnya

“seseorang? Siapa?” tanyaku

“coba saja tebak.” Kata Kyungsoo

“Ya! Aku malas main tebak-tebakan. Begini saja, kamu cium orang yg kamu gakmau tinggalin kalau itu cewek, atau peluk orang itu kalau dia cowok. Setuju gak?” tawarku

“oke siapa takut!”

“kapan kamu akan melakukannya?”

“sekarang juga bisa.”

Aku menaikkan alis mataku ketika mendengar jawaban Kyungsoo. “sekarang? Gimana…”

Ucapanku terhenti ketika tiba-tiba bibir Kyungsoo menyentuh bibirku. Kyungsoo memegang pipiku dan mencium bibirku lembut. Aku terdiam tidak membalasnya karena kaget dengan tingkahnya itu, Kyungsoo terlihat seperti menunggu balasan ciumanku. Lalu, aku memutuskan untuk melepasnya pelan

“A-aku?” aku menutup mulutku dengan telapak tangan, aku masih tidak percaya ia baru saja menciumku

“Iya, kamu.” Jawab Kyungsoo

Keheningan kami terpecah setelah mendengar handphone Kyungsoo yang berdering. Kyungsoo pun mengangkat telpon itu

 

10 tanggapan untuk “Delight [Page 7]”

  1. thor juni berapa chapter(?) ya mau keluar? KEEP WRITING THOR~ ini FF action yang gue suka apalagi tentang agen rahasia 🙂

  2. uwaaaahhh dri awal aku bca ff ini emng dah ska dan critanya mkin ke sni mkin seru…
    di tunggu ya kelanjutannya author 🙂

  3. ya ampuuuun yang d tunggu2 akhirnya ngepost jga ….. wah kasian kyungsoo oppa hiks hiks
    yeo rae kaget tapi senneng kan ?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s