Change and Sacrifice #8

SeKai 7

Title
Change and Sacrifice #8

∴ Author ∴
EunFebbyHaema or Febby Fatma

∴ Leght ∴
Multi chapter

∴ Genre ∴
Romance, Frienship, School Life, Etc..

∴ Rating ∴
General

∴ Cast ∴
Kim Jongin or Kai
Byun Baekhee
Oh Sehun
Byun Baekhyun

∴ Other Cast ∴
Chanyeol
Luhan
Choi Sulli

 

***

Dari keberaniannya dia tahu semua

Dari pengorbanannya dia mendapat pelajaran indah

Dan dari perubahan yang dia lakukan dia mendapat yang dia inginkan

***

Baekhee dan Chihan melakukan kebiasaannya seperti biasa. Menukar catatan mereka dan saling menyalin untuk bisa memperbanyak ilmu keduanya.

Tadi saat Sehun dan Kai hendak menunggu keduanya, Baekhee melarang. Dia bilang hari ini Baekhyun akan menjemputnya dan Chihan.

“Tapi bagaimana caranya? Baekhyun hyung tidak mungkin membawa kalian berdua sekaligus.” Kai beralasan untuk tetap berada di sana bersama dengan putri cantiknya.

“Aku tidak tahu, tapi Baekhyun oppa sendiri yang bilang padaku kalau hari ini aku dan Chihan akan dia jemput.” Kai dan Sehun saling berpandangan.

Niatnya hari itu Kai ingin mengantar Baekhee, dan Sehun yang mengantar Chihan. Kai juga sudah menyuruh Sehun untuk membawa motor. Dan yang Sehun bawa adalah motor Luhan, bukan motor milik Sehun sendiri.

“Aku sudah menyuruh Sehun membawa motornya.” Kai beralasan.

“Tapi Baekhyun oppa pasti akan marah kalau aku tidak pulang dengannya.” Baekhee balik menyahuti. Dia juga langsung mendekat pada Kai dan berbisik pada Kai, “Sepertinya Baekhyun oppa ingin mengajak Chihan jalan, dan aku hanya akan menjadi alasan saja. Kau mengerti maksudkukan?”

Kai mengangguk kalah. Kali ini dia benar-benar tidak bisa meyakinkan Baekhee. Sepertinya Baekhee benar-benar ingin Baekhyun dan Chihan bersatu. Dia tidak lagi terlihat sedang memikirkan Sehun. Sebaliknya dia seperti tidak perduli lagi dengan laki-laki tampan pujaannya itu.

Akhirnya Kai mengalah dan membiarkan Baekhee dan Chihan menunggu Baekhyun di kelas itu. Sedangkan dia dan Sehun memilih untuk pulang. Percuma juga Kai berjuang memaksa Sehun untuk membawa motornya hari ini.

Jadi di sini sekarang Baekhee dan Chihan berdua. Di kelas mereka, menukar dan saling mengkoreksi catatan mereka masing-masing.

“Sudah selesai?” Chihan bertanya dan dijawab dengan sebuah anggukan dari Baekhee.

Keduanya langsung membenahi buku-buku mereka, memasukannya ke dalam tas dan kemudian berjalan keluar kelas. Saat berjalan di lorong sekolah yang sudah lumayan sepi sebuah pesan masuk ke ponsel Baekhee.

Dari Baekhyun. Isinya menyuruh dia untuk cepat karena Baekhyun sudah menunggunya di luar.

Jadi kedua gadis cantik itu mempercepat langkah mereka menuju gerbang sekolah. Tempat Baekhyun dan seseorang lagi menunggu mereka.

“Luhan oppa?” Luhan tersenyum saat Baekhee menyebut namanya. Hari ini Luhan terlihat tampan dengan kaos dan kemeja flannel yang dia kenakan. “Oppa pakai motor Sehun?”

Bakehee tentu saja kenal motor itu. Dia fans nomor satu Sehun, kalau boleh dia sebut dirinya seperti itu. Jadi dia tahu pasti motor Sehun seperti apa.

“Iya, hari ini Sehun bawa motorku.” Luhan masih tersenyum pada Baekhee yang berdiri di depannya. Baekhee terlihat cantik dengan seragam sekolahnya. Dia terlihat cantik untuk semua waktu bagi Luhan.

Sementara Luhan dan Baekhee mengobrol, Baekhyun dan Chihan hanya terdiam. Memandang mata masing-masing saja mereka malu. Jadi mereka hanya mencoba memperhatikan Luhan dan Baekhee, walau pada kenyataannya Chihan ingin sekali memandang Baekhyun.

“Baekhyun oppa, kenapa hari ini ingin menjemput kami?” Baekhee menoleh pada Baekhyun dan membuat Baekhyun mau tidak mau menatap kearahnya dan Chihan.

“Aku ingin jalan-jalan. Tapi karena bingung, aku mengajak Luhan hyung. Kalian mau ikut kan?” Baekhee tentu saja langsung mengangguk. Dia akan bersedia melakukan apapun agar Baekhyun dan Chihan bisa bersatu.

“Chihan pasti mau.” Baekhee mengandeng lengan Chihan saat mengatakan itu. Karena Chihan hanya diam, jadi Baekhee yang menjawabnya.

