Miracle in You

tumblr_mel4zjJEMj1rtk995o1_500

Author : Ameilia Rizkyta

Main Cast :Kim Jong In

Title : Miracle in You

Genre : Romance

Rating: 16

Author note:

I hope you like it and don’t forget to leave your comments guys.

Jong In POV

Apa yang akan kau lakukan, saat kau mencoba mencari hal yang tidak bisa kau lihat lagi? Mencoba mendengar hal yang tidak bisa kau dengar lagi? Ketika kau menemukan nya, namun semuanya sudah terlambat. Kau akan menyesalinya? Tak menperdulikanya? Atau menyalahkan diri sendiri.

Apa yang akan kau lakukan, saat kau kehilangan sebagian dari hidupmu atas kebodohanmu sendiri, atas keegoisanmu? Menyalahi diri sendiri? Melanjutkan hidup yang penuh dengan kesedihan dan penyesalan? Atau mengakhirinya dengan jalan yang mudah-bunuh diri-

Aku memang laki-laki yang tidak tahu diri, tak tahu terima kasih. Dengan kejamnya aku tak menyadari arti penting dirinya, selama ini dia memberikan ku hidup yang jauh lebih baik dari sebelum aku bertemu denganya. Cintamnya, sebentuk manusia kecil dan lemah namun mampu merubah hidupku, seluruh isi duniaku. Aku adalah orang yang tak pernah menyesali keputusan yang kuambil atau tindakan yang telah ku perbuat, namun sekarang aku menyesali mengapa aku seperti itu.

Setelah aku mendapatkan semuanya darinya dengan kejam nya aku melupakan perasaanya dan hanya memikirkan tentang diriku sendiri. Sekarang apa yang harus kulakukan setelah dia tak ada disampingku lagi.”tuhan, aku memang bukan manusia yang mulia tapi tolong berikan aku kesempatan kedua, atau setidaknya berikan aku kesempatan untuk berterima kasih padanya.”

Kubuka buku dengan sampul berwarna merah dan bertuliskan miracle in you, buku yang selalu tahu apa isi hatinya, buku yang selalu ada untuknya. Lihatlah aku bahkan kalah dengan sebuah buku, betapa konyolnya aku. Selembar memoriku terbuka bersamaan dengan selembar buku ini yang kubuka.

Mencintaimu bukanlah hal yang mudah Jongin~ah, aku akan bertahan sekuat hati. Aku tak ingin menjadi penghalangmu.

 

Flashback

Author Pov

Ruangan yang besar dibandingkan dengan ruangan lain yang ada disalah satu lantai dalam sebuah gedung itu, berisikan seorang pria yang tengah menelungkupkan kepalanya di meja dengan lengan sebagai bantalan kepalanya. Meja yang berisikan peralatan kerjanya terdapat juga sebuah nametag bertuliskan Kim Jong In.

Jongin adalah seorang eksekutif muda, karna kejeniusanya ia bisa memimpin sebuah perusahaan dan karna kejeniusanya pula ia tumbuh menjadi seorang manusia dingin yang tak perduli apapun, masa kecil hingga dewasa yang diisi dengan belajar dan belajar agar bisa menyelesaikan pendidikanya lebih cepat dibanding dengan seusianya.

Pada usia 19 tahun Jongin nyelesaikan pendidikanya dan pada usia 20 tahun ia sudah bisa memimpin perusahaan. Jongin tak pernah menyesali karena ia menjalani hidupnya seperti itu, dan untung nya ia memiliki wanita yang sangat mencintainya.

Jongin mengangkat kepalanya takala ia merasakan ada seseorang yang tengah mengelus bahunya. Ia tersenyum saat melihat siapa yang telah menyentuhnya.

“Jongin~ah…apa ada yang salah? Mengapa kau terlihat risau?”

“entahlah, mungkin aku hanya sedikit lelah?”

“kalau begitu istriharatlah, jangan forsir tenagamu untuk selalu bekerja. Ini jam makan siang mengapa kau masih diruanganmu?”

“aku masih harus menunggu kabar dari karyawanku”

“kabar? Apa kabar itu lebih penting dari apapun hingga kau tidak bisa meninggalkanya?”

