Love & Truth (part 3) #Sequel of Devil Child

Love & Truth Cover

Author : Z

Title : Love & Truth (part 3) #Sequel of Devil Child

Cast :

     ☆ Kim Jong In (Kai nama asli di dunia iblis)

     ☆ Lee Eun Ju (OC)

     ☆ Min Yoon Gi a.k.a Suga

     ☆ Yao Ming Ming

     ☆ Ahn Hee Yeon a.k.a Hani

     ☆ Jung Ye Rin

     ☆ Kim Jin Woo

     ☆ ….

Lenght : Chapter

Genre : Fantasy, Romance, Mistery, Supernatural, Action, Gore

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Hai ‘-‘)/ apa kabar? Enggak bosenkan sama ff yang agak gaje ini? Semoga enggak ._. Happy reading..

TYPO IS MY STYLE!

 

Kai duduk di kursi kebesarannya. Di hadapannya sekarang adalah Suga yang tengah mengomel karena menghilangnya Raja iblis saat akan menghadiri persidangan. Suga menghela nafas beratnya. “Mereka akan menjatuhkan hukuman lebih berat kepadamu karena kau tidak datang tadi.”

“Kau tenang saja. Hukuman tak akan membunuhku.”

“Kau harus berjanji. Nanti kau akan menghadirinya.”

“Aku pasti akan datang. Suga.. Apakah menurutmu dia masih hidup?” tanya Kai mengalihkan topik pembicaraan.

Suga mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan ambigu itu. “Dia siapa?”

“Sehun.”

Suga menatap tak percaya Rajanya itu. Bagaimana mungkin ia berpikir seperti itu? Bukankah dia sendiri yang memusnahkan iblis sialan itu? Pikir Suga.

“Bilang pada Ming untuk memeriksa seluruh gua yang ada di dunia iblis. Periksa apakah ada yang mencurigakan atau tidak. Aku kemperbolehkannya untuk menggunakan iblis prajurit untuk membantunya.”

“Seluruh gua? Hei, itu sangat banyak.” Kai menatap Suga tajam yang sontak membuat namja itu terdiam. “Baiklah aku akan memberitahunya.”

ʚ Love & Truth ɞ

Kai memasuki ruang pengadilan. Langkah namja itu terhenti saat dua orang penjaga menghentikannya. Suga yang ada di belakang Kai maju untuk menunjukkan undangan yang ia miliki. Dan kedua penjaga itu menyingkir. Namun belum lama mereka melangkah mereka kembali berhenti. Karena seorang namja menghadangnya, Tao.

“Berikan tanganmu.” perintah namja itu pada Kai.

“Ya!” teriak Suga tak terima. Ia tau maksud dari perintah itu. Dengan menurut Kai memberikan tangannya dan sebuah cahaya berbentuk tali mulai mengikat tangan Kai dengan sendirinya. Tali itu adalah tali yang biasa digunakan oleh pengadilan untuk menahan kekuatan sang tahanan agar ia tak memberontak ataupun kabur.

Tao menyingkir dari hadapan Kai, memberi jalan untuk namja itu memasuki ruangan pengadilan.

Kai duduk di tengah-tengah ruang pengadilang dengan meja tinggi yang memutarinya. Di hadapannya kali ini adalah hakim tertinggi, Rin. Dia adalah hakim yang mengurusi kasus-kasus berat.

“Raja iblis Kai, terimakasih telah meluangkan waktu anda untuk datang kemari.” ucap hakim itu membuka sidang. “Kau pasti tau apa kesalahanmu. Membawa manusia ke dunia iblis adalah kesalahan yang sangat fatal. Hukuman apa yang pantas diterima oleh Raja sepertimu?”

“Aku membawanya karena aku memiliki alasan.”

“Alasan apa itu?”

“Karena dia terluka.”

“Sejak kapan Raja iblis memedulikan manusia yang terluka? Menurut peraturan yang kau buat sendiri kau akan di jatuhi hukuman penyiksaan selama sehari penuh.”

