Waiting.. (Chapter 8)

Waiting 8 poster

 

 

 

Tittle                : Waiting..(Chapter 8)

Author             : Collins

Maincast         : Kim Jong In a.k.a Kai (exo)

                         Do Kyungsoo a.k.a D.O (exo)

                         Park Hyojin (OC)

Support cast    : Find It By Yourself

Genre              : Friendship,schoollife,love

Length             : Chaptered

Ratting                        : Teens

Authors Note   : Don’t be a plagiator!!

* * *

KRING!!! KRING!!! KRING!!!

Bunyi alarm memenuhi sebuah ruangan bernuansa biru ini.Sudah dua kali alarm ini berbunyi namun sang pemilik kamar hanya bangun untuk mematikannya ketika alarm pertama kali berbunyi.

‘’Ah,kau berisik sekali!Ini hari ming-OMONA!Minggu!!’’

Sang pemilik kamar dengan sigap berlari ke kamar mandinya dan menyambar handuk dengan cepat.Ketika melihat jam di alarm nya menunjukkan pukul 08.23,ia bertekad untuk mandi dengan waktu paling lama 10 menit.Menyedihkan memang.Tetapi,mau bagaimana lagi,ia tak mau terlambat ke acara yang sangat dinantikannya.

‘’Hyojin-ah,ahjuma sedang menyiapkan sarapan.Kau mau roti bakar atau sereal?’’

‘’Sereal saja,ahjuma!’’Teriak Hyojin dari dalam kamar mandinya.

Setelah selesai mandi –yang membutuhkan waktu 7 menit-,Hyojin dengan segera mengambil dress yang dibelinya kemarin.Ia tersenyum di depan cermin sambil memakai parfum pemberian appa nya 1 bulan lalu yang bahkan baru disentuhnya sekarang.Hyojin menyambar tas nya dan memasukkan ponselnya,powerbank-nya,parfum,dan dompet biru nya kedalam tas limited edition itu.

Setelah merasa lengkap,Hyojin beralih ke cermin dan mengambil beberapa alat untuk mempercantik dirinya.Cukup simple namun terlihat mengesankan.Hyojin memoleskan BB cream ke wajahnya dan leher jenjangnya.Setelah merasa cukup rata,Hyojin mengaplikasikan eyeshadow warna coklat ke seluruh kelopak matanya lalu ia mengambil warna coklat yang lebih gelap untuk diaplikasikan di tengah kelopak matanya.Merasa cukup,Hyojin mengambil eyeliner hitamnya dan memoleskan eyeliner di kelopak matanya.Hyojin menarik tajam eyeliner dibagian ujung dan menebalkannya kearah atas.Selesai juga untuk bagian terpenting!

Hyojin kembali mengambil penjepit bulu mata dan mascara untuk bulu matanya.Setelah cukup bagus,Hyojin mengambil eyeshadow berwarna putih,dipoleskannya di bawah alis matanya.Giliran untuk pipinya,Hyojin mengaplikasikan blush on berwarna pink dengan cara memutar dari tulang pipi ke arah pipi.Beralih ke bibir,ia memoleskan lip tint  berwarna pink cerah untuk kesan segar.Dan sentuhan terakhir,Hyojin memoleskan bedak tabur berwarna terang di pipi nya.

‘’Kurasa cukup.Tak perlu terlalu tebal.Ah,rambutku.Bagaimana aku menatanya.Bila diberi pilihan untuk menata rambut atau merapikan rumah,aku akan memilih merapikan rumah!Aku benar-benar tak mengerti bagaimana sang make up artist  begitu handal merapikan rambut sang model bahkan rambut mereka sendiri!’’Geram Hyojin merasa frustasi.Bagaimana tidak,rambutnya yang panjang tak mungkin ia gerai saja.Ikat satu?Tidak,Sung chan berpesan untuk jangan mengekspos bagian leher terlalu banyak.Mengapa?bahkan Hyojin pun tak tahu alasannya.

Merasa ada lampu diatas kepalanya,ia berlari kearah lemari bajunya dan sedikit berjinjit untuk mengambil sebuah kotak di tempat paling atas.Dapat!.Dengan cepat,ia kembali lari dan mengeluarkan sesuatu benda dari dalam kotak itu.Sebuah benda berwarna coklat.Curly iron!

