Love is complicated Chapter 1 [Meet You]

Love is Complicated First Half Do Kyungsoo

LOVE IS COMPLICATED Chapter 1

Author : HyeraKim

Main Cast : Do Kyungsoo, Im Shin Ae (OC), Oh Sehun, Min Ah Young (OC)

Additional Cast : Find it by yourself!

Rating : PG 17+

Genre : Marriage, Hurt, Brothership, Family

Length : Chaptered

@@@

FIRST HALF : DO KYUNG SOO

‘Meet you’

Recommended Song :

EXO – Don’t Go

***

‘Aku selalu terjebak dalam cinta masa lalu yang semu

Aku selalu merindukanmu dan hanya merindukanmu’

-Do Kyung Soo-

@LOVE_IS_COMPLICATED@

Jalanan disekitar gedung-gedung cakar langit di wilayah Cheongdamdong terlihat ramai pagi ini. Beberapa pejalan kaki mulai dari anak sekolah berseragam sampai yang hanya mengenakan pakaian santai juga terlihat meramaikan trotoar jalan. Im Shin Ae, seorang gadis bersurai hitam legam sepinggang terlihat berlari menyusuri trotoar jalan. Sesekali ia membungkuk meminta maaf ketika tanpa sengaja tubuh kecilnya menabrak pejalan kaki lain. “Aissh jinjja..” Berkali-kali ia merutuki dirinya sendiri karena bangun kesiangan pagi ini membuatnya tergesa-gesa berangkat ke kantornya yang terletak di kawasan Cheongdamdong. Im Shin Ae adalah salah satu karyawan di DYO Fashion. Ia bekerja sebagai salah satu designer disana. Shin Ae telah menekuni pekerjaan ini selama 4 tahun terakhir. Ia memang sudah bekerja diusia mudanya. Karena ia adalah murid yang cukup pandai dan cerdas disaat universitas hingga tak perlu heran kalau dia sudah menjadi designer yang cukup disegani dalam perusahaannya diusianya kini yang masih menginjak 27 tahun.

BRUKK

“Arghh..” Im Shin Ae merasakan tubuhnya yang langsung bertubrukan dengan trotoar. Ia yang berlari bertabrakan dengan orang lain yang juga tengah berlari. Ia bertabrakan dengan seorang namja hingga pantas saja kalau ia sampai tersungkur ke trotoar yang keras. Untung saja tumpukan kertas yang ia apit dilengannya tidak berserakan ke trotoar, akan tetapi hanya terjatuh disatu sisi. “Joseonghabnida..” Namja itu membantu Shin Ae berdiri dan mengambilkan tumpukan kertas yang terjatuh. Sedangkan Shin Ae sibuk membersihkan roknya yang terkena debu. “Gwaenchana..” Ujar Shin Ae, sebenarnya ada yang terasa perih di lututnya namun tak dihiraukannya karena ia merasa sudah sangat terlambat. Perlahan Shin Ae mendongakkan kepalanya untuk meminta berkasnya yang terjatuh. “Noona..” Ujar namja itu. Shin Ae sedikit mengingat wajah itu. “Oh Sehun?” Shin Ae menatap Sehun dengan tatapan yang intens ‘Sudah lama sekali Sehun-ah..’ batinnya. “Orae maniya, noona..” Ujar Sehun yang kemudian mengaburkan lamunan Shin Ae. “Ah ne..” Balas Shin Ae. Ia sedikit merasa canggung bertemu dengan namja yang pernah mengungkapkan cintanya kepadanya dimasa JHS dulu. “Mian, aku melukaimu..” Ujar Sehun. “Gwaenchana..” Ujar Shin Ae sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Apa yang noona bawa?” Tanya Sehun menunjuk tumpukan kertas yang diapit Shin Ae. “Ah iya, aku terlambat.. maaf Sehun-ssi, aku harus segera kekantor.. semoga kita bisa bertemu lagi.. annyeong..” Shin Ae segera melanjutkan aksi berlarinya meninggalkan Sehun yang masih setia berdiri ditempatnya memandangi punggung gadis yang masih ditunggunya itu sampai saat ini. ‘Apakah perasaanmu tetap sama seperti yang dulu, Noona…?’