“Tunggu!” potong Suga. “Peraturan itu berlaku jika sang manusia merasa terancam dan merasa di culik dari dunianya. Dan Raja kami tidak melakukan itu.”

“Bisakah anda diam?” tanya Rin dengan tatapan tajamnya yang menghujam Suga.

“Lalu Raja iblis, kenapa anda tidak hadir saat pemanggilan yang pertama?”

“Karena ada sesuatu yang terjadi.”

“Apa itu?”

“Aku tak bisa mengatakannya.” Kai menatap Rin dengan tatapan datarnya.

“Kenapa kau tidak bisa mengatakannya? Apakah ada hubungannya dengan manusia itu?”

“Tidak.”

“Sekarang dimana manusia itu?”

Kai diam. Ia tak mau menjawabnya. Rin mengalihkan pandangannya pada Suga, memerintahkan namja itu untuk menjawab pertanyaannya. “Aku tidak tau.” ucap Suga apa adanya. Ia memang tidak tau dimana keberadaan manusia itu sekarang.

“Kau membunuhnya?” tanya Rin pada Kai.

Kai menatap tajam Rin. “Aku tidak membunuhnya.”

“Lalu dimana dia sekarang?” Kai kembali terdiam, bagaimanapun juga ia tak mau menjawab pertanyaan itu. Jika ia menjawabnya nyawa Eun Ju bisa dalam bahasa. Ia pasti akan langsung di musnahkan karena telah mengetahui rahasia dunia lain.

“Kenapa kau tak mau menjawabnya? Apakah kau sedang berusaha melindunginya?” lagi-lagi pertanyaan itu diacuhkan oleh Kai. Ia masih membisu tak mau menjawab.

“Tao!” panggil Rin. Namja bernama Tao itu dengan sigap berdiri dari bangkunya. “Lakukan.” perintahnya pada Tao yang langsung dimengerti oleh namja itu.

Suga melihat gerak gerik tau yang turun mendekati Kai. Apa yang akan mereka lakukan? Pikir Suga. Kai hanya tersenyum miring. Ia tau apa yang akan ia terima. Tao mencengkram baju Kai, mengangkat namja itu dan memukul pipi kanannya hingga ia terjatuh ke lantai.

“Ya! Apa yang kau lakukan!” Suga merasa tak terima dengan apa yang baru saja diterima oleh Rajanya. “Apa-apaan ini?!”

“Diamlah Suga..” ucap Kai yang menatap namja itu dengan tajam. Ia tak mau Suga ikut campur.

“Jadi dimana manusia itu sekarang?” tanya Rin untuk kesekian kalinya. Namun itu tetap percuma. Kai masih tak mau menjawabnya.

Tao menarik tubuh Kai yang ada di lantai hingga namja itu berdiri. Ia kembali memukul pipi Kai hingga namja itu terhuyung ke kanan. Kai hanya bisa terdiam menerima setiap pukulan. Kedua tangannya terikat, ia tak bisa memberontak.

“Apakah kau memiliki hubungan dengan manusia itu?” tanya Rin.

ʚ Love & Truth ɞ

“Kenapa kau tak mau mengatakannya saja?” Suga duduk di samping Kai yang saat ini tengah di obati. “Kau membuat ini semua semakin rumit.” Suga tertawa tak percaya dengan hukuman yang di dapat oleh Rajanya. Di siksa di depan rakyatnya sendiri sehari pentuh? Apakah hakim itu ingin menjatuhkan harga diri Raja iblis? Yang benar saja!

“Sudahlah berhenti mengomel. Bagaimana dengan Ming? Kenapa tak ada laporan darinya?”

“Dia belum kembali. Banyak gua yang ada di dunia iblis. Tak mungkin ia kembali secepat itu.”

“Em.” Kai mengangguk mengerti. “Bisa kau bawakan makanan ke kamarku? Mungkin sekarang dia lapar.”

“Ya! Kau menyembunyikan manusia itu di tamarmu?!”

