My Lovely Noona Chapter 1

IMG_20141228_1

Title     : My Lovely Noona

Author : Kiray Nayla

Cast     : Kang Hana, Do Kyungsoo / D.O, Member EXO

Length : Chapter

Genre   : Romance, Comedy

Rate     : General

Disclaime : Cerita ini sebagian dari khayalan author, berasal dari otak yang seadanya ini, jadi tolong jangan di bash, apa lagi di plagiat.. Thankyu buat admin yang udah mau post FF ini, buar readers jangan lupa coment nya yaa… Gumawoyo ^^

 

 

~My Lovely Noona~

 

Author POV

Hana baru memasuki halaman gedung tempat studio radio nya. Dari kejauhan sudah terlihat kerumunan orang yang memenuhi pintu masuk. Kang hana adalah seorang penyiar di salaah satu radio di seoul, sebelumnya hana adalah penyiar di kampung halamannya di Daegu, baru dua tahun ini menjadi penyiar di Seoul. Ia mengisi siaran radio pkl 10 malam, setelah selesai berkerja di salah satu perusahaan penerbit buku sebagai editor, hana langsung menuju studio tempat ia siaran.

“Apa ada demo hari ini? Tapi mengapa semuanya gadis muda yang datang” kata hana yang heran dengan kerumunan gadis muda yang membuat jalan masuknya terhalangi. Setelah berhasil masuk, hana langsung menuju lift dan menuju lantai 10.

“Ada apa di bawah? Mengapa ramai sekali?” Tanya hana pada mira, temannya yang bertugas sebagai script writer

“Kau lupa siapa bintang tamu acara mu malam ini?”

“Malam ini?? Siapa??”

“Aish..kan aku sudah memberitahu mu minggu lalu, coba kau lihat di jadwal”

“Hehehe..aku lupa” kemudian hana melihat ke sebuah ageda kecil miliknya dan membaca jadwal bintang tamu di acaranya

“Aku kira kau sudah menyiapkan semua hal tentang bintang tamu malam ini, tapi ternyata kau malah lupa, aish..”

“Kalau dari catatan ini bintang tamu kita malam ini adalah exo” kata hana datar

“Mwo?? EXO??” Sambung hana yang baru menyadari kalau bintang tamu nya adalah exo

“Ne.. E X O..exo”

“Aigoo..bagaimana aku bisa lupa kalau mereka yang jadi bintang tamu kita”

“Maka dari itu banyak sekali fans mereka yang berkerumunan di kantor kita”

“Woaah.. Daebak, padahal sekarang kan masih jam 7”

“Begitulah.. Fans exo itu memang di kenal begitu mencintai idolanya. Kau tahu bahkan mereka rela melakukan segalanya demi exo. Bahkan mereka kerap menyamar menjadi undangan atau wartawan di setiap acara yang di hadiri exo”

“Jinjja??”

“Ne.. Dan sudah dari jam 6 tadi fans mulai berdatangan untuk menunggu oppa mereka datang kesini”

“Woaah.. Daebak..”

“Aiih.. Editor Kang sepertinya Kau sibuk sekali. Hingga tak tahu kabar tentang fans mereka”

“Ne..project buku baru ku sudah mendekati death line, jadi aku sedikit sibuk”

“Eoh..geurae.. Ini script untuk hari ini, kau pelajari saja dulu” kata mira sambill memberikan kertas script

“Gumabseumnida Kim Mira Jakkanim”

“Ne..”

~

“Selamat malam pendengar.. Senang sekali malam ini seperti malam-malam biasanya, saya Kang Hana kembali hadir menemani waktu anda dengan musik berkualitas, info menarik dan juga bintang tamu yang spesial dalam Night Star with Kang Hana sampai dua jam kedepan anda akan kami suguhkan acara menarik dan malam ini akan terasa lebih menarik dan spesial, kenapa?? Karena kami memiliki bintang tamu spesial yang nampaknya sudah di tunggu banyak orang. Kira-kira Siapa?? Apa kalian penasaran?? Kalau penasaran jangan kemana-mana setelah sebuah lagu dari miliknya EXO dengan Mama kami akan kembali dengan bintang tamu spesial malam ini.”

EXO-Mama playing

Setelah opening dari DJ Hana, member exo masuk ke studio dan mengambil tempat duduk masing-masing. Sambil di berikan scrip oleh staff, Mereka memberikan salam pada Hana dengan sopannya.

“Lagu dari Mama yang berjudul exo nampaknya pas membuka perjumpaan kita malam hari ini”

Terlihat semua orang menatap aneh, setelah beberapa detik nampaknya hana tersadar dengan kesalahannya

“Ah.. Jweseonghamnida, maksud saya lagu dari EXO berjudul Mama. Mianhaeyo.. Mungkin karena terlalu tegang hingga salah bicara, yang membuat saya tegang sebenarnya karena saat ini di studio sudah hadir 12 Member tampan dari boy group yang sedang mencuri hati wanita bukan hanya di korea tapi asia dan seluruh dunia. Siapa lagi kalau bukan EXO.. Huuuu” kata hana sambil bertepuk tangan

Di pimpin suho exo memperkenalkan dirinya

“We are one, annyeonghaseyo exo imnida”

“Annyeonghaseyo, EXO memberdeul.. Mianhaeyo, tadi saya salah menyebutkan nama. Sepertinya keberadaan kalian memang selalu membuat hati seluruh wanita berdetak lebih kencang, seperti yang saya rasakan”

“Gwenchana, kami juga kadang suka salah bicara seperti itu” jawab baekhyun

“Ne.. Mianhamnida.. Kalau begitu silahkan perkenalkan diri kalian masing-masing, di mulai dari yang tertua xiumin-sshi.. Mungkin bukan hanya aku yang tak percaya kalau xiumin adalah member tertua di EXO”

“Ne, kadang orang berpikir xiumin hyung adalah magnae line” jawab chen

“Tentu.. Karna wajahnya yang menipu..hehehe.. Baiklah..silahkan xiumin-sshi”

Mereka memperkenalkan diri masing-masing, dari xiumin, kris, luhan, suho, lay, baekhyun, chen, chanyeol dan kini giliran d.o

“Annyeonghaseyo, bangapseumnida”

“Eung??”

Bukannya memperkenalkan namanya d.o malah langsung menyudahi ucapannya setelah mengatakan bangapseumnida

“Yak.. Namamu siapa?” Kata chanyeol

“Mianheyo, jeoneun d.o imnida, bangapseumnida” kemudian semua orang tertawa

“D.O sshi, mengapa kau bisa melupakan nama mu huh?” Tanya baekhyun

“Apa kau juga tegang hyung?” Tanya sehun

“Ne..” Jawab d.o malu-malu

“Kalau tadi Hana-sshi tegang karena kami, mungkin d.o tegang karena uri DJ, Kang hana-sshi” ucap chanyeol yang di balas tatapan tajam dari mata bulat d.o.

“Mungkin karena baru pertama kali hadir di sini jadi kita sama-sama tegang yaa” kata hana

“Ne”

“Kalau begitu mari sama-sama kita merelax kan diri masing-masing”

“Ne..”

“Gumawo d.o sshi, selanjutnya Tao-sshi”

Kemudian tao, kai dan sehun memperkenalkan dirinya.

Siaran radio berlangsung menarik penuh canda tawa dari games-games yang di hadirkan. Saat break iklan d.o berbisik pada chanyeol yang duduk bersebelahan dengannya.

“Yak.. Kau membuatku malu saja tadi”

“Hahaha.. Kau memang terlihat tegang sekali, ada apa memang? Biasanya tak setegang itu”

“Ani..biasa saja”

“Apa benar itu karena noona ini huh?” Tanya chanyeol sambil mellirik ke arah hana

“Yak!! Diam kau” kembali d.o memberikan tatapan menakutkan pada chanyeol

“Hei..mengapa harus marah?”

“Sudah ah..”

“Memang hana noona terlihat cantik, wjar jika kau..” Belum selesai d.o memotong perkataan chanyeol

“Yak..Yak..Yak Park Chanyeol” tak sadar d.o berteriak

“Hei.. Mengapa kau berteriak huh?” Tanya suho

“Mianhe.. Mianhe.. Ini gara-gara chanyeol”

“Hahaha..mengapa jadi aku yang salah?”

“Sudah.. Kau duduk sebelahku saja sini” kata luhan

Kemudian d.o pindah duduk di sebelah luhan, sementara hana sibuk dengan penjelasan mira tentang script selanjutnya.

Tak terasa dua jam berlalu dan acara radio pun sudah selesai kini member exo dan hana tengah berfoto bersama sambil berbincang

“Rasanya kita pernah bertemu Noona” tanya chanyeol

“Euhm.. Benarkah?”

“Ah..benar.. Kau ingat saat syuting sebuah iklan beberapa bulan lalu, kau menjadi pengisi suaranya dan kita sempat bertemu di sana”

“Yang Kau menjadi bintang iklannya bersama member sebuah acara apa..aku lupa namanya”

“Ne..betul.. Pantas saja sejak tadi aku merasa seperti pernah mengenalmu”

“Mianhe..aku sedikit lupa”

“Gwenchana, oh yaa..boleh aku minta nomor ponselmu noona? Agar kau tak lupa lagi pernah berkerja sama dengan ku”

“Tentu boleh”

Kemudian hana dan chanyeol bertukar nomor ponsel

~

Member exo sudah berkumpul di dorm, jadwal terakhir mereka adalah di acara radio hana tadi. Beberapa dari mereka tengah bersantai di ruang tv, ada lay yang nampaknya mengantuk dan tertidur di sofa, chanyeol yang asik memainkan gitarnya, d.o dan sehun menonton reality show di tv.

