I want to say I.L.U (Chapter 3)

i wan to say ILU CHAP 3_resized

 

 

 

Tittle : I want to say I.L.U (Chapter 3)

Author : marni_azza

Rating : PG-17

Genre : Romance, Family, and Friendship

Main cast :

-Oh Sehun (EXO)

-Kang Yongra (OC)

Other cast :

-Byun Baekhyun (EXO)

– Lee Haera (OC)

– Soh  Eungie (OC)

-Jung Juyeon (OC)

Disclaimer : This real my FF. Sebelumnya cerita ini aku tulis sebagai novel berjudul ‘Takut Cinta ‘  yang hanya sempat di baca oleh teman teman SMP ku tanpa di terbitkan 😀

                                      WARNING !!!

            Mungkin anda akan menemukan typo dimana mana.

Summary

     …aku memang sangat merindukannya dan aku ingin melihat wajahnya tapi itu Jeju…

 

Author prov

 

Semenjak kepergian Sehun, Yongra menjadi murung. Kalau biasanya dia yang paling banyak bicara saat berkumpul bersama Eungie dan Juyeon sekarang dia lah yang paling irit mengeluarkan suara, bahkan Yongra bisa dibilang hanya bicara saat temen temennya bertanya sesuatu padanya. Baekhyun tak tinggal diam melihat Yongra yang berubah aneh seperti sekarang secara tiba tiba, namja bersuara merdu ini selalu mencoba membuat lelucon lelucon aneh hanya untuk membuat Yongra tersenyum.

 

Tak hanya Baekhyun, Haera yang notabenenya adalah sepupu Yongra juga berusaha untuk mengembalikan keceriaan gadis itu tapi nihil. Yongra tetap setia dengan kediamannya. Ibu Yongra sendiripun penasaran kenapa Yongra terlihat begitu berbeda. Kalau setiap harinya mereka selalu bertengkar biasanya sekarang jangankan untuk bertengkar, bertatap wajah saja Yongra enggan. Dia hanya berada di dalam kamarnya yang luas saat di rumah.

 

Keadaan Yongra ini berlangsung cukup lama . Sampai hari kelulusan Yongra tetap menjadi Yongra yang sekarang, pendiam dan tak peduli dengan sekitarnya lagi. Semua murid di kelasnya sedang sibuk membicarakan tentang perayaan kelulusan mereka tapi Yongra dia malah sibuk mencoret coret bukunya. Menulis nama Sehun di mana mana di lembar putih itu. Yongra sudah terkena sindrom rindu yang sudah benar benar akut sepertinya.

 

 

“Yongra-ah…kita semua akan ke Jeju untuk merayakan kelulusan kita. Kau akan ikut kan?” Baekhyun tiba tiba datang, membuat Yongra segera menutup bukunya, tak ingin kalau kalau Baekhyun melihat apa isi tulisannya.

 

“…aku tidak tahu ” jawab Yongra setelah terdiam sesaat ketika mendengar kata Jeju di sebut. Benar, Jeju adalah tempat Sehun sekarang berada dan bukankah seharusnya dia segera bilang iya ketika Baekhyun mengajaknya pergi bersama kesana. Tapi ada satu masalah yang membuat Yongra bimbang, sehingga dia lebih memilih menjawab tidak tahu.

 

“Kenapa tidak tahu ?Pokoknya kau harus ikut. Ini kan perayaan kelulusan kita” seru Eungi tiba tiba ikut bergabung bersama Juyeon.

 

“Kau sudah sering sekali menolak ajakan kami untuk bersenang senang. Sekarang sudah waktunya kau bilang iya. Aku tidak tahu kenapa kau tiba tiba berubah tapi kalau ini karna kami sudah tahu bahwa kau adalah anak dari artis kau tidak perlu khawatir akan itu. Kami berjanji kami tidak akan mengganggu kehidupan keluargamu, kami tidak akan tanya tanya lagi soal ibumu”  ungkap Juyeon yang mengira bahwa sikap Yongra yang menghindar dari mereka adalah karna terungkapnya Yongra sebagai anak dari artis.

 

“Bukan karna itu, aku hanya…” Wajah Yongra terlihat bingung, dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskan keadaannya sekarang, apa yang menyebabkan dia seperti ini.

 

Baekhyun yang sadar kesulitan Yongra langsung mengambil tindakan. “Yaa Yaa !Jangan paksa Yongra, dia pasti punya alasan sendiri kenapa dia tak mau ikut”

 

“Tapi kan…”

 

“Sudah sudah sana kalian pergi, lebih baik kalian susun rencana untuk liburan kita dengan anak anak lainnya” usir Baekhyun sambil menarik tangan Eungi dan Juyeon menjauh dari Yongra.

 

“Jadi kau akan liburan ke Jeju?” Tanya Haera tiba tiba datang dari belakang tak lama setelah Baekhyun, Eungi dan Juyeon pergi .

 

“Entahlah aku tidak tahu…” jawab Yongra masih sama.

