Love & Truth (part 7) #Sequel of Devil Child

Displaying Love & Truth Cover +3.jpg

Author : Z

Title : Love & Truth (part 7) #Sequel of Devil Child

Cast :

☆ Kim Jong In (Kai nama asli di dunia iblis)

☆ Rim Sung Ha (OC)

☆ Oh Sehun

☆ Lee Eun Ju (OC)

☆ Min Yoon Gi a.k.a Suga

☆ Yao Ming Ming

☆ Ahn Hee Yeon a.k.a Hani

☆ Jung Ye Rin

☆ Kim Jin Woo

☆ Lee Seung Hoon

☆ ….

Lenght : Chapter

Genre : Fantasy, Romance, Mistery, Supernatural, Action, Gore

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Huh! Part yang ini z sempat pending seminggu lebih karena mood nulis menurun. Ditambah tugas dan ulangan yang cukup menguras waktu dan pikoran. Dan keadaan sekitar yang kurang kondusif untuk mengkhayal(?) ditambah gara-gara liat foto kai yang keliatan gemuk dan -kekerenannya berkurang drastis- membuat z sedikit sulit membayangkan wajahnya lagi 😥 dan maaf part ini sedikit lama dan mungkin part 8 juga akan sedikit lama karena kendala tugas-tugas.

Happy reading..

TYPO IS MY STYLE!

Eun Ju melihat ke kanan dan ke kiri. Sejauh mata memandang ia hanya bisa melihat padang bunga dengan bunga berwarna hitam seluruhnya. “Dimana ini?” Eun Ju berlari kesana kemari mencari jalan.

 

Yeoja itu berhenti berlari saat ia melihat dua sosok yeoja tengah terbaring di dua buah ranjang yang berdekatan di tengah-tengah hamparan bunga. Eun Ju mendekati ranjang itu. Ia terkejut saat melihat kedua wajah yeoja itu, keduanya mirip dengannya. Yeoja yang kanan tampak cantik dengan gaun putih bersihnya. Sedangkan yeoja yang kiri, ia terlihat cantik dengan gaun berwarna hitamnya.

 

“Siapa mereka sebenarnya?” Eun Ju terlihat semakin bingung akan apa yang terjadi. Siapa kedua yeoja itu? Apakah mereka masih hidup?

 

Sebuah layar transparan muncul di antara ke dua yeoja itu. Layar itu mulai menampilkan sebuah kejadian demi kejadian yang Eun Ju sama sekali tak mengerti. Yeoja itu terlus memperhatikan layar yang seperti sedang menampikan cuplika film dokumenter itu. Bukankah itu Kai? Gumam Eun Ju dalam hati saat melihat seorang namja yang tertera pada layar.

 

Apakah itu sebuah ingatan?

Eun Ju terus memperhatikan setiap detik gambaran yang terputar pada layar itu. Ia sekarang mengerti. Itu adalah kisah Kai saat di dunia manusia bersama yeoja bernama Sung Ha (era devil child). Ia mengetahui fakta baru bahwa Sung Ha adalah malaikat setengah iblis yang terlahir dari Ratu malaikat dan kandidat Raja iblis.

Eun Ju melihat kedua yeoja itu. Eun Ju menyimpulkan bahwa yeoja yang terbaring di kanan adalah Sung Ha sebagai malaikat dan yeoja yang terbaring di kiri adalah Sung Ha sebagai iblis. Tapi Eun Ju tak mengerti kenapa mereka ada dua jika sebenarnya mereka adalah satu?

Eun Ju berdiri di antara kedua yeoja itu. Ia menyentuh tangan Sung Ha dengan gaun putihnya, dingin. Tangan yeoja itu dingin. Setelah melihat tayangan tadi. Ia sedikit banyak mengerti akan sifat Sung Ha dan kenapa Kai bisa menyukai yeoja itu. Eun Ju menoleh ke arah Sung Ha dengan gaun hitamnya. Perbedaanlah yang memisahkan mereka. Apakah saat mereka sama. Mereka bisa bersatu?

Eun Ju beralih memegang tangan Sung Ha dengan gaun hitamnya. Tangannya juga terasa dingin. “Aw!” rintih Eun Ju saat ia merasakan sesuatu menusuk jarinya. Yeoja itu reflek mengibas-ngibaskan tangannya dan cincin itu terlepas dengan sendirinya, terjatuh tepat di dekat kaki Eun Ju. Yeoja itu menunduk dan mengambil cincin yang baru saja terlepas dari jarinya itu.

Eun Ju menoleh ke arah Sung Ha dengan gaun hitamnya. Apakah cincin itu ada hubungannya dengan Sung Ha? Pikir Eun Ju.

Entah ide dari mana. Eun Ju memasangkan cincin itu pada Sung Ha dengan gaun hitamnya. Tak terjadi apa-apa. Hingga beberapa lama kemudian.

Tes

Eun Ju mendengar suara tetesan air. Bukannya mengedarkan pandangannya, mata Eun Ju terfokus pada mata Sung Ha yang tertutup. Yeoja itu menangis. “Jong In..” lirihnya masih menutup matanya.

Jong In? Itu nama Kai. “Sung Ha?” panggil Eun Ju sedikit ragu. Namun tak ada jawaban.

“Jong In..” lirihnya lagi. Air mata Sung Ha kembali menetes dari pelupuk matanya yang tertutup.

ʚ Love & Truth ɞ

“Sehun.” panggil Seung Hoon. Ia memperingatkan Sehun untuk tidak mendekati kedua yeoja itu. Entah kenapa ia memiliki firasat bahwa debu hitam yang mengelilingi kedua yeoja itu bisa menyerang sewaktu-waktu. Firasat namja itu di perkuat dengan bergeraknya debu hitam itu semakin cepat dan menyambar di sekelilingnya beberapa kali.

