I’m Yours_Sequel of I’ll Stay By Your Side

Judul : I’m Yours_Sequel of I’ll Stay By Your Side

Author : Seu Liie Strife

Main Cast : Jung Xena (OC)

Zhang Yi Xing/Lay (℠ƩΧ◊ M)

Supporting Cast : Kim Suho (℠ƩΧ◊ K)

Kim Eun Hi (OC)

Kim Alyne (OC)

Genre : Romance

Facebook : Hikari Keyheart Kurosaki

Twitter : SeuLieOctaviani

Instagram: @seu_liie

Pin: 24D7E4E6

Cerita sebelumnya : Seorang psikolog muda bernama Kim Suho mengadopsi seorang anak bernama Alyne yang menjadi yatim piatu semenjak meninggalnya kedua orang tuanya. Saat Alyne sakit, Suho membawanya ke rumah sakit dan bertemu dengan Choi Eun Hi yang bekerja sebagai dokter anak di rumah sakit itu. Cinta pun tumbuh diantara Suho dan Eun Hi. Mereka sama sekali tidak berpacaran. Namun, secara tiba – tiba Suho melamar Eun Hi. Tidak sebuah jawaban langsung yang didapatkan Suho. Namun, mereka akhirnya memutuskan untuk menikah dan mengasuh Alyne yang sudah seperti anak kandung mereka sendiri. Setelah melihat Suho menikah dengan seorang wanita bernama Eun Hi, Jung Xena-sepupu Kim Suho-terlihat kesal dan lebih sering marah – marah karena merasa kakak sepupunya direbut orang lain. Karena kesal, Xena memilih sungai han untuk menenangkan pikirannya. Tak disangka, ia justru bertemu dengan seorang pria dari masa lalunya.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

“Hi…” Ucap pria itu.

 

“Ka.. Kau…” Xena menunjuk pria itu tidak percaya.

 

“Wae?”

 

“Se… Sejak kapan kau berada di Seoul? Ah, anni… Sejak kapan kau di sini?!!” Pekik Xena.

 

“Kau masih ingat aku? Hebat!” Ujarnya seolah tidak mempedulikan pertanyaan Xena.

 

“Yaa! Kau belum menjawab pertanyaanku.”

 

“Okay, aku baru kembali lusa dan aku baru ke sini baru saja beberapa jam yang lalu berusaha kembali mengingat kenangan kita di sini.”

 

“Isshh~~~” Xena memalingkan wajahnya dari pria itu.

 

“Kau masih marah denganku?” Tanyanya.

 

Zhang Yixing, pria yang sering dipanggil Lay karena ekspresi wajah lelahnya ini oleh Xena, memulai pembicaraannya. Namun, dinginnya Xena membuat Yixing semakin merasa bersalah.

 

“Xena…” Pria itu mencoba meraih tangan gadis bermarga Jung tersebut.

 

“Jangan sentuh aku!” Xena menepis tangan Yixing dan memilih pergi dari hadapannya.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

“Hiks.. Kenapa dia kembali lagi? Bukankah dia sekarang sudah menikah? Hiks.. Hiks… Kenapa dia masih mempedulikanku?” Air mata gadis itu mengalir begitu saja ketika ia mengingat pria berkebangsaan China itu.

 

Empat tahun yang lalu, Xena adalah kekasih dari Yixing. Hubungan mereka berjalan dengan harmonis walau pun tak jarang mereka bertengkar karena hal sepele. Sifat mengalah Yixing dan perhatiannya lah yang satu – satunya sanggup mengalahkan sifat keras kepala dan cueknya sifat Xena. Setiap ada masalah, selalu Yixing yang lebih dominan dalam penyelesaiannya.

 

Namun hal itu tidak bertahan lama. Hubungan mereka hanya berlangsung satu tahun. Yixing menemui Xena dan mengatakan kalau ia akan menikah di Changsha. Detik itu juga, harapan untuk menjajaki kehidupan yang lebih serius Xena dengan Yixing, runtuh sudah.