 

“Kenapa? Bukankah Sehun ada disana? Ya…Jeju memang tidak kecil dan untuk bertemu dengan Sehun disana bisa dibilang mustahil tapi setidaknya cobalah, siapa tahu kalian bertemu. Aku sudah sangat prustasi melihatmu bertingkah seperti ini. Kau tau, kau sekarang terlihat sangat menyedihkan karna selalu merindukan Sehun”

 

“Aku tahu…aku memang sangat merindukannya dan aku ingin melihat wajahnya tapi itu Jeju. Kau tau kan aku tidak mungkin pergi kesana ? Kalaupunn aku bisa kesana aku tidak akan menunggu sampai liburan kelulusan, aku akan pergi hari itu juga hari dimana Sehun pergi. Tapi sayangnya aku tidak bisa” Haera mencoba meresapi kata kata Yongra sambil mencoba mengingat alasan kenapa Yongra tidak bisa pergi ke pulau Jeju.

 

“Aaa… Aku ingat sekarang, ayahmu”

 

Yongra mengangguk membenarkan ucapan Yongra.

 

“Ayahmu tinggal di Jeju. Kalau ibumu tahu kau pergi kesana bisa bisa kau dikurung lagi oleh ibumu” lanjut Haera dengan ingatan masa kecil Yongra.

 

Dulu saat Yongra masih kelas satu SMP Yongra pernah mencoba kabur dari rumah, dan ternyata dia mencoba untuk pergi ke Jeju menemui ayahnya. Tapi sayang usaha Yongra gagal karna sang ibu mengetahuinya. Yongra di bawa oleh bodyguard bodyguard sewaan ibu Yongra pulang kerumah secara paksa dan sampai di rumah Yongra di sekap di dalam kamarnya selama satu minggu. Kejadian itulah yang membuat Yongra bertambah membenci ibunya tapi sebenci apapun dirinya Yongra tak pernah bisaa melepaskan diri karna dia takut kejadian saat itu akan  terulang kembali.

 

“Mungkin tak akan hanya seminggu tapi kali ini kurasa nenek sihir itu akan menyekapku dikamar selama sebulan”

 

“Itu menakutkan” sahut Haera bergidik ngeri ” Jadi apa kau tidak akan bertemu Sehun untuk selamanya ? Apa itu artinya cintamu yang belum dimulai ini akan berakhir”

 

“Sepertinya begitu”

 

“emm…asal kau tidak jadi gila saja”

 

“Ku rasa hampir…” jawab Yongra pelan.

 

Inilah nasib yang harus diterima Yongra dia ingin pergi tapi sayangnya tidak bisa. Kerumitan masalah keluarganya tak disangka malah mempersulit kisah cintanya.

 

….

 

 

Besok akan menjadi hari keberangkatan teman temannya ke Jeju untuk merayakan kelulusan mereka . Mereka semua mungkin sedang sibuk malam ini dengan segala persiapan yang harus di bawa tapi Yongra dia masih berdiam diri  sambil memandangi fhoto Sehun. Hanya bisa menghembuskan nafas pasrah karna dirasa takk kan pernah bisa bertemu dengan lelaki plaboy yang dicintainya itu.

 

TOK! TOK! TOK!

 

Yongra langsung mengarahkan tatapannya kearah pintu kamarnya sendiri usai mendengar suara ketukan dari luar, beberapa detik kemudian pintu itu terbuka dan masuklah sosok wanita paruh baya yang sangat di kenalnya itu.

 

Ibunya masuk dengan senyum diwajahnya tapi Yongra dia malah mengatur posisinya seperti orang yang bersiap untuk pergi tidur.

 

“Apa kau sudah tidur?”

 

“Baru ingin, tapi setelah ibu datang aku benar benar ingin tidur”

 

“Ibu dengar teman temanmu pergi berlibur untuk merayakan kelulusan mereka. Bagaimana denganmu, apa kau tidak ikut dengan mereka?” tanya ibunya mencoba untuk tidak memperdulikan sikap Yongra yang jutek.

 

“Apa aku boleh ikut?”

 

“Tentu saja, kenapa tidak?” Yongra langsung bangkit dari pembaringannya. Ia sekarang sedang memposisikan tubuhnya duduk disamping sang ibu yang sudah duluan duduk di pinggiran kasurnya.

 

“Ibu serius!”

 

“Ibu tidak tahu kau punya masalah apa ? Yang ibu lihat selama ini kau hanya mengurung dirimu di kamar. Pergi berlibur bersama teman temanmu adalah satu cara yang bagus untuk melupakan masalah.” saran Ibu Yongra ” Jadi pergilah ke Macau bersama teman temanmu”

 

“Macau?”

 

Ibu Yongea mengangguk “Haera yang memberitahu ibu kalau teman temanmu memutuskan pergi ke Macau”

 

“Ach…De! Kami akan liburan ke sana” sempat bingung kenapa tempat lain yang di sebut sang ibu, Yongra akhirnya mengiyakan juga. Toh Haeralah yang melakukan ini, itu artinya sepupunya itu sedang mencoba membantunya keluar dari masalah.

 

 

liburan Yongra dan kawan kawannya akan berlangsung selama semingu tapi ini sudah hari terakhir dan Yongra belum bertemu juga dengan Sehun. Seperti yang dikatakan Haera Jeju bukanlah tempat yang kecil kalau Yongra bisa bertemupun nantinya dengan Sehun itulah pastilah takdir.

