Love & Regret Part I

love regret

 

 

 

Tittle                            : Love & Regret

Author                         : Lusiana Lee

Length                         : Chapter

Genre                          : Romance, Sad, school life, etc.

Rating                         : PG

Cast & Aditional cast : Oh Sehun | Choi Youngra (OC) | Shin Eunra (OC) | Han Hyemi(OC) | Kim Jongin (Kai) | Kim Jongdae | Find by yourself.

Disclaimer                   : FF ini murni dari pikiran Author. Kesamaan jalan cerita tanggung jawab masing-masing. Cast milik Tuhan dan orang tuanya. Author milik semuanyaJ.

Author’s note              : Don’t be silent readers! Hargai waktu author yang terbuang demi membuat sekumpulan rangkaian kata-kata yang mungkin tidak berarti untuk kalian dengan tinggalkan komentar walaupun hanya satu titik.

#HAPPY READING

Bantu aku agar aku dapat menyukaimu dengan tulus….

 

 

YOUNGRA POV

 

Aku menatap langit yang sedang mendung, sebentar lagi sepertinya hujan akan segera turun dan sialnya lagi aku tidak membawa payung. Dalam kedipan mata hujan benar-benar turun perlahan membasahi jalanan. Aku hanya dapat berdiri menunggu hujan reda.

Karena hujan tak kunjung reda aku pun bertekad untuk berhujan-hujan pulang les kali ini. Aku lalu melangkahkan kakiku untuk menebus hujan dan tiba-tiba saja ada seseorang yang memayungiku. Aku menengok ke arah orang itu.

“Kau bisa sakit. Ayo kita gunakan bersama.” ucap orang itu.

 

 

‘Kenapa dia sangat baik kepadaku’

 

 

“Tidak terima kasih, lebih baik kau yang menggunakannya.” balasku dingin padanya lalu kembali berjalan yang langsung ditahan olehnya.

“Tidak apa, Lagipula kau kan pacarku, jadi kali ini bisakahkau turuti permintaaanku?” ucapnya.

 

 

‘Kenapa kau selalu baik padaku? Tapi kenapa aku tidak bisa membalasmu dengan baik juga?’

 

 

Aku pun mengalah dan mengikuti perkataannya. Kami berjalan beriringan di bawah satu payung yang besar ini.

Dia adalah pacarku, tapi bisa dibilang kami itu seperti orang yang tidak memiliki hubungan apa-apa tetapi berstatus berpacaran. Menurutku dia hanyalah seorang pelarian semata karena mantan pacarku yang memutuskanku hanya karena dia tak pernah mencintaiku dan dia berpacaran denganku karena bertaruh dengan teman-temannya.

“Sudah sampai, masuklah.” ucapnya. Aku tak menghiraukannya dan langsung membuka gerbang rumah dan masuk ke dalam.

 

 

‘Kamu terlalu baik untukku’

 

 

 

 

Aku tertawa bersama teman-temanku. Sekarang sedang jam istirahat dan seperti biasanya aku dan teman-teman yang lain pergi menuju kantin. Kami terus saja bercanda di lorong-lorong menuju kantin.

“Youngra! Sehun lewat.” ucap Hyemi sambil menunjuk ke arah depan, aku lalu menengok ke arah orang yang ditunjuk dan benar tentu saja siapa lagi kalau bukan Sehun. Dia balik menatapku dan melempar senyuman.

“Youngra, bagaimana bisa kau mendapatkan pacar yang begitu tampan, bagaimana caranya?” tanya Hyemi yang diikuti anggukan Eunra. Jika kalian menginginkannya ambil saja karena aku memang tidak peduli dengannya. Pikirku.  Aku hanya membalas senyuman kepada teman-temanku.

 

 

‘Kenapa kau tersenyum seperti itu kepadaku?’

 

 

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Karena Hyemi dan Eunra akan pulang dengan pacar mereka, aku akhirnya berjalan keluar gerbang sendiri. Menyebalkan memang karena aku harus berjalan sendirian sekarang dan lagi, matahari kini bersinar kelewat batas membuat badanku banjir keringat.

