Delight [Page 6]

delight2

Title:  DELIGHT [Page 6]
Author : seyofx
Length : Multichapter
Main cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Han Yoo Rae (OC)

Other Cast: Minah, Jiyeon, Krystal, Sulli, Xiumin
Rate : Teen, PG-15
Genre : romance, school life, action

Poster by jungleelovely @ posterchannels gamsahamnida~

Recommended song: Just – I Love You (Man from the stars OST)

Author note: haloo, setelah Its Okay Its Love, aku buat FF yang castnya D.O dan genrenya action^^ ehehe awalnya aku iseng pilih action gara-gara nonton film. Maaf bangett Updatednya lama soalnya lappie aku rusak:(

 

 

“Aku sendiri tidak tahu penelitian apa yang mereka lakukan, sampai-sampai mereka terus berpindah tempat untuk melakukan penelitian ini. Seung Gi yang menyamar sebagai asisten lab saja tidak mengetahuinya, dan aku yang menyamar sebagai asisten bagian forensic pun tidak tahu. Hingga akhirnya, Seung Gi mendapat informasi dari salah satu karyawan. Penelitian ini adalah untuk membuat senjata yang tidak akan terkalahkan, dan senjata itu akan menjadi bagian tubuh Punisher…”

“Yoo Rae-ah!”

Aku langsung menutup laptopku ketika mendengar panggilan dari Kyungsoo, Kyungsoo ternyata sudah berdiri di belakangku.

“sedang melihat apa?” Tanya dia

“aku hanya melihat video diary orangtuaku. Yah, sekalian mencari informasi yang siapa tahu berguna.” Jawabku

“dan apa yang kamu dapat?” Tanya Kyungsoo lagi

“ibuku berkata bahwa punisher dan anak buahnya sedang melakukan penelitian untuk membuat senjata yang tidak akan terkalahkan, yang akan menjadi bagian tubuh punisher. Dan anehnya senjata itu memanfaatkan unsur-unsur kimia.” Jelasku

“well, itu adalah informasi menarik untuk bagian lab dan forensik. Ayo ke kelas, waktu istirahat sudah selesai.” Ajak Kyungsoo

“kamu duluan aja, aku mau ambil buku di locker dulu.” Jawabku

“well, baiklah.” Kyungsoo berjalan memasuki gedung sekolah disusul olehku. Aku berjalan menuju tempat lockerku untuk mengambil buku kimia, tidak lama kemudian Minah dan kawan-kawannya berdiri di dekatku.

“hey, kalian diundang di ulang tahun Kyungsoo nanti kan?” Tanya Jiyeon

“ya tentu saja!” ucap mereka serempak sambil menunjukkan kartu undangan ulang tahun, sepertinya mereka berniat ingin membuatku iri

“hei coba lihat stempel undangan kalian! Stempel undangan aku warna emas lho! Katanya kalo stempel warna emas ini berarti aku masuk dalam tamu kelas VIP!” pekik minah senang

“jinja?! Chukkae!!” balas Jiyeon, Krystal, dan Naeun. Tapi, Sulli berjalan menghampiriku

“hey Yoo Rae, kamu diundang kan ke ulang tahun Kyungsoo kan?” Tanya Sulli

“ne, aku diundang. Kenapa?” tanyaku balik

“boleh aku lihat kartu undanganmu?” Aku mengangguk dan memberikan kartu undanganku ke Sulli. Sulli membuka undanganku dan tersenyum

“well, ternyata stempel undanganmu warna perak seperti punyaku berarti kita adalah tamu VVIP di acara nanti. Bagaimana kalau nanti kita ke acara bareng? Aku akan menjemputmu.” Kata Sulli

Aku terdiam tidak percaya mendengar ajakan dari Sulli, di sekolah Sulli termasuk anak yang pendiam dan cool, maka ajakan dari dia merupakan suatu kesempatan yang langka.

“hey, kamu mendengarkanku kan?” Tanya Sulli yang memecahkan keheninganku

“eh oke oke! Aku akan menunggumu!”