Sekuat dan sehebat apapun cintamu

Maafkanlah aku yang terbutakan oleh cinta orang lain

@LOVE_IS_COMPLICATED@

DYO Fashion Office

DYO Fashion adalah sebuah perusahaan fashion terkenal di Gangnam. Perusahaan ini juga mengadakan fashion show disetiap akhir bulannya untuk menunjukkan karya-karya terbaru designer-designer di perusahaan ini. Shin Ae adalah salah satu designer yang berada di bawah perusahaan DYO Fashion. Shin Ae memasuki ruang kerjanya. Ia meringis merasakan pedih dilututnya. “Gwaenchanayo Shin Ae?” Tanya Minji asisten yang juga menjadi rekannya sejak pertama kali bekerja. “Molla, tapi ini cukup perih..” Shin Ae duduk di sofa ukuran double diruangan kerjanya sambil memegangi lututnya yang berdarah. “Biar kuambilkan kotak obat, tahan sebentar ya..” Minji bergegas mencari kotak obat. Shin Ae mengangguk pasrah. ‘ddrrtt ddrrtt’ Shin Ae merasakan ponsel disebelahnya bergetar. Itu ponsel milik Minji. Tertulis ‘Manager Lee’ dilayarnya. Shin Ae memutuskan untuk menerima panggilan itu, karena ia berpikir itu pasti penting. “Yeobeoseyo? Nde? Jigeum? Ah ne ne arasseo.. ne..” Setelah menerima telepon itu ia langsung berdiri. Terlihat Minji memasuki ruangan dengan kotak obat ditangannya. “Mian, diobati nanti saja ne? CEO Do telah tiba, seluruh designer harus turun kebawah.. mianhaeyo Minji-ah..” Setelah berujar Shin Ae langsung bergegas keluar ruangannya dengan langkah yang sedikit pincang. Minji hanya menghembuskan nafas pasrah ketika melihat kelakuan rekan kerjanya yang memang ia kenal cukup keras kepala itu. Untung Shin Ae memakai rok yang panjangnya menutupi bagian lututnya sehingga lukanya tak terlihat jelas. Setelah sampai dilantai dasar Shin Ae segera ikut berbaris di samping designer-designer yang telah berjajar didepan pintu masuk kantor DYO Fashion itu. Tak lama setelah itu sebuah Lamborghini Aventador warna Biru Metallic berhenti tepat didepan barisan designer. Pintu dibukakan oleh petugas. Seorang namja dengan celana warna hitam, sepatu fantofel dengan warna senada dengan celananya, kemeja putih yang dimasukkan dengan rapi, gasper yang terlihat biasa namun berkesan dan blazer dengan warna yang senada dengan celananya. Perpaduan warna yang sederhana namun namja ini mampu membuat designer yang berdiri dihadapannya langsung terpukau. Tak terkecuali Shin Ae yang tak henti-hentinya mengagumi namja ini dalam hatinya. Surai coklat yang ditata rapi keatas juga menambah kharisma yang terpancar dari namja ini. Seringaian yang dikeluarkannya menambah kesan cool yang terpancar dari wajahnya, ditambah dengan tatapan dari mata lebarnya, bukan hanya designer yang berdiri dihadapannya tapi jika seluruh fangirl boyband terkenal sekalipun melihatnya akan berteriak dengan histeris. Penampilan yang sempurna dari seorang CEO baru DYO Fashion. Sebelumnya designer yang berjajar dihadapannya ini mengira akan melihat CEO Do Kyung Min yang usianya sudah kepala empat. Ternyata yang muncul adalah member boyband dari agensi terkenal yang sedang tersesat. “Bangeubseumnida.. Do Kyung Soo imnida.. saya akan menggantikan posisi CEO Do Kyung Min.” Singkat dan Dingin. Itu kesan yang tertangkap dalam diri CEO baru DYO Fashion cabang Korea ini. Shin Ae maju selangkah. “Oseo aseyo Sajangnim.. Joheun Im Shin Ae imnida, kepala designer cabang Cheongdamdong, Bangeubseumnida.” Shin Ae membungkuk sopan didepan Kyung Soo. Kyung Soo menatapnya dengan intens. Satu kata yang terlintas dibenaknya ‘Yeppeuda..’.

