Voice From The Piano Chapter 1

Titlle           : Voice From The Piano

Author        : Rye Sung Hee

Cast : Kim Jong In, Lee Chiara, Ma Hyorin, All EXO

Length        : Multi Chapter

 Genre          : –

Descleimer      : ini FF murni hasil bikinan (?) karya saya, kalo pun ada sedikit kesamaan cerita ataupun karakter saya Minta maaf sebesar-besarnya. Terima kasih, dan semoga kalian suka..

 

Oh ya FF ini juga udah aku Share ke beberapa FP da nada juga di Wap aku…bisa kalian Cekk kok kalo emang nee FF hasil buatan Aku.

 

 

 Chapter 1

 

See Me On :http://mysecretochean.blogspot.com/ – private

                    https://www.facebook.com/chavikaraichal

                    https://rafikalumintang.wordpress.com/wp-admin/upload.php

 

Keajaiban bukanlah sesuatu yang harus kau tunggu, tapi keajaiban adalah sesuatu yang harus kau buat.

 

 

 

Seorang gadis bertubuh mungil terus mengayuh scatboardnya(?) dengan kecepatan tinggi menyusuri trotoar menuju tempat kerja barunya. Sebuah rumah nan megah berdiri kokoh memanjakan penglihatannya.

 

“ Chia-ya cepat nanti kau terlambat, sebentar lagi inspeksi,” kata seorang satpam penjaga pintu dan mempersilahkan Chiara gadis itu masuk, sementar Chiara terus berlari dan hanya mengangkat jempolnya saja kearah para Ajjusi penjaga gerbang.

 

“Ok, semuanya apa sudah terkumpul? Tanya seorang wanita berumur sekitar 50 tahunan dengan pakaian rapih  jas hitam khusus perempuan dengan sanggul ala petugas bank, itu kepada para pelayan yang tengah berdiri rapih didepannya termasuk Chiara dan kedua temannya Sin Jisung dan Kang Ahran. “ Jika semua sudah berkumpul segera bersikan tempat ini, jangan sampai ada debu sedikitpun yang menempel, dan ingat kalian harus hati-hati memegangnya, semua barang disini sangat mahal,” tutur Jarim nama wanita itu. Semua mengangguk dan segera melaksanakan tugas mereka masing- masing.

 

Chiara, Jisung dan Ahran bertugas membersihkan ruang music, di ruangan tersebut terdapat sebuah piano besar hitam yang terlihat using karena termakan usia, dank arena tak pernah dibersihkan, terlihat dari tuts-tutsnya yang telah menguning, selain Piano ada juga Gitar, Biola, Cello, Dram dan berbagai alat music lainnya, yang terlihat sangat tidak terawatt. Entah sudah berapa lama tidak dibersihkan, bahkan Chiara dan lainnya terus saja bersin-bersin saat merapihkannya, dan harus menggunakan masker karena debunya sangatlah tebal.

“ Ya! Apa kalian sudah dengar gossip mengenai ppiano tua di rumah ini? Tanya Ahran pada Jisung dan Chiara, sementara mereka hanya menggeleng.“ memangnya gossip apa? Tanya Jisung yang mulai penasaran, begitu juga dengan Chiara yang menghentikan aktivitas menyapunya untuk mendengar cerita dari Ahran.

 

“ Dengar, menurut para Ajjuma yang dulu bekerja dirumah ini, sekitar 7 tahun lalu, kira-kira umur kita 18 tahun, disini ada seorang gadis yang sangat cantik, dan dia suka memainkan piano hitam yang ku yakini piano itu..” tunjuk Ahran pada sebuah Piano disamping Chiara. “ dan kata mereka gadis itu mati bunuh diri..” kembali Ahran berbicara sambil bergidik ngeri, begitu juga dengan Chiara dan Jisung.