“Hyung, aku mau itu” pinta sehun pada makanan yang sedang di makan d.o

Kemudian d.o memberikan makanan itu pada sehun

“Kau habiskan sajaa, aku sudah kenyang”

“Yak..ini sih namanya sisa hyung, sudah tinggal sedikit sekali”

“Hehehe” d.o tertawa

“Kyungsoo-yaa, kemari sebentar” kata chanyeol sambil menepuk sofa di sebelahnya

“Waeyo??”

“Kesini saja dulu”

Dengan berat hati d.o mendekat dan duduk di sebelah chanyeol

“Waeyo??”

Chanyeol mengeluarkan ponselnya

“Ini nomor ponselnya kang hana noona. Tenang aku tak memintanya atas namamu, hanya saja aku ingin membantumu”

“Mwo?? Apa maksudmu? Aku kan tidak Meminta nomor nya”

“Beberapa waktu yang lalu Aku menjadi bintang iklan sebuah produk dan dia menjadi pengisi suara di iklan itu. Jadi tadi aku sengaja saja meminta nomor ponselnya, mungkin kau membutuhkanya”

“Aku?? Untuk apa?”

“Hei.. Kau tak bisa berbohong padaku”

“Bohong apanya?”

“Aku tahu kau menyukainya kan?”

“Ku itu sok tau sekali huh”

“Masih tidak mau mengaku lagi, dari pertama kita sampai studio tadi matamu sama sekali tak beralih dari hana noona”

“Kalau begitu berarti matamu juga tak beralih dari ku. Aigoo.. Kau perhatian sekali padaku”

“Aish..”

“Hahaha”

“Jadi kau tak mau nomor ponselnya huh?”

“Ani..”

“Baiklah.. Aku hapus saja kalau begitu”

“Terserah kau saja” lalu d.o beranjak

“Sepertinya aku sudah mulai mengantuk. Aku tidur duluan ya” kata d.o pada member lain

~

Pukul 12 malam hana baru saja menyelesaikan siarannya, seperti biasa ia pulang dengan menggunakan bus. Sesampainya di halte bus hana duduk di bangku yang tersedia sambil memasang earphone mendengarkan lagu favouritnya. Sejak tadi memang ada seseorang yang berdiri di ujung halte bus, namun hana tak menghiraukannya. Melihat hana, pria itu mendekati hana kemudian duduk di sebelah hana

“Cheogiyo..Kang Hana-sshi” panggil pria yang menggunakan topi dan kaca mata itu dengan pelan

Hana yang menggunakan earphone tentu tak mendengar panggilan pria itu

“Kang Hana-sshi” panggilnya lagi, dan kini dengan suara yang lebih keras

Namun hana masih tak mendengarnya

“Cheogiyo, Kang Hana-sshi” kali ini pria itu menepuk bahu hana

“Eoh??” Hana terkejut saat melihat ada seseorang di sebelahnya. Kemudian ia melepaskan earphone nya

“Kang Hana-sshi”

“Nuguseyo?” Tanya hana sambil melihat ke arah pria yang sedikit aneh itu, bagaimana tidak.. Malam-malam seperti ini ia menggunakn topi dan berkaca mata

Setelah memperhatikan pria itu beberapa saat nampaknya hana mengenal pria itu

“Maaf mengagetkan mu” kemudian pria itu membuka topinya

“Eoh.. D.O-sshi?? ” Tanya hana yang masih kaget

“Ne..annyeonghaseyo D.O imnida”

“Annyeonghaseyo..bagaimana kau bisa ada disini? Mengapa kau ada di sini?”

“Aku baru selesai syuting di dekat daerah sini, tapi manager hyung pergi kesuatu tempat ada keperluan. Tadi aku menunggu di lokasi syuting, namun terlalu banyak orang hingga aku pergi ke sini karena halte ini sepi. Jadi aku menunggunya menjemputku. Kau sendiri sedang apa di sini?”

“Ini kan halte bus, aku menunggu bus tentunya, aku baru selesai siaran. Studio radio ku juga kan tak jauh dari sini”

“Ah..Ne, jadi sekarang kau mau pulang?”

“Ne.. Lalu kapan managermu akan menjemput? Apa kau sendirian? Kemana temanmu yang lain?”

“Dia bilang 30 menit lagi sampai disini. Hari ini aku syuting sendiri tidak bersama member yaang lain.Apa setiap hari kau pulang naik bus malam malam seperti in?”

“Eoh.. Ne, aku selalu naik bus”

“Euhm..”

“Apa tidak ada fans yang mengikuti mu?” Tanya hana sambil melihat kesana kemari memperhatikan keadaan sekitar

“Nde?”

“Aku dengar fans exo selalu mengikuti kemanapun kalian pergi”

“Oh itu.. Iya kadang ada saja fans yang mengikuti kami. Maka dari itu malam-malam begini aku menggunakan topi dan kacamata seperti ini”

“Tapi sepertinya kau masih bisa di kenali”

“Jinjja??”

“Aku saja sekilas mengenalimu tadi, apa lagi fans-fans yang seperti nya sangat mengenaalimu”

“Tapi disini sepi, mungkin tidak akan ada yang melihatku”

Tak lama berselang datang seorang wanita ke halte tersebut

Cepat-cepat hana mengambil topi yang di lepaskan d.o tadi yang di letakkan di sebelah tempat duduk nya, kemudian hana memakaikan topi itu di kepaala d.o.

Hana takut wanita itu mengenali sosok d.o hingga dia buru-buru memakaikan topi itu.

Untungnya Wanita tersebut duduk agak jauh dari tempat hana dan d.o saat ini.

Dari kejauhan hana melihat busnya sudah akan tiba

“Itu dia bus ku” kata hana sambil menunjuk ke arah bus yang sebenarnya masih jauh.

“Apa kau masih mau menunggu di sini?”

“Ne, nanti manger hyung menjemputku disini”

“Euhm..”

Hana melihat d.o yang hanya menggunakan kaos tanpa jacket di malam hari seperti ini, apa lagi melihat wajahnya yang seperti tak berdosa itu membuat hana khawatir pria yang usia nya lebih muda dari nya ini akan kedinginan.

Bus hana sudah tiba

“Bus mu sudah datang, hati-hati di jalan”

“Sebentar” bukannya menuju bus nya hana malah membuka tas nya dan mengambil sesuatu dari dalam tas. Ternyata ia mengeluarkn sebuah syal

“Igo..” Hana memberikan syal itu pada d.o

“Sudah malam, udaranya juga cukup dingin”

D.o menerimanya namun ia hanya diam Melihat itu kemudian hana mengambil kembali syalnya dan memakaikannya di leher d.o hingga sedikit menutupi bagin dagu d.o

“Itu juga bisa menutupi sedikit wajahmu”

“Ne.. Gumabseumnida” terlihat d.o sedikit terkejut

“Baiklah..aku pulang dulu”

“Hati-hati di jalan Kang Hana -sshi”

“Kau juga hati-hati”

Lalu hana berbisik

“Hati-hatii ada yang mengenalimu. Hehehe.. Annyeonghaseyo” haana melambai

“Ahjussi, tunggu aku” teriak hana pada sang pengemudi bus agar tak menutup pintunya. Kemudian hana pergi menuju bus yang sudah menunggunya.

~

D.O sedang dalam perjalan pulang bersama dengan member lainnya yang baru saja menyelesaikan aktivitas mereka hari ini. Di dalam mobil sehun, suho dan xiumin sudah terlelap, sementara baekhyun sibuk dengan ponselnya dan chanyeol asik mendengarkan musik dari earphone nya. Sementara d.o memegang sebuah syal, tepatnya syal milik hana yang diberikan padanya. Tak sadar d.o tersenyum sambil melihat syal tersebut.

“Kyungsoo-yaa.. Mengapa kau senyum-senyum sendiri begitu huh?” Tanya chanyeol

“Ani..” D.o langsung membalikkan badannya menghadap jendela, membelakangi chanyeol yang duduk sebelahnya

“Ish.. Yang penting kau tidak gila saja”

“Yak.. Enak saja, sudah jangan menganggu ku”

“Siapa yang mengganggu mu, aku hanya bertanya”

“Chanyeol-ah” kata d.o Tiba-tiba saja membalikkan badannya menghadap chanyeol

“Wae??”

“Apa kau masih menyimpan nomor ponsel Kang Hana?”

“Mwo??” Jawab chanyeol dengan kagetnya

D.O tersenyum

“Bukannya kau bilang tak membutuhkannya huh?”

“Ani.. Aku hanya mau..”

“Mau apa?”

“Aku mau.. mau mengembalikan sesuatu padanya saja, kalau kau sudah menghapusnya ya sudah tak apa-apa, nanti saja aku mengembalikannya jika bertemu lagi dengan nya”

“Mengembalikan apa?”

“Nomornya sudah kau hapus atau belum?”

“Jawab dulu, memangnya kau mau mengembalikan apa padanya? Apa kalian bertemu lagi?”

“Ne.. Beberapa hari lalu tak sengaja aku bertemu dengannya sepulang syuting dekat studio radionya”

“Jinjja? Lalu dia memberikan apa padamu?”

“Ada sesuatu” kata d.o sambil menyembunyikan syal hana yang sejak tadi ia pegang di balik badannya

“Ah..kau bohong, kau hanya ingin nomor ponselnya saja kan? Kau menyukainya kan?”