ʚ Love & Truth ɞ

Suga masuk ke kamar Kai. “Hei manusia? Kau dimana?” Suga mengelilingi kamar itu dengan sebuah nampan di tangannya namun ia tak menemukannya.

Beberapa menit kemudia Kai masuk dan menemukan Suga yang masih berdiri di tengah kamarnya. “Dimana dia?” tanya namja itu pada Kai.

Kai berjalan ke depan lukisan dan menuliskan namanya di sana. “Bawa sini makanannya.” Suga memberikan nampan itu pada Kai. Setelah menerimanya Kai segera masuk ke dalam lukisan. Suga  menghela nafasnya tak percaya, jadi dia menyembunyikan manusia itu di dimensi? Rajanya memang gila.

Suga mengikuti Kai masuk ke dalam lukisan itu. Ia terkejut saat mendapati bentuk dan tata ruang di sana. Ia baru pertamakali melihat yang seperti ini. Kai masuk ke dalam sebuah pintu berwarna putih. Ia yakin bahwa di balik pintu itu terdapat manusia.

Suga melihat-lihat seluruh benda yang ada di sana. Benda-benda itu menarik perhatiannya.

Kai masuk ke dalam kamar dan menaruh nampan itu di atas meja. “Aku membawakan makanan untukmu.” Eun Ju memalingkan wajahnya dari buku yang ia baca.

“Kenapa kau lama sekali. Aku bosan di sini.”

“Ada sedikit urusan tadi.”

Eun Ju menaruh buku itu di atas meja dan duduk di tepi ranjang untuk makan. Ia memakan makanan yang di bawa oleh Kai dengan lahap.

Suga masuk ke kamar itu tanpa permisi, ya itulah yang selalu ia lalukan, masuk kesembarang tempat tanpa permisi. Ia melihat manusia itu yang makan dengan lahapnya. “Jadi yeoja seperti ini yang pernah kau cintai?” Kai dan Eun Ju menoleh bersama ke arah pintu, dan mereka nemenukan Suga yang berdiri di ambang pintu. “Ternyata selera Raja iblis cantik juga.” ucapnya sembari berjalan mendekati Eun Ju.

Pertama kali ia melihat Eun Ju ia merasa yeoja itu tak secantik ini. Kai mendesis. “Ya! Siapa yang menyuruhmu masuk kemari?!”

Suga duduk di samping Eun Ju. “Tidak ada.” Suga melihat wajah Eun Ju dengan seksama. Ia berpikir apakah ada hal yang spesial dari yeoja ini hingga Kai tak mau memberithukan keberadannya pada Rin. “Siapa namamu?” tanya Suga basa-basi.

“Eun Ju, Lee Eun Ju.”

“Perkenalkan aku Suga, penasehat Raja bodoh itu.” ucapnya memperkenalkan diri. Eun Ju hanya tersenyum. Jadi Kai benar-benar Raja? Pikirnya. Ia tak mirip seperti seorang Raja.

“Kau tau? Raja bodoh ku itu rela mempertaruhkan harga dirinya demi kau.”

“Ne?” Eun Ju tampak bingung dengan kata-kata namja bernama Suga itu.

“Suga! Keluarlah dari sini.” perintah Kai.

Seperti tak memedulikan perintah itu Suga tetap melanjutkan perkataannya. “Dia bahkan rela di hukum di depan rakyatnya demi melindungimu.”

“Ya!” Suga berlari kebelakang tubuh Eun Ju saat Kai membentaknya. Ia bisa merasakan aura Kai yang berubah dengan cepat.

“Tolong aku, usir dia dari sini.” bisik Suga pada Eun Ju. Eun ju melirik Kai.

“Bisakah kau tinggalkan aku sendiri? Aku ingin istirahat.” ucapnya pada Kai.

Namja itu bangkit dari duduknya. “Baiklah, kau bisa istirahat.” Kai menatap Suga yang masih berada di belakang Eun Ju. “Ayo keluar.”