Sebagai kepala designer Shin Ae berkewajiban mengenalkan seluruh staffnya pada CEO yang baru ini. Ia juga mengantar CEO Do Kyung Soo berkeliling kantor, untuk sekedar mengetahui ruangan-ruangan apa saja yang ada di DYO Fashion Office ini. Meski sebenarnya Shin Ae berusaha tak menunjukkan cidera dilututnya namun lama kelamaan ia juga tak sanggup menyembunyikannya. Tanpa Shin Ae sadari Kyung Soo menyadari keganjilan langkah Shin Ae. Setelah berjalan cukup lama, keduanya hanya diam dan Shin Ae pun hanya berbicara seperlunya. Dan seluruh kalimat yang keluar dari bibirnya tak dijawab sama sekali oleh Kyung Soo, Kyung Soo lebih memilih untuk diam dan sesekali mencuri pandang kearah paras cantik Shin Ae. “Ini adalah akhir perjalanan kita Sajangnim, ini ruangan anda.” Shin Ae menunjuk kearah pintu besar dihadapannya. Setelah itu dia membungkukkan badannya dengan sopan lalu berniat meninggalkan Kyung Soo. “Ada yang ingin kutanyakan, masuklah..!” Ajak Kyung Soo lalu berjalan mendahului Shin Ae, Shin Ae membuntut dibelakangnya. “Duduklah..” Kyung Soo menunjuk sofa ukuran double lalu berjalan menuju lemari kecil didekat meja kerjanya. Shin Ae pun duduk ditempat yang ditunjuk Kyung Soo. Ia masih merasakan perih di lututnya. Iris hitamnya sesekali mencuri pandang kearah Kyung Soo. Menyadari Kyung Soo kini berjalan kearahnya, ia hanya diam diposisinya. Kyung Soo menghampiri Shin Ae dan langsung berjongkok disamping kanan depan Shin Ae. Posisi ini tentu saja membuat Shin Ae terkejut dan berusaha berdiri namun tangannya segera ditahan oleh tangan Kyung Soo. Shin Ae menuruti Kyung Soo untuk kembali duduk. Kyung Soo memulai mengobati luka di lutut Shin Ae, sesekali ia mengeluarkan erangan karena rasa perih dilututnya. Setelah beberapa saat Kyung Soo selesai mengobati luka di lutut Shin Ae. Ketika Kyung Soo mendongakkan kepalanya, iris hitamnya bertemu dengan iris hitam milik Shin Ae. Untuk beberapa saat tatapan mereka terkunci. Sampai akhirnya Kyung Soo mengalihkan pandangannya ketika Shin Ae juga melepas tatapannya dari iris hitam milik Kyung Soo. “Khamsa habnida.. S-sajang-nim..” Ujar Shin Ae. Kyung Soo bangkit berdiri. Sedetik kemudian ia tersenyum, tanpa ia sadari senyuman itu kembali mengunci tatapan Shin Ae untuk tak berpaling dari wajah tampannya. “Apakah yang ingin anda tanyakan Sajangnim..?” Tanya Shin Ae yang mulai bosan dengan keheningan. “Amudo aniya, aku melihat luka dilututmu, jika kau membiarkannya itu tak terlalu baik Im Shin Ae-ssi..” Terang Kyung Soo. Ia membuka lemari kecil disebelah meja kerjanya untuk memasukkan kembali kotak obat ditangannya. “Jeongmal khamsaheyo..” Shin Ae mengulangi kalimatnya, kali ini ia juga membungkuk dengan sopan. “Tak perlu seformal itu, aku tak terbiasa dengan hal itu, Hyera tak seperti itu denganku di Amerika.” Kyung Soo mulai menduduki kursi kebesarannya.

“Nde? Maksud anda Lee Hyera?” Tanya Shin Ae dengan penasaran. Kyung Soo kembali tersenyum lebar melihat ekspresi terkejut dari Im Shin Ae. Ia menganggukkan kepalanya memberi jawaban.

“Aku berteman dengannya, ia bekerja di DYO Fashion tiga tahun yang lalu, setelah mengalahkan karya designer-designer pilihan ayahku dalam sebuah kompetisi di Amerika. Ayah langsung merekrutnya dan kamipun berteman. Ia banyak bercerita tentangmu Im Shin Ae.” Terang Kyung Soo. Sedangkan Shin Ae masih sedikit terkejut dengan penjelasan panjang Kyung Soo, ia hanya bisa keheranan, seakan-akan dunia ini memang sempit.

The one that I had inside my heart is you

Even if my breathe stops, you’re so close

@LOVE_IS_COMPLICATED@

KYUNGHEE UNIV.

Seorang namja duduk di bangku taman yang terletak dihalaman depan gedung KYUNGHEE UNIV. Namja bersurai blonde itu tengah sibuk dengan laptopnya. Ia sedang melakukan video call dengan sahabatnya. “Sehun-ah.. aku benar-benar merindukan bermain basket denganmu, pekerjaanku semakin rumit saja, aku tak punya teman untuk melepas lelahku sekarang..” Ujar namja bersurai hitam dalam laptop Sehun.

“Haha, jinjja? Mianhae Kai-ah.. sayangnya aku tak tahu kapan bisa kesana.. harusnya kau saja yang kemari.. kaukan juga orang korea, kenapa tak kau urus perusahaan yang di Korea saja?”

“YA! Mulutmu itu ringan sekali mengatakan sesuatu tapi yang kau katakan sulit sekali dilakukan. Dasar Sehun babo..”

“YA! Kau yang babo, kau masih muda tapi mau-maunya mengurus cabang perusahaan yang ada di Amerika. Itu berat babo!!”

“YA! Kau tidak tahu bagaimana sulitnya pekerjaan ini, dasar Sehun Babo!”

“Kai Babo!!”

Kedua namja yang sudah berusia 25 tahun ini terus saja bertengkar layaknya anak TK yang berebut mainan. Meski seperti itu pertengkaran mereka itu pasti akan berakhir dengan tawa dari keduanya. Satu hal yang membantu Sehun bangkit dari keterpurukannya ketika ibunya meninggal adalah Kai. Sedangkan bagi Kai, Sehunlah orang terdekatnya, meski Kyung Soo adalah sepupu terdekat Kai namun yang berada disisi Kai untuk mengurangi beban diotaknya hanya sahabat semata wayangnya itu. Sedangkan kehidupan keluarganya hancur, kedua orang tuanya berpisah sejak ia masih kecil dan ia tinggal bersama sang ayah yang terbilang kejam.

