LUV YOU SUNBAENIM! Chapter 1

kurara1

Title : LUV YOU SUNBAENIM! Chapter 1

Main cast : Kim Ji Yeon/Kei (Lovelyz) & Kim Jong-In/Kai (EXO)

Other cast : Yoo Ji Ae/Jiae (lovelyz)

Author : kurara

Genre : school life, fluff, romance

Ratting : PG-16

Length : Chapter

Prolog : Kim Ji Yeon atau yang sering dipanggil Kei itu bertemu dengan namja yang datar dan berhati dingin itu Kim Jong-In atau kerap dipanggil Kai itu. Akankah Kei bisa menghangantkan hati Kai dan bisa membuat Kai untuk jatuh hati terhadap Kei seperti Kei yang mulai menyukai namja itu?

Disclaimer : fanfiction ini 100% murni dari pikiran aku sendiri, happy reading ^-^ inget RCL ya (Read, Comment and Like)

Poster : by jungleelovely (https://posterfanfictiondesign.wordpress.com )

Ff ini juga dipost di wp pribadi aku ( keibabyimagination.wordpress.com )

Chapter 1-HeartBeat!

“Nona Mudaaaa…. Ayooo bangun, ini sudah pukul 06.00, nona kan harus berangkat ke sekolah.” Teriak si bibi yang sudah umurnya 50an itu. Si nona muda itu malah tetap bersembunyi di balik selimut yang tebal itu. Helaan nafas pun keluar dari si Bibi Jung itu dia sudah mengetahui kebiasaan nona muda yang selalu dianggap seperti putrinya itu, dibuka tirai pada kamar yang berwarna serba pink itu dan ditariknya selimut itu dengan terpaksa si nona muda itu menggeliat pelan dan duduk dengan mata masih terpejam.”Bibi Kei masih nagntuk, nanti aja ke sekolahnya.” Nona muda alias Kei itu menjawab dengan sambil menguap. Bibi Jung dengan geregetan langsung menarik Kei menuju kamar mandi. Sontak Kei pun berdiri dan dia hanya menggumam tidak jelas karena nyawanya belum terkumpul. Bibi Jung hanya terkekeh melihat kebiasaan tingkah sang putri itu, bibi pun langsung menyiapkan perlengkapan sekolah Kei dan sarapan buat tuan putri itu.

Selesai mandi, Kei langsung memakai seragam dan ia tak lupa mengikat rambutnya menjadi ekor kuda. Cantik itu yang ada dipikirannya. Setelah semua sudah siap, Kei pun langsung turun dan menuju ruang makan untuk menyantap sarapannya. Setiap makan Kei sudah biasa ditemani dengan bibi nya karena ayah dan ibunya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka yang ada di luar negeri. Maka dari itu jika ayah dan ibunya ada di rumah  Kei pasti akan berada di rumah selama seharian untuk melepas kerinduan pada orang tuanya.

“Bibi aku sudah selesai makan dan aku berangkat dulu ke sekolah, karena hari ini upacara penerimaan siswa baru di sekolah. Sampai jumpa nanti bibi.” Jawab Kei yang dihiasi senyuman manisnya dan memeluk si bibi, dan si bibi juga membalas pelukan si putri kecil ini. “Hati-hati dijalan ya nona muda, bibi selalu mendoakan yang terbaik buat nona muda.” Ucap bibi dengan senyum terbaiknya. Kei pun langsung naik ke mobil yang sudah disiapkan oleh Paman Nam nya. Paman Nam itu langsung menginjak pedal gasnya menuju sekolah nona muda.

Cantik,manis,pintar,periang,sederhana dan baik hati. Itulah yang ada pada diri Kei, banyak yang bilang Kei ini merupakan perwujudan malaikat. Malaikat yang hadir untuk membantu dan menghibur para manusia. Kei selalu membantu, menghargai dan menghormati semua orang, maka tak sedikit teman Kei mengira bahwa Kei ini adalah malaikat. Walaupun Kei selalu kesepian karena jarang orang tuanya bisa menemani Kei di rumah, Kei bisa mengatasi kesepian itu dengan membantu bibi Jung, belajar dan mengikuti kegiatan sosial seperti PMR. Jiwa sosial yang dimilikinya sangat besar karena ayah dan ibunya selalu mengajarkan untuk membantu orang yang sedang mengalami kesusahan.