“Ani.. Aku hanya ingin mengembalikan ini” kata d.o sambil menunjukkan syal milik hana

“Ahh.. Jadi itu syal milik hana noona, pantas sejak kemarin kau memakainya. Jangan-jangan itu juga yang membuatmu tersenyum senyum sendiri tadi huh? Aigoo.. Uri kyungsoo”

“Aish.. Cepat berikan nomor hana noona”

“Waktu itu kau bilang tak membutuhkannya, jadi aku sudah menghapusnya”

“Jinjja??”

“Euhm” jawab chanyeol sambil mengangguk

“Kenapa kau cepat sekali mengambil keputusan huh? Bagaimana kalau nanti malah kau yg membutuhkannya? Aish..”

“Aku bisa memintanya lagi, bilang saja ponselku eror”

“Yaa tapi kan..”

“Hahaha..”

“Sudahlah..”

Mobil mereka sudah terparkir di parkiran dorm, para member mulai keluar dari mobil dan berjalan masuk ke apartemen. D.o berjalan belakangan bersama dengan kai

Drrtt..drrtt..

Ponsel d.o bergetar menandakan ada pesan masuk, ia membukanya dan kemudian tersenyum

“Yak.. Park chanyeol” panggil d.o pada chanyeol yang berjalan lebih dulu di depannya, kemudian ia berlari menyusul chanyeol.

Ternyata chanyeol mengirimkan nomor ponsel Kang hana pada d.o.

“Wae??”

“Katanya kau sudah menghapusnya?”

“Aku tahu kau akan membutuhkan nya, jadi aku memilih untuk tak menghapusnya”

“Gumawoyo”

“Euhm..” Chanyeol mengangguk

“Aku memang orang paling baik kan? Paling mengerti mu, paling…”

“Ne..ne..ne..”

“Tapi apa benar kau menyukainya?”

“Aish.. Sudah jangan banyak bertanya”

D.o meninggalkan chanyeol dan berjalan duluan.

“Kyungsoo-yaa..tunggu aku”

D.o terus berjalan

“Jawab aku kyungsoo-yaa”

~

Drrtt..drttt

Ponsel hana bergetar menandakan ada panggilan masuk.

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, apa kau benar Kang Hana-sshi”

“Ye, jeoneun kang hana imnida. Ada yang bisa saya bantu?”

“Aku do kyungsoo”

“Do kyungsoo??”

“Ne, exo d.o”

“Ah.. D.o sshi.. Apa Nama aslimu do kyungsoo?”

“Ne.. Namaku do kyungsoo”

“Eoh..Ada apa?”

“Aku mau mengembalikan syal yang waktu itu kau berikan padaku”

“Eoh..kalau kau mau pakai saja, aku masih ada yang lain. Tidak perlu di kembalikan”

“Bukan kah kau hanya meminjamkannya untukku?”

“Kalau memang berguna untukmu, kau pakai saja. Tenang aku tak akan meminta bayaran” kata hana sambil tertawa

“Tapi kan ini milikmu, dan aku tak memintanya jadi aku harus mengembalikannya”

“Euhm.. Baiklah kalau kau tetap mau mengembalikannya”

“Ne..anggap saja aku meminjamnya kemarin, sekalian aku mau mengucapkan terimakasih kau sudah mau meminjamkan syal itu padaku.”

“Eoh..geureom..”

“Kalau begitu nanti malam sepulang kau siaran kita bertemu”

“Baiklah..”

“Aku akan menunggumu di dekat halte bus kemarin, tidak apa-apa kan?”

“Gwenchana.. Nanti minta saja managermu parkir di dekat halte bus itu”

“Ani.. Aku akan pergi sendiri”

“Jinjja?”

“Ne.. Geurae..sampai bertemu nanti malam”

~

Memang sebenarnya mengembalikan syal hanya menjadi alasan d.o untuk bisa bertemu dengan hana lagi. Sejak melihat hana pertama kali, di ruang tunggu studio radio waktu itu, d.o sudah tertarik dengan hana. Saat itu ia tak mengira kalau ternyata hana lah pennyiar di acara radio tersebut.

Flash back

Member exo sedang berada di ruang tunggu untuk melakukan siaran radio. D.o terlihat sedang bersandar di sofa, sepertinya kegiatan exo hari ini membuat tenaganya terkuras. Lelah di campur kantuk karena pagi tadi pkl 5 ia harus sudah bangun untuk mempersiapkan penampilannya bersama exo di pagi hari, jadi bisa di bilang mood d.o malam ini tak terlalu bagus. Di sisi lain, baekhyun, chanyeol dan chen malah asyik bergurau dan tertawa

“Aish..Berisik sekali kalian”

“Kyungsoo-yaa, sini aku beritahu suatu hal lucu” kata chen

“Shireo, aku lelah hyung”

“Baiklah.. Biarkan dia bersantai” kata baekhyun

“Uri ahjussi sedang lelah nampaknya” ledek chanyeol

“Ish”

Kemudian d.o berjalan ke arah meja mengambil sebotol air mineral. sambil meminum air, mata tertuju pada sebuah objek yang menarik perhatiannya. Seorang wanita dengan rambut panjang sebahu tengah membaca sebuah kertas yang di pegangnya sambil berjalan, sesekali ia tersenyum pada orang di sekitarnya. Senyuman yang menurut d.o menyejukkan itu membuat mood d.o yng kurang bagus menjadi sedikit berubah. Wanita itu terus berjalan dan akhirnya memasuki sebuah ruangan. Penasaran d.o terus melihat ke arah ruangan itu, berharap sang wanita keluar lagi.

“Lima menit lagi acaranya di mulai” kata salah seorang manager

“Ne” jawab member yang lain

“Kyungsoo-yaa, ke sini sebentar” panggilan dari managernya

“Ah, ne” jawab D.o yang masih saja menatap ke arah pintu yang di masuki wanita tadi.

Setelah acara radio di mulai para member bersiap memasuki studio, d.o yang melihat wanita yang tadi ia perhatikan duduk di kursi penyiar sedikit terkejut. Kemudian mereka masuk ke dalam studio

“Annyeonghaseyo. Kang Hana imnida” sapa hana saat para member memasuki studio

“Annyeonghaseyo exo imnida” jawab member exo

Kyungsoo nampaknya masih terpesona dengan kang hana hingga ia sama sekali tak melepaskan pandangannya pada wanita yang sebenarnya memiliki usia lebih tua dari nya itu.

Flashback end

~

Hana baru saja tiba di halte bus, ia melihat ada dua mobil yang parkir tak jauh dari halte bus tersebut

“Pasti salah satunya mobil kyungsoo”

Kemudian hana mendekat ke salah satu mobil, setelah hana melihat ternyata mobil itu kosong tak ada orang di dalamnya.

Tin..tin..

Bunyi klakson dari mobil yang parkir di belakang mobil itu.

Terdapat seseorang di dalamnya, dengan menggunakan masker dan topi. Hana melihat ragu, namun orang itu melambaikan tangan dari dalam mobil. Han menghampiri mobil tersebut, kemudian si pengemudi membuka kaca mobilnya

“Ini aku, silahkan masuk” kata d.o menyuruh hana untuk masuk ke mobilnya

“Eoh.. D.o sshi”

“Ne.. Kita bicara di mobil saja”

“Baiklah”

Kemudin hana masuk ke mobil d.o

“Annyeonghaseyo” sapa d.o

“Annyeonghaseyo” jawab hana

“Mianhe, aku harus menggunakan ini” kata d.o sambil menunjuk maskernya

“Gwenchana, kau harus menggunakannya demi keamanan mu kan”

“Igo” kata d.o sambil memberikan sebuah paper bag yang berisi syal milik hana

“Gumabseumnida” sambung d.o

“Ah..ne” kemudian hana menerimanya

“Syal itu sangat membuatku hangat saat menunggu manager hyung di sini waktu itu”

“Jinjja?”

“Ne..”

“Kalau begitu, ini aku berikan saja untuk mu”

“Eoh..tapi kan itu milikmu”

“Aku berikan saja padamu. Bukan kah kau sering menerima hadiah dari fans? Anggap saja ini juga hadiah dari fans mu, karena aku juga adalah salah satu fans kalian. Terimalah” kata hana sambil memberikan kembali paper bag itu

“Jinjja?? Gamsahamnida Kang Hana-sshi”

“Ne.. Kau cukup memanggilku noona saja, setelah meliht profilmu sepertinya kau lebih muda dari ku”

“Jeongmal?”

“Ne.. Panggil saja aku noona”

“Geure hana noona”

“Ah..itu lebih enak di dengar”

“Kalau begitu kau harus memanggilku Kyungsoo, nama asliku”

“Baiklah.. Aku akn membiasakan diri untuk memanggilmu kyungsoo”

“Geureom”

“Kyungsoo-yaa~” kata hana dengan nada suara yang manis

“Ah ne?” Jawab d.o spontan

“Hehehe.. Aku hanya mencoba nya saja”

“Ooh Noona..”

Kemudian mereka sama-sama tersenyum

“Kau mau pulang kan? Biar sekalian ku antar saja”

“Tidak perlu, aku naik bus saja. Nanti malah merepotkan mu”

“Gwenchana, jadwal hari ini tak terlalu padat jadi masih banyak tenaga ku yang tersisa”

“Jinjja?”

“Ne.. Di mana rumahmu?”

“Ku yakin tidak apa-apa?”