“Kai-ah… aku bertemu Shin Ae Noona..!”

“Jinjja? Bagaimana dia sekarang? Apakah dia semakin cantik?”

“Hmm, dia semakin cantik..”

“Lalu?”

“Aku ingin melakukannya lagi..!”

“Pengakuan cintamu itu?”

“Hmm, bagaimana menurutmu?”

“Lakukan saja jika kau yakin!!”

“Baiklah.. lalu bagaimana denganmu? Bukankah kau ingin berkencan dengan Hyera?”

“Sudah kubilang mulutmu itu terlalu licin untuk mengatakan sesuatu tapi semua yang kau katakan sulit dilakukan Tuan Oh. Aku terlalu sibuk melakukan pendekatan dengannya, meski sebenarnya sangat ingin..”

“Hahaha.. geurae aku memang begitu. Baiklah aku mengerti.”

“Sudah dulu Hun, aku ingin melepas penatku dulu..!”

“Mwo? Jangan bilang kau mau clubbing?”

“Hehehe.. Bye Sehunnie..”

“YAK! Kim Kai! Kau.. dasar kau tak mengajakku..!!”

Sehun menutup laptopnya dengan sedikit frustasi. Sekarang ia yang merasa kesepian. Ia meraih smartphonenya, mencari suatu hiburan disana.

@LOVE_IS_COMPLICATED@

NEW YORK

Di sebuah club malam di Kota New York terlihat penuh dengan muda mudi yang melakukan kegiatan malam mereka. Salah satunya pria berkulit tan berdarah Korea ini, ia hampir setiap hari datang ketempat ini semenjak sebulan yang lalu. Sebulan yang lalu ia ditinggal oleh sahabat baiknya Oh Sehun untuk kembali kenegaranya Korea Selatan. Pria bersurai hitam ini masih dengan pakaian kerjanya, meski ia tinggal di New York namun style Koreanya masih tercium. Jika pria-pria di New York terbiasa bekerja dengan setelan Tuxedo, pria ini lebih memilih mengenakan blazer. Sepatu yang modis dan rambut style Asianya yang ditata rapi keatas. Hal ini membuatnya menjadi pusat perhatian gadis-gadis di club malam itu. Tak sedikit gadis yang menawarinya melakukan hal yang tidak-tidak. Namun pria ini menolaknya dengan baik tanpa menyakiti hati mereka. Iris elangnya mengitari seisi club, tangannya sibuk menuangkan sedikit demi sedikit wisky dalam sebuah botol kedalam gelas kecil didepannya. Kegiatannya terhenti seketika, ketika iris elangnya menangkap pemandangan yang tak disukainya. Yeoja bersurai kecoklatan yang dikuncir satu dalam keadaan setengah sadar sedang di ganggu oleh beberapa pria nakal. Bukan karena hati nuraninya tersentuh ingin menolong akan tetapi karena itu adalah yeoja yang ia kenal. Tidak. Lebih tepatnya itu adalah yeoja yang ia cintai. Diletakkannya botol wisky ditangannya dengan kasar lalu kakinya langsung dilangkahkan mendekati yeoja yang dikerubungi tiga pria nakal itu. “She’s my girl…” Ujar Kai dengan nada yang terdengar mengancam dan cukup menakutkan. Ditambah tatapan iris elangnya yang menajam membuat ketiga namja tadi tak melakukan perlawanan dan langsung meninggalkan Kai dan yeoja dihadapannya. “Hyera-ssi.. jeongsincaryeo!!” Kai menggoyangkan tubuh Hyera yang sudah kehilangan kesadarannya karena terlalu banyak minum. Merasa terusik Hyerapun membuka matanya dan menangkap tatapan dihadapannya. “Oh… Kyuhyun oppa!! Daebak bagaimana bisa oppa ada disini?” Ujar Hyera sembari menepukkan kedua tangannya. Kai hanya menatapnya dengan tatapan yang sendu. Ia juga tak menyangka disaat mabuk seperti ini Kyuhyunlah yang muncul dipikirannya. Hatinya mencelos mendengar itu dari mulut Hyera, gadis ini benar-benar menyukai Dokter dari Mason Medical Center yang bernama Cho Kyuhyun yang sebentar lagi akan menikah dengan seorang model berdarah China-Amerika bernama Amanda Koh. “Oppa…” Hyera menggapai pinggang Kai dan merengkuhnya, memeluknya dengan erat seolah tak ingin kehilangannya. “Kenapa kau jahat sekali? Kau menjadikanku designer untuk gaun pernikahan calon istrimu? Kau jahat sekali oppa..” Suaranya semakin serak. Air matanya juga mulai mengalir, membasahi kemeja warna hitam yang dipakai Kai malam ini. “Hiks. hiks. opp…” Hyera melemas setelah terisak dipelukan Kai. Yeoja ini pingsan dipelukan Kai. Kai yang melihat keadaan yeoja yang dicintainya ini merasa sangat frustasi, apalagi kenyataan bahwa Hyera begitu mencintai pria bernama Cho Kyuhyun membuatnya lebih frustasi. Dengan segera ia menggendong yeoja ini lalu meninggalkan club.