“Ya, itu sangat penting karena itu menyangkut saham perusahaan”

“hmm, sudah kuduga.”

“kau ada apa datang kemari?”

“apakah perlu ada alasan jika aku mau menemui uri namjachingu?”

“hmm, tidak juga lain kali kau jika ingin kemari kau harus menghubungiku dulu?”

“kenapa?”

“kau harus bertanya dulu aku sibuk atau tidak. Kalau kau datang disaat yang tidak tepat kehadiranmu hanya akan mengangguku.”

Mendengar perkataan Jongin seperti itu bukanlah hal yang baru, seperti makan sehari hari yang harus ia terima. Tak ada yang bisa ia lakukan kecuali menerimanya walaupun ada sedikit perasaan tersinggung, tapi ia anggap tak pernah mendengarnya karena percuma saja jika ia marah ataupun lainya Jongin akan tetap memilih melanjutkan pekerjaanya dibanding untuk meredakan amarah kekasihnya.

Miris memang, tapi ia harus bertahan demi cintanya pada Jongin dan ia juga sudah berjanji akan menerima Jongin dengan sifat yang seperti itu. Karena dari awal ia tahu bahwa Jongin mencintai pekerjaanya.

“baiklah lain aku akan memberitahumu. Aku kemari ingin memberimu ini, itu kesukaanmu.” sambil menaruh kotak bekal yang ia sengaja buatkan untuk Jongin.”aku tahu pasti kau akan lebih memilih melewatkan makan siangmu, daripada harus membuang waktu bekerja untuk mencari restoran. Aku tak mau kau terus menerus telat makan, kau bisa sakit dan yang pasti itu lebih membuang waktumu.” Lanjutnya.

Jongin hanya tersenyum sambil mengelus kedua lengan kekasihnya saat mendengar perkataanya. Memang hanya dia yang mengerti dirinya.”Terima kasih, kau memang yang terbaik. Sebaiknya sekarang kau pulang aku akan melanjutkan perkerjaanku.”

“Jongin~ah pa kehadiranku benar benar tak bisa membuatmu melupakan pekerjaanmu walau hanya sebentar saja? Aku bahkan belum mengatakan apa maksudku datang kemari”gumamnya dalam hati.

“baiklah, selamat bekerja tuan super sibuk I’ll always support you, fighting!!!”ucapnya sambil mengepalkan kedua tanganya.

Jongin yang melihat hanya tersenyum.”Terima kasih” sambil mengusap kepala gadisnya itu.

Falshback off

Jongin Pov

Mengapa penyesalan selalu datang disaat terakhir? Tak bisakah itu berbalik. Disaat aku menyadari bahwa aku selalu membutuhkanmu kau sudah tidak ada disini disampingku. Aku manusia bodoh, egois dan naif.

Kau yang selalu ada disaat aku jatuh dan sakit, kau yang selalu membuatku bangkit dengan caramu sendiri, bagaimana bisa aku dengan mudah melupakan semua itu saat kau disampingku.

Jongin ~ah  aku memang tak mengerti  pekerjaanmu, namun aku janji , aku akan membantu jika kau sedang dalam masa sulitmu.

 

Flashback

Someone Pov

Berantakan, kacau itulah kesan pertama saat aku memasuki rumah Jongin, terlalu berantakan untuk ukuran seorang Jongin yang perfectionis. Aku mencari dimana keberadaan tuan rumahnya, apakah terjadi sesuatu padanya. Lega setelah aku menemukanya seperti sedang berlutut sambil menundukan kepalanya di living room, ada apa dengannya?

“Jongin~ah ada apa denganmu? Mengapa semuanya jadi kacau begini? “ucapku padanya sambil ikut berlutut dihadapanya, ia tak langsung menjawab saat melihatku malah ia memeluk dengan sangat erat menyembunyikan wajahnya di rambutku. Aku tahu pasti masalah besar sedang menghampirinya.

Dan benar apa yang sudah kuduga, ini masalah yang menyangkut perusahaanya. Sebuah keputusan yang telah ia buat hingga mengakibatkan saham perusahaanya menurun drastis bahkan sampai merugi dan jika tak ditangani bisa terancam bangkrut.

