DELIGHT [Page 2]

delight-copy

Title:  DELIGHT [Page 2]
Author : seyofx
Length : Multichapter
Main cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Han Yoo Rae (OC)
Additional cast : Kim soo Hyun, Ahn jae Hyun, Naeun, Jiyeon, Sulli
Rate : Teen, PG-13
Genre : romance, school life, action

Poster by armyjh @ indofanfictionsart gamsahamnida

Author note: haloo, setelah Its Okay Its Love, aku buat FF yang castnya D.O dan genrenya action^^ ehehe awalnya aku iseng pilih action gara-gara nonton film. anw enjoy yaa jgn lupa Read Like dan Comment, maaf kalo ffnya jelek ganyambung gt^^

 

 

Yoo Rae’s P.O.V

 

Kyungsoo menatapku dalam setelah mendengar ucapanku, ia terdiam sejenak dan menghela napas, “membantumu untuk apa? Majalah sekolah? Oh, aku tidak akan membantumu, karena kamu bukan temanku. Kita kan baru kenal, bukan berarti secara otomatis kita adalah teman” Jawabnya

“bukan itu.” Jawabku

“lalu?” Tanya dia “darimana kau mendapat kartu ini ngomong-ngomong.”

“bukan urusanmu. Lagipula apa urusanmu jika dari awal tidak mau membantuku?” aku tersenyum penuh kemenangan setelah menjawabnya, Kyungsoo terlihat kesal dan menggaruk kepalanya

“ya! Agent D.O!” teriak seseorang di headset Kyungsoo

“dugaanmu dan aku salah, ternyata mereka sedang transaksi narkoba. Tetapi aku berhasil menghentikan transaksi itu.” Jawab Kyungsoo

“apa kamu mengambil salah satu sample narkoba itu?” Tanya dia, Kyungsoo hanya terdiam tidak menjawabnya

“aku akan menghubungimu nanti, Kay”

Kyungsoo melihat kearahku “aku akan mengantarmu pulang, kita sudah hampir sampai di tempat aku memarkirkan motor.” Kyungsoo berjalan menjauhiku, aku pun mengikutinya dari belakang. Ternyata Kyungsoo menitipkan motornya di depan sebuah bengkel, dan terlihat Lay dan Suho ada disana

“hyung, aku mau ambil motornya. Udah di service kan?” Tanya Kyungsoo

“ah tentu saja! Aku juga memoles motormu.” Jawab Suho “ada goresan di bagian depan tetapi aku dan Lay berhasil membuatnya kembali menjadi mulus.” Lanjutnya

“gomawo hyung”

“hey Kyungsoo, siapa dia?” Lay berjalan mendekatiku “pacarmu?”

“Ya! Tentu saja bukan!” elakku dan Kyungsoo bersamaan, “dia Han Yoo Rae.” Kata Kyungsoo

“oh annyeong Yoo Rae-ssi, aku Lay.” Lay menjabat tanganku dan tersenyum ramah, “aku Suho.” Suho berjalan mendekatiku dan menjabat tanganku. Suho sempat menawarkanku dan Kyungsoo untuk makan bersama, tetapi aku dan Kyungsoo menolak dan Kyungsoo langsung mengantarku pulang

“kamsahamnida.” Kataku setelah mengembalikan helm miliknya

“hem.”

“kau benar-benar yakin tidak mau memberitahuku apakah kau adalah agent rahasia?” tanyaku, Kyungsoo hanya menatapku, lalu ia menyalakan motornya dan pergi.

 

~**~

 

“jadi menurutmu Kyungsoo adalah agent rahasia dan mengetahui hal-hal tentang Ahn Corp termasuk orangtuamu?” Tanya Xiumin

“exactly. Dan sayangnya, Kyungsoo adalah tipe orang yang tidak bisa bekerja sama.” Keluhku sembari mengambil buku fisika dan merapikan rambutku

“kenapa kamu tidak pancing saja dia agar dia melunak dan mau diajak kerjasama?” saran Xiumin

“aku sudah melakukannya. Aku menunjukkan narkoba dan kartu nama itu tetapi dia malah tetap keukeh sama pendirian dia.” Jawabku

“bukan itu maksudku. Mungkin dia butuh dipancing dengan hal yang cukup keras. Mungkin kamu perlu memukulnya sampai bengkak, mengerjakan semua PR-nya, dan yah sejenis itu.” Jawab Xiumin

“pertama, dia pandai dalam Muay Thai, kedua dia adalah anak jenius yang tidak membutuhkan bantuan dalam mengerjakan PR. Ngomong-ngomong, jam pertama kamu ke kelas fisika gak?” tanyaku

“aniya, aku ke kelas bahasa inggris dulu.” Jawab Xiumin

“ah, aku sendiri lagi kan jadinya.” Keluhku, Xiumin tersenyum

“mianhae. Sudahlah ayo ke kelas, toh kelas bahasa inggris dan fisika sebelahan.”