 

Hal yang tidak diketahui Xena hingga saat ini adalah, Yixing menderita penyakit Dystonie. Sebuah penyakit genetis berupa kekejangan otot yang datangnya secara tiba-tiba. Yixing menderita gejala ini pada matanya. Seringkali ketika melintasi zebra cross, tiba-tiba ia tidak dapat melihat apapun, karena otot kelopak matanya kejang dan menutup rapat. Dan karena ini, ia nyaris saja menjadi korban tabrakan.

 

Karena rasa sayangnya pada Xena, Yixing yang tidak mau memberikan beban pikiran pada gadis itu lebih memilih tidak mengutarakan penyakitnya pada Xena. Ia memutuskan hubungan dari Xena dengan dalih akan menikah dengan seorang gadis pilihan orang tuanya di Changsha. Padahal yang sebenarnya, Yixing ke Jerman untuk pengobatan penyakitnya.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

Ponsel yang berada di saku jaket cokelat Xena berbunyi. Nama sepupunya lah yang tertera di sana.

 

“Kau dimana, Xen?” Tanya Suho.

 

“Oppaaa~~~ Hiks.. Hiks..”

 

Mendengar Xena menangis, Suho pun terlihat panik. “Hey, kau dimana? Kau kenapa? Cepat beritahu oppa!”

 

“Oppa, wae?” Tanya Eun Hi. Suho hanya mengangkat tangannya mengisyaratkan pada istrinya untuk tidak bertanya dahulu selagi ia menelpon Xena. Eun Hi menurut dan kembali menyuapi biskuit pada Alyne.

 

“Kau dimana, Xen? Oppa akan menjemputmu sekarang, kau beritahu dimana kau sekarang berada.” Tapi Xena tidak kunjung menjawab dan mematikan sambungan telepon.

 

“Yeobseo? Xena! Ya! Xena!” Suho terlihat bingung sekali. Ia langsung menyambar jaketnya dan mencari posisi Xena dengan GPS ponselnya yang terhubung pada signal GPS ponsel Xena.

 

“Kau di hotel dulu dengan Alyn. Aku mencari Xena sebentar…”

 

“Ne, oppa..”

 

“Appa, ikuuuttt~~~” Rajuk Alyne.

 

Suho berlutut dan mengusap kepala anaknya “Kau di sini saja, temani eomma… Appa janji cepat kembali setelah menjemput Xena immo..”

 

“Yakseo?” Tanya Alyne mengulurkan jari kelingkingnya pada Suho.

 

“Ne, yakseo..” Jawab Suho menautkan kelingkingnya pada Alyne.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

Saat Suho baru saja tiba di lobby hotel itu, ia melihat seorang gadis yang tengah menangis berjalan memasuki hotel tempat ia berada.

 

“Xena?” Suho menghampirinya. “Wae?” Tanya Suho lagi.

 

“Oppa… Hiks.. Hiks…” Ia hanya menangis sesegukkan.

 

“Uljimma.. Cerita sama oppa, kau kenapa?” Suho mengangkat wajah gadis itu dan menghapus air mata Xena.

 

“Kenapa dia datang lagi? Hiks.. Hiks…”

 

“Dia? Nugu?” Batin Suho. Suho hanya menenangkan Xena yang masih tengah menangis.

 

“Kajja, ikut oppa…” Suho membawa Xena pergi dari hotel itu saat melihat mobil pribadinya sudah diantar ke lobby dari parkiran basement.

 

Sebelum menjalankan mobilnya, ia mengirimkan pesan untuk Eun Hi. “Aku sudah menemukan Xena, aku pergi sebentar dengannya. Saranghae, yeobo~”

 

Eun Hi membaca pesan itu dan kemudian membalasnya. “Ne, oppa.. Cepat kembali ya.. Nado saranghae nae nampyeon…”

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

“Ceritakan pada oppa, kau ini kenapa?” Tanya Suho yang memarkirkan mobilnya di dekat sebuah taman. Pria itu duduk di atas kap mesin mobilnya. Xena yang ikut melakukan hal yang sama seperti Suho hanya bisa menunduk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

 

“Xen….” Ucap Suho lagi.

