STALKER ? Chapter 2

large

Tittle/judul fanfic : STALKER ?

Author : FitriaBFJTWNS

Length : Chapter/1877 Words

Genre : Romance

Rating : PG-16

Main cast : Park Chanyeol, Kim Hera

Additional Cast :Temukan pada cerita

Disclaimer:

Hai,…

Author balik lagi bawa chapter selanjutnya..

Semoga kalian suka ffku ini…

PLEASE COMMENT THIS FF (DON’T BE SILENT)

Oh iya sebelumnya ff ini sudah dipublish di

https://boyfriendandbestfriend.wordpress.com/2015/04/09/stalker-chapter-2/

Enjoy it!

“Semua terjadi saat aku ditugaskan untuk ke salah satu rumah yang sangat familiar buatku”

 

Sebelumnya

Hera POV

Setelah aku masuk ke dalam rumahnya, ternyata rumah ini benar-benar sepi.Tak ada seorang pun sepertinya selain dia.

“Silahkan duduk,”

Kamsahamnida, baiklah saya akan mulai mendata,” ucapku memulai pendataan agar aku segera bisa pergi dari sini.

“Hera, kamu benar tak ingat aku ?,” kembali ke topic yang tidak ingin aku bahas sama sekali saat ini.


Selanjutnya

Hera POV

“Jadi, di rumah ini berapa orang yang tinggal ?,” tanyaku mengacuhkan pertanyaannya.

“Seorang diri, orang tuaku dan adikku ada di luar negeri,” jelasnya.

“Baiklah, pekerjaan anda apa ?,” tanyaku lagi.

“Hera,” dia hanya memanggil namaku tanpa menjawab pertanyaanku.

“Maaf tuan Park, tapi aku tak punya banyak waktu untuk berbincang mengenai hal yang tak penting sama sekali,” tegasku.

“Jadi, apa pekerjaan anda ?,” tanyaku sekali lagi.

Dia tak menjawab dan tiba-tiba berdiri lalu duduk di sebelahku.

“Pekerjaan anda apa ?,” aku mencoba sabar untuk bertanya.

Tiba-tiba dia menarikku ke pelukannya.

“Maaf tuan lepaskan saya. Apa yang anda lakukan ini lebih dari batas!,” belaku sambil berusaha melepaskan pelukannya.

“Kim Hera, Siswi dari busan junior high school dan saat senior high school di busan senior high school,” gumamnya tak jelas.

“Apa yang anda maksud ?, lepaskan saya!,” perkataanku tak digubris olehnya.

“Kim Hera aku rindu kamu… sudah hampir 10 tahun aku menunggumu,” ucapnya sambil terus mempererat pelukannya.

“Maaf tapi apa yang anda maksud saya tak mengerti..dan mohon lepaskan saya, saya masih ada tugas lain, serta tolong jawab pertanyaan saya agar saya bisa cepat membereskan tugas saya,” jelasku.

“Baiklah, pekerjaanku adalah pengusaha, sudah ?ada lagi ?,”

“Tolong lepaskan saya!,”

Dia tak melepaskanku tapi malah menenggelamkan kepalanya di leherku, sehingga napasnya dapat aku rasakan yang membuat aku merinding.Tapi aku terus berusaha untuk terlepas dari pelukannya dan tiba-tiba dia melepas pelukannya dan memegang bahuku sambil menatapku tajam.

*Chu

Dia menciumku tiba-tiba, aku berusaha untuk melepaskan ciuman itu.Dan setelah aku memukul-mukul dadanya akhirnya dia melepas ciumannya itu.

“Maaf tuan Park tapi ini sudah lebih dari batas, anda terlalu lancang dan tindakan ini termasuk pelecehan,” ucapku saat lepas dari genggamannya lalu membereskan barang-barangku.

“Permisi,” ucapku.

“Tunggu,..,” teriaknya sambile menahan tangan kananku.

“Maaf tuan tapi saya masih ada tugas lain,” lalu menghentakkan tanganku yang digenggam olehnya lalu pergi keluar rumahnya.

“Ya!! Kim Hera!! Aku Park Chanyeol teman junior high school-mu dulu!! Aku yang waktu itu jadi ketua murid di kelas kita, dan aku teman dari Byun Baekhyun teman elementary school-mu dulu!!,” teriaknya saat aku sudah menaiki motorku.