Sulli tersenyum, ia menarik tanganku untuk pergi menjauhi gerombolan Minah. Tetapi, aku dan Sulli berpisah di koridor karena Sulli memasuki kelas matematika sedangkan aku masuk ke kelas kimia. Aku memasuki ruangan dan melihat Kyungsoo yang sedang membaca buku, dan kursi disebelahnya kosong, aku langsung berjalan menuju kursi itu. Dan tiba-tiba saja Jongin menghampiriku

“Hey Yoo Rae! Duduk denganku yuk!” ajaknya

“eumm, baiklah.”

Aku pun mengurungkan niat untuk duduk sebangku dengan Kyungsoo, Jongin memilih untuk duduk dibelakang Kyungsoo, aku pun duduk di kursi bagian kiri. Melihatku bersama Jongin, Kyungsoo langsung menutup bukunya dan menengok kebelakang, melihatku dan Jongin

“Ya! Han Yoo Rae! Disini kan masih ada kursi kosong! Kenapa malah duduk di belakang?”

“memang kenapa?! Suka-suka aku dong!” jawabku

“seharusnya kamu isi dulu dong kursi yang didepan baru yang di belakang!”

“ah sudahlah, aku yang akan duduk disebelahmu.” Jongin duduk disebelah Kyungsoo, Kyungsoo menatap Jongin aneh, “pergilah! Aku tidak memintamu untuk duduk disini!” usir Kyungsoo

“Lalu kamu mau duduk dengan siapa?” Tanya Jongin

Kyungsoo menatapku, “dengannya.”

Jongin dan aku pun terdiam setelah mendengar jawaban dari Kyungsoo. Aku pun menghela napas dan menarik Kursi di sebelah kami, dan meletakkannya disebelah Kai lalu mendudukkinya

“ini lebih adil kan?” tanyaku, Kyungsoo dan Jongin hanya memutar bola matanya setelah melihat tindakkanku. Kemudian Mr. Goo datang dan memberikan kami tugas, dan tugas itu adalah tugas kelompok yang terdiri atas 3 orang, lalu membutuhkan referensi dari buku perpustakaan, alhasil kami pun pergi ke perpustakaan untuk mencari buku.

“baiklah, aku mau mencari buku dan Kyungsoo jangan lupa mencari buku rumus bersama Jongin. Dan, tolong jangan bertengkar.” Kataku

Kyungsoo dan Jongin melengos dan berjalan menuju rak buku rumus, aku mencari buku-buku referensi di rak yang terletak tidak jauh dari tempatku tadi, saat aku mencari buku aku menemukan buku kimia tentang senyawa-senyawa yang bekerja di pertumbuhan janin hingga sudah menjadi anak-anak. Aku membuka buku itu dan mencoba mencaritahu tentang CH4 dan sejenisnya

 

Kyungsoo’s P.O.V

 

Aku membolakk-balik setiap buku yang diambil Jongin dan mencatat rumus di kertas, dan tetap saja aku kesusahan mencari jawabannya. Tiba-tiba sebuah buku jatuh didepanku, aku tahu siapa yang menjatuhkannya, dan orang itu adalah Kim Jongin. Ia melemparkan smirk khasnya kepadaku dan memandangku dengan tatapan meremehkan. Aku melihat buku itu, dan buku itu adalah buku rumus cepat kimia beserta kertas coret-coretan Jongin, dan ternyata Jongin sudah mendapatkan jawabannya.

