“BECAUSE IT’S YOU” Chapter 1

 

Tittle : Because It’s You

Author : @Authorluckimumu

Cast : Kai and Krystal

Other Cast : Kris, Sooji (suzy miss a), families

Genre : Romance, School Life

Length : Multi chapter

Disclaimer : Hai saya lucki mumu, ini adalah ff ku yang pertama yang ku kirimkan di Exo Fanfiction

Indonesia. FF ini adalah karyaku sendiri yang terinspirasi dari MV-nya Jin-Gone. Thanks

Chapter 1

 

 

*Membicarakan nama mereka yang telah mati, akan membuat mereka kembali hidup* pepatah mesir.

Dengan membawa dua botol soda di tangannya, Krystal berlari menyusuri lorong sekolahan yang sudah sepi itu. Sekarang sudah pukul sepuluh lewat lima belas menit waktu Korea Selatan. Ia terus berlari menaiki anak tangga. Yang ada dipikirannya kini mungkin kekasih yang sedang menunggunya di perpustakaan yang ada di lantai dua. Gadis itu memasuki perpustakaan.

Dan benar saja, seorang laki-laki tampan dengan seragam lengkap yang masih menempel di tubuhnya itu sedang belajar sambil mendengarkan musik menggunakan earphonenya bewarna putih. Krystal tersenyum lalu berjalan mendekati laki-laki itu. Kai, laki-laki tampan itu tentu saja tidak mendengar langkah kaki Krystal.

“tuk” Krystal meletakkan kaleng soda di hadapan Kai. Laki- laki itu mendongak dan mendapati Krystal sedang tersenyum padanya dengan nafas tersengal-sengal. Kai melepaskan earphonenya. “kau berlari lagi” tanya Kai.

Krystal belum menjawabnya lalu ia duduk di samping Kai. “kenapa? Berlari di malam seperti ini akan membuat berat badanku menurun” kata Krystal enteng. “ini sangat efektif”

Kai mengeluarkan sapu tangan dari sapu celananya lantas menyeka keringat di wajah cantik Kekasihnya itu. “Seharusnya kau tidak menurunkan berat badan. Tapi menambah berat badan.” Kata Kai lalu membuka tutup kaleng soda milik Krystal. Meletakkannya di hadapan Krystal lalu membuka miliknya. “menambah dua kg”

“kau menyukaiku gemuk? Gemuk seperti ini?” gadis itu menggelembungkan pipinya, tampak lebih imut. Setidaknya itu yang di pikiran Kai.

Kai tersenyum lebar melihat gadis di hadapannya itu sedang bertingkah kekanak-kanakan. Kai mencubit pipi Krystal. “aku menyukai semua yang dilakukan oleh pacarku” katanya.

Kai dan Krytal tertawa. Keduanya bersulang dan tertawa lagi.

 

Lima belas menit telah berlalu, earphone yang tadinya dipakai Kai, kini sudah berada di telinga Krystal. Namun gadis itu sudah terlelap tidur. Kai berdiri dan mengambil jaket bewarna hitam miliknya yang berada tiga bangku disampingnya, lantas ia menyelimutinya di tubuh Krystal. Laki-laki itu tersenyum simpul sembari membenarkan anak rambut milik Krystal.

“aku ingin kita seperti koin, meskipun di setiap sisinya berbeda tetapi tidak bisa di pisahkan. Jika satu sisinya hilang maka itu bukanlah koin melainkan logam biasa. Benar, apapun yang terjadi, ayo kita hadapi bersama” kata Kai pada Krystal. Laki-laki itu mengira jika Krystal sudah tertidur pulas, tapi sebenarnya Krystal tidak tidur, ia mendengar semua aa yang dikatakan Kai.

 

 

^_^

 

Ruang musik telah sepi. Murid-murid yang berlatih musih telah meninggalkan ruangan itu lima belas menit yang lalu. Kai dan Krystal menimbulkan kepala mereka di balik luar jendela. Keduanya berdiri pada sebuah bangku. Kai lalu melompat melewat jendela yang tak terkunci itu. Krystal mengikutinya, namun sayangnya ia tak sependai Kai melompat. Kai membantu kekasihnya itu melewati jendela dengan memegang tangan Kai.

“bukankah ini seru?” kata Kai tersenyum nakal.

“kau sering melakukan hal-hal seperti ini?” tanya Krystal tertawa heran.

“tidak, ini baru pertama kalinya” kata Kai tersenyum lagi.

“apa?” Krystal terkejut. Suaranya cukup keras.

Tiba-tiba Kai menutup mulut Krysta dan dengan spontan mereka berjongkok.

“kenapa ada bangku disini?” bukankah murid-murid yang berlatih musik telah selesai lima belas menit yang lalu?” kata seorang yang memeriksa ruang musik. Pak satpam itu mengambil bangku dan menutup jendela. “anak-anak sekarang memang nakal” gerutu pak satpam meninggalkan ruang musik tanpa curiga jika di dalam ruang musik ada Kai dan Krystal.

Setelah pasti pak satpam itu pergi, Krystal menepis tangan Kai yang menutupi mulutnya.