“Maaf tuan Park, ini sedang bukan membahas masalah pribadimu tapi ini sedang dalam pekerjaan. Permisi,” ucapku lalu pergi dari rumahnya.

Di jalan menuju kost-anku sambil menahan rasa amarah dan tangisku.

“Park Chanyeol!!Anda sudah lancang.Keterlaluan,” gerutuku.

Sekitar 30 menit aku sudah sampai di kost-an. Aku langsung masuk ke kamar tanpa mempedulikan adanya deringan handphoneku.

“Park Chanyeol!!,”

“Inilah yang aku takutkan kalau bertemu sama teman dulu yaitu kamu, Park Chanyeol!!,”

“Aaarrrggghhh!!!!,”

“Hiks..hiks…,”

“Kenapa aku baru sadar dia itu Park Chanyeol yang dulu..??,”

“Mungkin kalau aku tahu dari awal, aku pasti gak akan kayak gini,”

“Kenapa dia harus cium aku ???,”

“Kenapa harus ketemu lagi kamu Park Chanyeol ??,”

“Kenapa ???!!!,”

“KENAPA!!!!,”

Dari situ aku terus nangis dan bertanya-tanya kenapa-kenapa dan kenapa.Kenapa semua ini terjadi.Hingga akhirnya aku tertidur dengan kondisi menangis di kasur sambil memeluk boneka Pikachu.

Keesokan harinya.

Saat aku melihat ke cermin, ternyara mataku terdapat kantung mata dan masih kelihatan habis menangis.

“Apakah sekarang aku tak harus bekerja ?,” gumamku.

“Jangan..aku harus tetap bekerja, setelah sekarang ke kantor untuk mengerjakan data kemarin lalu aku ke rumah keluargaku, setelah itu besoknya sama seperti itu, dan akhirnya aku pulang lagi ke Seoul. Yap itu rencanaku,” rencanaku untuk ke depan.

“Data kemarin…,” mengingat yang kemarin.

“….”

“MANDI!!!” teriakku pada diriku sendiri.

Sekitar 1 jam setelah bersiap-siap dan sarapan, aku pergi ke kantor dengan motor. Tapi saat aku mengendarai motor.Aku merasa ada yang mengikutiku. Tapi waktu aku lihat di kaca spion hanya ada sebuah mobil hitam dan banyak motor berlalu lalang.

“Mungkin hanya perasaanku saja,” gumamku percaya pada diri sendiri.

Sekitar 30 menit akhirnya aku sampai ke kantor lalu memarkirkan motor di tempat seperti kemarin. Tapi saat aku lihat ke belakang ternyata mobil yang tadi aku lihat di jalan juga ada di dekat kantorku seperti sedang diparkirkan juga.

“Aneh..” ucapku

Hingga pulang dari kantor pun mobil itu ada di sana. Saat aku akan ke motorku ada seorang satpam yang menghampiriku.

“Permisi, ini ada yang memberikan sesuatu pada anda,” ucap satpam itu.

“Hmm?? Dari siapa ?,” tanyaku.

“Anda katanya pasti tahu,”

“Ohh..ya sudah kamsahamnida,” ucapku sambil menerima barangnya.

“Oh iya, setelah ini anda mau ke mana?,” tanya satpam itu.

“Kenapa ahjussi menanyakan itu?,” tanyaku balik.

“Oh ya sudah tak jadi,” satpam itu langsung pergi.

“Eh??”

Aku pun bingung, tapi kebingungan itu teralihkan pada barang yang diberikan dari satpam tadi.

“Katanya *Anda katanya pasti tahu*, emang siapa?,” ucapku heran.

Lalu aku membuka barang itu yang berbentuk kotak.Isinya adalah kalung berinisial CH.

“CH? Apa maksudnya ?,” gumamku sambil melihat isi lainnya pada kotak itu.

“Foto ?ini foto junior high school kan ? tapi kok… tunggu… berarti..,” perkiraanku.

Aku pun melihat ke sekeliling luar kantor mencari mobil hitam yang mencurigakan menurutku. Tapi ternyara sudah tak ada.

“Aku belum bisa memastikan perkiraan aku bernar atau salah…,” gumamku sambil memegang erat kalung itu.

Lalu aku simpan kalung dan foto itu ke kotak dan memasukkan kotak itu ke tasku.

