I’m normal.

IMG_2778

 

 

 

Title: I’m normal.

Author: sharonhda (instagram.com/sharonhda)

Main Cast: Oh Sehun, Kim Jong in, another EXO members.

Support Cast: Find it by your self.

Genre: Mystery, Brothership, a bit Horror.

Length: Oneshoot, 1000+ words.

Rating: terserah anda.

Author’s note: akhirnya FF abal abal ini selesai dalam hari yang singkat. NO PLAGIARISM PLEASE! And by the way, don’t be a silent reader. Love you!

***

Dasar anak aneh!

            Ada apa sih dengan anak itu?

                        Jangan dekat dekat dengannya! Dia berbahaya!

                                    Mukanya pucat seperti mayat, apakah dia zombie?

 

Kata kata itu sudah tidak asing lagi di telingaku: Hampir setiap hari kudengar. Bahkan bukan hampir lagi. Tapi setiap hari. Aku tidak pernah melewatkan satu haripun tanpa mendengar kata kata itu. Biasanya malah kata kata itu ditambah dengan kata yang lebih kasar. Tapi itu tidak menyakitiku, aku tidak peduli. Aku tidak butuh orang yang sok peduli, atau hanya membuatku menjadi bahan percobaan mereka. Aku hanya butuh seseorang…

Yang bisa melindungiku.

***

– Author POV –

“Sehun, jangan melamun! Ini sedang pelajaran!” teriak Mr. Kim pada Sehun. Sehun yang pikirannya sedang kosong hanya bisa mengangguk. Spontan murid-murid lain langsung berbisik-bisik ribut, seperti biasa: jika Sehun mulai bertingkah aneh, mereka akan dengan detail bergosip dan bercerita serta menyebarluaskan hal itu. Tapi Sehun acuh saja, ia tidak peduli.

Kring!

Bel istirahat. Sehun sendirian berjalan di koridor kelas menuju ke kantin. Namun tiba-tiba seorang guru meraih pundaknya. Sehun yang terkejut langsung membalikan badannya.

“Apakah kamu Oh Sehun?” Tanya Mrs. Cha, si guru bimbingan konseling.

Sehun mengangguk.

“Bisa ke ruangan saya sekarang?”

Ia mengangguk pelan.

Sehun yang bingung hanya bisa mengikuti Mrs. Cha dengan tanda Tanya besar. Kenapa aku dipanggil? Ah, paling-paling ini hanya karena keanehanku lagi. Mrs. Cha yang berjalan di samping Sehun hanya bisa diam. Beliau kasihan—sekaligus takut padanya. Sebenarnya Sehun adalah seorang cowok yang cukup tampan. Namun, ia lebih terlihat menyeramkan. Bahkan, Mrs. Cha mendapat ribuan laporan tentang keanehan Sehun. Tapi aku merasa biasa saja dengan murid yang satu ini. Dia tidak aneh! Batin Mrs. Cha.

 

***

Saat sampai di ruangan Mrs. Cha yang berada di ujung koridor, Mrs. Cha langsung membuka pintu. Lalu mereka berdua menemukan seorang namja yang sedang duduk sambil bermain handphone.  Mrs. Cha yang ingin menjelaskan semuanya langsung duduk di meja persegi panjangnya dan menyuruh Sehun duduk di sebelah namja itu.

“Nah, jadi begini. Saya ingin menjelaskan sesuatu.” Kata Mrs. Cha memulai. “Sehun, namja disebelahmu adalah anak dari teman saya. Ibunya adalah seorang psikiater, dan ayahnya adalah seorang pendeta. Dan saya ingin kalian berdua berteman dan saling memahami satu sama lain. Mengerti, kan, Sehun? Jongin?”

Mereka berdua mengangguk bersamaan, kemudian keluar dari ruangan Mrs. Cha. Mereka berjalan berdua, namun saling diam, Sehun asik dengan dunianya, namun namja itu sibuk dengan pemikiran: bagaimana aku mendekati anak aneh ini.

“Halo, aku Jongin. Kita ngobrol di belakang sekolah, ya?  Soalnya disana sepi.” Ujar Jongin memulai percakapan. Sehun yang sedari tadi bengong hanya mengikuti Jongin dari belakang, menuju taman di belakang sekolah. Jongin sebenarnya tahu keanehan Sehun, dan ia di suruh ibunya untuk membimbing Sehun menjadi normal.

Saat sampai, mereka duduk berhadapan di taman. Angin sepoi-sepoi menghembus kencang, membuat daun daun kering yang berjatuhan terbang.

“Kai-ssi.” Bisik Sehun. Kai yang bengong tiba-tiba tersadar. “Kenapa? Sebenarnya aku Jongin, bukan Kai. Tapi kalau kau mau memanggilku Kai, itu tak apa kok.” Ujar Jongin tersenyum lebar.

