Love & Truth (part 2) #Sequel of Devil Child

Love & Truth Cover

Author : Z

Title : Love & Truth (part 2) #Sequel of Devil Child

Cast :

     ☆ Kim Jong In (Kai nama asli di dunia iblis)

     ☆ Lee Eun Ju (OC)

     ☆ Min Yoon Gi a.k.a Suga

     ☆ Yao Ming Ming

     ☆ Ahn Hee Yeon a.k.a Hani

     ☆ Jung Ye Rin

     ☆ Kim Jin Woo

     ☆ ….

Lenght : Chapter

Genre : Fantasy, Romance, Mistery, Supernatural, Action, Gore

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Loha ^^ z kembali dengan part 2, Siapa yang bisa nebak apa yang akan terjadi di part ini z kasih eplos deh. Kkk~ langsung aja,

Happy reading..

TYPO IS MY STYLE!

Kai menarik wajahnya. Sayap namja itu kembali menghilang. Kai menjauhkan dirinya dari yeoja itu. “Aku sekarang mengingatmu.” ucap Eun Ju yang sukses membuat Kai menghentikan langkahnya untuk menjauh dari yeoja itu.

 

Kai berbalik dan menatap yeoja itu penuh harapan. “Kau mengingatku?” tanya Kai seakan tak percaya.

 

“Ya. Aku mengingatmu.” Eun Ju menatap Kai dengan penuh keyakinan. “Kau adalah orang yang waktu itu menggangguku saat bekerja. Kau.. Kau orang yang juga menciumku wakt itu kan?”

Kai membuang pandangannya. Ayolah memang apa yang barusaja kau pikirkan? Kau berharap ia mengatakan ‘Kau adalah pacar iblisnya’? Aylah Kai dia bukan Sung Ha. Dia Lee Eun Ju.

Ketukan pintu membuyarkan pikiran Kai. Ia berjalan mendekat dan menyuruh Eun Ju tetap berdiri di situ tanpa suara. “Ada apa?” tanyanya pada seseorang yang tak di izinkannya masuk, mereka berbixara di ambang pintu.

“Apakah pintu sudah boleh di buka? Beberapa pasukan telah tiba dan mereka akan memasuki istana.” Kai melirik Eun Ju sesaat.

“Buka saja.” ucapnya dan menutup pintu itu namun tak lama ia kembali membukanya. “Tunggu.” tahannya pada sosok itu. “Suruh Suga kemari membawa makanan manusia.”

“Baik!” Kai kembali menutup pintu itu. Ia melihat ke arah Eun Ju yang ternyata juga sedang menatapnya.

“Makhluk apa kau sebenarnya?” tanya Eun Ju.

“Iblis.” jawab Kai entang dan berjalan ke ranjangnya. Ia mengambil sebuah gulungan dan kembali membacanya karena tadi ia belum sempat membacanya hingga selesai.

“Ini benar-benar dunia iblis? Lalu apakah aku sudah mati sehingga aku berada di sini?”

“Kau masih hidup.” jawab Kai tanpa menoleh, ia masih fokus pada gulungannya.

“Lalu kenapa aku bisa berada di sini?”

“Karena aku membawamu kemari.”

“Kenapa kau membawaku kemari?”

“Karena kau terluka maka aku membawamu kembari. Dan sebaiknya kau tidak bertanya lagi.. Eun Ju.” Kai pertama kali menyebut nama yeoja itu.

Pintu kamar itu terbuka. Menampakkan seorang namja dengan nampan di tangannya. Ia menaruh nampan berisi makanan itu di atas meja dan menarik Kai untuk keluar tanpa melihat Eun Ju. “Kau makanlah itu, kau pasti lapar.” ucapnya pada Eun Ju sebelum benar-benar keluar dari kamar.

Tepat di luar kamar mereka berbicara empat mata. “Apa maksudmu?”

“Apa?” tanya Kai polos seakan tak tau apa-apa.

“Yeoja itu!” Suga menunjuk pintu kamar Kai. Ia tak peduli harus membentak rajanya itu. Toh ia sudah terbiasa membentaknya. “Dia seorang manusia! Apakah kau sadar dengan apa yang kau lakukan?!” Suga berusaha menahan emosinya. “Kau benar-benar raja terbodoh Kai.” Suga menengadahkan tangan kanannya. “Berikan gulungan itu. Aku akan mengaturnya untukmu.”