“Jongin~ah kau adalah pria hebat yang pernah kukenal, kau jenius, kau pasti bisa menyelesaikan masalah ini.” Ucapku sambil menangkup wajahnya dengan kedua tanganku, agar ia tak menunduk lagi.

“You sure about that?” tanyanya padaku.”Sure, you can do it!! I’m always support no matter what.” Balasku menyakinkanya

Aku tahu dia pasti bisa bangkit setelah jatuh dan terluka. Jongin adalah pekerja keras yang sangat serius dan pintar, dalam waktu hitungan bulan ia mampu membalikan keadaan perusahaanya. Aku merasa disaat sepert inilah kehadiran diriku dibutuhkan Jongin, ingin seterusnya aku merasa seperti ini. Jongin lebih sering menghungiku, hanya untuk sekedar memberitahu bahwa iya dapat project baru atau ia memenangkan tender. Namun aku tak bisa itu, aku tak mau hanya menuruti ego ku saja.

Falshback off

 

Jongin Pov

Keegoisanku, yang hanya memperdulikan diri sendiri. Kejamnya aku, yang tidak menyadari semua perasaanmu, Aku bahkan tidak percaya, bisa menjadi seperti ini. Keegosianku yang tidak membuatku tidak menyadari bahwa sesuatu yang salah sedang terjadi padamu.

Jongin~ah aku sakit, aku pikir aku sedang sakit.

Flashback

Someone Pov

Suatu keajaiban bisa menghabiskan weekend bersamamu Kim Jongin walau hanya sebentar, sebenarnya ada perasaan bersalah karna ini aku harus mengganggu waktu istirahatnya. Biasanya weekend ia gunakan untuk bersantai atau tidur dirumahnya setelah ia menghadapi rutinitas kerjanya.

Cuaca lebih dingin dari biasanya karna memang ini sudah memasuki bulan November tak butuh waktu lama lagi semuanya akan berubah menjadi putih.”senang sekali, sebentar lagi salju akan segera tiba.” Ucapku pada Jongin tanpa menatapnya.”apa kau sangat menyukainya?” balasnya.”tentu, aku sangat menyukainya.”jawabku “apa kau menyukainya juga?” lanjutku.

“Tidak” jawabnya singkat, “Aku tahu alasanya” balasku bersemangat. “Benarkah?” tanyanya dengan senyum tipis diwajahnya.”Karena kau itu adalah pangeran es jadi kau tak mau bertambah beku saat musim dingin” ucapku mengejeknya.”Bukan seperti itu” sangkalnya sambil menyentil dahiku.

“Bagaimana bisa pangeran es sepertimu tidak menyukainya?” Tanyaku dengan canda. “Apakah aku terlihat seperti pengeran es?” Tanyanya sambi tersenyum padaku. “ya, karna sifat dingin dan tidak berperasaanmu itu seperti es dan kau tampan seperti pangeran. Jadi kusebut kau itu pangeran es yang tidak berperasaan.”

Jongin tersenyum saat mendengarkan penjelasanku, dan ia menjawab sambil mengejek” Benarkah? Jika aku tak berperasaan, mungkin kau tak disini bersamaku.” Dan kami tertawa bersama. Tiba – tiba raut wajah Jongin berubah menjadi serius saat mendangku.

“Hidungmu berdarah” ucapnya sambil mengusap dan sedikit menekan di area lubang hidungku dengan ibu jarinya. “Benerkah? Aku tidak menyadarinya.”

“Ada apa denganmu?” tanyanya.”Mungkin karna cuacanya terlalu dingin, ini sudah biasa terjadi.” Jawabku. Tiba – tiba jongin membuka coat yang dipakainya lalu menyampirkannya pada bahuku.”sebaiknya kita pulang.”

Selama perjalanan menuju rumahku, suasanya mobil Jongin sepi hanya terdengar suara deruh mesin mobil Jongin. Kami hanya saling diam, Jongin  sibuk mengemudi dan aku sibuk dengan pikiranku. Setelah hampir menempuh 25 menit perjalanan akhirnya kami tiba di rumahku.

