Hacker (Chapter 1)

PicsArt_1414855497151

Tittle :

Hacker

Author :

Bloomplinkrose

Length :

Chaptered

Genre :

Romance, Fantasy, School life, Sci-Fi

Rating :

All readers are allowed

Main casts :

Nam Theyo (17 Years old | OC)

Luhan (17 Years old)

EXO

Additional Cast:

Disclaimer:

All ideas and plots and storyline in this story are purely mine.

Author’s note:

NO PLAGIARISM PLEASE.

Request song:

___________________________________________

 

Page1: Loading

 

 

「Your POV」

 

Hampir pukul 8 malam, tapi aku masih duduk disebuah cafe dengan semangkuk ice cream didepanku. Terlalu malas untuk pulang kerumah. Aku tahu apa yang akan terjadi kalau pulang telat nanti. Bagiku bukan apa-apa dimarahi seperti anak kecil. Bagiku, lebih lucu lagi dikurung didalam kamar.

Beruntung aku memiliki orang tua yang tidak begitu protektif. Hanya saja, mereka akan marah kalau aku suka melawan atau membantah. Dan… pulang telat. Kurasa mereka pun bosan melihat kebiasaanku. Lagipula, mereka tidak pernah menyediakan ice cream dirumah. Kalau mereka menyediakannya aku pasti tidak akan pernah pulang terlambat. Well, mereka harusnya tahu kalau aku mencintai makanan itu.

Setelah cukup lama mengaduk-ngaduk ice cream-ku, yang sudah tidak layak dimakan ini karena sudah begitu encer– karena aku lebih suka yang mencair, tiba-tiba pendengaranku terpusat pada beberapa gadis yang sedang menggossipkan sesuatu. Itu sudah biasa sekali jika aku menemukannya. Tetapi mereka membicarakan topik yang rasanya pernah kudengar. Sebuah website. Menurutku itu menarik. Untuk itu aku menggerakkan kepalaku perlahan dan memandangi mereka.

“Website apa itu?” Tanya salah seorang dari mereka. Dia pun tertarik juga membicarakan hal ini. Aku memandangi raut wajahnya yang terlihat dipoles bedak terlalu tebal. Lain warna leher dan wajahnya. Dia tidak pintar bermake-up? Bedaknya terlalu kontras. Well, seragamnya sama denganku. Alias, aku dan gadis-gadis itu satu sekolah. Dan… euh… seleranya buruk. Dia memakai lipstick kemerahan dan eye shadow abu-abu. Apa dia menutupi sebuah lebam dimatanya?

Hacker. Kau tidak tahu? Aku yakin kau pernah mendengarnya. Dikalangan kita, tentu sering dibicarakan.” Kini gadis berambut pendek sebahu yang berada disebelahnya yang menjawab. Dia lumayan cantik. Tapi aku tidak suka membanding-bandingkan orang dengan orang lain. Melainkan membandingkannya denganku. Kurasa kalau ditanyakan pada orang siapa diantara aku dan gadis itu yang cantik? Aku jawabannya. Walau tubuhku saja yang mungil.

Memikirkannya saja aku lalu tersenyum. Dalam hati. Karena aku cukup waras untuk tidak tersenyum-senyum sendiri. Angan-anganku masih berkeliaran memikirkan dirinya jika dibandingkan denganku.

Aku selalu puas dengan penampilanku. Selalu berfikir bahwa aku itu memiliki pemikiran yang lain dari orang lain. Aku lebih suka menyendiri. Menjawab kalau ditanya, soal pelajaran saja. Tidak membahas topik sampah. Bertindak kalau diperlukan. Tidak perlu menyapa setiap orang yang kenal denganku. Menurutku itu… menyebalkan. Mereka saja yang menyapaku. Dan kalau soal belajar, jangan harap aku akan mendapatkan hukuman apapun ketika pengumuman peringkat ujian.

Namaku, selalu ada di paling atas.

Cukup bergumam sendiri. Aku kembali memandangi gadis-gadis itu. Dan topik mereka.

Website… Hacker? Aku pernah dengar sepertinya… Gumamku sambil kembali mengingat-ingat sesuatu yang mungkin pernah terlupa olehku. Ah, tidak pernah.