“Ada di kamar. Sudahlah aku akan menjalani apapun hukumannya.”

“Ya! Kau tau kau barusaja menggali kuburanmu sendiri. Bagaimana jika kau mendapatkan hukuman penyiksaan tiada henti yang pernah kau usulkan pada sang pencipta waktu itu?!”

“Itu hanya sehari, aku tak akan mati karena itu.”

Suga menghela nafas beratnya. “Kai.. Kau adalah raja. Raja dari dunia iblis. Kau tau bagaimana reaksi para tahanan jika mereka tau kau membawa manusia kemari?”

“Maka tugasmu adalah jangan biarkan mereka tau.” Kai kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu itu. Suga benar-benar mengganggu.

Kai menoleh ke kiri dan menapati Eun Ju tengah berdiri memandanginya. “Kau masih belum makan?” Kai mendekati meja dimana Suga menaruh makanannya, ia membawanya dan memberikannya pada Eun Ju. “Ini tidak beracun.”

Dengan ragu Eun Ju menerima nampan itu. Ia duduk di sebuah sofa yang ada di sana. Ia makan dalam diam. Ia teringat dengan apa yang barusaja ia dengar, bukan maksudnya menguping tapi pintu itu tak tertutup rapat dan Eun Ju dengan jelas bisa mendengarnya. “Ada apa? Kau tidak menyukai makanannya.” tanya Kai yang merasa terus dipandangi oleh Eun Ju.

Eun Ju menggeleng tanda tak ada yang salah pada makanannya. “Apakah kau seorang raja?” tanya Eun Ju tiba-tiba.”

“Ya, aku memang seorang raja. Raja yang bodoh.” Kai memelankan suaranya di kalimat terakhirnya.

“Sebenarnya siapa itu Sung Ha? Kenapa kau selalu menyebut namaku dengan Sung Ha? Apakah aku mirip dengannya?”

Kai diam, ia tak menjawab. Ia lebih sibuk dengan beberapa pekerjaan yang ada di tangannya sekarang. ‘Ya, kau sangat mirip dengannya.’ jawab Kai tanpa penuturan. “Cepat habiskan makanmu.”

ʚ Love & Truth ɞ

Suga memasuki ruangannya. Dengan kasar ia duduk di bangku miliknya. “Ada apa? Kau terlihat kesal.” seorang namja berjalan mendekati Suga, namja yang memang sedari tadi sudah berada di sana. “Apakah kau berdebat dengan raja lagi?”

“Kenapa kita memiliki raja yang begitu bodoh?!” gerutu Suga.

Namja itu duduk bersandar di tepian meja. “Walaupun dia bodoh tapi dia bisa di andalkan. Kau tak ingan berapa kali ia menyelamatkanmu?”

Suga menghela nafasnya. “Kau tau apa yang di perbuatnya kali ini? Dia membawa manusia kemari!”

“Apa?” pekik namja itu.

“Ming, kau pikir hukuman apa yang akan di terimanya?”

“Hukuman?” ulang Ming, ia tampak berpikir sejenak. “Turun tahta?” tabak Ming asal.

“Itu tidak mungkin. Raja iblis tak semudah itu turun tahta. Aku harap sang pencipta tidak memberikan hukuman yang berat padanya.”

Ming teringat sesuatu. Ia mengeluarkan sepucuk surat dari kantongnya. “Surat dari Hani.” namja itu memberikannya pada Suga, selaku penasehat raja.

Suga membuka surat itu dan membacanya. “Aishh kenapa di saat seperti ini dia akan berkunjung.” Suga menutup surat itu dan menaruhnya di atas meja. “Ming, bisa kau ambilkan gulungan undangan pengadilan di kamar Kai? Aku lupa mengambilnya tadi.”

Ming bangkit dari duduknya bersiap menjalankan perintah yang diberikan padanya. “Dan juga bilang pada Kai, bahwa Hani akan datang. Sebaiknya sembunyikan dulu manusia itu jika dia tak mau Hani berbuat ke kacauan di istana.”

“Hmm..” gumam Ming malas dan meninggalkan ruangan itu.