Bukan Sehun jika ia mendengarkan perkadaan iblis lain. Ia tetap mendekati Sung Ha. Entah kenapa di dalam dirinya berkata bahwa ia harus memisahkan mereka. Bagaimanapun caranya.

Sehun mengeluarkan sayapnya. Namja itu mengarahkan apinya untuk menembus debu yang mengelilingi Sung Ha. Namun usahanya gagal, api itu terpental oleh gejolak debu hitam yang tebal. Tak berhenti sampai disitu, Sehun kembali mencoba dan mencobanya bahkan dengan api yang lebih besar.

Seung Hoon memundurkan langkahnya karena gejolak api yang hampir mengenainya. Sepertinya Sehun benar-benar serius untuk menembus debu hitam itu.

Bruss!

Akhirnya api Sehun dapat menembus debu itu pada percobaannya yang kesekian kali. Debu hitam itu mulai menghilang perlahan, menampakkan dua sosok yeoja yang tergeletak begitu saja di lantai. Apakah mereka pingsan?

Sehun menghampiri Sung Ha. Namja itu membopong tubuh Sung Ha. “Biarkan manusia itu di situ. Aku akan segera kembali.” ucap Sehun saat melewati Seung Hoon dan keluar dari ruangan itu.

Sehun membaringkan tubuh Sung Ha di sebuah ranjang di rumah itu. Walaupun tak terlalu besar, setidaknya itu cukup untuk mengistirahatkan Sung Ha untuk sementara. Setelah selesai, Sehun meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruangan dimana manusia itu dikurung.

ʚ Love & Truth ɞ

Mata Kai mulai terbuka perlahan. Hal yang pertama kali tertangkap oleh matanya adalah kunang-kunang yang berterbangan dengan cahaya biru muda yang terpancar dari tubuh kuang-kuang itu. Kai semakin memperjelas pengelihatannya dengan cara mengerjapkannya beberapa kali.

Namja itu mendudukkan tubuhnya, ia memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing. Namja itu mengedarkan pandangannya. Dimana ini? Itulah yang pertama kali terlintas di pikirannya.

Ia menundukkan pandangannya, melihat tempatnya duduk. Ia tengah terduduk di sebuah rerumputan dan dedaunan yang sepertinya sengaja dibentuk menyerupai sebuah ranjang. Ia mengedarkan pandangannya dan menyimpulkan bahwa ia tengah berada di sebuah gua.

Sorot mata Kai tertuju pada sebuah kepala yang muncul dari balik dinding gua. Kepala itu tampak kecil, apakah dia kurcaci? Mata mereka bertemu dan seketika pelilik kepala itu menarik kepalanya, ia takut bertatapan dengan Kai.

Perlahan pemilik kepala itu kembali mengintip namun ia kembali menariknya kembali karena Kai masih menatapnya. Ia menyatukan kedua tangannya karena gelisah. “Siapa?” ia terlonjak saat mendengar suara berat itu, suara Kai. “Keluarlah.”

Ia kembali menjulurkan kepalanya dan perlahan mulai keluar dari tempat persembunyiannya. Kai mengerutkan keningnya, makhluk apa itu? Dari tempatnya duduk ia bisa melihat sebuah makhluk berukuran sepertiga dari ukuran tubuhnya. “K-kau sudah bangun..” Kai bisa mendengar kegugupan dari suara namja kecil itu.

“Dimana ini?” tanya Kai.

“I-ini ru-rumahku.” Kai bangkit dari duduknya membuat namja kecil itu memundurkan langkahnya dan berlari ketempat persembunyiannya lagi, di balik dinding gua. Ia tampak bebar-benar takut.

“Kenapa kau lari?” Kai menghampiri namja itu dan membuat namja itu berlari menghindarinya tapi ia terjatuh, membuat Kai semakin mudah mendekatinya. Kai mengulurkan tangannya, berniat membantu namja itu berdiri. “Terima kasih telah menolongku.” ucap Kai dan tersenyum.

Namja itu melihat tangan Kai lama hingga pada akhirnya dengan ragu ia meraihnya dan berdiri. “K-kenapa kau bisa berada di hutan ini?” tanya namja kicil itu.

“Kau sendiri?”

“Aku?” namja itu berpikir sejenak. “Aku adalah penjaga hutan ini..” namja kecil itu menunduk, menatap lantai gua yang dipijaknya. “Tapi itu dulu..” lanjutnya.

“Dulu?” ulang Kai.

“Ya, dulu. Sebelum mereka datang ke hutan ini dan membuat kerusuhan.”

“Mereka?” ulang Kai, meminta penjelasan lebih lanjut.

“Para iblis yang tiga tahun lalu tiba-tiba membuat hutan ini menjadi tempat tinggal mereka.” namja itu kembali mengingat kejadian tiga tahun lalu saat para iblis itu pertama kali datang ke hutan itu. “Mereka menghancurkan semuanya. Hutan ini sudah tak seperti dulu. Para makhluk hutan yang dulu hidup bebas, sekarang telah diperbudak oleh mereka. Ini semua karena Raja. Jika saja Raja tak membiarkan mereka memasuki hutan ini, hutan ini akan damai seperti dulu.” jelas namja itu.

“Siapa namamu?” tanya Kai.

“Geori.”

“Apakah kau membenci Raja?”

“Ya. Dia membuat hutanku menjadi berantakan.” Kai hanya mengangguk, mengerti dengan ucapan Geori, anehnya ia tak marah. Ia tengah bersikap seperti seorang Raja yang tengah mendengar keluhan rakyatnya.

“Lalu kenapa kau bisa berada di sini? Sepertinya kau bukan salah satu dari mereka.”

“Aku sedang mencari yeoja yang diculik oleh mereka.”

Geori mengangguk, mengerti. “Kau tak akan bisa menemukan yeoja itu.” ucap Geori, menatap wajah Kai.

“Kenapa?”

