Wanna Kissing? (Chap 1)

mm_副本

WANNA KISSING?

Author : choxiu || Title : Wanna Kissing?

Cast : Sehun [EXO-K] | Park Hyunra [OC] | Others

Genre : romance, friendship,comedy(?) || Length : Chaptered || Rating : PG15!

Other Cast :

– Jung Hana

– Shin Minah

– Kim Taehyung [BTS]

– Min Yonggi [BTS]

– Kim Minseok [EXO-M]

– Kim Joonmyeon as Suho [EXO-K]

 

 

Kaki – kakiku terasa patah dan hampir lumpuh. Bagaimana bisa? Ibu menyuruhku datang ke acara pernikahan temannya dan memakai segala atribut yang sangat konyol ini?

Ya tentu saja.

Mulai dari dress diatas lutut, sepatu high heels 15cm, segala pernak pernik yang hinggap di rambut kepalaku, dan ini .. uhh— ditambah make up tebal yang hampir menenggelamkan wajahku.

Oh tuhan .. bisakah kau tolong aku? Lenyapkan aku sekarang juga!

“Ibu ayo pulang, aku sudah tidak tahan.”

Aku menghampiri ibuku di sebelah kanan taman dan merengek seperti anak kecil.

Ibu menoleh dan menatapku sedikit tajam. “Hyunra kita baru saja sampai 10 menit yang lalu. Dan look— kau bahkan belum menyentuh satu bahan makanan ataupun minuman.”

Aku mendengus kesal. “Tapi aku sudah tidak kuat dengan atribut konyol ini.”

Ibu mengangkat satu alisnya. “Atribut apa?”

Aku menghela nafas sejenak. “Ini yang menempel di seluruh tubuhku. Oh ayolah ibu, aku sudah tidak kuat, kakiku terasa mau patah dan— hampir lumpuh.”

Ibu memukul kepalaku pelan. “Perkataan macam apa itu? Bagaimana jika kakimu benar – benar lumpuh dan kau tidak bisa berjalan?”

Mataku melebar. “Ya!! Ibu!!”

“Tunggu 15 menit lagi dan pestanya akan dimulai.”

“Tapi ibu, 15 menit itu la— “

“Jika kau membantah, segala kebutuhanmu akan ibu sita.”

“Tapi— “

“Park Hyunra!”

Aku menunduk lesu. Apa – apaan ini? Ibu, kau curang. Bagaimana bisa semua kebutuhanku mau disita, mentang – mentang ayah sedang diluar kota.

Awas saja. Akan aku adukan pada ayah nanti.

 

 

Tuhan .. kenapa ibuku bisa se egois ini?

Aku sedang berada ditaman menyendiri. Oh lihat! Betapa menyedihkan sekali nasibku malam ini.

Aku duduk sambil memandangi kakiku yang hampir patah. Ini semua gara – gara high heels sialan itu. Lihat saja nanti jika sudah sampai dirumah, akan aku amutasi sepatu itu menjadi 10 bagian. Oh tidak, kalau bisa menjadi beberapa bagian. Ya, sebanyak mungkin.

5 menit dalam keheningan, tiba – tiba aku mendengar suara kegaduhan seperti apa aku juga tidak tahu.

Aku menoleh ke samping kiri dan … —siapa itu?

Sepasang manusia, oh tidak— lebih tepatnya seorang laki – laki dan perempuan. Mereka dibalik pohon yang sangat kurang pencahayaan.

Tapi— apa yang mereka lakukan disana?

Aku semakin menyipitkan mataku, ketika melihat sepasang manusia itu tengah terengah dan semakin bergerak cepat.Sebenarnya, apa yang mereka perbuat? Aku bertanya dalam hati.

“Park Hyunra!”

Sebuah suara menyadarkanku, aku menoleh kebelakang. “Shin Minah”

“Kenapa kau bisa disini?” tanyaku padanya.”

Minah berjalan kemari, ia duduk di sebelahku sambil tersenyum. “Ini pesta bibiku Hyun.”

“Benarkah?”

“Yap!”

“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau ini pesta bibimu? Jadi aku tidak akan merengek seperti anak kecil yang minta dibelikan ice cream yang tidak dituruti.”

“Kapan?”

“Disekolah tadi saat aku telfon ibuku. Dan kau pura pura tidak tahu?”

“Maaf Hyunra. Aku hanya ingin memberimu kejutan dan .. hey— kenapa kau menangis?”

“Kau tahu? Aku hampir tersiksa dengan semua atribut ibuku yang konyol ini, apalagi high heels sialan ini.”

“Memang kenapa?”

“Kakiku terasa mau patah dan hampir lumpuh total!”

Tukk …

“YA! KENAPA KAU MEMUKUL KEPALAKU DENGAN DOMPETMU ITU?”

“Kau tanya kenapa? Sekarang aku yang tanya, apa maksut perkataanmu tadi hah? Apa kau ingin kakimu benar – benar lumpuh?”

“Ya! Tentu saja tidak.”

“Sudahlah, lebih baik kita ke depan. Sebentar lagi pestanya akan dimulai.”

“Ta— “

Belum sempat aku membalas ajakan Minah, tanganku sudah lebih dulu ditarik olehnya menuju ke depan. Dan aku hanya bisa pasrah.

 

 

“Apa kau benar – benar ingin memilikinya?”