ʚ Love & Truth ɞ

Ming mengetuk pintu yang tak lain adalah pintu menuju kamar Rajanya. “Siapa?” tanya Kai tanpa membuka pintu.

“Ming.” tak berapa lama pintu itu terbuka, mempersilahkan Ming untuk masuk.

“Suga yang menyuruhmu kemari?” tanya Kai yang lebih seperti tebakan. Ia hafal betul dengan Suga yang selalu menyuruh Ming ketika keinginannya belum terpenuhi. Kai melempar sebuah gulungan pada namja itu yang sukses di tangkapnya. “Dia pasti mencari itu.”

“Ya begitulah.” Ming mengalihkan pandangannya pada sesosok yeoja yang tengah duduk dengan sebuah buku di tangannya. Yeoja itu tampak tak menyadari kehadirannya karena fokus dengan buku yang ia baca. Ini pertama kali bagi Ming melihat manusia secara langsung. Apakah semua manusia secantik itu? Pikirnya.

Kai mengetahui kemana arah tatapan Ming. “Kau sudah mendapatkannya. Sekarang keluarlah.” ucapan Kai membuat Ming kembali dari lamunannya.

“Dan juga.. Hani akan datang kemari. Suga menyuruhmu untuk menyembunyikannya. Ia tak mau istana seisinya ribut karena ulah Hani.”

“Aku mengerti. Sekarang pergi.” Ming membungkuk, memberi hormat dan pergi dengan mambawa gulungan.

Eun Ju tertawa terbahak-bahak saat membaca isi buku yang menurutnya lucu itu. “Kau suka buku itu?”

Suara Kai mengalihkan pandangannya. Ia tersenyum dan mengangguk. “Buku ini sangat bagus. Aku menyukainya.”

“Baguslah jika kau menyukainya.” Jong In bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah sebuah lukisan. Namja itu menuliskan sesuatu pada permukaan lukisan yang besar itu. “Kemarilah.” pintanya pada Eun Ju.

Dengan ragu yeoja itu menghampiri Kai. “Ada apa?” Kai menarik tangan Eun Ju memasuki lukisan itu.

Eun Ju terkejut bukan main saat dirinya telah berada di sebuah ruangan. “Kau tunggu di sini. Kau bisa baca buku-buku yang ada di kamar itu.” Kai menunjuk sebuah pintu berwarna putih. Kai bersiap akan pergi namun tangan namja itu di tahan oleh Eun Ju.

“Kau mau kemana?” entah kenapa ia tak mau ditinggal sendirian. Tepat-temapat di sini masih asing baginya. Kecuali tempat ini, tempat ini terlihat seperti sebuah arpartemen yang cukup mewah.

“Aku akan segera kembali.” ucapnya dan pergi meninggalkan Eun Ju.

Eun Ju menyentuh lukisan yang ada di depannya, keras. Bagaimana bisa? Apakah dia iblis bisa sihir?

Eun Ju mengedarkan pandangannya. Tak begitu buruk. Ia berjalan menuju puntu yang ditunjuk oleh namja itu. Ia membukanya perlahan. Kamar? Ya, itu adalah sebuah kamar seperti kamar yeoja. Ia mengelilingi kamar itu hingga ia berhenti pada sebuah meja belajar. Ia mengambil sebuah foto yang tertempel di dinding. Ia sempat terkejut melihat foto itu.

Foto dirinya dan namja itu. Ahh bukan, ia tak pernah ingat pernah berfoto dengan namja itu. Apakah yeoja itu yang bernama Sung Ha?

Eun Ju mendudukkan dirinya di kursi yang ada di dekatnya. Ia membuka laci meja belajar itu, ia menemukan sebuah kotak di sana. Dengan penasaran Eun Ju membuka kotak itu. Cincin? Sebuah cincin dengan beberapa ukiran yang aneh terbungkus rapi di kotak itu.

Eun Ju mencabut cincin itu dari kotaknya dan memakainya, pas. Cincin itu sangat pas di jari tangan Eun Ju. Ia melihat jarinya dan tersenyum, cincin itu tampak sangat bagus di jarinya.

