Love & Truth (part 1) #Sequel of Devil Child

Love & Truth Cover

Author : Z

Title : Love & Truth (part 1) #Sequel of Devil Child

Cast :

     ☆ Kim Jong In (Kai nama asli di dunia iblis)

     ☆ Lee Eun Ju (OC)

     ☆ Min Yoon Gi a.k.a Suga

     ☆ Yao Ming Ming

     ☆ Ahn Hee Yeon a.k.a Hani

     ☆ Jung Ye Rin

     ☆ Kim Jin Woo

     ☆ ….

Lenght : Chapter

Genre : Fantasy, Romance, Mistery, Supernatural, Action, Gore

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Annyeong ^^

Z kembali membawa Love & Truth part 1. Sebelumnya terimakasih untuk para pembaca Devil Child dan terimakasih atas semua komentar kalian, z senang jika tulisan z bisa menghibur kalian..

Jangan lupa komen dan kritik sarannya,

Happy reading..

Oiya sebelum baca silahkan lihat ini ( https://zitaehan.wordpress.com/2015/03/22/foto-para-cast-love-truth/#more-146 ) itu adalah wajah-wajah para cast Love & Truth.

TYPO IS MY STYLE!

 

Tin! Tin!

Suara kelakson mobil terdengar begitu riuh. Mobil-mobil berbaris menunggu lampu lalulintas yang ada di depan mereka berubah warna menjadi hijau. Mobil-mobil itu mulai berjalan seiring berubahnya warna lampu lalu lintas.

Sesosok namja melangkah menyusuri trotoar yang sudah lama tak dipijaknya. Namja itu mendongakkan kepalanya, menatap langit biru yang cerah. Wajah namja itu disambut oleh mentari yang hangat. Namja itu merindukan suasana di kota itu, bahkan ia sangat merindukannya.

Namja itu kembali melangkahkan kakinya, menyusuri setiap sudut kota yang ia rindukan. Cukup jauh ia berjalan, langkah namja itu terhenti di depan sebuah toko yang menjual berbagai jenis buah. Sorot matanya tak henti-hentinya menatap seorang yeoja dengan rambutnya yang terikat ke belakang. Namja itu terdiam beberapa saat.

Tampak yeoja itu tengah sibuk menurunkan buah-buahan dari mobil pik up yang ada di sebelahnya. “Sung Ha..” gumam namja itu setelah melihat senyum yang terpancar dari wajah yeoja itu.

ʚ Love & Truth ɞ

“Kamsahamida ahjumma.” yeoja itu membungkuk setelah menerima uang dari seorang yeoja paruhbaya. Yeoja itu memasukkan uang yang barusaja ia terima ke dalam tas kecil berwarna hitam yang melingkar di pinggangnya.

“Ne. Jangan lupa besok bawakan jeruk dan apel lebih banyak.”

“Ne, ahjumma.” jawabnya dengan tersenyum.

Yeoja dengan rambut yang diikat seperti ekor kuda itu segera menaikkan ranjang-ranjang buah yang telah kosong ke atas mobil pik up yang ada di sampingnya.

Setelah selesai ia segera berjalan ke arah pintu kemudi yang ada di kiri. Namun belum sempat ia melangkah lebih jauh, langkahnya terhenti karena sesosok namja yang berdiri tepat di depannya.

Manik mata mereka saling bertemu satu sama lain, entah apa yang sedang dipikirkan keduanya. Dengan gerak cepat namja itu menarik tubuh yeoja yang ada di hadapannya ke dalam pelukannya. “Aku merindukanmu..”

Yeoja itu terdiam sesaat hingga ia tersadar dan segera mendorong namja itu menjauh. “A-Apa yang kau lakukan?!” tanya yeoja itu.

“Sung Ha?”

Yeoja itu mengerutkan dahinya, Sung Ha? Siapa dia?

“Aku merindukanmu..” namja itu kembali memeluk yeoja itu. Tapi dengan cepat yeoja itu mendorong tubuh namja itu supaya menjauh.

“Siapa kau?”

Namja itu mengerutkan dahinya saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut yeoja di hadapannya. Sayap hitam dengan api biru keunguan muncul, menghiasi punggung namja itu. “Kau mengingatku sekarang?”

Yeoja itu semakin bingung dengan namja berambut coklat yang tampak begitu mencurigakan baginya. “Maaf sepertinya anda salah orang.” yeoja itu segera melewati namja itu. Yeoja itu tak suka karena pekerjaannya terganggu.