Aku memasuki kelas fisika, tumben sekali kelas itu kali ini ramai sampai-sampai tempat favoritku di duduki orang dan kali ini kursinya berpasangan sehingga aku harus mencari seseorang yang tidak ada pasangannya. Lalu aku menengok kearah kanan dan melihat Kyungsoo yang sedang melihat kearah jendela, dan kursi di sebelahnya kosong. Coba cari kursi lain, batinku, sialnya semua kursi sudah terisi dan tersisa kursi di sebelah Kyungsoo. Dengan langkah gontai aku berjalan menuju kursi itu dan duduk disebelahnya. Kyungsoo menyadari kehadiranku

“baru kali ini aku melihatmu disini.” Kata Kyungsoo

“kamu bercanda ya? Aku sering di kelas fisika, kamunya saja yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar.” Jawabku, Kyungsoo tersenyum kecut dan kembali melihat ke jendela. Selama pelajaran, Kyungsoo selalu menatapku dan jika aku menyadari bahwa ia melihatku ia tidak akan berpaling melainkan tetap menatapku, aku ingin saja memarahinya tetapi pelajaran Mr.Murphy mempunyai peraturan yaitu tidak boleh berbicara ketika Mr.Murphy menjelaskan di depan kelas

“tuan Do, apakah anda mengerti?” Tanya Mr.Murphy yang melihat aku dan Kyungsoo bertatapan

“ya, tentu saja aku mengerti.” Jawab Kyungsoo

“kalau begitu, coba kerjakan soal di papan tulis.” Perintah Mr.Murphy

Kyungsoo berjalan menuju papan tulis, ia mengambil spidol dan mengerjakan soal itu dengan mudah. Setelah itu Kyungsoo meletakkan spidol di atas meja dan kembali ke tempatnya, Mr.Murphy mengecek jawaban Kyungsoo dan menggelengkan kepala

“baik tuan Do, jawabanmu benar. Tetapi ada baiknya kau tetap memperhatikan pelajaranku.” Kata Mr.Murphy

“aku mengerti, pak.” Jawab Kyungsoo

Selesai pelajaran, semua anak sudah keluar dari kelas kecuali aku dan Kyungsoo. Aku sibuk memasukkan buku-buku dan begitupula dengan Kyungsoo

“Ya! Kenapa daritadi kamu menatapku terus?” tanyaku

“aku hanya penasaran saja, gadis kikuk sepertimu bisa melakukan gerakan beladiri dengan sempurna.” Jawab Kyungsoo, aku melengos

“aku sudah belajar Taekwondo sejak kecil, lalu saat sekolah menengah pertama aku belajar beladiri dengan menggunakan 2 belati karena itulah aku mahir dalam bermain pisau dan sejenisnya.” Jelasku, Kyungsoo hanya ber-oh-oh

“setelah aku menjelaskan ini, apa kamu bisa semakin percaya denganku? Jadi kamu bisa membantuku?” tanyaku

“tidak.” Kyungsoo berjalan keluar kelas

“ya!” aku menyusulnya dan berhenti di depan kelas “ah jinja, dia benar-benar keras kepala!” ujarku kesal

“hey, katanya keluarga Kyungsoo membuka lapangan pekerjaan.” Aku mendengar beberapa perempuan sedang berbincang, aku pun langsung mendengarnya dengan saksama

“ya, katanya pekerjaan yang ditawarkan itu koki, pembantu dan bodyguard untuk Kyungsoo” timpal Naeun

“bodyguard? Untuk apa?” Tanya Jiyeon heran

“mollayo.” Jawab Naeun

“ya wajarlah mereka mencari bodyguard. Kyungsoo kan katanya suka pulang terlambat, dan pas itu Chanyeol pernah melihatnya diantara para gangster.” Balas Sulli

“hmm, masa aku harus jadi pembantu sih biar deket sama Kyungsoo.” Kata Minah disambut dengan gelak tawa teman-temannya. Dan ucapan Minah tadi berhasil mendatangkan ide untukku

