Monster (Part 8A)

monster-redo

Monster (Part 8A)

Casts: Oh Sehun, Jung Jihyun (OC), Xi Luhan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Others

Genre: Mystery, Angst

Rating: PG-17

Length: Chaptered

Disclaimer: Cover by Lyris from High School Graphics. Some of the scenes are inspired from Rumah Dara (Movie)

 

hai.. so sorry for lack updates karena jadwal udah semakin ga memungkinkan ditambah lagi kemarin aku sakiiit jadi terbengkalai deh draftnya. so here it is, the last part.. plus epilog di part 8B. tadinya mau diprotect tapi akunya udah capek heheheheh ya udahlah semoga ini lulus sensor dan pastinya semoga kalian suka yahhh

 

Embedded image permalink

 

“H-hyung”

Luhan tersenyum simpul menatap Sehun yang terus mendekap tubuh Jihyun di pelukannya. Tubuh yang begitu lemah dibawah pengaruh obat bius yang disuntikkan agar Jihyun tetap diam. Sehun menahan airmatanya ketika kakaknya menarik Jihyun lepas dari pelukannya, dan dibawa menuju ruangan besar berisi berbagai lukisan menyeramkan serta hanya diterangi cahaya lilin saja

“It’s already full moon, dongsaengnim”, luhan mempersiapkan alat alat ritualnya, “you wont hesitate it, right?”

Sehun mengangguk patuh. Keringat dingin mengucur deras dari dahinya. Ia menatap Jihyun yang tersenyum ceria, she’s on high right now because one of his servant injected more anti-depressant to her

“You must be happy, Jihyun-ah”, sindir luhan dan mengelus lembut pipi Jihyun. Ia mengambil pisau dan menekannya ke arteri karotis

“T-tidak, jangan di situ hyung”, Sehun semakin gemetar hebat, “or she will suffers more pain”

“She deserves more pain”, jawabnya ketus, “karena ia menghancurkan adik kesayanganku yang penurut”

“Andwae!”

Luhan mengiris bagian leher dan kedua lengan Jihyun yang seketika mengucurkan darah. Sehun tak kuasa menahan tangis melihat Jihyun yang tiba-tiba mengeluarkan rintihan

“It’s ok, Jihyun-ah. It’s ok”, Sehun kissed her forehead agar Jihyun tidak lagi meronta-ronta. Luhan hanya tersenyum miris melihat pemandangan ini

“Ppaliwa”, ujarnya jengkel, “kita tidak bisa membuang-buang waktu seperti ini”

Sehun mengangguk dan menyuruh beberapa pelayan mengumpulkan darah yang sedang mengalir ke dalam dua cawan berukiran antik warisan keluarga mereka sejak dulu

Upacara persembahan hampir dimulai. Tahun ini, mereka berdua genap berumur satu abad dan mereka harus mengorbankan seseorang untuk mendapatkan umur yang lebih panjang lagi, setidaknya setiap tahun

Setelah kedua cawan terisi cukup oleh darah, mereka berdua mengangkatnya dan bersiap mengucapkan doa

Jihyun yang tak berdaya menatap kekasihnya yang begitu pucat pasi dan berkeringat, dan lengannya yang dipenuhi darah tiba-tiba menggenggam tangan Sehun yang sedang bergetar hebat

Ia tersenyum

Senyum yang begitu indah yang pernah ia lihat setelah puluhan tahun. Tatapannya yang penuh kasih membuat dirinya tak sampai hati untuk mengorbankan Jihyun

Ia menarik Jihyun dan membawanya lari dari ruangan, tanpa memedulikan teriakan marah dari monster jahat yang tak lain adalah kakaknya sendiri yang sudah ia kenal selama seratus tahun

***

Baekhyun menemukan mobil Jihyun yang terparkir di tengah-tengah lintasan mobil di parking hall. Ia berdecak, pasti Jihyun sangat mengantuk sampai-sampai ia tidak kuat untuk mengemudikan mobilnya sendiri

“Ya, wake up sleepy head”, Baekhyun menghampiri mobil Jihyun sambil tertawa, “i’ll pick you to your apartement, chakkanman-”

Tidak ada orang di situ. Hanya tersisa mulberry alexa bag yang berada di kursi kemudi. Seketika Baekhyun merasakan ada yang tidak beres di sini

Ia mengeluarkan ponselnya, segera menelepon Jihyun barangkali ada orang iseng yang memarkirkan mobilnya di situ, namun terdengar ringtone ponsel Jihyun yang berasal dari tasnya

Baekhyun mulai panik dan menelepon semua orang yang ia dan Jihyun kenal—Chanyeol, Eunji, beberapa resident dan intern divisi bedah umum, dan ia tidak ada dimanapun. Ia mengecek pintu mobilnya, ternyata tidak terkunci

Firasat Baekhyun sangat buruk, tidak biasanya Jihyun tidak bisa ditemukan dimana-mana. Ia segera menghubungi inspektur Do untuk mencari sahabatnya

***

“Byun Baekhyun!”