Belum sempat yeoja itu membuka pintu mobil, ponselnya berbunyi, tanda ada sebuah panggilan masuk. Yeoja itu mengeluarkan ponselnya dan tanpa pikir panjang ia mengangkat panggilan itu. “Ne ahjussi. Aku akan segera kesana.” panggilan itu terputus setelah namja yang ada di seberang sana memutuskannya.

Yeoja itu mengulurkan tangannya, membuka pintu mobil. Ia menoleh ke kanan saat sebuah tangan menahan tangannya. “Kau mau kemana?” tanya namja pemilik tangan itu.

“Aku mau bekerja, jangan menggangguku.” yeoja itu melepas tangan namja itu dan masuk ke mobil. Belum sempat yeoja itu menutup pintu mobil sebuah tangan membuka pintu itu semakin lebar.

“Sung Ha! Kau benar-benar melupakanku?!”

“Namaku Eun Ju. Lee Eun Ju. Aku tidak mengenalmu. Dan aku bukan Sung Ha.” yeoja yang menyebut dirinya dengan Eun Ju itu menarik pintu yang tertahan oleh tangan namja yang menurutnya aneh itu. “Ya!” bentaknya saat tangan namja itu masih menahannya sehingga ia tak bisa menutupnya.

Dengan gerak cepat namja itu mencium bibir Eun Ju. Yeoja itu hanya bisa diam terpaku. Ia terkejut? Pasti. Siapa yang tidak terkejut saat ada namja yang tiba-tiba menciumnya?

Eun Ju mendorong tubuh namja itu menjauh. Mata dan wajah yeoja itu memerah. Ia menutupi bibirnya dengan punggung tangan kirinya. Tubuhnya sedikit gemetar, ia masih tak percara ia melakukan ini.

“Apakah sekarang kau mengingatku?” tanya namja itu.

Eun Ju menatap namja itu penuh kebencian. Ia marah, ia marah karena dengan seenaknya namja itu merebut ciumannya. “Sudah aku bilang aku tidak mengenalmu!” dengan sekuat tenaga, Eun Ju menarik pintu itu dan berhasil membuatnya tertutup.

Eun Ju menyalakan mesin mobil itu dan segera pergi, meninggalkan namja yang telah merebut ciumannya seenaknya itu.

Namja itu hanya melihat mobil pik up berwarna biru tua itu nanar. Sayap yang ada di punggungnya perlahan menghilang. “Apakah itu bukan kau? Tapi kenapa dia begitu mirip denganmu?” namja itu menatap langit biru yang terdapat beberapa gumpalan awan yang tengah melintas tepat di atas namja itu. “Sung Ha..” gumamnya pelan. “Aku ingin bertemu denganmu..” lanjutnya lirih.

Tes Tes Tes

Langit yang awalnya cerah berubah menjadi mendung dan mulai menurunkan butiran-butiran air hari langit. Namja yang awalnya memandang langit itu memutuskan menyudahi kegiatannya dan memilih untuk mencari tempat berteduh.

ʚ Love & Truth

Seorang namja keluar dari sebuah gang yang cukup gelap itu. Ia berlari kecil memasuki sebuah cafe. Lonceng berbunyi bersamaan dengan terbukanya pintu cafe itu. Namja itu mengibas-ngibaskan rambutnya yang basah dengan tangannya dan duduk di bangku di dekat jendela.

Ia melihat sekeliling cafe itu. Tak banyak yang berubah, masih sederhana. Ia melihat bangku kosong di depannya, bangku yang mengingatkannya pada Sung Ha saat pertama kali ia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang malaikat.

Namja itu memutuskan memesan minuman. Ia melihat ke luar jendela sembari meminum minuman yang telah ia pesan. Beberapa mobil tampak melintas di jalan di depan cafe.

BRRAAKK!!

Kejadian itu begitu cepat. Sebuh truk barusaja menabrak mobil pik up yang melintas berlawanan arah. Beberapa orang yang ada di cafe itu segera keluar dan melihat keadaan begitu pula namja yang tadi duduk di bangku di dekat jendela.

Asap keluar dari badan truk, sedangkan mobil pik up yang tertabrak itu tampak ringset di bagian depannya.

“Cepat panggil ambulance!” teriak salah seorang warga yang kebetulan melintas.

