My Lovely Family

My Lovely Family

blek

\(^v^)/

Title: My Lovely Family (Sarang’s Sequel)

Author: Chosunn a.ka Taebhum (@baekdancer)

Main cast: Nam/Oh Yoonju (OC) , Oh Sehun (EXO) , Oh Jisun (OC/ Sehun&Yoonju’s Son).

Genre: Married Life, Romance, Family

Rating: PG

Length: Oneshoot (Sequel)

Maaf kalau ada yang membuat anda merasa terganggu^^

Happy Reading^^

Seven Years Later

“Jisun-ah! Ambil kaus kakimu! Kau akan terlambat, honey.” Terdengar Yoonju berteriak kepada anaknya yang berumur 3 tahun itu. Setelah merasa sup buatannya matang, dia mengambil mangkuk dan menaruhnya diatas meja makan apartement mereka. Tidak lama datanglah seorang lelaki kecil tampan didepan Yoonju sambil membawa sepasang kaus kaki.

“Umma! Yang ini ya?” Tanyanya dengan sangat menggemaskan. Yoonju menampilkan wajah yang berkata iya honey dan segera mengambil sepasang kaus kaki itu dan mengangkat Jisun untuk duduk dikursi meja makan.

Tidak lama saat Yoonnju sedang memakaikan kaus kaki Jisun, datang seorang lelaki yang tidak lain adalah suaminya. Sehun tampak sedang mengancing lengan kemejanya, dan dengan dasi yang sama sekali belum terikat dengan rapi. Yoonju bangkit, setelah memakaikan Jisun kaus kaki dia harus segera memakaikan dasi suaminya.

Aigoo, seharusnya kau sudah memakainya dengan cepat Oh Sehun” Kata Yoonju sembari mengikat dasi suaminya.

“Aku telat Yoonju-ah, kau pun bukannya membangunkanku lebih cepat” Desis Sehun. Yoonju kembali keanaknya menyuapkan sup buatannya. Sehun yang sudah siap, ikut duduk dimeja makan dan memakan sup buatan istrinya.

“Bagaimana hm? Ini pertama kalinya umma membuat sup” Kata Yoonju pada anaknya. Anaknya yang imut dan tampan itu tersenyum manis lalu menampilkan jempol kecilnya.

“Masakan umma yang telhebat!” Kata Jisun membuat Yoonju tersenyum. Sehun sendiri juga tersenyum dan ingin tertawa geli ketika anaknya tidak bisa mengatakan huruf ‘R’.

Setelah seslesai sarapan bersama, Sehun dan Jisun bersiap untuk segera berangkat, didepan pintu, Yoonju membantu anaknya untuk memakai septunya. Dan setelah itu mengecup pipi anaknya pelan.

“Baik-baik ya disekolah. Carilah teman yang baik” Setelah itu mengelus lembut rambut Jisun.

Sehun yang berdiri didepan pintu hanya mengembungkan pipinya menunggu kecupan dipipinya.

“Yoonju-ahh” Katanya manja. Yoonju yang mendengar namanya dipanggil langsung mencium pipi suaminya.

“Jangan lupa jemput Jisun, ingat itu Tuan Oh” Kata Yoonju.

“Siap Nyonya Oh. Aku akan menjemput Jisun tepat waktu. Percayalah” Katanya.

Setelah itu, Ayah dan anak itu pergi keluar apartement mereka sambil berpegangan tangan, dibelakang Yoonju tersenyum melihatnya.

Yatuhan, terimakasih sudah membuat mereka untuk mengisi hidupku

 

Yoonju kembali kekamarnya, dan membereskan selimut tempat tidurnya setelah itu menyapu kamarnya. Setelah membersihkan kamarnya, sekarang waktunya membersihkan kamar anaknya. Yoonju masuk keruangan bernuansa biru, wallpaper luar angkasa kesukaan anaknya. Menaruh kembali mainan anaknya yang berserakan dimeja belajarnya, dan membersihkan buku-buku milik anaknya.

Inilah kehidupannya sekarang, menjadi istri sekaligus ibu. Memiliki Jisun dalam kehidupan Sehun dan Yoonju membuat semuanya lengkap. Yoonju senang, dua lelaki itu membuat hidupnya berharga sekarang.

Setelah selesai, Yoonju kembali kekamarnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Yoonju tidak merasa lelah sama sekali untuk melakukan semuanya, malah dia senang. Anak dan Suaminya menyukai semuanya yang sudah dia buat, cukup membuatnya puas.

Dia senang melihat Sehun dan Jisun yang begitu akrab, bahkan bisa dikatakan Jisun itu adalah versi kecilnya Sehun. Sangat mirip dengan Sehun. Selesai membersihkan tubuhnya, Yoonju keluar dengan pakaian hari-harinya. Celana training hitam dengan garis abu-abu serta baju kaus lengan panjang yang tidak ketat.

Banyak orang yang tidak menyangka kalau dialah istri Sehun. Semuanya bahkan sangat sering mengatakan ‘Istri Tuan Oh mirip seperti anak sma’ dan itu selalu membuat Yoonju ingin tertawa keras. Sebelum datangnya Jisun, memang Yoonju sangat sering datang kekantor Sehun, untuk mengantarnya makanan, dan semua itu adalah keinginan Sehun.

Biasanya disela-sela kesibukannya, Sehun akan mengajak dia dan Jisun berjalan-jalan keLotte World. Setidak dia bisa membuat keluarganya bahagia, itu yang Sehun pikir.

Tidak terasa pukul sudah menunjukkan pukul 11. Yoonju menaruh makanan yang sudah dia buat, dan cepat-cepat berjalan kearah pintu apartementnya. Baru dia membukanya dia mendapatkan Jisun yang tengah tersenyum padanya, dan disampingnya ada Sehun disitu.