 

“Dia oppa… Kenapa dia sudah menikah, tapi masih menemuiku lagi?”

 

“Dia siapa?”

 

“Lay… Yixing, oppa…”

 

“Bukankah… Dia namjachingu mu?”

 

“Ne… Geundae… Kita sudah berakhir oppa..”

 

“Mwo?! Bagaimana bisa?” Tanya Suho.

 

“Molla, Lay memutuskan sepihak. Dia bilang, dia dijodohkan wanita pilihan orang tuanya di Changsha.. Dan sekarang dia kembali menemuiku, padahal dia sudah memiliki istri kan…” Ucap Xena sedih. Ia kembali meneteskan air matanya.

 

Suho berdiri tegap di hadapan Xena. Ia membingkai wajah gadis itu dengan kedua tangannya dan menghapus air matanya dengan ibu jarinya. “Jangan kau sia – sia kan air mata ini untuk menangisi namja yang tidak punya pendirian itu seperti Yixing.”

 

“Geundae, oppa…”

 

“Xena, listen.. Kau cantik, kau pintar, kau punya banyak teman kan? Kau bisa memilih namja lain di luar sana selain Yixing. Oppa tidak mau kau hidup bersama namja yang seperti dia.” Lanjut Suho yang masih mengangkat wajah gadis itu untuk menatapnya.

 

“Jadi, berhentilah menangisnya.. Oppa tidak mau kau dekat – dekat dia lagi…” Ujar Suho.

 

“Ne, oppa…” Angguk Xena.

 

“Bagus. Kajja, sekarang kita beli es krim.” Ajak Suho.

 

“Jinja?! Oppa mau membelikanku es krim?” Wajah Xena berubah menjadi ceria hanya dengan kalimat yang dilontarkan Suho.

 

“Kau tidak mau?” Goda Suho yang berjalan memasuki mobilnya.

 

“Mauuuuu~~~~” Xena langsung masuk ke dalam mobil Suho dengan cepat.

 

“Membelikanmu es krim, oppa jadi ingat Alyne.. Ah! Alyne! Ige mwoya?! Kenapa aku bisa lupa pada Alyne dan Eun Hi?!” Seru Suho menepuk dahinya.

 

“Geundae… Tidak mungkin juga oppa kalau kita beli es krim untuk Alyne. Bisa – bisa sampai hotel sudah menjadi air..”

 

“Kau benar… Ah! Kalau begitu kita beli pizza juga!” Xena mengangguk.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

Beberapa bulan setelah Xena menceritakan keluh kesahnya pada sepupunya-Suho, dia memutuskan untuk melupakan seseorang yang sangat berarti di masa lalunya, Yixing. Namun, tidak dengan Yixing. Ia terus mencari keberadaan Xena. Yixing menanyakan keberadaan Xena pada teman – teman akrab gadis itu. Namun, nihil! Ia tidak berhasil menemukan Xena. Pria yang sudah hampir frustasi itu akhirnya menemukan titik cerah setelah ia mampir ke sebuah cafe untuk melepas kepenatannya dengan secangkir kopi.

 

“Xe.. Xena?!” Yixing bergumam saat melihat gadis itu memasuki cafe yang sama dengannya. Ia sengaja tidak bergerak berlebihan karena takut gadis itu kembali menjauhinya. Yang ia lakukan hanyalah duduk diam dan memperhatikan gadis itu yang memesan frappucino dengan red velvet sebagai teman minumnya. Dilihatnya gadis itu memakan kuenya sambil sesekali meminum pesanannya. Sebelah tangannya ia gunakan untuk memainkan ponselnya. Tak lama seorang pelayan datang menghampirinya dan memberikannya kardus kecil yang merupakan pesanannya. Isinya adalah quiche, salah satu makanan ini memiliki luar yang garing dan kering, tapi di dalamnya lembut. Quiche yang berisi bayam dan juga smoked beef ini berukuran cukup besar, yang bisa membuat perut terasa kenyang. Ia memesan itu untuk Suho-sepupunya. Ya, memang ia berencana untuk ke kantor sepupunya itu untuk sekedar mampir saja. Setelah mendapatkan apa yang ia pesan, ia keluar dari cafe itu.