Ferarri sport warna merah itu berhenti dihalaman sebuah rumah mewah dipinggiran kota New York. Sang pengemudi Kim Jongin, keluar dari mobil dan segera berlari menuju pintu disisi lain. Ia membukanya dengan hati-hati. Kai menggendong yeoja bernama Lee Hyera yang telah kehilangan kesadaran itu. Setelah menutup pintu mobilnya, ia segera masuk kedalam rumahnya. Kai membawa Hyera kerumahnya karena ia tak tahu apakah akan ada yang merawat Hyera jika Kai mengantarnya kembali kerumahnya. Kai membaringkan tubuh Hyera diatas ranjangnya. Ia menyelimutinya dengan hati-hati. Setelah itu ia bergegas keluar kamar. Beberapa saat kemudian ia kembali kedalam kamarnya dengan baskom berisi air, ia meletakkan baskom itu diatas nakas yang terletak disebelah ranjangnya. Kemudian ia membuka lemarinya dan mengambil sebuah handuk kecil. Setelah itu ia mengompres kening Hyera, ia berharap dengan begitu dapat mengurangi demam ditubuh Hyera. Dalam perjalanan pulang tadi ia memeriksa suhu tubuh Hyera karena Hyera terus saja mengigau dan pelipisnya dipenuhi peluh. Memang suhu tubuhnya sangat panas saat Kai menyentuhkan telapak tangannya dikening Hyera. “Oppa… Suho oppa..!” Hyera terus mengigau dalam tidurnya. “Eomma.. Appa.. Bogoshipeo…” Kai terus menatap sendu kearah Hyera yang terus mengigau. Ia tahu betapa berat kehidupan yeoja ini. Ibunya meninggal sejak Hyera masih duduk dibangku JHS, ia semakin terpuruk ketika 5 tahun yang lalu ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Sedangkan satu-satunya kakak yang ia miliki terpaksa harus mengurus urusan perusahaan yang sebelumnya dijalankan sang ayah di Jerman. Ditambah lagi orang yang telah dicintainya sejak lama akan menikah dengan gadis lain. Suatu kehidupan yang sangat pahit, meski sebenarnya Kai juga memiliki kehidupan miris yang sama, Kai tak pernah menangisi kehidupannya, namun jiwanya tak sekuat dulu ketika sudah menyangkut kehidupan yeoja ini.

@@@

Sinar matahari pagi mulai berlomba-lomba memasuki ruangan serba putih ini. Seorang namja masih setia duduk disamping gadis yang terbaring lemah dihadapannya. Ia sudah menyiapkan segelas susu hangat diatas nakas. Gadis itu mulai mengerjap-ngerjapkan matanya, retina matanya masih menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Kai tersenyum lebar melihat gadisnya akhirnya terbangun juga.

“Kau sudah bangun?”

“Kai? Dimana aku?”

“Dikamarku, semalam kau mabuk berat, kau juga demam, maaf aku membawamu kemari, aku takut…”

Belum selesai Kai memberi penjelasannya, Hyera sudah kembali terisak. Meski ia menunduk untuk menyembunyikan air matanya namun itu tetap tertangkap iris elang seorang Kim Jongin. Senyum yang sempat menghiasi paras tampannya kini telah menghilang, kembali seperti semalam. Tatapan sendu dan air muka yang frustasi membuatnya terlihat seperti lebih terpuruk dibandingkan yeoja yang terisak dihadapannya.

“Hentikan..”

Sebuah kata yang tiba-tiba keluar dari mulut seorang Kim Jongin. Namun Hyera masih setia dengan isakannya.

“Hentikan Nona Lee, kau membuatku semakin menderita.”

Satu kalimat yang sontak membuat Hyera yang masih dengan wajah berantakannya mengalihkan pandangan kearahnya. Betapa terkejutnya Lee Hyera menyadari bahwa Kai ikut meneteskan air matanya.

“Aku akan keluar…”

Kai melangkahkan kakinya berusaha tak mempedulikan gadis itu. Namun baru selangkah tangan kirinya sudah ditahan oleh Hyera.

“Wae? Kenapa kau ikut menangis? Apa kau merasakan apa yang kurasakan?”

Pertanyaan yang sontak membuat Kai mengalihkan pandangannya, mencari iris coklat milik gadis itu.

“Aku… tak bisa melihat gadis yang kucintai menangis”

Perasaan yang bercampur aduk menggeliat dihati Lee Hyera. Kalimat yang keluar dari mulut Kai seperti cambukan yang keras untuknya. Benar. Dia egois karena tak pernah menganggap kata-kata dari bibir Kai itu dengan serius. Berkali-kali ia mendengarnya, tapi ia hanya memikirkan orang yang tak pernah mencintainya. Hyera menundukkan kepalanya, namun ia mencengkeram erat lengan baju dipergelangan tangan Kai.

