22 December – Beautiful Day

22 December – Beautiful Day

Family

Cast :

Kim Jongdae / Chen EXO

Byun Baekhyun EXO

 

Banyak kisah menceritakan tentang kasih sayang dari seorang ibu pada anaknya, atau bahkan yang sebaliknya. Baknyak film, drama atau bahkan sitkom yang menggambarkan hubungan indah antara anak dan ibunya. Itu terlihat manis bukan?

Aku sendiri sudah sering membaca atau menonton banyak kisah-kisah manis itu. Tersentuh bahkan hingga menangis dibuatnya. Tidak bisa aku pungkiri semua itu indah. Sangat indah hingga membuatku iri.

Ah ya, perkenalkan namaku Kim Jongdae. Panggil saja aku Jongdae. Aku seorang anak laki-laki berumur 19 tahun yang sedang sibuk dengan kuliahku dan tugas-tugasnya. Aku juga bekerja part time di sebuah cafe dekat kampusku. Dan, aku adalah anak sebatang kara. Tidak ada keluarga, tidak ada saudara.

Menyedihkan. Tapi kadang ini menguntungkan.

Ingat, hanya terkadang, tidak setiap waktu aku merasa seperti itu. Karena sejujurnya aku sering merasa iri dengan orang-orang di sekitarku yang memiliki keluarganya. Karena mereka masih memiliki ibu mereka.

Saat teman kuliahku mulai bercerita tentang ibunya yang begitu cerewet. Saat teman kerjaku bercerita tentang ibunya yang terlalu sering mengadakan makan malam spesial. Juga saat tetanggaku yang mengeluh karena ibunya terlalu khawatir padanya. Itu adalah saat aku merasa iri.

Aku penasaran apakah ibuku juga akan seperti ibu mereka jika dia masih ada sekarang? Apa ibuku akan membuat aku mengeluhkan kasih sayang berlebih itu juga?

Sejak aku terbangun sepuluh tahun lalu di salah satu kamar rumah sakit, saat itu hidup yang berbeda menyambutku. Ayah, ibu, kakek dan kakak laki-lakiku meninggal dalam kecelakaan mobil. Sejak saat itulah aku menjadi sosok yang selalu berdiri sendiri seperti sekarang ini.

Untungnya ada sebuah yayasan yang mau membantu anak-anak seperti aku ini untuk melanjutkan sekolah hingga menjadi lebih baik.

Tapi tetap saja, semua terasa sedikit hambar. Terasa tidak lengkap.

Dulu saat sekolah, aku sering dengar guruku bertanya apa tujuan kami bersekolah, dan jawaban yang paling sering aku dengar adalah untuk membahagiakan ayah dan ibu. Jawaban yang ingin aku katakan tapi tidak bisa. Jawaban yang membuatku iri.

Tidak hanya itu, aku juga iri saat teman-temanku sibuk mencari kado atau hadiah di hari ulang tahun ibunya dan di saat hari ibu. Seperti hari ini.

Tanggal 22 Desember setiap tahunnya adalah saat untukku merasakan iri yang sangat besar pada semua anak di dunia ini yang masih bisa bersama ibunya. Saat aku berdoa pada Tuhan untuk membuatku tidak perlu keluar rumah.

Karena jika aku keluar mungkin aku akan bertemu dengan tetangga sebelah yang juga salah satu teman kuliahku. Namanya Byun Baekhyun.

Dia anak yang sering mengeluh saat ibunya mulai khawatir berlebih padanya. Tapi dia juga anak yang sangat manja dan sayang ibunya. Kemarin sepulang aku bekerja dia memaksaku untuk menemaninya mencari hadiah untuk ibunya di hari ibu ini.

Dia juga bercerita kalau hari ini dia akan mengajak ibunya pergi jalan-jalan, berbelanja, menonton opera dan makan malam berdua. Membuat iri saja!

Tapi lucu kalau ingat saat Baekhyun keluar rumah sambil berlari terburu-buru karena takut ditangkap sang ibu untuk dipaksa makan sayur. Dia bahkan keluar rumah sambil menenteng sepatunya.

“Aku hampir mati karena dipaksa menelan wortel tadi.” Katanya bercerita. “Ibuku itu keterlaluan sekali, dia bahkan tidak membiarkan aku berangkat kuliah tadi.”

Dia benar-benar membuatku iri. Aku juga tidak suka beberapa jenis sayur, tapi tidak ada orang seperti bibi Byun yang akan memaksa anak berusia 19 tahun untuk makan sayur hingga main kejar-kejaran.