Chanyeol menghampiri Baekhyun yang sedang berada di kantor kepolisian. Wajahnya yang panik menandakan ia juga tidak mengetahui keberadaan Jihyun sama sekali. Sudah 3 hari Jihyun menghilang, dan Baekhyun yakin sekali ini ada hubungannya dengan Oh Sehun

“kita perlu surat penggeledahan untuk masuk ke kawasan itu Baekhyun-ssi, jadi..”, omongan Tao terhenti ketika Baekhyun menggebrak meja dan meraih kerah bajunya

“JUST FIND. THAT FUCKIN BASTARD. WHO ABDUCTED. MY BEST FRIEND”, seru Baekhyun lantang. Tubuhnya ditarik paksa oleh Chanyeol dan Eunji sebelum Baekhyun melayangkan tinju pada petugas polisi itu

“ya, ya, ya!”, Jongin menghampiri mereka bertiga dan mencoba melerai pertengkaran yang terjadi. Tapi Baekhyun malah semakin marah dan memukul wajah Jongin

“oppa!”, Eunji menjerit supaya Baekhyun menghentikan tindakannya. Akhirnya Baekhyun mau menurut dan diam menunggu sampai inspektur Do Kyungsoo datang

“Byun Baekhyun-ssi”, Kyungsoo menghampiri Baekhyun dan menjabat tangannya yang berpeluh. Ia menyuruh Nana untuk membuatkan kopi untuk Baekhyun, Chanyeol, dan Eunji dan mengajaknya duduk di sofa ruangannya

“kami sudah mencari bukti untuk bisa melakukan penggeledahan. Jung Jihyun sudah menghilang selama tiga hari dan sudah kami cari kemana-mana, termasuk rumah keluarganya di busan. Oh Sehun juga ikut menghilang bersama sepupunya Xi Luhan, mungkin mereka bisa menjelaskan semuanya”

Baekhyun dan Chanyeol mengangguk pasrah. Sebetulnya mereka ingin mencari jihyun segera, khawatir akan keselamatannya

“pencarian dimulai besok, karena hari ini kami akan mengurus surat penggeledahan dahulu”, ujar kyungsoo bijak

***

“Buka!”

“Aniya!”

“Kau memaksaku, huh? Kau mau mati??!!”

“Aku tidak akan menyerahkan Jihyun padamu!”

Luhan tetap memukul-mukul pintu kamar Sehun namun tidak ada respon.Sehun terus memeluk Jihyun, ia sangat takut kakaknya mendobrak pintu kamarnya yang berumur ratusan tahun

“Tunggu sebentar”, ujarnya mendadak tenang, “ada tamu”

Sehun tertegun ketika kakaknya menyebutkan ‘tamu’. Ia kembali menatap Jihyun yang berbaring tak sadarkan diri dirawat oleh pavlov, aman terkendali. Masalahnya ia tidak tahu tamu macam apa yang akan ditemui luhan

“Aku akan melihat tamu yang akan ditemui hyunsik hyung”, Sehun mengambil jas hitamnya, “pastikan Jihyun aman”

***

“Oh, Baekhyun-ssi? Annyeonghasimika”, luhan menyambutnya ramah ketika Baekhyun dan Kyungsoo muncul di hadapannya. Baekhyun menatap sunbaenya marah dan Kyungsoo sedikit tercengang. Bahwa Cha Hyunsik, atau Xi Luhan yang ia lihat saat ini tidak berubah sedikitpun

“Annyeonghasimika, inspektur Do Kyungsoo imnida”, Kyungsoo menjabat tangan luhan, “saya di sini ingin menanyakan beberapa hal tentang hilangnya Jung Jihyun”