“Mianhae…”

Suasana semakin hening. Kai sibuk dengan argument-argumen diotaknya, ‘untuk apa dia meminta maaf, apakah itu berarti dia tak bisa menerimaku?’. Sedangkan Hyera masih berusaha membangun kepercayaan dirinya untuk mengatakan apa yang terlintas dibenaknya.

“Kai, kau… benarkah kau mencintaiku?”

Ujar Hyera masih dengan posisi menunduk. Kai melepas cengkeraman Hyera, lalu berjongkok menghadap Hyera, merapikan surai kecoklatan yang menutupi wajah sebelah kanan Hyera kebelakang telinga. Sedetik kemudian ia mulai menarik seulas senyum dibibirnya.

“Aku akan menunggumu sampai kau mengakuiku. Aku akan menjagamu dan mencintaimu sebisa yang aku lakukan.” Ujarnya.

“Kalau begitu ayo kita memulai hubungan kita… aku… aku tak sanggup menanggung bebanku sendirian, aku membutuhkan seseorang yang bisa membantuku melupakan Kyuhyun oppa, aku hmmpp…”

First kiss. Bagi Hyera ataupun Kai ini adalah pertama kalinya bagi keduanya. First kiss yang awalnya ingin Hyera berikan kepada Kyuhyun ini jatuh dibibir seorang Kim Jongin. Meski kecewa Hyera menerimanya tanpa komentar sedikitpun kepada Kai. Setelah beberapa detik Kai melepaskan ciumannya.

“Aku berjanji…” Ucapnya lalu meraih tubuh gadisnya itu dan memberikan pelukan hangatnya. Hyera hanya diam dengan perlakuan Kai. ‘Mungkin ini yang terbaik untukku, aku akan belajar mencintaimu Kai.. aku juga menjanjikan ini padamu…’.

Melupakan sesuatu yang lama dan membuka sesuatu yang baru,

tak semudah membalik telapak tangan

Namun keyakinan yang kuat akan mengantar kita kepada jalan yang sebenarnya.

@LOVE_IS_COMPLICATED@

SEOUL

Suasana malam di Seoul adalah sebuah suasana yang sangat Kyungsoo rindukan. Dimalam hari ia akan melihat langit malam melalui balkon didepan kamar ibundanya yang kini telah berubah menjadi kamar pribadinya. Ia menengadahkan kepalanya kelangit dan membiarkan semilir angin musim semi bertiup menerpa wajah tampannya. Sebuah senyum terukir diwajahnya, membuatnya terlihat sangat bahagia malam ini. Ingatannya kembali pada kejadian siang tadi saat ia bertemu dengan seorang gadis bernama Im Shin Ae, seorang gadis yang dulu sangat ia kenal. ‘ddrrt . . ddrrt’ dering ponsel disaku celananya mengaburkan suasana tenang yang ia ciptakan.

>Oppa Jaljinaeyo? Bagaimana kalau kutraktir kopi dan berjalan-jalan ditepi sungai Han? _Young_<

Kyungsoo tersenyum membuka pesan yang baru saja ia terima. Lalu mengetikkan beberapa huruf untuk membalas pesan singkat itu.

>Kedengarannya bagus, geurae aku kesana..<

Kyungsoo segera mengenakan jaket, lalu menyambar kunci mobil yang berada diatas meja dan berlari menuju garasi mobilnya. Ia segera melajukan Lamborghini Aventador Biru Metallic miliknya meninggalkan garasi.

Hangang Park

Seorang pria dengan jaket hitam dan gadis bersurai pirang nan cantik yang mengenakan dress merah muda selutut berjalan berdampingan menyusuri jalan setapak ditepi sungai han. Mereka terlihat sangat akrab, sesekali mereka melempar canda tawa. Mereka berhenti disebuah bangku panjang. “Waahh.. capek juga..” Ujar gadis itu. Sedangkan sang pria hanya tersenyum lalu mengikuti gadis itu dan duduk disampingnya. Keheningan mulai menyelimuti kebersamaan mereka ketika mereka mulai duduk dibangku panjang itu. Mereka hanya menerawang kedepan menjadikan air sungai yang tenang sebagai pemandangan untuk kedua iris gelap itu.

“Oppa..”

“Hmm..”

“Bagaimana kabar Kai?”

“Dia baik.. dan… dia menemukan seorang gadis..”

“Jeongmalyo? Aku senang mendengarnya..”

Keheningan kembali menjadi topic utama pertemuan ini. Sampai akhirnya Kyungsoo –pria itu mengalihkan pandangannya pada gadis disampingnya ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut gadis itu.

“Sayangnya aku tak bisa seperti Kai.. aku tetap menunggu orang yang mungkin tak akan pernah melihat kearahku..”

“Young-ah.. kumohon jangan mengharapkan pria sepertiku! Aku hanya akan menyimpan seorang gadis dalam hidupku.. dan..”