Eun Ju memutuskan untuk melepas cincin itu. Bagaimanapun juga itu bukanlah miliknya. “Em?” Eun Ju mencoba menarik cincin itu lagi namun tak bisa, cincin itu tak bisa terlepas. “Apa yang terjadi?” Eun Ju melihat cincin itu dan kembali menariknya namun gagal, ia tak bisa melepasnya.

ʚ Love & Truth ɞ

Suga berdiri di dekat pintu masuk istana. Ia tengah menyambut seorang putri bernama Hani yang tak lain adalah calon Ratu. Seorang yeoja memasuki gerbang istana dengan di ikuti beberapa orang di belakangnya. “Raja telah menunggu ada di ruangan biasa.” ucap Suga saat Hani melintas di depannya.

Yeoja itu melangkah memasuki istana. Ia seperti hafal setiap tempat yang ada di istana itu. Beberapa iblis penjaga membukakan pintu untuknya. Ia masuk dan menemukan sosok yang ingin ia temui. “Kai.. Aku merindukanmu..” yeoja itu berlari dan memeluk Kai.

“Apa kabarmu?” tanya Kai.

“Baik. Kenapa kau tidak berkunjung ke rumah? Appa dan eomma ingin bertemu denganmu.”

“Aku sedang sibuk.” ucap Kai memberi alasan. Ia bahkan tak memiliki kesibukan apapun.

“Bagaimana jika makan malam bersama?”

“Tidak. Malam ini aku ada pekerjaan.”

“Berapa lama lagi kau akan di sini?”

Hani menepuk lengan Kai. Namja di hadapannya itu selalu begitu. Mengucapkan kata-kata seolah mengusirnya dengan lembut. “Aku ingin menginap di sini.”

“Apa?”

“Menginap. Aku ingin menginap di sini.”

“Tidak-tidak. Kau tidak bisa menginap di sini.”

“Wae?” Hani menunjukkan wajah memelasnya berharap bisa meluluhkan hati Kai.

“Sudah aku bilang tidak bisa ya tidak bisa.”

“Wae?”

“Sekarang pergilah. Aku sedang sibuk.” Kai berjalan meinggalkan ruangan itu. Tepat setelah ia membuka pintu, ia melihat beberapa orang yang ia tau adalah pengikut Hani. Kai menghampiri seorang namja yang berada di sana. “Tolong bawa kembaranmu itu pulang.” ucapnya pada Jin Woo, kembaran laki-laki Hani.

Jin Woo menatap Kai tak suka. Ia memang tak suka dengan Kai semenjak pertama kali bertemu. Ditampah Kai memperlakukan kembarannya bukan seperti calon Ratu, melainkan seperti parasit yang selalu mengganggunya. Ia akui ide untuk menjadikan kembarannya Ratu adalah ide ayahnya yang tak lain salah satu dari perdana mentri di kerajaan. Namun ia tetap tak suka dengan Raja itu. Menurutnya ia tak pantas menyandang gelar sebagai seorang Raja.

Tak berselang lama Hani keluar mengejar Kai. “Kai!” panggilnya, namun panggilan itu di abaikan oleh sang pemilik nama. “Raja Kai!”

“Hani ayo kita pulang.” ucap Jin Woo saat kakaknya itu melintas di hadapannya. “Hani!” teriaknya saat panggilannya di abaikan. Namun kali ini ia kembali di abaikan.

Hani masih terus mengejar Kai hingga namja itu berhenti tepat di kamarnya. “Sudah ku bilang aku sibuk. Pulanglah.”

“Sebenarnya aku ingin membicarakan rencana kita untuk menikah. Appa menyuruhku untuk mempercepat pernikahan karena ia ingin kau bahagia, tidak kesepian.”

“Aku suka sendiri. Jika bukan karena ayahmu aku tidak akan menerima rencana pernikahan ini. Seharusnya memang aku tak menerimanya sedari awal.” ucap Kai dengan penyesalannya karena telah menerima rencana pernikahan itu.

Hani terdiam. Ia baru pertama kali mendengar Kai mengucapkan kata-kata seperti itu padanya. “Apakah kau benar-benar tidak memiliki perasaan apapun padaku?”

“Ya!”

“Apakah karena makhluk setengah iblis setengah malaikat itu?”

“Jangan memanggilnya seperti itu!”

“Wae? Apakah kau belum bisa melupakannya? Dia sudah lenyap! Dia tak akan pernah kembali!”

