Delight [Page 3]

delight1

Title:  DELIGHT [Page 3]
Author : seyofx
Length : Multichapter
Main cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Han Yoo Rae (OC)
Additional cast : Xiumin, Ahn Jae Hyun, Kay (OC), Lee Seung Gi, Im Yoona (as Song Ga In)
Rate : Teen, PG-13
Genre : romance, school life, action

Poster by sifixo @ posterchannels gamsahamnida

Recommended Song: Beast –  Will You be Alright

Author note: haloo, setelah Its Okay Its Love, aku buat FF yang castnya D.O dan genrenya action^^ ehehe awalnya aku iseng pilih action gara-gara nonton film. anw enjoy yaa jgn lupa Read Like dan Comment, maaf kalo ffnya jelek ganyambung gt^^

 

 

Flashback On

Ahn Jae Hyun berlari cepat entah kemana. Terlihat ia tergesa-gesa dan wajahnya menunjukkan bahwa ia panik, padahal Jae Hyun adalah tipe orang yang jarang panik. Ia mendorong orang-orang yang menghalangi jalannya dan terus berlari, hingga ia berhenti di bagasi pesawat.

                “Seung Gi-ah!”

                Seorang laki-laki yang sedang memasang ransel parasut dibantu dengan seorang wanita muda yang terlihat sebaya dengannya pun menengok kearah Jae Hyun setelah mendengarnya berteriak.

                “hajima.”

                Pria yang bernama Seung Gi itu tersenyum tipis, “Gain-ah, pergilah menghampiri Kay untuk memasang alat pelacakmu.” Perintah Seung Gi, wanita yang bernama Gain pun mengangguk dan berjalan pergi. Seung Gi menghampiri Jae Hyun dan menepuk-nepuk pundak Jae Hyun

                “aku hanya pergi untuk sementara waktu, aku akan menyelesaikan ini semua. Aku harus menghentikan Punisher sebelum kejadian buruk yang akan datang terjadi.”

                “Seung Gi-ah! Tenanglah! Aku menjamin keamanan anakmu, tetaplah disini! Kita akan hadapi Punisher bersama!” isak Jae Hyun

                Seung Gi merangkul Jae Hyun, “jaga anakku baik-baik. Dan jalankan perintahku. Aku menitipkan anakku, dan Korea Selatan untukmu.”

Flashback Off

Yoo Rae P.O.V

                Aku terdiam terpaku setelah mendengar cerita Ahn Jae Hyun, bibirku sama sekali tidak mengeluarkan kata-kata dan terus tertutup rapat

“mian. Seharusnya aku bisa menghentikannya.” Lanjut Ahn Jae Hyun

“kapan terakhir video diary mereka kirim ke kalian?” tanyaku

“setahun lalu di bulan Februari. Terakhir mereka mengabarkan bahwa laboratorium pindah ke daerah pendalaman Meksiko. Tapi saat kami kesana, tidak ada apa-apa, kami hanya mendapati ruangan kosong dan tidak mendapat satupun petunjuk dimana mereka.” Jawab Ahn Jae Hyun

Tiba-tiba saja air mataku mengalir deras di pipiku usai mendengar jawaban Ahn Jae Hyun. Ini sangat menyakitkan, pencarianku berbuahkan hasil yang pahit, yaitu kedua orangtuaku yang hilang entah dimana dan bahkan agent rahasia ternama tidak berhasil menemukan mereka

“gwenchana. Sekarang kita sudah menemukan video diary mereka. Kami akan berusaha untuk membuka password dan isi kartu itu.” Hibur Kay, disusul dengan anggukan kepala dari Ahn Jae Hyun

“nde, aku percayakan kepada kalian.” Ucapku lirih, Kay tersenyum dan memelukku. Lalu Ahn Jae Hyun memanggil staff-staffnya dan meminta mereka untuk menyelidiki video diary itu.