Hyojin menancapkan kabel pada benda itu dan menunggu untukcurly iron siap digunakan.Sembari menunggucurly ironsiap digunakan,Hyojin mengambil gel penata rambut dan memoleskannya merata.Saat ia rasa curly iron nya siap diguanakan,ia memantapkan hati dan mulai mencoba melengkungkan rambutnya dengan benda yang bahkan baru kali ini ia pakai.10 menit kemudian,Hyojin selesai dengan adegan yang menurutnya sebagai salah satu jenis olahraga karena mengeluarkan banyak keringat.Ia memandang siluet dirinya di cermin dan tersenyum puas.

‘’Lumayan juga.Kurasa aku berbakat.’’Gumamnya dengan nada kepuasan.

Takut lengkukannya akan hilang saat itu juga,Hyojin dengan cepat menyemprotkan hair spray ke rambut yang telah ditatanya.Mungkin karena ia belum pernah menyemprotkan hair spray ke rambutnya sendiri,cairan yang keluar dari hair spray itu terlalu banyak dibagian bawah dan mengakibatkan bagian bawah rambutnya terlalu kaku.Kecewa dengan perlakuan sembrono nya,Hyojin menggerutu kesal dan beranjak dari meja riasnya untuk turun sarapan.Namun,saat cahaya matahari menimpa rambut bagian bawahnya,itu terlihat sedikit megkilap dan menimbulkan rasa senang tersendiri bagi Hyojin.Setelah itu,ia memakai heels nya dan turun dengan cepat untuk sarapan.Tak lupa juga ia mengunci kamarnya.

‘’Kyungsoo sudah menunggu mu dari 5 menit yang lalu,Hyojin-ah.’’

‘’Mwo?Ash,ahjuma,apa eomma sudah sarapan?’’Tanya Hyojin dengan nada kecewa.

‘’Belum.Wae?’’

‘’Ahjuma sampaikan pada eomma saja jika pagi ini sarapannya berbeda.Suruh saja eomma makan sereal khusus untuk pagi ini.Aku akan membawa roti dan akan kumakan di mobil nanti.Sampaikan juga pada eomma jika aku kemungkinan akan pulang malam.Annyeong ahjuma.’’Jelas Hyojin lalu dengan tergesa-gesa menghampiri Kyungsoo yang sedang membaca majalah sembari menunggu Hyojin.

‘’Annyeong,Mian membuatmu menunggu.Aku bangun kesiangan tadi.’’Ucap Hyojin membuat Kyungsoo mengadahkan kepalanya.

‘’It’s ok.Kajja!’’Kyungsoo menyimpan majalahnya dan segera beranjak ke Hotel Gangnam.

‘’Kira-kira berapa menit yang dibutuhkan untuk sampai kesana?’’Tanya Hyojin memecah suasana.

‘’Mollayo.Mungkin 1 setengah jam.’’Jawab Kyungsoo dengan mata menghadap ke jalanan.Hyojin menganggukkan kepalanya paham.

Ah,andai saja kau yeojachingu ku,aku akan terus memujimu hingga kau tersipu malu.Kurasa makin hari khayalanku untuk menjadi namjachingu mu semakin tinggi.Kurasa.Ah,Aku juga sudah mempersiapkan mentalku dari jauh hari untuk nanti.Wae?Karena kemungkinan kau akan bertemu dengan Kkamjong dan memeluknya sangat besar.Aku takut hatiku remuk disana…

‘’YA!Kyungsoo-ya!Kau tak lihat lampunya sudah hijau,eoh?!Ppali jalan sebelum kau dimaki oleh orang-orang ini!’’Kyungsoo menoleh kearah Hyojin.Dengan wajah yang ekspresinya tak bisa ditebak,menancapkan gas dan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum mobil-mobil mengklaksoninya dengan keras.

‘’Kau melamun apa,eoh?’’Tanya Hyojin setelah suasana tidak terlalu tegang.

‘’Aniya,aku hanya membayangkan…em,anuu..makanan!Ya,makanan untuk nanti.Apakah Sung chan menyiapkan makanannya dengan benar?’’Tanya Kyungsoo canggung.

