My Nappeun Namja Part 4 A

pizap-com13872831624851

 

 

 

 

Title : My Nappeun Namja
Author : ZuhaYuha Main
Cast :
Lee Bin Ra
Xi Luhan
Kim Jong In
Park Jinra
Kim Joon Myun
Jang Yeonshil
Genre : AU, Romance, Drama.
Ratting : PG – 17
Lenght : Chaptered
Disclaimer : Semua tokoh yang muncul, kecuali Lee Binra adalah milik tuhan. Dan Lee Binra adalah tokoh ciptaan saya. Cerita ini murni hasil karya SAYA.
Don’t Bashing!

WARNING!! PG-17!

***

Next day Mobil sport warna merah itu melesat, melaju cepat meninggalkan seorang yeoja yang tengah berdiri sambil menumpahkan sumpah serapah pada pemilik mobil yang bahkan telah mengghilang bersama kendaraannya. Yeoja itu -Binra. Berulang kali mulutnya terbuka lebar meneriakkan nama Luhan yang bahkan sudah tak terlihat.

Gara-gara kejadian kemarin, seharian penuh ia terkurung di kamar Luhan. Wo! Ia bahkan lupa kalau hari ini ulangan Matematika. Gila! Setumpuk rumus materi Trigonometri di buku miliknya bahkan secuil pun belum ia baca. Sebenarnya dengan kemampuan otaknya ia tak masalah jika ia belum belajar dan akan mengikuti ulangan. Tapi masalahnya, ada sesuatu yang ia takutkan akan terjadi kala waktu mengerjakan ujian itu. Tertidur dikelas. Itu yang ia khawatirkan. Tadi ia baru bisa terlelap pukul 3 pagi, bersama Luhan tentunya. Dan pukul 5 pagi tubuhnya dipaksa bangun oleh si-brengsek Luhan hanya untuk membuat omellet.

” Xi Luhaaan! Kembali Kaau!! HYA! ” Harusnya Luhan mengantarkannya sampai sekolah. Tidak! Maksudnya sampai dekat sekolah dalam jarak kurang lebih 100 meter dari gerbang. Tapi percuma, itu tidak akan pernah terjadi.

06.50 KST

Mobil Luhan memasuki area parkir di halaman sekolah. Beberapa mobil sudah terparkir rapi disana. Luhan keluar dari mobil sambil menenteng tas sekolah di pundak kirinya. Kakinya melangkah menyelusuri koridor sekolahan yang sudah cukup ramai. Moodnya hari ini sedang cukup baik. Sangat baik malahan, terlebih mengingat hal semalam. Kalau boleh jujur, sebenarnya tubuhnya juga sangat pegal. Kegiatannya tadi malam benar-benar menguras tenaganya. Sempat terlintas di ingatannya. Hal yang menurutnya harus rutin ia lakukan. Apalagi kalau bukan mengerjai Binra. Yeoja yang selalu menunjukan bermacam ekspresi ketika ia mengerjainya. Dan yang untuk tadi pagi, menurutnya itu adalah ekspresi yang terlucu. Tanpa sadar Luhan terkekeh kecil. Pemandangan yang langka dari seorang Xi Luhan. Seorang yeoja yang tidak sengaja bertemu Luhan terkejut melihatnya.

” Apa aku tidak bermimpi! Barusan Luhan Sunbae tertawa!! “

KRIING!

Bel Masuk berbunyi. Tepat saat Luhan akan masuk kedalam kelasnya. Baekhyun berteriak memanggil namanya.

” Luhann!! Luhan!! ” Luhan berbalik. Didapatinya Baekhyun berlari kearahnya dan langsung menarik tangannya.

” Luhan! Dia kembali! Dia kembali!! ” Seru Baekhyun heboh.Alis Luhan bertaut tak mengerti apa yang Baekhyun katakan.

“Dia kembali siapa maksudmu Baek?”

” Luhan aku bertemu dengannya! Aku dan Sehun melihatnya disini!. Aku meli-“

“-Baek! Aku tak mengerti! Apa yang kau bicarakan. Kita bicarakan ini nanti. Aku kekelas ” Luhan beranjak pergi.