“Diam!” satu bentakan sukses membuat Hani terdiam seribu kata. “Pergi dari sini. Dan jangan pernah membawa Sung Ha dalam percakapan kita!”

“Kai..”

“Pergi!” bentak Kai lagi. “Aku akan bilang kepada ayahmu untuk membatalkan rencana ini.”

Hani melihat Kai dengan ekspresi tak percayanya. Sebegitukah Kai tak menyukainya? “Kau memang kejam! Lihat saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku dan memohon cinta padaku!”

“Itu tidak akan pernah terjadi.”

Dengan emosinya Hani memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Kai sendiri di depan kamarnya.

Kai membuka pintu kamarnya dan masuk. Ia segera menutu ke lukisan dan menuliskan kata ‘KAI’ di sana. Ya, itu adalah rumah dimana ia pernah tinggal bersama Sung Ha. Walaupun rumah itu sekarang tak lagi terhubung dengan dunia manusia tapi Kai masih menjaganya. Hanya dirinya yang tau tentang rumah itu.

Kai masuk menembus lukisan itu. Kedatangannya di sambut oleh tubuh seorang yeoja yang tergeletak di lantai. “Eun Ju?!” Kai menghampiri yeoja itu. Ia menempelkan telingganya pada dada Eun Ju untuk mengejek bahwa yeoja itu masih memiliki detak jantung.

Dan Kai bersyukur mendengar datak jantung itu. Mata Eun Ju terbuka perlahan, tubuh yeoja itu terlihat sangat lemas. “Sakit..” lirihnya.

Kai terdiam. Kata-kata itu sukses membuatnya mengingat kembali saat Sung Ha juga mengatakan kalimat itu. Suara, dan lirihannya sama persis dengan Sung Ha.

“Tolong aku Jong In..” lirihnya lagi.

“Sung.. Ha..?”

Air mata Eun Ju mengalir. Dengan rasa sakit yang ada di tubuhnya ia mencoba mengangkat tangannya dan menyentuk pipi Kai. “Di sini sangat gelap. Tolong aku.. Aku takut..” lirihnya lagi dan tangan itu kembali terjatuh, dia pingsan. Yeoja itu kembali pingsan.

Kai segera membopong tubuh yeoja itu memasuki kamar yang ada di sana, kamar yang pernah Sung Ha tempati. Ia membaringkan tubuh Eun Ju di ranjang yang sudah lama di tinggal pemiliknya itu. Ia menyibakkan poni Eun Ju namun tangannya tertahan pada kening yeoja itu, panas. Kai bangkit, ia berniat untuk mengambil kompres dan mengompres yeoja itu. Namun sebuah tangan menahannya. Tangan Eun Ju. Kai menatap wajah yeoja itu. Mata yeoja itu masih tertutup dengan keringat yang keluar dari keningnya.

Kai memegang tangan yeoja itu dan kembali duduk di tepi ranjang. Ia mengusap pelan kepala Eun Ju, seperti berusaha menenangkan yeoja itu.

Sorot matanya beralih menatap tangannya sendiri yang menggengam tangan Eun Ju. Ia mengerutkan keningnya saat melihat sebuah cincin terpasang di salah satu jari yeoja itu. Cincin yang tak asing baginya. Ia tersadar akan sesuatu dan dengan cepat ia menoleh ke arah menja balajar milik Sung Ha. Dan benar saja, sebuah kotak cincin yang telah terbuka tergeletak begitu saja di atas meja.

Kai mengangkat tangan Eun Ju, melihat lebih dekat cincin itu, dan benar, itu cincin milik Sung Ha. Apakah tubuhnya tiba-tiba panas karena ini? Pikir Kai. Dan tadi? Apa maksud dari perkataannya? ‘Di sini sangat gelap.. Tolong aku.. Aku takut..’

Kai berniat melepas cincin itu namun niatnya itu terhenti saat ia teringat bahwa ketika cincin ini lepas dari tubuh Sung Ha, yeoja itu pasti di selimuti oleh awan hitam dan sisi iblis dalam dirinya muncul. Apakah hala yang sama akan terjadi jika Kai melepas cincin itu? Ayolah, dia seorang manusia, tak mungkin sisi iblisnya akan keluar.

