Delight [Page 5]

delight2

 

Title:  DELIGHT [Page 5]
Author : seyofx
Length : Multichapter
Main cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Han Yoo Rae (OC)

Other Cast: Minah, Jiyeon, Krystal, Sulli, Xiumin
Rate : Teen, PG-15
Genre : romance, school life, action

Poster by jungleelovely @ posterchannels gamsahamnida~

Recommended song: Just – I Love You (Man from the stars OST)

Author note: haloo, setelah Its Okay Its Love, aku buat FF yang castnya D.O dan genrenya action^^ ehehe awalnya aku iseng pilih action gara-gara nonton film. Makasih banget udah sabar nungguin chapt selanjutnya FF ini dan makasih juga buat yang selalu comment FFnya maaf gadibales comment-commentnya._.

anw enjoy yaa jgn lupa Read Like dan Comment, maaf kalo ffnya jelek ganyambung gt^^

 

 

“Ya! Makanan apa yang kamu makan sehingga tubuhmu tiba-tiba lemah?!” omel Kay ketika aku dan Kyungsoo sampai di kantor Ahn Corp

“menurut pengamatan, agent D.O memakan makanan yang bergizi dan tidak terdapat zat-zat beracun di makanannya.” Kata Lee Jinki, ahli gizi Ahn Corp. Aku teringat ucapan Kyungsoo, dia mengatakan bahwa Ahn Corp selalu mengawasi kegiatannya untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba ada serangan musuh.

“tapi kenapa dia bisa menjadi lemah? Tidak biasanya Do Kyungsoo menjadi lemah.” Kata Kay

“mollayo, mungkin aku sedang tidak enak badan.” Bela Kyungsoo

“sudahlah, yang jelas Punisher yang agent D.O dan Agent Kai dari SKA lawan tadi hanyalah simulasi.” Tiba-tiba bibi Jin datang dengan jas putih dan papan jalan di tangannya

“simulasi?” tanyaku, bibi Jin mengangguk

“yep. Punisher, anak buah, penyerangan, dan penghancuran fasilitas kota. Itu hanyalah simulasi dan tidak nyata. Jadi jika diibaratkan dalam istilah kalian tadi hanya melawan computer, bukan pemainnya. Karena itulah..”

Bibi Jin menekan tombol monitor transparan di depannya, ia menunjukkan keadaan di Seoul sekarang. Dan ternyata Seoul terlihat baik-baik saja seperti tidak ada kericuhan!

“tidak mungkin…” gumanku

“lalu, apakah warga kota tidak merasa aneh dengan hal ini?”

“ani, ingatan jangka pendek mereka diubah oleh Punisher. Sehingga mereka lupa dengan kejadian pagi tadi dan merasa baik-baik saja.” Jawab Kay

“bagaimana dengan undangannya itu? Gerhana matahari?” Tanyaku

“mungkin berhubungan dengan ini.” Bibi Jin menunjukkan sebuah hasil lab yang terdapat di monitor

“narkoba jenis CH4, itulah narkoba yang dibeli Punisher selama ini.” Jawab bibi Jin

“apa itu sejenis shabu-shabu?” Tanya Kyungsoo

Bibi Jin menggelengkan kepalanya, “bukan. Setahuku CH4 ditemukan di janin bayi dalam kandungan agar bayi tersebut dapat tumbuh dan berkembang di rahim. Untuk kegunaannya, aku masih menyelidikinya. Dan tadi aku baru saja menganalisa video diary terakhir Seung Gi, dia sempat menyebutkan CH4 dan bilang kalau kegunaannya masih mereka selidiki.”

“jadi maksudmu…”

Bibi Jin mengangguk seraya tahu apa yang ingin aku ucapkan, “sepertinya video diary darimu itu adalah kunci dari kegunaan dan rencana Punisher atas CH4 ini.”