***

Suara gesekan dari roda gerbang terdengar melengking. Tepat saat itu juga Bel sekolah berbunyi nyaring. Murid – murid mulai bubar dari kegiatan mereka dan berhamburan memasuki kelas mereka. Tidak jauh dari gerbang sekolah yang sudah tertutup sempurna. Kaki Binra yang tadinya berlari kencang terhenti. Bahunya merosot dengan nafas yang tersengal tak beraturan. Hari ini lebih buruk dari apapun! Betapa malang nasibnya. Dewi fortuna benar-benar menjauhinya. Hari ini ada Ulangan dan ia jelas tidak akan bisa mengikutinya. Bahkan untuk masuk kedalam pun ia tidak bisa. Ajusshi penjaga gerbang tidak akan memperbolehkan ia masuk.

TIIN!TINN!

Kepala Binra menengok cepat. Dilihatnya mobil hitam mengkilap berhenti disampingnya. Dia hafal betul mobil ini terutama dengan sticker bertulis ‘ Jangan Sentuh Mobilku! Tangan Kalian Penuh KUMAN!! ‘ yang tertempel di bagian samping mobil. Siapa lagi kalau bukan Kim Joong Myun. Saat itu pula terlintas sebuah ide dikepalanya. Tanpa pikir panjang Binra mengetuk kaca mobil Joongmyun, menyuruhnya membukakan pintu. Dan detik itu juga ia tarik kembali kalimatnya tentang Dewi Fortuna menjauhinya.

” Oppa! Gomawoyo!! “

” Jika tadi kau ketahuan bagaimana? Astaga kau ini! ” panik Joongmyun.

” Tidak akan! Kalau begitu aku kekelas bye! ” pamit Binra segera berlari meninggalkan Joongmyun dilapangan parkir. Jika difikir ini baru pertama kalinya ia menyusupkan seorang murid yang datang terlambat.

” Ck Anak itu. . “

***

” Heyyyy! Kai! Berhenti !! ” binra terlonjak kaget, dipandangnya Jinra yang tengah memandang Kai dengan tatapan yang Eeerr entahlah. Merasa di panggil Kai membalikkan badannya, melihat Kia yang merespon panggilannya Jinra beranjak dari duduknya dan maju menghampiri Kai.

” wae? ”

” ikut aku! ” melihat Jinra yang menarik tangan Kai, keluar meninggalkan kelas membuatnya sedikit pusing. Apa ketidak hadirannya sehari , kemarin membuatnya tertinggal sesuatu informasi yang mungkin ada kaitannya dengan mereka berdua. Cukup bagi Binra untuk mengira-kira tentang Kai dan Jinra. Karena ia tak ingin berpikiran yang lebih jauh tentang mereka, dan yang sekarang harus ia urusi adalah perut bagian bawahnya sudah terkumpul banyak cairan yang harus ia keluarkan. Atau cairan itu akan membatu dan sulit dikeluarkan.

***

Binra mempercepat langkahya, menuju toilet. Sesampainya disana dia langsung menghambur masuk kesalah satu bilik kosong. Binra menghela nafasnya lega. Sesaat kemudian ia keluar dari sana dan mendekat pada washtafel. Ditatapnya bayangan dirinya pada cermin didepannya. Dirinya tersenyum senang mengingat ulangannya mendapat nilai sempurna. Untung saat masuk kelas tadi seongsaengnim belum masuk, dan itu membuatnya bisa belajar sebentar. Pelahan senyumnya memudar tatkala mengingat si DongHan! Wow! Ia menemukan nama baru lagi untuk Luhan. DongHan – Yadong Luhan. Hoho setidaknya lebih baik dari pada Namja brengsek , benar bukan?. Dipikir ia sudah terlalu lama di toilet. Binra memutuskan untuk kembali kekelas ah! Tidak kekantin saja tadi ia belum makan.

BRUUKK!

Tepat saat Binra membalikkan badannya, seorang yeoja menabrak tubuhnya. Tubuhnya terhuyung mundur membuat sikunya membentur sisi washtafel. Itu cukup sakit, membuatnya meringis menahan nyeri di sana.

