[Ficlet] Annoying Guy is Park Dobi

AGPB

Park Chanyeol / OC’s Lucia / slight! Choi Junhong

(Long) Ficlet / AU / Family / failed! Comedy /slight! Romance /PG-13

I own the plot

a present by l18hee

Warning! Don’t Like-Don’t Read and No Bashing

-RnR Please-

Park Chanyeol itu….

.

.

…benar-benar sialan!

 

Kepulan asap terlihat muncul dari celah bibir seorang gadis yang sedang terduduk lesu di sebuah bangku halte. Hembusan angin membuat suasana menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Papan persegi panjang yang sedikit tersembul di antara mantel yang tak ia kancing sempurna menggoreskan sepenggal nama. Lucia. Gadis ini tengah memasang ekspresi marah terbaiknya selama berpuluh menit lamanya. Kini sebuah benda kotak pipih tengah menempel sempurna di daun telinga sang gadis. Membuat sebuah suara seorang lelaki terdengar masuk menelusuri indera pendengar yang langsung memberi tanda ke otak.

“Aku lupa, hehe”

Suara tanpa rasa bersalah di seberang sana membuat manik mata Lucia membulat sempurna. Ia yakin lelaki itu sedang memasang cengiran menyebalkan sembari menggaruk tengkuk yang tak gatal –jangan lupakan wajah idiotnya. Gadis dengan ponsel yang menempel ditelinganya itu masih setia memasang ekspresi kesal.

“Cepat jemput aku di halte atau aku akan menjual semua topi-topimu!”

Dan sambungan diputus sepihak oleh Lucia. Park Chanyeol memang sialan! Bagaimana bisa lelaki telinga peri itu membiarkan adiknya kedinginan selama hampir satu setengah jam? Tambahan, dengan alasan lupa. Oh, astaga, lelaki mana yang melupakan perkara menjemput sang adik yang telah menjadi sebuah rutinitas selama ini? Sembari menyembunyikan kedua tangan di saku mantel krem yang ia kenakan, Lucia terus saja bergumam kesal. Park Dobi itu sudah benar-benar keterlaluan! Lain kali –atau mungkin setelah ini- Lucia akan benar-benar menjual semua koleksi topi yang tertata –sangat- rapi dilemari Chanyeol. Biar saja lelaki kurang ajar itu merengek berguling-guling dilantai seperti saat Lucia sengaja membuang foto-foto Sandara di kolam ikan belakang rumah. Salahkan sang kakak yang seenaknya meretas akun SNS Lucia dengan foto memalukan si adik di tingkat dua sekolah menengah pertama. Foto dimana Lucia –yang saat itu memiliki berat 65 kg dan dengan ajaib berhasil menyusutkan beratnya sewaktu sekolah menengah atas- memakai kostum babi merah muda ketika Halloween. Lucia benar-benar ingin menenggelamkan Chanyeol ke kolam ikan bersama foto-foto Sandara waktu itu. Bagaimana tidak? Bunyi notifikasi yang menandakan komentar masuk langsung saja menjadi mimpi buruk baginya.

“Aku benar-benar akan mencincangnya!” gigi Lucia gemertak, selain menahan dingin ia juga geram menahan kesal. Sepasang earphone yang menyumbat telinga tak cukup menghalau udara masuk. Jemarinya hampir membeku karena tak memakai sarung tangan. Lagi-lagi karena ulah lelaki idiot itu yang dengan santainya menumpahkan seember air –entah dari mana dan untuk apa- ke setumpuk pakaian bersih milik Lucia pagi ini. Dan dengan santainya kabur begitu saja saat dalam misi mengeringkan kembali pakaian sang adik. Satu-satunya alasan adalah Chanyeol sudah membuat lubang bertepi coklat pada salah satu dress milik Lucia. Walaupun bukan dalam jajaran atas dari dress yang si gadis suka, tapi ayolah, gadis mana yang tidak marah seseorang ‘mengacaukan’ pakaian pribadinya? Untuk yang satu ini, Lucia baru saja melaksanakan misi pembalasan pagi tadi setelah ia gagal menangkap sang kakak. Mungkin Chanyeol akan shock saat melihat kaus hiphop kesayangannya nanti. Hanya itu warna abu-abu yang dia punya setelah Baekhyun –lelaki satu tipe dengan Chanyeol- merampok banyak pakaian Chanyeol hanya karena taruhan bodoh.

