Five Minutes of Autumn

five minutes of autumn

five minutes of autumn

//ficlet with Sehun and Amy// romance

written by eunike

.

“Tapi, bisakah aku berbicara tentang ‘kita’?”

Senja itu turun menyentuh ujung cakrawala, bersama sinar oranye hangat yang meraba gedung-gedung pencakar langit. Beberapa ekor burung bernyanyi lintasi langit, menjadi fokus pandangnya selama beberapa saat sebelum beralih menatap Sehun yang duduk berselonjor di sampingnya; dengan punggung bersandar pohon plum dan bibir tersenyum teduh.

“Kau tahu, saat-saat seperti ini selalu mengingatkanku dengan Kai.”

Amy mengerutkan kening, tidak mengerti korelasinya. “Kenapa?”

Sehun merubah duduknya menjadi bersila lalu menengadah menatap awan yang berarak. “Karena Kai menyukai senja; katanya ia ingin melukis pelangi di atas sinar emas mentari pukul lima sore.”

“Ah, begitu….” Amy menggulirkan pandangannya dan ikut melongok menatap langit. Tiba-tiba sebuah pertanyaan keluar begitu saja, melantun dari kedua belah bibirnya yang kemerahan, “Kalau bagimu, apa yang membuatmu teringat tentang aku?”

Sehun mengerjap beberapa kali, memiringkan kepalanya, lalu bergumam pelan, “…rasa-rasanya tidak ada.”

“Eh?” Amy cepat-cepat menoleh menatap Sehun, siap memukul pundak lelaki itu dengan tidak terima. “Masa tidak ada?”

“Aku hanya-” Sehun menahan kalimatnya sebentar sebelum melanjutkan dengan lamat-lamat, “-entah. Tapi hujan mengingatkanku tentang ‘kita’.”

Ck, laki-laki itu selalu penuh kejutan.

Amy menurunkan emosinya yang sempat naik, menggantinya dengan kerutan di dahi. “Kita? Maksudmu?”

“Semua hal yang berkaitan dengan kita menyeruak begitu saja, bahkan mulai dari tetesan pertama hingga detik terakhir rinainya menyapu beranda. Aku… entah, aku tidak mengerti,” Sehun memberi jeda sebentar, “Sepertinya tiap kali aku mengingatmu, di sana selalu ada kilas balik tentang hal mengenai kita. Karena itu aku tidak bisa mengingatmu dirimu hanya seorang diri.”

Amy lalu tersenyum, menyenderkan kepalanya ke batang plum. Sinar matahari turun semakin rendah dan wajahnya menghangat entah karena mentari atau rona merah di kedua pipinya.

“Bagaimana denganmu?” Sehun memiringkan kepalanya untuk menatap Amy.

Bahkan sebelum pertanyaan itu diajukan, Amy sudah tahu bagaimama cara menjawabnya. “Banyak hal yang mengingatkanku tentangmu. Banyak sekali. Setiap aku tertawa, aku pasti mengingatmu. Setiap aku menangis, otakku juga otomatis mengingatmu. Kau mau tahu mengapa?”

Sehun refleks bertanya, “Mengapa?”

“Karena aku selalu ingin berbagi tawa dan air mata denganmu.”

Lelaki itu terkekeh kecil lalu mengangkat sebelah tangannya untuk mengacak rambut Amy.

“Tapi, bisakah aku bicara tentang ‘kita’?” Amy tersenyum tipis di balik helai kecokelatannya yang sedikit berantakan karena ulah Sehun.

“Silahkan.”

Amy merapikan anak rambutnya sebentar lalu menegakkan tubuhnya. “Bagiku,” ia menarik napas lalu menghembuskannya dengan berat, “kita itu tentang aku dan kamu yang bagai sekeping koin; selalu bersama namun menghadap ke arah yang berbeda.”

Butuh beberapa waktu untuk Sehun mencerna frasa Amy. Namun otaknya gagal paham.

“Amy, kau tahu aku tidak pandai soal kata kiasan.”

Gadis itu terkekeh pelan, menampilkan sederet gigi mungilnya yang berjejer dengan rapi. Ia mengerjapkan matanya yang terlihat bersinar disiribok sinar mentari lalu bergerak memandang Sehun.

“Sehun kau tahu-” Amy menggantungkan kalimatnya lalu tersenyum tipis; menciptakan segaris lengkung sendu yang samar namun jelas, “-‘kita’ itu sesuatu yang tidak mungkin. Sebab dari awal ini bukanlah kisah kita, melainkan tentang aku dan kamu; yang nyaris bisa bersama.”

.

.

—fin.

. .

a/n: hello, eunike’s here. hahaha dateng-dateng nyepam, maafkan daku. ga ngerti juga sebenernya ini fic tentang apa, mungkin cuma sekedar pelampiasan rasa jenuh sama belajar. (ps: ini ditulis pas lagi pura-pura belajar ips /kenagampar/) well anyway, hope you like it! mind to give me a review? :3

untuk everything has changed mungkin masih dalam masa hiatus dan dilanjutin nanti setelah un. tenang, bakal tetep dianjut kok : )

have a nice day! xoxo

NOTE: SEHUN DI CALL ME BABY KEREN HAHAHAHAHA (out of topic).

Iklan

13 respons untuk ‘Five Minutes of Autumn

  1. nyaris??? jadi mereka gk bisa brsatu gitu…..why????
    kai dsini hnya shabat mereka atau justru kekasih amy???
    knp wktu ami mengucapkan kata “kita” dia terlihat sangat sedih dan putus asa? apa karna sehun sudah punya kekasih hingga gk bisa mmbuat mreka brsama….
    bgitu bnya pertanyaan di otakku 🙂
    butuh sequel nih, untuk mmperjelas semuanya 🙂

  2. ff selingannya bagus, tp sedikit kurang paham sama kalimatnya hehe:3 still waiting for the next chap of everything of changed:))) goodluck buat un-nya;;)) fighting!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s