“Tapi kemana?” Baekhyun menatap Chihan dan membuat yeoja itu semakin malu saat bertanya tadi. Rasanya seluruh tubuh Chihan panas karena tatapan Baekhyun itu. Tapi tangannya dingin dan berkeringat. Chihan sakit, yah dia sakit. Dia menderita sakit parah karena jatuh cinta.

“Kalian akan tahu nanti.” Luhan yang menjawabnya. “Baekhee kau denganku ya?” Baekhee mangangguk dan mendekat pada Luhan. Siap untuk duduk di boncengan motor Luhan. Sedangkan Chihan masih malu-malu saat mendekat pada Baekhyun.

Baik Luhan dan Baekhee tidak ada yang bisa menahan senyum mereka untuk keluar. Ini jauh lebih baik dari tpada tertawa karena sikap Chihan dan Baekhyun.

“Mereka seperti anak SMP.” Baekhee berkomentar dan Luhan mengangguk setuju.

Luhan dan Baekhee berjalan di depan. Tadi Luhan sempat memberikan jaketnya pada Baekhee agar yeoja itu bisa menutupi seragam sekolahnya. Rasanya aneh kalau harus pergi dengan seragam, makanya Luhan berikan jaket pada Baekhee.

Baekhyun juga melakukan hal yang sama. Dia mencontoh Luhan. Karena memang itu yang dia minta dari Luhan hari ini. Mengajarinya untuk bersikap baik pada Chihan. Itu juga sebabnya Baekhee ada di sini. Karena Luhan akan mempraktikannya pada Baekhee dan Baekhyun akan menirunya.

***

[Xi Luhan side’s]

Motor yang aku kendarai berhenti di sebuah jalan sepi. Ini adalah tempat yang bagus untuk bermain. Di belakang pohon-pohon pinggir jalan itu ada sebuah waduk kecil yang dibuat untuk perairan petani dekat sini.

“Kita main di waduk belakang.” Kataku kemudian berjalan memimpin mereka bersama dengan Baekhee di sampingku. Yeoja cantik di sampingku ini terlihat seperti malaikat saat rambutnya tersapu angin. Kupikir wajar saja kalau Kai begitu tergila-gila padanya, karena aku juga sama sepertinya.

Baekhee memang cantik. Dia memiliki aura yang menarik dan membuatnya enak dipandang mata. Hatinya juga lembut. Dia bisa menjadi ibu yang baik di masa depan nanti.

“Baekhyun aku ke sebelah sana sebentar.” Kataku saat kami sudah sampai di pinggur waduk itu. Aku gandeng tangan Baekhee untuk ikut denganku. “Biarkan mereka berdua.” Kataku pada Baekhee dan dia mengangguk setuju.

Sampai di sebuah jembatan kecil untuk menuju ke tengah waduk aku melepas gandenganku. Kurasa aku sudah tidak punya alasan untuk mengandengnya.

“Boleh kita ke sana?” Baekhee bertanya, dia tersenyum cantik saat ini. Rambutnya yang tertiup angin memberikan kesan dia anggun. Aku mengangguk dan mengikuti langkahnya ke tengah danau.

Aku heran kenapa Sehun selalu bersikap dingin pada yeoja ini. Dia sangat cantik, hatinya juga sangat baik. Kenapa Sehun selalu membiarkan yeoja ini menangis karena mencintainya? Kalau aku boleh menjadi Sehun, aku akan menjaganya. Aku akan membalas cintanya. Dan akan aku pastikan dia menjadi milikku selamannya. Tapi itu hanya jika aku seorang Oh Sehun.

Nyatanya aku ini hanya seorang Xi Luhan yang tidak pernah dilirik lebih oleh yeoja itu.

Kalian pasti bertanya-tanya kenapa tidak sejak dulu aku muncul dan menjelaskan perasaanku padanya. Kenapa baru saat ini aku mengatakan hal itu? Aku rasa ini karena aku takut membuatnya bingung.

Aku tahu Sehun memiliki rasa pada yeoja ini. Walau aku tidak tahu siapa Baekhee untuk Sehun, tapi aku yakin Sehun menganggapnya berarti. Mungkin aku harus bertanya pada Sehun tentang itu nanti.

“Luhan oppa.”

“Ya?” Aku menoleh dan melihatnya yang sedang merentangkan tangannya menghadap ke tengah waduk. Rambutnya masih berkibar, membuat jantungku sedikit tidak jelas. Sebenarnya aku masih hidup atau tidak? Kenapa jantungku berhenti berdetak?

“Di sini seperti di film Titanic ya?” Aku tersenyum mendengar kata-katanya. Dia membuat aku ingin menjadi Jack di film itu dan menjadikannya sebagai Rose.

***

[Byun Baekhee Side’s]

Aku mendengar derap langkah kaki Luhan oppa di jembatan kayu ini. Dia di belakangku, mendekat setelah aku bilang kalau berada di sini seperti berada di film Titanic.

“Kalau begitu aku akan menjadi Jack untukmu.” Dia memegang pinggangku. Membuat aku kaget. Tubuhku tiba-tiba saja kaku. Jantungku berdebar kencang. Sebenarnya apa yang sedang Luhan oppa lakukan?