“Aiish! Itu website yang… umm, jangan dibicarakanlah! Kau tahu itu menyeramkan.” Ujar salah seorang lagi. Dari nada bicaranya, dia membuatku makin penasaran. Takut? Jangan dibicarakan? Website konyol macam apa yang sedang mereka bicarakan itu?

“Yah, aku hanya mengecek saja. Tidak terfikirkan untuk membuat akun nya. Lagi pula, aplikasinya sudah kuhapus. Dan kalau mengeceknya kan tidak akan terjadi apa-apa.” Gadis berambut pendek itu kembali menjawab sambil mengendikkan bahunya.

“Aku mau dengar… Aku tahu website itu. Hanya… katanya pembuat akun itu hanya ada 12 orang, ya? Dan… mereka yang membuat akun itu disebut–” “Hacker. Tentu saja.” Sela temannya memotong perkataan gadis tadi tanpa sempat ia selesaikan. Aku kembali berfikir. Hanya 12 orang? Kenapa bisa? Bukankah itu website terkenal. Dan… website terkenal hanya 12 orang yang memiliki akunnya. Lucu sekali. Aku kembali bergumam lalu kembali pada posisiku semula. Rasa penasaranku belum juga hilang. Akhirnya aku memutuskan untuk merogoh saku jas sekolahku dan mulai mencari tahu.

Kuketikkan Hacker pada search engine.

Setelah menunggu loading, aku terkejut, dalam beberapa detik muncul ribuan hasil penulusuran. Dan yang paling pertama, alamat websitenya.

www.hacker.com

Aku benar-benar ragu. Bahkan untuk mengklik website itu. Apa? Kenapa website ini membuatku merasakan firasat buruk. Rasa penasaranku sungguh begitu besar. Apa benar-benar website seram? Dan aku pun mengklik website itu setelah berfikir dua kali. Kalau hanya melihat-lihat tidak akan terjadi apa-apa ‘kan? Tidak akan muncul sesuatu bukan? Asal tidak membuat akunnya.

Jantungku sungguh berdegup kencang seketika kala aku menunggu loading dari website ini. Aku berusaha sekuat tenaga agar tanganku tidak sekiranya tidak bergemetar. Padahal aku baru memulai.

Dan… loading-nya pun berhenti. Aku belum lega sama sekali rupanya. Ada kotak disebelah kiri atas bertuliskan Create Account. Dan aku tahu itu harus kuhindari. Website ini tidak terlihat seram, atau membuatku merasakan aura tertentu. Ada juga gambar kartun boneka beruang, yah aku tidak tahu siapa yang membuat boneka selucu itu. Dia sedang duduk bersila dan tersenyum. Ceria sekali. Gumamku ketika merasakan sesuatu dibalik senyum ceria boneka Teddy itu. Dia memakai T-Shirt bertuliskan Just Visit. Diatas kepalanya ada word balloon dan gambar-gambar lucu yang menurutku… terkesan seperti website biasa. Dia pun menggenggam sebuah boneka Teddy bear kecil dipangkuannya sambil melihat keatas seakan melihat word ballon diatas kepalanya. Tapi entah kenapa website ini hanya menanyakan tanggal lahirku. Atau lebih tepatnya, tanggal lahir untuk orang-orang yang penasaran pada website ini ‘kan? Letaknya diujung kanan atas di kotak kecil yang menanyakan: Date of Birth. Well, atau jangan-jangan ini website dewasa. Mana mungkin! Teriakku dalam hati setelah kembali mengingat tentang background yang ada diwebsite ini.

Dalam word ballon itu ada tulisan dalam bahsa Inggris dan gambar keterangannya.

Dream. Heart. World. Creativity. Emotion. I love to play with doll.

Perkataan dan tulisan itu agak janggal dan aneh menurutku. Ini website khusus untuk pecinta boneka? Beruntung aku pelajar yang bisa berbahasa Inggris. Tapi sedikit banyak aku lebih suka menggunakan bahasa asalku. Yea, ayahku selalu menekankanku untuk menguasai bahasa asing itu sejak kecil. Dia selalu menuntutku agar sekurang-kurangnya aku menguasai dua bahasa. Korea dan… Inggris. Dan dia berencana agar aku mempelajari bahasa Perancis mulai beberapa minggu kedepan. What the… Baiklah, bukan saatnya memaki ayahku.

Karena rasa penasaranku semakin besar, maka aku langsung mengetikkan tanggal lahirku.

