Its Okay Its Love (Part 6)

request-seyofx-itsokay-itslove

 

  • Tittle/judul fanfic: Its Okay, Its Love
  • Author: seyofx
  • Length: multichapter
  • Genre: romance, sad, drama
  • Main cast & Additional Cast:

Sulli

Chanyeol

Irene

Sehun

Krystal

 

    • Disclaimer: fanfict ini benar-benar karya author dan tdk plagiat, terinspirasi dari film ‘The Fault in Our Star’ dan beberapa komik jepang favorit author
  • recommended song : Ed Sheeran – Thinking Out Loud
    Author’s note:  annyeong! pertama tama aku minta maaf sebesar besarnya karena FF ini updated nya lama bangettt karena aku sibuk sekolah buat persiapan uas huhu:( terus aku berterima kasih banget sama kalian yang selama ini read like dan comment ff ini dr awal sampe skrg, aku emg gabisa bales semua comment kalian tp aku menghargai apreasi kalian;) anw part ini aku buat rada panjang dan rada gantung. dan coba dong kalian saran enaknya endingnya Chanyeol sama Sulli bakalan kayak gimana hihii. enjoy~~

 

 

 

Ucapan Chanyeol masih terngiang-ngiang di telingaku. Dan semua itu membuatku tidak habis pikir. Kenapa Chanyeol tiba-tiba bisa seperti lupa segalanya?

Flashback On

            “Namamu? Park Chanyeol.” Jawabku, Chanyeol mengangguk mengerti

            “Chanyeol…chanyeol.” Chanyeol terus bergumam sambil berjalan kesana kemari, lalu ia melihat tirai di pojok ruangan, tempat yang dilarang Chanyeol untukku.

            Lalu ia berjalan memasuki tirai itu, awalnya aku melangkahkan kakiku mengikuti Chanyeol menuju tirai itu, tetapi aku berhenti setelah mengingat kembali larangan Chanyeol. Alhasil aku duduk di pinggir tempat tidur Chanyeol sambil menunggunya.

            1 jam berlalu, Chanyeol belum keluar dari tirai itu tetapi beberapa menit kemudian ia keluar. Tatapan matanya tidak kosong lagi, dia melihatku dan tersenyum

“Sulli-ah, kamu sudah bangun?”

“Ah jinja!! Dia menyimpan rahasia apa sih?!” ujarku kesal, tidak lama kemudian Irene unni muncul dari balik pintu, ia memakai kemeja tanpa lengan dan memakai sweater berwarna pastel, dan dipadu dengan blue jeans, rambutnya ia ikat tinggi, sepertinya dia ingin pergi.

“Sulli, mau ikut aku gak?” Tanya Irene unni

“kemana?” tanyaku

“kerumah Wendy, dia abis kecelakaan terus katanya dia lupa ingatan gitu, makanya aku ingin menjenguknya.” Jawab Irene

Aku berpikir sejenak “oke, aku ikut.” Aku langsung mengganti pakaianku dengan hoodie dan jeans hitam, lalu aku menarik tas trolliku dan menyusul Irene unni yang sudah berada di garasi.

Perjalanan menuju rumah Wendy tidak terlalu lama, hanya memakan waktu 10 menit. Tetapi aku dan Irene unni sempat ke McDonalds untuk take away 2 big mac dan McFlurry karena kami lapar. Tidak lupa Irene unni membelikan roti-roti untuk Wendy.

Dan akhirnya kami sampai di rumah Wendy, terlihat motor sport Seulgi dan mobil mini cooper Joy sudah parkir di depan rumah Wendy. Irene mengunci mobilnya setelah kami berdua keluar dari mobil lalu memasuki rumah Wendy.

“Annyeong haseo.” Sapanya setelah mengetuk pintu kamar Wendy dan membukanya

“hey!” Seulgi menghampiri Irene unni dan memeluknya, kemudian ia melihatku dan tersenyum

“Wendy baik-baik saja, dan diagnosa dokter sudah ada tadi pagi.” Kata Seulgi

“unni, coba kamu lihat hasil diagnosa-nya deh, unni kan kuliah jurusan kedokteran pasti mengerti bacaannya.” Pinta Joy

Irene unni mengangguk setuju dan membaca surat diagnosa dokter yang diberikan Joy kepadanya. Ia membaca sebentar lalu terdiam, kemudian ia membacanya lagi dengan saksama