“Kita sampai, kau cepat masuklah.”

“Gomawo, Jongin~ah” setelah turun dari mobilnya aku menunggu sampai ia menghilang dari pandanganku, entah mengapa ada sedikit perasaan kecewa saat aku melihat tak ada kekhawatiran dari raut mukanya.

Saat berjalan kearah pintu masuk rumahku, aku merasakan sakit yang luar biasa pada kepalaku. Rasanya seperti dipukul sebuah martil rasaksa, aku terjatuh karena tidak bisa menahan sakitnya. “Ibu..aah” jeritku kesakitan “Ibu!!!” pandanganku mulai kabur ketika aku melihat ibuku menghampiriku karna tak kuat menahan sakitnya, kesadaranku pun hilang.

Kuedarkan pandanganku keseluruh ruangan ini, sedetik kemudian aku mulai mengetahui sedang dimana aku. Kulihat ibu sedang duduk menundukan kepalanya sambil menggenggam tanganku.”Bu..” panggilku dengan suara sedikit serak.”Kau sudah sadar sayang?” tanya ibuku. Anggukan kepalaku kujadikan jawaban atas pertanyaan yang ibuku ajukan.”Bu sebenarnya aku sakit apa?” tanyaku.

“Besok kita temui dokter yang menanganimu, untuk melihat hasil pemeriksaanmu.” Jawab ibuku dengan suara yang sangat lembut.

Aku hanya bisa terdiam membeku, tak tau apa yang harus kulakukan setelah mengetahui sakit apa yang sedang kuderita dari vonis dokter, sementara ibuku hanya bisa menangis. “ kanker otak , disebabkan oleh Glioblastoma multiforma”  kata dokter sambil menyerahkan hasil pemeriksaan X-ray, yang tadi pagi kujalani.

“Glioblastoma multiforma atau GBM yang termasuk Glioma adalah tumor otak yang kadang-kadang disebut artrositoma derajat tinggi atau kelas IV, yang tumbuh dengan cepat, menyerang jaringan di dekatnya, dan mengandung sel-sel  sangat ganas yang mengakibatkan kanker otak.” Jelas dokter.

“Tapi selama ini ia baik – baik saja, hanya saja beberapa bulan terakhir ini ia sering mengalami gangguan kesehatan ringan.” Jawab ibuku.

“Seperti apa?”

“ia sering mengaku nyeri dikepala hingga pingsan terkadang sampai kejang..-“sebelum ibu menyelesaikan penjelasan nya dokter memotongnya.“maaf nyonya, tapi bisakah putrimu yang menjelaskanya.”

Ibu menatapku, entahlah sejak mendengar vonis dokter aku mendadak seperti tuna wicara. Lidahku kelu sekali.“nde, yang ibuku katakan itu benar. Aku juga sering mual dan muntah.”

“Itu semua gejala Glioma yang menyerang saraf pusatmu.”

Sekarang mau tak mau, suka tak suka aku harus menjali pengobatan kanker yang ada diotakku dengan kemoterapi atau pun radiasi. Pengobatan dengan melibatkan zat kimia agar mematikan sel sel kankernya yang mempunyai efek samping yang menyakitkan.Selama hampir tiga bulan aku menjalani pengobatan dan selama itu pula aku tak pernah menemui Jongin dengan alasan aku harus keluar negeri. Tentu kusembunyikan darinya, aku tak mau ia mengkhawatirkan ku dan aku juga tak mau menjadi pengganggu karirnya.

Setelah berbulan – bulan menjalani pengobatan kondisiku tidak mengalami kemajuan, kanker nya terlalu kuat dan aku terlalu lemah. Hingga aku memutuskan untuk menghentikanya, tadinya seluruh keluargaku tidak menyetujuinya namun akhirnya mereka mengerti bahwa semua ini hanya menyakitiku.