‘’Ne,kabarnya,bagi 7 orang yang masih dapat mengingat nama temannya minimal  25 orang akan mendapatkan Grilled beef blackpepper with mushroom sauce ala Hotel Gangnam.Eotte?Berapa teman yang kau ingat?’’Jelas Hyojin dengan mata berseri-seri.

‘’Em,Sung chan,Kau,Kkamjong,Na eun,si kembar Jae eun dan Jae hee.Woo ri,Man se,Em,siapa lagi..Ah,aku hanya ingat 10.’’Sesal Kyungsoo.Lalu,ia menatap Hyojin dengan tatapan yang seolah mengatakan ‘Kau,berapa yang kau ingat?’

‘’Aku?Kurasa aku mencapai 22 orang saja.Kau,Kkamjong,sung chan,Jae hee,Jae eun,Na eun,woo ri,Man se,Na ra,Hana,Kevin,Hyoyeon,Si bule Laura,Yong hwa,Si kembar juga Ji ah dan Ji han,Rae soo,Hyo bin,Ji joon,Hye hee,Hyun ri,dan Eun su saja.Ah,aku hanya butuh 3 orang lagi.’’Hyojin memejamkan matanya mencoba mengingat 3 temannya lagi.

Kyungsoo terkekeh pelan melihat usaha keras Hyojin untuk mendapatkan Grilled beef blackpepper ala Hotel Gangnam yang terkenal karena chef handal yang bekerja di sana.

2 hours later…

‘’Kau yakin ballroom nya di lantai dasar?’’Tanya Kyungsoo ragu.

‘’Trust me.’’Jawab Hyojin penuh dengan kepercayaan diri.

Mereka telah sampai di Hotel Gangnam dan sedang berdiri di elevator untuk menuju lantai dasar tempat ballroom hotel tersebut.Sesampainya disana,Hyojin mencari-cari seseorang untuk mendapatkan informasi.Siapa lagi jika bukan Sung chan.Saat melihat seorang yeoja menggunakan dress panjang berwarna hijau muda dengan lengan tipis,Hyojin yakin jika itu adalah Sung chan.

‘’Han sung chan?’’Tanya Hyojin ragu.Benar saja,ketika yeoja itu berbalik badan,yeoja itu langsung memeluk Hyojin dan meneriakkan  nama Hyojin berkali-kali.

‘’YA!Appo!Aku tak bisa bernafas!Lepaskan aku!’’Bentak Hyojin dengan nafas terengah-engah.

‘’Hehe,mian,aku terlalu merindukanmu.’’Sung chan melepas pelukannya dan beralih ke wajah Kyungsoo.

‘’Kau Do kyungsoo?’’Tanya Sung chan menyipitkan matanya.

‘’Ani,Aku Kim Kyungsoo!Jadi,menurutmu aku siapa,eoh?’’Balas Kyungsoo ketus.

‘’Kau benar-benar Kyungsoo?Namja berkacamata yang selalu membawa buku tebal dengan rambut yang hampir menutupi mata itu adalah kau?’’Tanya Sung chan,lagi.

‘’YA!Kau kenapa,eoh?’’Tanya Kyungsoo merasa tak nyaman dengan intimidasi Sung chan.

‘’OMONA!Kau menjadi tampan sekali!!Aigoo,kau benar-benar seperti artis!!Kau BERUBAH!’’Sung chan menekankan pada kata ‘berubah’ dan terus mengguncangkan tubuh Kyungsoo.

‘’Kau baru menyadari jika aku tampan,eoh?’’Tanya Kyungsoo jahil.

‘’Ne,dulu kau seperti..err,namja terkutu buku yang pernah kulihat.’’Akui Sung chan yang memang dasarnya adalah yeoja blak-blakan.

‘’Mana Kkamjong?’’Tanya Hyojin memotong pembicaraan mereka.

‘’Mollayo.Ia bilang ia akan telat.’’Jawab Sung chan ringan.

Hyojin menghembuskan nafasnya pelan.Ia sangat menanti kedatangan Kkamjong,alasan mengapa ia datang ke acara reuni ini.Kyungsoo mengelus pelan pundak Hyojin mencoba menenagkan Hyojin atas kekecewaannya.