 

 

Tin!

 

Suara klakson kendaraan yang begitu memekakkan telinga itu tak kuhiraukan. bukankah jalanan masih luas? aku sudah berjalan di pinggir jalan, tapi kenapa orang itu masih emmebri peringatan kepadaku.

“Mau pulang bersama?” ujar seseorang yang sudah menjejeriku dengan motornya.

NE?!” tanyaku yang baru sadar karena seseorang tiba-tiba saja berbicara padaku.

“ Mau naik? Aku tidak keberatan memberikan tumpangan.  Akan lama jika kau menunggu bus atau taksi. Ayo cepat naik, Ini helmnya.” balasnya lalu menyerahkan helm kepadaku.

Shirreo, aku akan pulang sendiri saja.” kataku dingin kepadanya.

“baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Sampai bertemu besok.” balasnya lalu kembali bersiap-siap untuk pergi. Aku menengok ke arah kanan dan kiri, haruskah aku pulang bersamanya?

“Eitss…. Baiklah, aku ikut.” cegahku yang membuatnya tersenyum lalu menyerahkan helmnya. Aku memegang pundaknya agar tidak terjatuh. Ya, anggap saja ini tumpangan gratis.

“Aku tidak bertanggung jawab jika kau terpelanting nantinya. Siap? Aku berangkat.” ujarnya lalu mengegas motornya dengan sangat kencang yang membuatku terdorong kebelakang lalu mengembalikanku ke depan dan membuat tubuhku membentur punggungnya sehingga reflek aku memeluk Sehun.

 

 

‘Ini pertama kalinya sejak kita memulai hubungan yang tidak jelas ini.’

 

 

Gomawo.” ucapku dengan dingin padanya lalu membalikan badanku dan berjalan menuju gerbang rumah. Entah apa yang ada dalam pikiranku sekarang yang jelas sekarang aku merasakan sesuatu yang berbeda.

 

 

SEHUN POV

 

Gomawo.” ucapnya dingin dan berbalik berjalan menuju gerbang rumahnya.

Aku hanya dapat tersenyum melihatnya walaupun dia tidak melihat senyumku tapi aku tetap merasa senang. Aku tahu Youngra tidak pernah menyukaiku dengan tulus. Dan benar-benar tahu apa alasan dibalik semua itu.

Aku lalu mengendarai motorku menuju rumahku.

 

 

YOUNGRA POV

 

Aku berjalan menuju kelasku sendiri. Pagi ini memang masih terlihat sepi dan karena Hyemi pagi ini tidak berangkat bersamaku. Memang biasanya kami berangkat bersama karena rumah kami hanya berjarak 3 rumah.

Aku menatap lurus ke depan tiba-tiba aku menghentikan langkahku di dekat tangga dan diam terpaku melihat pasangan didepanku.

kenapa harus aku yang melihat ini? batinku.

Rasanya ingin menangis melihat keakraban pasangan di depanku itu. Rasa sesak terus menghantuiku, entah kenapa aku sulit untuk menggerakan tubuhku bahkan mengalihkan pandanganku dari mereka pun sulit. Orang itu adalah mantan pacarku yang hanya mempermainkanku. Tanganku sudah mengepal dengan kuat menahan seluruh emosiku. Haruskah aku memarahi mereka?

 

SRET!

 

Seseorang menarikku masuk ke kolong tangga. Aku langsung melihat orang itu dan terpaku kaget.

“Menangislah sekarang.” ucapnya.

 

Sehun!

 

orang yang menarikku ke kolong tangga ini. Karena tidak bisa membendung air mata ini aku pun menangis di depannya.

“Menangislah sesukamu.” Ucapnya menarikku dalam pelukkannya lalu menepuk punggungku. Aku tidak menolaknya dan menangis sejadi jadinya di dalam dekapannya.

 

 

‘Pelukan darimu membuatku sedikit tenang, bisakah aku membuka pintu itu untukmu?’