“Aku masih ingin bersama Suga.” ucap Eun Ju cepat.

“Baiklah aku pergi!” dengan wajah kesalnya Kai pun pergi meninggalkan mereka berdua, ia bahkan kembali ke istana untuk mengecek apakah Ming telah kembali atau belum.

“Dia sudah pergi.” ucap Eun Ju lembut, menyuruh Suga untuk menyingkir dari belakang tubuhnya.

“Kenapa dia begitu patuh padamu.” gumamnya pelan. Dan kembali duduk di samping Eun Ju.

Eun Ju menaruh mangkuk yang tadinya berisi makanan itu ke atas meja. “Jadi apa maksudmu dengan hukuman tadi? Kenapa dia dihukum? Apakah dia melakukan kesalahan?” tanya Eun Ju berurutan.

“Dia barusaja di jatuhi hukuman penyiksaan di depan rakyatnya. Besok, ah bukan tapi beberapa jam lagi hukuman itu akan dilaksanakan. Dia dihukum karenamu. Karena dia mambawamu ke dunia iblis.”

“Karenaku?” ulang eun Ju yang tak mengerti kenapa karena dia Kai bisa di hukum.

“Ya. Karena kau seorang manusia. Dan dia telah melanggar peraturan untuk tidak membawa manusia keluar dari dunianya.”

“Maksudmu karena dia membawaku ke sini?”

Suga mengangguk. “Satu-satunya agar dia bebas dari hukuman itu adalah kesaksian darimu. Tapi dia tak mau kau melakukan itu.”

“Kenapa?”

“Karena setelah memberi kesaksian kau akan langsung di musnahkan di tempat itu juga.”

“Apa?”

“Dan Raja bodoh itu tak mau itu terjadi. Maka dia tak memberitahu dimana kau berada.”

“Kenapa dia melakukan itu?”

“Mungkin karena kau mirip dengan yeoja yang pernah dicintainya.”

“Apakah itu Sung Ha?” Suga mengangguk. “Seperti apa sebenarnya Sung Ha itu?”

“Aku tidak begitu tau. Aku tak pernah bertemu dengannya. Yang aku tau tiga tahun yang lalu dia terlibat pertempuran habat antara dunia iblis dan dunia malaikat. Dunia iblis yang kala itu dipimpin oleh Sehun, saudara Kai adalah penyebabnya.”

“Sehun?” ulang Eun Ju. Apakah itu Oh Sehun yang waktu itu?

“Ya. Dia adalah penyebabnya. Dia menghianati Kai dan menyerang dunia malaikat. Sung Ha bukanlah manusia. Dia juga bukan iblis ataupun malaikat. Dia makhluk setengah iblis dan setengah malaikat. Dan yang paling mengejutkan adalah dia keturunan murni dari Raja iblis dan Ratu malaikat. Namun itulah yang membuatnya lenyap, ia tak bisa mengendalikan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya.”

“Apakah Sehun juga tertarik dengan Sung Ha?” tanya Eun Ju tiba-tiba.

“Mungkin Sehun hanya tertarik pada kekuatan yang dimiliki Sung Ha.”

“Lalu dimana Sehun sekarang?”

“Kai telah memusnahkannya sesaat setelah Sung Ha lenyap.”

“Maksudmu dia telah tiada?”

“Bisa di bilang begitu.” Eun Ju terdiam. Ia kembali teringat ekspresi Kai saat ia menanyakan tentang Oh Sehun. Tapi jika memang Oh Sehun telah lenyam apakah yang waktu itu hanya mimpi?

Suga melambai-lambaikan telapak tangannya tepat di depan wajah Eun Ju. “Kau melamun?”

Eun Ju tersadar dari lamunnya. “Tidak.” jawabnya dan tersenyum.

“Sepertinya aku harus pergi. Aku harus menyiapkan sesuatu untuk hukuman itu.”