“Untuk pelajaran saja, kamu sudah mulai kalah denganku. Bagaimana kalau untuk mengejar Yoo Rae nanti?” Tanya dia

Aku hanya mengiakannya, aku mengambil posisi jongkok dan langsung mencatat jawaban Jongin di lembar kerja kelompok. Jongin pun ikut mengambil posisi jongkok dan menatapku, aku berusaha untuk cuek dan tidak peduli

“Kyungsoo, aku tidak peduli kalau kamu memaafkanku atau tidak, karena itu adalah hakmu untuk memaafkanku atau tidak. Tetapi, untuk urusan Yoo Rae aku tidak bisa diam.” Kata Jongin

“apa maksudmu?” tanyaku yang masih fokus menulis

Jongin tersenyum “Jangan pura-pura tidak tahu Kyungsoo. Aku tahu kamu mengerti maksudku.” Jawabnya

Aku terdiam, sial dia selalu tahu jika aku berbohong

“Aku bukan tipe cowok yang gampang menyerah. Walaupun kamu dan Yoo Rae sangat dekat, mungkin nanti hati Yoo Rae akan berlabuh kepadaku.” Jongin pun berdiri dan berjalan menjauhiku

“hey Jongin.” Panggilku

Jongin pun menengok kearahku

“Tidak ada kata menyerah untuk orang sepertiku. Dan, aku akan memeluk Yoo Rae erat agar ia tidak melihat kearahmu.” Ucapku

Jongin tersenyum licik, “ini akan menjadi persaingan yang menarik.”

 

Yoo Rae’s P.O.V

 

Aku membenarkan kepangan rambutku dan duduk di teras rumah, Sulli bilang kalau 5 menit lagi dia akan sampai dirumahku. Aku sempat heran, dia tidak pernah kerumahku tapi tadi dia bilang kalau 5 menit lagi sampai dirumahku.

“Hey!”

Aku menengok kearah suara itu, ternyata itu Sulli yang memberhentikan mobilnya didepan rumahku, aku pun langsung menaiki mobil merahnya itu

“Terima kasih sudah menawarkan tumpangan untukku.” Kataku

“well, tidak masalah. Aku malas pergi bersama Minah dan yang lain dan kebetulan kamu datang ke pesta jadi aku memutuskan untuk mengajakmu.” Jawab Sulli

“ah oke oke. Ngomong-ngomong kamu tahu darimana alamat rumahku?”

Sulli hanya tersenyum setelah mendengar pertanyaanku, “apakah kamu asisten lab baru bibi Jin?” tanyaku lagi

“Bagaimana kamu bisa mengira kalau aku asisten lab baru bibi Jin?” Sulli balik bertanya kepadaku

“entah, hanya feeling. “ jawabku

Sulli terkekeh “ternyata kamu sama seperti Mrs.Song, ibumu. Bisa menebak hanya dengan mengandalkan feeling. Ya, aku asisten baru bibimu.” Jawab Sulli

“wow, berarti kamu yang buat hipotesa itu? Dan kamu mendapat lisensi mengemudi dengan cara menyamar ya?” tanyaku penasaran

“Ya, aku yang membuat hipotesa itu dan aku juga yang membantu memecahkan kode video diary ayah dan ibumu. Dan soal mengemudi, umurku sebenarnya sudah 20 tahun tetapi aku menyamar menjadi anak umur 17 tahun.” Jelas Sulli

“whoa, daebak. Berarti kamu sudah pernah bekerja dengan ayah dan ibuku dong.”

Sulli menggelengkan kepalanya, “aku baru saja dilantik menjadi anggota Ahn Corp 3 bulan yang lalu. Aku pernah sih bertemu ibumu, dia mentorku. Dia sangat hebat, dia mengerti benar hal-hal berbau forensik padahal dia adalah agent yang bekerja di lapangan, bukan di lab.” Jawab Sulli

“wow.” Gumanku

“karena itu, aku senang bisa satu sekolah dengan anak dari pasangan agent rahasia yang disegani semua agent-agent.” Sulli tersenyum

Aku tertawa kecil, “ngomong-ngomong aku mendapat informasi bagus tentang CH4. Ada baiknya kita bekerja sama di lab nanti.” Kataku

“ide bagus, tapi lebih baik kita menikmati pesta bersama-sama hari ini.”

Sulli memarkirkan mobilnya di lahan tempat para tamu undangan memarkirkan kendaraan mereka. Aku melihat pakaian yang dipakai Sulli hari ini, dia memakai maxi dress merah tanpa lengan, di sisi kanan dressnya terlihat terbuka sampai paha dan sepertinya sulli menyembunyikan pistolnya di paha kanannya.