Sudah hampir genap dua belas menit Lucia menunggu –terhitung sejak ia mengakhiri panggilan. Gadis bersurai coklat itu berusaha menghangatkan diri dengan mengayun-ayunkan kaki. Walau tak begitu berpengaruh, tentu saja. Tempat duduk di halte sepertinya juga berubah semakin dingin. Suasana hening seperti ini justru membuat Lucia sedikit mengantuk. Wajar saja, ia lelah dan sialnya Chanyeol belum datang.

“Kau belum pulang?”

Sebuah suara familiar terdengar menelisik indera pendengaran sang gadis. Dengan segera Lucia menoleh demi mendapati sesosok lelaki berkulit salju sedang berjalan mendekat ke arahnya. Ia bahkan tak menyadari pupil matanya sedikit membesar.

 

Choi Junhong?

Seketika Lucia berharap ban motor Chanyeol kekurangan angin hingga lelaki tiang listrik itu terlambat datang barang beberapa menit saja. Sungguh, Lucia serius!

“Aku menunggu kakakku. Kau sendiri kenapa baru pulang?” Lucia sangat lihai menyimpan segala ekspresi miliknya. Lihat saja bagaimana senyum tipis yang terlihat baik-baik saja terpeta sempurna menutupi desiran lembut yang merambati nadinya. Mengatur degub jantung yang kian menggebu. Menyembunyikan semburat kemerahan yang terbias di pipi.

“Aku baru saja mengerjakan tugas tambahan,”

Lucia menahan nafas saat Junhong menjatuhkan diri di sisi bangku tepat di sampingnya. Sembari melirik sang gadis dengan sudut mata, Junhong kembali berucap, “Apa kakakmu selalu terlambat seperti ini? Bukankah kelasmu sudah berakhir lebih dari satu setengah jam yang lalu?” Ada perasaan yang menggelitik di perut Lucia mengetahui Junhong tahu jadwal kelasnya. Namun tiba-tiba gadis itu sadar jika ia juga satu kelas dengan Huang Ahmi. Lucia hampir lupa dengan si babyface Huang Ahmi yang super cantik, pintar dan terkenal itu –perlu diulang dan ditekankan pada bagian super. Mungkin saja Junhong juga ikut menyukai Ahmi seperti murid lelaki lain. Ya, ya, ya, tipikal lelaki hampir semuanya menyukai gadis cantik –mungkin tak hanya hampir. Lagi pula jadwal pulang mereka sama, jadi Lucia terlalu berlebihan sekarang. Oh, hal yang wajar bagi seorang gadis yang sedang ‘mulai’ menyukai seseorang. Imajinasinya terkadang terlampau tinggi. Sial.

“Yaaa begitulah,” sang gadis mengangkat bahu sekilas sebelum kembali bersua, “Dia memang sering terlambat. Dan itu menyebalkan,” nada suaranya merendah di akhir kalimat. Ia sama sekali tak mencoba melakukan kontak mata dengan lelaki kulit salju dengan mantel hitam di sampingnya. Sejak nama Huang Ahmi hinggap di otaknya, entah mengapa jalanan aspal yang tertutup salju tipis lebih menarik untuk diperhatikan.

“Bagaimana jika—” kalimat Junhong menggantung beberapa saat membuat rasa penasaran menggelitik otak Lucia. Menanti lanjutan kalimat dari sang lelaki terasa sangat menyiksa karena lilitan rasa penasaran. Oh, mungkin saja tidak terlalu penting. Seharusnya Lucia tak perlu berpikiran muluk sekarang dan mulai menjadi gadis biasa lagi. Ia menepis berbagai pikiran aneh akibat terkontaminasi adegan roman picisan di opera sabun yang kerap ibu tonton.Pada akhirnya gadis ini menolehkan kepala hanya demi melihat senyum bodoh Junhong. Dan jangan lupakan suara khasnya yang kembali terdengar.