 

 

 

SEHUN POV

 

Seperti biasa, pagi ini aku duduk di bawah kolong tangga karena di sanalah tempat dimana aku bisa mendapatkan ketenangan. Aku mengeluarkan mp3ku dan memasang earphone ditelingaku. Aku lalu menatap ke arah jalan. Mungkin mereka tidak menyadariku tapi aku dapat melihat mereka.

Aku melihat Youngra yang sedang berjalan dan tiba-tiba dia berdiri mematung di tempatnya cukup lama.

ada apa? Batinku. Aku lalu berjalan mendekatinya untuk melihat apa yang terjadi. Aku mengintip dari belakang Youngra dan ternyata yang membuatnya terdiam adalah seseorang yang pernah menjadi masa lalunya. Benar, itulah alasan kenapa Youngra tidak pernah menyukaiku, laki-laki itulah yang membuat Youngra tidak bisa beralih.

Karena aku tidak ingin melihat orang yang paling aku sayangi tersakiti aku lalu menariknya untuk ikut masuk ke bawah kolong tangga ini.

“Menangislah sekarang.” ucapku. Aku dapat merasakan apa yang dia rasakan. Akhirnya dia menangis didepanku.

“Menangislah sesukamu.” ucapku kembali lalu menariknya dalam pelukanku dan menepuk-nepuk punggungnya.

Aku tahu air mata itu bukan untukku tapi rasa sakit yang dia rasakan sama sakitnya seperti apa yang aku rasakan. Walaupun aku pacarnya tapi hatinya bukan untukku begitu pun dengannya. Walaupun dia masih mencintai mantan pacarnya tapi hati mantan pacarnya bukan untukknya melainkan untuk gadis lain.

 

 

 

YOUNGRA POV

 

“Youngra ada apa dengan matamu? Kenapa menjadi bengkak? Apakah ada masalah?” tanya Hyemi ketika aku memasuki kelas.

“Tidak, aku tidak ada masalah.” balasku berbohong.

“Jika kau memiliki masalah kenapa tidak kau ceritakan saja kepada kita.” sahut Eunra.

“Aku baik-baik saja. Hanya saja tadi malam aku menonton film yang membuatku harus menguras air mataku.” ucapku mengelak.

“Oh~, Aku kira kau memiliki sesuatu masalah.” balas Hyemi, “Atau, jangan bilang kau baru saja putus dengan Sehun?!” lanjut Hyemi yang langsung kubalas dengan gelengan.

 

 

 

 

Selama pelajaran berlangsung aku sedikit tidak fokus karena kejadian tadi pagi. Tapi yang membuatku bingung, kenapa aku selalu mengingatnya. Bahkan detak jantungku kini melebihi batas normal jika memikirkannya. Pelukan hangat tadi benar-benar!

 

 

KRINGGGG!!!KRINGGG!!!!!

 

“Youngra kau mau ikut ke kantin?” tanya Hyemi. Aku mengangguk mengiyakan.

Kami berjalan menuju kantin sembari bercanda. Saat kami berjalan menuju kantin kami berbapapasan dengannya.

“Hai Sehun, mencari yeojamu?” teriak Hyemi yang hanya dibalas senyuman oleh Sehun.

“Ini orangnya.” lanjut Hyemi menunjukku yang hanya terdiam. Dia menatapku lalu tersenyum.

“Aku mau ke ruang OSIS untuk bertemu Kai, Kalau  begitu aku duluan.” ucapnya lalu berjalan berlalu.

“Kalian itu berpacaran tapi setiap bertemu tidak pernah terlihat seperti seorang pasangan.” sindir Hyemi. Kami lalu meneruskan perjalanan kami.

 

‘jangan tunjukkan senyum itu kepadaku.

 

 

 

 

Aku baru saja keluar dari kelas les dan hari ini kembali hujan. Karena kali ini aku juga tidak membawa payung aku akhirnya kembali bertekad ingin berhujan-hujanan. Aku menutupi kepalaku dan berjalan di tengah derasnya hujan.

sejak kapan hujannya reda? batinku karena badanku sudah tidak kehujanan lagi sekarang padahal baru beberapa langkah menuju rumah.