Sebenarnya aku masih bisa merayakan hari ibu karena aku tahu di mana makam ibuku. Aku masih bisa menemuinya walau aku tidak bisa mengajaknya jalan-jalan, berbelanja, nonton opera dan makan malam. Tapi aku masih merasa iri.

Setiap kali aku membaca sebuah kisah, menonton sebuah film, atau hanya mendengar lagu tentang ibu aku akan teringat ibuku. Tak jarang aku menangis merindukannya.

Dulu seingatku ibuku selalu datang untuk membagunkan aku di pagi hari. “Jongdae-ah ayo bangun. Hyeongmu sudah selesai mandi, sekarang giliranmu mandi.”

Dulu seingatku ibuku selalu memaksa aku menghabiskan makananku. “Jongdae-ah, jangan sisakan makananmu lagi.”

Bahkan dulu terkadang aku masih ingin tidurku ditemani olehnya. Dinyanyikan lagu nina bobo saat tidak bisa tidur. “Bu, aku tidak bisa tidur.” Hanya dengan itu aku bisa merasakan hangatnya malam dihiasi sayangnya padaku.

Tapi sekarang aku bangun dengan sendirinya, makan makanan yang aku suka saja dan tetap terjaga saat aku tidak bisa tidur.

Akhirnya hari ini aku keluar rumah juga. Jam empat nanti adalah waktu kerjaku, tapi sebelum itu aku ingin menemui ibuku.

“Bu, selamat hari ibu ya.” Gundukan hijau di depanku terlihat begitu indah dengan sebuklet bunga mawar putih di atasnya. “Terima kasih sudah melahirkan aku ke dunia ini. Terima kasih untuk hari-hari indah yang kau berikan padaku. Terima kasih karena kau masih menjagaku saat kecelakaan itu. Terima kasih juga karena hingga hari ini aku masih merasakan kasih sayangmu. Terima kasih untuk semua hal yang kau berikan padaku, bu.”

“Dan.. maafkan aku yang tidak bisa mengajakmu jalan-jalan, berbelanja, menonton opera dan makan malam. Aku sangat iri pada Baekhyun bu, aku tidak bisa memberikanmu sesuatu yang kau inginkan seperti yang Baekhyun lakukan untuk bibi Byun. Maafkan aku ya bu? Maaf..”

Tahukah kalian apa yang selanjutnya terjadi?

Jam tujuh malam aku bertemu dengan Baekhyun dan ibunya. Ternyata mereka memilih untuk makan malam di cafe tempat aku bekerja. Bahkan aku juga yang mengantar pesanan mereka.

“Kau bisa bergabung dengan kami tidak?” Bibi Byun menahan tanganku saat aku pamit. Dia tersenyum cantik saat aku mengangguk dan duduk di sampingnya. “Kau tahu hari ini adalah hari ibu?”

Aku mengangguk. “Kau tahu kalau Baekhyun akan memberikan hadiah dan waktunya hari ini pada bibi?”

Aku melirik Baekhyun sesaat. Bingung. Tapi aku mengangguk.

“Lalu apa yang sudah kau lakukan untuk hari ini?” Aku kembali menatap Baekhyun. Tapi sepertinya dia juga tidak tahu ada apa dengan ibunya.

“Aku hanya pergi ke makam ibuku dan membeli sebuklet bunga untuknya.” Jawabku.

Wanita di sampingku itu tersenyum. Dia meraih tangan kananku dan mengelusnya. “Terima kasih sudah berteman dengan Baekhyun. Bibi yakin ibumu pasti sangat bangga di surga sekarang.”

“Bibi ini sedang membicarakan apa?”

“Kau tahu di jalan tadi bibi tanya pada Baekhyun, kenapa dia tiba-tiba sebaik ini pada bibi. Dia bilang pada bibi dia hanya ingin melakukan sesuatu yang masih bisa dia lakukan dengan bibi. Dia bilang dia tidak ingin menyesal nantinya saat tidak bisa melakukan ini. Dia bilang dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu karena dia takut menjadi seperti dirimu.”

Aku melirik Baekhyun lagi dan anak itu hanya tersenyum, memamerkan jejeran gigi putihnya. “Dia bilang pada bibi tiba-tiba saja minggu lalu dia merasa harus melakukan semua hal ini bersama bibi karena dia mendengarkan curhatanmu yang rindu ibumu.” Kali ini Baekhyun memandang arah lain saat aku melirik padanya.

“Dia bilang dia beruntung karena bibi masih ada hingga kini. Dia bilang dia bersyukur bibi adalah ibunya. Dan semua itu karena dia mendengar curhatanmu malam itu. Malam saat kau bilang kalau hari ibu tinggal sebentar lagi tapikau tidak bisa melakukan apapun sekalipun kau mau dan mampu. Malam saat kau bilang kau iri pada Baekhyun yang masih memiliki bibi.”

