His Long, Long Legs

tumblr_mv6khppuP21r6gi4co2_500

 

His Long, Long Legs

by sleepingpanda (@cheeksoo on twitter)

.

.

EXO’s Chanyeol & OC’s Bi | Romance-Fluff | Ficlet | General

.

.

There’s too much in her head

.

.

 

Terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan yang sering menghinggapi otak Bi tentang Chanyeol setiap harinya, bahkan jari-jarinya saja tak cukup banyak untuk bisa menghitungnya satu-persatu. Contohnya saja seperti mengapa pria itu begitu berisik, mengapa telinganya seperti alien, mengapa matanya begitu bulat―yang kadang membuat Bi gemas, dan mengapa kaki-kaki pria itu sangat panjang. Berlebihan memang, hal-hal yang gadis itu pikirkan tidak begitu penting daripada beberapa lembar soal fisika yang harus dikumpulkan besok pagi. Tetapi hei, berlebihan merupakan nama tengah Bi.

Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja berputar di kepala Bi hingga sampai pada titik dimana ia terkadang sebal dengan mata-mata bulat atau kaki panjang Chanyeol―membuat ia selalu mendengus dan merutuki pria jangkung itu. Sangat tidak adil bagaimana dunia berjalan ketika tinggi badan Chanyeol begitu menjulang dan tinggi badan Bi yang hanya masuk dalam range seratus lima puluh sentimenter, membuat kepalanya menjadi sasaran empuk Chanyeol untuk meletakkan lengannya disana.

 

Memangnya kepalanya kusen jendela?

 

Yaampun, Bi benci kaki-kaki panjang Chanyeol.

 

“Kenapa sih kakimu begitu panjang, Yeol?” Itu siang yang panas dihari kamis saat Bi dengan frustasi bertanya kepada Chanyeol yang tengah meminum sebotol air mineral―lengan kirinya ada di puncak kepala Bi tentu saja. Pelajaran olahraga Pak Choi tidak bisa begitu saja dibatalkan walau matahari musim panas begitu menyengat.

 

“Mana kutahu, Bi. Mungkin kau bisa tanya pada ibuku,” Ada sedikit cengiran terbentuk di bibir Chanyeol. Sungguh lelaki ini sangat sulit untuk diajak serius. “Memang kenapa, sih?”

 

Sebenarnya kata-kata ‘kenapa sih’ bukan merupakan jawaban yang Bi ingin dapatkan dari Chanyeol. Ia ingin jawaban yang lebih logis atau diplomatis sehingga pertanyaan-pertanyaan bodoh tentang kaki panjang Chanyeol bisa hilang dari kepala Bi dan ia bisa lebih berkonsentrasi mengerjakan tumpukan soal fisikanya. Tapi, yeah, Bi sudah bisa menebak bagaimana jawaban atas pertanyaannya akan berakhir.

 

“Kau tahu kan kaki-kaki panjangmu sangat menggangguku, hei singkirkan tanganmu dari kepalaku.” Matahari masih setia bersinar terik. Menyengat kulit Bi sehingga membuat ia secara reflek menyentuh punggung Chanyeol dan bersembunyi dibaliknya.

 

“Kakiku merupakan aset, tahu. Kau bisa lihat daftar nilai ujian lari barusan.” Tambah Chanyeol.

 

“Ha, Untuk apa aku merepotkan diri melihat?”

 

Oke, itu bohong. Tentu saja Bi melihat. Ia melihat bagaimana Chanyeol berlari dengan kakinya yang panjang, membuat helaian rambutnya berkilauan dibawah terik matahari dang menghadiahinya nilai tertinggi plus teriakan gadis-gadis sekelasnya. Ia melihat bagaimana dirinya sendiri yang entah kenapa kesusahan untuk menetralkan detak jantung yang menggila, seaakan jantungnya bisa saja copot dan berlarian kesana-kemari. Udara panas membuat mekanisme tubuhnya tak bekerja dengan baik sepertinya.

Bilang saja Bi paling pintar membuat seribu satu alasan, memakai segala hal tentang mekanisme tubuh padahal yang menjadi pusat distraksi pandangannya dan degupan jantungnya tadi adalah Chanyeol dengan helaian-helaian rambut kecokelatan yang berterbangan. Ia hanya tak pernah tahu jika lelaki konyol macam Park Chanyeol bisa begitu keren saat berlari dengan kaki-kaki panjangnya. Ia mungkin bisa benci dengan kaki Chanyeol, tapi sekarang ia begitu benci dengan dirinya sendiri yang bisa-bisanya kehilangan kontrol atas tubuhnya hanya karena lelaki ini.

 

 

“Bi, Bi kamu melamun lagi.”

 

 

Bi terus saja memikirkan kaki-kaki Chanyeol sehingga ia tak bisa berkonsentrasi dengan soal fisikanya. Bi selalu merutuki lengan Chanyeol tapi tak pernah sekalipun keberatan jika lengan pria itu ada di atas kepalanya. Bi benci melihat gadis-gadis meneriaki Chanyeol saat ia berlari. Ia lebih sering melamun akhir-akhir ini.

 

Kenapa?

 

Pertanyaan dalam otak Bi bertambah satu padahal segala pertanyaan tentang Chanyeol belum bisa terjawab. Sebenarnya jawabannya simpel, semudah kau membuat burung angsa dari kertas origami.

 

She fell in love, just it.

 

“Uhm, mungkin aku tahu satu alasan kenapa aku bisa mempunyai kaki-kaki panjang―” Chanyeol berkata di tengah lamunan Bi, membuat gadis itu sedikit terlonjak kaget. Lima detik sebelum Bi sempat mencerna ucapan-ucapan Chanyeol, bibir lelaki itu mendarat begitu saja di dahi Bi. Menghadiahi gadis itu satu ciuman di kening.

 

“―Agar aku bisa melakukan ini setiap hari.”

 

Udara panas yang berlebih membuat kepala Bi sedikit pening. Ia sempat mendengar lengkingan-lengkingan iri gadis sekelasnya dari ujung lapangan, berbaur bersama angin musim panas yang membelai kulit Bi dan suara peluit Pak Choi. Lalu kaki-kaki panjang itu sudah berlari entah kemana, menghilang begitu saja dari pandangannya yang agak sedikit buram.

 

 

 

Sial.

 

 

 

Tiga……dua……satu……

 

 

 

Apakah Bi sudah boleh pingsan sekarang?

 

 

 

Sungguh Bi benci kaki-kaki panjang Chanyeol

 

 end

7 tanggapan untuk “His Long, Long Legs”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s