“Sudah kubilang jangan hujan-hujanan, kau bisa terkena flu.” ucap seseorang membuatku menengok ke arahnya. Lalu memasangkan jaket yang sejak tadi dipegangnya.

“Agar kau hangat, kau sudah setengah basah sekarang.” lanjutnya. Kami lalu berjalan beriringan menuju rumah.

“Kau menguntitku?” ucapku mengawali pembicaraan.

“Tidak.” balasnya.

“Lalu bagaimana bisa kau tahu jika aku tidak membawa payung.” lanjutku.

“Tidak tahu.” balasnya. Kenapa jawabannya selalu ‘Tidak’

“Kenapa kau menyukaiku?” Akhirnya pertanyaan itu menculat keluar dari mulutku.

“Aku pun tidak tahu.” balasnya

“Kenapa kau mau menerimaku selama 1 tahun terakhir ini.” lanjutku

“Aku tidak tahu.” balasnya santai

“Tidak bisakah kau menjawabku dengan kata sleain tidak bisa?” ucapku agak kesal.

“Tidak bisa. Karena itu semua adalah jawabanku.” balasnya. Aku menengok kearahnya kesal.

“Aish~ menyebalkan memiliki pacar sepertimu.” rutukku membuatku kaget sendiri. Ini pertama kalinya aku mengakuinya sebagai pacarku.

“Jika kau tidak menyukaiku, ayo kita putus dan menjadi teman baik.” balasnya menambah kekagetanku. putus? pikirku

“Sudah sampai, cepat masuk.”ucapnya, “Jangan pernah berhujan-hujanan lagi, aku tidak ingin melihatmu sakit.” lanjutnya.

Aku lalu berjalan masuk dan bersender di gerbang. seulas senyum terpeta diwajahku. Entah kenapa perkataannya membuatku senang. Ini pertama kalinya untukku dapat berbicara panjang lebar dengannya.

 

‘Kau membuatku bingung!’

 

 

 

“Youngra ternyata kau bisa terlihat mesra juga bersama dengan Sehun.” ucap Hyemi setibanya di kelas.

“Benar, Hyemi menceritakan padaku jika kau pulang les bersama dengan Sehun dan menggunakan satu payung.” sahut Eunra.

“Susah memiliki teman yagn begitu cerewet.” ucapku.

Mwo?! Kami itu tidak cerewet hanya saja perasaan ingin tahunya sangat besar.” ucap Hyemi mengelak.

“Tapi yang dilihat Hyemi tidak bohongkan? Karena terkadang kau sedikit tolol untuk hal itu.” ujar Eunra mengejek Hyemi.

“Memang benar.” balasku.

“Benar?! Aku patah hati, karena Sehun tampan.” balas Hyemi yang membuatku tersenyum.

“Kalo Sehun tampan lalu bagaimana dengan pacarmu itu?” tanyaku.

“Oh, tentangnya, kemarin aku baru saja putus dengannya.” balas Hyemi datar.

MWO?!” teriakku bersamaan dengan Eunra.

“YA! Kenapa kalian berteriak keras seperti itu. apakah kalian tidak melihat jika yang lain juga ikut kaget karena teriakkan kalian.” ucap Hyemi.

“Kau putus tapi bagaimana bisa kau mengungkapkannya sepreti tadi?” tanya Eunra

“Lalu aku harus bagaimana? Kemarin aku sudah menangis dan berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menangis lagi atau pun bersedih karenanya.”

“Matamu tidak menunjukkannya.” tanyaku,

“Karena yang menangis bukan mataku, tapi hati kecilku ini.” balas Hyemi, “Sebenarnya aku ingin berteriak dan menangis tapi karena ada Eomma dan yang lainnya aku mengurungkan niatku itu.”

“Astaga!” ujarku dan Eunra kompak.

“Memang teman kita yang satu ini sedikit special.” ucap Eunra membuatku tertawa lepas.

 

 

 

 

Aku menjatuhkan tubuhku diatas kasur kesayanganku. Masih dengan tas dan sepatu yang melekat di kakiku aku memejamkan mataku.