“Kau percaya padaku?” Luhan oppa berbisik. Suaranya seperti menyatu dengan hembusan angin yang menerpa kami berdua.

Oh Tuhan, apa yang terjadi padaku? Kenapa aku jadi seperti ini? Ayolah Byun Baekhee, kau tidak boleh kaku seperti ini. Cepat sadar! Ayo sadar!

“Baekhee?”

“Ya?” Aku langsung menghadap ke arahnya. Melepaskan tangannya dari pinggangku. Tapi jantungku masih berdebar. Semoga saja suaranya tidak benar-benar bisa didengar olehnya.

“Kau baik-baik saja?” Aku mengangguk kaku. Kenapa rasanya ada yang aneh denganku. Tidak, tidak bukan aku, yang aneh Luhan oppa. Dia tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa barusan. Kenapa hanya aku yang merasa ini aneh?

“Maaf aku hanya bercanda.” Dia tersenyum lagi saat mengatakan itu. Wajahnya dia palingkan menghadap ke arah lain waduk ini. Rambutnya tertiup angin dan bergerak melambai, kemeja flannel yang dia kenakan juga ikut berkibar. Dia terlihat sangat sempurna dari sisiku saat ini.

“Baekhee.”

Aku langsung mengalihkan pandanganku yang tadi memperhatikannya untuk melihat waduk lagi. Jantungku berdebar lebih cepat lagi karena melihatnya menoleh dan tersenyum seperti tadi. Kurasa aku juga berkeringat, padahal angin di sini cukup sejuk.

“Ya, kenapa oppa?” Sahutku tanpa menoleh. Aku butuh waktu untuk menormalkan detak jantungku sebelum melihatnya lagi.

“Kau orang pertama yang aku aja ke sini. Kau tahu?” Kali ini aku menoleh. Detak jantungku sedikit lebih normal saat ini. “Selain Sehun dan teman-temanku kau yeoja pertama yang aku ajak untuk melihat waduk ini dari sini.”

“Benarkah?”

“Tentu saja.” Dia memandangku. Senyumnya terlihat sangat menawan saat ini. Tidak sebenarnya dia selalu tersenyum semenawan itu padaku sejak dulu, tapi kenapa aku baru sadar sekarang kalau Luhan oppa tersenyum seperti itu padaku?

Ah, Baekhee bodoh! Tentu saja kau tidak sadar, di duniamu bukannya hanya ada Sehun seorang? Hingga orang setampan Luhan oppa juga kau tidak bisa melihatnya. Matamu buta sekali Baekhee!

“Bahkan Jieun sekalipun tidak pernah melihat tempat ini dari sini.” Jiuen itu mantan kekasih Luhan oppa saat SMA dulu. Dia adalah yeoja cantik dengan suara yang memukau, tapi mereka berpisah karena Jieun harus pindah ke Inggris.

“Kau lihat Baekhyun dan Chihan di sana?” Luhan oppa menunjuk ke tempat lain. Ke sisi waduk di mana ada sebuah saung kecil di pinggir waduk. Ada sebuah pohon yang tumbuh ke samping dan mengarah ke tengah waduk di dekat saung tadi. Dari sini aku bisa melihat Chihan dan Baekhyun oppa yang sedang mengobrol di pohon itu. Keduanya duduk di batang pohon yang mengarah ke tengah waduk.

Mereka terlihat serasi. Aku akan berdoa agar mereka berjodoh hingga akhir nanti.

“Aku ingin mengajakmu ke sana. Tapi mungkin tidak untuk kali ini. Biarkan Baekhyun dan Chihan yang merasakah keajaiban pohon itu.”

“Keajaiban apa?”

Luhan oppa tersenyum lagi padaku. “Suatu saat aku akan memberitahumu, tapi tidak saat ini.” Aku mengerutkan alisku penasaran. Benarkan kataku? Luhan oppa jadi terlihat aneh.

“Baiklah, aku akan menunggunya nanti.” Kataku riang. “Aku akan menunggu Luhan oppa datang ke rumahku dan mengajakku ke tempat ini. Ke sana.” Aku menunjuk pohon itu lagi.

Aku memang tidak bisa melihatnya dengan sangat jelas, tapi aku bisa menangkap gurat bahagia dari wajah Baekhyun oppa dan Chihan. Sepertinya mereka sangat senang. Andai aku bisa merasakan apa yang Chihan rasakan hari ini.

Ah, ayolah Baekhee. Apa yang kau pikirkan?

“Benarkah kau mau aku ajak ke tempat ini lagi?” Aku menganggu pasti. “Kau tidak tahu tempat ini?” Aku diam. Memangnya ini tempat apa? “Aku yakin kau tidak tahu ini di mana. Kalau kau tahu aku yakin kau tidak akan mau aku ajak ke tempat ini.”

Aku merinding mendengarnya. “Memang ini tempat yang angker?” Luhan oppa menggeleng sambil tertawa pelan. Dia terlihat sangat tempan saat seperti itu. Rasanya wajahku memanas karena melihat reaksinya.

“Tidak. Ini hanya tempat dengan sejuta kenangan indah untuk orang-orang yang pernah datang.” Katanya menjawab. Aku mengangguk. “Kalau begitu aku tidak akan menolak oppa mengajakku kemari. Aku juga ingin memiliki kenangan indah di tempat ini.”