” Mianhae! Barusan aku terburu- bu-

“-N.neo “Omongan yeoja itu terhenti. Mata Binra dengan jeli menatap wajah yang jelas tak asing didepannya. Ingatan kejadian beberapa waktu lalu kembali berputar dalam otaknya. Bagaikan kaset rusak yang terputar tak teratur. Jantungnya berdegup, rasa khawatir langsung hinggap dan takut terselip di benaknya. Tak jauh berbeda dengan ekspresi Binra, yeoja itu pun menampakkan raut terkejut yang sama. Tapi hanya selang sesaat. Sampai bibir yeoja itu terangkat. Seringaian yang tak asing bagi Binra. Seringaian yang membuat hidupnya terbanting telak jatuh kelubang hitam jauh dari yang ia bayangkan. Bayangan hitam saat yeoja berambut sebahu itu menancapkan sebilah pisau pada calon mertuanya berkelibat di matanya. Cipratan darah segar itu masih jelas ia ingat. Bagaimana yeoja itu datang kembali.

” A-andwae ” bibirnya kelu , meski hanya bergumam sepatah kata. Ia tau yeoja ini langsung bisa mengenalinya. Sambil menyelipkan rambutnya kebelakang telinga yeoja itu menatap lurus titik matanya.

” Tak kusangka kita bertemu disini. Cukup lama kita tak berjumpa, bagaimana kabarmu calon noona Xi? “

***

” Luhaan! Kau belum bertemu denganya?? ” sekali lagi Luhan mengabaikan pertanyaan Baekhyun. Lontaran kalimat yang sama itu lebih dari cukup membuat kepalanya pening.

” ayoolaaah Luuu ka- ”

-Baek, ” potong Luhan. Bibir Baekhyun membungkam. Sungguh sebenarnya Baekhyun ingin menceritakan pertemuan dia dan Sehun dengan gadis yang waktu itu. Dia pikir dengan mengatakan ‘dia kembali ‘ otak Luhan langsung tersaut. Tapi malah sebaliknya. Sepertinya kejadian beberapa waktu lalu membuat appa sahabatnya ini pergi- ANI!! Sebenarnya Baekhyun tau appa Luhan masih hidup. Ia tau. Tapi Luhan sendiri yang sudah mengatakan bahwa appanya telah tiada.

Dibawah kabel dan puluhan peralatan medis yang canggih appa Luhan masih hidup. Ia masih mempertahankan raganya, masih berjuang untuk hidup. Tubuhnya yang kian renta terbujur lemah berbaring diatas ranjang rumah sakit. Sendiri, ruangan berlapis cat tembok putih itu sepi senyap hanya bunyi dari alat medis yang mendominasi.bosan teracuhkan baekhyun bangkit, beranjak meninggalkan lluhan yang masih tetap memainkan rubbicnya.

” luhan ” tak ada sahutan dari mulut Luhan, hanya sebatas gumaman yang Luhan keluarkan. setidaknya baekhyun tidak merasa berbicara sendiri toh Luhan masih menyhutnya.

” kau tau? dia, Jang Yeonshil. dia kembali “

Tbc

Untuk Part 4 aku bagi jadi 2,. jadi part A dan part B. Terimakasih yang sudah mau baca dan comment. bagi kalian yang belum sempat meninggalkan comment aku harap kalian mau tobat dan mau meninggalkan jejak kalian di ff aku. aku tau ff aku masih jauh dari kata sempurna tapi aku tetap mau tau apa respon kalian terhadap ff aku.

 

18 tanggapan untuk “My Nappeun Namja Part 4 A”

  1. Wah penasaran bgat sama cwek yg di maksud baekhyun ,,,sebenernya dia punya masa lalu apa antara luhan&binra
    wah ditunggu chapter selanjutnya thor…
    keep writing

  2. Heol! ._. Dulu Binra sma Luhan udh mw nikah ya?! Walamaaak… Kok Luhan tega bgt am calon istri sndirii.. X_X makin penasara eooonn!!! Itu yeonshil” itu suka am Luhan yaahhh… Arghh…. Makin rumiiitt.. Tpi kece kok eon… Jjang! (Y)

  3. Maksudnya noona XI, calon mertua apa? Dia siapa? Sepertinya orang yang dimaksud Baekhyun Sehun orang yang sama dengan orang yang bertemu dengan Binra di toilet ya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s