Sebelum kuketikkan, aku mendapati sederet kata lagi dibawah. Perlahan kuartikan sederet kalimat itu.

Don’t make an account. If you want to be happy. If you’re in love with someone. If you hate blank page. If you’re normal.

Makin aneh saja. Kalimat ini sengaja dibuat-buat atau apa? Halaah… Aku menghela nafas panjang seraya memutar bola mataku memikirkan arti deretan kalimat itu. Ingin rasanya tertawa sekencang-kencangnya sekarang. Dalam hati tentunya.

Tapi kenapa gadis tadi berkata seolah-olah banyak orang menganggap website ini menyeramkan? Menakutkan? Mereka mengada-ada saja. Kartun boneka teddy ini lucu tahu. Mimpi, kelakuan, emosi, paling hanya situs chatting biasa. Designnya seperti ini sih. Cocok hanya ada 12 orang di Korea ini yang memiliki akunnya. Website seperti ini tentu kalah saing dengan website seperti twitter tentunya.

Tidak ada keanehan lain. Tapi aku tetap penasaran. Ini website biasa Nam Theyo. Aku menggeleng cepat. Membuyarkan teori aneh itu.

Dan, setelah menyelesaikan kejanggalan itu dikepalaku, sekarang, tanpa ragu aku mengetikkan tanggal lahirku.

11 12 1997.

Agree.

Laman kembali meloading, aku kembali menunggunya. Tanganku hampir bergetar menunggunya. Apalagi aku memikirkan kemungkinan aneh yang tidak logis yang nantinya akan terjadi padaku, akibat rasa ingin tahuku pada website ini. Apa aku juga perlu menginstall aplikasinya? Mereka bilang ada ‘kan? Itu tindakan bodoh.

Aku kembali menenangkan pikiran, ketika loading berhenti dan aku kembali melihat kotak kecil diujung kiri atas. Create Account. Oh, aku sungguh penasaran apa persyaratannya? Persyaratan menjadi Hacker. Well, karena hanya muncul laman hitam putih dan hanya ada tombol itu. Berarti, tanggal lahirku mungkin untuk menentukan apakah aku boleh membuat akunnya atau tidak.

Dan, kali ini, tanpa ragu aku pun mengklik kotak itu. Langsung muncul persegi panjang kebawah disebelah kiri. Anehnya masih hanya muncul kotak itu. Tidak ada apa-apa lagi. Sudahlah. Pikirku tak mau mempermasalahkannya. Aku lalu membaca isi kotak itu yang dituliskan untuk membuat akun Hacker ini. Tidak seperti pengisian data diri biasanya. Ini… sungguh aneh. Dia tidak menanyakan e-mail atau paling tidak, negara tempat tinggalku. Disitu hanya ditulis:

Let’s join with us.

Your name:

Your new name:

Date of birth:

Your gender: (choose one)

-Male

-Female

Dahiku mengernyit, dan mengernyit semakin dalam kala aku membaca syarat kedua disitu. Nama baruku? Maksudnya nama akun Hacker ini? Gumamku lalu mengangguk pada diri sendiri. Tapi masih menyimpan banyak kejanggalan dari syarat untuk membuat akun itu. I mean, sekiranya kalau ingin membuat akun seperti ini biasanya yang pertama kali diminta adalah alamat e-mail.

Kalau begitu, apa semudah ini untuk membuat akun Hacker? Bagaimana Hacker itu? Apa mereka benar-benar menakutkan? Menakutkan seperti apa? Apa benar hanya ada 12 orang penggunanya? Dan… kenapa wabsite sesimple ini begitu… membuatku merasa tidak tenang?

Untuk apa aku bertanya pada diri sendiri? Tentu tidak akan muncul jawabannya! Nam Theyo! Ini website biasa. Well, kau punya akun media sosial lain yang lebih menarik dari pada ini bukan?

“Terserah saja.” Ucapku menghela nafas sedalam-dalamnya. Aku lalu memerhatikan laman ini dengan tatapan serius. Ini benar-benar website bodoh. Tidak ada keunggulan apapun. Pikirku terus-menerus.

Kupejamkan mataku beberapa detik agar diriku sedikit lebih nyaman sekarang. “Calm down…” Ucapku lagi pada diri sendiri dan kembali membuka mata perlahan. Aku merasa lebih nyaman dan sedikit lebih tenang sekarang.