Dengan hujan gerimis yang mengguyur orang-orang mulai mengefakuasi pengemudi truk itu.

“Bantu aku! dia terjepit!” teriak salah seorang yang tengah menyelamatkan pengemudi mobil pik up itu.

Namja berambut coklat itu terdiam. Ia tampak berpikir, namun ia tak tau apa yang tengah ia pikirkan. Ia merasa ada sesuatu. Sesuatu yang mengganjal hatinya. Tapi ia tak tau apa itu.

Sekarang beberapa orang tampak mengerumuni mobil pik up yang singset itu. “Dia tak bisa dikeluarkan!”

Dari jarak kurang dari 4 meter namja itu hanya melihat. Ia menyipitkan pandangannya saat dengan samar ia melihat sang pengemudi mobil pik up itu di dalam mobilnya. Yeoja..? Ya, dia seorang yeoja. Dan..?

Namja itu semakin mempertajam pengelihatannya hingga ia bisa melihat wajah yeoja yang terlihat mengeluarkan darah itu. Sung Ha?!

Namja itu berlari menghampiri mobil pik up itu. Ia segera menuju tempat kemudi. Ia melihat keadaan yeoja itu. Bagian bawah yeoja itu tampak terjepit oleh badan mobil dan yeoja itu tampak tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir di kepalanya.

“Minggir!” namja itu menarik kasar pundak namja yang sedang berusaha mengeluarkan yeoja itu hingga namja itu sedikit terbanting keluar.

Namja berambut coklat itu menyibakkan poni yeoja itu. “Bertahanlah.” namja itu tampak melihat keadaan sekitar, melihat seberapa banyak orang yang ada di sekitarnya. Ia juga bisa mendengar suara ambulance yang semakin mendekat namun masih butuh beberapa menit untuk tiba.

Ia memejamkan matanya perlahan dan membukanya lagi. Suara ambulance itu sudah tak terdengar lagi. Tetesan air itu berhenti, mereka tak jatuh ke tanah. Orang-orang pun tak ada yang bergerak.

Namja itu memegang badan mobil yang menjepit tubuh yeoja itu. Ia sedikit menariknya dan dengan mudah badan mobil itu sudah tak lagi menjepit yeoja itu.

Tes Tes Tes

Suara rintikan hujan kembali terdengar diiringi suara ambulance yang mendekat. Namja berambut coklat itu menarik tubuh yeoja yang pingsan itu keluar dari mobil. Ia mengabaikan pandangan orang yang tampak bingung dengan apa yang terjadi. Mungkin mereka bingung kenapa namja berambut coklat itu bisa mengeluarkan yeoja itu.

Ia menggendong tubuh yeoja itu. Tanpa sepatah katapun ia menggendong yeoja itu menghadap sebuah jalan yang tak lama sebuah ambulance datang dari arah sana.

ʚ Love & Truth ɞ

Namja berambut coklat itu duduk di depan ruang ICU. Ia memejamkan matanya. Setetes air jatuh dari rambutnya menengei tangannya membuat namja itu membuka matanya. Tubuh namja itu basah walaupun tidak basah kuyup.

seorang dokter keluar dari ruang ICU. Dokter itu menghampiri namja berambut coklat itu. “Apakah anda keluarganya?” tanya dokter itu namun tak ada jawaban. “Kami membutuhkan darah golongan A. pihak rumah sakit barusaja kehabisan golongan darah A.”

Namja itu masih terdiam. Ia tak mengkin memberikan darah iblisnya kepada yeoja itu bukan? Ditambah ini adalah rumah sakit, ia tak mungkin membiarkan seorang dokter mengambil darahnya dan terkaget melihat darahnya.

“Apakah tak ada satupun stok darah?” akhirnya namja itu bersuara.

“Maafkan kami. Kami telah memeriksanya namun kami benar-benar kehabisan stok.”

“Dimana yeoja itu sekarang?” tanyanya pada sang dokter.

“Dia masih berada di dalam-” belum selesai dokter itu berbicara, namja itu pergi menuju pintu bertuliskan ICU. “Tuan? Anda tidak diperbolehkan masuk ke dalam.” dokter itu mencegah namja itu.

Namja itu tak memedulikan. Ia tetap berjalan masuk hingga namja itu tiba tepat di depan ranjang rumah sakit, terdapat seorang yeoja dengan selang infus disana.