“Karena hutan ini sangat luas dan tak sembarang iblis mengetahui seluk beluk hutan ini. Ditambah makhluk hutan yang telah diperbudak oleh mereka. Kau pasti sudah bertemu mereka.”

“Makhluk sialan itu? Mereka sangat menyebalkan. Tapi kau tenang saja, aku akan segera menemukan yeoja itu dan membawanya pulang.”

“Itu mustahil!”

“Tak ada yang mustahil untuk Raja iblis.” ucap Kai dan tersenyum.

Geori terdiam. Tak ada yang mustahil untuk Raja iblis? Apakah..? Geori menatap Kai dengan bingung dan penuh tanya. “Siapa kau?”

“Kai. Raja dari dunia iblis.”

Mata Geori membulat, dugaannya benar. Jadi namja di hadapannya adalah Raja iblis? Geori segera bersujut, ia meminta ampun karena telah menjelek-jelekkan Raja. “Maafkan aku! Aku mohon maafkan aku! Aku mohon jangan hukum aku!”

Kai berjongkok dan mengangkat tubuh namja itu agar tak lagi bersujud di hadapannya. “Sudahlah, aku tidak akan menghukummu. Tapi dengan satu syarat.”

“Apa itu?”

ʚ Love & Truth ɞ

Kai mengikuti Geori yang berjalan di depannya. Mereka berjalan menembus hutan yang lebat dan gelap itu. Langkah Geori terhenti diikuti dengan Kai yang juga berhenti. Geori kembali memejamkan matanya, merasakan keberadaan seluruh makhluk yang ada di hutan itu. Ya, itulah kemampuan alami dari Geori, sang penjaga hutam. Ia bisa merasakan keberadaan seluruh makhluk di hutan itu walaupun hutan itu dapat menutup pancaran aura.

Geori membuka matanya, ia melanjutkan jalannya ke arah barat laut dan Kai kembali mengikutinya.

Beberapa puluh menit kemudian Geori tiba-tiba berhenti. Ia berlari memeluk kaki Kai. Ia tampak ketakutan. “Ada apa?” tanya Kai.

“Makhluk itu datang.” Kai mengedarkan pandangannya namun tak menemukan apapun, makhluk itu benar-benar pintar bersembunyi. “Dari arah depan..” gumam Geori masih memeluk kaki Kai.

Kai segera mengalihkan pandangannya kearah depan. “Dua..” gumam Geori. “Tidak tapi tiga. Mereka ada tiga.”

ʚ Love & Truth ɞ

Eun Ju membuka matanya perlahan. Yeoja itu mengerjap beberapa kali untuk bisa melihat dengan jelas keadaan sekitarnya. Ia merasakan sesuatu yang dingin melilit kedua kakinya. Yeoja itu meraba kedua kakinya dan menemukan kakinya tengah terantai.

“Kau sudah sadar?” Eun Ju mendongakkan kepalanya, menatap namja yang entah darimana datangnya itu. Namja itu berdiri di hadapannya dari balik jeruji besi.

“Apa kau kau inginkan dariku?” tanya Eun Ju sengit. Ia menatap namja itu dengan tajam.

Namja itu berjongkak, mensejajarkan tubuhnya dengan Eun Ju. “Kau tau siapa aku?” tanya namja itu.

“Aku tau! Kau adalah Oh Sehun, si penghianat itu!”

Sehun mengeringai. Penghianat? Kata itu terdengar begitu lucu di telinganya. “Kau mengenal Kai? Seberapa jauh?”

Eun Ju tiba-tiba terdiam. Ia teringat kejadian tadi, kejadian yang ia tau telah terjadi di bawah alam sadarnya. “Aku tidak mengenalnya..” gumam Eun Ju pelan.

Sehun kembali menyeringai. Ia tak bahwa Eun Ju berbohong, ia sangat yakin itu. Namja itu mendekatkan wajahnya, hampir menempel dengan jeruji besi, ia menatap tajam Eun Ju. “Kau mengenal Sung Ha?” tanyanya penuh penekanan.

“Ti-tidak..” Eun Ju menundukkan kepalanya, membuat kontak mata mereka terputus. Eun Ju merasa takut dengan tatapan Sehun yang seperti itu.

“Apa yang kau dan Sung Ha lalukan tadi?” tanya Sehun masih dengan penekanannya.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” gumam Eun Ju pelan.

Sehun mengambil sebuah rantai yang ada di dekat kakinya. Ia menarik rantai itu dan membuat Eun Ju memekik karena tubuhnya tertarik mendekat dengan Sehun. “Jika kau tau siapa aku. Seharusnya kau tak bermain-main denganku. Kau mengerti?” tangan kanan Sehun meraih dagu Eun Ju dan memaksa yeoja itu untuk menatap mata tajamnya. “Beri tau aku. Apa yang kalian lakukan tadi.”

“Kami tidak melakukan apapun.” jawab Eun Ju dengan gemetar.

“Aku bukanlah tipe iblis yang suka dibohongi.” Eun Ju menelan salivanya dengan susah payah. Matanya masih bertatapan dengan mata tajam Sehun. Ia tak ingin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Ia telah berjanji pada sosok Sung Ha. Ia akan terus bertahan dengan keadaan apapun. Dan dengan secercap karapan bahwa Kai akan datang untuk menyelamatkannya.

“Aku tidak sedang berbohong.”

Mata Eun Ju terbelak saat sayap hitam Sehun tiba-tiba muncul dari punggung namja itu. Sehun semakin mengangkat dagu Eun Ju, menatap mata yeoja itu dengan tajam. “Sudah kubilang aku bukanlah tipe iblis yang suka dibohongi.”

ʚ Love & Truth ɞ

Sebuah makhluk berwarna hitam berubah menjadi abu dan menghilang tersapu angin. “Satu lagi bersembunyi di balik pohon ketiga dari kiri.” bisik Geori pada Kai.