Kyungsoo P.O.V

            “aku pulang.” Sahutku sambil meletakkan sepatuku di rak. Ah sial, aku gagal mendapat narkoba yang baru dibeli oleh para anak buah itu tetapi aku berhasil menghentikan mereka

“ah Kyungsoo! Masuklah!” ujar ibu

Wah, tumben ibu ada dirumah. Biasanya dia sibuk dengan perusahaan

“iya sebentar.” Aku berjalan memasuki ruang tengah dengan cepat karena mencium wangi masakan buatan ibu yang aku rindukan. Ketika aku ke dapur, aku melihat seorang wanita sedang memakan jjangmyun dan ibu yang sedang meletakkan semangkuk samgyetang dibantu oleh seorang pembantu

“ige mwoya!” ujarku kesal, wanita itu adalah Han Yoo Rae

“annyeong haseo.” Sapanya

“ah Kyungsoo, perkenalkan dia Han Yoo Rae. Dia bodyguardmu, dan yang membantuku membuat samgyetang ini namanya bibi Yoon…”

“bodyguard?! Ibu, aku tidak memerlukan bodyguard!”

Ibu hanya tersenyum melihat responku, ia menyendokkan nasi dan meletakkannya di piring kesukaanku, lalu meletakkannya di depan Yoo Rae dan memintaku untuk duduk. Setelah itu ibu menuangkan kuah samgyetang ke piringku

“Aku akan dinas untuk beberapa bulan, dan aku ingin kamu tetap aman disaat aku tidak ada.” Tutur ibu

“tapi aku bisa menjaga diriku sendiri, apa gunanya Muay Thai jika tidak aku gunakan ketika dalam keadaan bahaya?” elakku

Ibu mengusap luka di pipiku, “kalau begitu, yakinkan ibu. Yakinkan ibu kalau kamu akan aman dan baik-baik saja.” Ucapan ibu tadi sempat menimbulkan keheningan untuk beberapa saat, aku yang biasanya berhasil menyangkal semua ucapan ibu tidak bisa berkata apa-apa

 

~**~

 

“aku hanya ingin dekat denganmu. Kan kamu bilang kita ini baru kenal jadi kamu tidak menganggapku sebagai teman, karena itulah aku mencoba dekat denganmu jadi kamu menganggapku sebagai teman dan membantuku” jawab Yoo Rae santai

Sial! Kenapa aku tidak bisa membalas ucapannya! Kenapa aku tidak bisa membalas ucapan-ucapan orang hari ini?!

“tapi… tapi kamu kan perempuan!” ujarku

Yoo Rae menaikkan alisnya “pikiranmu masih kuno ya? Tidak semua perempuan lemah seperti yang kamu kira. Bisa saja perempuan jauh lebih kuat daripada laki-laki.” Balas Yoo Rae

Aku melengos, “berapa lama kamu akan bekerja untukku?”

“sampai kamu minta aku berhenti.”

“baiklah aku minta kamu berhenti sekarang.”

“eits tunggu dulu, aku kan masih dalam masa percobaan selama 3 bulan.” Ucap Yoo Rae dengan senyum kemenangan

“baiklah-baiklah.” Aku duduk diatas kasur dengan lunglai, Yoo Rae tertawa kecil melihatku

“tidak kusangka cowok yang di cap dingin oleh sekolah mempunyai kelemahan dalam perang kata-kata.” Ledek Yoo Rae

“ya! Aku ini tidak mengalah tau!” belaku, “begini saja, kita membuat kesepakatan saja.” Usulku

“kesepakatan apa?”

“begini, aku akan bersedia diwawancara untuk majalah sekolah dan membantumu memecahkan teka-teki kartu itu. Asalkan kamu bersedia membantuku jika terjadi sesuatu saat aku memecahkan teka-teki itu, dan segera berhenti menjadi bodyguardku.” Jawabku

“yakin tuh bersedia?”

“iya, aku yakin.”

“walaupun aku mewawancaraimu sambil direkam di kamera dan rekamannya itu ditayangkan di TV sekolah?” Tanya Yoo Rae

“iya, tidak apa-apa.” Yoo Rae menatapku sambil tersenyum seakan menggodaku

“Deal?” aku mengarahkan tanganku ke depannya, Yoo Rae terdiam sejenak dan menjabat tanganku mantap dan berkata, “deal.”. Yoo Rae memberikan kartu itu, aku pun mengamati kartu itu dengan saksama