Lalu, Kay dan Kyungsoo mengajakku jalan-jalan mengelilingi kantor pusat Ahn Corp. Aku dan Kyungsoo sempat ke ruangan pelatihan para calon agent rahasia, ke ruang penyelidikan, dan laboratorium

“Kay.” Kyungsoo memberikan kantong berisi narkoba itu ke Kay

“ini adalah narkoba yang berhasil Yoo Rae dapatkan saat itu. Setelah mendengar cerita Ahn Jae Hyun, aku menduga kalau kasus yang diselidiki orangtua Yoo Rae berhubungan dengan transaksi narkoba-narkoba yang dilakukan oleh si topeng kabuki….”

“Punisher.” Kay membenarkan kata-kata Kyungsoo

“ya, Punisher. Jadi, aku berharap kamu akan menyelidiki jenis narkoba ini dan melihat video diary itu. Firasatku tentang hubungan kasus itu dan narkoba ini kuat.” Pinta Kyungsoo

Kay melihat kantong itu dan mengangguk, “percayakan padaku.”

Kyungsoo membawaku ke garasi Ahn Corp, ia memakai jaket dan helm kemudian menaikki sebuah motor besar, lalu memintaku untuk duduk dibelakangnya. Pintu garasi itu terbuka, Kyungsoo langsung mengendarai motor itu dengan cukup cepat, aku pun terpaksa memeluk Kyungsoo erat agar tidak terjatuh dari motornya. Dan kami pun sampai di depan rumahku, aku menuruni motor dan berterima kasih dengan Kyungsoo

“Kyungsoo-ssi, apa kamu yakin kalau transaksi narkoba yang saat itu kita lihat berhubungan dengan penyelidikan yang dilakukan orangtuaku?” tanyaku saat Kyungsoo membuka helm-nya

Kyungsoo mengangguk, “ya, aku mempunyai firasat kalau narkoba itu bukan narkoba yang biasanya kita lihat. Karena tidak mungkin mereka membeli narkoba itu dengan jumlah banyak dan terus menerus.” Jawab Kyungsoo

“tapi, penyeledikan ayah dan ibuku itu dimulai ketika umurku 10 tahun. Dan sekarang umurku 17 tahun….”

Kyungsoo menutup mulutku, “ini masih firasat dan hipotesaku. Jika itu salah, setidaknya kita bisa menyelidikinya bersama.” Jawab Kyungsoo

“bersama? Aku, kamu dan Ahn corp?”

Kyungsoo menatapku, “boleh. Dan mungkin saja nanti hanya aku dan kamu.”

Kyungsoo melepaskan tangannya, aku menatapnya dalam “selamat malam.”

Kyungsoo memakai helmnya dan mengendarai motornya cepat menjauhi rumahku, mengiakan aku yang masih melihatnya dari jauh

~**~

 

“Jinja?!” ujar Xiumin, aku langsung menutup mulut xiumin ketika mendengarnya berbicara keras setelah aku menceritakan kepadanya kejadian kemarin dan perjanjianku dengan Kyungsoo saat istirahat

“pelan-pelan dong! Nanti yang lain mendengarnya!” omelku

“nde, mian.” Xiumin melepaskan tanganku dari tangannya, “jinja?” Tanya dia pelan

Aku mengangguk “kartu yang kamu beri kepadaku itu berisi video diary orangtuaku, sekarang Ahn Corp sedang berusaha untuk membuka video diary itu dan menyelidikinya.” Lanjutku sambil memberikan putih telur ke Xiumin, sedangkan Xiumin memberikan kuning telurnya untukku

“aku turut bersedih atas kehilangannya orangtuamu. Aku harap mereka segera ditemukan.” Kata Xiumin, aku tersenyum

“kamsahamnida.”