“Gwenchana noona, ini sekaligus ucapan terimkasih karena kau telah memberikan syal ini padaku”

“Baiklah..ini karna kau yang memaksa yaa”

“Ne..”

Lalu kyungsoo melajukan mobilnya menuju apartemen hana.

“Maaf hanya bisa mengantarmu saja, lain kali aku kn mentraktirmu mkan malam”

“Jinjja? Baiklah..aku anggap kau berhutang pada ku, jdi nanti kau harus membayarnya dengan mentraktirku makan”

“Baiklah.. Aku pasti menepatinya noona”

“Ok.. Kalu begitu aku masuk dulu. Kau hati-htilh di jalan”

“Ne.. Seamat malam”

“Euhm.. Annyeong”

Kemudian hana kelur dari mobil d.o

~

Semenjak itu hana dan d.o sering bertemu, jika d.o sudah menyelesaikan jadwalnya bersama exo, Ia kerap menyempatkan waktunya untuk menjemput hana sepulng hana siaran kemudian mereka mengobrol di apartemen hana. Malam ini pun d.o menjemput hana, namun karena lupa tak memakai masker jadi d.o tak dapat mampir dan mengobrol di apartemen hana, dan hanya mengobrol di dalam mobil sebentar

“Noona, sepertinya sebulan ini aku akan sangat sibuk mempersipkan konser tunggal kami”

“Tentu kau akan sibuk sekali, tak terasa tinggal satu bulan lagi ya.”

“Ne.. Akhirnya impian kami memiliki konser tunggal tercapai. Kami sedang banyak berlahit untuk penampilan nanti”

“Sudah sampai mana persiapannya?”

“Sudah Hampir siap semua dan kami tinggal banyak berlatih karena akan banyak penampilan sepesial”

“Jadwal kalian saja sudah padat di tambah persiapan konser. Kau pasti lelah sekali ya.. Jangan lupa minum vitamin dan istirahat yang cukup”

“Ne noona.. Memang lelah tapi semua terbayar saat konser nanti”

“Noona yakin kalian akan menampilkan penampilan terbaik”

“Tentu..”

Han tersenyum

“Noona.. Mianhe..Mungkin nanti kita akan susah bertemu”

“Gwenchana, yang penting kau bisa menampilkan perfomance terbaik saat konser nanti. Dan jaga kesehatanmu, istirahat..luangkan waktu untuk beristirahat , kalau sampai aku mendengar kau sakit karena kelelahan aku orang pertama yang akan menjewer mu. Jangan pikirkan hal yang aneh-aneh, yang hanya mengganggu konsentrasimu. Fokus saja pada persiapan konser. Arraseo??”

D.o tersenyum

“Ne noona, gumawoyo”

“Fighting !!!”

“Fighting !!!”

“Sudah malam, kau pulang lah. Jangan buang-buang energi terlalu banyak”

“Aku kan sedang menambah energi sekarang”

“Nde?”

“Ani.. Geurae.. Kau masuklah.. Noona juga harus istirahat”

Hana mengangguk

“Jaljayo kyungsoo-yaa”

“Jaljayo.. Kau hanya boleh memimpikan ku ya noona”

“Aish.. Malam ini won bin oppa yang akan hadir di mimpiku”

“Andwae.. Lagi pula Aktor wonbin mana mau hadir di mimpimu”

“Aish.. Ya sudah kau hati-hatilah di jalan”

“Ne”

~

Hana POV

Lebih dari dua minggu aku tak bertemu dengan member exo yang bersuara merdu itu. Rasanya seperti ada yang kurang.

“Noona~”

sudah lama aku tak mendengar panggilan khas dari nya. Aku tahu jadwalny memanng sedang sangat padat saat ini, selain harus mempersiapkkaan konser, exo juga tetap hadir di berbagai acara musik dan lainnya. Walau begitu aku dan kyungsoo masih sempat saling mengirim pesan, yang kadang lupa atau tak sempat ia balas. Harusnya dia meluangkan waktunya untuk setidaknnya membalas pesan ku. Aku kan merindukannya. Chankaman?? Apa aku salah bicara barusan?? Aku merindukannya? Ani..ani.. Aku salah bicara.. Mungkin karena efek sudah malam saja aku bicara ngawur seperti ini. Aku melihat ke arah jam dinding di kamarku, benar saja sudah pkl 1.20. Baikah..mungkin aku harus tidur sekarang, dari pada aku mulai bicara yang tidak-tidak lagi. Langsung aku menarik selimut dan menenggelamkan tubuhku di dalam kasur.

Ting tong.. Ting..tong…

Mwo?? Apa itu bunyi bel ku? Siapa yang datang tengah malam begini??

Ah.. Mungkin shinjae ahjussi mabuk lagi dan mengganggu tetangga disini. Aish..

Ting..tong..ting tong..

Bel apartemenku berbunyi lagi.. Apa benar ada yang bertamu jam segini??

Ting..tong..ting..tong..

Argh.. Baiklah..aku bangun, aku menuju pintu dan melihat dari lubang kecil yang berada di pintu. Seseorang dengan pakaian hitam-hitam dengan topi dan masker berdiri di depan pintu ku. Siapa dia?? Apa mungkin??

Drrtt…drrtt…

Ponsel yang sejak tadi aku genggam, tiba-tiba berdering ada panggilan masuk. Tertera nama kyungsoo di layarnya.

“Noona… Kau di mana? Cepat buka kan pintunya”

“Mwo?? Jadi kau yang datang ke apartemenku huh?”

“Iya..cepat buka pintunya”

Langsung aku buka pintunya.

“Apa kau sudah tidur? Lama sekali membuka nya”

Tanpa di suruh, ia langsung masuk ke apartemenku sambil membuka masker yang menutupi wajahnya

“Yak.. Ada apa malam-malam begini huh?”

Aku menutup pintu dan mengekornya masuk ke dalam. Dia berhenti berjalan dan membalikkan tubuhnya kemudin mendekat ke arahku. Tanpa di sangka dia memelukku

“Noona ~ bogoshipoyo” bisiknya

Aku hanya diam mematung di tempatku. Otak ku masih berpikir, apa ini mimpi atau benar-benar terjadi??

Aku merasa kyungsoo memelukku semakin erat. Kalau begitu ini nyata, benar-benar terjadi

“Apa kau tak merindukan ku hmm?”

“Kyungsoo-yaa” aku mencoba mellepaskan pelukkannya

“Sebentar saja noona” dia menahanku agar aku tak melarikan diri dari pelukkannya.

Rasanya jantungku ingin meledak saat ini. Aku yakin ia juga merasakan detak jantungku yang tak normal ini. Aku juga merindukan mu kyungsoo, kalimat itu tak mungkin aku ucapkan walau rasanya ingin sekali keluar.

Setelah beberapa lama akhirnya kyungsoo melepaskan pelukkannya. Aku masih diam, tak tahu harus bicara apa, sementara kyungsoo tersenyum manis yang membuatku ingin menariknya dan memeluknya lagi..

“Kaja”

“Kemana?”

“Ganti baju mu atau pakai jacket saja lah, aku tunggu di sini”

“Mau keman huh? Sudah malam”

“Palli noona, ganti baju mu”

“Shireo.. Ini sudah malam kyungsoo. Memangnya mau ke mana?”

“Kita keluar sebentar ya”

“Shireo”

Terlihat kyungsoo menekuk wajaahnya cemberut.

“Yak.. Noona, apa kau tak kasihan padaku huh? siang ini aku baru datang dari beijing, tadi sore ada performs, setelah itu kami latihan persiapan konser. Sekarang aku mengajakmu pergi ingin melepas penat, kau malah tidak mau”

Kemudian ia duduk di sofa, dengan wajah cemberutnya

“Kau lelah sekali ya? Harusnya kau istirahat”

Aku duduk di sampingnya

“Aish.. Kau malah menyuruhku istirahat sekarang?”

“Ya kan..kau bilang aktivitasmu padat sekali hari ini, menurutku lebih baik kau istirahat sekarang. Besok kan jadwamu padat lagi, jangan sampai kau kelelahan”

“Ah.. Noona.. Aku ini merindukanmu noona..”

“Heii”

“Ya sudahlah.. Aku pulang saja” kemudian ia bangun dari sofa

Apa dia marah?? Melihat wajahnya seperti itu aku jadi tidak tega, apa benar Ia merindukanku hingga datang tengah malam begini”

“Baiklah.. Kau tunggu disini, aku ganti baju dulu sebentar”

Aku melihat sekilas ia tersenyum kemudian duduk kembali di sofa

“Baiklah..”

“Lagi pula malam-malam begini kita mau ke mana?”

“Sudah.. Kau cepat ganti baaju saja dulu. Pokoknya kau tak akan menyesal ikut dengan ku”

Aku langsung menuju kamar dan menganti pakaian lengkap dengan sweeter tebal

Kemudian kami pergi dengan mobil yang di kemudikan kyungsoo, hingga akhirnya sampai di suatu tempat. Aku rasa ini seperti bukit

“Cha..kita sudah sampai”

“Di mana ini?”

“Ayo kita turun”

Kyungsoo melepaskan sabuk pengamanku, kemudian ia membuka pintunya dan keluar, akupun keluar.

Kyungsoo menghampiriku dan menggenggam tanganku, kemudian ia menarikku berjalan bersama nya

“Lihat noona” katanya sambil menunjuk pemndangan di bawah

“Woah.. Daebak”

Aku sedikit takjub melihat pemandangan kota dari bukit ini. Gemerlap warna-warni lampu terlihat begitu indah. Tak salah ia menjakku ke sin, memang pemandangan dari sini terlihat indah

Kemudian ia menuntunku untuk duduk di salah satu bangku

“Eotteohke?”