“dan, hipotesamu adalah CH4 ini akan lebih maksimal jika Punisher pakai saat gerhana matahari?” Tanya Kay

“bisa jadi. Well, berterima kasihlah kepada asisten lab baru kita. Dia yang menemukan hipotesa itu.” Kata Kay

“nuguya?” Tanya Kyungsoo, tetapi bibi Jin justru hanya menaikkan alisnya “oh, ternyata dia.” Lanjut Kyungsoo

“nugu?” tanyaku penasaran

“nanti juga tahu.” Balas Kyungsoo

Setelah itu kami pun kembali pulang kerumah Kyungsoo. Aku menolak tawaran Kyungsoo untuk mengantarku pulang karena aku ingin menaikki bus saja. Saat aku membuka pagar rumah, aku melihat Do Min Jun di depanku

“annyeong, kamu pasti Han Yoo Rae.” Sapa Do Min Jun

“annyeong haseo, sunbae.”

“panggil saja aku oppa, ngomong-ngomong wajahmu mengingatkanku kepada seseorang.” Kata Do Min Jun

“umm siapa itu kalau aku boleh tahu?”

Do Min Jun hanya tersenyum, “nanti kamu juga tahu. Ngomong-ngomong jaga Kyungsoo baik-baik, tetapi jagalah dirimu lebih darimu menjaga Kyungsoo.”

Do Min Jun pun memasuki rumah, mengabaikanku yang masih berdiri merenungi ucapannya.

~**~

 

“aku sudah mendapat foto-fotonya, urusan wawancara aku dan Kyungsoo sedang mengatur waktu.” Jawabku saat Minzy dan Suzy bertanya tentang tugas majalah sekolahku

“whoa daebak, tidak kusangka Kyungsoo mau diwawancara.” Ucap Minzy

“tuhkan, itulah mengapa aku mengandalkan Han Yoo Rae.” Kata Suzy

“eh, tapi soal jaminan kalian itu akan berlaku kan kalau aku berhasil?”

“aish jinja, ternyata masih ingat jaminan itu.”

“ne, tentu saja. Ngomong-ngomong kami pergi dulu ya, annyeong.” Ketika Minzy dan Suzy sudah berjalan jauh dariku, Minah, Jiyeon, Krystal dan Sulli menghampiriku. Minah menjabat tanganku, lalu ia memperkenalkan diri dan berkata

“Han Yoo Rae-ssi, bisa ikut aku?”

Minah dan teman-temannya membawaku ke belakang sekolah. Sampai disana, aku dipojokkan oleh mereka dan Minah berjalan mendekatiku kemudian menamparku

“ige mwoya? Gadis jelek sepertimu berani-beraninya mendekati Kyungsoo oppa?! Ya! Menjauhlah darinya, kamu tidak pantas dekat dengannya!” ujar Minah

“dan jauhi juga Jongin! Apa maksudmu mengajak Jongin sarapan bersamamu 2 hari yang lalu?!” sambung Jiyeon

“jinja this bitch!” lanjut Krystal, sedangkan Sulli hanya terdiam

“apa kamu tidak puas sudah dekat dengan Xiumin?!” pekik Minah

“permisi, apa kalian sudah selesai bicara?” tanyaku

“eoh, kita sudah selesai.”

Aku langsung menghantam kepala Minah dengan kepalaku, sehingga hidung Minah mengeluarkan darah dan sakit kepala. “Ya!”

“apa buktinya jika aku mendekati Kyungsoo dan Jongin? Apa? Apa kalian punya?” tantangku

“kami melihat….”

“melihat bukan berarti bukti. Melihat saja hanya menimbulkan dugaan dan kesimpulan sendiri.” Kali ini Sulli mulai berbicara

“Ya! Apa maksudmu ini Sulli?!” omel Jiyeon dan Krystal

“menyebalkan!” saat Minah ingin menamparku lagi, tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang. Dan ternyata itu Kyungsoo! Kyungsoo menahan tangan Minah sembari menatapnya tajam

“Ya! Bang Minah, jangan bertingkah aneh seperti ini. Kamu bukan siapa-siapaku, karena itulah jangan ikut campur dalam urusanku dan jangan asal membuat kesimpulan sendiri.” Ucap Kyungsoo dingin “sekarang pergilah.”