Sambil makan, aku dan Xiumin saling bertanya tentang PR. Xiumin mengajarkanku bahasa inggris yang baru saja dipelajari karena aku masih belum mengerti sama sekali. Sedangkan aku bercerita tentang kejadian yang membuatku tertawa saat pelajaran bahasa Korea

Kemudian, Jongin datang sambil membawa nampan makanannya. Ia duduk di kursi yang berada di depanku dan meletakkan nampannya di atas meja, “annyeong.”

“annyeong Jongin! Tumben kamu makan siang, biasanya kamu hanya makan onigiri dan soda.” Sapa Xiumin

Jongin tersenyum tipis, “aku belum sarapan tadi pagi, makanya aku lapar dan memutuskan mengambil makanan yang disediakan sekolah. Ngomong-ngomong, Xiumin bisa gak kamu pergi dulu? Aku mau nanya-nanya ke Yoo Rae.” Tanya Jongin

“well, baiklah. Aku pergi dulu ya.” Xiumin mengangkat nampan makananya dan pergi, Jongin menatapku

“mwo? Mau nanya apa?”

Jongin tersenyum, “Han Yoo Rae, aku mau nanya PR fisika. Ada yang aku tidak mengerti, boleh kan?” Aku mengangguk

“tentu saja. Ngomong-ngomong, kamu tahu nama panjangku darimana?” tanyaku

Jongin menunjukkan nametag kecil di seragamku “dari itu.”

Pipiku memerah karena malu, Jongin melihatku dan tertawa kecil “gak juga sih, kan kita sering bertemu. Kamu saja yang tidak sadar.” Jawab Jongin

“sering bertemu? Dimana?”

Jongin berpikir sejenak, “ah mungkin kamu saat itu tidak sadar. Pokoknya kita sering bertemu setiap pagi. Gak tiap hari sih, tetapi hampir 4 kali kita bertemu setiap pagi.” Jelas Jongin

“jinjayo? Kalau 4 kali sehari, aku pasti tidak mungkin tidak sadar kalau bertemu denganmu.” Kataku

“ya, coba saja besok. Kebetulan besok kan hari libur, mungkin kamu akan sadar kalau kita sering bertemu.” Balas Jongin

“nde. Aku akan mencobanya.”

Tiba-tiba saja Kyungsoo datang membawa buku yang biasanya dia bawa dan iPod touch, dia hanya memakai 1 headset di telinga kanannya seperti biasa. Sambil menggigit fish cake, ia menatapku dan Jongin dengan tatapan dinginya seraya tidak suka melihatku dan Jongin.

“Ya! Ini tempatku, pergilah. Dan Yoo Rae, tetaplah disini karena aku ingin berbicara.” Perintah Kyungsoo

“ini adalah kursi milik sekolah, kursi ini bebas diduduki semua orang. Toh, ada kursi kosong disitu kan? Dan sekarang aku sedang berbicara dengan Yoo Rae, tunggulah sampai kami selesai berbicara.” Ucap Jongin tajam

“setengah dari dana sekolah ini adalah dana dari ibuku, jadi aku punya hak khusus untuk memilih prasarana yang aku mau. Lalu, aku harus membicarakan hal penting ke Yoo Rae, aku tidak punya waktu untuk menunggu percakapan useless kalian.” Balas Kyungsoo

“Kyungsoo-ya! Bisakah kamu diam dan duduk saja?!” ujarku

“Ya! Aish jinja..” Kyungsoo terlihat kesal dan memutuskan untuk duduk di sebelah Jongin, ia menatap Jongin kesal, sedangkan Jongin menatapnya dengan tatapan kemenangan.