Kai tersenyum dan dalam sekejap mata ia menghilang dari tempatnya berdiri. Tak lama teriakan sebuah makhluk menggema di sekitar hutan itu. Kai berhasil memusnahkan makhluk itu dengan mudah. Itupun berkat bantuan Geori yang sangat membantunya.

Kai berjalan menghampiri Geori. Sayap namja itu kembali menghilang dari punggungnya. “Ini terlihat lebih mudah.”

“Sebaiknya kita terbang jika ingin lebih cepat menemukannya.”

“Ide bagus.” Kai kembali mengeluarkan sayapnya dan bersiap akan terbang.

“Tapi aku tak bisa terbang.” Kai menoleh ke arah Geori. Namja itu mengangkat tubuh kecil namja itu dan menggendongnya.

Dari atas mereka bisa melihat betapa luasnya hutan itu. “Kemana kita harus pergi?” tanya Kai.

Geori menutup matanya, ia kembali memunculkan keahliannya. “Kesana.” Geori menunjuk tepat kedepan mereka. Dengan patuh Kai terbang mengikuti petunjuk dari Geori.

Saat mereka melintasi sebuah pohon yang tampak seperti pohon tertinggi di hutan itu Kai terus memandanginya. Entah kenapa ia merasakan sesuatu dari pohon itu. “Ada apa?” tanya Geori.

Kai kembali memfokuskan pandangannya ke depan. “Bukan apa-apa.”

Geori menunjuk sebuah pohon yang terlihat mencolok di antara pohon-pohon yang lain. “Kita turun di sana.” ucap Geori memberi intruksi. Yang saat itu juga segera di laksanakan oleh Kai.

Kai menatap pohon yang terlihat mencolok itu. “Di sana adalah tempat persembunyian mereka.”

“Pohon itu?”

“Bukan. Pohon itu hanya sebuah tanda,” Geori menunjuk udara yang ada di samping pohon itu. “Tapi di sana. Mereka membuat ilusi agar tak ada iblis yang mengetahuinya. Kecuali pengikut mereka.”

Kai melangkahkan kakinya mendekati tempat yang di tunjuk oleh Geori namun baru beberapa langkan namja itu berhenti dan menoleh ke belakang. “Ada apa?” tanyanya pada Geori yang masih berdiri di tempatnya.

“Aku tidak mau masuk ke sana. Aku takut dengan mereka.”

“Lalu kau akan tinggal di sini? Bagaimana jika ada makhluk yang menyerangmu? Atau bahkan membunuhmu?” Kai mulai menakut-nakuti Geori agar namja itu mau ikut bersamanya. Ya walaupun Kai juga tidak memaksanya ikut dengannya.

“A-aku bisa menanganinya.” jawab Geori ragu.

“Benarkah? Baguslah kalau begitu.” Kai kembali melanjutkan langkahnya dan tubuh namja itu menghilang setelah mendekati suatu udara di dekat pohon itu.

Geori melihat ke kanan dan ke kiri. Ia menyatukan jari-jemarinya tanda ia mulai takut. Ia merasakan beberapa pasang mata di belakangnya. “Tunggu aku!” namja itu berlari mengikuti jejak Kai dan menghilang di tempat yang sama dengan Kai.

Bruk!

Tubuh Geori menabrak kaki Kai dan membuatnya terhuyung, beruntung ia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh. “Jangan berdiri di depan portal!” Geori mengusap keningnya yang barus saja bertemu dengan kaki Kai. Namja itu mendongakkan pandangannya, menatap Kai yang hanya terdiam, lebih tepatnya terbengong.

Geori mengikuti arah pandang Kai. Ia menemuka sebuah ruamah tua dan.. Makhluk-makhluk yang sama dengan makhluk yang menyerang mereka tadi. Geori melangkahkan kakinya perlahan, ia memeluk kaki Kai dan bersembunyi di belakang tubuh namja itu. “Ke-kenapa mereka banyak sekali..” ucap Geori gemetar.

“Apakah yeoja itu ada di dalam?” tanya Kai tanpa menatap Geori.

“Aku tidak tau. Tapi ini adalah markas mereka. Kemungkinan besar mereka membawanya ke sini.”

Kai memegang tangan Geori. “Jika kita melawan mereka kita akan kehabisan banyak tenaga. Lebih baik kita segera masuk.”

“Bagaimana caranya?”

Kai sebenarnya sedang memikirkan itu. Bagaimana ia bisa melewati makhluk itu tanpa melawan mereka? Kai terus berpikir hingga ia menemukan satu cara yang mungkin akan berhasil.

Kai menuliskan sesuatu di tanah dengan ujung sepatunya. Matanya masih menatap pada makhluk itu dengan tanang, ia mencoba untuk membuat mereka tak menyadari apa yang akan ia lakukan. “Berpeganganlah.” gumam Kai.

Geori semakin menggengam tangan Kai dengan kuat. Kedua namja itu secara tiba-tiba menghilang, tidak mereka tidak menghilang, tapi masuk ke tanh yang tiba-tiba berbetuk seperti genangan air.

Kai dan Geori muncul dari dinding di dalam rumah tua itu. Mereka sekarang berada di ruang utama dari rumah itu. Kai menundukkan kepalanya, menatap Geori. “Ada apa?” tanyanya saat melihat Geori semakin memeluk kakinya dengan kuat.

“Mereka ada di sekitar kita.” gumam Geori pelan.

Brak!

Tubuh Kai terpental hingga menabrak dinding di belakangnya membuat pelukan Geori di kaki Kai terlepas. Geori berlari menghampiri Kai namun ia malah mendapat serangan hingga tubuhnya ikut terpental ke tubuh Kai, membuatnya tak berbenturan langsung dengan dinding.