Tanpa ragu namja itu mencabut selang infus yang ada di tangan yeoja itu itu dan membopong yeoja yang tak sadarkan diri itu menuju tembok yang ada di sampingnya.

Namja itu menuliskan sesuatu di tembok dan masuk ke tembok itu bersama yeoja yang di gendongnya.

Tak berapa lama kemudian seorang dokter masuk ke dalam itu, ia melihat ranjang pasien yang kosong. Ia mengedarkan pandangannya dan tak menemukan seorangpun. Cepat-cepat ia meraih telfon rumah sakit dan menelfon sekuriti. “Seseorang membawa kabur pasien yang sedang sekarat! cepat cari mereka!” ucapnya pada orang di seberang sana.

Dokter itu kembali mengedarkan pandangannya. Ia merasa ada kejangalan. Jika namja tadi membawa pasien itu pergi kenapa ia tak berpapasan dengannya di pintu ICU?

ʚ Love & Truth ɞ

“Apa yang kau lakukan di sini? Dan..?” seorang yeoja dengan gaun putihnya yang indah tengah berdiri di depang seorang namja berambut coklat yang tengah membopong seorang yeoja. Yeoja bergaun putih itu melihat tak percaya yeoja yang tengah di bopong sang namja. Ia kembali melihat wajah sang namja.

“Bisa kau obati dia?” ucap namja itu dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh sang yeoja.

“Siapa dia? Kenapa dia…”

Namja itu diam tak memjawab. “Raja Kai!” bentak yeoja itu.

“Dia manusia.”

“Apa kau gila membawa manusia ke sini?!”

“Aku tak mau berdebat, tolong selamatkan dia, dia barusaja kecelakaan.”

Dengan berat hati yeoja itu menyuruh Kai untuk membaringkan tubuh yeoja itu di sebuah tempat tidur.

Yeoja itu keluar untuk menemui seorang penjaga. “Jangan boleh ada yang masuk.” ucapnya pada sang penjaga dan kembali masuk ke dalam ruangan.

“Baik ratu!”

ʚ Love & Truth ɞ

Savaredia menyelimuti tubuh yeoja yang saat ini tertidur di ranjangnya itu perlahan. Ia menoleh kearah Kai yang duduk tak jauh darinya. “Aku tau alasanmu membawa yeoja ini kemari. Tapi apakah kau tau tentang  akibatnya?”

Kai terdiam, ia hanya menatap yeoja yang tengah tertidur itu.

“Kau sendiri yang mengusulkan kepada sang pencipta bahwa tak ada yang boleh membawa nanusia keluar dari dunianya.”

Savaredia menghela nafasnya. “Kai.. Aku tau dia mirip dengan Sung ha, tapi Sung Ha telah..” Savaredia tak melanjutkan kata-katanya. “Sekarang apa yang akan kau lakukan? Sang pencipta pasti sudah tau kau membawa manusia kemari.”

“Aku tidak tau.. Bukankah dia benar-benar mirip dengan Sung Ha?”

“Kai!” Savaredia bebar-benar tidak tau apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran namja itu.

Kai berdiri dari duduknya. Namja itu menyibakkan selimut yang menutupi tubuh yeoja yang tengah terbaring itu dan membopongnya. “Aku akan membawanya.” ia berjalan menuju pintu. “Ke dunia iblis.” ucapnya dan menghilang di balik pintu.

“Ya! Apa kau gila?!” Savaredia mengejar Kai namun saat ia membuka pintu tak ada seorangpun di sana. “Kai.. Apa yang sebenarnya kau pikirkan?”

ʚ Love & Truth ɞ

*Eun Ju pov*

Kepalaku terasa pusing. Aku mengingat saat truk itu menabrak mobil pik up yang sedang aku kendarai. Aku merasa seseorang sedang membopongku dalam pelukannya. Perlahan aku membuka mataku. Samar-samar aku melihat wajah namja yang tengah membopongku itu.

“Siapa kau?” tanyaku lirih.

Namja itu menundukkan pandangannya, manatapku. “Jong In. Kim Jong In.”

Namja itu membuka sebuah ruangan, tampak seperti sebuah kamar namun cukup gelap. Ia mendudukkan ku di sebuah ranjang di kamar itu. “Dimana ini?” tanyaku.