“sebenarnya apa yang kau lakukan? Kita bisa kesini tanpa harus bersembunyi-sembunyi” protes Krystal.

“kenapa? Bukankah ini seru?” kata Kai yang sepertinya menikmati mainan kucing-kucingan ini.

“lagi pula untuk apa kita kesini?” tanya Krystal heran.

Bukannya menjawab, Kai malah menarik tangan Krystal, dan mereka duduk di hadapan piano. “nada apa yang kau tahu”

“kenapa kau mengajakku kesini? Apa kau ingin aku mengajarimu bermain musik? Aku bahkan tidak tahu nada” kata gadis itu lalu mengerucutkan bibirnya. Sementara jari Kai ragu untuk menekan keyboard piano. Namun akhirnya ia menekannya. “ting..ting..ting..” Kai menekan tombol keyboard yang sama.

“apa kau juga tidak bisa bermain musik?” tanya Krystal.

“aku hanya asal menekan” kata Kai fokus pada piano dihadapannya. Krystal ternganga tak percaya lalu tertawa. Tak ingin kalah pada kekasihnya itu, Krystal juga ikut menekan tombol keyboard dengan asal. Hingga terdengar suara tak karuan. Meskipun begitu keduanya tetap tertawa.

Tak seperti biasanya, hari ini masih sore, tapi hanya beberapa anak yang masih ada di sekokah. Krystal keluar dari ruang musik dan ternyata di luar hujan. Gadis itu mendongak ke arah langit sambil menadahkan tangannya pada hujan. Kai yang berdiri beberapa langkah disamping Krystal juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Krystal.’’apa yang cantik dari hujan? Kau lebih cantik” kata Kai lalu tersenyum.

Krystal tersenyum mendengar apa yang dikatakan kekasihnya itu. Air hujan yang memenuhi tangannya kemudian ia memercikan ke wajah Kai. “yaaa..” teriak Kai kesal.

Hujan telah reda, Kai dan Krystal pulang sekolah dengan bergandeng tangan. Sesekali mereka saling menatap dan tersenyum. “sepertinya ayahmu ingin bertemu denganmu” kata Krystal menatap kearah pria paruh baya yang duduk di dalam mobil menatap keduanya.

Kai menoleh dan benar saja ayahnya sedang mengawasi keduanya dari kejauhan. “kau pulanglah lebih dulu. Sepertinya malam ini aku tidak bisa mengantarmu membeli bunga. Maaf” kata Kai singkat. Ia lalu pergi meninggalkan Krystal dan menghampiri ayahnya.

Krystal berjalan kaki dengan wajah sedikit kecewa, namun apa boleh buat, Kai bukan orang yang selalu membatalkan janjinya tapi jika sudah menyangkut ayahnya, Krystal harus selalu memakluminya.

Pukul sepuluh malam waktu korea selatan. Hujan turun begitu derasnya. Krystal berada di toko bunga sendiri. Ia mencium berbagai aroma bunga, lantas matanya tertuju pada bunga mawar putih. “yang ini kurasa lebih bagus” kata Krystal tersenyum indah.

Namun suasana berbeda di rumah. Bibi Krystal sedang cemas menunggu keponakannya pulang. Sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti di depan rumah. Bibi mengira bahwa itu adalah Krystal yang akan muncul. Namun tidak, melainkan Kai yang baru pulang dari rumah ayahnya.

Kai turun dari mobil itu dan berlari kedepan rumahnya. Sementara sedan yang ditumpangi Kai langsung pergi. Kai menoleh kearah rumah bibi Krystal yang berada tepat di depan rumahnya. Laki-laki itu melihat bibi Krystal sedang mondar-mandir tidak jelas sambil membawa payung untuk melindungi badannya dari derasnya air hujan.

“bibi, kenapa kau tidak masuk?” tanya Kai berteriak.

Meskipun suara hujan sangat berisik, namun bibi Krystal masih mendengar jelas apa yang dikatakan Kai. “aku sedang menunggu Krystal. Apa dia tidak bersamamu?”

“tidak bi, bukankah dia sudah pulang tadi sore?”

“kau benar, tapi dia pergi lagi, katanya dia akan mengambil barangnya yang ketinggalan di ruang musik. Tapi sampai sekarang di belum pulang. Ini hujan lebat, aku takut jika sesuatu terjadi padanya. Ponselnya juga tidak aktif”

“bibi tenag saja tidak akan terjadi apa-apa padanya. Bibi masuklah kedalam aku akan mencarinya” kata Kai yang juga panik.

Ditengah hujan yang sudah mulai reda, Kai pergi ke sekolah. Ia mencari Krystal di ruang musik seperti apa yang dikatakan bibi, namun disana tidak ada siapa-siapa. Kai mencari Krystal di perpustakaan dan kelas namun gadis itu juga tidak ada. Kai mencoba menelpon Krystal namun ponsel gadis itu tidak aktif.

“kemana perginya gadis itu?” keluh Kai. Ia sangat mengkhawatirkan Krystal.

 

To be continued

 

5 tanggapan untuk ““BECAUSE IT’S YOU” Chapter 1”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s