Kai bangkit dan membantu Geori berdiri di sampingnya. Sayap hitam Kai keluar, menghiasi punggung namja itu. Obor-obor yang ada di sana. Satu persatu mulai menyala dengan api biru keunguan milik Kai. Obor-obor itu menimbulkan cahaya di sekitar mereka hingga mereka bisa melihat wajah satu sama lain. Dan itu sedikit memudahkan Kai untuk melawan mereka.

“Aaaaa!!” tatapan tajam Kai melunak saat ia mendengar suara jeritan seorang yeoja. Ia mengedarkan pandangannya hingga ia menemukan sebuah pintu yang ia yakini sebagai sumber suara tersebut.

“Untuk apa Raja iblis yang terhormat sepertimu datang kemari?” Kai kembali menolehkan pandangannya kali ini lurus ke depan, dan ia menemuka sesosok namja yang berdiri di antara makhluk-makhluk itu.

“Dia adalah pemimpinnya.” gumam Geori pelan.

“Dimana Eun Ju?” tanya Kai langsung pada permasalahannya.

“Dia sedang bersama seseorang.”

“Aaaaa!!!” Kai kembali menoleh ke arah pintu saat suara teriakan itu terdengar. Ia berlari mendekati pintu itu namun dalam sekejab mata beberapa makhluk hitam itu menghalanginya.

“Kau mau kemana?” tanya Seung Hoon dengan senyumannya. “Menyelamatkan yeoja itu? Seberapa pedulihnya Raja iblis kepada manusia hingga ia berani datang ke hutan ini?”

Kai melirik tajam ke tempat Sung Hoon berdiri. “Lepaskan yeoja itu. Dia hanyalah manusia biasa, tak ada untungnya kau menangkapnya.”

Seung Hoon tersenyum meremeh. “Walaupun ia hanyalah manusia tapi sepertinya yeoja itu cukup berharga.” Seung Hoon berjalan mendekati Kai. Wajah namja itu menatap Kai tak suka. “Karena kau, dan karena semua peraturan sampahmu itu. Aku sulit untuk keluar masuk dunia manusia. Dan kau tau? Itu sangat menggangguku dan mengganggu kesenanganku.” ucap Seung Hoon penuh penekanan. Namja itu berdiri tepat di samping Kai. “Bagaimana jika kita barter?” tawar Seung Hoon.

“Apa maksudmu?”

“Akan kuberikan manusia itu asal kau membebaskanku keluar masuk dunia manusia.”

“Itu tak akan pernah.” tolak Kai mentah-mentah.

“Baiklah, kau tak akan pernah melihat yeoja itu lagi.”

Kai memutar tubuhnya menghadap Seung Hoon. Ia tersenyum meremeh. “Kau mengancamku?”

“Bisa dibilang begitu.”

“Aku tak akan membiarkan satu iblis pun keluar dari dunia iblis tanpa seizinku. Apalagi keluar masuk ke dunia manusia.”

Brak!!

Dengan cepat Kai menoleh ke arah pintu itu lagi. Suara apa itu? Apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam? Kai menatap pintu itu dengan perasaan khawatir. Ia berharap itu bukan Eun Ju walaupun perasaannya mengatakan bahwa Eun Ju ada di dalam.

“Dia bisa saja mati jika kau tak segera mengambil keputusan.”

Kai baru saja akan melangkahkan kakinya namun makhluk yang tadi menghalanginya kembali menghalanginya lagi. Kai berdecak kesal. “Geori.” panggil Kai.

Merasa dirinya dipanggil, Geori menatap Kai. “Ayo kita kembali.” lanjut Kai, yang sukses membuat Seung Hoon dan Geori mengerutkan keningnya. Kembali? Bukankah Kai datang untuk menyelamatkan yeoja itu? Tapi kenapa ia kembali secepat itu sebelum ia menemukan yeoja yang ia cari?

Kai berjalan mendekati Geori dan menggandeng namja kecil itu. Geori mendongakkan kepalanya, menatap Kai. Tidak, Geori sangat yakin bahwa namja yang tengah menggandengnya itu tidak akan kembali sebelum tujuannya tercapai. Kai keluar dari rumah itu. “Apa yang kau rencanakan?” tanya Geori.

Kai tersenyum. Ia menuliskan sesuatu pada pijakannya dan membuat tanah di sana berubah seperti genangan air.

Bukan bagaimana cara Kai melewati pintu itu tapi bagaimana cara Kai untuk masuk ke ruangan itu. Itulah yang dipikirkan namja itu.

Tak lama tubuh Kai dan Geori muncul di ruangan dimana ia mendengar suara jeritan tadi. Tak ada apapun. Kosong. Ruangan itu kosong. Hanya terdapat beberapa sel penjara yang salah satunya telah terbuka.

Kai mengernyitkan keningnya saat sorot matanya menangkap tetesan darah dari dalam sel yang terbuka itu. Namja itu mendekatinya. Ia menyentuh rantai yang ada di dekat tetesan itu. Panas. Rantai itu terasa panas. Dengan panik Kai kembali mengedarkan pandangannya. “Geori. Apakah di luar ruangan ini ada seorang yeoja?”

Geori menutup kedua matanya dan merasakan hawa setiap makhluk yang ada di rumah itu. “Ada.” setelah mendengar itu Kai segera berjalan menuju pintu yang berada di belakang Geori. “Ada dua yeoja.” Kai menghentikan langkahnya. Ia menatap Geori, meminta penjelasan lebih lanjut. “Dan salah satunya tepat berada di ruangan dimana kita berada tadi.”

Kai segera membuka pintu yang sudah cukup dekat dengannya itu. Dan benar saja. Setelah ia membuka pintu, ia disambut dengan deretan makhluk yang mengepungnya dan seorang yeoja yang tengah menangis, terduduk tepat sejajar dengan pandangan Kai. Kai terbelak saat sorot matanya melihat kedua pergelangan kaki yeoja itu. Tampak terlihat mengeluarkan darah. Yeojaitu tampak lemah tak berdaya. “Eun Ju..” gumam Kai pelan.