“Hm, bukan. Tapi kau akan dipanggil Kai. Mereka, murid serta guru disini akan memanggilmu Kai.” Kata Sehun aneh.

Jongin mengira Sehun hanya menerka-nerka.

“Kau tau dari mana?” Tanya Jongin serius.

“kamu tidak tahu kalau aku anak Indigo, kan? Bisa melihat hal-hal yang tidak bisa kamu lihat: masa depanmu, makhluk-makhluk disekelilingmu, semuanya.”

.

.

.

Jongin tidak terkejut. “Sekarang aku jadi tahu, Sehun.”

.

Sehun menatapnya lekat. Jongin membalasnya. Tatapan kosong Sehun memang menyeramkan. Tapi Jongin tidak takut, ia malah semakin ingin tahu tentang Sehun.

“Aku sering berbicara pada makhluk-makhluk menyeramkan di sekeliling sekolah ini. Memarahi mereka agar mereka tidak mengganggu kalian. Tapi setiap aku menghindar dari mereka, mereka selalu memancingku untuk berbicara. Mereka bahkan pernah masuk ke tanganku, jadi aku terpaksa berbicara dengan tanganku. Dan aku juga tahu kalau orang orang menganggapku aneh.” Cerita Sehun.

Jongin mengangguk, bergumam. Pertanda bahwa ia mendengarkan cerita Sehun.

“Berarti kau juga tahu kalau kau itu sebenarnya normal?” bisik Jongin.

“Aku tahu aku normal. I’m normal! Aku tidak gila. Mereka memang ada. Makhluk-makhluk itu memang ada! Mereka saja yan tidak tahu. Bayangan dari masa depan juga sering menghantuiku. Misalnya aku sedang melihat seorang guru, dan tiba tiba ada seperti film yang terputar di benakku. Aku jadi tidak bisa focus, hanya bisa bengong. Seperti juga ketika aku melihatmu tadi, saat kita saling diam. Aku tiba-tiba saja tahu kalau kau akan dipanggil Kai, kan?” kata Sehun berluap-luap.

“Baiklah. Ini sudah jam setengah sebelas, jam istirahat telah usai. Ayo balik ke kelas, nanti Mr. Wu marah.” Lanjut Sehun pada Jongin.

***

  • Sehun POV –

Pelajaran Mr. Wu sangat membosankan. Aku tak mengerti pelajaran Psikologi. Dan tadi Mr. Wu menjelaskan tentang gangguan jiwa karena trauma. Semua orang langsung menatapku, kecuali, ya, Kim Jongin. Hanya ia yang tau aku.

Dan saat pelajaran tadi, jujur saja aku bingung dan tidak fokus. Guru Wu punya masa depan yang aneh… ah sudahlah.

Jongin juga ingin berkunjung ke rumahku, katanya ingin lebih dekat denganku. Tapi aku senang sih, akhirnya ada yang menemaniku dari setan setan gila yang membuatku terganggu.

 

Cleck!

 

Bunyi pintu apartemenku terbuka.

“Kau tinggal sendiri?” kata Jongin. “ya.” Jawabku singkat.

Ia mengajakku duduk. Saat kami berhadapan, aku mendadak aku tidak bisa melihat masa depannya. Jarang sekali terjadi seperti ini. Kenapa ini? Ini aneh.

.

.

.

.

“Sehun..”

 

.

.

Saat aku melihatnya, aku terkejut.

Rambutnya mendadak berubah warna. Kulitnya lebih bersinar.

.

.

Apa kau ingin kehilangan kekuatanmu?” tanyanya ngeri.

.

Aku mengangguk.

 

 

Mendadak tangannya menyapu ke arah wajahku. Tangannya tak terasa, namun sangat halus, seperti air.

Sekarang kau bahagia?” katanya.

 

Lalu dia…

 

menghilang.

 

Sekarang aku merasa kosong.

 

 

***

 

Saat di sekolah, aku masih bingung atas hilangnya dia—Jongin.

 

Aku berlari pada Mrs. Cha, bertanya tentang Jongin.

 

“Hah? Tidak. Aku tidak pernah mengenalnya. Siapa Kim Jongin? Apakah kamu berkhayal lagi?”

 

Lalu…

 

Dia siapa?

 

 

 

 

THE END.

21 tanggapan untuk “I’m normal.”

  1. Jeng jeng jeng jenggg *backsound menstrim 😱
    Lalu kai itu siapa? Eh, maksudnya apa? Nahlho? Kasian sehun 😦 udah dapet temen eh ternyata temennya kek begitu juga 😦
    Good fic! Greget banget meski pendek juga :3
    Keep writing~

  2. keren.., 😀
    sequel donk.., ^^ =D
    kai makhluk apaan yak?? penasaran kan malahan.., ><
    sequel ya.., plis.., jebal.., ^^ 😀
    fighting thor!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s