ʚ Love & Truth ɞ

Setelah tiba di istana Ming segera menuju ruangan Raja. Namja itu membungkuk memberi hormat dan melaporkan apa yang ia temukan. “Kami menemukan ada sesuatu yang aneh pada salah satu gua di sebelah selatan. Beberapa prajurit tak bisa masuk ke sana, seperi ada sebuah penangkal.”

Jadi benar dia masih hidup? Tapi itu belum di pastikan kebenarnannya. “Kirim beberapa prajurit untuk mengawasi gua itu.”

“Baik!” Ming bersiap akan pergi namun langkahnya tertahan karena Kai kembali memanggilnya.

“Kau dan prajuritmu berjaga di depan istana. Karena aku memiliki firasat akan ada kericuhan di depan istana.”

“Apa?” Ming tampak belum mengerti dengan maksud kericuhan itu. Apa yang menimbulkan kericuhan.

“Hukumanku akan segera terlaksan.” ucap Kai dan keluar mendahului Ming yang masih berdiri di dalam ruangan.

“Hukuman?” gumam Ming. “Jadi dia benar-benar akan mendapat hukuman?” ucap Ming tak percaya. Ia menganggap Suga waktu itu hanya bercanda tentang sebuah hukuman. Dan apa maksudnya akan ada kericuhan?

ʚ Love & Truth ɞ

Saat ini Suga berdiri di samping Tao, orang yang di utus untuk mengawasi jalannya hukuman berlangsung. Di hadapan mereka saat ini adalah sebuah tiang besi yang akan di pergunakan untuk mengikat Raja iblis, Kai. Suga masih tap percaya ini terjadi. Ditambah kenapa hukuman ini harus dilakukan di atas istana yang menghadap langsung ke para penduduk yang telah berkumpul di depan istana. Sekarang ia tau apa maksud dari kata-kata hakim sialan itu. ‘Raja iblis Kai, kau di jatuhi hukuman penyiksaan sehari penuh di depan seluruh rakyatmu!’

“Sudah waktunya, bawa Rajamu kemari.” perintah Tao pada Suga yang berdiri di sampingnya. Belum sempat namja itu melangkah jauh, Kai datang dari arah dalam istana, ia menghampiri Tao.

“Apakah semuanya sudah siap?” tanya Kai sembari melihat sebuah tiang yang tak jauh darinya.

“Semuanya sudah siap. Berikan tanganmu.” perintah Tao.

Kai mengerutkan keningnya. Hei, apa maksudnya? Apakah dia akan diikat dan kekuatannya akan terbelenggu sementara? Tapi di sidang mereka tak pernah membicarakan tentang ini.

“Kami tau kekuatanmu yang bisa menahan api, kami tak sebodoh itu.” jelas Tao seakan tau apa yang sedang di pikirkan Kai. Kai diam sesaat hingga perlahan ia menyerahkan kedua tangannya untuk diikat.

Suga menatap Kai dengan penuh kekhawatiran begitupula dengan Ming yang menjadi di depan istana. Dari tempatnya berdiri ia bisa meilihat Kai yang tengah berjalan mendekati tiang dengan tangan yang terikat.

Kai memposisikan dirinya dan sebuah cahaya berbentuk tali melilit tubuhnya memaksa tubuhnya menempel pada tiang. “Tali itu akan terlepas setelah genap sehari.” ucap Tao.

Beberapa makhluk berjubah hitam terlihat menggelilingi Kai. Wajah makhluk itu tertutup oleh tudung mereka. Tao menghadap ke arah para iblis yang tengah berbisik menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. “Kalian para iblis! Hari ini adalah hari dimana Raja kalian menerima hukumannya karena perbuatannya! Lihatlah Raja kalian baik-baik! Ia membawa dan melindungi seorang manusia! Dan dengan itu! Kami memberikan hukuman ini!” suara Tao tampak lantang dan terdengar oleh setiap iblis yang ada di sana.