Setelah sampai di sekolahnya, Kei pun melepas earphone yang menempel pada kedua telinganya. Kei pun langsung menuju papan pengumuman untuk mengetahui dia berada di kelas mana, kelas 1-3 adalah kelas yang ditempatinya. Akhirnya, ia mencari kelasnya saat ia menelusuri koridor sekolahnya ia tak sengaja bertabrakan dengan seoarang namja. Kei pun meringis karena kepalanya terbentur oleh bahu seorang namja, Kei melihat namja itu ia berpikir sepertinya namja ini merupakan sunbae nya. “Mianhae sunbae-nim, tidak sengaja menabrak sunbae.” Kei membungkuk badannya dan menunjukkan senyum manisnya tetapi jantungnya berdetak dengan kencang saat memandang namja ini, sedangkan si namja itu hanya menempelkan ekspresinya yang datar dan meninggalkan hobaenya itu. Kei pun hanya melongo karena baru pertama kali ada yang mengacuhkannya dan memberikan ekspresi datarnya. Karena tidak mau berlama-lama di koridor sekolah ia pun langsung bergegas untuk mencari kelasnya sekaligus menormalkan detak jantungnya.

Setelah sampai Kei langsung mencari tempat duduk kosong. Karena Kei orang yang mudah bergaul ia langsung mendapatkan teman baru. “Hai, aku Yoo Jiae! Kau bisa memanggilku dengan Jiae.” Ucap gadis yang bernama Jiae sambil mengulurkan tangannya dengan memberikan senyum cantiknya.” Kei pun langsung membalasnya dengan menjambat tangan gadis cantik ini “Aku Kim Ji Yeon, kau bisa memanggilku dengan Kei.” Keduanya pun langsung mengobrol kadang-kadang mereka sambil tertawa dengan lelucon yang mereka buat.

Bel pun berbunyi, para siswa kelas 1 langsung berhambur ke aula untuk mengikuti upacara penerimaan siswa tahun ajaran baru. Kei dan Jiae pun mencari tempat duduk dan mereka pun mendapatkannya. “Kau tahu ketua osis di sini ganteng sekali.” Ucap salah satu gadis dengan semangat dan gadis lain pun tak kalah semngat menjawab “benar, kalau tidak salah namanya Kim Jong-In.” para gadis itupun semangat sekali membicarakan ketua OSIS di sekolah ini. sedangkan dua gadis yang tidak lain adalah Kei dan Jiae sibuk dengan obrolan mereka tanpa memperhatikan situasi sekitar yang asik membicarakan ketua OSIS.

Acara pun dimulai, para siswa pun hening seketika termasuk Kei dan Jiae. Sambutan pertama dimuali dengan kepala sekolah. Pidato kepala sekolah sangat panjang lebar hingga membuat setengah siswa yang berada di aula mengantuk hingga tertidur. Kei yang melihatnya pun hanya terkekeh, dan dia melihat teman yang disampingnya ini sampai memaksakan kedua matanya ini untuk tetap terbuka. “Apakah kau perlu tusuk gigi agar matamu tetap terbuka?” ucap Kei dengan terkekeh, “Huh.. Kau ini, kau tahu pidato kepala sekolah ini membuatku mengantuk, mana lagi kemarin aku bergadang karena aku menonton drama korea sampai jam 1 pagi. Jadi aku tidak memiliki jam tidur yang cukup.” Ucap Jiae sambil menguap. Kei pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Kei baru tahu kalau Jiae sangat gemar menonton drama korea yang perannya dimainkan oleh WooHyun si anggota boyband Infinite.

Suara tepuk tangan pun bergema yang menandakan pidato dari kepala sekolah telah selesai. Semua siswa pun senang akhirnya pidato dari kepala sekolah itu selesai juga. Sambutan yang kedua dilanjutkan oleh sang ketua OSIS. Sang ketua OSIS pun menuju podium dan para mata siswa gadis pun tak teralihkan pada si ketua OSIS ini. Sedangkan, Kei merasa pernah bertemu dengannya tapi dimana ya piker gadis itu. Jiae pun menguncangkan lengan Kei “Kei! Lihat Ketua OSIS kita ganteng sekaliiiii… YAK! Kenapa kau melamun?” Jiae bingung menatap Kei yang terlihat melamun. “Ada apa Ji?” Sontak Kei menjawab. Helaan nafas yang keluar dari mulut Jiae, Jiae langsung menunjuk si Ketua OSIS dan Kei mengikuti arah tangan Jiae. Kei langsung mengerti apa yang dimaksudkan temannya ini. “Oh… si Ketua itu, aku kira ada apa” jawab Kei dengan tampang tidak berdosa dan Jiae hanya melihatnya dengan geregetan. Kei langsung menyunggingkan senyum manisnya. Jiae pun langsung berbalik untuk menghadap si Ketua OSIS itu.