 

 

FLASHBACK ON

 

Akhirnya jam pelajaran usai. Aku, Hyemi dan Eunra berjalan menuju gerbang sekolah begitu pun dengan murid lainnya.

“Hai, jarang sekali melihat kalian berjalan kaki bersama..” ucap seseorang dengan motornya yang membuat kami bertiga menengok ke arah orang itu.

“Eunra-ya, kau sudah dijemput. Akan kasihan jika kau membiarkannya menunggu.” ucap Hyemi yang membuatku tertawa mendengarnya.

“Ada acara apa ini? Kenapa berhenti di tengah jalan, Hai Hyemi.” ujar orang lain yang baru saja berhenti dengan motornya.

“Kenapa hanya Hyemi saja yang kau sapa? Lalu bagaimana dengan kami?” tanyaku menggodanya

“Kau dan Eunra sudah bercap, jadi untuk apa aku menyapa kalian.” balas orang itu,“Tenang ssaja, Sehun masih di belakang sana. kalau begitu bagaimana jika Hyemi pulang bersamaku?” lanjutnya mengajak Hyemi.

“Baiklah, setidaknya aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar bus.” ujar Hyemi lalu menaiki motor orang itu.

“Kami duluan..” ucap orang itu.

“Tunggu aku! Ayo Eunra-ya.” sambung Jongdae yang kemudian pergi dengan Eunra meninggalkanku sendiri di tempat.

“Ayo.” ucap seseorang mengagetkanku yang ternyata Sehun, “Hemat biaya.” ucapnya lagi.

 

Diam sepersekian detik.

 

“Jika kau tidak mau juga tidak apa-apa.” lanjutnya

“Tidak! Aku ikut!” balasku lalu berjalan mendekat dan menaiki motornya.

“Pelan-pelan saja.” ucapku lalu berpegangan pada tasnya.

“ Aku tidak janji akan itu.” balasnya yang membuatku menepuk pundaknya.

“Menyebalkan.” gumamku kesal. Ini pertama kalinya aku membuat body contact dengannya. Akhirnya Sehun menjalankan motornya.

“Apakah ini kurang lambat? ” tanyanya kepadaku di tengah perjalanan.

Anni.” balasku singkat.

 

 

 

 

“Youngra, ireonna. Kita sudah sampai” teriak seseorang membangunkanku. Aku yang masih setengah sadar mengedarkan pandanganku.

“Sudah sampai?”

“Em~” balas Sehun. Aku lalu turun dari motornya.

“Terima kasih sudah mau mengantarkanku.” ucapku padanya sebelum masuk ke rumah.

“Tidurmu benar-benar nyenyak. Sepertinya aku harus memasangkan patch panas pada punggungku”

“Sebegitu beratkah tubuhku?” tanyaku sambil tertawa

“Mungkin, Huh~ sepertinya sampai rumah nanti aku harus segera memasangnya.” ucapnya sambil memegang punggungnya yang membuatku makin tertawa lebar.

“Nah, cantikkan? Jika kau tertawa akan terlihat cantik. Jadi jangan terus bersedih.” lanjutnya lalu menghilang dari hadapanku

 

FLASHBACK OFF

 

Aku kembali tersenyum mengingat kejadian tadi. Entah kenapa ini berbeda dari sebelumnya. Apakah aku menyukainya?

 

 

‘Pintu itu mulai terbuka.’

 

 

 

“Pagi Youngra! Kau terlihat begitu bahagia hari ini, apakah kau baik-baik saja?” tanya Hyemi setibanya aku dikelas.

“Okh! Aku baik-baik saja.” jawabku masih dengan tersenyum.

“Apakah kalian sudah siap untuk ujian minggu depan?” sambung Eunra

“belum sepenuhnya.” jawabku

Nado.”

 

 

TINGTONG!

 

“Lebih baik kita teruskan nanti.” ujar Hyemi lalu merapikan pakaiannya dan memutar bangkunya menghadap depan sebelum pelajaran dimulai.