Dengan masih menangis, Eun Ju mengangkat kepalanya yang terasa berat. Pandangannya kabur karena genangan air matanya sendiri. Tapi ia masih bisa melihat Kai walaupun samar. “Kai..” gumamnya lirih, sangat lirih.

“Sepertinya kau kurang cepat.” Seung Hoon berdiri di belakang Eun Ju.

“Maafkan aku Kai..” lirih Eun Ju.

Seung Hoon berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Eun Ju. “Kau tau? Namja di hadapanmu itu bahkan menginginkanmu mati.” bisiknya tepat di telinga Eun Ju.

Eun Ju tak menjawab apapun. Yeoja itu masih tetap manangis, ia tak pernah merasa seburuk ini. Sehun benar-benar memangsanya berbicara yang sebenarnya. Bahkan ia tega menyiksa Eun Ju hingga kedua pergelangan kaki yeoja itu terluka. Eun Ju semakin menangis terseduh-seduh. Ia ingin pulang, pulang ke dunianya, dunia manusia. Ia sudah tak tahan berada di sini.

“Kau boleh melepaskannya.” Seung Hoon menoleh ke belakang dan menemukan Sehun berjalan ke arahnya di ikuti seorang yeoja di belakangnya. “Aku tak membutuhkannya lagi.”

“Baiklah jika itu maumu.” Seung Hoon kembali berdiri. Ia memerintakhan makhluk yang berdiri di sampingnya untuk membawa Eun Ju pada Kai dan itu dilaksanakan dengan segera.

Kai segera berjongkok untuk memegangi tubuh Eung Ju. “Eun Ju..” Kai menangkup wajah Eun Ju dan menghapus air mata yeoja itu. “Maafkan aku.” gumamnya pelan.

Geori yang berdiri di dekat Kai terus saja melihat wajah Eun Ju dan wajah yeoja di belakang Sehun secara bergantian. Yeoja yang saat ini berdiri di belakang Sehun tampak tengah memandangi wajah Kai dengan ekspresi yang sendu. Dari sorot matanya, Geori dapat membaca bahwa yeoja itu ingin mengatakan sebuah kata maaf. Tapi entah pada siapa.

Kai mendongkakan pandangannya. Kali ini ia menatap Sehun dengan tajam. “Apakah ini semua ulahmu?”

“Tak sepenuhnya.” jawab Sehun singkat dan apa adanya. Ia memang yang membuat Eun Ju terluka. Tapi ia bukanlah yang membawa Eun Ju di hutan itu.

Sorot mata Kai beralih pada sosok yeoja yang berdiri di belakang Sehun. Ia juga menatap yeoja itu dengan tatapan tajamnya. Sorot mata mereka saling bertemu. Dan perlahan membuat tatapan tajam Kai berubah menjadi lebih lunak. Ia merasakan tatapan yang di berikan yeoja itu adalah tatapan kerinduan. Saat itu juga waktu terasa berhenti. Tak ada yabg memutuskan kontak mata tersebut. Keduanya terlarut dalam pikiran mereka masing-masing.

Geori menarik lemgan baju Kai dan itu sukses membuat Kai tersadar dari lamunannya. “Sebaiknya kita segera pergi dari sini.” usul Geori.

Kai tak menjawab. Namja itu membopong Eun Ju dan berdiri. Matanya menatap Sehun tajam. “Kita pasti akan bertemu kembali.” ucap Kai tajam.

Sehun tersenyum. “Dengan senang hati.” Kai melirik Sung Ha sekilas dan pergi dsri rumah tua itu bersama Eun Ju dan Geori.

ʚ Love & Truth ɞ

Kai keluar dari hutan itu dengan selamat berkat bantuan Geori. Kai keluar hanya berdua dengan Eun Ju sedangkan Geori memilih tetap tinggal karena hutan itu adalah rumahnya. Ia harus tetap berada di sana untuk melindunginya walaupun ia terlihat lemah tapi saat suatu situasi memaksanya untuk bertarung ia akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki untuk mempertahankan hutan.

Saat Kai keluar. Mereka di sambut oleh Suga beserta beberapa iblis lainnya. “Siapkan semuanya. Aku harus memawanya kepada Savaredia.” ucap Kai saat melewati Suga.

Suga melihat keadaan Eun Ju. Namja itu tau apa yang akan dilakukan oleh Kai. Dan tanpa berbicara banyak ia segera melakukan apa yang harus ia lakukan.

ʚ Love & Truth ɞ

Savaredia menghembuskan nafas gusarnya. Ia mencoba meredam kekesalanny. Yeoja itu berbalik dan menatap Kai yang tadinya berdiri di belakangnya. “Apa yang sebenarnya kau pikirkan?” tanya Savaredia. Savaredia menatap yeoja yang tengah berbaring di ranjang miliknya. “Apa yang kau harapkan dari manusia itu?”

“Tidak ada.” jawab Kai pelan.

“Benarkah?” Savaredia kembali menatap Kai. “Lalu kenapa kau masih menyembunyikannya di dunia iblis?”

“Aku punya alasan tersendiri untuk itu.”

“Kai. Sudah kubilang untuk melup-”

“Aku tidak bisa!” tanpa sadar Kai meninggikan suaranya dan lebih seperti sebuah bentakkan. “Aku tak bisa melupakan Sung Ha.” kali ini ia berbicara lebih belan dari sebelumnya. Kai menatap lekat lantai yang saat ini di pijaknya.

“Kau tak bisa terus seperti ini.”

“Kau tau? Sehun masih hidup.”

Savaredia tampak terkejut dengan penuturan Kai barusan. “Itu tidak mungkin.”

“Tapi itulah kenyataannya. Ia masih hidup dan juga ia berhasil menghidupkan Sung Ha.” Savaredia semakin mengerutkan keningnya. Apakah yang di katakan Kai dalah suatu kebenaran? “Sebagai iblis..” lanjutnya.