“Son Wendy 90 persen menderita Anterograde dan 10 persen mengalami amnesia ringan. Mengalami trauma menaikki kendaraan yang ringan dan sakit kepala hebat. Kami sudah memberikan obat untuk mengurangi sakit di kepalanya dan Wendy perlu dibawa ke terapis seminggu sekali selama 2 bulan.” Jelas Irene

“wait, Wendy-ah apa kamu mengingatku?” Tanyaku, Wendy mengangguk

“tentu saja aku mengingatmu, Sulli.” Jawab Wendy

“bagaimana denganku?” Tanya Seulgi, Wendy mengangguk lagi

“lho, anterograde dan amnesia itu beda?” Tanyaku

“oh Sulli, tentu saja itu berbeda!” jawab Irene unni

 

~**~

 

Aku mengunyah cookies coklatku sambil sesekali melihat kearah kampus, sepertinya Chanyeol belum selesai kuliah atau mungkin dosennya memberi kelasnya kuis sehingga mereka keluar kelas lama. Hari ini Chanyeol tidak ke yayasan, karena itulah aku langsung ke kampus Chanyeol setelah acara di yayasan selesai.

Beberapa menit kemudian Chanyeol keluar dari kampus bersama dengan sahabatnya Baekhyun, Baekhyun menyadari kehadiranku dan menyenggol Chanyeol sehingga Chanyeol menyadari kehadiranku juga, Chanyeol tersenyum dan ia pun berjalan cepat menghampiriku disusul Baekhyun

“hei.” Sapanya

“hei.” Aku berdiri, Chanyeol memegang pipiku dan menciumku, aku membalas ciumannya sebentar dan melepasnya “hei Baekhyun oppa” sapaku

Baekhyun tertawa kecil “ngomong pakai banmal saja, jangan kaku gitu dong!” kata Baekhyun, aku tersenyum

“ngomong-ngomong aku tidak ingin mengganggu kalian jadi aku pergi duluan ya. Dan hei Chanyeol, jangan lupa kirim emailnya nanti malam!” Baekhyun membenarkan Beanie miliknya dan berjalan meninggalkan kami

“bagaimana kalau hari ini kita makan siang di Insandong?” tawar Chanyeol

“ide yang bagus.” Chanyeol memegang tanganku dan membawaku ke mobilnya, aku duduk di kursi mobil bersamaan dengan Chanyeol, lalu aku menyalakan CD album Epik High – 99 sedangkan Chanyeol menyetir mobil

“aku tidak menyangka kamu membeli album Epik High.” Kataku

“sometimes hip hop is a cure for a disaster mood.” Jawab Chanyeol, aku mengangguk mengerti

“ohiya soal Wendy yang kamu ceritakan di Kakao Talk, apa dia baik-baik saja?” Tanya Chanyeol

“nde, dia baik-baik saja. Tapi dia kesusahan mengingat hal yang baru. Aku akan menanyakan ke Irene unni soal anterograde jika kamu benar-benar penasaran dengan itu.” Jawabku

“ani ani, tidak usah. Aku hanya bertanya kok, bukan berarti aku pengen tahu banget.” Elak Chanyeol

“ooh oke aku mengerti.”

Kami pun sempat hening untuk beberapa saat, lalu aku pun mulai berbicara “kok kemarin aku gak liat Chanyoung, adik kamu? Padahal aku pengen banget ngeliat dia.”

Chanyeol hanya tersenyum kepadaku

“dia lagi camping di sekolahnya ya? Atau lagi nginep dirumah temannya?” tanyaku lagi

Lagi-lagi Chanyeol tidak menjawab, ia hanya tersenyum kecil

“Ya! Apakah tidak ada jawaban lain selain senyuman?” tanyaku

Chanyeol menghela napas “Chanyoung, dia sudah tiada.” Ucapnya, aku terdiam. “saat itu, aku menjemput Chanyoung pulang sekolah. Aku dan dia membeli makanan sebentar sambil menunggu kedatangan bus di halte” Chanyeol mulai bercerita

“Chanyoung bercerita tentang aktifitasnya di sekolah tadi siang. Ia juga bercerita tentang nilai ulangannya yang sempurna. Lalu bus pun datang, Chanyoung langsung menaikki bus disusul aku. Awalnya perjalanan kami lancar, namun itu tidak berlangsung lama.” Kata Chanyoung