 

“hi..hi…!!” seru mereka bersamaan, “ agh mungkin itu hanya gossip para ajjuma untuk menakuti kita agar tidak bekerja disini!,” Pikir Jisung positif. “ ania..!! ralat Ahran, “ kalian tau jika kalian mendengar permainan pianonya hal buruk akan terjadi..” kembali Ahran berkata. Kembali pula bulu kuduk Chiara meremang, “ ania-a jangan percaya Chia-a mana mungkin ada hal seperti itu,” kembali Jisung berpikir positif, padahal ma udah takut dianya.

 

“ ya cepat bersikan ruangan ini, jangan hanya mengobrol saja,” bentak Jarim yang sontak membuat mereka kaget bukan kepalang. “ Ne!!” jawab mereka bersamaan dan kembali bekerja.

 

Semua pembantu kini tengah berjejer rapi didepan pintu masuk, menyambut kedatangan pemilik rumah yang katanya terkenal angkuh, dingin datar, arogan dan kejam itu.

 

Ceklekk

 

Pintu utama terbuka, menampakan sosok yang sangat ditakuti dikalangan para pengusaha se korea, dengan balutan Jas hitam, dengan sepatu mengkilat, sosok yang bahkan cara berjalannya pun sudah kelihatan karismanya. Dengan langkah dan irama yang tepat tegas dan berwibawa sosoknya bahkan lebih dari seorang pemimpin perusahaan ternama di korea itu. Kim Jong In, sosok yang paling di kagumi beberapa kalangn. Dengan sifat tegas, dan dinginya bahkan itu adalah salah satu daya tariknya, baik didunia bisnis maupun dunia diluar bisnis.

 

Slamat datang..

 

Seru semua pelayan yang hanya diacuhkan oleh Jong In, dengan tatapan datar, dan aura dingin yang sangat kental melekat didiri pria berperawakan tinggi itu, terlihat sangat misterius memang tapi begitulah pembawaan dasar Jong In.

 

“ wah..memang benar apa yang dikatakan para ajjuma kalau tuan Jong In itu sangat tampan,” kata Jisung sambilmembayangkan wajah Jong In. “ Ne! dan benar juga yang dikatakan para Ajjuma tentang sifat dinginnya, bahkan mengalahkan balok es “ kata Ahran. “ tapi dia memang sangat tampan bahkan lebih tampan dari yang para ajjuma ceritakan..” sambung Chiara.

 

Author pov end

 

Chiara pov

 

Ahran dan Jisung terus berceloteh tentang tuan Jong In yang sedingin e situ, cih dia memang tampan tapi sayang sifat dingin, angkuh dan arogannya itu membuatku sama sekali tak tertari padanya, pikirku sambil terus mencabuti rumput  diantara bunga mawar merah dan putih yang berjejer di taman belakang rumah di bawah sebuah menara yang kelihatan seperti rumah dalam serial Barbie Rapunzel.

 

Saat sedang mencabuti rumput diantara kedua bunga itu, tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah benda berkilau yang terbawa rumput ketika kucabuti.Sebuah cincin dengan permata biru shapire diatasnya dengan goresan yang kuyakini adalah tulisan di dinding dalam cincin.

 

“ Ya, Igemwoya? Tanyaku pada Jisung dan Ahran sambil memperlihatkan cincin itu pada mereka. “ wah cantik , tapi sayang sudah berkarat “ puji Jisung sambil memegang cincin itu. “ pasti itu punya salah satu ajjuma yang pernah bekerja disini dan terjatuh saat mereka sedang membersihkan tempat ini “ kata Ahran. “ ya, kau benar, tapi aku akan menyimpannya siapa tau saja Ajuma itu akan mencarinya,” tuturku sambil memasukkan cincinnya kedalam saku celanaku.

 

Entah mengapa sudah dua hari ini, aku merasa seperti mendengar suara-suara orang bermain piano di ruangan music, apa jangan-jangan? Pikirku teringat cerita ahran mengenai ruang music itu.baiklah mumpung tuan Jong In tidak ada dan ini masih jam istirahat lebih baik aku periksa saja.