Pintu ruangan itu terbuka, menampilkan sesosok namja lain. “Kau sudah kem-” namja itu tak melanjutkan kata-katanya tepat ketika ia melihatku. Ia melihat namja yang berdiri di sampingku. Tatapannya seperti meminta penjelasan akan sesuatu.

“Keluarlah.” ucap namja di sampingku.

“Utusan sang pencipta datang kemari. Dia ingin menemuimu.” ucapnya dan pergi meninggalkanku dan namja berambut coklat itu.

“Kau jangan kemana-mana. Tunggu di sini.” namja itu pun pergi meninggalkanku.

Aku mengedarkan pandanganku, melihat ruangan yang tampak sangat asing itu. “Kim Jong In..?” gumamku pelan. Nama yang bagus.

Aku berdiri dan mengelilingi kamar itu. Tak ada lampu, hanya beberapa obor dengan api biru keunguan yang menerangi kamar itu.

Aku berinisiatif membuka tirai yang ada di kamar itu agar kamar itu tak terlalu gelap. Aku terdiam. Aku terdiam karena pemandangan yang saat ini aku lihat bukanlah gedung-gedung bertingkat yang tampak megah yang biasa aku lihat, melainkan sebuah hamparan bangunan yang tampak sedikit kusam. Seperti telah sangat lama di tinggalkan.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” ucapku terbingung.

ʚ Love & Truth ɞ

*Author pov*

Kai masuk ke sebuah ruangan tempat dimana utusan sang pencipta menunggunya. “Lama tak bertemu, Tao.” namja itu duduk di hadapan Tao, utusan sang pencipta.

“Kau tau kenapa aku dikirim kemari?”

“Ya, aku tau.”

“Kau telah melanggar peraturan untuk tidak membawa manusia keluar dari dunianya. Dan hukumanmu akan segera di putuskan.” Tao mengerahkan sebuah gulungan pada Kai. “Ku harap besok kau datang tepat waktu.”

Kai mengambil gulungan itu. Tenyata sebuah undangan pengadilan untuk dirinya. “Tenang saja aku pasti datang.”

Tao berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Kai sendiri.

Kai membuka pintu kamarnya dan terkejut saat ia tak menemukan seorangpun di sana. Namja itu melempar gulungan itu ke ranjangnya dan berlari mencari yeoja yang memiliki wajah seperti Sung Ha itu.

Di perjalanan ia bertemu iblis penjaga. “Tutup seluruh pintu istana sekarang!” perintahnya yang lebih mirip dengan bentakan.

“Baik!” iblis itu segera pergi untuk menjalankan perintah.

Kai membuka pintu setiap ruangan yang ia jumpai namun ia tetap tak menemukan yeoja itu. “Kemana dia..?” desisnya tertahan. Apakah ia telah keluar istana? Tapi itu tidak mungkin. Istana itu terlalu rumit untuk orang biasa mencari jalan keluar.

ʚ Love & Truth ɞ

Dilain tempat Eun Ju tengah berusaha mencari jalan agar ia bisa keluar dari tempat yang menurutnya menakutkan itu. Ia telah berputar-putar namun tetap tak menemukan pintu keluar. Ia bersembunyi saat mendengar langkah kaki yang mendekat. “Kenapa raja memerintahkan untuk menutup seluruh pintu istana?” dengan jelas Eun Ju bisa mendengar itu.

Dari tempatnya bersembunyi, Eun Ju bisa melihat dua orang namja yang tengah berjalan bersama. “Aku tidak tau. Sepertinya sedang terjadi sesuatu.”

“Jadi kau disini?” Sebuah suara muncul tiba-tiba dari belakang Eun Ju. Reflek Eun Ju menoleh ke belakang dan mendapati sesosok namja yang bertubuh lebih tinggi darinya sedang menatapnya dengan tatapan yang mematikan. Namja itu mengunji tubuh Eun Ju yang tengah bersandar di dinding dengan kedua tangannya. “Kau. Apakah kau tidak mendengarku? Sudah ku katakan tetap  diam disana hingga aku kembali. Apakah kata-kataku kurang jelas!” ucap Kai dengan penuh penekanan dan bentakan di akhir kalimatnya.

Mendengar suara bentakan yang mereka yakini adalah Raja mereka, kedua namja tadi berbalik dan segera menghampiri sumber suara naumun kosong. Tak ada siapapun disana. “Aku tak salah dengar bukan?” tanya namja itu pada namja di sampingnya.