 

Melihat Yongra tetap bersikap sama walau sudah mau ikut berlibur, Baekhyun menjadi bertambah khawatir. Sebenarnya Baekhyun sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Yongra tapi Haera melarangnya untuk ingin tahu. Haera memberitahu Baekhyun kalau sebaiknya Baekhyun tak mencoba mencari tahu karna Yongra adalah orang tak suka urusannya di campuri. ‘Hanya hibur dia’ itulah yang di katakan Haera pada Baekhyun.

 

Untuk menghibur Yongra hari ini Baekhyun mengajak Yongra untuk berkeliling Jeju berdua saja . Yongra sempat menolak tapi Baekhyun terus saja memohon, membuat Yongra merasa tak enak dan akhirnya secara terpaksa mengiyakannya. Seharian mereka pergi ketempat tempat indah yang ada di Jeju, dengan kamera yang dibawanya Baekhyun memotret semua pemandangan indah itu. Tak lupa juga ia memotret Yongra secara diam diam tentunya, karna Baekhyun tahu Yongra tak suka berfhoto.

 

“Aku benar benar bingung apa yang harus kulakukan lagi untukmu agar aku bisa melihat senyummu lagi. Kau tiba tiba berubah setelah keluar dari rumah sakit. Aku mencoba menahan diriku untuk tahu apa sebenarnya yang terjadi padamu. Tapi tidak tahu apa apa seperti ini membuatku semakin khawatir” ungkap Baekhyun ketika dirinya dan Yongra sekarang sudah ada di rumah makan untuk mengisi rasa lapar di perut mereka karna sudah berkeliling ke sana kemari sedari pagi tadi.

 

“Maafkan aku… Aku tidak bermaksud membuatmu dan yang lain khawatir. Aku hanya perlu waktu untuk sendiri. Maaf…” Yongra bangkit dari duduknya. Dia berpikir untuk kembali ke penginapan lebih dulu, karna berlama lama duduk dengan Baekhyun disini hanya akan membuat Baekhyun terus mencoba mencari tahu tentangnya dan Yongra tak suka itu.

 

“Tapi sampai kapan?” tanya Baekhyun menangkap tangan Yongra menahan gadis itu untuk pergi. “Aku mohon kembalilah seperti Yongra seperti dulu. Melihatmu seperti ini membuat hatiku terluka”

 

Yongra tertegun mendengar pernyataan Baekhyun. Dia terdiam melihat kearah namja yang sudah ikut bangkit dari duduknya itu dan sekarang berdiri dismpingnya.

 

“Aku menyukaimu Kang Yongra . Kembalilah seperti dulu dan lihatlah kearahku. Lupakan semua yang membuatmu terluka sampai jadi seperti ini. Aku akan membantumu, asal kau selalu disisiku. Aku yakin bisa membuatmu tersenyum lagi”

 

Mata Yongra sedikit melebar. Baekhyun benar benar memberikan kejutan padanya. Walau Yongra sadar Baekhyun selalu baik dan memberikan perhatian lebih tapi Yongra berpikir itu semua bukan karna lelaki itu menyukainya tapi itu karna Yongra sudah menolong pembiyaan operasi ibu Baekhyun.

 

Tidak tahu harus menjawab apa Yongra hanya bisa menatap Baekhyun bingung. Selama tatapannya itu pula Yongra tak sengaja melihat sesorang melintas keluar dari rumah makan. Dan orang itu sangatlah mirip dengan Sehun. Setidaknya dilihat dari postur tubuhnya . Tanpa ingat Baekhyun yang ada di depannya. Yongra segera bergegas mengejar orang yang mirip Sehun itu. Dia melepaskan begitu saja tangan Baekhyun darinya tanpa melihat ke namja itu. Baekhyun tentu bingung kenapa tiba tiba Yongra berlari keluar dari rumah makan, Baekhyunpun ingin mengejar Yongra . Tapi ingat bahwa makanannya belum di bayar Baekhyun mengurungkan niatnya pergi begitu saja.

 

Sementara itu Yongra terus berlari kecil mengejar lelaki berbaju merah yang di rasanya Sehun itu.

 

BRUK !

 

Terlalu fokus mengejar Sehun Yongra tak lagi memperhatikan jalan hingga dirinya tak sengaja menabrak seseorang. Hingga bunga bunga yang dibawa oleh seorang gadis yang menjadi korban tabrak Yongra berhamburan di jalan. Merasa bersalah Yongrapun ikut membantu memunguti bunga bunga itu dan memilih untuk berhenti mengejar namja mirip Sehun itu.

 

“Maafkan aku..aku tidak sengaja” kata Yongra membuka suara dengan mata yang masih sibuk memunguti bunga bunga tanpa melihat kearah gadis pemiliknya.

 

“Yong…ra” gadis pemilik bunga itu tiba tiba mengucapkan nama Yongra. Membuat Yongra heran dan akhirnya melihat kearah gadis itu mencoba mencari tahu apakah mereka saling mengenal.

 

Mata Yongra membulat. Yongra bukan hanya mengenal gadis di depannya ini. Yongra bahkan merasa seperti melihat dirinya sendiri dalam persi lain ketika melihat gadis ini .

 

“Yongmi…” kata Yongra juga menyebutkan nama gadis itu.