“Indah sekali”

“Tak menyesalkan kau ikut dengan ku ke sini?”

“Euhm.. Dari mana kau tahu tempat ini?”

“Jongin pernah mengajak ku ke sini dulu. Setelah itu aku, jongin dan member lainya sering ke tempat ini jika sedang suntuk, untuk melepaskan penat”

“Ooh begitu, aku malah baru tahu ada tempat seperti ini”

“Euhm.. Dan malam ini aku ingin menikmati pemandangan dari sini dengan mu”

Sejak tadi tangannya masih menggenggam tangan ku, aku juga tak ingin melepasnya.

Kami mengobrol banyak, menceritakan apa saja yang terjadi selama kami tak bertemu, banyak cerita lucu hingga kami terlarut dalam canda tawa. Senang sekali melihat wajahnya penuh tawa seperti ini di balik setumpuk aktivitasnya padatnya. Ia juga menceritakan tentang persiapan exo untuk konser tunggalnya.

“Aku suka”

“Aku juga suka, indah sekali pemandangannya dari sini”

“Ani.. Aku menyukaimu noona”

“Aku juga menyukaimu”

“Tapi aku benar-benar menyukaimu”

“Kalau kau membenciku, maka kau tak akan berteman dengan ku” aku tertawa

“Bukan begitu.. Aku benar-benar menyukaimu”

“Nde?”

“Mungkin aku memang harus mengatakannya. Sejak awal bertemu dengan mu aku sudah menyukaimu, aku juga tak mengerti mengapa aku bisa menyukaimu begitu saja. Kau ingat saat di radio waktu itu? Benar yang chanyeol katakan, aku memang grogi hingga salah bicara itu karena mu.”

Apa dia sedang bercanda??

“Rasanya aku ingin selalu bersama mu, tak bertemu dengan mu selama dua minggu ini benar-benar menyiksaku. Aku merindukan mu, sangat merindukanmu noona”

“Kyungsoo-yaa, kau ini bicara apa huh? Apa karena terlalu lelah kau jadi bicara tidak jelas begitu?”

“Noona.. Aku serius.. Aku menyukaimu, ani.. Aku mencintaimu. ”

“Hei.. Kau ini”

“Aku benar-benar mencintaimu noona, apa kau merasaknnya?Dari sejak pertama melihat mu hingga akhirnya kita dekat dan aku semakin mengenalmu, aku semakin menyukaimu”

“Aah..Itu mungkin hanya karena kau merasa cocok dengan ku. Tapi bukan berarti itu cinta kyungsoo-yaa..”

“Ani.. Aku yakin, memang aku mencintaimu. Tak pernah sebelumnya aku meraskan hal seperti ini. Aku ingin kau selalu di sampingku”

“Andwae..”

“Waeyo??”

“Mianhe, mungkin selama ini aku bersikap salah padamu, aku tak bermaksud membuat mu menyukaiku. Aku senang berteman dengan mu, dengan seorang super star yang terkenal di seluruh dunia. Bisa menemani mu di sela-sela jadwal padat yang kau jalani. Berbagi cerita dengan mu, Tapi kalau untuk mencintaimu aku rasa aku tak bisa”

“Wae??”

“Kau tahu.. Kita berbeda.. Kau siapa? Dan aku siapa?? Kau harus ingat berapa lama kau menjadi trainee, bagaimaana persiapan mu untuk debut, lelahnya dan sulitnya menjadi dirimu yang sekarang, yang di kenal publik, sudah terlalu banyak pengorbanan yang kau lakukan untuk karirmu. Memiliki hubungan hanya akan merusak semuanya kyungsoo-yaa..”

“Salah.. Sejak mengenalmu, kau seperti menjadi penyemangat di tengah kegiatanku yang padat”

“Apa kau mau mengecewakan orang lain, para fans yang sudah melakukan banyak hal untuk mu”

“Tapi aku punya kehidupanku sendiri, apa aku tak boleh jatuh cinta? Apa aku tak boleh merasakan indahnya cinta? Memiliki pacar seperti orng lain? Aku memang aku seorang artis, tapi aku juga manusia biasa. Lagi pula selama ini pun kita sudah terbiasa bertemu secara diam-diam kan? ”

“Kau juga lebih mudah dari ku”

Kyungsoo tersenyum

“Mwo?? Apa usia menjadi masalah? Lagi pula kita hanya berbeda dua tahun”

“Tapi Terlalu banyak perbedaan di antara kita”

“Itu bukan alasan noona, aku yakin kita bisa menjalani hubungan seperti yang kita inginkan tanpa di ketahui publik”

“Mungkin kau bisa, tapi aku??”

“Tapi kau mencintaku juga kan?”

“Aku.. Aku…” Aku berpikir sejenak..aku pun tak tahu perasaan apa yang aku raaasakan pada kyungsoo. Apa benar aku mencintainya?

“Sebenarnya aku..”

“Sudahlah.. Tak perlu di jawab sekarang, kau bilang aku harus fokus untuk konser yang tinggal hitungan hari, aku juga Tak perlu memikirkan hal yang hanya membuat pikiranku tak tenang kan? Jadi tidak perlu di jawab”

“Euhm.. kau harus tetap fokus”

“Ne..karena aku dan exo akan menampilkan penampilan terbaik kami”

“Mianhe”

“Ssttt… Jangan ucapkan kata-kata yang malah membuat pikiran ku tidak fokus noona”

“Geurae.. Fighting!!”

~

Kami sudah berada di apartemenku, sudah pkl 4 pagi sekarang.

“Gomawo sudah menemaniku malam ini”

“Ne.. Cepat kau pulang, masih ada waktu untuk istirahat sebelum kau harus memulai jadwalmu lagi”

“Ne..”

“Chankaman” kemudian ia mengambil sesuatu dari jacketnya

“Igo” ia memberikan secarik kertas

“Tiket konser kami. Kalau kau mencintaiku kau harus datang dan melihat penampilanku”

“Nde?”

“Aku harap kau akan datang dan memberiku semangat juga jawaban tentang perasaanku”

“Kyungsoo-yaa.. Noona…”

“Ssttss… Aku tak mau mendengarnya sekarang. Baiklah..aku pulang”

Tanpa basa basi lagi, kyungsoo langsung pergi meninggalkan apartemenku

Argghh… Apa aku sudah gila? Mengapa aku senang mendengarnya mengatakn kalau dia mencintaiku? Tidak..aku tidak boleh seperti ini. Dia itu D.O member boy grup EXO, siapa yang tak mengenalnya? Memiliki banyak fans fanatik bukan hanya di korea tapi seluruh dunia. Sementar aku? Hanya editor dan penyiar radio saja, yang tak memiliki wajh cantik dan tubuh sexy bak model. Apa dia tak salah mengatakan hal itu padaku? Ahh..tak mungkin ia benar-benar mencintaiku

“Ani.. Aku yakin, memang aku mencintaimu. Tak pernah sebelumnya aku meraskan seperti ini”

Mengingat kembali saat kyungsoo mengatakan hal itu tadi, memang terpancar keyakinan dan ketulusan dari wajahnya. Tapi tidak boleh.. Bagaimana dengan tanggapan publik nanti? Bagaimana para fans yang kecewa lalu meninggalkannya. Dan aku akan di benci oleh semua fans nya, acara radio ku tak ada yang mendengarkan dan aku berhenti siaran. Tidak..tidak..ini tidak boleh terjadi..

Kyungsoo-yaa, mianhe aku tak bisa bersama mu

~

Baru sampai kantor aku sudah melihat pemandangan para pegawai magang yang merupakan mahasiswi-mahasiswi ini sedang berkumpul, biasanya mereka bergosip..membicarakan tentang artis-artis idola yang termasuk exo salah satu nya. Kadang aku merasa bangga karena sudah mengenal para member exo, apa lagi kyungsoo yang euhmm.. Aah pagi pagi begini sudah berpikiran yang aneh.

Aku mulai menyalakan komputerku

“Bagaimana bisa ia pergi satu minggu sebelum konser seperti ini huh?”

“Apa ia tak memikirkan member lainnya”

Kata mereka yang sedang mengobrol di temani gadget nya masing-masing

“Waah..aku tak bisa terima ini, mengapa dia tega sekali”

“Mungkin dia punya alasan lain hingga memilih untuk pergi”

“Benar.. Yang aku dengar memang managementnya beberapa kali memiliki yang kurang baik dengan artisnya. Ku ingat hangeng oppa? Lalu JYJ”

Sebenarnya apa yang sedang mereka gosipkan? Bukan kah itu artis-artis di management exo?

“Tapi jahat sekali Kris meninggalkan exo dan kita.hiks..hiks..”

“MWO??” Tak sadar aku malah berteriak kaaget

Terlihat para mahasiswi itu menatap ku aneh, bagaimana tidak..aku yang sejak tadi hanya duduk di dekat mereka dan tak ikut dalam pembicaraan mereka , tiba-tiba berteriak kaget

“Mianhe.. Apa maksud kalian Kris keluar dari exo?”

“Ne.. Apa kau juga fans exo Editor Kang?”

“A..ani.. aku hanya bertanya saja”

“Eoh..”