“Jihyunnie? Dongsaeng kesayanganku menghilang?”, seru luhan surprised

“Bolehkah kami masuk, sunbae?”, ujar Baekhyun suspicious

“Tentu, tentu saja kalian boleh masuk”, luhan melangkahkan kaki menuju ruang tamu, leading their steps, “aku sungguh tidak percaya Jihyun bisa menghilang. Apakah kalian sudah menghubungi Sehun sebelumnya? Kulihat ia sungguh depresi sejak hubungan mereka kandas”

“Ia sudah menghilang selama tiga hari. Kami sudah mencari kemana-mana dan tidak ketemu juga, bahkan di rumah keluarganya di busan”, terang Kyungsoo

“Omo, omo.. tidak mungkin Jihyun kabur seperti itu. Jihyunnie adalah rekan kerjaku yang sangat professional dan juga lembut hatinya. Jika ada masalah terutama mengenai Sehun, ia pasti bercerita padaku, tidak seperti ini”, ujarnya bersimpati, “she must be frustrated right now”

Baekhyun menatapnya jengah ketika luhan menceritakan seluruh kebaikan Jihyun dan juga ekspresi simpati luhan yang penuh kepalsuan. Walau bagaimanapun ia sangat ingin menghajar luhan, right on his face. Namun Kyungsoo sudah mengatur sebuah strategi agar bisa meringkus seluruh orang yang berada di kastil ini, yang berjumlah belasan orang

“kau mau melihat-lihat isi kastil ini?”, luhan berdiri dan mengajak Kyungsoo dan Baekhyun berjalan-jalan. Ia menunjukkan hampir seluruh ruangan di dalamnya, termasuk dapur dan juga ruang makan. Kyungsoo dan Baekhyun memeriksanya dengan sangat teliti dengan sorotan mata mereka, memastikan ada kejanggalan yang ada di situ

Namun bangunan ini tak lebih dari kastil yang berusia ratusan tahun. Luhan mengatakan bahwa ia membeli tempat ini sejak tahun 2001 karena ia baru saja pindah ke korea dari Guangzhou, china. Interiornya yang klasik menunjukkan kastil ini telah dimiliki selama ratusan tahun, namun luhan menunjukkan surat kepemilikan atas nama dirinya pada tahun 2001

Lagi-lagi Kyungsoo tak bisa berkutik

“kalian pasti belum makan siang kan”, luhan meyuruh mereka duduk di ruang makan, ruang terbesar yang ada di kastil. Sebuah dining table panjang berukiran kayu mewah dilengkapi dengan dining set mewah yang baru saja dikeluarkan oleh para pelayan. Mereka terpaksa duduk karena luhan sudah menyuruh para pelayan untuk memberi jamuan mewah pada mereka

“terimakasih atas jamuannya”, ujar Kyungsoo sopan, “makanannya sungguh enak sekali”

Baekhyun ikut mengangguk, terpaksa mengakui bahwa daging steak yang mereka makan sungguh enak

Luhan tersenyum simpul, tertawa dalam hati karena sesungguhnya daging yang mereka makan adalah daging manusia

***

Mereka sedang menikmati wine yang disuguhkan oleh luhan setelah makanan mereka habis begitu terdengar suara langkah kaki mendekati ruang makan mereka yang sepi

“hyung”

Luhan menoleh dan menatap Sehun yang berdiri di pintu ruang makan keluarga dengan setelan hitam dan juga sebuah kunci yang ia genggam

“kau baru bangun, Sehun-ah?”, luhan tersenyum tenang dan menyuruh Sehun untuk duduk bergabung dengan Kyungsoo dan Baekhyun di ruang keluarga

“ada apa kalian kemari?”, Tanya Sehun dingin yang membuat Baekhyun semakin kesal dan nyaris berdiri untuk menghajar Sehun. Namun niatnya tertahan oleh Kyungsoo yang segera menggenggam tangannya

“kami ingin bertanya padamu tentang keberadaan Jung Jihyun”, jawab Kyungsoo, “apakah kau tahu dia ada dimana sekarang?”

“ani”, jawab Sehun tenang, “setelah kami putus hubungan, ia tidak pernah menghubungiku lagi begitu juga aku”

“oh ya?”, Baekhyun mengerutkan kening, “terakhir sebelum Jihyun menghilang, ia bertemu denganmu di depan lift rumah sakit. Apakah ia sudah gila waktu itu?!”