“Tidak, aku juga mendengarnya. Raja memang suka menghilang dan muncul tiba-tiba ketika marah.” ucap namja itu enteng seperti telah kenal betul akan sifat Rajanya itu.

Kai dan Eun Ju tiba-tiba muncul di kamar Kai, kamar dimana Kai menyuruh Eun Ju untuk tetap berada di sana. Mereka masih pada posisi yang sama. Di dekat pintu Kai mengunci tubuh Eun Ju. “Kau tau akibatnya jika kau keluar sendiri? Kau bisa mati!”

“M-mianhae..” ucap Eun Ju pelan dengan kepalanya yang tertunduk.

Kai menari dirinya dan menghela nafasnya berat. “Sebenarnya tempat apa ini? Kenapa tempat ini begitu menyeramkan.” tanya Eun Ju dengan ragu. Ia takut membuat namja itu marah lagi.

“Dunia iblis.” jawab Kai santai.

“Apa?” pekik Eun Ju setelah mendengar omong kosong itu. “Aku bertanya serrius, aku bukanlah anak kecil yang bisa kau bodohi.” Eun Ju mengedarkan pandangannya. Tunggu, kenapa dia bisa berada di sini? Buknkah tadi dirinya berada di sebuah lorong? Ada apa ini sebenarnya?

Kai bisa melihat wajah Eun Ju yang kebingungan dengan sangat jelas. Namja itu mengeluarkan sayapnya dan kembali mengunci tubuh Eun Ju. “Aku tidak sedang membodohimu..” mata mereka saling bertatapan. Hal itu sukses membuat Kai mengingat wajah tersenyum Sung Ha. “Kenapa kau..” Kai menyibakkan anak poni yeoja itu. Rambut yeoja itu sudbah tak terkucir sedari tadi dan itu membuatnya semakin merip dengan Sung Ha, sangat. “Sung Ha..” Kai memajukan wajahnya dan menutup matanya. Namja itu mencium Eun Ju.

Eun Ju hanya terdiam. Tubuhnya terada kaku. Hingga setetes air mata jatuh dari matanya yang indah. Ia menangis? Tidak, ia tidak menangis. Air mata itu menetes begitu saja.

Kai menarik wajahnya. Sayap namja itu kembali menghilang. Kai menjauhkan dirinya dari yeoja itu. “Aku sekarang mengingatmu.” ucap Eun Ju yang sukses membuat Kai menghentikan langkahnya untuk menjauh dari yeoja itu.

Kai berbalik dan menatap yeoja itu penuh harapan. “Kau mengingatku?” tanya Kai seakan tak percaya.

“Ya. Aku mengingatmu.”

Bersambung..

Nb :

Bagaimana? Terlalu pendek kah? Ya memang menurut z juga kurang panjang kkk~ part 2 akan lebih panjang dari ini kok, jadi ikutin terus ne ^^

46 tanggapan untuk “Love & Truth (part 1) #Sequel of Devil Child”

  1. Ommo.. Ommo.. Omaigat..
    Kyaaa.. Selalu deh bikin penasaran terus tiap chapternya thor ><
    Itu eunju beneran reinkarnasinya sungha ya thor ?
    Waah.. Daebakk.. Makin keren aja thor ^^

  2. ya sayangnya aku teh kurang ngerti, aku cman mulai baca dr squelnya, owh ya hai aku reader baru. Salam kenal. Ini ff yang bagus, 🙂 mskpun aku agak kurang dpet feelnya dsini, mgkn krna aku gk baca dr cerita awalnya. Tapi ini bagus dan menarik, aku suka tata bahasanya. 🙂

  3. sempet lupa am alur ceritany ,tapi inget lagi pas baca di pertengahan 😀 *mklum thor otak 2GB
    jd eunju nama yeoja itu …hm
    lalu knpa dia mirip bngt ama sungha ,bingung .
    tp bagus ,bikin greget dan pnsaran .
    izin k next chap y thor ,misi 🙂

  4. waaaaahh….devil child ada sequelnya ternyata….itu beneran sung ha yang hilang ingatan apa orang lain….???kasihan kai,kangen berat sama sung ha….jangan2 sung ha mau bilang “aku ingat kamu yang sudah menciumku”…..