“Pagi ini kris mengirimkan gugatnnya pada SM”

“Jinjja??” Tanyaku

“Euhm..” Kata mereka sambil mengangguk

Langsung aku mencari informasi di internet tentang kebenaran berita ini, dan ternyata memang benar kris melayangkn surat gugatannyaa pada SM ent. Konser mereka tinggal seminggu lagi, bukan kah mereka sudah menyiapkan segalanya? Lalu mengapa kris malah ingin keluar? Kyungsoo.. Bagaimana dengannya?

Aku mengambil ponsel dan menekan nomor kyungsoo.. Tapi aku sadar, tak mungkin aku menghubunginya disini, bagaimana kalau yang lain dengar? Lalu aku keluar dari ruangan ini dan menghubunginya.

Tuuut..tuuut…

Lama ia tak kunjung mengangkatnya, hingga panggilan ku terputus otomatis

Apa mungkin aku salah menghubunginya di waktu yang tidak pas, kyungsoo dan exo pasti sedang kacau saat ini. Aku tak akan menghubungi nya dulu sekarang, mungkin aaku hanaya akan menambh masalah nantinyaa.

Aku kembali ke ruangan kerjaku

~

@ studio radio

Melihat artikel tentang gugaatan Kris di media membuat ku prihatin dengan keadaan exo saat ini. Mereka pasti sedang terpuruk sekali. Bagaimana kondisi kyungsoo saat ini? Aku melihat ponsel ku dan tak menemukan pesan dari kyungsoo. Aku begitu khawatir mungkin ia akan sangat terpukul, karena exo dan konser tunggalnya adalah hal yang sangat berharga bagi kyungsoo.

“Yak.. Kang hana” kata mira dengan volume yang agak tinggi

“Eoh..waeyo??”

“Aku panggil dari tadi, tapi kau diam saja. Kau ini sedang melamun apa huh?”

“Mianheyo mira-yaa..” Pikiranku memang sedikit melayang saat break siaran dan sekarang sedang memutarkan lagu dan iklan

“Aish.. Ini tambahan script” mira menyimpan beberapa lembar kertas di meja

“Ada berita terbaru dari exo” tambah mira

“Mwo??”

“Euhm.. Ada member yang memberi komentar, ini nanti kau bacakan setelah iklan ya”

“Kenapa harus exo huh?!!”

“Memang berita mereka tengah hangat dan di nanti par pendengar”

“Yak.. Apa kau tak memikirkan bagaimana perasaan para member saat ini huh? berbagi pemberitaan hari ini pasti membuat mereka sangat terpukul. Mereka sudah cukup di sibukkan dengan persiapan konser,jadwal padat dan sekarang masah ini. Mengapa tega sekali ?!!”

“Hei.. Kenapa kau yang marah? Kau hanya di minta untuk bacakan berita ini, bukan untuk memecahkan masalah mereka”

“Ya.. Tapi…”

“Sudah bacakan saja, sebentar lagi iklannya selesai”

Argggh..rasanya malas sekali aku harus membacakan berita ini

~

@ Home

Aku baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutku. Ingin sekali rasanya menghubungi kyungsoo, aku ingin tahu keadaannya. Ku ambil ponselku, kemudian mengetik nomor kyungsoo. Rasanya ragu-ragu sekali untuk menekan tombol call dan malah tombol back yang aku pilih. Mungkin lebih baik aku mengirim pesan saja

To : D.O kyungsoo

Kyungsoo-yaa, fighting ^^

Send…

2 menit..5 menit.. 10 menit.. 30 menit, tak ada balasan darinya.

Sampai aku akan tidur kyungsoo tak membalas pesanku. Mungkin di sudah tidur? Aku melihat ke arah jam yang menunjukkan pkl 02.10. Semoga ia sudah istirahat saat ini.

Aku pun mematikan lampu dan menarik selimutku.

Ting..tong..ting..tong

Mwo?? Apa itu kyungsoo yang datang??

Langsung aku bangun dan segera menuju pintu untuk membuknya

Benar saja dugaanku, Seperti biasa ia mengenakan baju hitam-hitam dengan topi dan masker menutupi wajahnya

“Kyungsoo??”

Terlihat dari matanya ia tersenyum

Kemudian ia masuk

“Kyungsoo-yaa.. Gwenchana??”

“Ani.. Aku tidak baik-baik saja”

“Aku tahu, tadi aku mendengar bahwa..”

“Noona.. Apa kau punya makanan??”

Belum selesai kyungsoo sudh memotong ucapanku

“Nde??”

“Aku lapar”

“Mwo?? Apa kau belum makan?”

“Ne.. Sejak tadi siang aku belum makan”

“Mwo??”

“Hehehe” ia malah tersenyum

Aku menjewer telinganya

“Aww..apo..noona apo..” Rintihnya sambil memegang telinganya

“Yak.. Kan sudah aku bilang, kau harus makan yang benar. Kenapa sampai tengah malam begini malah belum makan huh??!”

“Aku ingin makan dengan mu”

“Aku sudah makan, lagi pula aku tak punya makanan apa-apa sekarang”

“Eh??”

“Mungkin ada ramen”

“Mwo?? Jadi aku harus makan ramen?”

“Yaa..Itu kalau kau mau, atau pesan makanan saja yaa”

“Tidak..tidak.. Lama lagi kalau pesan, aku sudah lapar sekali. Ya sudah kau buatkan saja ramen untukku”

“Geurae.. Kau tunggu di sini, aku masakan ramennya”

“Ne.. Jangan terlalu lama, dan rasanya harus enak”

“Ne..” Kataku sambil tersenyum malas

Aku menuju dapur dan mulai memasak ramen untuknya. Terlihat kyungsoo tengah duduk bersandar di sofa sambil memejamkan matanya. Apa dia mengantuk? Dia belum makan jangan sampai tidur dulu. Kemudian Ia menutupi wajahnya dengan tangannya. Dia sedang mengantuk atau sebenarnya berpikir tentang masalah yang di hadapinya?

3 menit berlalu dan ramen pun sudah matang

“Kyungsoo-yaa..”

Kyungsoo terbangun

“Kau mau makan dulu atau mau tidur saja?”

“Makan dulu, aku lapar sekali. Apa sudah matang?”

“Ne.. Ramennya sudah matang” kataku sambil menunjuk ke meja

Dia bangun dan langsung menyambar ramen dan kimchin yang tersedia di meja

“Jalmoghaetseumnida”

Kyungsoo mulai memakannya dengan nikmat

“Pelan-pelan..masih panas, nanti tersedak”

“Hehhee..aku lapar sekali noona”

“Mengapa tak makan sejak tadi siang huh?”

“Pulang dari acara musik kami langsung latihan lagi”

“Ah ne, tadi kalian menang juara 1 ya di acara musik. Chukhahaeyo” kataku sambil bertepuk tangan.

“Kalian keren sekali”

“Ne gomawoyo” kyungsoo tersenyum manis

“Woaah.. Massistaa.. Mungkin karena aku terlalu lapar, jadi ramen ini terasa begitu nikmat”

“Itu memang rasa ramen buatanku yang enak, karena aku memasaknya dengan sepenuh hati”

“Mungkin kebetulan saja”

“Aish..”

“Gomawo ramennya”

“Ne.. Makanlah yang banyak.. Kalau kurang aku buatkan lagi”

“Euhm” kyungsoo mengangguk

Sepertinya kyungsoo tak ingin aku membahas tentang masalahnya, baiklah..aku juga tak akan membahasnya.

Kyungsoo makan dengan lahapnya, sementara aku duduk di sampingnya sambil menonton tv

“Tadi aku mendengarkan siaran mu”

“Jinjja?”

“Ne.. Apa sering ada pendengar pria yang menelepon mu seperti itu?”

“Nde?”

“Itu.. Tadi kan ada pendengar yang menelepon dan memuji-mujimu. Katanya suaramu merdu, wajahmu juga cantik, dia juga bilang kalau malam nya terasa indah jika sudah mendengar siaran mu. Ish.. Berlebihan sekali”

“Ah..itu hanya agar lagu yang mereka request di putar saja”

“Tidak mungkin..pasti dia menyukaimu”

“Mungkin benar juga ya.. Memang pesona ku ini tidak ada habisnya” kataku narsis

“Ish..percaya diri sekali kau ini”

“Hahaha”

“Aku jadi tidak bernafsu makan lagi” kemudian kyungsoo menyimpan sumpit dan sendoknya

“Yak.. Memang ramenmu sudah habis”

“Hehehe”

“Mau menambah?”

“Tidak..aku sudah kenyang”

“Baiklah”

Aku mengambil piring dan mangkuk bekas makannya

“Aku bereskan dulu”

Kemudian aku membawanya ke dapur dan mencucinya.

Saat mencuci piring, aku mendengar derap langkah seseorang mendekat padaku.

“Perlu aku bantu?” Kata kyungsoo yang berdiri di sampingku

“Tidak perlu hanya mencuci bekas makan mu saja daan sudah mau selesai”

“Euhm..”

“Lain kali jangan telat makan seperti ini lagi, bagaimana kalau kau sakit? Tubuhmu sudah cukup lelah dengan aktivitasmu..jangan buat perutmu mende..”

Grep..

Kata-kataku terpotong, karena tanpa aba-aba kyungsoo tiba-tiba memelukku dari belakang, membuatku menghentikan aktivitasku mencuci piring

“Me..Menderita juga karena tidak di beri makan” sambungku

“Noona..”

“Ne..”