“—mulai mulai besok kau pulang denganku setiap hari?”

Hening.

Pulang bersama Junhong? SETIAP HARI? Oh, tampar Lucia sekarang!

“Maksud-”

TIN! TIN! TIN! TIN! TIN! TIN! TIN! TIN! TIN! TIN!

“Yaa! Nona pendek! Kau bilang ingin cepat pulang? Kenapa malah berkencan?”

Seorang lelaki dengan motor sport mengkilap berwarna biru tua sudah berhenti tak jauh dari halte –dia bisa diusir jika berhenti tepat di depan halte. Itu Park Chanyeol. Park Chanyeol yang sungguh sangat menyebalkan! Dasar tiang listrik gila! Apa dia harus membunyikan klakson sampai sepuluh kali? Sepuluh kali? Bahkan orang yang baru bisa mengendarai motor tak akan melakukan hal bodoh nan tidak penting seperti itu. Benar-benar kekanakan. Mengapa ban motornya tidak bocor saja dijalan? Menuntun motor berat di sepanjang jalan menuju bengkel terdekat terdengar lebih cocok untuk Chanyeol ketimbang membunyikan klakson gila-gilaan di malam hari seperti ini. Jika begini, Lucia jadi tidak bisa menanyakan maksud Junhong sebenarnya. Malu dan kesal, tentunya.

Dengan wajah kesal Lucia bangkit dari duduknya dan menoleh pada Junhong untuk sekedar mengucapkan sampai jumpa atau sejenis itu –sedikit tak rela tentu. Tapi yang gadis itu dapati hanya –lagi-lagi- senyum bodoh Junhong yang masih saja duduk manis dibangku halte yang Lucia yakin semakin dingin.

“Tunggu aku di kelas besok sepulang sekolah,”

Telinga Junhong merah sepenuhnya. Sepertinya Lucia benar, malam ini benar-benar dingin.

Manik mereka saling bertumpu. Menciptakan bayang kisah roman yang begitu saja mengalir dengan sendirinya. Oh, lihat bagaimana wajah ingin muntah yang dipasang Chanyeol. Lucia baru akan menjawab dengan senyum tertahan ketika sebuah suara terkutuk kembali terdengar, “Yaa! Apa kau tidak bisa cepat? Dasar lamban!” seruan Chanyeol membuat Lucia segera menoleh menampakkan tampang marahnya. Namun yang dipandang hanya mengangkat satu alis dengan wajah tak peduli –Lucia ingin melempar sepatunya ke wajah itu sekarang. Park Chanyeol sungguh membuat semuanya kacau. Demi apapun, ini adalah momennya dengan Junhong dan lelaki yang mengaku sebagai kakaknya begitu saja mengacau. Oh, betapa Tuhan telah memberikan kesabaran bagi sang gadis selama 17 tahun hidup bersama lelaki seperti Park Chanyeol.

Dengan segera si gadis menaiki motor sang kakak yang langsung saja melaju kencang dalam hitungan sekon, membuat surai coklat gadis itu berantakan. Dia tahu Chanyeol sedang menunjukkan senyum kemenangan di sana. Menunjukkan bagaimana lelaki itu berhasil menghancurkan momen yang menurut Lucia berharga.

Park Dobi sialan! Lihat saja giliran poster Scarlett Johannson-mu yang aku bakar di kompor gas!

.

.

.

.

.

“YAA! LUCIA PARK!

APA YANG KAU LAKUKAN PADA KAUS ABU-ABUKU?!!!”

.

.

.