 

No One P.O.V

 

“Yoo Rae-ah! Bangunlah!” ujar bibi Jin

“nde, nde.” Yoo Rae beranjak dari kasurnya, ia berjalan keluar dari kamarnya dan menggosok giginya walaupun masih setengah mengantuk. Kemudian ia berjalan ke dapur untuk meminum air putih

“pergilah keluar jika lapar, masakanku belum jadi. Uangnya ada di meja makan.” Kata bibi Jin

“baiklah.” Yoo Rae mengambil uang itu, ia berjalan lunglai menuju 7-eleven. Ia mengambil dan menyeduh ramen instant, lalu membayarnya ke kasir. Kemudian, Yoo Rae berjalan keluar lalu  duduk di kursi, ia meletakkan ramennya di atas meja dan tertidur diatas meja. 10 menit kemudian, ia terbangun setelah mencium wangi kopi, ternyata ada segelas kopi panas di depannya dan ada Jongin duduk di depannya. Jongin ternyata melihat Yoo Rae tertidur, karena itulah ia membelikan kopi untuk Yoo Rae

“sudah kubilang kan, kita selalu bertemu.” Kata Jongin

“Jongin-ah.” Yoo Rae mengucek-ucek matanya, “aigoo, jadi aku sering bertemu denganmu setiap pagi disini?” Tanya Yoo Rae

Jongin mengangguk, “dan setiap kita bertemu disini, kamu selalu tertidur disini. Aku sempat berpikir kamu tidur sambil berjalan, tapi ternyata aku baru menyadari kalau kamu selalu berjalan kesini dalam keadaan setengah mengantuk.” Jawab Jongin sambil membuka rice box

“maaf kalau aku sering tidak sadar kalau bertemu denganmu, Jongin-ssi.” Kata Yoo Rae

“gwenchana. Berbicaralah denganku dengan banmal, toh kita kan sebaya.” Pinta Jongin

“arraseo. Ngomong-ngomong kamu tidak perlu repot-repot membelikanku kopi.” Kataku pelan, tetapi Jongin tersenyum dan mengacak-acak rambutku

“anggap saja kalau aku memberikan kopi ini kepadamu karena tiba-tiba aku tidak mood minum kopi pagi ini.” Jawab Jongin

Aku meniup kopi itu dan meneguknya. Sambil makan, kami pun mengobrol. Ternyata Jongin bukan orang yang sombong seperti yang aku kira, ia lebih suka sarapan di 7-eleven daripada di restoran yang menjual breakfast yang mahal, dia memilih café yang nyaman daripada restoran fancy. Waktu kecil, Jongin belajar ballet dan taekwondo, hingga akhirnya ia mempelajari tarian lain dan tidak lupa mempelajari taekwondo.

“sepertinya kamu lebih jago daripada aku dalam hal Taekwondo.” Kata Yoo Rae

“ah, sepertinya skill aku dan kamu sama saja. Kita kan sama-sama pemegang sabuk hitam.” Jawab Jongin

“benar juga ya, ahahaha.” Tawaku

“YOO RAE AH!”

Tiba-tiba seseorang berteriak keras, Yoo Rae menengok kearah suara itu tetapi tubuhnya didorong hingga terjatuh oleh seseorang dan orang itu melindungi tubuh Yoo Rae. Yoo Rae melihat diatas mereka ada bunga api yang bertebangan dan suara tiang yang terjatuh. Ketika Yoo Rae melihat tiang itu, ternyata tiang itu terkena peluru besar yang melesat menabrakinya sehingga tiang itu patah dan terjatuh

“Gwenchana?” Tanya orang itu

“ne… Kyungsoo?!” pekik Yoo Rae yang melihat bahwa orang yang melindunginya itu adalah Kyungsoo. Kyungsoo memakai sweater panjang hitam yang menutupi tubuhnya dari leher sampai pinggang, celana berwarna coklat muda, kacamata pelacak, dan jam tangan hitam favoritnya. Kyungsoo beranjak dari tempatnya dan membantu Yoo Rae berdiri

“dimana Jongin?!” tanyaku panik, Kyungsoo hanya terdiam tidak membalas pertanyaan Yoo Rae