“waeyo?” tanyaku

“aku memasuki bus yang salah, bus tersebut ternyata berisi segerombolan anak SMA yang akan tawuran dengan sekolah lain. Saat bus itu berhenti di depan sekolah lawan mereka, gerombolan itu langsung melempar segala macam benda keras ke luar jendela, mereka juga menghadang penumpang yang ingin keluar. Aku terus melindungi Chanyoung, tetapi aku lalai, kepala Chanyoung terkena beling dan batu dari arah luar, alhasil aku berusaha memberhentikan pendarahan di kepala Chanyoung, dan saat bus berjalan dengan sangat cepat, bus kami menabrak pohon dan…” Chanyeol memberhentikan ucapannya dan menghela napas

“mianhae, sorry to hear that.” Ucapku pelan

Chanyeol tersenyum dan mengacak-acak rambutku pelan “gwenchana, toh kejadian itu juga udah 1 tahun yang lalu.” katanya

“ah akhirnya kita sampai di Insandong!”

 

~**~

Aku mendengar semua tracklist album Sam Smith – In The Lonely Hour sambil membaca majalah, lalu Irene unni memasukki kamarku sambil membawa nampan yang berisi semangkuk nasi hangat, ayam panggang, saus sambal dan segelas air. Ia meletakkan nampan di meja dekat kasurku, kemudian ia duduk disebelahku

“Sulli-ah ayo makan.” Katanya

“nde…” aku mengambil nampan tersebut dan menyendokkan nasi, “bagaimana keadaan Wendy?” tanyaku

“yeah, dia baik-baik saja. Hanya perlu waktu untuk memulihkan anterogradenya” jawab Irene

“emang segitu parahnya ya anterograde itu?”

“ya kalau dibilang parah sih iya, tapi anterograde gak separah amnesia berat.” Balas Irene

“kenapa Wendy terkena anterograde, bukan amnesia seperti yang kita ketahui?”

“Ya! Sulli-ah, kenapa kamu begitu penasaran dengan anterograde?” Tanya Irene unni seraya membaca pikiranku

“ya aku hanya ingin tahu saja.” Jawabku

“Anterograde itu amnesia ringan. Penderita hanya mengingat masa-masa sebelum ia terkena anterograde, ia mengalami gangguan dan kesulitan dalam menerima hal-hal baru. Jadi sulit kalau penderita anterograde mengenal orang baru.” Jelas Irene

“apa Cuma kecelakaan yang bisa jadi penyebab anterograde?”

“trauma yang berat juga bisa jadi penyebabnya, atau mungkin kecelakaan dan trauma yang berat.”

Aku terdiam sejenak setelah mendengar jawaban Irene unni. Trauma? Kecelakaan? Dan bahkan kecelakaan disertai trauma yang berat?

Jangan-jangan Chanyeol….

 

~**~

 

Sudah Seminggu aku tidak bertemu Chanyeol, Chanyeol bilang dia sedang sakit sehingga ia tidak bisa ke yayasan dan kampus. Tetapi Chanyeol memintaku untuk tidak menjenguknya, saat aku menanyakan alasannya dia hanya terdiam dan memintaku untuk tidak mengkhawatirkannya karena dia akan baik-baik saja

“ah sudahlah Sulli. Chanyeol tuh gak jelas, masa mau sih sama yang gak jelas? Yang jelas aja bikin sakit hati apalagi yang gak jelas.” Kata Irene, yang dia maksud adalah Sehun saja yg sudah ia kenal lama bikin sakit hati apalagi Chanyeol yang jelas baru ia kenal beberapa bulan yang lalu

“tapi unni..”

“ya gini aja deh, masa cewe yg dia sayang mau jenguk dia gaboleh? Kan mencurigakan.” Kata Irene unni

“ya terus aku mesti gimana??” tanyaku

Irene unni terdiam “kenapa gak diam-diam jenguk dia gitu? Kayak sebuah kejutan kecil buat dia. Jangan lupa beli buah dan makanan kesukaan dia.” Usul Irene unni

“hmm, baiklah.  Unni bisa kan bawa aku kesana?”

Setelah membeli buah dan cream soup kesukaan Chanyeol, aku pergi kerumah Chanyeol, dan ternyata Chanyeol dan kakaknya tidak ada di rumah karena sedang pergi kerumah sakit.