 

 

 

 

hari ini adalah hari kelulusanku dari SMA. Ini tahun ketigaku selama bersekolah di SMA, dan hari ini adalah hari pengumuman nilai akhir sekolah. Semua siswa tahun ketiga merayakannya di sekolah.

Cukkhae Youngra-ya!.” ucap Eunra dan Hyemi menyelamatiku.

“Kalian berdua juga, Cukkhae!” balasku.

“Setelah lulus kalian ingin meneruskan dimana?” tanya Hyemi

“Aku melihat kedepannya.” balas Eunra aku pun hanya mengangguk mengiyakan. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh sudut mencari keberadaan Sehun. Dimana dia? batinku

“YAK!” teriak seseorang yang sudah pasti Jongin dan Jongdae. Kami menengok kearah suara.

“Jadi kalian ada di sini. Selamat ya, Hyemi..” ucap Jongin.

“Terima kasih, kau juga.” balas Hyemi.

“Jangan membuat dunia sendiri.” ujarku kesal. Mereka sama sekali tidak menghiraukan perkataanku dan asyik dengan pasangannya sendiri. Karena kesal tidak diajak berbicara, aku berjalan mencari tempat lain.

 

PLUK!

 

Sebuah tangan memegang pundakku aku langsung membalikan badan karena mungkin saja itu Sehun. Dan ternyata bukan.

“Selamat ya Youngra, kau menjadi nomer pertama lagi.” Ucap orang itu aku hanya tersenyum membalasnya. Entah ada angin apa tapi akhir-akhir ini jujur aku selalu memikiran Sehun.

 

 

PLUK!

 

seseorang menyentuhku kembali aku langsung membalikan badanku berharap jika orang itu adalah Sehun.

“Selamat ya, Youngra.” Ucap orang itu membuatku sedikit kesal. Kenapa justru orang yang kucari tidak menampakkan batang hidungnya sih!

 

 

PLUK!

 

Sebuah tangan menyentuh pundakku dengan malas aku membalikan badanku sambil menunduk.

“Tidak bisakah kau tersenyum? Kau menyambutku dengan wajah seperti itu.” ucapnya membuatku tersadar, aku lalu mendongakkan kepalaku lalu tersenyum.

“Nah, seharusnya seperti itu, kau terlihat cantik sekarang.” Ucapnya lagi, “Selamat ya, Youngra.” Lanjutnya.

Gomawo, kau juga.” balasku.

“Kenapa kau sendirian? Dimana kedua temanmu?” tanyanya.

“Membuat dunia sendiri.” ujarku kesal mengingat kedua temanku itu.

“Jadi ceritanya kesal dengan teman?” ucapnya lagi, “Kalau begitu, sekarang kita buat dunia kita sendiri saja.”

“Hah?! Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti

“Ayo ikut aku.” ujarnya lalu mengajakku ke suatu tempat.

 

 

“Sudah sampai.” Ucapnya yang mengajakku ke sebuah pohon yang masih kecil. didekat pohon itu terdepat sekop dan 2 buah kotak.

“Sekarang tulislah keinginanmu di masa depan pada kertas ini.” lanjutnya sambil memberikan kertas kosong dan bulpen. Aku lalu menulis apa keinginanku begitu pun Sehun.

“Sekarang masukan kedalam kotak ini.” ujarnya, aku menurutinya dan memasukan kertas itu kedalam kotak yang diberikannya. Setelah itu Sehun menggali dua lubang tanah di dua sisi yang dibatasi oleh pohon dan memasukan kotakku dan kotak miliknya kedalam 2 lubang tanah itu.

“Selesai. Sekarang kita tukar kunci gemboknya.” Katanya menyerahkan kuncinya kepadaku aku pun menyerahkan kunciku padanya.

“Berjanjilah jika kotak ini akan dibuka 5 tahun yang akan datang.” ujarnya lagi sembari mengacungkan jari kelingkingnya, aku mengangguk dan mengaitkan jariku kejarinya.

 

 

“Terima kasih sudah mengantarkanku.” ujarku setibanya di depan rumah. akupun berjalan mendekati gerbang rumah.