“Jangan pernah tinggalkan aku. Aku tak mau ditinggalkan lagi” katanya sambil memelukku erat

Aku terdiam

“Aku mohon jangan tinggalkan aku juga. Seseorang telah pergi dan membuat ruang kosong. Saat aku merasa saling mempercayai satu sama lain, namun tiba-tiba pergi dan meninggalkan semua, aku merasa seperti di khianati. ”

“Aku merasa sakit sebenarnya”

Sambungnya seperti menahan tangis

“Harusnya kami bisa sama-sama bersabar sebentar, demi apa yang telah kita raih dan yang akan kita jalani kedepannya. Nanti kita bis merasakn hasilnya dan berkerja keras bersama-sama. Tapi kenapa ia malah pergi meninggalkan kami di saat seperti ini?”

Aku melepas sarung tangan yang aku gunakan untuk mencuci piring, kemudian mengusap tangan kyungsoo yang berada di pinggangku

“Aku tahu ini pasti berat untuk mu, untuk kalian. Tapi Mungkin ia punya alasan lain dan dengan ini bisa membuat kalian kembali belajar dan menjadi semakin solid satu sama lain”

“Entahlah..”

“Fighting !!”

“Kau orang yang berharga bagiku, aku ingin tetap bersama mu. Jangan sampai kau pergi meninggalkanku juga”

“Hei.. Kau pikir aku akan pergi kemana huh? Aku selalu di sini”

Aku melepaskan pelukkannya dan kini menghadap nya.

“Aku tau ini pasti akan berat.. pertemanan kerja sama dan kerja keras yang selama ini kalian jalin bersama terasa seperti sia-sia, apapun alasannya pergi meninggalkan kalian akan terasa menyakitkan. tapi aku tahu, kau bukan orang yang lemah. Kau dan member lain sudah melewati banyak masa-masa sulit jadi masalah seperti ini aku yakin bisa kalian lalui”

“Apa aku bisa??”

“Aku jamin kau bisa, kau bukan orang yang mudah menyerah kan?”

Kyungsoo menundukkan kepalanya, kemudian aku mengusap-usap kepalanya, mengacak-acak rambutnya

“Kau pasti bisa!!”

Kyungsoo menarik tangaanku dari kepalanya kemudian menggenggamnya

“Kalau kau ada di sampingku, aku pasti bisa” katanya sambil menatap ku dalam dan penuh harap

“Tentu.. Aku tak akan kemana-mana” aku tersenyum

~

Kami duduk di sofa sambil menonton acara di tv, sebenarnya mataku sudah mulai mengantuk, jelas saja sekarang sudah pkl 3.40 dan aku belum tidur sama sekali. Namun meninggalkan kyungsoo untuk tidur rasanya tidak tega, apa lagi dalam keadaanya sekarang ini.

“Noona..”

“Ne..”

“Aku mengantuk”

Ternyata ia merasa ngantuk juga

Kemudian ia menyimpan bantal kursi di paha ku, lalu ia menaruh kepala di atas bantal yang berada di pangkuanku

“Apa kau mau tidur di sini huh?” kataku sambal melihat kepangkuan ku

“Euhm..” Jawabnya sambil memejamkan matanya

“Tidak boleh”

“Terserah, tapi aku akan tetap tidur di sini”

“Aish.. Yaa Tidurlah..” Kataku sambil mengusap rambutnya

“Euhm…”

Dia mulai tertidur di pangkuanku, sementara aku sibuk memperhatikan raga nya yang nampak seperti anak kecil tak berdosa, walau sebenarnya banyak beban dalam pikirannya namun kini ia terlihat begitu tenang dalam tidurnya. Aku juga mulai tak kuat menahan rasa kantuk dan aku pun terlarut dalam tidur

~

Krrringg.. Krrringg..

Terdengar suara nyaring yang membuatku terbangun. Aku melihat ke meja yang merupakan sumber suara tersebut, yang berasal dari sebuah ponsel dan itu merupakan ponsel kyungsoo

Aku bangun dan mencoba mengambil ponsel tersebut, kyungsoo yang masih tertidur di pangkuanku sepertinya mulai terganggu.

“Euhm” dia malah memeluk pinggangku erat sehingga membuatku tak bisa bergerak

Panggilan itu berhenti namun selang beberapa saat ponselnya kembali berdering. Aku berhasil mengambilnya, dan tertera nama sehun di layar ponsel.

“Kyungsoo-yaa” aku mencoba membangunknnya

“Ada telepon”

“Euhm.. Biarkan saja” jawab kyungsoo dengan mata terpejam

“Sepertinya penting, sehun sudah menelepon dua kali. Coba kau angkat dulu”

Kemudian kyungsoo bangun dan terduduk lalu mengangkat panggilan dari sehun tersebut

“Euhm..” Jawabnya malas

“…..”

“Ne aku masih tidur”

“Yak !!”

Terlihat kyungsoo menjauhkan ponselnya dri telinga nya

“Mengapa harus berteriak huh??”

“……..”

“Aku di..” Kyungsoo melirik ke arahku

“Memangnya kenapa?”

“……”

“Ah, ne.. Baiklah aku segera ke sana”

“…..”

“Di mana saja, kau tak perlu tahu”

“….”

“Ya sudah..”

Kyungsoo menutup teleponnya

“Waeyo??”

“Kami ada jadwal pagi ini, sehun menyuruhku pulang sebelum manager hyung tahu aku tak ada di dorm dan mencari ku”

“Ya sudah cepat kau pulang sekarang”

“Ah.. Aku masih ngantuk noona”

Kyungsoo malah tidur di pangkuanku lagi

“Heii.. Kau harus pulang, kalau sampai manager mengetahui kau ternyata disini semalaman baagaimana?”

“Biar saja.. 5 menit lagi.. Biarkan aku tidur 5 menit lagi”

“Andwae.. Kau harus pulang sekarang”

“Noona~”

Aku mendorong tubuhnya agar bangun dan terduduk. Matanya masih terpejam

“Kau pulang sekarang ne..” Kataku sambil merapikan rambutnya

“Shireo..”

“Ayo..”

Kyungsoo membuka matanya malas sambil sedikit cemberut

“Memangnya kau tak ingin bersama ku lebih lama lagi?”

“Ish..”

Aku hanya tertawa

“Di mana topi dan masker mu huh?” Mata ku mencari ke sekeliling dan menemukan topi dan maskernya di atas lemari. Aku bangun dan mengambilnya, kemudian kembali ke hadapan kyungsoo. Aku menyodorkan topi dan masker itu namun kyungsoo hanya diam, lalu aku memakaikan topi itu di kepalanya dan memasang masker untuk menutupi wajahnya

“Kau benar-benar mengusir ku noona?”

“Ne.. Cepat pulang sana”

“Aish.. Jahat sekali”

“Cepat pulang, sebelum manager mencarimu”

“Baiklah..” Kyungsoo berdiri, kemudian aku mendorongnya pelan sampai di depan pintu keluar

“Sebentar” ia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadpku. Kemudian ia memelukku

“Hei..”

“Sebentar saja” katanya sambil memelukku erat

Aku melepaskan pelukkannya

“Sudah kau pulang dulu, nanti kita bertemu lagi euhm..” Kataku sambil menepuk bahunya dan mengancingkan jaketnya, karena sekarang udara sangat dingin, bahkan matahari saja belum muncul kaarena sekarang masih pkl 5.20

“Geurom”

Lalu ia keluar dan melambaikan tangannya

“Hati-hati di jalan”

Ia mengangguk

~

From : kyungsoo

Noona, kau tak lupa kan dua hari lagi konser kami di gelar. Kau akan datang kan?

Aku ragu-ragu saat akan membalas pesan dari kyungsoo. Pasalnya jika aku datang ke konser tersebut itu tandanya secara tak langsung menyatakan kalau aku juga mencintai dan menerimaa cintanya, yang berarti kami resmi menjadi sepasang kekasih. Jika tidak datang itu akan membuat kyungsoo yang keadaannya saat ini sedang sulit, akan semakin sulit karena berarti aku menolak cintanya bahkan mungkin ia akan membenciku. Kalau aku datang dan kemudian kami menjadi sepasang kekasih, tidak..tidak mungkin.. Bagaimana mungkin aku bisa menjalani hubungan tertutup dan selalu berpura-pura, lagi pula itu membahayakan karirnya jika suatu saat hubungan kita terungkap. Mungkin juga aku akan jadi bulan-bulanan para fans nya. Atau bisa juga aku tetap datang ke konsernya dan mengatakan bahwa aku hanya datang untuk mensupportnya dan tak ada maksud lain.

“Editor Kang”

Panggil bos ku yang membuyarkan pikiranku

“Ye”

belum sempat membalas pesan kyungsoo aku menyimpan kembali ponsel ku ke meja

“Bisa tolong bantu aku..”

“Ye”

Langsung aku menuju ruangan bos ku

~

Author pov

D-Day

Drrrttt..drrrrttt…

“Yeoboseyo”

“Noona~”

“Ne kyungsoo-yaa”

“Kau ingat kan kalau malam ini konserku berlangsung?”

“Eoh”

“Kau akan datang kan?”

“Eoh..”

“Kau masih ingatkan, jika kedatanganmu malam ini merupakan jawaban dari pernyataan cintaku?”

“Kyungsoo..Mianhe.. Aku sedang meeting, nanti aku telepon lagi ne. Mianhe.. Fighting !!”

“Euhm..”

Kemudian hana menutup sambungan telepon kyungsoo dan kembali ke meetingnya di kantor pagi ini.