 

Benar…Yongmi adalah saudarnya Yongra. Lebih tepatnya saudara kembar Yongra, satu hal yang harus diingat. Ayah Yongra tinggal di Jeju itulah penyebab ibunya melarangnya kepulau indah ini. Dan tentunya ayah Yongra tak tinggal sendiri disini. Ayahnya tinggal bersama saudara kembarnya Yongmi.

 

 

“Aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi. Bagaimana kabarmu?” tanya gadis yang di panggil Yongmi oleh Yongra tadi .Mereka sekarang sudah duduk bersama di salah satu bangku panjang yang berada di pinggiran jalan

 

“Seperti yang kau lihat aku baik” jawab Yongra dengan ekspresi tak bersahabat.

 

“…aku menonton berita beberapa bulan tentang ibu. Akhirnya ibu mengaku memiliki seorang anak. Dan sekarang dunia sudah tahu bahwa kau anaknya. Bagaimana ? Apa menyenangkan menjadi anak dari seorang artis? ”

 

“Kenapa? Apa kau iri padaku ? Ibu hanya mengatakan dia punya seorang anak, padahal dia punya dua. Dalam pengertian lain dia hanya mengakui aku sebagai anaknya tapi tidak denganmu . Kau pasti sangat marah saat menonton berita itu kan?”  Yongra mencoba memancing amarah kembarannya.

 

Sejak dulu Yongra sangat tidak suka dengan sikap Yongmi yang berpura pura tegar. Anak itu terlalu baik menurut Yongra, dan awal kebencian Yongra pada Yongmi muncul ketika Yongmi setuju keputusan orangtuanya untuk dipisahkan dengannya. Padahal Yongra berharap mereka tetap tinggal bersama walau kedua orangtua mereka berpisah. Seandainya saja Yongmi setuju untuk tetap bersamanya mungkin Yongra tidak akan melalui hidup ini dengan rasa kesepian dan haus kasih sayang.

 

“Aku tidak marah. Aku ikut senang untukmu…”

 

“Cih ! ikut senang…kau pikir aku senang?”

 

“…kau tidak senang?”

 

“Lupakan! ” Yongra memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan tidak mengenakan ini . Dia berdiri dari duduknya seperti bersiap ingin pergi.

 

“Kau akan pergi ?”

 

“Aku disini untuk liburan ? Jadi tidak ada alasan untukku bicara lebih lama padamu”

 

Yongmi menghela nafas, lalu ikut berdiri juga ” apa kau tidak ingin menemui ayah?”

 

Yongra terkejap, dia mengarahkan pandangannya lagi ke Yongmi. Yongra tentu juga sangat ingin bertemu dengan ayahnya sekarang tapi kalau Ibunya tahu dia menemui ayahnya. Yongra tak yakin dia akan menyelesaikan liburan ini. Mungkin bodyguard sewaan ibunya akan menyeretnya pergi sesaat setelah dia bertemu dengan sang ayah

seperti dulu.

 

 

“Tidak…sudah ku bilang ku kesini untuk liburan bukan bertemu kau ataupun ayah ”

 

Yongmi menahan tangan Yongra yang ingin beranjak pergi.

 

“Ku mohon temuilah ayah sekali saja, dia sangat merindukanmu…” pinta Yongmi. Wajahnya penuh harap dan sangat memelas.

 

Yongra terdiam. Ketakutannya akan ibunya memang besar tapi keinginannya melihat sang ayah barang sekali saja juga sama besarnya. Dengan perasaan ragu Yongra tetap mencoba menganggukkan kepalanya. Ya…dia sudah memutuskan, dari pada nantinya menyesal Yongra lebih memilih bertemu sang ayah.

 

….

 

Yongmi masuk ke sebuah restoran dengan didiringi Yongra. Semua perhatian pekerja di restoran itu langsung mengarah kepada gadis itu terlebih kepada gadis bertopi dibelakang Yongmi. Maklum Yongmi adalah anak dari pemilik restoran ini.

 

Agar tidak menarik perhatian orang orang Yongra sengaja memakai topi, maklum wajahnya yang sama persis dengan Yongmi pasti nanti akan membuat semua melirik ke arah mereka pikirnya.

 

“Duduklah…” Yongmi berhenti dekat sebuah meja yang berada paling pojok restoran ini bermaksud mempersilahkan Yongra untuk menempatinya.

 

Yongra mengikuti keinginan kembarannya dia menggeser kursi di sampingnya dan duduk di situ.

 

“Lay ssi !”

 

“De, nona!” lelaki  di panggil Yongmi itu bergegas mendekat ke arah Yongmi.

 

“Apa ayahku ada di dapur?” tanya Yongmi menebak keberadaan sang ayah yang memang lebih sering menghabiskan waktunya di dapur karna sang ayah adalah Chef dari restoran miliknya sendiri ini.

 

“Yup, seperti biasanya”

 

“Bisakah kau memanggilkannya kemari?”

 

“Ok!” jawab Lay yang merupakan salah satu pelayan part time di restoran ini. Lay cukup dekat dengan Yongmi karna mereka seumuran dan juga satu sekolah.

 

Lay bergegas ke belakang tepatnya ke dapur, melaksanakan permintaan Yongmi untuk memanggilkan sang Ayah.

 

Tak perlu waktu lama ayah Yongmi langsung keluar dari dapur bersama Lay di belakangnya, mendekat ke arah meja tempat Yongmi dan seseorang yang masih belum bisa dikenali lelaki paruh baya itu.