Chanyeol hanya bisa memandang pasrah kaus miliknya yang sudah bertengger manis di ranting pohon dengan warna yang tak lagi kelabu. Melainkan warna merah muda menusuk mata. Jangan lupakan notes kecil yang ada digenggaman tangannya –ia mendapat itu dari pintu lemari- bertuliskan:

Kaus abu-abumu terlihat kumal. Jadi aku memberinya warna cerah, agar kau selalu ceria seperti warna kausmu sekarang. With Love -Lucia

.

.

“CERIA APANYA???”

fin!

Saya kembali… Kali ini bawa pasangan adek-kakak Park

Iya aku tau ini garing wkwkwk

Makasih yang udah kuat baca sampai titik ini, jangan lupa review-nya yaaa 😀

45 tanggapan untuk “[Ficlet] Annoying Guy is Park Dobi”

  1. cerita Chanyeol Lucia selalu kocak(?) xD
    karakter Chanyeol emang cocok sih jadi kek gini, xD

    nice ff! ditunggu karya lainnya xD

  2. seketika ingat masalalu. haha
    dulu, aku juga punya sepupu senyebelin Chanyeol. aku ngerti banget rasanya di posisi Lucia yang napsu pengen memangsa Yeol. wkwk
    sayangnya sekarang dia udh kerja di luar kota. huhu /ini malah curhat/
    kalo ini di bikin series kayaknya oke Nid, ngakak bayangin mereka rusuh setiap saat. /senyum evil/ haha

    1. kak tataaaaa mampir sini juga :3
      eaaak kangen eaaak hahaha
      mungkin sejenis itu sih kak, aku kalau buat cerita mungkin akan sering bikin Lucia-Chanyeol jadi adek-kakak (kalao bahasaku mbingungin cuekin aja kak, aku emang gitu haha) .. aku jatuh cintah sama sibling ini XD karena mereka semua kurangajar wkwk

  3. Nida selain pinter bikin cerita yang mati-mati, pinter juga bikin yang lucu-lucu..
    wkwkwkwk..

    Seru juga kali ya sama kakak bisa begitu..
    Apalagi kalo kakaknya si canyol..
    wkwkwk..

    1. hahaha ternyata ada yang berharap si Chan jadi abangnya… padahal jahil gitu looo…
      tapi emang sih jadi punya kesan tersendiri
      makasih yaa ^^

  4. Ceritanya keren banget =-D sampe ngakak bacanya. Mungkin kalo aku punya kakak cowok bakalan aku gituin kalo nakalnya sama kayak peceye ihh. Udah gitu ngancurin momen banget lagi

    1. hahaha harus punya kesabaraan tinggi kalo kakaknya si Chan :3
      iyaa memang beruntung dia tampan wkwkw
      makasih yaa udah mau baca 😀

  5. Lagi pengen baca ff, ketemu ff ini yg paling atas. HAHAHAHA, lucu banget ya, fluffy nya kerasa. tapi Chanyeol emang sialan sih wkwkw
    alur ceritanya ok banget!!
    great job, eonni! 😀 keep up.

    1. yaa ampun mimpi apa aku author senior komen di sini XD
      makasih yaaa udah mau sempet-sempetin komen segala :3
      iya chanyeol memang sebenarnya sialan -__- kalo dia nggak ganteng mah udah ditendang wkwkw

    2. laaahh, kak, gak ada senior-senioran lah. semuanya sama. 😀
      sama-sama kak, aku dengan senang hati pasti komen kalau abis baca apalagi bagus ffnya ^^

    1. hahaha iya, emang hubungan timbal-balik mereka itu ‘dendam’ wkwkwk
      iyaa ada junhong di sini :3
      makasih udah mau baca 😀

    1. iyaaa emang XD giliran ada momen romen eeehh Chanyeol ngerusuh -__-
      squel? mungkin aku lebih ke buat cerita lain dengan main cast sama tapi bukan squel /ntar kepanjangan lagi/ (semoga kamu ngerti maksud aku wkwk / kalo ngak ngerti aku maklum, soalnya aku emang nggak bisa nge-deskripsikannya)
      makasih udah mau baca 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s