‘’Kau mau ice cream?’’Tanya Sung chan sumringah.

‘’Boleh,ambilkan aku 1,ne?’’Jawab Hyojin pelan namun tetap dapat didengar oleh Sung chan.

‘’Kau,soo?’’

‘’Of course I want it!’’Jawab Kyungsoo sambil tertawa mencoba menyairkan suasana.

5 menit kemudian,Sung Chan kembali dengan membawa 2 mangkuk ice cream di tangannya.Ia memberikan satu-satu ke Hyojin dan Kyungsoo.

‘’Em,ice cream mu mana?’’Tanya Kyungsoo heran melihat Sung chan hanya membawa 2 mangkuk ice cream

‘’Aku tak boleh makan lagi.Aku sudah menghabiskan 3 ice cream sebelum kalian datang tadi,hehe.’’Akui Sung chan dengan senyuman polosnya.

‘’Aku heran,makanmu sangat banyak tetapi badanmu tak ada pengembangan.Tetap saja seperti itu.’’Hyojin menyuapkan satu sendok ice cream nya setelah berkomentar tentang Sung Chan.

Bersamaan dengan itu,ponsel Sung chan berbunyi.Dengan segera,Sung chan mengambil ponselnya dari tas selempangnya dan menekan tombol ‘’accept’’ di layarnya.

‘’Ne?’’

‘’…’’

‘’Jeongmalyo?Ash,wae?sudah banyak yang menunggumu.’’

‘’…’’

‘’Ah,arraseo.Sampaikan salam kami kepada orangtuamu dan Hyojin benar-benar merindukanmu.’’

Setelah selesai berbicara,Sung chan menutup panggilannya dan menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas hitam miliknya.Seketika,wajah Sung chan menjadi cemberut membuat Kyungsoo dan Hyojin bertanya-tanya ada apa dengan Sung chan.

‘’Gwenchanayo?Kau sakit?’’Tanya Hyojin panic.

‘’Hyojin-ah,Kyungsoo-ya,mianhae.Kkamjong tak jadi datang.Ia ada keperluan mendadak di sekolahnya dan katanya untuk acara penting di sekolahnya 2 hari lagi.Ia panitianya.’’Jelas Sung chan dengan raut wajah menyesal.

‘’Sssh,gwenchana.Mungkin,kami dapat bertemu dengannya kapan-kapan.’’Hibur Hyojin yang padahal ia sendiri merasa sangat terpukul.

Baiklah,bagaimana aku menanggapinya?senang karena tak ada adegan saling berpelukan disini karena Kkamjong tak ada,atau sedih karena aku tak bertemu dengannya?Argh!Ini semua terasa sulit.Mengapa aku harus mencintai seseorang dalam diam?Mengapa harus Hyojin yeoja yang kucontai?Mengapa ini menjadi beban yang sangat menggangguku?!

‘’Do Kyungsoo!Kau mendengarkan apa yang barusan kubilang,eoh?’’Sung chan menepuk bahu dengan sedikit keras.

‘’YA APPO!Hehe,mian,aku tak mendengarkanmu.Coba ulangi,ne?Jebal.’’Pinta Kyungsoo mencoba membujuk Sung chan

‘’Aku tadi bilang apakah kau tertarik mengikuti acara mengingat 25 teman yang berhadiah grilled beef blakpepper with mushroom sauce khas hotel ini,eoh?’’Tanya Sung chan mengulangi kata-katanya.

‘’Ah,aku hanya mengingat 10 saja.Aku tak tertarik walaupun berhadiah keliling dunia bersama Taylor swift.’’Jawab Kyungsoo dengan wajah yang langsung merengut.

‘’Are you sure?’’Sung chan mencoba meyakinkan temannya ini.

‘’Apkah kata-kataku kurang jelas?’’Balas Kyungsoo ketus.

Sung chan mengelus tengkuknya pelan.Mencoba memahami ada apa dengan Kyungsoo yang mood nya berubah-ubah dengan sesuka hati.Kurasa ia mempunyai banyak tekanan,batin Sung chan.

 

‘’Kau menyukai grilled beef nya,eoh?’’Tanya Kyungsoo sepulang dari acara reuni yang melelahkan itu.