“mungkin orang lain”, jawabnya, “since one of your co-worker misguided me as Cha Taesik”

Luhan menahan tawa-nya dengan menundukkan kepala. Sembari menghitung time interval Baekhyun dan Kyungsoo masuk ke dalam alam bawah sadar mereka karena ia telah memasukkan obat tidur di dalam wine itu

Tidak sampai hitungan ke sepuluh, mereka berdua sudah tak sadarkan diri

***

“Jongin-ah, bagaimana keadaan disana?”

“aku baik. kami berhasil menyusupi ruang bawah tanah dan melumpuhkan petugas yang berjaga disana. Chanyeol dalam keadaan baik”

“bagaimana dengan inspektur?”

“ia sedang berbicara dengan suspect, sehingga tidak bisa dihubungi”

“baiklah, aku menunggu kabar selanjutnya”

“ne”

Nana berjaga di halaman belakang bersama Tao. Ia menatap sekeliling, semua aman terkendali. Ia berjalan perlahan mendekati sebuah jendela besar yang berisi seorang kakek tua yang sedang berjaga dan sesekali mengecek tabung infus yang telah ditancapkan kepada seseorang

“omo, Nana-ya!”, Tao gasped and shuts his mouth quickly before that old servant hears him

Disana terbaring seorang gadis cantik berambut panjang dengan setelan babydoll putih. Terdapat luka sayat yang panjang di kedua lengannya. Ia terbaring dengan keadaan tak sadarkan diri, sesekali ia mengigau namun segera ditenangkan oleh pelayan tua itu

“Jongin-ah!”, panggil Nana lewat walkie-talkie, “I found her!”

“eodie?”, jawab Jongin cepat

Namun sebelum Nana menjawabnya, kakek tua itu muncul di hadapannya dan membekap mulutnya dengan sapu tangan yang telah dibubuhkan obat bius. Tao couldn’t do anything except run

***

“Nana-ya?”, Jongin mengerutkan kening karena Nana tidak menjawabnya. Ia mengetuk-ngetukan walkie talkie miliknya dengan kesal karena itu adalah barang lama dari kepolisian. Ia kembali mengutuki inspektur Kyungsoo yang pelit karena tidak mau mengeluarkan uang sama sekali

Sementara Chanyeol berjaga sekeliling ruang bawah tanah khawatir ada orang yang masuk. Namun ia segera berlari menuju Jongin karena mendengar suara beberapa orang yang akan masuk ke ruangan

“cepat sembunyi di sudut yang aku persiapkan!”

Mereka menuju tempat persembunyian dengan cepat. Tak lama kemudian, terdapat sesosok pria yang sangat mereka kenal yang digotong oleh kedua orang dengan suit hitam

Inspektur Kyungsoo

Ia digotong dalam keadaan tak sadarkan diri lalu dibaringkan menuju meja yang mirip dengan meja operasi kemudian tubuhnya diikat dengan kuat. Tak lama kemudian datang luhan dengan sarung tangan operasi dan juga gergaji

“kalian urus yang ini. Aku akan mengurus yang satunya. Setelah selesai, tolong bawa kepalanya padaku dan lucuti semua organ dalamnya”

Chanyeol terbelalak ngeri. Ia sangat khawatir dengan keadaan Jihyun yang masih belum ditemukan. Apakah ia akan berakhir di meja operasi juga seperti Kyungsoo atau..

“paboya! Kita tidak bisa diam saja!”

Jongin keluar dari persembunyian dan menembak kedua pelayan yang sedang bersiap-siap mengesekusi Kyungsoo. Chanyeol yang tidak tahu apa yang harus ia lakukan hanya mematung menatap kedua pelayan yang sudah ambruk sekali tembak

“kenapa kau diam saja? Ayo sadarkan inspektur Kyungsoo!”

Chanyeol mengguncang-guncangkan tubuh Kyungsoo agar segera terbangun. Namun ia hanya mengerjap-ngerjapkan matanya lemah karena masih dibawah pengaruh obat bius

“kau.. kejar saja luhan.. aku tidak apa-apa.. jinjja”, ujar Kyungsoo lemah. Jongin menyuruh Chanyeol menjaga Kyungsoo dan ia segera keluar dari ruang bawah tanah untuk mencari luhan

***

Tao berlari sekuat tenaga dengan wajah yang pucat pasi menghindari kakek tua yang sudah menyeret Nana masuk ke dalam satu ruangan bersama gadis cantik itu. Ia bingung sekali harus bagaimana, dan berlari kemana. Ia segera ingat Jongin dan Chanyeol berada di ruang bawah tanah dekat halaman belakang, dan segera berlari menuju mereka