 

Melihat ayahnya mendekat, Yongmi segera bangkit dari duduknya, begitupun Yongra yang tak berhenti menatap tak percaya di balik kaca mata hitamnya karna bisa melihat sang ayah setelah hampir lima tahun.

 

“Ada apa kau memanggil ayah keluar? Apa kau ingin mengenalkan teman barumu?” tanya ayah Yongmi mendekat .

 

“dia bukan teman baruku ayah. Dia…”Yongmi melirik ke arah Yongra.

 

Paham maksud lirikan sang adik, Yongra secara perlahan membuka topi dan kacamata hitam yang menutupi dirinya.

 

“Yongra…” satu nama langsung keluar dari mulut ayah Yongmi. Matanya menatap pasti, memastikan kalau gadis di depannya ini adalah anaknya yang lain.

 

Keterkejutan tak hanya di alami ayah Yongmi tapi seluruh pelayan restoran ini juga terkejut melihat gadis yang di bawa anak majikan mereka memiliki wajah yang sama persis dengan Yongmi.

 

Ayah Yongmi semakin mendekatkan tubuhnya pada Yongra, mengangkat sebelah tangannya dan menggapai wajah gadis itu. Walau setiap hari wajah yang sama persis dengan Yongmi ini selalu dilihatnya tapi rasanya tetap saja ayah Yongmi selalu merindukannya. Merindukan anak yang ditinggalkannya.

 

Sebuah pelukan di dapatkan Yongra ketika ayahnya sudah benar benar yakin bahwa di depannya benar benar adalah Yongra bukan hanya khayalan yang selalu ada di hari hari sebelumnya.

 

Awalnya Yongra menikmati pelukan hangat dari sang ayah tapi lama kelamaan Yongra sadar dia tak boleh seperti ini. Dia tak ingin ayahnya mengira dia kesini untuk menemui sang ayah dan kembarannya. Dan alasan yang lebihnya adalah Yongra tak ingin dirinya larut dalam suasana yang sangat ia impikan ini. Ya, Yongra bermimpi dia bisa tinggal bersama dengan ayah dan saudaranya bukan dengan ibunya yang hanya mementingkan pekerjaan dan menelantarkannya. Tapi impian itu tak mungkin di wujudkan karna perjanjian sudah jelas bahwa dirinya tinggal dengan ibunya dan Yongmi tinggal dengan ayahnya setelah kedua otangtuanya bercerai.

 

“Ayah benar benar merindukanmu, putriku”

 

“iya iya…aku tahu tapi tolong hentikan pelukan ini. Aku tidak bisa bernafas ” ungkap Yongra beralasan dan  berusaha melepaskan pelukan sang ayah. Tentu itu hanyalah kepura puraan dan alasannya saja.

 

“Oh maaf ! Ini karna ayah terlalu senang” katanya sambil mundur setelah melepaskan pelukan eratnya tadi.

 

Yongra langsung merapikan bajunya yang kusut karna di peluk sang ayah. Menampakan seakan dia tak suka di peluk karna akan membuat bajunya kusut, melihat itu Yongmi mengerutkan dahinya tak suka. Pa lagi ayahnya juga terlihat kecewa dengan sikap Yongra yang menganggap hanya ayahnya  disini yang senang melihat Yongra tapi tidak dengan Yongra.

 

“Bagaimana kabarmu nak? Apa kau baik baik saja ? Wah…kau tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik! Oh iya bagaimana dengan sekolahmu? Kau sudah luluskan ? Hasil ujianmu bagaimana ? Yongmi mendapatkan peringkat pertama untuk hasil ujiannya bagimana denganmu? Kau juga begitukan ? Kalian kembar pastilah sama. Iyakan ? “mencoba tidak peduli dengan sikap Yongra padanya. Ayah Yongmi  kembali ke seperti biasa, selalu ceria. Ia menarik Yongra untuk kembali duduk dengan diikuti dirinya . Yongmi yang dari tadi hanya diam juga ikut duduk bersama keluarga kecilnya ini.

 

“Tidak. Aku memang lulus tapi dengan nilai terendah. Aku dan Yongmi kami berbeda jadi jangan coba untuk menyamakannya seperti yang dulu pernah ayah lakukan”

 

Ayahnya terlihat tekejap dengan jawaban Yongra, gadis ini sungguh sudah sangat membenci dirinya pikir sang ayah. Maklum saja sebenarnya ide untuk membagi anaknya menjadi dua adalah sang ayah. Dan si kembar mengetahui kenyataan ini, karna itulah juga Yongra merendam amarah pada sang ayah walau sangat masih mencintainya.

 

“Ehem…kau pasti lapar Yongra, apa kau mau makan sesuatu. Ayah akan membuatkannya untukmu” ayah Yongra mencoba untuk mengalihkan pembicaraan karna dia tahu kalau pembicaraan ini di teruskan mungkin dirinya tak memiliki kesempatan lai  untuk melihat sang anak lagi.

 

“Aku tidak lapar, aku kesini bu_”

 

“Omlet !kau dulu sangat suka omlet buatan ayah, ayah akan membuatkannya khusus untukmu hari ini. Tungu sebentar ya…” Yongra belum selesai bicara tapi ayahnya sudah lebih dulu berucap kembali dan tanpa persetujuan Yongra. Sang ayah sudah kembali lagi ke dapur membuatkan makanan yang saat kecil sangat di sukai Yongra.