“tapi oppa..aku hanya ingin memberikan teguran untuk Yoo Rae.” Elak Minah

“teguran apa? Apa dia berbuat salah kepadaku? Apa aku memintamu untuk menegurnya? Cepatlah pergi.”

Minah pun merengek dan berlari pergi setelah mendengar ucapan Kyungsoo, diikuti oleh Jiyeon dan Krystal. Sedangkan Sulli tetap berdiri di tempatnya, tidak menyusul teman-temannya itu

“gamsahamnida.” Kataku ke Sulli

Kyungsoo melihatnya dan menganggukkan kepalanya, Sulli ikut menganggukan kepala dan tersenyum tipis kepadaku, “aku pergi duluan. Jika kalian ingin berbicara, berbicaralah.” Sulli pun berjalan menjauh, kemudian Kyungsoo mendekatiku

“wae?”

Kyungsoo memberikanku sebuah kartu undangan berukuran sedang berwarna biru-hijau muda. Aku pun mengambil dan membuka kartu undangan tersebut

“ulang tahunmu yang ke 18?”

Kyungsoo mengangguk, “sebenarnya aku berniat tidak mengundangmu karena toh kamu pasti akan ke pesta sebagai bodyguardku. Tetapi aku kasihan kepadamu, jadi aku mengundangmu sebagai tamu sekaligus bodyguardku.” Jawab Kyungsoo

“ish dasar.” Gerutuku

“pakailah pakaian yang bagus, jangan pakai kaos kumalmu itu.” Omel Kyungsoo

“Ya! Kaos punyaku tidak ada yang kumal satu pun tau!” elakku

“ah sudahlah! Bawel sekali, ayo ke kelas.” Kyungsoo memegang tanganku dan kami pun berjalan memasuki gedung sekolah.

Pulang sekolah, aku pun meminta saran kepada Xiumin tentang baju apa yang harus aku pakai untuk pesta ulang tahun Kyungsoo besok siang. Aku sempat kebingungan karena di lemariku tidak ada dress ataupun rok.

“kenapa tidak memakai kemeja dan skinny jeans saja? Toh itu juga bagus.” Usul Xiumin

“Ya!” aku menjitak kepala Xiumin pelan, “jika aku memakai pakaian seperti itu, aku pasti diledek dan dipermalukan oleh Kyungsoo!” ocehku

“kenapa tidak meminjam atau menyewa dress saja?”

“benar juga sih, tapi aku tidak ada uang untuk menyewa dress…”

Tidak lama kemudian Jongin menghampiri kami, “annyeong. Xiumin-ah, bolehkan aku meminjam Yoo Rae?” Tanya Jongin

“mwo? Untuk apa?”

Jongin tersenyum, “aku ingin mengajaknya pergi. Ohiya ngomong-ngomong Kris, Tao, dan Baekhyun menunggumu di mobil.”

Aku, Xiumin, dan Jongin menengok kearah timur dan melihat mobil Kris yang berjalan menuju depan sekolah, sampai di depan sekolah Kris menekan klakson untuk memanggil Xiumin

“Xiumin-ah! Ppalli! Kamu tidak ingin melewatkan traktiran Kris hyung kan?!” panggil Tao

“ah nde! Sebentar! Jongin, Yoo Rae-ah aku duluan ya. Annyeong.” Xiumin melambaikan tangannya kepadaku dan berlari memasuki mobil Kris. Saat mobil Kris sudah terlihat jauh dari tempat kami, Jongin membawaku ke mobilnya dan mulai mengendarai mobil

“kamu kan belum 20 tahun, kenapa sudah mengendarai mobil?” tanyaku

“ah soal itu. Well, agent rahasiaku memalsukan identitasku saat test berkendara. Sehingga aku mendapatkan SIM dan boleh menaiki mobil.”

Aku mengangguk mengerti setelah Jongin menjelaskannya. Wah enak juga ya jadi agent rahasia, gumanku

“ngomong-ngomong, Han Seung Gi dan Song Ga In sunbae. Apakah mereka sudah ditemukan?” Tanya Jongin

“mwo? Kamu tahu mereka?”