 

“Aku harus bicara padamu, Xena..” Batin Yixing.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

Xena yang menggunakan taksi kini sudah tiba di lobby kantor Suho. “Oppa, ini aku sudah sampai nih..” Ujar Xena riang.

 

“Ne, aku sedang di lift. Tunggu ya..” Ujar Suho yang menjawab panggilan masuk yang berasal dari Xena melalui ponselnya.

 

“Aku tidak bisa menunda ini lagi..” Batin seseorang yang memperhatikan Xena.

 

“Xena!” Suho memanggil gadis itu. Merasa namanya terpanggil, ia pun menoleh.

 

“Oppa! Kyaaa..!!! Hmppftt!!” Tiba – tiba saja gadis itu dibekap seseorang yang menggunakan masker dan bertudung jaket.

 

“Mworago?!!! XENA!!!” Suho berlari mengejar sepupunya yang dibawa pergi oleh seseorang yang tak dikenalnya. Namun sayangnya orang itu telah membawa Xena pergi.

 

“Shit!” Umpat Suho. Ia segera menelpon supir pribadinya dan menyuruhnya ke lobby. Tak lupa ia mencari Xena dengan GPS ponselnya. Tapi, signal GPS Xena tidak tertangkap olehnya.

 

“Ahjusshi, tunggu sini saja! Biar aku sendiri yang bawa mobil!” Ujar Suho tergesa – gesa memasuki mobilnya.

 

“Apa yang harus kulakukan?! Calm down, Suho.. Calm down…” Batinnya sambil menyetir. Ia berusaha mengejar mobil yang membawa Xena pergi. Tapi karena hanya sebuah lampu merah di persimpangan jalan, mobilnya tidak berhasil mengejar.

 

“Oh, damn!”

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

“Yaakk!!! Siapa kau?!! Kenapa kau menculikku?!!!” Xena berteriak – teriak saat pria yang terlihat misterius itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

 

“Berhenti atau aku melompat?!!” Ancam Xena.

 

“Mianhae, Xena. Tapi kali ini aku tidak akan melepaskanmu.” Batin pria itu.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

“Sabarlah, oppa… Polisi pasti bisa menemukan Xena.”  Eun Hi menenangkan Suho yang kini berada di rumah mereka dengan perasaan kalut.

 

“Appa, wae?” Arlyne menghampiri ayahnya yang sudah pulang sore hari. Ini tidak biasa bagi Arlyne. Karena itu, sebenarnya ia tadi mau menunjukkan gambar yang dibuatnya. Tapi melihat wajah ayahnya tidak senang, Arlyne mengurungkan niatnya.

 

“Gwaenchana, Lyne..” Suho mencoba tersenyum.

 

“Aku akan mencari Xena lagi, Eunnie..”

 

“Oppa, apa kau tidak lelah? Kau juga harus pikirkan kesehatanmu. Dan juga…” Eun Hi melirik pada Arlyne untuk menunjukkan kalau ia juga memiliki Arlyne yang butuh perhatiannya. Suho pun mengalihkan pandangannya pada anak yang tingginya hanya mencapai pinggangnya.

 

“Haahh kau benar..” Ia mengacak rambut anaknya dan tersenyum. Mungkin di luar ia bisa terlihat tenang dan tersenyum. Tapi sebenarnya ia masih diliputi perasaan kalut karena keponakannya diculik.

 

“Appa, aku punya gambar..! Aku baru membuatnya tadi!” Seru Arlyne riang.

 

“Oh ya? Kalau begitu tunjukkan pada appa..” Suho mensejajarkan tingginya dengan berlutut di depan anaknya, Arlyne.