Makhluk berjubah hitam itu mulai meluruskan tangannya ke arah Kai. Satu persatu dari mereka mulai menembaki Kai dengan bola api yang keluar dari tangan mereka secara bergantian dan terus menerus.

“Argghhh!!” Kai berteriak saat bola api yang kesekian kalinya mulai terasa sakit mengenai kulitnya.

Jeritan itu sangat jelas terdengar oleh para iblis yang melihatnya. “Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kenapa Raja bisa membawa dan melindungi manusia?” para iblis yang melihat mulai membicarakan hal itu.

Bukankah Raja sendiri yang mengatakan tak boleh ada satupun iblis yang membawa manusia ke dunia iblis? Kenapa dia sendiri yang melakukannya? Apakah dia berbohong pada kita?

“Hei kalian! Jangan berbicara seperti itu tentang Raja! Kalian mau dihukum!” bentak Ming pada beberapa iblis yang sedang membicarakan Rajanya. Ming menaikkan pandangannya, melihat ke arah Kai yang tengah terikat pada tiang. ‘Bertahanlah.. Kai.’ harapnya dalam hati.

ʚ Love & Truth ɞ

Jin Woo menahan tubuh gembarannya itu dengan susah payah. Setelah mendengar kabar bahwa Kai tengah menerima hukuman penyiksaan di depan para rakyatnya, yeoja itu memaksa untuk pergi ke istana.

“Lepaskan aku Jin Woo!” Hani terus saja memberontak. Ia ingin menemui Kai sekarang dan melihat bagaimana keadaannya. Hani menangis memohon agar Jin Woon membiarkannya untuk pergi.

“Kau tidak boleh menemuinya sekarang.” walaupun Jin Woo tak tega melihat Hani seperti ini namun ia tetap tak akan membiarkannya pergi menemui Kai. Ia tau apa yang akan di lakukan kembarannya itu. Dia pasti akan merusak jalannya hukuman walaupun ia tak yakin Hani bisa benar-benar merusaknya.

“Aku ingin menemuinya! Aku mohon..” Hani menangis dan itu sukses membuat Jin Woo melunak. Merasa cengkraman Jin Woo melunak Hani segera berlari dan terbang menuju istana.

“Ya!” teriak Jin Woo. Namja itu menghela nafas beratnya dan terbang mengikuti Hani.

Tak butuh waktu lama Hani telah berada di antara kerumunan iblis yang ada di luar istana. “Kai..” gumamnya tak percaya melihat Kai yang terlihat menahan sakit. “Tidak! Hentikan! Dia kesakitan!” teriaknya dan membuat beberapa iblis menoleh keladanya.

Jin Woo menutup mulut Hani dan membawa yeoja itu menjauh dari kerumunan. “Jika kau ingin menyelamatkannya itu percuma!”

“Tapi dia merasa tersiksa..”

“Lalu apa?! Kau ingin berteriak dan berharap mereka melepaskannya karena teriakanmu?!” Jin Woo melupa. Ia membentak Hani. “Itu percuma Hani..”

“Tapi..” Jin Woo memeluk Hani.

“Berhentilah memikirkannya. Dia bakhan tak mengharapkanmu ada.”

“Arrgghh!!” Hani mengeratkan pelukannya saat teriakan kesakitan Kai terdengar. Ia tak kuat mendengarnya. Teriakan itu terlalu menyakitkan di telinganya.

ʚ Love & Truth ɞ

Eun Ju menyentuh lukisan dimana suga keluar beberapa jal lalu. Eun Ju terkejut saat tangannya bisa menembusnya. Semenjak ia berada di ruangan itu ini pertama kalinya ia bisa menembusnya kecuali saat ia bersama Kai. Dengan ragu yeoja itu memajukan tubuhnya, menembus lukisan itu dan dia berada di kamar yang ia tau adalah kamar Kai.

Eun Ju berbalik menghadap lukisan itu dan kembali menjulurkannya. Dan tangan yeoja itu berhasil menembus lukisan itu. Kai memang sengaja tak menutupnya karena ia tadi meninggalkan Suga di dalam. Jika ia menutupnya Suga tak akan bisa keluar dari sana.