Jongin mengangguk, “dia adalah pasangan agent rahasia yang sangat disegani dan dipuji-puji dulu ketika aku masih Trainee. Dan sekarang tidak kusangka aku bertemu dengan anaknya.” Jelas Jongin

“mereka, belum ditemukan sampai sekarang.” Jawabku

“jeongmal? Geurae, aku berharap orangtuamu segera ditemukan.”

“kamsahamnida.”

Sempat terjadi keheningan untuk beberapa saat, hingga akhirnya Jongin berkata kalau kita sudah sampai di tempat tujuan. Aku membuka pintu dan keluar dari mobil, aku membaca plang ‘KIM BOUTINQUE’

“butik?”

Jongin hanya tersenyum dan menarik tanganku memasuki butik, butik itu bergaya minimalis dan cozy. Terdapat banyak pakaian stylish dan mewah, aku sempat menduga kalau pakaian-pakaian disini harganya pasti selangit

“noona!” panggil Jongin

Seorang perempuan tinggi semapai, berambut coklat dicepol, dan memakai kemeja putih, rok ketat selutut dan high heels hitam, menengok kearah Jongin dan melambaikan tangannya. Perempuan itu menghampiri kami, ia menyambut kami dengan senyuman yang ramah

“Jongin-ah, waeyo? Dan siapa dia?” Tanya wanita itu

“ah, Han Yoo Rae. Perkenalkan, dia Kim Jin Hwa noonaku. Noona, dia Han Yoo Rae. Temanku yang ingin mencari pakaian untuk ulang tahun Jongin besok.”

“mwo?” tanyaku tidak percaya, Jongin hanya mengedipkan satu matanya kepadaku

“ah geurae. Ayo ikut aku.”

Kim Jin Hwa membawaku ke tempat pakaian-pakaian dress. Ia berbicara sebentar ke karyawannya dan menghampiriku dengan 3 stell dress

“kamu beruntung mempunyai tubuh yang cukup ideal walaupun tanganmu cukup besar untuk ukuran perempuan. Apa kamu menyukai maxi dress?”

Kim Jin Hwa menunjukkan sebuah dress ungu panjang yang terlihat cukup ketat dan mengikuti bentuk tubuhku, “aniya, aku gak suka. Sebenarnya aku tidak suka dan jarang pakai dress.” Jawabku jujur

“arraseo. Ikut aku.”

Kim Jin Hwa membawaku ke tempai pakaian-pakaian yang casual dan tidak terlalu feminim. Ia mengambil sebuah dress tanpa lengan berwarna biru toska dengan glitter di bagian atasnya. Dan ia mengambil sepatu wedges yang haknya rata.

“Coba kamu coba pakai ini. Fitting room ada di sebelah sana.” Kim Jin Hwa menunjukkan fitting room yang ia maksud. Aku pun mengambil dress dan sepatu itu, lalu memasuki fitting room untuk mencoba pakaian-pakaian itu.

Aku keluar dari fitting room setelah memakai dressnya, Jongin yang menungguku diluar fitting room terlihat takjub melihatku dengan mini dress. “bagaimana?”

“whoa jinja Han Yoo Rae. Neomu neomu yeppeuda.” Puji Jongin, aku tersenyum

“gomawo.”

“noona, aku ambil baju itu ya. Yoo Rae-ah, kamu tidak usah membayarnya.” Kata Jongin

“jinja? Gomawo Jongin-ah! Gomawo!” aku berkali-kali bows ke Jongin karena sangat berterima kasih kepadanya. Jongin tersenyum dan menepuk pundakku

 

~**~

 

Aku berjalan menuju rumahku yang tinggal beberapa blok. Aku tadi meminta Jongin untuk menurunkanku di depan 7-eleven. Sesampainya di rumah, aku melihat Kyungsoo yang duduk di tangga teras rumah dan terlihat mengantuk

“Ya! Do Kyungsoo!”