“Iblis?” ulang Savaredia. Ia mrnghela nafasnya tak percaya. “Apakah kau sudah memastikan bahwa itu benar-benar Sung Ha?”

“Aku sangat yakin. Bahkan aku pernah merasakan auranya saat di kota. Tapi sayag aura itu tiba-tiba menghilang.”

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Bertarung lagi dengan saudaramu itu?”

“Aku tidak tau. Tapi ia harus segera di musnahkan.”

“Lalu bagaimana dengan Sung Ha?” Kai terdiam. Bayangan sorot mata Sung Ha kembali terngiang di kepalanya. Sorot mata itu berbeda dengan sorot mata saat terakhir kali Kai bertemu Sung Ha di gua.

“Aku belum memikirkannya.” Kai menatap Eun Ju yang tampak sedang tertidur. Wajah yeoja itu tampak sedikit lebih tenang daripada sebelumnya. “Sebaiknya aku segera pergi dari sini.”

ʚ Love & Truth ɞ

Hani terus saja berjalan kesana kemari. Ia gelisah menunggu kabar dari Eun Ju. “Bisakah kau tenang? Saat ini Eun Ju sudah bersama dengan Kai. Kau tak perlu mengkhawatirkannya hingga seperti itu.” ucap Suga yang merasa terganggu akan sikap Hani.

Berbeda dengan Hani. Jin Woo tampak lebih fenang. Namja itu memejamkan matanya sembari duduk di sebuah bangku. Walaupun ia terlihat sangat tenang tapi sebenarnya ia juga sangat gelisah. Namun Jin Woo sangat pandai menyembunyikan kegelisahannya itu.

Seluruh pandangan mereka teralihkan oleh suara langkah kaki yang mereka yakini adalah Kai. Dan benar saja. Namja itu sudah kembali dengan membopong Eun Ju yang tertidur. Hani berlari menghampiri Kai. “Bagaimana keadaannya?” tanyanya tergesa-gesa.

“Dia sudah lebih baik.” Kai menatap Suga. “Setelah ini kita adakan pertemuan. Kumpulkan seluruh pimpinan pasukan iblis.” perintahnya pada Suga dan berlalu begitu saja.

Jin Woo sangat ingin menghampiri Kai dan melihat keadaan Eun Ju. Tapi kata-kata Kai sudha cukup membuatnya lebih tenang. Ia juga tak mau mengganggu tidur Eun Ju.

Kai membaringkan tubuh Eun Ju di ranjangnya. Menyimuti tubuh yeoja itu perlahan. “Maafkan aku karena telah melibatkamu.” ucapnya dan keluar dari kamar.

Eun Ju membuka matanya tepat setelah Kai menutup pintu. Sebenarnya ia sudah terbangun sedari tadi. Ia bahkan mendengar percakapan Kai dan Savaredia sekilas.

Eun Ju menatap langit-langit kamar itu yang tampak gelap lalu melihat ruangan kamar itu. Ia merindukan kamarnya di dunia manusia. Dan bagaimana dengan Han ahjumma? Mungkin saat ini ia tengah mencari keberadaan Eun Ju. Bagaimana Eun Ju bisa lupa bahwa ia masih memiliki Han ahjumma.

Han ahjumma adalah orang yang telah merawatnya semenjak umurnya tiga belas tahun. Tepat setelah kecelakaan kapal yang menewaskan kedua orangtuanya sekaligus. Eun Ju merindukannya, ia ingin bertemu dengannya dan makan bersama setiap harinya.

ʚ Love & Truth ɞ

Suga memanggil Kai di ruangannya saat seluruh pimpinan pasukan telah berada di ruang pertemuan.

Kai memasuki ruangan itu diikuti Suga. Kedatangan Kai di sambut oleh Ming dan anak buahnya yang tak lain adalah para pemimpin pasukan, pasukan timur, barat, selatan, dan utara.

Kai mendudukkan dirinya di bangku terbesar yang ada di sana, bangku khusus Raja. “Ji Soo, beri aku penjelasan tentang hutan itu.”

Ji Soo mengangguk. Ia mengerti hutan yang mana yang Rajanya maksud. “Aku dan pasukanku jarang melintasi hutan itu karena hutan itu terlalu luas dan saat berada di sana kami tak bisa merasakan sesuatu di dekat kami.”

“Aku tau itu. Hutan itu memang membelenggu aura agar tak bisa dirasakan oleh iblis lain.”

“Dan aku dengar ada makhluk hutan penghuni asil hutan itu. Tapi aku meupun pasukanku tak pernah melihatnya.”

“Ya. Makhluk kaparat itu sangat menyebalkan. Sebaiknya kau tau bertemu mereka.”

Ji Soo mengerutkan keningnya. Rajanya itu bahkan lebih tau daripada dirinya. Kenapa ia masih meminta penjelasan padanya?

Kai beralih menatap pimpinan pasukan yang lain. “Menurut kalian apa yang harus kulakukan pada hutan itu?”

“Jika hutan itu memang mengancam. Kita harus memusnahkannya.” seru Suga.

“Kita tak bisa memusnahkan hutan itu.” sangkal Kai.

“Kenapa?”

“Karena ada penunggu di hutan itu. Bisa diblang seperti penjaga hutan yang selama ini menjaga hutan itu. Target kita hanyalah para pemberontak. Kita tak mungkin memusnahkan seluruh hutan.”

“Jika kita melakukan penyerangan itu adalah hal terceroboh.” Ming akhirnya membuka mulut. “Dangan makhluk yang di katakan Raja tadi, itu membuktikan bahwa hutan itu berbahaya.” Ming berpikir hal apa yang paing tepat untuk mereka ambil.

“Jika kita tak bisa masuk ke sana. Kenapa kita tak membuat mereka keluar dari sana saja?” usul Do Yoon.