“Yap rencanaku setelah ini adalah ke rumah keluargaku dan menginap di sana. Setelah menginap, aku ngantor lagi, lalu nginap lagi dan pulang ke kost-an lalu akhirnya ke Seoul ngasih data ke ketua,” rencanaku.

Sekitar 30 menit aku tiba di rumah keluargaku.

Tok.. Tok… Tok.. “Suara ketukan pintu

“Tunggu sebentar!,” teriakkan seorang wanita.

“Apakah itu eomma?Atau eonni? Atau dongsaengku?,” tanyaku pada diri sendiri.

Dan pintu pun terbuka.

Eomma!!!!,” teriakku.

“Hera-ya,?,” tanyanya.

“Iya, aku Hera, Kim Hera.., Aku pulang!!!,” teriakku bahagia sambilmemelukeommaku walaupun masih ada rasa lain yang mengganggu.

“Akhirnya kamu datang ke sini juga,” ucap eonniku.

“Hehehe.. mianhaeyo baru berkunjung,” ucapku sambil mengaruk tengkuk setelah melepaskan pelukanku.

“Ya sudah gak apa-apa, ayo masuk…,” ajak eommaku.

“Taeyeon!! Jongin!! Cepat ke sini, ada orang yang spesial nih datang!,” panggil eommaku kepada para dongsaengku yang mungkin lagi sibuk dengan urusanm asing-masing di kamarnya.

Aku pun yang mendengarnya hanya tersenyum tak dapat berkata apa-apa. Tak lama setelah aku duduk di ruang tengah rumahku ini, Taeyeon dan Jongin pun datang bersamaan. Saat aku melihat mereka ternyata mereka semakin tinggi dari terakhir kali aku lihat, dan juga mereka semakin cantik dan tampan.

Eonni!! Nonna!!,” teriak mereka bersama saat siapa orang spesial yang datang dikatakan eommaku tadi.

“Kapan datang ke Busan, eonni?,” tanya dongsaengku, Taeyeon.

“Sebenarnya tiba di Busan sudah dari 2 hari yang lalu hehehe,”

“Kenapa baru sekarang berkunjungnya ? Nonna, ada ada aja, kami-kan rindu Nonna,” protes dongsaengku tak terima apa yang aku ucapkan, Jongin.

“Kan.. Nonna harus ngurusin dulu pekerjaan, jadi gak sempat deh. Oh iya, appa dimana ?,” tanyaku karna dari tadi aku belum lihat appa.

“Ada di depan lagi ngelayani pembeli,” jawab eommaku.

“Mmmmm.. ya sudah aku ke depan dulu yah,” izinku ke depan rumah yang merupakan took buku yang sudah ada sejak 3 tahun lalu.

Saat aku ke sana, ternyata appa sedang menjilid buku yang tebal. Mau manggil takut ganggu, tapi kalau gak manggil takut nanti dimarahin, hah serba salah.

“Ya sudah aku putuskan untuk membiarkan appa bekerja dulu nanti baru aku panggil,” keputusanku dan aku pun menunggu di dekat pintu masuk toko dari dalam rumahku. Tapi…

“Kenapa aku ngerasain ada yang merhatiin yah,” gumamku lalu aku melihat ke arah depan toko tempat orang yang aku rasa melihatku terus.

Awalnya aku masih bingung siapa orang yang ada di sana, tapi setelah aku lebih menyipitkan lagi mataku ternyata…

“Aish… anak itu kenapa dia ada disini..?,” gerutuku kesal karena yang dimaksud anak itu adalah tidak lain dan tidak bukan adalah PARK CHANYEOL.

Saat aku melihat dia tadi ternyata dia sedang melihatku dan mungkin dia, orang yang dari tadi membuataku risih karena dilihat terus.

Aku berusaha untuk mengacuhkannya saat dia melihatku yang dapat aku lihat melalui ekor mataku. Tiba tiba saat aku mau ke dalam rumah, handphoneku berdering.

“Siapa ini?,” tanyaku pada diriku sendiri karena saat aku melihat nama yang menelponku nomornya tak dikenal dan tak ada namanya serta nomor ini adalah nomor yang selama ini terus menggangguku.

Sebenarnya aku ingin tahu siapa sih yang menelponku dan mengirim pesan terus ke aku. Tapi..

“YA! Kenapa telponnya gak diangkat?,” tanya eonniku yang datang tiba tiba.