Dan aku kembali mengernyitkan dahi menatap mangkuk ice creamku yang masih utuh. Belum ada setetes pun yang masuk kemulutku. Seraya meletakkan handphoneku disebelah mangkuk ice cream pesananku 20 menit lalu ini, aku lalu menggenggam sendok ditangan kanan dan mulai berusaha menghabiskannya secepat mungkin.

Sambil berusaha menghabiskannya, mataku melirik kearah handphoneku yang masih menyala. Shit. Gumamku. Kalah bersaing dengan rasa penasaranku sendiri.

Namun, aku berhenti menggerutu kala melihat sebuah word ballon dan kartun boneka tadi kembali muncul namun kali ini dalam posisi yang berbeda. Tapi, kenapa tiba-tiba muncul? Apa tadi sedang loading? Sudahlah.

Letak word ballon itu disebelah kotak persegi untuk membuat akun Hacker tadi. Dan gambar kartu dilaman pertama tadi kali ini, dia membuka jari telunjuk dan jari tengahnya yang besar dan berbulu itu pada kepala boneka teddy bear tadi seperti menggunting kira-kira posisinya dan dia… senyumnya lain dari yang tadi. Ini… smirk namanya bukan? Aku mengangkat handphoneku dan membaca tulisan yang tertera disitu. Aku berusaha untuk tidak kembali merasa takut atau ragu lagi. Lantas aku lalu membaca apa yang tertera disitu sambil tetap menyendokkan ice cream cair ini kemulutku perlahan. Membuatku lebih tenang agar aku bisa mengartikan kalimat bahasa Inggris itu.

Aku menganga. Seketika kurasa ukuran bola mataku lebih lebar dari biasanya. Sendok yang kupegang jatuh kedalam mangkuk ice creamku. Aku pun merasakan getaran yang bisa membuatku jatuh dari kursiku sekarang ini.

Aku melihat namaku tertulis disitu, rasanya jantungku berhenti berdetak. Aku terdiam dengan pandangan kosong melihat deretan kata-kata yang kubaca. Lidahku kelu untuk mengucapkan sesuatu. Dan aku merasakan keringat dingin menuruni dahiku. Ini sungguh mustahil bukan? Ini bercanda.

Aku lalu kembali berfikir, apa mereka yang membuka website ini juga muncul tulisan seperti ini? Aku bahkan tidak ada melakukan apa-apa. A-a-aku hanya mengetikkan tanggalku lahir bukan? Aku tidak melakukan hal lain.

Your name is Nam Theyo. Your new name is Mino. If you do not like your new name, change it at this colom __________. You’re playing as the doll in this webpage. Good luck. (^_^)

 

What the

 

Aku sudah tidak bisa berfikir jernih mengenai kejanggalan ini. Hasratku untuk menghabiskan ice cream ini lenyap begitu saja. Aku lalu segera memasukkan handphoneku ini kedalam tas. Lebih baik dari pada harus mencampakkannya.

Selama beberapa saat, aku mematung pada posisiku, dua orang gadis yang mana salah satu dari mereka pergi memesan, kembali mengungkit topik mereka mengenai website… itu.

“Eihh… Ini websitenya bukan?” Perempuan dengan lipstick merah tadi bertanya setelah mengulurkan handphonenya pada temannya yang berambut pendek.

“Mana? Oh iya iya.” Temannya itu mengangguk-angguk pasti seraya mengunyah makanan dimulutnya.

“Disini hanya ada kotak untuk mengisi tanggal lahir…”

“Jangan kau isi! Kalau kau tidak mau sesuatu terjadi padamu… Seperti yang kita tahu… Hacker menginginkan boneka, dan kita tidak tahu apa isinya setelah kita mengisi kotak tanggal lahir itu. Yang jelas, itu kotak menuju kesialan. Tentu saja sial menjadi boneka Hacker.Tidak ada kata logout dalam website Hacker. Tidak ada cara… menghindar kalau menjadi boneka Hacker. Ya kalau Hacker itu pemuda tampan? Bagaimana kalau kau menjadi boneka Hacker dan Hacker itu seorang duda tua? Jadi Gayoung… hati-hati.” Ucapnya benar-benar terdengar penuh aura peringatan akan bahaya serius yang mengerikan. Namun entah kenapa temannya dengan lipstick merah itu begitu serius menanggapi website itu.

“La-lalu… Setelah itu?”