“Dan gadis itu bukan aku, tapi dia yang bertemu denganmu sejak bertahun-tahun yang lalu.. kau menemukannya kan?”

Kyungsoo menundukkan kepalanya mendengar kalimat yang keluar dari mulut gadis itu. Ia sangat menyesal dan sangat menyesal karena tak dapat mencintai gadis lain selain Im Shin Ae. Ia sangat menyesal karena cinta masa kecilnya telah membuat seorang gadis tak bersalah merasakan rasa sakit yang teramat sangat. Namun apa boleh buat, masalah hati tak dapat dipaksakan.

“Mianhae Young-ah..” Sesal Kyungsoo dengan menunduk dalam. Tanpa ia sadari gadis disampingnya telah meneteskan bulir bening dari dalam pelupuk matanya. Sejenak kemudian gadis itu segera pergi meninggalkan Kyungsoo seorang diri.

FLASHBACK

NEW YORK

Musim dingin dikota New York telah tiba. Suhu udara dibawah titik beku ditambah terpaan angin dingin di New York membuat seluruh warga New York yang berada diluar rumah segera merapatkan coat yang mereka pakai. Begitu pula dengan seorang namja yang berdiri dibawah sebuah pohon tak berdaun ini, ia berkali-kali merapatkan coat warna merah yang ia kenakan. Sesekali ia melirik kearah jam tangan bermerk Rolex warna hitam yang ia kenakan. Sudah hampir 60 menit namja ini berdiri ditempat itu, berkali-kali ia menggerakkan kakinya asal agar rasa dingin yang menjalar ditubuhnya berkurang, namun angin dingin kota New York mampu menembus pertahanannya sehingga ia tetap merasakan hawa dingin yang menusuk.

Ditempat lain dibasement sebuah apartemen mewah di Kota New York telah terparkir rapi sebuah mobil bermerk Porsche berwarna merah. Didalamnya seorang pria bersurai coklat berponi dan seorang gadis bersurai pirang emas terselimuti keheningan. Sudah sekitar lebih dari 1 jam penghuni mobil bermerk Porsche itu berbetah dengan keheningan mereka. “Jika kau tak mencintainya katakan padaku apa alasanmu menerimanya?”  Ujar pria itu membuyarkan suasana hening. Gadis bersurai pirang emas itu memberanikan diri menatap iris gelap milik pria bersurai coklat itu. “Aku melakukannya agar aku dapat bertemu denganmu! Karena sebelum aku mengenalnya dan bahkan sebelum aku berpacaran dengannya kau tak pernah sedetikpun menatap kearahku oppa.. hiks. hiks.” Terang gadis itu. Air mata mulai bercucuran deras dari matanya. “Kau gadis jahat! Kau menyakitinya! Apa kau tak tahu seberapa menderitanya kehidupannya jauh sebelum-sebelumnya?” Gadis itu tersentak mendengar kalimat yang tak pernah ia sangka akan keluar dari mulut pria bernama Kyungsoo itu. “Apa kau tahu betapa aku menyayangi adik sepupuku itu? Aku bahkan akan memilih untuk tetap melindunginya daripada membuatnya disakiti oleh wanita sepertimu! Sebaiknya kau tak pernah mengenal kami.” Air mata gadis itu semakin banyak berjatuhan. Terlebih mendengar kalimat-kalimat kasar dari orang yang sangat ia cintai. “Sekarang lebih baik tepati janjimu untuk bertemu dengannya! Lagipula, aku sudah memiliki seseorang dalam hatiku, dan aku akan terus mencarinya..” Lanjut Kyungsoo.

Dilokasi sebelumnya, Kai masih setia menunggu. Satu jam berlalu namun orang yang ia tunggu tak juga muncul. Seluruh tubuhnya sudah bergetar tak karuan menahan hawa dingin yang satu jam lebih menerobos pertahanannya. Kedua telapak tangannya ia sembunyikan disaku coat merahnya dan berkali-kali ia menghembuskan nafas yang berakhir dengan kepulan uap dari mulutnya. Mungkin jika dia tak bertekat untuk bertahan dia sudah goyah sejak tadi. Matanya berubah menjadi berbinar ketika melihat seorang gadis dengan coat biru muda menghampirinya. Ia berusaha sebaik mungkin untuk melukis seulas senyum dibibirnya meski saat ini seluruh tubuhnya sudah bergetar hebat. “Mianhae Kai-ya.. aku gadis yang jahat..” Ujar gadis itu dengan air mata yang membanjiri pipi manisnya. “hiks . aku ingin kita mengakhirinya saja..! orang yang kucintai sebenarnya bukan dirimu tapi Kyungsoo oppa.. aku menyesal menyakitimu.. tapi itu sudah terlanjur.. mianhae.. hiks . hiks .” Gadis itu segera berjalan melewati Kai dan pergi menjauh. Kai hanya dapat melihat punggung gadis itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Terkejut, marah, dan kecewa ia rasakan. Ditambah seluruh tubuhnya serasa kaku dan ingin tumbang. Tatapannya pada punggung gadis itu semakin mengabur dan .BRUKK. tubuhnya langsung tumbang.