Jongin Pov

Aku mengedarkan pandanganku keseluruh tempat saat aku memasuki Coffe shop ini, pandanganku akhirnya tertuju pada gadis yang ingin kutemui. Ia duduk di bangku dekat kaca dan sedang memandangi jalan raya yang ada dibalik kaca itu. Aku segera menghampirinya tak bisa kupungkiri aku menrindukan gadis itu setelah beberapa bulan belakangan ini tak bertemu denganya. “Maaf aku terlambat.” Ucapku sambil duduk dihadapanya

“Tak apa, itu sudah menjadi kebiasaanmu.” Jawabnya sambil tersenyum. Senyuman itu yang selalu aku sukai, tapi aku melihat ada yang aneh darinya dan ia sedikit berbeda dari terakhir aku lihat, wajahnya semakin tirus dan sepucat kaca, apa dia sakit atau ini hanya perasaanku saja .”Aku sudah pesankan kopi espresso favoritmu” lanjutnya sambil menyerahkan secangkir kopi.

“Terima kasih. Tapi ada apa kau mengajaku kesini?” tanyaku to the point. Sebelum ia menjawab pertanyaanku ia lebih dulu mengenggam tanganku dan terdiam, tanganya dingin seperti orang yang sedang gugup.”apa ada masalah?” tanyaku dan dia hanya menggeleng sambil menunduk.”lalu kenapa?” tanyaku lagi.

Ia mengangkat kepalanya dan aku melihat matanya yang sudah berair “ada yang ingin aku katankan padamu.”

“Katakanlah.”jawabku yang mulai tidak sabaran

“Kanker otak, aku menderita kanker otak, sekarang sudah pada stadium akhir.” Aku terdiam saat mendengar ucapanya seperti tersambar petir, aku tak tau harus apa.

“Sejak kapan?”tanyaku, aku pikir mataku mulai memerah.

“Se..sejak 8 bulan yang lalu, maaf selama ini aku..aku membohongimu Jongin~ah” ucapnya dengan isak tangis. Aku menghela nafasku kasar berharap sesak didadaku bisa hilang “Teganya kau lakukan ini padaku.” Ucapku sambil berdiri dari dudukku dan ia ikut berdiri juga.

“Maafkan aku Kim Jongin, aku  punya alasan.” Aku tak perduli apa alasanya aku terlalu marah padanya tak tahu apa yang harus kulakukan, kepalaku rasanya seperti mau pecah. kuputuskan untuk pergi dari sini.

Saat aku ingin membuka pintu mobil ia menahan tanganku.”Kim Jongin! Aku hanya tak ingin menjadi pengganggumu.” Pengganggu? aku tak mengerti apa maksudnya. “apa maksudmu?”

“Aku tak ingin menganggu mu dengan aku memberi tahu penyakitku. Aku tak ingin karirmu terganggu karna kau mengkhawatirkan. Karna aku tahu kau mencintai karirmu makanya aku tidak memberi tahumu.” Mendengar penjelasanya membuatku semakin marah, marah pada diriku sendiri. Bodohnya aku, berpikir bahwa akulah korbanya. Aku menariknya dalam pelukanku.

“Maafkan aku, kau gadis baik tapi kau malah mendapat sial kau mendapat pria yang jahat sepertiku.” Aku mulai menjadi pria yang lemah dan tak berguna lagi saat di hadapanya. Maafkan aku, aku memang bodoh.

“Tidak kau salah, kau adalah suatu keajaiban yang aku dapat dari tuhan di hidupku Jongin~ah.” Balasnya, mendengar itu aku tak bisa berkata – kata lagi hanya memeluknya lebih erat.

Ku hamburkan tubuhku ke ranjang sambil mengusap wajahku kasar, aku tak tau harus apa sekarang. Gadis yang selama ini selalu ada untukku, dimana aku baru menyadari bahwa aku sangat mencitainya sekarang sedang menderita sakit dan aku baru mengetahuinya apa ini berarti waktuku bersamanya akan habis? Tidak, aku harus optimis dia pasti sembuh. Aku harus menebus semua kesalahan ku selama ini padanya.