 

Dalam perjalanan menuju ruangan music itu, disetiap lorong terdapat lukisan yang menurutku aneh tapi mengingat harganya bahkan aku bekerja seumur hidup tak bisa membelinya.Namu kembali suara alunan piano kembali menjamah pendengaranku.Dengan cepat aku berjalan dan menajamkan pendengaranku siapa tau aku salah dengar, tapi kali ini tidak itu benar suara orang bermain piano.

 

Ting..ting ( anggap suara piano )

*Kenny G ~The wedding*

 

Sebuah lagu yang dimainkan dengan begitu manis menurutku, pasti orang yang memainkannya sudah sangat mahir, bahkan lagu itu hanya pernah kudengar saat pernikahan sepupuku saja. Kini aku tengah berada di depan pintu ruangan music, dengan ragu kuraih gagang pintu itu dan sedikit membukanya perlahan siapa tau yang ada di dalam tuan Jong in, bisa mati aku, kembali pikiranku berkecamuk antara penasara dan takut di pecat. Untung kalo di pecat coba kalo masuk penjara akibat mengganggu ketenangan orang lain dengan lancing, huh, tak bisa ku bayangkan.

 

Dengan ragu kembali aku menggerakkan gagang itu sedikit demi sedikit membuka pintu itu, sedikit kucondongkan kepalaku untuk melihat keadaan namun nihil taka da siapa-siapa..

Deg..

Deg..

 

Chiara Pov end

 

Author pov

 

Deg..

Deg…

 

“ Tidak ada siapa-siapa,” Chiara masuk untuk memeriksa, tapi tak ada siapa pun didalam ruangan itu, seketika itu juga Chiara teringat cerita Ahran mengenai gossip pemain piano. Bulu kuduknya kini meremang, kepalanya membesar, “ aaaaa…” teriak Chiara, dengan langkah seribu Chiara keluar dari ruangan itu.

 

“ Ya!! Gwencana?Tanya Jisung pada Chiara yang terlihat berlari ketakutan. Sementara Chiara hanya membaringkan dirinya di atas kasur sembari memegang jantungnya karena sepertinya jantungnya akan meledak.

 

“ ya! Ahran, ceritamu tentang gadis pemain piano itu apa kau masih ingat? Tanya Chiara. “ ne waeo? Kembali ahran bertanya.“ Bisa kau ceritakan dari awal? Tanya Chiara penasaran.

 

Ahran mendudukan dirinya diatas kasur bersama Jisung dan mulai bercerita.“ mm aku tak tau pasti yang jelas ajjuma itu yang dulunya bekerja disini berkata, Dulu sekitar 7 tahun yang lalu disini tinggalah  seorang gadis bersama tuan Jong In, gadis itu adalah tunangan Tuan Jong In-“ “ Mwo..!! tunanganya!? Kaget Chiara dan Jisung.“ Ne, katanya Tuan Jong In sangat mencintai gadis itu, dan gadis itu suka sekali memainkan sebuah lagu untuk tuan Jong In, dan kalian tau piano yang ada di ruang misuc itulah yang sering dipakai untuknya bermain.” Kembali tutur Ahran.

 

“ Lalu bagaimana dengan gossip kepatian gadis itu..? kembali Chiara bertanya

 

“ menurut para ajjuma, gadis itu merasa tertekan karena tuan muda Jong In saat itu tak membiarkannya keluar rumah, bahkan untuk menemui keluarganya, ditambah tekanan dari orang tua Tuan muda Jong In yang tidak setuju dengan hubungan keduanya, mengingat saat itu kedua orang tua mereka bermusuhan.” Terang Ahran, “ lalu karena frustasi dia gantung diri di kamarnya yang berada di atas menara rumah ini, dan dia tergantung tepat diatas bunga mawar di taman belakang rumah, hi…” Kembali Ahran bertutur, sambil menggosok tangannya yang merinding, begitu juga dengan Chiara dan Jisung.