“Bersamaku?” Aku mengangguk . “Kau yakin?” Lagi aku mengangguk.

“Kenapa?”

“Hanya takut kau menyesal.”

“Aku tidak akan menyesal. Oppa tenang saja.”

***

[Author side’s]

Sehun sedang duduk diam di kamarnya. Memandang buku di mejanya dengan pandangan malas. Tugas-tugas itu menunggu Sehun untuk mengerjakannya, tapi Sehun tidak bisa berpikir saat ini. Semua pelajaran yang pernah dia terima seperti menguap saat mengingat apa yang Kai katakan padanya tadi.

“Semalam Baekhyun hyung dan Chihan resmi jadian.”

Rasanya Sehun tidak ingat apa yang terjadi pada dirinya setelah Kai berkata seperti itu. Yang Sehun tahu, sekarang Sehun sampai di rumahnya dengan selamat.

“Sehun,” dia menoleh saat pintu kamarnya tiba-tiba di buka. Luhan muncul sambil tersenyum senang dan duduk di tempat tidur Sehun. “Kau sedang apa?” Senyum di wajah Luhan sekalipun tidak bisa membuat Sehun merasa lebih baik.

“Tidak sedang apa-apa.” Sehun menutup bukunya dan balik menghadap Luhan. “Hyung dari mana?” Tanya Sehun kemudian. Wajahnya terlihat seperti bersinar saat tersenyum seperti itu.

“Dari Waduk Sarang.” Jawab Luhan yang kemudian berbaring di tempat tidur Sehun. Senyumnya masih saja mengembang saat itu. “Rasanya aku seperti kembali pada masa SMA.” Sambung Luhan.

“Dengan siapa?” Sehun mendekat. Luhan jadi terlihat aneh saat seperti ini.

Luhan kembali bangun untuk duduk bersama Sehun. Masih sambil tersenyum Luhan menjawab, “Dengan Baekhyun, Chihan dan Baekhee.”

Sehun terdiam. Luhan ke sana dengan ketiga orang itu. Rasanya Sehun sudah kehilangan harapan untuk memilih lagi. Sehun sudah tidak punya pilihan.

“Hyung senang karena Baekhee, iyakan?” Senyum di jawah Luhan hilang seketika karena pertanyaan Sehun itu. “Hyung sudah tidak bisa berbohong padaku. Kau benar-benar menyukai Baekhee kan?”

Kini Luhan yang terdiam.

“Hyung pikir aku tidak tahu kalau selama ini hyung menyukainya? Aku tahu kok, hyung.” Sehun tersenyum kecut. Kembali mejanya dan berpura-pura mencari sesuatu. “Aku juga tahu dulu hyung menganggapnya sebagai Jieun. Aku tahu semuanya, walaupun hyung tidak mau menceritakannya padaku.”

“Kau juga.” Luhan balik berkata.

“Apa?”

“Kau juga menyukainya. Tapi kau juga menyukai Chihan, iyakan?” Dengan santainya Sehun mengangguk. “Tapi kenapa kau selalu bersikap kasar padanya?”

“Aku tidak pernah kasar padanya.”

“Kau hanya bersikap dingin.” Luhan memotong. “Tapi di mataku itu kasar, Sehun-ah. Kau membuatnya menganggumimu tapi kau tidak permah berbuat baik padanya. Itu sama saja kau berbuat jahat padanya.”

“Tapi hyung,”

“Kalau kau menyukainya, tunjukan itu padanya. Jangan bersikap seolah kau bisa mendapatkannya dengan mudah.” Luhan bangun dan memilih untuk meninggalkan Sehun sendiri. Tapi sebelum dia benar-benar pergi Luhan berkata, “Semua bisa saja berubah, Sehun-ah.”

***

Katakan saja maaf jika kau tidak bisa

Mengorbankan sesuatu untuk menutupi kesalahanmu tidak akan merubah keadaan

Mengorbankan sesuatu hanya akan membuatmu menyesal

Karena sesungguhnya maaf jauh lebih berarti

Dari hanya sekedar pengorbanan

***

“Kau tahu apa yang Baekhyun oppa katakan padaku kemarin?”

Saat ini Chihan dan Baekhee sedang berada di meja kantin berdua. Di depan mereka sudah ada tiga kotak bekal. Satu milik Chihan dan yang dua milik Baekhee. Nanti satu dari itu akan dia berikan pada Kai. Seperti apa yang Baekhee katakan, dia akan membuatkan Kai bekal.

“Memangnya apa yang dia katakan padamu?” Baekhee senang sekali. Sejak kembali ke rumah dari waduk kemarin senyumnya terus saja terlihat. Akhirnya apa yang Baekhee inginkan bisa terwujud. Baekhyun sekarang bersama dengan Chihan.

“Rahasia.” Chihan juga sepertinya sama seperti Baekhee. Dia terus tersenyum sejak kembali kemarin.

“Aish, kau ini.” Baekhee mengeluh. “Kalau tidak mau cerita kenapa menawarkan? Aku juga bisa memaksa Baekhyun oppa cerita padaku.” Chihan yang duduk di depan Baekhee tertawa pelan.