Aku terbangun lagi dari tidurku, ini sudah ketiga kalinya aku terbangu. Ada firasat tak enak pada hatiku, entahlah apa itu aku tak bisa mengiranya. Saat aku mencoba untuk kembali tidur, tiba – tiba ponselku yang terletak diatas nakas bergetar karna ada panggilan masuk, tertera nama orang yang semalaman memenuhi pikiranku, pasti ada sesuatu yang terjadi tak bisanya ia menelpon pada pukul dua pagi seperti ini.

Author Pov

Berlari, hanya itu yang ada dipikiran Jongin. Ia hanya ingin cepat sampai, ia ingin cepat sampai disalah satu ruangan yang ada di rumah sakit kanker Taemin dimana tempat gadisnya dirawat, ia mendapat kabar bahwa gadisnya kembali dalam kondisi yang kritis.

Sedikit lagi dan dengan sedikit tergesa ia memasuki ruangan itu, Jongin langsung menghampiri ranjang yang terletak ditengah ruang. Begitu sampai didekat gadis nya terbaring Jongin langsung mengenggam tangan yang terdapat oximeter di jari lentik gadisnya.”Aku yakin kau bisa melawan semua ini, kau pasti sembuh.”

Gadis itu tersenyum miris mendengar perkataan Jongin, itu tak akan terjadi diri dan semangatnya terlalu lemah untuk melewati semua ini.”Tidak, aku kalah Jongin~ah aku bukan dirimu, aku tak sehebat dirimu.” Ucap gadis itu.

“Kau adalah gadis yang kuat, aku yakin kau bisa melawan penyakitmu kau pasti sembuh, kau bisa kembali menjalani pengobatanmu.” Ucap Jongin berusaha menyakinkan gadisnya.”Kau salah Jongin aku tidak seperti itu, aku menyerah dan menjalani pengobatan itu menyakitkan hanya menyiksaku.”Jongin tak bisa berkata apa apa lagi.

“Aku akan selalu ada disampingmu, meskipun aku tak bisa memberimu kebahagian.” Ucap Jongin dengan mata yang penuh dengan air mata.”Tidak, kehadiranmu merupakan kebahagian untukku.” Balas gadis itu dengan senyuman tulus di wajah pucatnya.

Jongin beranjak dari duduknya, ia dekati kening dengan kening gadis itu”Mianhae, saranghae.” Ucapnya sebelum ia mengecup kening gadis itu.”Nado Saranghae Kim Jong In.” sedetik setelah gadis itu membalas cinta Jongin, genggaman tangannya melemah dan berbarengan dengan itu segaris lurus panjang muncul pada monitor menunjukan bahwa gadis yang Jongin cintai sudah pindah ke dunia yang baru dan abadi.

“No, please stay with me stay with me stay with me. I love you and I need you.” Menangis dan sisi terlemahnya pun muncul kembali. Akhirnya gadis yang ia cintai pergi dan tak akan pernah kembali.

 

Flahsback off

Jongin Pov

Setelah kepergiannya hidupku benar benar hampa, seperti orang bodoh hari demi hari, aku memperbaiki diri ini berharap agar kau kembali namun semua itu sia sia ia tak akan kembali. Ia selalu bilang bahwa aku pria terhebat setelah ayahnya, apapun selalu bisa kulakukan. Tapi ia salah ada satu hal yang tak bisa kulakukan.”Satu hal yang tidak bisa aku lakukan adalah membawamu kembali padaku.” Keajaiban yang pernah hadir dalam hidupku tak bisa kubawa kembali selamanya.

THE END

2 tanggapan untuk “Miracle in You”

  1. sekalipun alur ceritanya uda rada-rada sering, entah kenapa tetep bikin nangis.., T^T
    fellnya beneran dapet T.T
    gk tau harus gimana agi kalo semisa bakalan jadi jongin T.T
    uumm…, thor entah kenapa aku pengen usul sequel donk.., hehehe 😀
    ya., mau ya.., pliss jebal.., 😀
    keep writing thor!!!!
    fighting!!

  2. Waktu baca awalnya jujur ya thor, kayak mainstream gitu. Tapi, makin kebawah makin greget aja ceritanya.. Ya ampun aku sampai ngeluarin air mata. Ffnya daebakkkk thor, keep writing !!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s