Aku mengikutinya dari belakang. Kami menunjukkan undangan kami saat penerima tamu meminta kami untuk menunjukkan undangan. Lalu 2 orang berbadan tegap menghampiri kami dan menunjukkan arah pintu masuk. Aku baru sadar, setiap tamu diperlakukan berbeda berdasarkan warna stempelnya. Jika stempelnya berwarna perak sepertiku, kamu mendapat welcome drinknya yaitu minuman yang seperti wine, lalu kata laki-laki berbadan tegap yang mendampingiku makan siangnya akan didahulukan yang VIP

Wow, Kyungsoo ternyata baik juga memasukkan namaku dalam tamu VIP-nya.

Aku memberikan wine itu ke Sulli dengan alasan aku belum legal untuk meminum Wine, “ah ayolah Yoo Rae. Ini Cuma jus anggur kok, aku sudah meminumnya dan tidak ada alkoholnya sama sekali.” Kata Sulli

“geurae.” Aku pun meneguk minuman itu, dan ternyata Sulli benar. Minuman ini hanya jus anggur, dan tidak ada alkoholnya

Para pelayan berkeliling untuk menawarkan cakes dan snacks kepada para tamu. Aku mencoba mini red velvet yang ditawarkan pelayan berwajah oriental yang menghampiriku, dan rasanya sangat enak!

“hey Kyungsoo!” pekik Sulli, aku menengok kebelakang dan melihat Kyungsoo memakai tuxedo hitam dan mewah

“Happy Birthday.” Sulli memberikan pelukan sahabat ke Kyungsoo, dan Kyungsoo membalasnya “gomawo.” Balas Kyungsoo

“ngomong-ngomong dimana aku bisa meletakkan kado?” Tanya Sulli

“kenapa tidak menitipkannya ke salah satu pelayan saja. Kamu kan tamu VIP.” Jawab Kyungsoo

“iya sih, tapi aku ingin saja meletakkannya langsung.” Jawab Sulli

“geurae. Tempatnya ada di sebelah tempat minuman.” Kata Kyungsoo, saat Sulli sudah berlalu pergi Kyungsoo melihatku

“bajumu jelek.” Kata Kyungsoo

“Ya! Ini baju yang paling cocok untukku! Beraninya kamu bilang ini jelek!” pekikku

“ya bagiku memang jelek. Ngomong-ngomong, kamu tidak menitipkan kado ke Sulli?” Tanya Kyungsoo, aku menggelengkan kepala dan mengeluarkan kotak kecil dari tasku

“bukalah.” pintaku

Kyungsoo mengikuti perintahku dan mengeluarkan sebuah gelang dari kotak itu “gelang?” tanyanya, aku mengangguk kemudian menunjukkan gelang berbandul sama dengan warna yang berbeda di tanganku

“bandul ini adalah simbul keberuntungan. Aku menemukan kedua gelang ini di laci kerja ayahku dulu, dan di dalam pesannya dia bilang kalau salah satu gelang ini harus kuberikan kepada orang yang membutuhkan keberuntungan.” Jawabku

“kenapa aku?” Tanya Kyungsoo

“karena kamu adalah agent rahasia, dan aku rasa kamu butuh sedikit keberuntungan dalam menjalankan misiku nanti, termasuk mengalahkan Punisher itu.” Jawabku

Kyungsoo tersenyum dan memegang pipiku, “gomawo.”