“wah wah tidak kusangka tingkat kepekaanmu sangat tinggi, Do Kyungsoo-ssi.” Seseorang berjalan mendekati Kyungsoo dan Yoo Rae. Ia memakai topeng tokoh kabuki Jepang, jas hitam panjang sepaha melindungi tubuhnya, lengan kiri bagian bawahnya diganti dengan sebuah pistol tembak seperti yang dimiliki astro boy, dan terlihat anak-anak buahnya yang memegang senjata berjalan dibelakangnya

“kabuki!” ujar Kyungsoo lantang

Tiba-tiba orang itu menembakkan peluru kearah Kyungsoo, Kyungsoo langsung menangkis tembakan itu dengan tameng virtual yang diciptakan jam tangannya, saat ia menargetkan Yoo Rae, Kyungsoo langsung berbalik badan dan memeluk Yoo Rae. Peluru itu memantul ketika terkenal sweater Kyungsoo, ternyata sweater yang dipakai Kyungsoo adalah sweater anti peluru

“sudah kubilang, aku adalah Punisher! Bukan si topeng kabuki seperti yang kau katakan!: ujar Punisher kesal, Kyungsoo memeluk Yoo Rae semakin erat dan tidak menengok kearah Punisher. Tetapi Punisher berjalan 3 langkah mendekati mereka dan memiringkan kepalanya

“Omo, tidak kusangka aku bertemu dengan orang special hari ini! Han Yoo Rae! Senang bertemu denganmu!” ujar Punisher senang, disambut sorak-sorakan dari anak buahnya

“Han Yoo Rae, berlarilah sejauh mungkin. Jaga dirimu.” Kata Kyungsoo

“Kyungsoo-ah…”

“Cepatlah! Ia sudah tahu dirimu dan berniat untuk membunuhmu! Berlarilah, aku akan menghadapi Punisher. Jika anak buah itu mengejarmu, berlarilah dengan sangat cepat.”

“Tapi…”

“kumohon kali ini kamu menurutiku! Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa!” Kyungsoo menempelkan sebuah pin kecil di punggung Yoo Rae, dan tiba-tiba saja tubuh Kyungsoo lemah dan hampir terjatuh, Yoo Rae membantu Kyungsoo berdiri dan membalas pelukannya

“Sepertinya hari ini hari keberuntunganku, aku menemukan anak dari si brengsek Han Seung Gi dan agent rahasia bodoh yang tiba-tiba saja tidak punya tenaga untuk melawanku.” Kata Punisher

“ya! Berhentilah! Kumohon!”

“mianhae, Yoo Rae-ssi. Di pertemuan pertama kita ini, aku tidak ingin membuang-buang waktu. Aku sudah mendapat targetku dan aku tidak mungkin melepasnya. Dan agent ini adalah targetku juga, jika tidak ada dia maka aku bisa melakukan ritual dengan mudah tanpa ada serangga kecil yang mengganggu.”

Punisher mengarahkan tangan kirinya kearah Kyungsoo dan Yoo Rae. Yoo Rae menggengam sweater Kyungsoo erat, memeluk Kyungsoo dan memejamkan matanya

“Selamat tinggal, para idiot.”

BOOM!

 

 

8 tanggapan untuk “Delight [Page 3]”

  1. Adegan d 7eleven itu gw jadi ngebayangin young do ama eun sang d the heir
    So sweet
    Btw c kai tiba2 ngilang?
    Mw berubah jadi pahlawan super bukan? Wkwkwkwkw

    Oke next chapter berikutnya

  2. Ah ah ah … otokke otokke #panik
    Apa yang terjadi ??? Kyungsoo sama yoo rae gak pa pa kan ???
    Kmana jongin ?? N knpa kyungsoo bisa tiba2 d situ … aduh thorr penasran bgt …. >_< keren bgt , adegan action tergambar jelas d keplaku … tegang cemas itu yg aku rasakan ??
    Hmmm jgn bilang kalau jongin itu punisher ???
    Wah pkoknya d tunggu lanjtannya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s