Yonggi masuk tanpa permisi sekalipun, ia pun langsung duduk disofa dan melipat kedua tangannya di depan dada.

Taehyung mendengus, kapan anak ini punya sopan santun? Mengucapkan salam saja tidak, atau sekedar mengetok pintu perlahan.

“Ada apa kau kemari?”

Yonggi tersenyum kecil. “Tidak. Hanya saja aku bosan dirumah, ibuku sedang marah – marah tidak karuan dan— selalu aku yang disalahkan.”

Taehyung bangkit dari tidurnya. “Ada apa lagi dengan ibumu?” kemudian ia duduk diatas meja.

“Masalah sepele dan biasa. Bedaknya yang ia beli kemarin hilang.”

“Dan ia menuduhmu?”

Yonggi menghela nafas. “Kurasa kau tau jawabanku.”

Taehyung tertawa. “Jika aku jadi ibumu, mungkin aku tidak akan memarahamimu, tetapi langsung menerkammu.”

Yonggi mendongak, matanya menatap Taehyung tajam. “Tae .. aku memperingatkanmu!” ancam Yonggi.

“Itu benar saja. Look! Wajahmu terlalu putih untuk ukuran pria dewasa dan— ditambah matamu yang sangat sipit seperti nenekku yang kurasa gila.”

Yonggi menggeram. “Jika kau memancing emosiku, lebih baik aku pergi ke bar.” Yonggi berdiri hendak pergi, namun tangan Taehyung menahannya.

“Ke bar? Aku— ikut dengamu.”

 

 

Minseok mengelap beberapa gelas kaca yang bernilai cukup tinggi di bartender milik temannya —Kim Joonmyeon. Ia sudah bkerja di bar milik temannya itu kurang lebih 3tahun. Ia bekerja disini hanya ingin meringankan beban ibunya.

Ya. Ia sudah tidak memiliki ayah.

Ayahnya meninggal sewaktu menyelamatkan dirinya ketika akan terjatuh ke jurang.

Mengenaskan memang. Tetapi jika itu takdir, apakah ia bisa merubahnya? Selain mengiklhaskannya.

“Minseok .. apa Sehun sudah kemari?”

Minseok menoleh. “Sepertinya belum. Memang ada apa?”

Suho menghela nafas. “Tidak. Apa ia sedang bermain bersama Hana?”

Minseok menaruh gelas dan lap itu diatas meja. “Kurasa iya.”

Suho tersenyum. Ia merogoh saku mantelnya. Kemudian menekan menekan beberapa digit nomer pada benda yang disebut ponsel itu. Ia menghubungi seorang temannya.

“Kapan kau kemari?”

“Sebentar lagi, ada apa?”

“Tidak aku hanya butuh bantuanmu.”

“Ahh oke, 10 menit lagi aku tiba disana.”

“Baiklah aku akan menunggumu. Kau —sendiri?”

“Oke. Aku bersama Taehyung.”

“Baiklah. Cepat kemari.”

Tutt …

 

 

“Minah .. ini kapan selesai?”

“Sebentar lagi Hyun. Kenapa kau daritadi bertanya pertanyaan seperti itu terus?”

“Aku tidak tahan dengan semua ini. Ditambah lagi laki – laki disana memandangiku seperti itu, aku menjadi risih.”

Minah menoleh. “Laki – laki mana?”

“Itu ..”

Mata  Minah mengikuti gerakan jari telunjuk Hyunra.

“Ahh dia ..” celetuk Minah

“Ya dia siapa?”

“Dia sepupuku. Namanya Oh Sehun, anak bibiku.”

“Daritadi dia melihatku seperti —ahh pokoknya aneh sekali. Kenapa dengannya?”

“Mungkin dia tertarik padamu.” jawab Minah asal

“Apa katamu? Ulangi sekali lagi maka aku bersumpah akan membeberkan rahasiamu pada Min Yonggi. Si laki – laki mata sipit dan pucat seperti vampire Edward Cullen itu. Ahh tidak— lebih tepatnya seperti Emmet pasanganya si Rosalie.”

Minah menaikkan satu alisnya. “Rahasia apa?”

Hyunra mendengus. “Kau lupa ingatan, amnesia atau pura – pura tidak tahu?”

“Apa maksutmu? Tentu saja aku baik – baik saja.”

“Rahasia tentang surat yang setiap hari berada dilokernya itu sebenarnya surat perasaan suka, ah tidak— surat perasaan cintamu padanya.”

“PARK HYUNRA!!!”

 

 

 

TO BE CONTINUE

Visit my personal blog : http://choxiu.wordpress.com/

128 tanggapan untuk “Wanna Kissing? (Chap 1)”

  1. jd yg disemak semak itu pasti Sehun dgn someone??but who??#astaga,,ank muda zaman skrg itu mah!!!
    Cie ~ sehun curi curi pandang dgn hyunra ada apa gerangan atau sehun takut ketahuan gara gara hyunra Hampir mergoki sehun dgn pacarnya lagi Ehhmm#apadeh-__-!!
    Oke ditunggu kelanjutannya ^^chingu

  2. Pendek banggeettt…bikin penasaraaannn…hehehehehe…
    Chap1 nya msh prolog jd bkin penasaran sama lanjutannya….
    Keep writing ya thor….ditunggu…hehehe
    Gomawoyo…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s