 

“Kau keterlaluan ” setelah cukup sabar diam melihat tingkah tak sopan Yongra pada Ayah mereka akhirnya Yongmi buka mulut ” Bagaimana bisa kau bersikap seperti itu padanya. Dia ayahmu juga. Dia orangtua kita”

 

” Aku tahu, tapi dia orangtua yang tega meninggalkan anaknya dan memisahkannya dari saudarnyanya”

 

“Dari dulu kau tak pernah berubah. Kau masih saja berpikir orangtua kita mau memisahkan kita dengan sengaja. Kau seharusnya sudah mengerti sekarang kalau merka melakukan itu karna mereka terpaksa. Itu adalah pilihan terakhir mereka. Kalau mereka tidak bercerai dan berpisah merka hanya akan terus ribut dan menelantarkan kita. Dan kita hanya bisa menangis melihat mereka bertengkar setiap hari di depan kita. Seharusnya kau paham”

 

“Tapi pada kenyataannya, walaupun mereka sudah berpisah. Aku tetap merasa terlantar dan di abaikan. Aku juga tetap menangis dan kau tau…apa yang paling menydihkan ? Aku menangis sendirian, tidak ada seorangpun yang memelukku…seperti dulu”

 

“Yongra…” Yongmi terkejap mendengar pengakuan Yongra . Dia bahkan sudah bisa melihat bulir air mata Yongra yang sekuat tenaga di tahan Yongra agar tak jatuh membasahi pipinya.

 

“Kalau kau sih enak?  kau tinggal bersama ayah. Melihat cara bicara ayah padamu yang begitu lembut dan betapa dia bangga karna prestasimu. Sepertinya dia sangat menyayangimu dan  kau pasti tak pernah di abaikan seperti aku kan?”

 

“Dia tak hanya menyayangiku, dia juga sangat menyayangimu. Seandainya kau tau betapa dia merindukanmu. Dia bahkan meneteskan air matanya hanya dengan melihatmu di tv waktu itu. Dan sekarang aku yakin dia juga sedang menangis bahagia di dapur karna sudah bisa bertemu denganmu langsung” Yongmi mencoba memberi pengetian ke Yongra. Bahwa apa yang dipikirkannya selama ini salah. Bahwa ayah mereka mencintai mereka sama besarnya.

 

Yongra diam, dia tak bisa menyahut apa apa lagi. Walaupun Yongra masih marah pada ayahnya tapi seperti yang Yongmi katakan sebenarnya Yongra juga menyadari betapa ayahnya menyayanginya.

Namun kediaman itu hanya sementara, mulutnya terbuka lagi untuk bersuara, mencoba menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.

 

“Sudahlah bagiku kau dan ayah hanya masa lalu. Dan rasa sayang itu sudah tidak ku perlukan lagi”

 

“Tapi_”

 

“Kurasa aku harus pergi sekarang ” Yongra bangkit dari duduknya membuat Yongmi menghentikan perkataannya.

 

“Jangan pergi dulu. Ayah sedang membuatkan makanan untukmu. Makanlah dulu…”

 

“Sudah ku katakan ku kesini bukan untuk kalian, juga bukan untuk makan !” Yongra terus berjalan, tak peduli Yongmi yang mencoba menghentikannya.

 

Melihat sikap kembarannya yang tetap angkuh, Yongmi hanya bisa menghela nafas dan menyerah untuk membujuk Yongra tetap tinggal lebih lama . Yongmipun hanya mengikuti Yongra dari belakang sampai gadis itu membuka pintu restoran untuk keluar , tapi tiba tiba saja langkah Yongra terhenti membuat Yongmi mengarahkan pandangan ke mana Yongra menatap.

 

“Ada apa ?” tanya Yongmi bingung dengan tubuh Yongra mematung

 

“Sehun…” dengan pelan Yongra mengucapkan nama laki laki yang menjadi alasan terkuatnya ikut berlibur ke Jeju.

 

Benar Yongra melihat Sehun, lelaki itu ada di toko bunga tepat di sebrang restoran milik ayahnya. Walau tidak dengan jelas tapi Yongra yakin lelaki yang sedang bicara sambil sesekali menampakkkan senyumnya kepada wanita paruh baya yang ada di dekatnya itu adalah lelaki yang ingin dia ucapkan I love You. Ya, itu Sehun dia berada di dalam toko bunga itu dan Yongra

yakin walau dinding kaca menghalangi penglihatannya.

 

“apa yang kau lihat? ”

 

“lelaki itu…”

 

Yongmi mengrahkan pandangannya ke mana yongra melihat dan dia langsung memgembangkan senyumnya setelah mendapatkan objek yang di amati Yongra sedari tdi.

 

“Dia Sehun. Da teman sekolahku. Dai juga berasal dari Seoul. Apa kau mengeanalnya?”

 

Yongra langsung tersentak mendengar pernytaan kembarannnya. Matanya langsung beralih menatap Yongmi.

 

“Jadi apa kau mengenalnya juga? ” tanya yongmi sekali lagi ingin memastikam. Karna dari tatapan Yongra pada Sehun sepertinya gadis itu memang kenal.