 

“Kajja appa!” Serunya lagi yang menarik – narik tangan ayahnya.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

“Yak!! Lepaskan aku!! Siapa kau?!!” Xena terus berusaha melepaskan cengkeraman tangan pria itu yang berjalan memasuki apartmentnya. Dibukanya pintu apartmentnya, dan didorongnya Xena ke dalam apartmentnya. Yixing menuju dapurnya dan mengambil dua gelas. Ia mengeluarkan sebotol orange juice dan menuangkannya ke dalam gelas itu di hadapan Xena.

 

Karena merasa takut, Xena yang tidak mengetahui kalau pria itu adalah Yixing, berniat keluar dan membuka handle pintunya.

 

“Seharusnya kau tidak perlu sepanik, itu Jung Xena.”

 

“Pria itu mengenaliku? Dan rasanya, suara ini….” Batin Xena.

 

Yixing pun membuka tudung jaketnya dan melepas maskernya. “Ini aku..” Ujar Yixing yang mendekati Xena dan memberikannya segelas orange juice yang baru dituangkannya.

 

“Ne.. Neo..!!”

 

“Ini minum dulu.. Kau lihat kan aku tidak mencampurkan obat tidur atau semacamnya? Mianhae, membuatmu setakut ini..” Ucap Yixing.

 

“Kau tidak mau? Kau masih ragu kalau minuman ini beracun?” Yixing kemudian meminum orange juice nya untuk membuktikan kalau minuman itu tidak bahaya. Dan akhirnya, Xena mengambil minuman itu.

 

“Aku terpaksa melakukan ini, Xena.. Aku…”

 

“Stop! Hentikan semua ini!” Xena menyela.

 

“Geundae.. Aku…”

 

“Tidak perlu kau jelaskan!” Potong Xena lagi. Gadis itu kemudian melanjutkan pembicaraannya. “Aku tahu kau sudah..”

 

“Aku sakit, Xena! Aku sakit!” Yixing akhirnya mengeluarkan kalimat itu hingga membuat Xena terdiam.

 

“Dystonie. Aku menderita Dystonie.. Karena itu aku meninggalkanmu…” Lirihnya.

 

“Maksudmu?” Perhatian Xena kini sudah tersita pada pembicaraan Yixing.

 

“Penglihatanku terganggu. Ini…penyakit keturunanku. Kedua kelopak mataku sering menutup tiba – tiba karena otot sarafku yang terganggu. Aku ke Jerman untuk pengobatan dan mengaku padamu kalau aku akan menikah dengan seseorang dari perjodohan di Changsa. Aku berharap penyakit ini bisa disembuhkan, namun kenyataannya tidak bisa disembuhkan. Mianhae, karena aku sudah membohongimu selama ini…” Cerita Yixing. Perasaan bersalah gadis itu pun muncul. Selama ini Yixing mencarinya untuk menjelaskan semua ini, tapi ia selalu mengelak. Rasa bersalahnya membuatnya mengeluarkan air mata dan menunduk.

 

“Hey, kenapa menangis?” Yixing merengkuh wajah Xena dengan kedua tangannya. Kedua ibu jarinya menghapus air mata yang mengalir di wajah gadis itu.

 

“Mianhae.. Hiks..hiks.. Mianhae karena aku tidak mendengarkanmu.. Hiks.. Hiks..” Isaknya.

 

“Gwaenchana.. Aku mengerti perasaanmu.. Satu hal yang perlu kau ketahui, Xena.. Aku sangat mencintaimu. Sampai kapan pun, rasa cintaku padamu tidak berubah.. Come back to me, Jung Xena…” Yixing menggenggam sebelah tangan gadis itu dan sebelahnya lagi masih merengkuh wajah gadis yang berada di hadapannya. Karena masih memiliki rasa yang sama pada Yixing, Xena menganggukkan kepalanya hingga Yixing memeluknya erat.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

“Xena.. Kau dimana.. Aigoo~~” Suho memijat pelipisnya saat ia berada di meja kerjanya di rumah.

 

“Oppa, istirahat dulu..” Eun Hi masuk ke dalam ruang kerja Suho. Tak lupa ia membawa segelas teh hangat dan camilan di atas nampan yang ia bawa.