“Cerita apa?” Kai datang bersama Sehun. Keduanya mendekat pada yeoja-yeoja itu. Tapi saat Kai ingin duduk di samping Baekhee, Sehun sudah lebih dulu mengambil tempat itu.

“Bagaimana jalan-jalan kalian kemarin?” Kali ini Sehun yang bertanya. “Aku dengar dari Luhan hyung kalian main ke Waduk Sarang.” Kai memilih duduk di samping Chihan dan menyimak yeoja itu menjawab pertanyaan Sehun.

“Oh, jadi namanya Waduk Sarang?” Sehun mengangguk pada Baekhee. “Luhan oppa tidak mau memberi tahuku nama waduk itu. Dia bilang akan memberi tahuku nanti kalau aku dan di datang lagi ke sana.”

Kai dan Sehun membeku mendengarnya. Luhan mengatakan itu pada Baekhee?

“Baekhyun oppa sudah mengatakannya padaku. Dia bilang itu waduk dengan sejuta kenangan indah untuk mereka yang ingin cinta mereka menjadi sejati.” Chihan tersenyum senang menceritakan itu. “Itu yang dia katakan padaku Baekhee.”

“Benarkah?” Baekhee ikut senang. Tapi Kai dan Sehun tidak.

“Bisa kita makan sekarang?” Sehun memotong pembicaraan itu. Baekhee dan Chihan mengangguk.

“Ini untukmu Jongin.” Kai menerima kotak bekal yang Baekhee berikan sedangkan Sehun hanya memandangnya. Ini memang salah Sehun. Bodohnya dia karena tidak pernah membirakan dirinya mendekati Baekhee dan menjaga yeoja itu. Kalau saja Sehun tidak bodoh, mungkin sekarang kotak bekal Kai itu adalah miliknya.

“Aku pergi memesan dulu.” Sehun baru saja bangun, tapi Baekhee menarik tangannya agar dia tidak pergi. Sehun dibuat kaget karena keberanian Baekhee untuk menariknya.

“Kau makan punyaku saja.” Kata Baekhee lirih. Ada rona malu di wajahnya, itu membuat Kai merasa posisinya mulai terancam. “Aku bisa makan bersama Chihan. Kau bisa makan yang ini.”

Chihan mengangguk saat Baekhee menggeser kotak bekalnya ke depan Sehun. Karena itu Sehun kembali duduk sambil memandang Baekhee. Yeoja itu terlihat manis saat seperti ini.

“Terima kasih. Tapi apa ini tidak apa-apa?” Baekhee mangguk.

“Tidak apa-apa. Aku dan Chihan memang terbiasa makan bersama.” Chihan membuka kotak bekalnya dan memberikan satu sendoknya pada Baekhee. Untungnya Chihan memiliki kebiasaan membawa sendok dan sumpit double.

“Sudah terima saja.” Kai ikut mengimbuhi.

Keempatnya makan bersama di sana. Di sisi lain meja ada dua yeoja yang sedang memperhatikan keempatnya dengan pandangan iri. Mereka ingin mendatangi meja Baekhee dan yang lain, tapi mereka takut.

***

[Byun Baekhee side’s]

Besok hari minggu dan senin depan adalah hari ujian Negara. Tapi kenapa tidak ada yang membuatku gugup? Biasanya aku akan merasa gugup karena ujian penting. Tapi kenapa sekarang tidak?

Sekarang aku ada di kamar berbaring tengkurap di tempat tidurku sambil memandang buku-buku pelajaran yang aku pinjam dengan perasaan bingung. Aku sudah membaca buku-buku itu tiga kali, dan aku rasa aku sudah hapal betul bagaimana isinya. Lalu sekarang apa yang bisa aku lakukan?

TING TONG

“Ah,” aku menoleh mendengar bel berbunyi. Siapa yang datang?

Buru-buru aku menuju pintu depan. Kalau Baekhyun oppa pulang dia akan langsung masuk, jadi aku bisa memastikan kalau itu bukan Baekhyun oppa.

“Annyeong.” Saat aku membuka pintu dua orang yeoja yang berdiri di depanku membungkuk memberi salam. Aku dibuat mereka terpaku karena kedatangan keduanya. Untuk apa mereka datang?

“Suzy, Krystal ada apa kalian datang ke rumahku?” Keduanya saling memandang sebelum menjawab pertanyaanku. “Boleh kami masuk?” Suzy yang bertanya.

Aku persilahkan ke duanya untuk masuk. Aku juga mengambilkan mereka minum untuk suguhan. Kupikir mereka akan sedikit lama karena meminta masuk tadi.

“Baekhee, apa kami mengganggumu?” Aku menggeleng pada Krystal yang bertanya. Dia yeoja cantik yang sangat berbakat. Kakaknya adalah seorang penyanyi terkenal, dia juga kadang sering ikut mengisi acara kakaknya.

“Ada apa memangnya?” Aku kembali mengulang pertanyaanku tadi. “Tidak biasanya kalian datang ke rumahku.”

“Itu,” Suzy membuka mulutnya sambil memandangku dengan pandangan sendu. “Kami datang untuk minta maaf padamu.”