Bersambung..

Nb :

Huh! Entah kenapa z sepertinya gak bisa nulis per partnya sepanjang devil child 😥 dulu devil child bisa sampai 18-20 lembar dengan ukuran font 10. Tapi yang ini paling cuma 12-15 lembar dengan ukuran font 10. 😓 menurut kalian enak mbaca sepanjang devil child atau love & truth? Untuk per partnya lho ya.. Oiya mungkin love & truth akan lebih banyak partnya di banding devil child (ya iyalah 😒 konfliknya aja juga lebih banyak) btw bosen konflik engga sih? Mau romance kah? Mau siapa? Kai Sung Ha? Oke, tunggu aja tanggal mainnya(?) 😉

33 tanggapan untuk “Love & Truth (part 7) #Sequel of Devil Child”

  1. Iya eonni butuh adegan romance wkwk
    Sebenernya emang lebih enakan baca devil chold sih tapi rapopo,, aku juga tetep suka kok love and truth pokoknya ff eonni jjangg!!

  2. Wahh makin seru aja thor:3 makin semangat bacanya wkwk. maaf nih baru nongol di part ini wkwk.
    Gapapa sih sebenernya kalau ga bisa sepanjang Devil child, lebih nyaman baca yg segini wkwk
    Apa cuman aku di sini yg pengen liat Eunju bareng ama Jinwoo’-‘ trus Kai tetep sama Sungha wkwk Hani biarin ama Suga aja(malah jadi ngatur:v)
    Itu aja sih thor:3 Semangat buat part selanjutnyaa(9’-‘)9

  3. Makin seruuu ceritanya.
    Kereng deh pokoknya.
    Menurutku kalau devil child fokus kesatu masalah._.
    Tapi itu ga mengurangi keseruan
    Di love and truth kok ^^d
    Tapi kenapa aku jadi ngeship
    Kai Eunju… salah kah aku T.T /?
    Bikin romance nya yg seru ya /?
    Ditunggu min…
    Semangaaatt nulisnyaa ^^

  4. iya chingu…memang waktu devil child itu lebih panjang dari yang ini…
    tapi mungkin mood juga berpengaruh ya dan cerita yang lebih rumit dari devil child…
    tapi terima kasih sangat loh karena update nya ga lama… (deep bow)
    🙂
    still love this story kok 🙂
    makin ditunggu lanjutannya ya 🙂
    gomawoyo…

  5. akhirnya di post juga hhe .. wah makin memuncak niih konfliknya .. jangan biarin gini terus dong thor pngen asa romance nya:-) fighting gomawo

  6. Kereeennn….
    Gak nyangka bangettt… yang namja kecil itu kurcaci ya thor? Atau yang kayak di “The Lord of the Ring”?

    Gak papa thor, udah puas kok bacanya😊
    Iya dong thor romance, masa konflik tega mele bacanyaaa 😁😁
    KaiSungHa ya thor..

    Aku tunggu part selanjutnya😉😘😄😁

  7. ak sih mau yang devil child maupun love or truth asik aj bacanya dan gak terlalu bosen sama konfliknya cuma greget aja..
    ya ak pengen ada romancenya dong meskipun dikit.
    Btw sungha bakalan jadi iblis sejati gak ya? berhubung sama eunju dipakaikan cincinnya di jari sungha yang berwujud iblis.
    Kira2 rencana apa yang bakalan kai lakuin buat ngehancurin tempat para iblis yang dh nyulik eunju…

  8. Aku suka ff ini
    Kak gak papa kan kakaknya lagi sibuk jadi nulisnya di pending biar tugas kakak cpt selesai
    Kakak keep writing and hwaiting
    Ya aku pinging bgt lihat romancenya kai dan sungha
    Trus eun ju sama sehun

  9. kalo mnurut aku, aku lbih suka bca devil child krna emng wktu itu kn sung ha msih sma kai, aku kangen sung ha yg dulu, dan juga aku tmbah nggak suka sma sehun dia mkin jahat dan bengis disini…
    aku bakalan nunggu part nya kai sma sung ha, q udh kngen ama mreka brdua
    fighting terus buat author 🙂

  10. Kurang kenyang, gpp jika per partnya gk panjang asalkan jaln ceritanya jangan bertele2 jadi para readers gk pada salah fokus atau salah persepsi.
    kalau menurut aku ya,, author daebak.. mau yang devil child ataupun love and truth yang penting authornya gk ganti, soalnya serruuu..
    ditunggu part selanjutnya ^_^

  11. eun ju ketemu sama sung ha…. sehun kok kagak tobat aja sih….

    keep writing thor….. ditunggu next chap. jangan lama”

  12. iya.. lumayan banyak konfliknya tapi malah seru thor.. iya romance dikit donk thor.. biar refreshing gitu gak kelahi melulu.. kekeke ^^

  13. hmm…
    enakan devil child c sbnrnya..
    tp takapa asalkan dsni kai bs bahagia sma sung ha….
    sptnya bubuk2 romance sdkit dperlukan nih thor…
    hehehe..
    ok next dtunggu ya..
    hwaiting!!!

  14. apapun itu,aku suka semuanya.tapi ini part trpendek… Romancenya mah gampangan ada atau tdk ttp fantastic baby.. Yg paling menarik fantasinya,kueren daebak

  15. Iyaa ditunggu Kai-Sungha nya😄
    Hmm.. menurutku lebih enak baca yg love & truth
    Btw.. Geori itu makhluk apa? Kurcaci kah??

    Keep write thor!
    tapi next-nya jgn lama-lama:v

  16. Enakan baca devil child sih ._. seharusnya eunju masang cincinnya ke sosok malaikatnya jungha itu lebih baik (?) Tapi kalo sungha iblis gak ada hambatan juga buat sungha kai , jadi akhirnya nanti kai sama sungha / eunju ?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s