Ia memasuki salah satu pintu ruangan bawah tanah, dan mengokang pistolnya, berjaga-jaga takut ada seseorang yang akan menyerangnya. Ia mengatur nafasnya kemudian berjalan pelan-pelan

Ia segera menghentikan langkahnya dan mendapati sesosok pria dengan jas hitam yang sedang mengikat pria berkacamata yang kemarin hampir membuatnya babak belur, Byun Baekhyun. Pria itu memakai sarung tangan dan memastikan tali yang mengikat Baekhyun sudah terikat dengan benar. Ia langsung merencanakan akan menyerang pria itu untuk menyelamatkan Baekhyun

Namun Tao semakin tercengang ketika ia mengambil gergaji mesin dan memati-nyalakan mesinnya. Baekhyun mulai sadar dengan ditandai rintihan yang disusul jeritan dari mulutnya. Tao memejamkan mata, ia harus melawan rasa takutnya untuk menyelamatkan warga Negara, batinnya

Lalu sambil menjerit ia menembakkan peluru tepat di jantung pria itu sebanyak dua kali. Ia semakin kaget ketika pria itu hanya mematung namun menoleh

“wah, tamu kita lebih dari satu ternyata”

It’s Cha Hyunsik, batin Tao semakin merinding. Ia tersenyum menyeringai dan berjalan mendekatinya. Tao kembali menembakkan peluru, tepat sasaran namun pria itu tidak bereaksi sama sekali. Ia malah tertawa mengerikan

“silakan saja”, ujarnya, “I’m bulletproof for your info”

Tao semakin bingung harus melakukan apa karena lawan yang ia hadapi ternyata sangat kuat dan juga mengerikan. Ia segera menghindar dengan gesit ketika pria itu menyerangnya dengan gergaji mesin yang ia pegang

“nice defense”, ia tersenyum kemudian segera menancapkan gergaji mesin ke tangannya

“ARGH!”, teriak Tao dan segera mengambil alat pertahanan diri yang ada, mulai kayu hingga tongkat besi yang akhirnya suits him well

Untungnya setelah pergulatan sengit, Jongin datang bersama Chanyeol dan menembakkan peluru pada wajah pria itu sebanyak satu kali

“aish!”, seru pria itu kesal, “kalian sungguh merusak kesenanganku hari ini!”

Bekas luka peluru pada wajah pria itu menimbulkan bekas luka yang cukup mengerikan, kulit aslinya terlihat ditengah-tengah kulit awet mudanya yang licin. Pria itu berlari menghampiri Baekhyun yang masih terikat kuat, dan segera menyalakan gergaji mesinnya

“bestfriends, they said?”, he groans angrily, “they will eat you alive someday”

Baekhyun menjerit ketika gergaji mesin itu mendekati lehernya. Pria itu memenggal kepala Baekhyun secara membabi-buta tanpa memerhatikan apa yang dilakukan oleh Jongin yang sedang melempar dua tabung spirtus ke sekitar pria itu berdiri

“well”, Jongin memegang pemantik apinya, “say hello to demon in the hell”

Ia melemparkan pemantik api itu dan api segera menyambar tubuh pria itu yang menjerit marah campur kesakitan. Untuk memastikan pria itu benar-benar mati, ia menembakkan dua buah peluru ke dalam kepala pria itu

***

“wake up”

“wake up, love”

Aku membuka mata dan mendapati Sehun sedang berbaring di atasku dan menghembuskan nafasnya ke telingaku. Ia menatapku seraya tersenyum, lembut sekali. Aku menatap sekeliling, kami tidak berada di kamar tua yang pengap, melainkan kamar apartemennya yang rapi dan minimalis

“eomma!”

Aku terbangun dan mendapati sesosok anak perempuan berusia lima tahun yang berdiri di depan kamar. Ia mirip sekali denganku. Tatapannya yang dingin mirip dengan Sehun, namun tubuhnya yang tinggi untuk ukuran anak lima tahun dan rambutnya tergerai panjang dengan jepit rambut, mirip sekali denganku saat masih kecil

tumblr_static_ll2

 

 

Ia.. memanggilku eomma?