Lalu terdengar pengumuman yang mengatakan bahwa acara potong kue akan dilaksanakan, Kyungsoo pun menarik tanganku menuju tempatnya. Sampai disana, ibu Kyungsoo menarik Kyungsoo sehingga Kyungsoo berada di tengah, di kanan dan kirinya terlihat para tamu yang berjejeran sedang memegang segelas Wine untuk bersulang

“ah chakkamal, tolong ganti wine ms.Han dengan susu.” Perintah Kyungsoo

Seorang pelayan langsung menukar gelas wine-ku dengan susu, “w-wae?” tanyaku

“susu bagus untuk pertumbuhanmu.” Jawab Kyungsoo singkat, aku memutar bola mata setelah mendengar jawabannya

“yeorobun, terima kasih sudah menyempatkan diri untuk datang ke acara ulang tahun adikku ini. Tidak terasa, Do Kyungsoo sudah berumur 17 tahun, yang merupakan umur yang dianggap sudah dewasa, walaupun di Korea dia perlu 3 tahun lagi untuk memasuki usia dewasanya.” Do Min Jun memberikan sambutan, lalu ia menyalakan lilin yang berada di atas kue Kyungsoo

“tidak basa-basi lagi, mari kita nyanyikan lagu ulangtahun untuk Do Kyungsoo dan mempersilahkannya untuk meniup lilin!”

Semua tamu pun bernyanyi untuk Kyungsoo, setelah itu Kyungsoo memejamkan matanya untuk berdoa, dan meniup lilin kue ulangtahunnya. Semua orang pun bertepuk tangan setelah Kyungsoo meniup lilinnya.

Para tamu dipersilahkan untuk menikmati hidangan, aku sempat mendengar ucapan mama Kyungsoo yang pamit ke Kyungsoo untuk ke kamarnya sebentar, lalu aku melihat Do Min Jun yang mencari tempat sepi agar ia bisa menerima telpon dengan jelas

“apa yang kamu cari daritadi?” suara Kyungsoo membuatku terkejut untuk beberapa saat

“a-ani, aku tidak mencari apa-apa.” Kataku sambil menghabiskan segelas susu tadi dan memberikan gelas kotor ke pelayan yang keliling

“ngomong-ngomong, kemana ibumu?” tanyaku

“dia katanya mau melepas antingnya karena merasa tidak nyaman.” Jawab Kyungsoo

“ooh begitu.” Kataku

BOOM!

Tiba-tiba aku mendengar suara ledakan, aku melihat kearah jam 3. Para tamu berlari dengan cepat karena panik, aku melihat orang-orang bersenjata berlari seraya menakuti para tamu

“mwoya?!” aku dan Kyungsoo memasang kuda-kuda untuk bertarung, Kyungsoo memberiku belati

“aku tidak tahu. Kita diserang.” Jawab Kyungsoo

“di-diserang?!” Aku memukul keras salah satu orang bersenjata yang hampir saja melukai Kyungsoo, dari jauh aku melihat Sulli yang sudah memegang pistol

“iya, dan aku rasa aku tahu siapa otak dibalik penyerangan ini.” Kyungsoo berjalan menjauhiku, refleks aku memegang tangannya

“mwo? Aku mau kesana untuk memastikan kalau yang lain baik-baik saja.” Kata Kyungsoo

“sepertinya kita harus bekerja sama untuk melawan semuanya.” Kataku, Kyungsoo melepas pelan genggaman tanganku

“mian, aku bukan tipe yang suka bekerja sama dalam penyerangan ataupun misi.”

Kyungsoo berlari menjauhiku, lalu aku melihat seseorang yang terbang sambil menembakkan pistol, dan dari jauh aku mengenali dia

“tidak mungkin…”

14 tanggapan untuk “Delight [Page 6]”

  1. whatt??? gak mungkin kan kalo yang nyerang itu jongin??
    pliss.., engga kan.. T.T
    tapi firasatku sih iya.., 😥
    yang bener gimana??? T.T
    kayaknya sih iya.., tapi engga.., jangan.., tapi ngggak ungkin.., tapi kayaknya iya.., duh.., –”
    oh ya.., si DO kok nggap mau maafin jongin kenapa emangnya?? .-.
    cepetan ya.., penasaran yg terbang itu siapa.., #plakk..,
    apa mungkin Kris (?) tapi kayaknya engga deh…, -,-
    .
    oh ya.., mianhae thor.., baru di chap 6 ini saya coment.., hehe.., 😀 *peace
    next chap jangan lama” ya.., ^^
    keep writing thor!!!
    fighthing.., :)) ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s