Kai mencabut cincin itu namun gagal. Cincin itu seperti merekat pada jari yeoja itu. Beberapa kali ia mencoba namun tetap gagal. Kai memeriksa kembali kening Eun Ju. Ia terkaget bukan main saat tubuh yeoja itu semakin terasa panas. Cepat-cepat ia keluar untuk mengambil kompres dan mengompres Eun Ju.

Kai melakukannya berulang kali, hingga ia tak menyadari waktu telah berjalan cukup lama. Ia tak menyadari bahwa Suga telah kebingungan mencarinya di seluruh istana. Untuk apa Suga mencarinya? Jawabannya adalah untuk menghadiri pengadilan yang akan di mulai sebentar lagi. Kai menggenggam tangan kanan Eun Ju yang juga terasa panas, suhu tubuh yeoja itu tetap tak menurun sedikitpun.

ʚ Love & Truth ɞ

*Eun Ju pov*

Gelap. Aku tak bisa melihat apapun. Tempat apa ini?

Aku bisa mendengar setiap tetes air yang menetes mendengai permukaan lantai yang juga terdapat genangan air tipis. Aku tak bisa melihat apapun. Tempat ini terlalu gelap. “Sakit..” Aku mendengar suara lirihan. Ku edarkan pandanganku untuk menemukan sumber suara itu.

Tolong aku Jong In..

Aku kembali mendengar suara itu. Aku menghadap ke arah yang aku yakin dari situlah asal suara itu berasal. “Apakah ada orang di sana?” tanyaku namun tak ada jawaban.

Di sini sangat gelap.. Tolong aku.. Aku takut..

Perlahan aku mulai melangkahkan kakiku menuju sumber suara itu. Walaupun sebenarnya aku takut karena aku tak bisa melihat apapun aku mencoba untuk berjalan perlahan hingga menimbulkan suara genangan air yang bergerak. “Hei? Kau ada di sana?” tanyaku entah kepada siapa.

Aku dengan cepat mengedarkan pandanganku saat indra pendengarku menangkap suara air, suara air yang bersentuhan dengan kaki atau semacamnya. Detak jantungku berdetak tak beraturan, aku takut. “S-siapa itu?!” tanyaku dengan gemetar. Suara air itu berhenti.

Aku memutar tubuhku saat aku merasakan ada seseorang di belakangku. Namun pandanganku menjadi kabur sesaat setelah aku membalikan badan, aku pingsan.

Perlahan aku mengerjapkan mataku. Saat ini aku tengah terbaring di sebuah ranjang yang di kelilingi oleh bunga-bunga, tepat di atasku terlihat sebuah lubang yang memancarkan cahayanya, cahaya itu tepat menerangi ranjang tempatku berbaring. Aku memegang kepalaku yang terasa pusing. “Kau sudah sadar?” Aku menoleh saat aku mendengar sebuah suara.

“S-siapa kau?” tanyaku pada namja itu. Namja itu tersenyum miring.

“Aku? Aku Oh Sehun.” ucapnya memperkenalkan diri.

“Oh Sehun?” ulangku.

Namja itu mendekatiku, ia tampak melihatku dengan tatapan menyelidik dan keingin tauan yang tinggi. “Siapa namamu?” tanyanya.

Aku menelan salivaku, kenapa aku gugup? Namja itu tampak tak bersahabat. “Namaku Eun Ju.”

Namja bernama Sehun itu mendekatkan wajahnya, lebih dekat menatapku. “Kau sangat mirip dengannya.” namja itu kembali tersenyum miring dan menjauhkan wajahnya. Namja itu berjalan ke sebuah meja yang tampak berisi ramuan yang entah apa itu. “Kau sudah bertemu dengan Kai?”

“Kai?” ulangku. Siapa itu Kai? Ah, jangan-jangan namja berambut coklat itu? Jika tak salah dengar beberapa orang menyebutnya dengan nama Kai. “Ne.” jawabku ragu.

Namja itu tampak menghentikan kegiatannya mengaduk sesuatu di gelas. Ia berbalik dan menatapku. “Bagaimana kabarnya? Aku sangat merindukannya.” ucapnya dengan nada sinis.

“Kurasa dia baik-baik saja.”