“Sebenarnya agent rahasia di Korea Selatan itu ada 5, namun yang terbaik saat ini adalah Ahn Corp dan SKA. Dan Ahn Corp adalah agent rahasiaku, mereka seperti CIA. Ahn Corp lebih memfokuskan kepada intelijen internasional tetapi tidak lupa dengan keamanan Korea, sedangkan SKA lebih fokuskan kepada keamanan negeri, tapi akhir-akhir ini SKA juga turun tangan dengan urusan luar negeri. Pertanyaannya, darimana kamu mendapat barang ini?” tanyaku

“itu adalah milik orang tuaku. Xiumin menemukannya di folder kerja ayahku di kantor stasiun TV Korea.” Jawab Yoo Rae

 

Yoo Rae’s P.O.V

 

            Kyungsoo terlihat terkejut dengan jawabanku, matanya yang besar itu terbelalak menunjukkan bahwa jawabanku ini membuatnya terkejut sekaligus membuatnya tidak percaya. Namun, Kyungsoo kembali mengubah tatapannya itu menjadi tatapannya seperti biasa, dingin dan dalam.

“siapa nama orangtuamu?” Tanya dia

“umm, Han Seung Gi dan Song Ga In.” lagi-lagi Kyungsoo terlihat terkejut dengan jawabanku. Ia pun beranjak dari tempatnya

“Ayo ikut aku.” Ucapnya

“kemana?”

“Kamu akan tahu nanti, jangan banyak bertanya.” Kyungsoo menggandeng tanganku lalu keluar dari kamarnya. Saat Kyungsoo mengambil jaketnya di sofa, seorang laki-laki berpostur tubuh tinggi dan ideal, dan memiliki mata yang bisa dibilang sipit menatapnya

“mau kemana?” Tanya dia

“ah hyung, tumben ada dirumah.” Balas Kyungsoo, pria itu tersenyum

“aku hanya malas pulang ke rumah kost dan kangen denganmu juga sepertinya.” Pria itu tersenyum ramah, sedangkan Kyungsoo hanya membalas senyumannya itu dengan senyuman tipisnya

“aku akan pulang nanti, aku pergi gak lama kok.” Kyungsoo menarik tanganku dan langsung keluar dari rumah. Aku dan Kyungsoo menaikki MRT tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, Kami berhenti di stasiun Gangnam, Kyungsoo membawaku ke sebuah kotak telpon di pinggir jalan dan memintaku masuk ke kotak itu, setelah ia menyusul masuk ia memasukkan koin ke mesin telepon dan memencet nomor

“Kenapa kita disini?”

Kyungsoo hanya terdiam, dan tiba-tiba aku merasa lantai yang kuinjak bergerak turun bersamaan dengan suara “perintah diterima, selamat dating Agent D.O!”. Dan ternyata benar! Lantai tempatku dan Kyungsoo berpijak bergerak turun sedangkan lantai kotak telpon itu kembali tertutup ketika aku dan Kyungsoo semakin dibawah

“pria tadi namanya Do Min Jun, kakakku. Dan aku membawamu ke markas Ahn Corp yang berada di pusat kota, yeah bisa dibilang pusatnya Ahn Corp.” jelas Kyungsoo

“ooh aku mengerti.” Jawabku, “kenapa tidak memberitahuku di jalan?” lanjutku

“karena kamu pasti akan bertanya yang aneh-aneh dan kemungkinan orang-orang mendengar percakapan kita dan mencurigaiku kalau aku ini agent rahasia.” Jawab Kyungsoo tenang, aku terdiam. Yah, sebenarnya benar juga sih dia, dia sudah memikirkan hal itu secara matang ternyata.

Lalu kami berhenti di sebuah ruangan seperti ruangan agent rahasia yang biasanya aku lihat di film, pintu kaca didepan kami pun terbuka dan seseorang menyambut kami. Perempuan itu terlihat bukan pure Korean, ia memiliki kulit tan dan postur tubuhnya ideal, rambutnya coklatnya dikuncir tinggi. Perempuan itu tersenyum ramah kepadaku

“selamat datang D.O, siapa dia?” Tanya perempuan itu

“hai Kay, dia Yoo Rae. Han Yoo Rae.” Jawab Kyungsoo

Kay menaikkan alisnya ketika mendengar jawaban Kyungsoo, lalu ia menatapku dan berkata, “well, selamat datang di Ahn Corp.”