“Youngra! Ada yang ingin aku sampaikan!” Teriaknya yang membuatku membalikan badan. Dia turun dari motornya dan mendekat ke arahku.

“Apa yang ingin kau sampaikan?” tanyaku.

“Sebebanrnya aku ingin kita..” ucapnya terpotong.

“ Ingin kita apa?” tanyaku tidak sabar mendengar kelanjutannya.

“Aku ingin kita berteman saja, kita sudahi saja hubungan ini. Lebih baik kita menjadi teman baik.” ujarnya yang membuatku syok.

“Berteman?” tanyaku.

“Ya, sebenarnya aku hanyalah boneka suruhan Luhan dan teman-temanku untuk berpacaran denganmu. Aku kalah dalam taruhan dan persyaratannya yang kalah harus mau menjadi boneka suruhan dari mereka semua”

Mwo?” pekikku tak percaya.

Memang mungkin dulu aku tidak menyukainya, tapi sekarang….

 

 

 

SEHUN POV

 

“Tidak perlu segugup itu.” ujar Eomma kepadaku.

Yap, sekarang aku sedang berada di sebuah rumah sakit di belahan bumi bagian barat tepatnya di New York.

“Operasi akan bejalan dengan lancar. Kau tak perlu cemas. Hanya berbaring di atas ranjang saja.” lanjut Eomma menyemangatiku. Sebentar lagi aku akan masuk kedalam ruang operasi.

Akhirnya sesuatu yang telah ditunggu tiba, semua perawat mendorong ranjang yang aku gunakan kedalam sebuah ruangan yang berbau alkohol dan beberapa menit kemudian semua sudah gelap.

 

 

 

 

‘Regret in the past’

 

 

5 years later

 

 

AUTHOR POV

 

Seorang gadis cantik berjalan  menelusuri jalan setapak. Angin yang berhembus menyibakan rambutnya yang tergerai rapi ke belakang. Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu, akhirnya gadis itu sampai pada tempat tujuannya yaitu sebuah pohon yang 3 kali lipat lebih lebar dari lebar badannya. Berjalan mendekat menuju satu sisi dan berjongkok didekatnya lalu mengeluarkan sebuah sekop dari dalam tasnya dan mulai menggali. Setelah menemukan apa yang di inginkan segera ia membuka gembok sebuah kotak dengan kunci yang sudah dibarter dengan seseorang.

 

CKLEK!

 

Akhirnya gembok itu terbuka. Gadis itu menemukan 2 lembar kertas yang sudah usang dimakan zaman di dalam kotak tersebut . sedikit membersihkan debu yang menempel dan mulai membacanya

 

AKU BERHARAP AGAR SESEORANG YANG AKU SAYANGI TETAP MENGANGGAPKU SEBAGAI TEMAN, TIDAK LEBIH.

 

Setelah membaca surat itu ia mengganti surat yang lainnya

 

SUDAH SETAHUN KERTAS INI TERTIDUR DAN AKHIRNYA ADA YANG MEMBANGUNKANNYA. HAI YOUNGRA, APA KABAR?

MUNGKIN SAAT MENULIS SURAT INI AKU MASIH BERADA DI DEKATMU TAPI MUNGKIN SEKARANG ENTAH AKU ADA DI DEKATMU ATAU JUSTRU SEBALIKNYA

MAAF KARENA AKU MENYEMBUNYIKAN SEGALANYA. BEBERAPA TAHUN YANG LALU AKU MENGALAMI KECELAKAAN DAN LUKA ITU MASIH MEMBEKAS HINGGA AKU MENULIS SURAT INI. MUNGKIN SEKARANG AKU TIDAK DAPAT MENGENALIMU KARENA LUKA ITU BERADA DEKAT DI OTAKKU. MAAFKAN AKU KARENA BARU MEMBERITAHUMU SEKARANG.

MAAF SUDAH MEMBOHONGIMU…

AKU HARAP AKU DAPAT HIDUP KEMBALI SETELAH MENJALANKAN OPERASI. TERIMA KASIH UNTUK SETAHUN YANG MENYENANGKAN BERSAMAMU. TERIMA KASIH MAU MENEMANI HARI-HARIKU. KAU ORANG PERTAMA SELAIN ORANGTUAKU YANG MENGETAHUI TENTANG INI.