Aku terseyum mendengar itu. “Tidak apa-apa. Kita ini teman, jadi tidak perlu seperti itu.” Kataku, melihat wajah keduanya membuat aku merasa seperti orang jahat. “Aku juga pasti akan seperti kalian kalau aku ada di posisi kalian.”

“Baekhee, terima kasih ya?” Aku mengangguk. “Dan..” Krystal mengangantung kata-katanya. Aku mengerutkan alisku saat menunggunya.

“Dan apa?”

“Aku menyukai Kai. Sejak dulu aku menyukainya, sejak kami satu kelas di SMP dulu aku sudah menyukainya. Aku sudah menunjukannya pada Kai, tapi Kai selalu bilang aku adalah adiknya.” Krystal menunduk. “Aku sedih mendengarnya, Baekhee. Aku menyukainya bahkan mencintainya tapi dia hanya menganggapku sebagi adiknya. Kau mengerti bagaimana perasaanku bukan?”

Aku mengangguk. Kurasa aku bisa merasakan hal itu. Walau ceritanya berbeda aku juga mengalami hal yang sama hingga kini. Cintaku pada Sehun hanya bertepuk sebelah tangan.

“Lalu?” Tanyaku, aku yakin bukan tanpa alasan dia bercerita seperti ini padaku.

“Aku tahu Kai menyukaimu. Aku tahu dia selalu memperhatikanmu sejak dulu. Dan aku juga tahu kau kalau kau menyukai Sehun.” Aku mengangguk. Dia mengatakan hal yang sesungguhnya. “Bisakah kau bantu aku dekat dengan Kai? Bisakah kau bantu aku untuk membuatnya membalas perasaanku?”

Aku pandang Krystal yang duduk di depanku. Matanya berkaca-kaca saat ini. Aku juga pernah sepertinya, aku sering menangis saat menceritakan Sehun dan sikap dingin Sehun selama ini di depan Chihan.

“Tapi aku tidak yakin bisa melakukannya.” Kataku.

Krystal terlihat kecewa dengan jawaban itu. “Jessica eonni janji padaku akan membiarkan aku tetap tinggal di Korea kalau memang benar Kai mau menerimaku. Tapi kalau tidak dia akan mengirimku ke Inggris, ke tempat dia belajar dulu.”

“Baekhee, tolonglah Krystal. Aku tidak ingin Krystal pergi.” Suzy ikut menambahkan. “Dia teman terbaik yang aku miliki. Aku tidak ingin dia pergi.”

“Jessica eonni tahu tentang perasaanku pada Kai sejak dulu.” Krystal mulai bercerita lagi. “Dia sudah menyuruhku untuk berhenti, tapi nyatanya itu sulit. Aku tidak bisa begitu saja berhenti mencintainya seperti halnya aku menutup buku yang aku baca. Karena itu juga Jessica eonni ingin aku pergi untuk melupakan Kai. Dia ingin aku menjauh dan berhenti memandang Kai.”

Kudengar Krystal terisak saat menunduk. Suzy yang duduk di sampingnya mengelus pundaknya. Melihat mereka seperti melihat aku dan Chihan. Karena itu pasti yang terjadi ketika aku menceritakan Sehun. Aku menangisi cintaku pada Sehun dan Chihan yang menenangkanku.

Dengan matanya yang basah Krystal memandangku. “Kalau saja aku tidak memiliki Suzy, kalau saja aku tidak pernah bersahabat dengannya dan mengenal semua orang yang aku sayang, aku tidak akan keberatan untuk pergi ke Inggris. Tapi di sini aku punya mereka, aku punya kalian. Aku tidak ingin kehilangan apa yang aku punya hanya untuk melupakan satu orang. Baekhee, tolong bantu aku.”

Krystal mendekat padaku duduk di bawah memegang tanganku. Memandang aku dengan pandangan memohon. “Aku mohon, bantu aku tetap di sini. Bantu aku mendapatkan seseorang yang aku cintai.”

“Krys kau tidak seharusnya seperti ini.” Kutarik pundaknya untuk ikut berdiri. Aku peluk tubuhnya yang kurus. Rambut panjangnya ini sangat indah, kadang aku iri pada Krystal yang terlahir cantik. Tapi ternyata dia sama sepertiku.

“Aku akan membantu sebisaku.” Kataku saat memeluknya. “Kau tenang saja, aku akan membantumu untuk tetap tinggal di sini.”

Kuhapus air mata di pipinya. Sambil tersenyum aku kembali berkata, “Jongin bodoh kalau dia tidak bisa melihat seberapa besar cintamu padanya.”

“Yah, dia memang bodoh. Dia selalu membuat Krystal menangisinya.” Suzy mendekat. “Baekhee terima kasih karena mau membantu kami.” Aku mengangguk, dan kembali memeluk Krystal singkat.

“Sehun juga bodoh karena tidak bisa melihat sebesar apa cintamu padanya. Dia sangat bodoh.” Krystal ikut menimpali. “Tapi aku yakin suatu saat kau akan bahagia Baekhee. Kau orang yang baik, harusnya kau tidak menderita seperti dulu.”

“Maafkan kami karena sikap kami dulu.” Suzy memelukku dan ikut terisak. “Kami terlalu bodoh dan termakan omongan hingga membuatmu terluka.”