Di sisi lain kyungsoo yang baru selesai melakukan rehearsal untuk pertunjukan nanti malam sedang beristirahat sambil memegang ponsel yang sambungan teleponnya baru saja di tutup oleh hana, ia terdiam sambil berpikir tentang hana.

“Apakah ia akan datang? Kalau datang berarti ia mencintaiku juga. Atau Ia tak akan datang? Apa iya noona tak mencintaiku? Tapi aku yakin ia akan datang, ia mencintaiku juga kan? ” Kata kyungsoo dalam hati

“Heii…kenapa diam saja? Apa kau tegang untuk nanti malam?” Tanya baekhyun yang menghentikan langkahnya saat lewat di depan kyungsoo

“Sangat..aku sangat tegang”

“Santai saja, aku yakin semua berjalan lancar. Kita sudah menyiapkannya dengan matang kan”

“Ne.. Aku bukan hanya takut konser kita tidak sukses tapi juga..”

“Mwo??”

“Euhm..”

“Sudah..jangan khawatir..kita pasti akan memberikan penampilan yang terbaik dan penonton akan puas” baekhyun menepuk pundak kyungsoo lalu ia pergi.

“Memang selain konser, kau mengkhawatirkan apa lagi?” Tanya Chanyeol yang duduk di sampingnya

“Ani..”

“Katakan lah”

“Mollayo”

“Heii.. Katakan lah..mungkin aku bisa membantumu”

“Apa kau bisa membantuku?”

“Mungkin saja, makanya katakan saja”

“Ah..aku rasa kau tak mungkin bisa membantu”

“Aish..memang tentang apa?”

“Kang Hana”

“Kang Hana? DJ Kang ? Hana noona?” Tanya chanyeol meyakinkan kalo hana yang di maksud adalah hana yang ia kenal

“Ne..”

“Waeyo?? Kenapa dengannya?”

“Aku meminta hana noona untuk datang malam ini, kalau memang ia juga mencintaiku”

“Mwo?? Jadi kau sudah menyatakan cinta padanya?”

“Euhm” jawab kyungsoo sambil mengangguk

“Lalu bagaimaana responnya?”

“Aku juga tidak tahu”

“Wae?”

“Aku tahu hana menyayangiku, tapi aku merasa kalau ia memandang ku seperti seorang anak kecil, menyayangiku seperti kakak pada adiknya. Bukan cinta”

“Kenapaa kau berpikiran begitu?”

“Ya..dari sikapnya, dan perhatian yang di berikannya pun terasa seperti kakak pada adiknya”

“Tetap saja dia perhatiankan pada mu? Itu tandanya dia juga mencintaimu babo”

“Apa iya?”

“Mungkin saja dia juga mencintaimu, kau jangan membuat spekulasi sendiri sementara belum mendengar jawaban darinya langsung”

“Aku sedikit pesimis. Apa memang aku terlalu kekanak-kanakan baginya? Tapi kita kan hanya berbeda dua tahun”

“Mungkin karna kau terlihat terlalu imut baginya, Tapi sebenarnya di dalam hatinya dia mencintaimu sebagai seorang pria. Aku akui..memang kau masih seperti anak kecil.. Uuhh.. Kyeopta” kata chanyeol yang kemudian menggoda dengan memegang dagu kyungsoo seperti memegang peliharaannya

“Yak..!!” Kyungsoo melotot

“Sudah.. Jangan di pikirkan, noona pasti datang, aku yakin”

“Euhm..”

“Kau tinggal fokus pada penampilan nanti. Jangan sampai kau melakukan kesalaham dan hana noona melihatnya..oowh itu akan sangat memalukan”

Kyungsoo tersenyum

“Geurae..”

~

Hana masih berkutat dengan komputer dan kertas-kertas di mejanya, sementara waktu sudah menunjukkan pkl 18.00. Tinggal sedikit lagi pekerjaannya selesai.

Malam ini pkl 20.00 konser exo di mulai, memang hana masih bingun untuk datang atau tidak di konser yang mengartikan kedaatangannya sebagai jawaban dari pernyataan cinta kyungsoo. Walau malam ini ia harus siaran pkl 22.00 tapi setidaknya ia masih bisa hadir sebentar di konser exo. Tapi bukan tentang waktu, masalahnya tentang perasaan hana. Tak di pungkiri memang hana menyayangi kyungsoo, tapi ia masih bingung apa ia benar-benar mencintai kyungsoo atau hanya sekedaar menyayanginya sebatas teman atau adik?

“Editor Kang”

“Ne Minah-sshi”

“Bisa kau periksa lagi pekerjaan ku, aku sudah menyelesaikannya tapi aku takut masih ada yang salah. Tolong di cek lagi ya” minta minah yang merupakan karyawan baru di tempat hana

“Yang penting kau sudh mengerjakannya dengan benar kan? Apa kaau sudah memeriksanya lagi?”

“Sudah..aku sudah memeriksany lgi, tapi aku takut masih ada yang kurang. Jadi aku mohon periksa kembali, sebelum aku menyerahkannya pada Direktur Choi ”

“Oh baiklah.. Setelah pekerjaan ku selesai akan aku periksa kembali”

“Gamsahamnida”

“Pekerjaan ku saja belum selesai, ia malah minta tolong” kata hana dalam hati. Hana melihat ke arah jam yang menunjukkan pkl 18.20. Jika ia mau pergi ke konser setidaknya pkl 19.00 ia sudah berangkat, sementara pekerjaannya masih belum selesai di tambah memeriksa pekerjaan minah.

30 menit kemudian

Hana sedang memeriksa pekerjaan minah

“Editor Kang”

“Ne.. Sebentr lagi selesai”

“Ani.. Apa kau mau kopi? Biar aku buatkan”

“Eoh..tidak perlu, setelah ini aku akan langsunng pulang”

“Benar kau tak mau aku buatkan kopi? Kata orang kopi buatanku enak ”

“Tidak..terimakasih” jawaba hana sambil tersenyum

“Baiklah”

“Euhm..” Hana mengangguk

“Mianhe, merepotkanmu”

“Gwenchanayo..”

“Aku hanya takut terjadi kesalahan lagi”

“Ne.. Nanti kau periksa lagi sendiri dan yakinkan semuanya sudah benar ya”

“Ne”

“Baiklah..sudah selesai, tidak ada yang salah”

“Jinjja?”

“Ne.. Kerja mu sudah bagus”

“Gamsahamnida”

“Kalau begitu Aku harus pulang sekarang” kata hana sambil membereskan mejanya

“Ne.. Sekali lagi gamsahamda. Hati-hati di jalan dan have nice weekend”

“Ne..” Kata hana sambil berdiri dan bersiap untuk pergi

Dari luar pintu terlihat Direktur Choi datang. Hana bermaksud untuk pamit pulang, namun ia memberikan pengumuman

“Malam ini investor dari china datang dan akan langsung mengadakan meeting dengan kita”

“Nde?”

“Saya harap semua jangan pulang dulu, karena 30 menit lagi mereka sampai kantor”

“Tapi.. ” Ucapan hana terpotong

“Sekertaris Jang, tolong siapkan ruang meetingnya” kataa direktur choi

“Ye”

“Baiklah.. Saya tunggu 30 menit lagi di ruang meeting. Jadi jangan sampai ada yang pulang. Ok?”

“Ye..” Jawab semua karyawan

Hana yang sudah siap untuk pulang mengurungkan niatnya dan kini duduk kembli di kursinya dengan wajah sedikit murung

“Waeyo editor kang? Sepertinya kau tidak suka sekali dengan meeting kita hari ini? Bukankh siaran mu pkl 22.00? Sebelum itu juga meeting pasti sudah selesai” kata penulis Kim Jaedong

“Ani.. Hanya aku ada perlu”

“Kemana?”

“Ke..”

Hana menghentikan ucapannya, ia juga sebenarnya masih bingung, apa kah ia benar-benar akan pergi ke konser exo?

“Haruskah aku pergi? atau ???” kata hana dalam hati

TBC

Maaf typo nya berserakan di mana-mana x_x

Thankyu yang udah mau baca, jangan lupa coment nya yaa..

^^

12 tanggapan untuk “My Lovely Noona Chapter 1”

  1. woah daebak.. feelnya dpt bngt.. tapi kok lagi seru”nya tbc sih..? hrus cepet dilanjut ka. aku penasaran ^^

  2. Daebak! Ceritanya bagus banget. Aku udah baca yang di share di fb ff exo. Tapi karena gak punya fb jadi gak bisa koment. Eonni, Aku penasaran banget sama chap 5. Udah sebulan lebih belum di lanjutin. Cepetan di lanjutin ya eonni. 😀

  3. Thor, aku udah baca sampe chapter 4. Aku suka senyum-senyum sendiri waktu bacanya hehe. Terus chapter 5 kapan di publish? Aku penasaran hehe.

  4. Thor, aku udah baca sampe chapter 4 dan aku senyum-senyum sendiri bacanya hehe. Terus chapter 5 kapan di publish? Aku penasaran hehe.

  5. Thor, aku udah baca sampe chapter 4. Aku senyum-senyum sendiri pas bacanya hehe. Terus chapter 5 kapan di publish? Aku penasaran hehe.

  6. Thor, aku udh baca sampe chapter ke 4, terus chapter 5 kapan di publish? Aku penasaran hehe. Cepet di publish yaa 😀

  7. Ceritanya rameeeee, ditunggu ya chapter selanjutnyaa, jgn lama-lama pleasee, udh ga tahan mau tau lanjutannyaaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s