 

“Ne, sebentar lagi…” Suho melanjutkan pekerjaannya.

 

“Oppa, kau sudah lelah.. Lihat kantung matamu itu.. Aigoo.. Lebih baik kau minum dulu..” Eun Hi memijat bahu suaminya.

 

Suho menarik tangan istrinya dan menggamit pinggangnya untuk dipeluknya. “Gomawo, yeobo…” Ucapnya tersenyum.

 

“Cheonmaneyo, oppa… Kau mau kan berhenti sejenak mengerjakan tugas kantormu?”

 

“Ne, arraseo nae anae…” Suho bangun dari duduknya dan berdiri di hadapan istrinya. “Kita tidur sekarang, yeobo…” Suho membawa istrinya menuju kamar mereka.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

“Untuk sementara kau tidur di sini saja..” Tunjuk Yixing pada kamar yang berada di sebelah kamarnya. “Dan untuk pakaian gantimu, kau bisa pakai punya sepupuku. Kurasa bajunya pas untukmu.”

 

“Apa itu tidak apa-apa?” Yixing mengangguk.

 

“Ah! Kau pasti lapar.. Aku akan membuatkan makanan untukmu.” Ujar Yixing.

 

“Aku juga ikut ya!” Ujar Xena. Yixing hanya tersenyum dan tanpa sadar ia selalu menunjukkan lesung pipinya ketika tersenyum.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

Keesokan paginya, Suho tetap ke kantor meski pun pikirannya terbagi antara pekerjaannya dengan Xena yang masih hilang.

 

“Oppa, ini untuk makan siangmu..” Eun Hi memberikan kotak bekal untuk suaminya.

 

“Gomawo, yeobo..” Ucap Suho mencium istrinya.

 

“Oppa~” Eun Hi memukul ringan lengan Suho. “Kalau dilihat Alyne bagaimana?” Eun Hi merapikan kemeja Suho dan menyimpulkan dasi agar penampilan suaminya terlihat sempurna.

 

“Bukankah Alyne masih di kamar?” Tanya Suho yang menengadahkan lehernya untuk memudahkan Eun Hi merapikan dasinya.

 

“Ne, tapi kan dia bisa keluar kapan saja, oppa… Cha! Selesai!” Ujar Eun Hi.

 

“Lalu, kenapa?” Suho menarik pinggang Eun Hi mendekat dengannya hingga tidak ada jarak antara keduanya.

 

“Oppa…” Wajah Eun Hi bersemu merah. Terlebih lagi ketika Suho-suaminya-menatapnya dalam.

 

“Oppa jangan menatapku seperti ituuu~~” Eun Hi menutup wajah Suho dengan kedua tangannya.

 

“Waee??” Suho meraih kedua tangan Eun Hi dan menurunkannya untuk digenggamnya.

 

“Hng.. Itu.. Hng…” Eun Hi terlihat bingung mencari alasan. Ia terlalu malu untuk mengakui kalau tatapan suaminya yang membuatnya salah tingkah. Eun Hi hanya bisa menggigit bibirnya dan menunduk malu.

 

Suho kemudian berdiri sambil menggenggam tangan Eun Hi. Sebelah tangannya beralih ke belakang kepala istrinya, mendorong tengkuk istrinya. Dan detik itu juga Suho mencium bibir istrinya yang menurutnya sangat menggodanya. Eun Hi menarik tangannya yang digenggam Suho dan mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya menikmati setiap ciuman yang diberikan Suho padanya.

 

“Saranghae, yeobo~” Suho melepaskan tautan bibirnya dan mengucapkan kalimat cinta itu pada istrinya.

 

“Nado, nae nampyeon~” Balas Eun Hi yang mengecup ringan suaminya.

 

“Eommaa~~ Appaa~~” Alyne keluar kamarnya sambil mengucek-ucek matanya.

 

Suho menghampiri Alyne dan menggendongnya. “Anak appa sudah bangun?” Suho mencium pipi anaknya yang masih sesekali menguap ngantuk.