  5. Yehet! ternyata sequelnya udah di post
    Ommona.. Kai jan kisseu org sembarangan dong !
    Penasaran eun ju itu siapa #otwkepart2
    Keep writing and hwaiting thor ^_^

  6. huwaaaa…
    penasaraaaannn….
    ah,,,author nya pinter banget,,,bikin penasaraan bangettt,,,,hehehehe…
    ingat itu maksudnya yang dicium paksa ya? hhh…lanjut dulu ya chingu…
    gomawoyo…

  7. Yaaah knpa muncul tbc sih disaat yg gak tepat. Bikin penasaran aja..
    Btw eunju ingat kai itu karna seenaknya ngambil ciumannya?
    Ok dilanjut bacanya ke chapter 2.

  8. kalau ditanya kurang panjang?? jawabannya iya..karena lagi serunya baca eh tbc.
    beneran eun ju inget? terus apakah eun ju itu sung ha?
    kalau emang iya eun ju itu sung ha..sampe raja iblis dan ratu malaikat g tau kebenarannya? daebak..
    izin baca next chapter ya..^^

  9. Kayknya kai slh paham lg deh .. pasti yg dmkasud eunju dgn INGAT itu adalah dia inget klu kai org yg mncuri ciumannya ..
    Tpi knp bisa eunju mirip bgt ama sung ha ??

  10. omg.. aku baru lihat chapter 1nya, haha 😀 seruuuuuuuu
    ada masukan dikit ya thor, lbih bagus lagi kalo kata ganti orangnya diperjelas ajah, aku agak keganggu bacanya disetiap kalimat selalu nemu kata “namja”. bisa diganti sama “kai” gtu ajh

  11. ohmayyy gattt :’)))) sebeng bangetttt annyeong thorr aku tadinya udah putus asaa bangrt iniii kirain ga bakal dibikin sequelll aaa seneng bangettt thankyouu thor aku read yaaa lovelovelove

  12. yeeey….
    bc jg sequelnya… ↖(^ω^)↗↖(^ω^)↗↖(^ω^)↗
    hah, itu bnran sung ha apa bkn??
    aduw kai, maen kissue ajja.. 😀 😀
    hmmm..
    seru nih sequelnya
    apa kai bkalan ktmu sma sung ha lagi??

  13. Eun ju mengingat kai…….. yang sudah mencium dia ketika eun ju dimobil..
    heheheee, ditunggu lanjutan nya.
    tapi nanti musuhnya kai siapa lagi kalau sehun sudah gak ada?
    #kepo kumat

  14. kai kyaknya emg belum bisa terima klo sung ha udh gk ada huhuhuu.. tpi apa eun ju emg sung ha? dan dia bilang inget kai? next jngan lama-lama yaa ehehee

  15. uwa!! cepat skali dipostnya. kamsahamnida thor {} aku suka kelanjutannya. kira kira sung ha udh inget blm?? mudah2 udh hahaha greget ma cerita. oke dilanjut yaa thor! hwaiting!!

  16. Ingat tentang apa?!
    cuma ingat tentang ciuman itu kah??
    Ahh penasaran….
    Knapa sensitif yaa…. hehehe apa karna ditinggal Sung Ha dia jadi lebih sensitif.
    Penasaran penasaran…
    Ditunggu kelanjutannya 🙂

  17. waaaah akhirnya sequel devil child keluar juga
    kereeeeeen aku suka critanya
    sebenarnya eunju siapa sih sungha bukan sih
    aaaah makin penasaran

  18. AAaaa akhirnya muncul juga~~ devil child pas yang terakhir nyesek banget kak~_~ tiba2 muncul sequelnya, seneng w?!?! lanjut ya kak. btw kangen moment sungha sm kai/? Hehe

  19. inget apa ??? inget kalo kalo sebelum kecelakaan jongin nyium eun ju ? apa dia sung ha tapi amnesia ??
    suka banget sama ff devil child, eh ada sequelnya.. wahh 😀
    fighting 🙂

  20. kurang panjang. biasanya z akn mbuat devil child tu bacanya smpe hampir 1 jam. jd sungha lupa ingatan?? trus dia sekarang udh beneran ingat sm kai??

  21. inget apa nih??? dari awal devil child aku seneng banget, eh ini ada squelnya,, bener2 aku nanti2 nih thor.. makasih banget thor buat ffnya ini, aku suka banget ceritanya… semangat trus ya thor buat chapter2 selanjutnya ^^ aku slalu menanti ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s