“Yah entahlah. Kalau ada boneka Hacker, malang sekali dia.” Ujarnya. Kali ini ia terlihat acuh tak acuh menjawab pertanyaan temannya.

“Darimana kau tahu kalau menjadi boneka Hacker itu, mengerikan?”

Dan semua pertanyaannya memang terdengar menyebalkan.

“Hey, ‘kan kau sudah kuperingati karena aku baik padamu… Klik disitu, ada tulisan Just Visit ‘kan?”

“Mana?”

“Itu, disitu.”

“Tidak apa-apa kalau aku mengkliknya? Kau tidak berusaha mengerjaiku ‘kan”

“Kau ini… disitulah aku mengeceknya! Jelas-jelas tulisannya Just Visit, berarti kita hanya mengunjungi dan melihat aktifitas ke-12 Hacker. Tapi, semenjak mereka membuat akunnya, tidak pernah ada lagi aktifitas mereka selain notifikasi New user. Itu dia, karena mungkin belum menemukan Doll, jadi mereka tidak beraktifitas di website. Tidak ada photo, tidak ada nama karena kita tidak memiliki akunnya. Dan tentu kita tidak tahu bagaimana cara menggunakannya. Dan kita juga tidak tahu dimana Hacker berada. Bisa jadi tukang kebun sekolah kita adalah Hacker bukan?”

“Iya, disini dikatakan… Ada 12 pemilik akun dan… ”

“Dan apa?”

“Disini ditulis, Doll(s): 3

“Eh? Bagaimana bisa padahal tadi aku lihat jumlahnya hanya 2…”

“Bertambah?”

“Berarti, baru saja ada yang menjadi kau tahulah… Itu intinya.”

Dan kalimatnya kali ini berdengung tanpa henti ditelingaku.

“La-lalu?”

“Aku jadi kasihan pada mereka yang termasuk dalam Hacker. Kau tahu Teddy? Dia yang menciptakan website itu. Dia juga yang menjelaskan tentang websitenya yang berbahaya itu. Tapi Teddy pastilah hanya nama samarannya. Aku yakin dia pemuda tampan. Karena biasanya yang pintar menciptakan website dan aplikasi aneh dan ajaib seperti itu tentu dia masih muda…”

Dan kuharap gendang telingaku pecah sebelum mendengar yang ini.

“Ternyata kau tahu banyak, ya Chaeji.”

“Tentu saja dong. Aku jadi penasaran bagaimana cara bermain Hacker. Kita akan tunggu informasi selanjutnya… Dan jangan ketinggalan informasi, Kim Ga-Young.”

“Eh, apa aku melewatkan sesuatu? Aku sudah memesan frappe capuccino-nya” Ucap salah satu teman mereka yang baru saja kembali.

“Ah, Soojin, bukan apa-apa.”

 

__________________________________________

 

Author’s Note:

Holla chapter 1. s(-▽-)/ I have plenty free time soo, I wrote chapter one. Do you like it? Do you like it?(´o)

Okay. Aku tahu aku bukan penulis yang profesional (n). Just write in free time

 

(ㅠ.ㅠ) (━_┳)(━_┳)

33 tanggapan untuk “Hacker (Chapter 1)”

  1. Astaga awalnya aku gangerti sama fanficnya tapi akhirnya ngerti juga hehehe 😊
    Author aku bacanya merinding gila astagaaa apa yg bakal terjadi itu sama theyo?>.<
    Semangat terus yap hihihi ^^

  2. Keren kak,genre nya misterius dan bikin penasaran.itu website apa sich aneh gitu belum lagi kayanya nyeremin.
    Duch,apa yang bakal terjadi sama nam??.

  3. Hii eonn .. pertm kli bc chp 1 ska bgt deh sm sosok ”theyo” di sini . sarkatis bgt orng nya . cm ini kependekan , but i love it eon . keep writing 🙂

  4. Aku kebawa perasaan.., feel nya dapet banget.., jadi deg-deg an sendiri… tapi aku tadi ngakak waktu part ‘what the.. sekarang bukan saatnya memaki ayahku’
    hwaiting kak!!!

  5. hihi aku bacanya jadi dag dig dug ser gini. keren!! makin penasaran nanti theyo gimana jadi bonekanya hacker itu, ngeri kayanya, haha di tunggu kelanjutannya!!^^

Tinggalkan Balasan ke na Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s