 

“ lalu bagaimana dengan gadis yang mendengar permainan pianonya..? Tanya Jisung

 

“ Ne, soal itu, dulu sekitar 3 tahun setelah kematian tunangan Tuan Jong in, ada seorang pelayan yang bekerja disini, suatu ketika dia sedang membersihkan lukisan yang ada di depan ruang music tersebut ketika dia mendengar permainan piano itu, dan saat dia memeriksanya, tidak ada siapapun, hi.., dan beberapa hari kemudian dia terlihat sangat aneh, selalu mengitari taman bunga mawar itu, entah apa yang dicarinya, karena tidak menemukannya gadis itu setiap malam mengerang frustasi dan besoknya dia di temukan gantung diri di pohon dekat danau belakang rumah ini…hi..mengerikan,” jelas ahran panjang lebar.

 

Seluruh tubuh Chiara merinding, pasalnya Chiara juga mendengar permainan piano itu tapi bukan saat sedang membersihkan lukisan, tapi saat sedang menaruh bunga mawar itu kedalam fas bunga di atas meja depan pintu ruang music itu, tapi bukankah sama saja mendengar permainan piano itu.

 

“ Ania..!! itukan hanya gossip! Chiara menyemangati dirinya.Mengingat sejak Ahran bercerita tadi Chiara sulit untuk tertidur. Terlihat sedari tadi Chiara hanya bergerak gerak gelisa, “ ya! Chiara-ya berhentilah bergerak, kau mengganggu tidurku saja!” sebal Jisung.

 

“ ania-a hanya gossip..” kembali Chiara menyemangati dirinya, dan kembali pula Chiara mencoba untuk tidur. Tak selang beberapa lama Chiara tertidur, kini Chiara kembali terbangun dan bahkan berjalan mempuka pintu, namun kali ini Chiara terbangun dengan mata tertutup.

 

Chiara terus berjalan menyusuri lorong rumah itu dengan mata tertutup, ya, Chiara berjalan saat tidur. Kemudian Chiara berhenti didepan pntu ruangan music, dan membukanya kemudian Chiara langsung duduk di bangku piano, tangannya terangkat, jari jemarinya kemudian menekan-nekan not-not menjadi satu alunan lagu ~ Kiss The Rain~ .

 

Saat pertengahan lagu menuju ke ahir, sebuah tangan melingkar lembut di leher Chiara.Tangan Chiara terhenti dan terulur mengelus lembut tangan yang melingkar memeluknya itu.

 

“ Hyorin-a Bogossipo..”

 

TBC

15 tanggapan untuk “Voice From The Piano Chapter 1”

  1. merinding bacanya .-.
    Jangan2 karna cincin itu ya chiara jdi bisa denger suara pianonya?? Trus yg meluk chiara itu jongin kah?? 😮
    Duh penasaran…
    Lanjut thor! ^^

  2. Ini cerita serem juga ya?
    Itu yang meluk Chiara, Jongin kan?
    Kenapa Jongin ngiranya itu Hyorin?
    Pasti wujud aslinya Chiara berubah jadi Hyorin.. #sotoykumat
    Huu.. Serem pas bacanya..
    Lanjut ya thor 🙂
    Ff author keren…

  3. ini genre nya apa thor? horror atau misteri? seriusan feel nya dapet banget dan bikin merinding….. di chapter berikutnya kasih tau sedikit demi sedikit ya thor apa yg bikin jongin jadi lebih dingin dari es balok 🙂 ditunggu next chapternya 😀

  4. Woah, hyorin ceritanya siapanya chiara ya? Hmmm penasaran nih thor, jgn sampe chia bunuh diri juga 😦 Semangat thor nulisnya 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s