JIKA KAU BERTEMU DENGANKU DI MASA DEPAN, APAKAH KAU AKAN MEMBENCIKU?

Aku menyayangimu, benar-benar menyayangimu dengan tulus.

DARI TEMANMU,

 

SEHUN

 

YOUNGRA POV

 

Aku menangis membaca surat-surat itu.

kenapa dia tidak pernah menceritakannya kepadaku? Kenapa harus disembunyikan?kenapa kau harus berbohong padaku? Kenapa kau selalu tersenyum padaku? Kenapa kau selalu menghiburku? Kenapa kamu harus masuk dalam hidupku? Kenapa penyesalan datang diakhir?

Pikiran itulah yang sekarang terbayang dikepalaku. Aku berjalan menuju mobilku dan mulai mengemudikannya sambil menggenggam surat darinya. Perasaan terkhianati olehnya lenyap sudah. Jika aku mengetahuinya sejak awal aku akan segera membuka kotak itu dan tidak akan terus menerus membencinya.

Drrttt…Drrttt…

Kuraih ponsel yang berada pada jok sampingku. “Halo?” ucapku mengangkat telepon.

“Youngra-ya kau dimana?Kau bilang kau akan mengantarkanku makan siang?”

“Aku sedang dalam perjalanan ke sana.”

“Baiklah, aku tunggu Youngraku~”

“Emm…”

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Tenang saja, kau akan terbiasa disini. Bukankah kau lahir disini?” tanya seorang wanita baya sambil mendorong sebuah koper miliknya.

Ne.” Balas laki-laki disebelahnya yang juga membawa koper.

 

 

 

-TBC-

28 tanggapan untuk “Love & Regret Part I”

  1. Pasti cowo yg di bandara tu sehun.. youngra uda punya cowo ka? Cepet di next ya thor! Seru lo critanya.. keep writing ne!! Annyeong!! ^^

  2. Omg youngra sudah punya pcar kan thor? Andwe!!!!! Disaat sehun jmbali dia punya pacar? Smoga aja dugaanku salah. Kern thor. Q tunggu chap selanjutnya

  3. hai aqh reader bru d’sne..
    Critany kren thor cma trlalu pndk pdahal lg seru2ny b’ca…
    Aqh tnggu eah thor chap brikutnya mga cpat slesai..
    #fighting

  4. huwahh aku terhura bacanya, sehun kliatan tulus bnget… 😥
    sehun masih ada kan??
    pas ending2nya tadi kyaknya udah ngasih clue klo sehun itu masih ada tapi kyaknya sehun bkalan gak inget apa2 deh…
    lanjut thor…

  5. aaaaa jangan sampai Sehun hilang ingatan,dan semoga pada akhirnya mereka pacaran sampai lanjut ke pernikahan.Aminnn….. Lanjut thor,jangan lama-lama,Ok… Fighting ~!!

  6. Aaaaaa…. Daebak. Keren+kece+mantap+serulah pokoke… Aku suka ff yga kek gini. Lumayan panjang dan tidak monoton.

    Next chapnya kek gini lagi panjangnya ya thor…

    Fighting and keep writing!!

  7. Huaaa youngra! Sehun baik banget ituu TT
    Semoga aja sehun ga lupa sama youngra dan bisa ketemu lagi yaa :”)
    Punya pacar kaya gituu, kurang apa coba ya :”)
    Next2 :’D

  8. Ahh…keren ceritanya.
    Jadi youngra udah punya pacar lg,n itu yg bawa koper sehun ya,dia lupa ingatan gitu,andwae.
    Penasaran nih,sma mantan pacar youngra yg dulu n pacarnya sekarang.

  9. aaaaaaaa penasaran,youngra udah punya pacar baru lagikah? itu sehun sembuh dr penyakitnya thor? dia kembali ke seoul? semoga dia sama youngra jadi sepasang kekasih lagi dan bahagia wkwk next thor penasaran

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s