“Tidak apa-apa. Karena kalian juga aku bisa dekat dengan Jongin dan Sehun sekarang.” Aku tersenyum pada mereka. “Aku harap kita bisa berteman mulai saat ini.”

“Kita berteman mulai saat ini. Kami teman akrab yang akan mendukungmu.” Krystal tersenyum. Di antara kami bertiga dia memang satu-satunya yang memiliki personality riang. Mungkin hanya Kai yang membuatnya berubah menjadi yeoja yang rapuh.

Setelah itu aku dan mereka membicarakan bagaimana cara mendekatkan Krystal dengan Kai. Aku harus melakukanya tanpa ketahuan Kai, kalau sampai dia tahu semua akan berantakan. Karena hari ini juga aku bisa dekat dengan keduanya.

Aku sempat menanyakan bagaimana dengan Sulli, tapi mereka hanya bilang kalau mereka belum berani bilang pada Sulli.

“Kami takut dia akan marah. Jadi bisakan kita lakukan ini secara diam-diam dulu? Aku janji nanti aku akan mengatakannya pada Sulli. Aku juga akan membuatnya sadar kalau dia salah.” Itu jawaban Krystal tadi.

Aku hanya bisa mengangguk. Mereka yang lebih tahu bagaimana Sulli, jadi kurasa aku harus menurut pada apa yang mereka katakan. Walau sebenarnya aku takut Sulli salah paham lagi dengan apa yang kami lakukan ini, aku tetap harus menepati janjiku pada Krystal untuk membantunya mendapatkan Kai. Paling tidak dengan begitu aku tidak perlu merasa tidak enak hati pada Kai karena terus membuatnya berharap.

Akan aku buat dia sadar kalau ada yeoja lain yang mencintainya lebih dari dia mencintaiku.

Yah itu menurutku. Bagiku cinta seorang wanita adalah cinta yang sangat besar. Laki-laki tidak akan mengerti bagaimana hati seorang wanita saat wanita itu sudah mulai mencintai. Mereka tidak akan mengerti bagaimana kami menjalani hari kami untuk orang yang kami cintai.

Aku tahu laki-laki juga bisa mencintai. Rasa cinta mereka juga mungkin sangat besar, tapi mereka bisa dengan bebas mempermainkan hati seseorang ketika mereka merasa sakit. Tapi kami para wanita? Tidak banyak wanita yang memiliki hati jahat di dunia ini. Kami hanya bisa menangis saat kesakitan, kami tidak ingin menyakiti orang lain karena rasa sakit kami.

Itu lah hati seorang wanita baik.

“Kau sudah belajar?” Aku mengangguk saat Krystal bertanya. “Bisa bantu aku, ada beberapa BAB yang masih sulit aku pahami.” Dengan senang hati aku menjawab bisa.

“Kita bisa belajar bersama besok. Aku, Chihan, Jongin dan Sehun sudah membuat janji belajar bersama. Bagaimana kalau kalian ikut saja?” Keduanya mengangguk setuju.

Bahkan Suzy menambahkan, “Kita bisa mulai mendekatkan Kai dan Krystal mulai besok.”

“Tapi ada Chihan dan Sehun. Apa akan baik-baik saja?”

“Tidak apa-apa. Aku malah berharap mereka juga akan membantuku.” Jawab Krystal riang. “Bukannya semakin banyak orang akan terlihat semakin mudah mendekatkan diri?”

Kami tertawa bersama karena sikap Krystal yang centil barusan. Rupanya mereka adalah yeoja yang baik, aku tidak salah menilai mereka.

“Kami pamit ya?”Aku mengantar mereka ke depan gerbang depan. Mereka datang dengan berjalan kaki tadi, wajar saja, rumah Suzy memang tidak jauh dari rumahku, mungkin nanti Krystal akan di jemput di sana oleh supirnya.

Tapi saat menuruni tangga teras aku sedikit salah berjalan. Aku jadi terjatuh. Krystal dan Suzy yang melihanya ingin meolongku kalau saja sebuah motor tidak datang saat itu.

“Krystal apa yang kau lakukan?” Aku mengdongak melihat Kai mendekati kami. Kakiku sedikit terkilir jadi aku tidak bisa bangun dengan mudah. Krystal lah yang membantuku untuk berdiri.

Aku hampir terjatuh lagi kalau saja Suzy tidak menahanku. Kai tiba-tiba saja menarik bahu Krystal, membuat yeoja itu menghadap ke arahnya. Dan..

PLAK!

Kai menamparnya. Dia menampar Krystal.