Kei mengingat-ngingat dimana ia bertemu dengan namja ini. Ah ternyata di koridor sekolah dan namja ini yang dia tidak sengaja tertabrak pada saat mencari kelas ini dan juga yang membuat jantungnya berdetak dengan kencang. Kei pun mengamati namja ini, namja ini memiliki kulit tan yang eksotis, rambut coklat yang lurus dan memiliki poni sebatas alis, dan badan yang tegap. “Selamat pagi buat para siswa kelas 1 tahun ajaran baru, saya sebagai ketua osis di sini untuk mengucapkan terima kasih kepada siswa sekalian yang telah hadir dalam upacara penerimaan siswa baru ini dan saya Kim Jong-In mohon kerja sama untuk siswa sekalian untuk mau menaati peraturan sekolah yang ada. Semoga kalian nyaman selama 3 tahun ke depan di Shinwa High School ini. Terima kasih.” Suara bass yang diiringi dengan senyumnya membuat hati para siswa gadis meleleh.

“Huaaaaaaa….. ganteng sekali yaa,Kei. Suaranyaa… bikin hati ini meleleh.” ucap Jiae sambil tersenyum-senyum sendiri. Kei yang melihatnya hanya terkekeh “Biasa aja sih menurutku, yuk Ji kita ke kelas lagian kan acaranya udah selsei.” Jiae yang melihatnya hanya mendengus kesal jelas-jelas sunbaenya itu sangat sangat ganteng dibilang tampak biasa saja, Jiae bingung tipe gadis ini seperti apa. Akhirnya Jiae pun mengangguk, di perjalanan menuju kelas Kei masih asik dengan pikirannya.

Flashback

Tepuk tangan yang meriah dari para siswa atas sambutan ketua osis itu. Sebelum turun Kim Jong-In memberi hormat dengan membungkuk dan menyunggingkan senyum terbaiknya kepada semua siswa dan guru-guru yang berada di aula. Kei yang melihat itu ikut tersenyum dan bertepuk tangan, pada saat mengedarkan pandangannya terhadap semua siswa dan tanpa sadar tatapan mata Jong-In itu tepat dengan tatapan mata Kei. Mereka berpandangan, jantung Kei memompa lebih cepat padahal Kei hanya berpandang-pandangan saja sudah membuat jantung ini berdetak lebih cepat. Sadar akan hal itu Kim Jong-In langsung turun dari podium. Kei pun langsung mengatur detak jantungnya agar normal kembali.

End of flashback

Setelah sampai di kelas, guru baru pun langsung memasuki ruangan dan memberi pelajaran Matematika. Semua siswa pun tampak tegang dengan pelajaran ini karena guru yang bermarga kang dilihat dari tampangnya seperti macan yang sangat buas. Para siswa juga hening ada juga menguap karena guru kang sangat serius dalam menulis rumus-rumus yang ada di papan. Kei pun tampak serius mencatat semua rumus-rumus itu. Sepertinya, Tuhan mendengar doa dari siswa kelas 1-3 ini bel istirahat pun berbunyi. Guru Kang pun menghentikan aktivitasnya dan langsung keluar. Para siswa bersorak ria karena waktu istirahat pun datang. Sementara itu Kei membangunkan Jiae yang tertidur pulas selama pelajaran guru Kang itu “Ji bangun, pelajaran sudah berakhir.” Ucap Kei sambil mengguncangkan lengan Jiae. Jiae pun terbangung dan menguap “sudah berakhir ya? Sepertinya hanya kau yang asik mendengarkan pelajarannya.” Kei pun hanya membalasnya dengan tersenyum dan mengajak Jiae ke kantin untuk mengisi perut mereka.

Di kamtin mereka mengantri karena suasana kantin sangat ramai. Setelah mereka sudah mengambil makanan mereka, mereka pun mencari tempat duduk. Pada saat mencari tempat duduk yang kosong, Kei menginjak sesuatu dan badannya menjadi tidak seimbang tetapi Kei berpikir kenapa aku tidak merasakan sakit saat aku jatuh seharusnya kan badanku sakit kalau jatuh. Saat ia membuka matanya dia melihat seseorang yang memegang lengannya dan jantungku kembali memompa lebih cepat tidak karuan.

TBC

ini fanfic pertama dari aku hhe maaf klo kurang greget dan  klian bisa ngasi saran di komentarnya ya. dan satu lagi mohon jangan jadi SIDER yaa 🙂 terima kasih 🙂

Tentang iklan-iklan ini

Pada waktu-waktu tertentu, beberapa pengunjung Anda akan melihat iklan di sin

 

6 tanggapan untuk “LUV YOU SUNBAENIM! Chapter 1”

  1. hahaahah.. kei dan kai..ahhh sma” biasku..
    semoga itu kai deh.. yaampun jgan flat” dong jdi orang..
    next ya thor gumawo

  2. daebak daebak. aku suka sama ff nya. kira” siapa ya yg megang tangan nya kei? jadi penasaran niiiihhh. aku sih berharap nya yg megang itu kai oppa. aaaddduuuhhh….. lanjut terus thoor…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s