“Jinhee-ya”, Sehun tersenyum memanggil anak perempuan itu. Tanpa pikir panjang, anak itu berlari menghampiri kami berdua dan memeluk kami. Memeluk tubuhku

“Jinhee kangen sekali sama eomma”, ujarnya tersenyum. Aku ikut tersenyum bahagia, menatap anakku yang sedang berbincang-bincang dengan ayahnya dan juga selalu tersenyum setiap menatapku. Ia mengajak kami jalan-jalan ke taman kota tempat aku biasa jogging sendirian atau bersama Sehun dulu

Kami bermain dengan Jinhee dibawah terik matahari  dengan gembira sekali. Mulai dari kejar-kejaran, tebak kata, sampai bermain pasir dan ayunan. Tidak biasanya aku menatap Sehun tertawa begitu lebar seperti itu karena apapun meskipun aku sering sekali mengajaknya tertawa dengan lelucon yang pernah diceritakan Baekhyun. Itu semua karena Jinhee, anak kami..

***

“Jihyun-ah!”

Sehun berlari menghampiri Jihyun yang masih terbaring lemah dibawah pengawasan ketat Pavlov, pelayan setianya. Ia memeriksa kondisi Jihyun yang masih stabil, dan terus memeluknya ketakutan. Ia tidak mau Jihyun diserahkan kepada kawanan polisi itu dan kembali ke pelukan Park Chanyeol..

“tuan”, Pavlov berdehem, “aku menangkap seorang sandera. Sepertinya ia seorang polisi”

“aku tidak peduli!”, jeritnya, “terserah mau kau apakan wanita itu. Yang jelas tolong jaga kamar ini agar tidak dibobol oleh kawanan polisi itu!”

Pavlov menatap tuannya yang sedang ketakutan itu dengan tatapan prihatin. Kemudian ia mengangguk patuh dan menyeret wanita itu keluar dari kamarnya, untuk diesekusi. Namun saat ia menyeret wanita itu, ia ditembak di bagian perut oleh wanita itu setelah ia sadar

“oppa-ya..”, panggil Jihyun lirih memandang Sehun yang terus memeluknya erat. Sehun menatap kekasihnya sambil berurai airmata

“tadi aku bermimpi”

“tentang apa?”

“about us”, Jihyun tersenyum, “kita punya anak perempuan. Cantik sekali. Namanya Oh Jinhee”

“jinjja?”, Sehun tersenyum menahan tangisnya, “seperti apa dia?”

“matanya mirip denganmu”, jawabnya, “dan sisanya mirip sekali denganku. Ia mengajak kita bermain di taman. Indah sekali sampai-sampai aku menganggapnya seperti nyata”

“it will be happened, I promise”, tegas Sehun sambil menghapus airmata dari wajah Jihyun, “nanti kita akan pergi ke luar negeri, maybe USA or a small country In Europe. We will make a family there”

She frowned, and burst into tears

“I wont hurt you, Jihyun-ah”, ujar Sehun,”aku tidak akan memakan manusia lagi”

“kau janji?”

“ne, aku berjanji”

***

Tangan Nana bergetar mengokang pistolnya perlahan dan membidik target yang sedang teralihkan perhatiannya karena sedang berbicara dengan korban. Hatinya begitu teriris mendengar percakapan sepasang kekasih tersebut. Bukan salah mereka karena perbedaan itu, ini hanya karena masalah waktu yang mempertemukan mereka seperti ini. Sehun menyanyikan sebuah lagu untuk menidurkan Jihyun, yang tubuhnya semakin lemah. Tapi tidak ada cara lain, ia harus menembak target untuk menyelamatkan si korban yang sudah semakin pucat dan lemah

Dor

Dor

Dor

Sehun menoleh dan menatap polisi wanita itu marah. Ia semakin memeluk Jihyun erat. Nafasnya memburu menahan amarah yang ia tahan sekuat mungkin, karena lawannya kali ini adalah seorang wanita

Nana terkesiap melihat Sehun yang tidak ambruk sama sekali meskipun ditembak peluru. Akhirnya ia berusaha memberi pendekatan pada Sehun untuk bisa melepaskan Jihyun

“O-Oh Sehun-ssi!”, ujarnya terbata-bata, “saya minta untuk melepaskan Jung Jihyun karena kondisi tubuhnya sudah semakin lemah”

“ani”, jawabnya while his hands are shivering, “ia baik-baik saja bersamaku”

“Sehun-ssi”, panggil Nana sekali lagi, “are you sure? Are you sure that she still alright?”