Aku hanya diam sekalipun tanganku masih digenggam bibi Byun. “Terima kasih ya Jongdae. Kau sudah memberikan bibi hari ibu yang indah. Karena bercermin padamu sekarang Baekhyun janji pada bibi akan jadi lebih baik. Dan.. maaf kalau bibi tidak bisa memberikanmu kesenangan yang bibi rasakan karenamu. Tapi mungkin kau bisa..”

Aku melirik Baekhyun bingung tapi anak itu masih tidak melirikku. Dia menghindari mataku.

“Kau bisa jadikan bibi sebagai ibumu juga.” Aku langsung menoleh padanya. Pada bibi Byun. “Itupun kalau kau mau.”

“Bibi serius?” Dia mengangguk. “Baekhyun..”

“Kau boleh.” Sahutnya langsung.

Indahkan kisah itu?

Kalian silahkan saja berpikir yang lain, tapi untukku itu kisah indah yang akan aku kenang selalu. Kisah yang akan tersimpan rapih di perpustakaan memori milikku.

Kalian tidak akan tahu rasanya berada di posisiku, dan aku juga tidak bisa tahu rasanya menjadi kalian. Aku hanya ingin kalian ingat bahwa tanggal 22 Desember hanya ada satu kali dalam setahun.

Mungkin tahun ini kita beruntung masih bisa mengucapkan terima kasih padanya, tapi siapa yang tahu rencana Tuhan untuk kita tahun depan?

Aku bukan menyumpahi, aku hanya mengingatkan sesuatu yang mungkin terjadi pada kita. Jadi sebelum itu, lebih baik puaskan diri kita untuk bisa berterima kasih lebih pada ibu kita hari ini. Buat dia tahu bahwa hari ini dialah ratu besarnya.

Buat dia tahu bahwa kita mencintainya. Selalu mencintainya.

14 tanggapan untuk “22 December – Beautiful Day”

  1. Awalnya ngira ini comedy waktu liat cast nya Baekhyun sama Jongdae, tapi judulnya 22 Desember jadi ragu.
    eh ternyata beneran bukan komedi. family banget, tiba-tiba air mata sampai ngalir sendiri.
    bener banget isinya penuh makna dan pesan yang mengingatkan kita semua. bagus bangeet.

  2. huuuu sedih bngt ._. pngn nangis aslinya
    jdi inget ke mamih wkwkw -____-
    wah author keren bngt ff nya wkwkw
    ada makna terselip di ini ff .__. doh aku suka bngt pokonya wkwkw bagus thor bagus thor
    ditunggu karya selanjut nya ya ^0^9

  3. eomona… aku banjir bacanya..
    hiks..hiks..
    ibuku kerja terus,pulang krmah aku jga udah tidur.
    makasih udah buat ff yang mnruk ini.

  4. wah bagusnya…. feel familynya kerasa poll!
    iyah mohon maaf sebelumnya, aku gak membaca dengan penuh penghayatan, tetapi tetep kerasa feelnya kok! sayangnya baek kurang muncul di sini. hahah ngakak waktu bagian baek dipaksa makan sayur itu! FF ini fluffy (?) bgt!
    sayangnya ada beberapa typo, juga saran aja nih, kalau ‘bibi Byun’ itu diganti ‘Bibi Byun’ gimana? soalnya ‘bibi’ di sini kan kata sapaan ya, bukan kata benda, misalnya kalo kata benda: ‘Orang itu bibi Baekhyun’, kalo kata sapaan, ‘Kamu bisa menganggap Bibi adalah ibumu.’ usul aja sih biar lebih rapi^^
    a very nice fic!

  5. Ya allah aku nangis thor baca ini :’)
    Untunnya kemarin aku udh ngasih kado dan ngucapin ^u^
    Btw gomawo udh bikin ini ff dan udh bikin aku tambah sayang ama oemma gue thor ^^♥

  6. Nangis bacanya. Makasih thor udah ngingetin kalo ibu itu sangat berharga buat kita, walaupun ini tangga 23 .. karena amu lagi ada masalah serius sama ibuku.. daebak ff ini pokoknya
    Ga kebayang kalo aku jadi jongdae

  7. huaa.. aku netes bacanya :’)
    aahh.. author ff ini penuh dengan amanat :’)
    hiks.. jeongmal ff yang daebak (╥╯﹏╰╥)ง
    happy mather’s day :’)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s