 

“….ani. Aku tidak mengenalnya. Tadinya Ku pikir dia orang yang ku kenal tapi sepertinya bukan” Yongra mengelak. Entah kenapa dia ingin bicara seperti itu, berpura pura bahwa dia tak mengenal lelaki yang sekarang ini diakui Yongmi adalah temannya.

 

Masih dengan tatapan mata yang tertuju pada Sehun , Yongra pergi meninggalkan Yongmi. Dia kembali kehotelnya, selama di perjalanan dalam taxi dia selalu memikirkan bagaimana ceritanya Yongmi dan Sehun bisa saling kenal tanpa mengetahui bahwa Yongra juga mengenal lelaki itu.

 

Saat Sehun bertemu dengan Yongmi pastilah lelaki itu sadar bahwa wajahnya mirip dengan Yongra. Tapi melihat Yongmi bertanya padanya apa dia mengenal Sehun. Tentu itu artinya Sehun tak pernah mengungkit dia mengenal Yongra, gadis yang berwajah mirip dengan Yongmi. Jadi apakah ini artinya Sehun menutupi kenyataan bahwa dia mengenal Yongra atau Sehun sama sekali tak menyadari bahwa Yongmi mirip dengannya, tapi itu mustahil mereka kembar identik. Sehun pastilah sadar kemiripan keduanya.

 

 

“Hallo Yongra !!! Akhirnya kau menelponku. Kupikir kau terlalau sibuk dengan liburanmu” suara Haera terdengar nyaring di seberang sana.

 

Sekarang Yongra sedang menelpon sepupu sekaligus teman curhatnya itu.

 

“Ada sesuatu yang ingin ku ceritakan” ungkap Yongra.

 

“Tentu saja…kau harus bercerita padaku. Kenapa? Apa kau bertemu Sehun disana?”tebak Haera antusias.

 

“Kau benar. Ku bertemu dengannya”

 

“Mwo? Wahh…dunia ternyta benar benar sempit atau kalian memang berjodoh. Selamat Yongra-ah”

 

“Tapi aku iuga bertemu dengan Yongmi dan ayahku” aku Yongra dengan suara pelan.

 

“Benarkah? Wow daebak!!!”

 

“Tapi bukan itu yang ingin ku ceritakan padamu?”

 

“Lalu apa?” tanya Haera tak mengerti.

 

“Yongmi dia mengenal Sehun”

 

“Benarkah? Bagaimna bisa?”

 

“Mereka satu sekolah”

 

“Kalau begitu berarti Sehun tahu kau kembar?”

 

“Entahlah…aku tidak tahu”

 

“Kenapa kau tidak bertanya pada Yongmi?”

 

“Tidak ! Aku tidak ingin dia tahu aku menyukai Sehun. Kau tau kan hanya kau satu satunya yang bisa ku percaya untuk mengetahui hal ini”

 

“Lalu sekarang bagaimana? Kalau Sehun mengenal Yongmi itu artinya mungkin saja dia tahu kau kembar

 

“Tidak, sepertinya Sehun tidak memberitahu apapun tentangku pada Yongmi karna Yongmi bertanya padaku apa aku mengenalnya”

 

“Aduh…aku jadi pusing mendengar ceritamu. Intiya saja. Sekarang kau mau bagimana. Bukankah liburanmu sudah selesai dan kau akan kembali besok”

 

“Ku rasa aku akan melakukan hal itu untuk mencari tahu yang sebenarnya. Kenapa Sehun menyembunyikan fakta bahwa dia mengenalku”

 

“Melakukan iu…melakukan apa?”

 

“Aku…akan bertukar tempat dengan Yongmi” akhirnya Yongra mengatakan ide gilanya.

 

Yongra sudah memikirkan ide ini sejak dia duduk di taxi menuju hotelnya tadi. Menurut Yongra ini satu satunya cara agar Yongra bisa tahu cerita yang sebenarnya. Cerita bagaimna saudara kembarnya bisa mengenal Sehun tanpa tahu Sehun juga mengenalnya.

 

“Yaa! Kau gila ! Kalau kau ketahuan ibumu bagaimna?” Haera kembali berseru, gadis itu mengingatkan resiko yang mungkin akan di hadapinya bila dia tetap melakukan ide itu.

 

“Masalah itu akan kupikirkan nanti. Sekarang ini satu satunya cara bagiku untuk mengetahui semuanya. Dan ini kurasa satu satunya cara agar aku bisa berada didekatnya.”

 

“Untuk apa kau di dekatnya kalau dia menegnalmu sebagai orang lain”

 

“Tidak…aku akan mengatakan siapa diriku dan aku akan menayakan padanya kenapa dia mencium gadis lain setelah dia mengatakan menyukaiku”

 

“Kau gila”

 

“Segila apapun aku, kau terap rus mendukungku”

 

“tentu saja. Kapan aku tidak melakukannya? Aku hanya berharap semua ini berujung indah”

 

“Gomawo…” Yongra mengembangkan senyumnya. Dia tahu Haera akan mendukung dan membantunya.