“Arrgghh!!” Eun Ju menoleh cepat. Suara apa itu? Seperti suara jeritan. Eun Ju berjalan ke arah tirai yang ada di sana dan mengintipnya, ia tak menyibakkannya. Bola mata yeoja itu sibuk menyelidik dari kanan ke kiri dan tepat di kiri bola matanya berhenti menyelidik. Ia menemukan sesuatu.

“Apa itu?” Eun Ju bisa melihat Suga yang tampak memalingkan wajahnya karena sesuatu. Selain itu juga Eun Ju bisa melihat namja lain berdiri di samping Suga. Matanya kembali menyelidik dan menemukan sosok namja yang tengah terikat di tiang. Namja itu menjerit dan merintih kesakitan.  Tapi kenapa ia merintih kesakitan? Di mata Eun Ju memang tak ada apapun yang terjadi, ia hanya bisa melihat Kai di sana tanpa bisa melihat makhluk berjubah itu.

“Bukankah itu Kai? Sedang apa dia disana? Kenapa Suga tidak membantunya?” Eun Ju melihat ke arah sepan Kai dan menemukan banyak orang di bawah sana. “Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Eun Ju bingung.

Perkataan Suga satu persatu bermunculan begitu saja.

 

‘Kau tau? Raja bodoh ku itu rela mempertaruhkan harga dirinya demi kau.’

‘Dia bahkan rela di hukum di depan rakyatnya demi melindungimu.’

‘Dia barusaja di jatuhi hukuman penyiksaan di depan rakyatnya. Besok, ah bukan tapi beberapa jam lagi hukuman itu akan dilaksanakan. Dia dihukum karenamu. Karena dia mambawamu ke dunia iblis.’

‘Karena kau seorang manusia. Dan dia telah melanggar peraturan untuk tidak membawa manusia keluar dari dunianya.’

‘Satu-satunya agar dia bebas dari hukuman itu adalah kesaksian darimu. Tapi dia tak mau kau melakukan itu.’

‘Karena setelah memberi kesaksian kau akan langsung di musnahkan di tempat itu juga.’

Apakah yang dimaksud Suga waktu itu adalah ini? Pikir Eun Ju. Apa yang harus Eun Ju lakukan? Apakah ia harus keluar dan menolong Kai? Tapi kata-kata Suga yang mengatakan bahwa dirinya akan dimusnahkan di tempat itu juga membuatnya takut.

Jeritan itu kembali terdengar. Eun Ju menutup telinganya, jeritan kesakitan itu membuat hatinya ngilu. Haruskan ia berkorban demi Kai? Eun Ju semakin mempererat menutup telinganya saat suara jeritan itu masih dapat menembusnya. Apa yang harus dilakukannya? Apakah ia harus tetap mendengar suara kesakitan Kai seperti ini?

Eun Ju mencengkram tirai yang ada di depannya. Ia kembali melihat keadaan di luar sana. Terlihat Kai yang sudah mulai menundukkan kepalanya.

ʚ Love & Truth ɞ

Seorang yeoja tengah terduduk santai di tepian atap salah satu bangunan di dekat istana. Ia mengayun-ayunkan kakinya sembari melihat seseorang yang sedang terikat di istana. Ia tampak menikmati tontonan itu.

“Sedang apa kau di sini?” Seorang namja datang membawa sebuah kain berwarna hitam dan menyelimutkannya ke tubuh yeoja itu. Ia duduk di samping yeoja itu.

“Yeoja itu..” gumam yeoja itu.

Namja itu mengikuti arah pandang yeoja di sampingnya dan menemukan seorang yeoja yang tengah mengintip dari sebuah jendela di salah satu ruangan di istana.

“Kenapa wajahnya sama denganku?” gumam yeoja itu, masih menatap yeoja yang ada di dalam istana.