‘’Andai saja kau mencobanya,kau akan merasa beef nya terlalu sedikit!’’Hyojin menjawab dengan nada yang penuh dengan ketakjuban.

‘’Bukannya tak ingin mendengar ceritamu.Tetapi,kita sudah sampai di depan rumahmu,Nyonya Park.’’Ucap Kyungsoo sambil tersenyum.

‘’Jinjja?arra,aku akan menceritakan padamu besok.Gomawi,kyungsoo-ah.Byee.’’Hyojin segera turun dari mobil Kyungsoo dan melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan untuk hari ini.

‘’Bye,chagiya.Ah,kapan aku dapat memanggilmu dengan panggilan seperti itu?’’Gumam Kyungsoo sendiri

* * *

‘’Total untuk seluruoh kelompok sepakbola adalah 15 kelompok.Untuk Basket,13 kelompok.Jelas?’’Tanya seorang namja tegas.

‘’Eobseo!’’Jawab semua siswa yang berada di aula itu.

‘’Great!Kurasa untuk hari ini sudah cukup.Besok kita akan mendata dan mulai mematangkan persiapan.Jadi,kemungkinan besar,besok kita free.’’jelas namja itu lagi.

Setelah mengucapkan itu,semua siswa yang adalah anggota Hansan School Organisation atau HSO bergegas keluar dari aula itu dan beberapa dari mereka langsung pulang karena langit sudah mulai gelap.Sedangkan namja yang sedari tadi berbicara adalah ketua dari HSO.

‘’Kai,kau yakin tak berminat mengikuti perlombaan itu satupun?’’Namja berkulit putih ini menghampiri Kai –selaku ketua dari HSO- dengan nafas terengah-engah.

‘’Ne,aku yakin.’’Jawab Kai tenang.

‘’Wae?Biasanya kau yang paling semangat saat ada acara seperti ini.Bahkan,kau dulu mendapatkan juara 1 umum untuk basket dan sepakbola dengan kelompokmu.’’Namja ini terus mengoceh tanpa mempedulikan Kai yang mulai menekuk wajahnya.

‘’Entahlah,Suho.Aku hanya ingin fokus dengan belajarku.Tak lama lagi ujian kelulusan akan diadakan.’’Balas Kai dan pergi meninggalkan namja yang ternyata bernama Suho ini.

Kai berjalan dengan tenang.Namun,pikirannya tercabang kemana-mana.Wajahnya terlihat muram dan ia semakin menekuk wajah tampannya.

‘’Ah,mianhae.Aku hanya ingin mendukungmu.Aku tak mau ketinggalan melihat wajahmu yang penuh energik.Hanya itu…’’Gumam Kai lalu berjalan ke parkiran mobil.

 

To be continued in chapter 9 ^.^

* * *

Lohaaaaa readers-deul!!!

Aku kembali lagi dengan ff yang aneh bin ajaib bin membingungan ini 😀

Di chapter ini aku memusatkan ke acara reuni itu.Ada sesuatu yang aku selipkan disana dan semoga aja para readers menemukan sesuatu itu;;)

Untuk sebelumnya,aku sempet frustasi karena folder tempat aku nyimpen semua fanfiction ku(yang udah kukirim ataupun baru buat)HILANG!!.Mungkin kepencet aku terus gak senagaja kehapus.Gilak,aku sempet nangis!Hal pertama yang aku rasakan adalah Shock!Jadi,mau tak mau,aku berusaha keras mengembalikan isi folder ku yang tercinta itu  #curcolsedikitajee

Ah,maapkan aku kalok typi masih belibet dan alur gk nyambung membelit ff ini.

-)SILENT READERS,NOT ALLOWED

-)BASHING,NOT ALLOWED

-)PLAGIAT,NOT ALLOWED

Byeeee~

 

3 tanggapan untuk “Waiting.. (Chapter 8)”

  1. Apa yang terselip?? Ahhhhhhhh…. aku ngak nemu.., T_T
    Kenapa hArus TBC?? u,u
    Padahal kan waktu seru2nya…,
    Aaa… penasaran waktu ada lomba lombanya 😀
    Minahasa baru comment..,
    Keep writing ya thor!!!!
    Fighting!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s