Namja itu kembali berbalik dan melanjutkan kegiatannya lagi. Hening, tak ada lagi percakapan. Dari tempatku duduk, aku mengedarkan pandanganku. Tempat ini lebih merip seperti sebuah gua yang telah di renofasi sedemikian rupa hingga dapat menjadi tempat tinggal.

“Apakah kau lapar?” tanyanya. Aku kembali menatapnya. Ia bahkan bertanya tanpa membalikkan wajahnya.

“Ne.” jawabku.

Namja itu menaruh beberapa gelas kaca berisi cairan di atas meja. “Kau tunggu di sini, aku akan mengambilkanmu makanan.” namja itu keluar dari bilik gua tak berpintu. Aku sempat melihat sebuah senyuman terukir di wajahnya sebelum ia pergi. Namja itu terlihat sangat aneh.

Aku turun dari ranjang itu dan mendekati meja tempat namja itu menyibukkan dirinya tadi. Aku hanya melihat bingung dengan benda-benda di atas meja itu. Apakah ia sedang membuat eksperimen?”

Aku mengelilingi ruangan yang tak terlalu besar itu hingga mataku tertarik pada sebuah tirai hitam yang ada tertempel di dinding gua. Dengan penasaran aku menyibakkan tirai itu. Mataku membulat dan tubuhku terasa kaku. Benda apa itu?

Perlahan aku memasuki ruangan kecil yang tadi tertutup tirai itu. Di hadapanku saat ini sebuah tabung berukuran 4/3 dari tinggi tubuhku. Dan seorang yeoja di dalam tabung itu dengan cairan yang menyelimutinya. Yeoja itu memiliki wajah sepertiku, dia benar-benar mirip sendanku. Mata yeoja itu terpejam, apakah ia hidup? Aku mengulurkan tanganku ingin menyentuh tabung itu namun sevuah suara menghentikan niatku.

“Kau tak seharusnya di sini.” aku berbalik dan mendapati Sehun berdiri di dekat tirai hitam.

“Maafkan aku, aku hanya melihat-lihat.” aku berjalan melewatinya, ingin kembali ke tempat dimana pertama kali aku terbangun. Namja itu menahan tanganku keluar dari ruangan kecil itu.

“Kau mau kemana?” namja itu menatapku dengan tajam. Ia menarikku dan membanting tubuhku ke dinding gua. Aku merasakan sakit di punggungku. Ia mengunci tubuhku dengan kedua tangannya. “Karena kau sudah melihatnya aku tak akan membiarkanmu begitu saja.”

“TIDAK!” aku menutup mataku rapat-rapat saat tangan namja itu akan meraih leherku.

“Eun Ju? Eung Ju?!” aku membuka mataku dan yang ku temukan adalah sosok yang berbeda, Kai. Nafasku memburu. Apakah tadi hanya sebuah mimpi? Itu terlalu nyata untuk di katakan sebagai mempi.

Kai membantuku untuk duduk, tangan kananku menggengam tangan namja itu erat. Kai menempelkan tangannya pada keningku. “Kau sudah tidak panas.”

“Apa yang terjadi?” tanyaku meminta penjelasan walaupun sebenarnya pertanyaan itu tak pantas ku tanyakan.

“Kau pingsan, dan suhu tubuhmu tinggi. Ada apa? Kau terlihat ketakutan.” tanya Kai baik. Ia sepeti tau apa yang sedang mengganggu pikiranku. Aku hanya menggeleng.

“Apakah Kai juga namamu?” tanyaku tiba-tiba. Namja itu mengangguk.

“Di sini namaku adalah Kai.”

“Lalu siapa itu Oh Sehun?” aku bisa melihat ekspresi terkejutnya dengan sangat jelas. Wajah namja itu berubah menjadi dingin.

*Author pov*

“Dia adalah seorang penghianat. Darimana kau tau nama itu?”

“Aku bertemu dengannya tadi.”

Deg.

Jantung Kai terasa berhenti. “Kau bertemu dengannya?” tanya namja itu seakan tak percaya. Eun Ju mengangguk. Ia memegang lehernya.

“Ia ingin membunuhku.” ucapnya kembali mengingat kejadian tadi. “Ia ingin membunuhku karena aku melihatnya.. Aku melihat yeoja yang memiliki wajah mirip denganku.”