“kamu tunggu saja dia di kamarnya, aku akan membuatkamu teh.” Ucap mama Chanyeol

“nde, kamsahamnida.” Mama Chanyeol tersenyum melihatku. Lalu aku berjalan memasuki kamar Chanyeol

Saat aku memasuki kamarnya aku dapat mencium wangi green tea khasnya. Dan seperti biasa, kamar Chanyeol selalu tertata rapi dan bersih. Aku duduk diatas kasurnya, lalu menaikkan kakiku keatas kasur dan memeluk bantal miliknya, kemudian aku melihat kearah tirai itu

Terbesit rasa penasaranku akan sesuatu dibalik tirai itu, aku menghela napas dan turun dari kasur Chanyeol

“sepertinya aku harus melihatnya.” Gumanku

Aku pun berjalan menuju tirai itu dan membuka tirainya

 

Chanyeol P.O.V

 

“bagaimana hasilnya dok?” Tanya Yura noona setelah dokter meminta kami untuk memasuki ruangannya untuk melihat hasil pemeriksaan

“apakah anterogradenya sudah membaik?” Tanya Yura noona lagi

“hem begini, anterogradenya sebenarnya tidak membaik ataupun memburuk. Tetapi sayangnya benturan di kepala Chanyeol karena kecelakaan satu tahun yang lalu tiba-tiba memburuk sehingga merusak beberapa saraf di otaknya.” Jelas Dokter

Aku dan Yura noona terdiam setelah mendengar ucapan dokter itu “apakah dapat disembuhkan?”

“aku tidak yakin bahwa hal itu dapat disembuhkan, tetapi jika disembuhkan pun itu berarti ia akan operasi dan kembali kehilangan ingatannya.” Jawab dokter

Dokter menatapku yang menunduk murung, lalu ia tersenyum “aku sarankan hindari benturan dalam bentuk apapun di kepala. Karena satu benturan saja sudah berakibat fatal dan harus dioperasi.” Saran dokter

Aku dan Yura noona berterima kasih kepada dokter dan keluar dari ruangannya, lalu kami mengambil obat untukku dan kembali pulang tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut kami masing-masing

“aku tidak ingin kamu kehilangan ingatan lagi.” Yura noona memecah keheningan diantara kami

“ini semua salahku yang membiarkan kamu menjemput Chanyoung dan tidak mengizinkanmu menjemputnya dengan mobil” lanjutnya, perlahan mata Yura noona mengeluarkan bulir-bulir air mata lalu ia menangis terisak-isak

Aku hanya terdiam dan memegang tangannya, membiarkan ia menangis sampai ia merasa tenang, kemudian aku berkata kepadanya

“tidak, ini bukan salah noona. Tidak ada yang salah disini. Ini adalah takdir yang sudah ditentukan Tuhan dan aku harus menjalaninya.” Kataku

Aku mengusap mata Yura noona “jangan menangis lagi noona, kumohon.” Pintaku, Yura noona tersenyum tipis dan tidak menjawab ucapanku. Hingga akhirnya kami sampai dirumah. Aku keluar dari mobil terlebih dahulu, lalu melepas sepatu. Aku melihat sebuah sneakers biru toska bermerk Nike di teras rumah, aku memandang sepatu itu

“oh tidak. EOMMA!!!” ujarku sambil berlari menghampiri eomma

“waeyo?” Tanya eomma

“eomma, kenapa eomma membiarkan Sulli masuk kerumah? Aku kan sudah bilang larang dia kerumah, dan dimana dia sekarang?!” tanyaku panik

“ohya? Umm, dia ada di kamarmu.” Kata eomma

“sial!!” Aku berlari cepat menuju kamarku, dan saat aku membuka pintu aku melihat kertas-kertas dan sticknote berserakan

Dan aku melihatnya

Dia memegang kertas hasil pemeriksaanku dan menangis

12 tanggapan untuk “Its Okay Its Love (Part 6)”

  1. Ada apaaa dibalik tirai itu sihhhh
    Trs kertas apaan aja itu yg berserakan?
    Iiih author bkin gregetannn ><
    Semoga sulli nerima kekurangan chanyeol juga yaaaa 😥
    Mereka pasangan yg unik banget
    Walaupun penyakitan happy ending dong thor
    Pasti ada kejaiban kan thor
    :')
    Ditunggu selalu next chaptnya~
    Xoxo~♥♥

  2. Omg kok sulli nangis? Emang kenapa? Ada apa dibalik tirai itu?😨😨😨
    Ooohhh jadi chanyeol kena anterograde😳😳 serem juga yaaa😄😄
    Enggak kokkk, fanfic ini gak lama di updatenya, masih wajar. Gak sampe berbulan bulan😊
    Okk aku tunggu next chapternya yaaaa💞💞💞💞💞💞

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s