Sehun menatap Jihyun yang ada di pelukannya sekali lagi. Wajahnya sangat pucat, denyut nadinya juga semakin lemah dan nafasnya sudah tidak teratur. Tangisannya kembali pecah

“aku akan membawanya ke rumah sakit dan memberikannya perawatan intensif”

“Pavlov!”,panggil Sehun kesal,”tunjukkan padanya bahwa kemampuanmu mengobati orang-orang lebih ahli dari dokter manapun!!”

“kakek renta ini maksudmu?”, Jongin menyeret Pavlov yang sudah terbujur kaku. Sehun menjerit kesal dan langsung mengeluarkan pistol yang ada di sakunya. Ia menembak tanpa terkendali

Jongin dan Nana segera berlindung ke daun pintu yang terbuat dari kayu yang kokoh itu, dan menunggu Sehun kehabisan peluru

“keluar kalian!!”, jerit Sehun sambil menangis, “aku yakin begitu aku menyerahkan Jihyun, kalian akan menangkapku dan mempertontonkanku di depan seluruh masyarakat kan?! Kalau aku seorang kanibal yang kejam?!!”

“ani”, tiba-tiba Chanyeol datang memasuki kamar Sehun dan berjalan mendekatinya, “kami hanya akan menjebloskanmu ke penjara, atau mungkin memberikanmu hukuman mati”

“aku tidak mau mati!”, seru Sehun lantang, “you know, the reason people death is they’re afraid of being forgotten! I wont being forgotten by Jihyun!!”

“kau.. tahu kehidupan setelah mati?”

Sehun tertegun. Sebuah dongeng yang pernah diceritakan Pavlov mengenai sebuah tempat indah bernama surga yang hanya bisa dimasuki dengan cara mati. Dongeng yang paling ia ingat di antara semua kisah-kisah yang pernah diceritakan orangtua Pavlov sewaktu mereka berdua masih kanak-kanak

Ia menatap Pavlov yang tergeletak dan memejamkan matanya dengan damai. Ia yakin pelayan setianya itu sudah sampai di surga saat ini

“apakah kau yakin aku akan bertemu dengan Jihyun di sana nanti?”

“geurom”, ujar Chanyeol sungguh-sungguh, “tapi butuh waktu bagi Jihyun. Kau tidak bisa mengajaknya ke surga sekarang”

“waeyeo?”

“karena..”, Chanyeol menelan ludah, “ia belum menikmati dunia selama dirimu”

Sehun kembali menatap Jihyun yang semakin lemah. Ia tidak rela harus berpisah dengan Jihyun saat ini, love of his life

Tangan Sehun gemetar mengokang pistol dan mengarahkannya ke pelipis kepalanya sendiri

Lalu menembaknya sebanyak sepuluh kali, dan berhenti disaat hitungan ke tiga belas

Disaat seluruh sel saraf yang ada di otaknya hancur karena tertanam banyak peluru di sana

Mungkin tidak di sini—di tempat yang bernama surga nanti, ia bisa berbahagia bersama Jihyun..

 

Love of my life – you hurt me,
You broken my heart and now you leave me.
Love of my life can’t you see,
Bring it back, bring it back,
Don’t take it away from me, because you don’t know, what it means to me.

Love of my life don’t leave me,
You’ve taken my love, you now desert me,
Love of my life can’t you see,
Bring it back, bring it back,
Don’t take it away from me because you don’t know what it means to me.

You will remember –
When this is blown over
And everything’s all by the way –
When I grow older
I will be there at your side to remind you how I still love you – I still love you.

Back – hurry back,
Please, bring it back home to me, because you don’t know what it means to me –
Love of my life
Love of my life…

 

Queen-Love Of My Life

 

 

 

 

I FOUND A TYPO HEHE MAAF YAAAA  semalem ngerjainnya sampe jamset 3 pagi karena aku ngerjain tugas dulu.. tapi sekarang udah dibenerin kok. sorry for the inconvenience

oke sampai ketemu di part 8B!