FLASHBACK END

@LOVE_IS_COMPLICATED@

DYO FASHION OFFICE

Pagi ini halaman depan DYO Office cukup ramai dengan beberapa karyawan yang mulai berdatangan. Salah satunya seorang yeoja dengan surai hitam ini. Hari ini ia mengenakan celana slim fit warna coklat tua dengan atasan kemeja warna coklat muda yang ia masukan sebagian. Ia berjalan sambil menikmati satu cup Ice Choco Coffee, salah satu minuman favoritnya. Sedangkan tangan kanannya sibuk memainkan smartphone nya. “Ehem..” Tatapannya teralih ketika tiba-tiba sebuah suara masuk kedalam gendang telinganya. Shin Ae –yeoja bersurai hitam itu langsung mengerjapkan matanya berkali-kali ketika menyadari seseorang yang saat ini telah berdiri dihadapannya. Seorang namja dengan setelan kerja yang modis, ia berdiri dengan kedua tangan yang berada didalam saku celananya, namja yang terakhir kali ia kenal sebagai atasan barunya. Iris gelap milik namja itu menuntut iris coklat milik Shin Ae untuk menatap iris gelap miliknya. Diposisi ini Shin Ae hanya bisa diam dan menuruti permintaan iris gelap itu. Tatapan mereka akhirnya bertemu cukup lama, ‘D.O-ya siapakah namja dengan mata setajam milikmu ini?’

TBC…

Hai guys..

This is first half chapter 1, what do you think??

Sekedar info buat reader, ditengah nanti mungkin kalian akan mulai bertanya jadi sebelum itu aku mau kasih tahu tentang cerita ini.. Jadi gini lo guys, ff ini ada tiga bagian dan disetiap bagian main castnya beda-beda cuman ceritanya tetep nyambung.. Aku bilang ini supaya kalian gak salah paham aja *Hehe ^_^ Aku juga mau kasih bocoran dikit, FF bukan FF terbaru dariku tentunya udah jadi cuman tinggal beberapa rombakan aja, jadi yang semangat ya ninggalin jejak supaya aku semangat juga ngirim FFnya.. Oh iya, masalah Recommended Song *kalau kebaca* entah itu nyambung atau enggak abaikan, mungkin nyambung dibagian tengah atau akhir nanti.. *hehe ^_^

Oke gitu aja.. kalau ada pertanyaan lain silakan dikolom komentar ^_^

See you in the next chapter..

DON’T FORGET TO LEAVE A COMMENT!!! ^_^

Iklan

33 respons untuk ‘Love is complicated Chapter 1 [Meet You]

  1. eon aku mau kasih rekomen nih, kalau pas lagi nggambarin fisik tokohnya itu alangkah baiknya di kasih gambar biar tampah ngefeel.
    itu aja rekomen di chap ini
    see you
    oh ya aku ijin baca ya…
    annyeong….

  2. eon aku mau kasih eekomen nih, kalau pas lagi nggambarin fisik tokohnya itu alangkah baiknya di kasih gambar biar tampah ngefeel.
    itu aja rekomen di chap ini
    see you
    oh ya aku ijin baca ya…
    annyeong….

  3. Sesuai bgt sama judulnya deh.. complicated bgt.. berputar putar… wkwkwkkwwk saling sambung menyambung.. ampe aku rada bingung wkwkkwkwk.. tpi bagua bgt.. ceritanya bikin penasaran… itu d.o kenal shin ae sejak lama… kok shin ae ga ngenalina d.o???

  4. That was so so sooooo complicated, athor. Hahaa
    Masih lumayan bingung di chapter awal ini. Tapi di tunggu bgt chapter berikutnya. Ceritanya seru, dan layak di tunggu. Semangat!!! 😋

  5. d.o udh knl ama shin ae? tp shin ae gk kenal…
    keren ceritanya…
    kt di atas kn setiap chapter cast’a beda.. tp tetep nyambung sama part sebelumnya…

    judul’a masih sama gk.. “love is complicated” ?

    1. Judulnya tetep koq, ganti main cast bukan pas ganti chapter cingu, ntar pas d.o udah kelar urusannya, jd intinya bbrp chapter masih d.o,, thanx ya udah baca n’ comment..

  6. d.o udh knl ama shin ae? tp shin ae gk kenal…
    keren ceritanya…
    kt di atas kn setiap chapter cast’a beda.. tp tetep nyambung sama part sebelumnya…

    judul’a masih sama gk.. “love complicated” ?

  7. Annyeong thor! Reader baru nih XD
    Cerita ini kok complicated bgt yahh T.T ga kebayang kedepanya jd serumit apa.. Tp harapan aku sih shin ae sama sehun aja XD kan hunnie bias aku hehehe
    Btw, dilanjut ya thor secepetnya XD keep writing! Geurigo hwaiting-e!’0′)9

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s