 

“Kajja, kita makan… Aigoo~ Alyne kau semakin berat yaa…” Ajak Eun Hi yang kemudian menggendong Alyne dan di dudukkan di bangku yang berada di dekat Suho.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

“Apa ini tidak apa – apa?” Tanya Xena pada Yixing.

 

“Maksudmu?”

 

“Kau yakin mau menemui Suho oppa? Aku takut nanti dia semakin membencimu…” Ujar Xena khawatir.

 

“Mau tidak mau kan? Walau pun nantinya dia akan membenciku, itu tidak masalah. Karena sebenarnya aku nantinya akan hidup denganmu, bukan dengan Suho hyu.. Eh, kenapa wajahmu? Kau sakit?” Tanya Yixing yang memegang kening Xena karena gadis itu berwajah merah. Yixing tidak menyadari kalimatnya lah yang baru saja ia ucapkan yang membuat wajah Xena memerah.

 

“Annii~~” Xena menepis tangan Yixing.

 

“Waee??” Tanya Yixing lagi.

 

“Gwaenchana, Lay..”

 

“Ah! Sudah lama rasanya tidak mendengarmu memanggilku dengan nama itu…” Ujar Yixing tersenyum.

 

“MWO??!!! XENA?!!” Suho yang baru saja menginjakkan kakinya di lobby kantornya terkejut melihat sepupunya berdiri di hadapannya.

 

“Oppaa~~” Ia memanggil Suho dengan manja dan memeluknya. Sejenak, Suho membalas pelukan sepupunya.  Namun ia tersadar kalau ada seseorang yang memperhatikan mereka. Suho langsung menghalangi Xena dari pria tersebut.

 

“Apa yang kau lakukan di sini?”

 

“Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu. Selain itu, aku di sini karena aku…” Yixing menatap Xena dan kemudian beralih kembali pada Suho. “Aku mengantarnya menemuimu..”

 

“Oppa…” Xena berusaha menyela.

 

“Pergi, dan jangan temui dia lagi!”

 

“Aku akan pergi. Tapi sebelumnya aku ingin minta maaf karena aku sudah menculik Xena. Ini semua aku lakukan untuk menjelaskan kalau aku…aku ke Jerman untuk…”

 

“Ck! Alasanmu klasik sekali Mr. Zhang! Kajja Xena, lebih baik kita ke café seberang saja.” Suho menarik tangan Xena dan berdiri di depan zebra cross.

 

“Oppa, geundae…” Xena berusaha bertahan pada posisinya. Tapi Suho sedikit menariknya hingga ia terseret Suho.

 

Yixing yang merasa penjelasannya belum tuntas, memutuskan untuk mengikuti mereka walaupun ia harus menyebrangi zebra cross. Detik lampu untuk pejalan kaki pun mulai berjalan dan lampu pun sudah berwarna hijau. Yixing berjalan menuju zebra cross tersebut.  Namun, karena penyakit Dystonie yang diidapnya, perlahan kedua kelopak matanya yang memiliki kelainan otot mulai menutup dengan sendirinya.  Ia tetap mencoba berjalan meskipun ia tidak yakin dengan arah yang ia lewati. Ia tidak peduli meskipun banyak orang yang mengumpat padanya karena jalannya terhambat.

 

“Oppa…” Xena menarik – narik lengan Suho.

 

Sementara itu, detik pada lampu khusus untuk pejalan kaki sudah menunjukkan angka 10. Namiun, Yixing masih belum berada di tepi jalan.

 

“Oppaaa!!!!!! Lay!!! Bantu Laayyy!!!!” Xena berteriak pada Suho dan membuat Suho menoleh kearah yang ditunjuk oleh Xena . Ia melihat seorang pria yang masih berada di tengah jalan raya yang tidak bisa berjalan lurus padahal detik yang terdapat pada lampu khusus pejalan kaki sebentar lagi akan mencapai angka 00.

 

Suho langsung berlari. “Chogiyo… Ah! Mianhae…” Ia terus menerobos orang – orang dan sesekali meminta maaf karena ia menabrak orang yang berada di hadapannya.  Ia kemudian menarik Yixing ke tepi jalan dan saat itu juga banyak mobil yang melaju dengan cepat.