Aku berlari menghampiri Kyungsoo, Kyungsoo pun menengok kearahku setelah mendengar panggilan dariku. Ia beranjak dari tempatnya setelah aku berdiri di depannya

“apa yang kamu lakukan disini? Kenapa gak masuk aja dulu ke rumahku?” tanyaku

“ngg anu.. aku tadi memastikan kalau kau sudah mempunyai baju untuk besok, tapi…”

Kyungsoo melihat tajam tas belanjaku yang bertuliskan nama butik kakaknya Jongin, “sepertinya kamu sudah mendapat baju dari Jongin.” Kata Kyungsoo dingin

Tiba-tiba bibi Jin membuka pintu, dan mendecakkan pinggang ketika melihat Kyungsoo “jinja anak nakal ini! Aku sudah memintamu untuk masuk kerumah dulu! Lihat kan? Dia baru pulang sekarang!” omel bibi Jin

“nde nde, sudahlah aku mau….hatchi!” tiba-tiba saja Kyungsoo bersin-bersin karena kedinginan

“ah ayolah masuk kerumah, aku akan membuatkanmu teh hangat.” Aku menarik-narik Kyungsoo untuk memasuki rumah, tetapi dia menolak

“aniya, aku mau pulang…hatchi!”

“ayolah! Jangan membuatku untuk aegyo kepadamu!” kataku

“geurae, traktir aku susu dan cream soup!” pinta Kyungsoo

Aku langsung memberikan tas-tas belanjaku ke bibi Jin, lalu memakaikan syal ke leher Kyungsoo

“baiklah, ayo ke café.”

 

Kyungsoo P.O.V

 

Yoo Rae membawaku ke café langganannya, kami kesana menaikki bus umum. Dan aku sempat bersyukur karena bootstrap noona hanya marah sesaat, karena biasanya ia pasti marahnya akan berlanjut sampai keesokan harinya

Yoo Rae memesan plain milk dan dimsum, sedangkan aku memesan susu coklat dan cream soup. Tidak lama kemudian pesanan kami pun datang

“gomawo.” Kataku

“tidak usah berterima kasih, ini sebagai ucapan maafku karena aku membuatmu menunggu di luar. Padahal cuaca hari ini berangin.” Katanya

“baiklah.”

“ngomong-ngomong, aku ingin bertanya sesuatu.”

“nde, bertanyalah.” Balasku sambil menikmati cream soup

“kenapa kamu selalu tidak suka kalau aku dekat atau berhubungan dengan Jongin?” Tanya Yoo Rae, pertanyaannya itu membuatku hampir saja tersedak

“kau bercanda? Tentu saja aku tidak suka! Dia pengecut! Dan juga playboy!” jawabku menggebu-gebu

“tapi dia baik kok, dan tidak playboy. Justru kamu tuh yang playboy!”

“mworago?! Ya! Pokoknya aku tidak suka, titik!.” Ujarku, Yoo Rae memutar bola matanya dan meminum susunya

Setelah meminum susunya, aku melihat bekas susu yang berada di bibirnya. Aku pun mengarahkan jempolku ke dekat bibirnya untuk membersihkan bibirnya itu, tetapi tiba-tiba ia menjilat bibirnya itu sehingga bekas susu itu hilang

Astaga

Kenapa dia….

Terlihat seksi dan cantik..

Ketika menjilat bibirnya seperti itu!

Tiba-tiba saja aku membayangkan Yoo Rae yang menjilat bibirnya itu dengan efek slow motion dan wajahnya yang menunjukkan sisi seksi darinya. Dan tiba-tiba saja aku terjungkal dari kursiku karena membayangkannya!

“Ya! Gwenchana?”

Aku mengusap-usap kepalaku, “ya aku baik-baik saja. Cepat habiskan makananmu, aku ingin pulang!”

12 tanggapan untuk “Delight [Page 5]”

  1. Ketika kyungsoo ngejungkel kaya gitu jadi ke inget drama monstar pas adegan seol chan mengarahkan jempolnya bwt ngelap bekas susu di mulutnya seyi hahahhahahaha kocak ekspresi seol channya

  2. wkwkwk ngebayangin aja sampe ngejungkel gtu duh agent dio gimana sih. udah keliatan jelas bngt kyungsoo suka sma yoo rae ah pasti ini cinta segitiga u.u ditunggu next chapternya ya thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s