Aku dan Kyungsoo memasuki ruangan gedung rahasia Ahn Corp. Ruangan itu keren sekali! Aku seperti berada di kantor agent rahasia seperti yang ada di film-film action atau ruangan agent S.H.I.E.L.D yang biasa ditampilkan di film-film superhero. Ada layar monitor besar yang menampilkan setiap sudut kota Seoul yang berasal dari CCTV rahasia yang disembunyikan di beberapa titik. Terlihat juga beberapa orang sedang sibuk dengan komputernya karena sedang mendesain benda-benda untuk agent rahasia

Kay memperkenalkan dirinya, ia adalah operator para agent rahasia. Ia akan turun ke lapangan jika sudah dalam keadaan mendesak. Dan dugaanku benar, dia tidak pure Korean karena memiliki keturunan latin. Dia pernah menjadi rekan kerja ayah dan ibu

“Aku cukup terkejut ketika melihatmu datang kesini bersama Kyungsoo. Aku kira kamu akan disini bersama Jin.” Kata Kay

“Jin? Maksudmu bibi Jin?”

Kay mengangguk, “yeah, nama samarannya adalah Bootsrap. Dia bibi sekaligus pengawalmu.” Jawab Kay

“kenapa dari kecil ia tidak memberitahuku yang sebenarnya? Tentang ayah dan ibuku?”

“karena ayahmu meminta Jin untuk menutupi semua ini sampai kamu sudah siap.” Jawab Kay

“berarti, sekarang aku sudah dianggap siap?” tanyaku lagi

Kay mengangkat bahunya, “entahlah, mungkin iya.”

Ternyata Kay membawaku dan Kyungsoo ke sebuah ruangan kerja. Kami dipersilahkan duduk dan meminum secangkir cappuccino dan kue muffin yang sudah disediakan. Kay pun duduk disebelahku.

Tidak lama kemudian, seseorang pria tinggi berpostur tegap masuk ruangan lewat pintu lain. Kay dan Kyungsoo menunduk hormat kepadanya, aku pun ikut menunduk hormat

“Selamat datang, Yoo Rae. Aku Ahn Jae Hyun.” Ahn Jae Hyun menjabat tanganku

“ne, Han Yoo Rae imnida.”

Aku memberikan kartu itu ke Jae Hyun, ia pun mengamati kartu itu dengan saksama, “kartu ini berisi video diary orangtuamu. Tidak kusangka orangtuamu mengirimkan kartu ini ke stasiun televisi, bukan ke Ahn Corp langsung.”

“memangnya ayah dan ibuku kemana?”

Ahn Jae Hyun membuang napas pelan, “Han Seung Gi, Song Ga In, mereka adalah pasangan agent rahasia andalan kami. Di setiap misi, mereka selalu berhasil dan tidak segan-segan mengalahkan musuh hingga musuh itu tidak berdaya. Setiap aku memberikan misi berat untuk mereka, mereka pasti menyelesaikan misi itu dengan tuntas tanpa butuh bantuan agent-agent lain. 17 tahun yang lalu, ada seorang penjahat yang melakukan kejahatan yang berbeda dengan kejahatan yang pernah kami hadapi sebelumnya. Dan bahkan penjahat itu menantang Seung Gi dan Ga In, ia mengancam akan menghancurkan keluarga mereka.”

“jadi, mereka menitipkanku ke bibi Jin agar aku selamat?”

Jae Hyun mengangguk, “ayah dan ibumu berhasil mengalahkan penjahat itu 5 tahun kemudian, tetapi ternyata yang mereka kalahkan adalah anak buah penjahat itu yang sudah disamarkan. Ibumu mendapat informasi kalau penjahat itu sedang melakukan sebuah eksperimen. Maka dari itu, ayah dan ibumu menyamar sebagai asistem laboratorium disana dan membuat video diary ini. Aku sempat memintanya untuk berhenti dan menjamin bahwa keselamatanmu terjaga, tetapi ayahmu menolak.” Jelas Ahn Jae Hyun

Semua penjelasannya itu membuatku terdiam terpaku, “apa kalian tahu dimana dia sekarang?”

Ahn Jae Hyun menggelengkan kepalanya, “kami kehilangan kontaknya sejak setahun yang lalu. Sampai saat ini kami masih mengirimkan tim pencari orangtuamu di tiap Negara.”

 

18 tanggapan untuk “DELIGHT [Page 2]”

  1. Woa gw jadi kebayang film Spy Kid
    Keluarga agen rahasia

    Tpi yg gw janggal dari chapter 1 smpk chapter ini adalah
    Gimna caranya xiumin bisa dpet informasi itu? Yg tentang ortunya yoo rae?
    Segitu hebatnya kah xiumin
    Atw dia penjahatnya?

    Wahh keren lah ni ide cerita

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s