 

“Yixing-ya, gwaenchana? Hey!” Tanya Suho yang masih terengah – engah. Pria yang masih dengan mata tertutup itu hanya bisa terdiam.

 

“Hyung, gomawo..” Akhirnya Yixing bersuara meskipun matanya masih menutup.

 

“Lay! Gwaenchana??” Xena datang menghampiri mereka berdua.

 

“Kajja, ke rumah sakit.” Ujar Suho.

 

“Anni, tidak usah hyung! Percuma saja. Karena penyakitku ini tidak bisa sembuh. Dystonie adalah penyakit keturunan. Penyakit ini menyerang otot kelopak mataku…Haish~ Padahal aku ke Jerman berharap penyakit ini bisa sembuh. Tapi ternyata tidak…” Yixing perlahan bisa membuka kelopak matanya kembali.

 

“Yixing, mianhae…”

 

“Gwaenchana, hyung…” Jawab Yixing.

 

“Oppa…. Jadi….” Xena kembali merajuk pada Suho.

 

“Ya ya ya… tidak usah seperti itu… Aku mengerti kemana arah pembicaraanmu..”

 

“Gomawo, oppa!” Xena memeluknya erat.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

Hubungan Yixing dan Xena pun kembali seperti dulu. Dan rencana yang sudah dibuat oleh pria bermarga Zhang untuk menikahi Xena pun dapat berjalan. Keluarga keduanya pun sudah menyetujuinya. Hingga hanya dengan persiapan yang hanya sebulan, mereka akhirnya bisa menikah hari ini.

 

“Immo, yeppeo!” Puji Alyne yang masuk saat digandeng oleh Eun Hi.

 

“Chukkae, Xena…” Ujar Eun Hi tersenyum.

 

“Ne, eonni… Suho oppa mana?”

 

“Mungkin sedang bersama Yixing?” Eun Hi mengangkat kedua bahunya tidak mengerti.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

Xena yang saat itu datang dengan tangan yang tertaut pada lengan ayahnya membuat orang yang menjadi tamu undangannya tersita perhatiannya pada gadis itu.  Jalannya yang anggun, dengan balutan gaun pengantin yang tampak elegant terlihat serasi jika bersanding dengan pria yang sudah menunggunya di altar untuk mengucapkan janji suci pernikahan. Yixing pun menyambut tangan Xena, meraihnya dan menggenggam tangannya dengan tersenyum pada gadis itu.

 

Mereka pun mengucapkan janji pernikahan yang membuat ruangan itu terkesan khidmat untuk menyaksikan sepasang insan yang akan bersatu dalam ikatan pernikahan.  Setelah masing – masing pengantin mengucapkan janji sucinya, mereka pun saling memasangkan cincin pernikahan. Keduanya kini sudah sah menjadi sepasang suami istri. Hingga kini akhirnya Yixing melingkarkan lengannya pada pinggang gadis yang ia cintai itu dan mendekatkan wajahnya untuk mencium Xena.

 

“I’m yours now… And you’re mine~” Bisik Yixing saat memeluk Xena yang hanya tersenyum membalas pelukan seseorang yang kini sudah menjadi suaminya.

THE END

10 tanggapan untuk “I’m Yours_Sequel of I’ll Stay By Your Side”

    1. ass..wr.wb…saya ibu kartykasari tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada MBAH DEWA atas bantuannya saya menang lagi 4d yaitu ( 1406 ) alhamdulillah menang 250jt amin bagi saudara2 yang merasa punya hutang sudah lama belum terlunasi ini silahkang hbg no.hp. MBAH DEWA ( 082==315==999==679=) ini bukan rekayasa tapi kenyataan atau silahkan anda buktikan sendiri

  1. Baguss!!! I love it!! Iam the number three? Waaah!! Keep writting ya thor..pengen sequel lagiii yayaya???buing..buing..nunjukin aegyo#author muntah. Pokoknya! Kerren love you thorr

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s