TBC

 

 

28 tanggapan untuk “Change and Sacrifice #8”

  1. Menurutku sehun itu gamblang banget thor :s masa iya bisa suka sama 2 cewek yg berteman dekat….
    Trus gimana sama luhan? Luhan lebih baik dari sehun:p
    Soal kai, mungkin emang dia jodoh sama krystal XD krystal baik kok kaiiii..
    Lanjut thor, jgn lama2 yaaaaaaa^.~

  2. long last buat baekhyun and chihan 😉
    mkin bnyk konflik nya , pkok ‘a ditnggu bnget kelanjutan nya
    keep writing and fighting 🙂

  3. Maf baru comment thor ini baru bisa buka internet dan langsung ke chapter ini,memang ribetttttt bangt setiap chapter otu ada konfliknya,itu siii baekhee akhirnya ama sapa tohh-_-nyusahinn sehun buang aja *plakk abisnya dia itu cuek sih,ama luhan aja gapapa lebih cocok hehehe. Kaiii sungguh teganya kamu nak apa yang kamu lakukan nak-_-kasian krystl. WTF si baek chihan udh jadian-_- *ketinggalan berita moga mkin sweet. Sehun serakah sihhh kasian,terima nasib nak-_-. Yasud komen kepanjangan author cepet update yaaa,kami menunggu *ambil popcorn.ffnya selalu seruuu cepetin selesai koflinknya ah-_-

  4. Aaaaaa salah pahamm!!!!!! Pasti dikira mereka buat onar, buset dah Kai main kasar mulu-_-

    Ayoo smga bisa mendekatkan Kai n krystal,

    Baekhee sbner’a suka sehun apa luhan, makin ribet sumveh……
    Tapii penasaran’a banget,
    Smga Kai suatu saat akan melihat krystal .

    Luhan ngalah yaa ama adek’a hahaha .
    Semoga sehun mulai memperhatikan baekhee,

    Slamat chihan ama baekhyun haahaha

    Lanjut ya:)
    Semangat 🙂 n 💋

  5. aduuuh…kok makin ribet aja….kai sifatmu tdk patut ditiru….main hakim tanpa tau kebenarannya….kasian krystal udah cinta nggak kebales….eeeh malah dibales tamparan sama kai….tuh juga si baekhee…knp pake terkilir segala sih….kan jadi salah paham lagi….kayaknya bakal panjang nih ff…tiap chapter buat konflik mulu….
    aku dukung hunhee couple donk….
    akhirnya tau juga perasaan sehun yg sebenarnya…..ternyata dia suka baekhee sama chihan….rakus amat….tpi pilihan hanya tersisa satu yaitu baekhee…..semoga hunhee bersatu….jdi klo aku simpulkan sehun marah sama luhan waktu pulang itu krn dia lihat luhan sama baekhee kan….krn tdi aku baca kai yg ngasi tau klo chihan sama baekhyun pacaran bukan krn liat sendiri….oke oke mian kepanjangan….keep writing…..always support you author-nim….always waiting next chapter of this fiction….please don’t make me waiting this fiction so long….okeeeeee

  6. Aish.. slah paham lgi deh.. ksian krystal kena tampar.. cpet di next ya thor.. smoga mreka berdua gak jadi bnci lagi sama baekhee..

  7. Ihhh gemes ama Kai coba liat dulu yg betul langsung aja plakplak =_= sip Thor maacih udah dilanjutin mumumu love author clalu :3

  8. aahh luhan yang maniss 🙂
    kenapa baekhee ga sama luhan aja ya ? kkk~
    sehun mulai nyesel deh , skr makin bnyak aja yg suka sama baekhee , jadi iri 😀

  9. Aduh kai jahat banget-_- tp mungkinn karena terlalu sayang sama baekhee jadi begitu ya:”)
    Krys udah move on aja dari kai:”)
    Duh bingung milih baekhee sma luhan, kai atau sehunnn, tp emang luhan perhatian banget huaa TT
    Next2 😀

  10. kai PEKA sama krystal , tapi thor aku pengehn baekhee ama kai aja gimana ini , menurutku yang lebih cocok ama baekhee itu kai aja bukan ama sehun , ama luhan sih juga cocok tapi clop pan ama kai >< tapi ya , yg buat kan author nya aku kan cuma reader jadi terserah sih aku nurut kok aku reader yang setia kok ama ff in 😀

  11. Kok gue bingung sama ceritanya yakk?? okelahh penn banget guee punya sahabat kek.merekaaa ituuu!! jan lama lama publish yaa yaa thorr! :))

  12. Ih kai knp kasar bgttt
    Kasian thehun, sabar ya nak
    Baekhee oranya ga peka amat sihh
    Ini main castnya siapa sih? Luhan apa Kai??
    Next^^

  13. ya ampunn eonniii… kenapa malah tbc… padahal lagi seru serunyaa…. kalo baca ff ini jadi penasaran terus sama sehun… terus kasian juga tau eon sama krystal selalu dicuekin sama kai.. padahal krystal udah mau berubah tapi kai kenapa selalu kayak gitu…. next chap nya jangan lama lama ya eonnii… fighting!!!

  14. Duuuh ini ffnya bikin greget sumpaahhh😁😁😁
    Krystal suka sama Kai
    Kai suka sama Baekhee
    Baekhee suka sama Sehun
    Sehun suka sama Baekhee, Chihan
    Chihan suka sama Baekhyun
    Baekhyun suka sama Chihan
    Duhh ceritanya muter muter thoor. Tapi kereen👍👍👍
    Oiya, mudah mudahan Kai cepet sadar deh kalo Krystal suka sama dia😊😊
    Hebat deh authornyaa👏👏👏👏👍👍
    Btw, aku yg comment pertama yakk😂😂😂
    Okedeh selesai cuap cuap nyaa😁😁
    Next chapternya ditungguuu😆😆😆
    Chuuu~😘😘😘❤❤❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s