 

 

Pagi pagi sekali Yongra sudah berada kembali di depan restoran milik ayahnya. Tekadnya sudah bulat untuk melakukan ide pertukaran itu, hanya saja Yongra bingung dia sebaiknya menunggu di luar sampai Yomgmi keluar atau masuk kedalam sendiri. Cukup lama dia berdiam diri di depan restoran sampai akhirnya Yongra melihat ongmi membuka pintu restoran itu.

 

“Yongra…kau kembali ku pikir kau tidak akan mau ke sini lagi” seru Yongmi, senyummya mengembang bisa melihat kembarannya lagi.

 

“Aku ingin bicara denganmu”

 

“Bicara…”

 

“Ayo ikut aku, kita bicara di tempat lain” ajak Yongra lalu berjalan mendahului Yongmi tanpa menunggu jawaban Yongmi apa dia mau atau tidak bocara padanya. Tapi terlihat dari Yongmi yang mengikutinya berjalan di belakang, sepertinya Yongmi mau mau saja.

 

Yongra menghentikan perjalanan mereka di sebuah taman kecil yang tak jauh dari restoran. Kedua anak kembar itupun duduk di bangku panjang tepat di bawah pohon yang ada di taman itu.

 

“Yongmi…apa kau merindukan ibu?” tanya Yongra pertama membuka mulutnya.

 

“De? Kenapa kau tiba tiba menayakan hal itu?” Yongra sedikit menaikan alisannya. Bingung kenapa saudaranya ini tiba tiba mengungkit tentang perasaannya.

 

“Jawab saja. Kau rindu apa tidak? ”

 

“Aku,,,”

 

“Aku rindu! Aku menyadari aku sangat merindukan ayah selama ini. Dan aku yakin kau juga begitukan? Kau merindukan ibu?” melihat Yongmi ragu menjawab Yongra memilih berucap lagi dan menjabarkan perasaannya akan kerinduannya pada sang ayah

 

“Kau benar. Aku sangat merindukannya. Tiap hari aku menungui di depan tv, berharap wajahnya bisa kulihat di sana” pada akhirnya Yongmi ikut mengakui bahwa dia juga kerindukan orangtua yang tak dilihatnya selama hampir 7 tahun.

 

“Kalau begitu aku akan memberikan kesempata  bagimu untuk melepaskan rindumu itu”

 

“maksudmu?”

 

“ayo kita bertukar tempat”

 

“mwo?” pekik Yongmi terkejut mendengar ajakan Yongra,

 

“siang ini pesawatku akan landas. Aku akan kembali ke seoul. Tapi setelah aku bertemu denganmu dan Ayah aku merasa ingin lebih lama di sini. Aku ingin merasakan tinggal bersama ayah. Jadi kau juga cobalah tinggal bersama ibu menggantikan aku. Ayo kita sama sama melepaskan rindu kita” untuk meyakinkan Yongmi, Yongra berusaha menjabarkan keinginannya dengan tulus berharap Yongmi mau melakukan pertukaran itu,

 

“Tapi…kalau ayah dan ibu tau hal ini mereka akan marah besar.”

 

“Itu kalau mereka tahu. Kalau tidak. Maka semuanya akan baik baik saja. Ayolah ini buukan untuk selamanya. Hanya sementara. Hanya sampai kau dan aku sudah merasa puas” bujuk Yongra tanpa patah arang.

 

“…aku…”

 

Lagi lagi Yongmi meragu berkata, Yongra yang tak sabarpun akhirnya berdiri dan mengeluarkan secarik kertas yang diatasnya sudah terrtulis nomor hpnya .”Hubungi aku kalau kau sudah memutuskan, waktumu hanya ada tiga jam untuk memikirkannya”

 

“. Sekali lagi ku bilang padamu. Aku sangat merindukan ayah dan aku ingin merasakan  tinggal bersamanya walau hanya sebentar dan aku percaya kaupun juga begitu.” sebelum pergi untuk terakhir kalinya Yongra meyakinkan Yongmi kembali.

 

Yongmi menatapi kerras yang diambilnya dari Yongra, sedang Yongra sekarang sudah berjalan meninggalkannya.

 

 

Bersama dengan teman temannya Yongra menunggu di penerbangan pesawat dengan cemas Yongram terus terusan menatapi handphonenya berharap ada panggilan dari Yongmi.

 

Waktu Yongra sebentar lagi tapi Yongmi belum juga menelponnya.

 

“Ada apa? Kau terlihat cemas?” tanya baekhyun yang mengetahui kegelisahan Yongra yang duduk di sampingnya.

 

“Tidak apa apa. Aku hanya_”perkataan Yongra terhenti ketika handphonenya berdering. Yongra langsung mengangkat telpon yang ternyta dari Yongmi . Tidak ingin baekhyun mendengar percakapannya Yongrapun pergi sedikit menjauh untuk menerima panggilannitu.

 

“ini aku. Yongmi… Aku mau bertukar tempat” Yongmi disebrang sana langsung mengungkapkan kesetujuannya ketika Yongra sudah menerima panggilannya.

 

“Bagus! Temui aku di bandara, kita akan bertukar tempat dia sini”

 

TBC…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 tanggapan untuk “I want to say I.L.U (Chapter 3)”

  1. Woah bagaimana reaksi sehun kalau tau itu youngra bukan youngmi.
    Next chapternya ya thor.
    Menarik apalagi baekhyun menyukai youngra sebenarnya sehun menyukai youngra atau youngmi sih?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s