99 tanggapan untuk “Monster (Part 8A)”

    1. yup i think this is the worst chapter, karena akunya jg bikin sambil begadang ngerjain tugas (pulang jam 9 terus baru inget ada tugas yg harus kekumpul bsk, beres2 jam 1 eh tp msh pengen bikin ff hahaha) hasil awal banyak bgt typonya terus ada satu paragraf yang kepotong -_- wkwkwk terus pas aku benerin lagi, still horrible but better than before. semoga nanti aku bisa ngejelasin lebih banyak lagi di prequelnya yaa

  1. aduh pabo bgt sih kyungsoo . itu tuh daging manusia yg kamu mkn. lama2 kaya sumanto aja nih -___-
    huaaaa. bacon sadis bgt dibunuhnya. andwaeeeeeeee TT

  2. Akhir’aaaaa end ^^
    Fyuh~~ aku ngbayangin luhan yg d’tembak gitu, tapi muka’a ttp ngluarin senyum evil’a itu, keren(?) 😀 tampan bangett dooh

  3. Thor.. maaf baru comment.-. Karena aku juga baru baca.. sedih banget ceritanya walau rada ngerii ><
    Dan, ya.. ini anti-mainstream karena ternyata main-castnya sama ex-boyfriendnya bkn sama yg dia suka tiba-tiba.. btw ditunggu buat ff lainnya hehe ^^

  4. hah?
    apa?
    huwattt?
    sehun bunuh diri ini ceritanya??
    terus kelanjutan nasib hubungannya dia sama jihyun gimana dong?
    T.T
    sumpahhhh, mereka berdua ini couple kesayanganku..
    hiks

  5. aigoo sedih banget..
    kasian sehun jihyun ga bisa bareng T_T
    miris banget bacanya
    tambah seru
    tambah penasaran juga
    di tunggu chapter selanjutnya~
    jngan lama lama ya><

  6. Waahhhhhhh….. bacanya tegang banget thor, keren.. Tp sehun mati Ɣααααα☺?? Untung aja baekhyun gak jadi di potong2,, uri baekhyun!!! Q tunggu chap selanjutnya thor!!

    1. ass..wr.wb…saya ibu kartykasari tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada MBAH DEWA atas bantuannya saya menang lagi 4d yaitu ( 1406 ) alhamdulillah menang 250jt amin bagi saudara2 yang merasa punya hutang sudah lama belum terlunasi ini silahkang hbg no.hp. MBAH DEWA ( 082==315==999==679=) ini bukan rekayasa tapi kenyataan atau silahkan anda buktikan sendiri

  7. APA INI HAAAAAA?!!!!!!!! kenapa? kenapa? kenapa!!!!!!!!!!!! lanjutannya yang cepat ya authorrr!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  8. bacon mati ? sehun juga mati ? pelis thor buat sehun idup lagi biar bahagia sama jihyun dan punya anak 😦
    keep writing thor

  9. heol!! itu baekhyun K.O? haduh kasihan sekali-..- huaaaaa sedih bagian akhirnyaaa:””””( Hope for a great ending:D Lanjooooottt!

  10. bagus banget sadisss banget, ditunggu part selanjutnya 😀 password part 7 bisa dilihat di mana ya? Kamsahamnida 😀

  11. Omg sumpah asli sereeem, luhaaaan you are scary human ani its siluman ani ah kanibal or zombie?? Oh whatever. This is great jjinja, agak sedih liat sehunnya bunuh diri huhuhuhu jadi jihyun nya gimana???? Huaaaaa sad ending dong berarti huhu lanjut deh chinguu fighting!! 😉

  12. Keren! Aku udh nunggu part ini lmaaaaaa!!!! Tp gapapa udh terbalas dengan kerenya part ini!!!! Akhirnya sehun mati juga..-_- baekhyunnnnn!!! Kmu sma aku aja dari pada di potong gtuuuuu!! Saya sukaaa!! Tapi kenapa saya greget sendiri baca nya ya??? Tapi bagus kok thor!! Jgn lma lma nge update nya ntar gigi saya keburu garing! Oke? Hwaiting!!!

  13. ngga bisa bayangin pas luhan menggal kepala baek scra membabi buta, ngeriiii :< aaaa baekhyun dead aaaaa tidaaaaakkk π_π kenapa baekhyun harus di buat dead thor?? 😥
    sehun juga dead omo, tapi sehun juga sweet ah demi keselamatan sang kekasih dia rela bunuh diri :') terhuraaa
    sumpah eii luhan kejam bangggggeeeettt, ngeri.
    trus kyungsoo gimana??
    disini kai cool hwhw
    but overall daebak!!^^

  14. Omo sehunnya mati?? Aaaa kasian.. luhan kejam amat disini ya.. tapi ceritanya seru! Walaupun agak ngeri tp tetep keren.. next^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s