Bersambung…

Nb :

“Author jahat!!” memang kkk~ /ketawa evil(?)/ mungkin dia oprasi plastik jadi wajahnya sama kayak kamu(?) kkk~ ayo tebak siapa mereka? Dan sedang apa mereka disana?

33 tanggapan untuk “Love & Truth (part 3) #Sequel of Devil Child”

  1. Mungkin yang ngeliat itu sehun sama sung ha.. Tpi knpa Sung ha-nya malah menikmati tontonan yang kai disiksa di depan rakyaknya ya?? Wahhh jadi makin semangat ngelanjutin baca ke chapter selanjutanya nihh.. Lanjut baca ya thor.. Gomawo

  2. apaaa???
    jadi di dunia iblis juga ada dokter bedah? hahahaha…
    ih..authornya bener2 deh,,
    bikin penasaran mulu di akhirnya…
    jadi addicsted ini sama ceritanya..
    dari mulai devil chilld..
    dan saat tau ada sequelnya seneng bangetttt…
    hehehe…
    lanjut ya chingu..
    gomawoyo..

  3. ah author critanya makin kece aja, itu tadi siapa coba masa sung ha sma sehun, yg bner aja…
    kasian banget kai, q tega deh bacanya wktu dia disiksa, oh ya eun ju sma sung ha itu pnya hbungan atau apa gitu, atau cma eun ju hanya mrip sma sung ha??
    ah aku udh pnasaran lnjut lagi bacanya 🙂

  4. Apa yang ngliat eunju itu sungha sama sehun?
    Klo bnr, knp sungha malah menikmati tontonan dimana kai dihukum?
    Duh ni authornya, bisa banget ya bikin ak penasaran.

  5. aduhhh sungha sama sehun ….jangan sampek sungha jadi jahat ndk rela bingit…author sy rela pemeran pr di ganti asal jgn sampek sungha jadi jahat

  6. Part 3nya ini daebak!
    Apa sung ha beneran msh hidup.
    Dan apa mungkin di lupa ingatan dan sehun manfaatin itu?
    Apa eun ju bakalan nyelamatin kai? Atau nggak?
    Jdi penasaran!
    Next! Jgn lama2 yah…
    Keep writing!!! ^^

  7. ini ceritanya semakin menegangkan thor!! deg deg deg. jadi sung ha eun ju itu bukan satu orang? trus sung ha kenapa?? dia lupa siapa sebenarnya? oke dilanjut yaa thor semakin penasaran sama kelanjutannya

  8. Daebak thor. Sungha masih idup thor? Kok bisa. Sehun juga, ah makin penasaran. Ayo thor semangat nulisnya. :))

  9. Itu sehun dan sung ha kah ? Bukannya sung ha di dlm tabung ? Atau yg di tbung itu kloningnya sung ha ? Aduh bingung ini !!
    Next aja deh biar ga bingung

  10. itu sungha pasti. terus sama sehun juga. sehun ngajak sungha ntn penyiksaannya kai. wahahaha. *ketawaevil*
    btw kenapa sehun bisa idup lagi thor? ntr sungha jahat apa eggk? lanjut ya. suka bnget ff ini. smngat

  11. okehh.. ini aneh..
    kayaknya yg dduk di atap itu tadi Sehun&SungHa, tapi SungHa nya udah hilang ingatan gituu.. (?) maybe 😀
    haiisshh entahlah, tpi kalo SungHa msih hidup, aku lbih milih Kai sm SungHa ajah deh.. soalny kan SungHa yg originil (?) haha
    ditunggu lanjutannya yah thor jgn lama2 🙂

  12. apakah dia sung ha ??? apakah sehun udah cuci otak sung ha??? terus abang kai milih sapa nanti duhhh bingung pusing 7 keliling kalo dipikir kejauhan

  13. Hahh?? Ternyata sung ha masih bisa hidup lagi? Tapi kok dia sama sehun? Otaknya dia di cuci ka? Kok dia malah menikmati kai disiksa gitu? Di next ya.. uda penasaran banget nih.. kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s