Omo!, huft …. eonni mengagetkan aku saja,” ucapku sambail mengelus dadaku saking kagetnya.

 

“Eyy, emang kamu ngira yang datang itu siapa,” balasanya sinis.

Mian,mian..,”

Tiba-tiba handphoneku kembali bordering menandakan ada panggilan masuk.

“Cepat angkat, kasian dari tadi yang nelponnya gak dijawab-jawab,” ucap eonniku sambil pergi ke dalam rumah.

“Hah.. haruskah aku mengangkatnya ? .. Hmmm,.. Mungkin penting,” pikirku yang akhirnya mengangkat panggilan dari nomor yang terus menelponku.

Yeoboseyo,

“…..”

Yeoboseyo,” kataku sekali lagi.

“Kim Hera-ya,?” suara dari sebrang tapi suaranya sangat kecil seperti sedang berbisik-bisik.

“Ya.. saya sendiri.. nuguseyo?,” tanyaku balik.

“Lihat ke belakang,” bukannya menjawab pertanyaanku tapi malah nyuruh.

“Maaf , tapi ini dengan siapa?” tanyaku lagi mengacuhkannya.

“Lihat ke belakang,” perintahnya seperti yang tadi dan tetap tak menjawab pertanyaanku.

Aku pun menjauhkan handphone dari telingaku, dan mengikuti perintahnya untuk melihat ke belakang.

Setelah itu, yang dapat aku lihat hanya appaku dan seorang makhluk yang amat sangat ingin aku hindari. Lalu aku mendekatkan lagi handphoneku ke telinga.

“Sudah, jadi ini dengan siapa!?,” ucapku hampir berteriak tapi aku berusaha menahan kekesalanku pada orang ini.

“Lihat dengan teliti orang yang ada disekitarmu,” perintahnya lagi.

Anehnya aku mengikuti perintahnya, mungkin karna aku benar-benar ingin tahu siapa orang yang terus menggangguku selama ini.

Saat aku melihat orang yang ada disekitarku, appa sedang menjild, orang itu*Park Chanyeol… kalau dilihat dia sedang melihatku dan juga ada sesuatu yang tertempel di telinganya.

“Anda sekarang sedang ada dimana?,” tanyaku memastikan apa yang aku pikirkan sekarang, siapa yang sedang menelponku.

“Mmmmm…To…ko…,” bisiknya pelan.

“Apa? Toko ? Toko apa?,” tanyaku penasaran.

“Bu….Ku….,”

Aku pun terkejut dengan apa yang dia katakana padaku hingga mataku hampir saja keluar dari tempatnya.

“Ka…ka..mu…,” ucapku tergagap sambil mengangkat tanganku lalu menunjuk orang yang telah aku curigai sebelumnya dan ternyata itu benar.

“Kau!!, “teriakku.

Tiba-tiba…

“Oh.. Hera-ya, kamu udah datang ternyata, dari tadi?,”

Aku pun langsung diam karna ternyata teriakkanku terdengar oleh appaku. *Ya iyalah namanya juga teriak, pasti terdengar… aneh aneh saja*

 

“Hehehe.. iya appa, lumayan udah lama,” ucapku malu sambil mengaruk tengkukku lalu aku melihat orang itu terkekeh *ParkChanyeol, dan yang pasti sekarang dia sedang menertawakanku, awas saja kau!.

Appa hanya tersenyum lalu melanjutkan lagi pekerjaannya yang tertunda gara-gara teriakan aku tadi.

Lalu aku pun masuk ke dalam rumah dengan handphone yang masih nyambung dengan handphone orang itu *Park Chanyeol.

“Aish..aku lupa.. aku harus bertemu dan ngomong langsung sama orang itu,” gumamku.

Lalu aku mendekatkan lagi handphonku ke telinga.

“Ya! Kau!,”

“Hmm?” balasnya.

“Tunggu disitu aku mau bicara,” lalu aku memutuskan hubungan telponku.

Setelah itu, aku keluar rumah untuk menemui orang itu.

TBC

Hmm.. apa yang akan dibicarakan oleh Hera ke Chanyeol yah ??

Tunggu chapter selanjutnya yah..

See you.

4 tanggapan untuk “STALKER ? Chapter 2”

  1. penasaran bnget!! sbnernya mereka punya hub.apa sih di masa lalu…?? apa mereka pacaran??? aaiish.. penasaran bnget aku..!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s