Deg.

‘Sung Ha..’ gumam Kai dalam hati. “Teruskan.” Kai meminta Eun Ju untuk tetap menceritakannya.

“Yeoja itu.. Dia berada di sebuah tabung kaca. Ia seperti tidur menunggu untuk di bangkitkan.”

Apakah Sehun masih hidup? Tapi Kai lah yang membuhunya dengan tangannya sendiri. “Apakah kau tau dimana Sehun berada?”

“Aku tak begitu tau, tapi sepertinya ia berada di sebuah gua.”

Bersambung..

Nb :

Kkk~ Nah lo siapa itu? Benarkah itu Sehun? Ataukah hanya ilusi? Tunggu di part selanjutnya 😉

35 tanggapan untuk “Love & Truth (part 2) #Sequel of Devil Child”

  1. ya sayangnya aku teh kurang ngerti, aku cman mulai baca dr squelnya, owh ya hai aku reader baru. Salam kenal. Ini ff yang bagus, 🙂 mskpun aku agak kurang dpet feelnya dsini, mgkn krna aku gk baca dr cerita awalnya. Tapi ini bagus dan menarik, aku suka tata bahasanya. 🙂

  2. ihhh…
    ceritanya makin berkembang…
    ga suka….
    hahaha…ga suka karena masih terus bersambung,,,hehehe…
    lanjut dulu ya chingu..
    gomawoyo…

  3. yaampun tambah seru aja critnya, sayangnya q blum bca chap pertama soalnya aku cari2 gak ada yaudah q lngsung ke chapter 2 nya aja…
    jadi dsini pran utamanya bkan sung ha lagi tpi eunju, wlaupun bgitu mreka jg mirip, dan sehun sma sung ha masih hidup oemji tuh si sehun mau ngapain lagi coba…
    okeh deh sya mkin pnasaran dilanjut lagi bacanya 🙂

  4. makin seru ceritanya. dan bikin penasaran..
    sung ha disekap sehun?? tapi lega setidaknya sung ha gak beneran lenyap

  5. Penasarran !!! Eun ju itu kloningnya sung ha atau gmna sih ? Merka kayak berbagi jiwa gtu .. soalnya kata2 yg dikeluarin eun ju itu dr sung ha bukan eun ju sndiri.

  6. wah jadi sebener nya selama ini sehun masih hidup dong,trs sungha di apain tuh sama sih sehun,hmm makin gak sabar sama lanjutan nya next chap nya jangan lama-lama ya thor penasaran bgt nih

  7. sehun masih ada?trus apa bsa hidup lagi?kalau hidup lagi nanti ada sungha lagi.. Jadi nanti kai sama siapa?
    Ayo chingu kepo nih

  8. Wihh! Daebak thor. Ya ampun itu abang sehun masih idup yeth? Sungha juga? Kok bisa? Duh jadi penasaran. Next chapter… Di tunggu

  9. eh ya ampun thor cepat skali dipostnya. pas aku buka website exo fanfiction indonesia ternyata udh dilanjut. lawan kai skrng ada dua. jalan ceritanya smakin rumit tp seru. oke dilanjut yaa thor. keep writing!!

  10. kyaaaaaa ~ Oh Sehun ! kalau sekedar ilusi , bersambung donk 😦
    kayanya sehun didunia lain yah ?
    jadi khawatir sm eunju n kai 😦

  11. Uuhhhh… deg deg an baca partnya sehun, enggak nyangka banget…

    Puas banget thor baca ff ini…
    Di tunggu kelanjutannya 😊☺😉

  12. Waduhh.. jangan bilang sehun ma sung ha masih hidup.. woaa.. tambah berabe nantinya.. di next thorr.. dtunggu banget loo.. kekeke ^^

  13. lah kirain eun ju inget kai bneran eh taunya inget klo kai yg gangguin dia waktu itu. eun ju mulai dpet penglihatan tentang sung ha nih sehun juga.. jadi sebenernya sung ha sma eun ju org yg beda yaa? dan yg diliat eun ju di mimpinya emg nyata atau gimana nih? waah sequelnya gk kalah seru nih sma devil child nyaa. lanjut terus ya author-nim, hwaiting ^_^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s