“Annyeong Umma” Kata anak itu, Yoonju mengendong Anak kecil itu kedalam, lalu mendudukannya diatas sofa ruang depan, membukakan sepatunya.

“Umma! Tadi kan ada capung belwalna pink di sekolah. Sangat cantik!” Kata anaknya itu. Yoonju tersenyum mendengar perkataan anaknya, ini yang inginkan anaknya menjadi anak yang aktif.

“Benarkah? Kalau begitu sekarang waktunya Jisun makan hm? Umma memasak kimbap hari ini” Mendengar ata kimbap, Jisun langsung tersenyum cerah, setelah itu Yoonju membiarkan anaknya melangkah keruang makan.

Baru Yoonju ingin mengikuti anaknya, Suaminya sudah datang dan duduk dengan lemasnya diatas sofa. Ada apa dengannya?

“Sehun-ah, waeyo?” Tanya Yoonju. Sehun memijat pelipisnya pelan, dan menutup matanya. Yoonju yang merasa kalau suaminya sedang capai ini, melepas dasi suaminya dan menaruhnya dilengan sofa.

“Banyak klien yang membatalkan kerja sama dengan perusahaan. Dan ini bertanda buruk” Kata Sehun. Yoonju mencerna baik-baik perkataan Sehun, ahh sekarang dia mengerti.

“Kenapa mereka membatalkan kerjasama dengan kalian?” Tanya Yoonju.

“Entahlah, aku juga sama sekali tidak mengerti” Kata Sehun. Yoonju tersenyum manis, berusaha mengisi tenaga Sehun yang rasanya melonjak sangat turun.

“Chhaa! Sekarang kau makanlah, aku memasak yang enak hari ini” Yoonju berdiri dan menarik lengan Sehun untuk berdiri, Sehun menyunggingkan senyumannya setelah itu bangkit dan mendapat anaknya sedang tersenyum melihat Umma dan Appanya datang.

“Jisun-ie kau belum makan?” Tanya Sehun. Jisun menggeleng dengans senyumannya.

“Jisun menunggu umma dan appa, hehe” Kata Jisun dan Yoonju langsung tersenyum lima jari.

Mereka sekeluarga langsung duduk, dan menikmati makanan buatan Yoonju dengan tenang.

 

Yoonju duduk disofa ruang depan, dan menonton tv dengan pandangan bosan. Anaknya sudah tidur, pastinya. Ini sudah pukul Sembilan malam. Yoonju merasa sepi, dia menunggu Sehun. Tidak biasanya Sehun akan pulang malam. Yoonju mengambil smartphonenya dan mengirimkan suaminya pesan.

Sehun-ah. Kau dimana? Apakah kau lembur? Ini sudah jam 9.

Setelah itu menekan tombol send. Pukul menunjukkan pukul sebelas, dan sekarang mata Yoonju sudah meraung-raung minta tidur. Berjalan, berjalan, dan berjalan, sekarang waktu sudah menunjukkan jam setengah dua. Sehun belum membalas pesannya. Dan tidak lama Yoonju benar-benar tertidur diruang depan.

Setelah Yoonju terlelap tidak lama list pesan masuk tampil diponselnya.

Jangan menungguku, aku lembur hari ini. Banyak yang harus aku lakukan. Maaf baru membalas Yoonju-ah.

From. Sehun.

 

Matahari kembali muncul. Yoonju bangun masih dengan mata yang sangat sipit. Hari ini hari minggu, dan dia sangat yakin anaknya belum bangun. Yoonju akan membiarkan anaknya untuk istirahat hari ini.

Baru Yoonju membuka matanya, pikirannya melayang ke Sehun. Namja itu sudah pulang atau belum?

Yoonju langsung berdiri dan menuju kekamarnya, tidak ada Sehun disana. Dan dia kembali menuju ruang depan, mengambil ponselnya dan mendapatkan pesan dari Sehun. Pesan masuk pada pukul 02.12.

Yoonju mengetik nama ‘OSH’ dan tidak lama dia sudah menempelkan ponselnya pada telinganya. Dan setelah itu dia bisa mendengar suara Sehun yang masih terdengar seperti suara orang bangun tidur.

“Sehun-ah…” Kata Yoonju lembut.

“Ahh, Yoonju-ah. Aku tidak bisa pulang kerumah, aku terlalu sibuk. Maafkan aku…” Terdengar suara Sehun yang masih terdengar sangat mengantuk. Yoonju tersenyum lembut, dia mengerti pekerjaan suaminya.

“Tidak perlu meminta maaf. Aku mengerti, baiklah kalau begitu perlukah aku mengantarkan makanan untukmu?” Tanya Yoonju, biasanya Sehun akan pulang untuk makan siang, tapi dia yakin kali ini Sehun tidak akan ada waktu.

“Eoh, dan kalau mau mengantar jangan lupa membawa Jisun. Aku merindukannya, maafkan aku Chagiyaa…” Katanya diseberang sana.

“Aku akan membawa Jisun. Dan sekali lagi, kau tidak perlu meminta maaf Oh Sehun…” Kata Yoonju.

“Kau yang terbaik! Aku akan menunggumu nanti siang, Saranghaee” Kata Sehun dengan senyuman diseberang sana. Yoonju pun ikut tersenyum.

Nado sarangahae Sehun-ah!” Kata Yoonju, dan Sehun diseberang sana semakin tersenyum. Yoonju pun juga tersenyum, dan setelah itu terdengar nada sambungan yang terputus.

 

Siang harinya, setelah siap memasukkan kotak makanan kedalam tas kecil. Yoonju masuk kekamar anaknya dan mendapatkan Jisun yang dengan sulitnya memakai kaus kakinya. Yoonju tersenyum geli melihat anaknya.

“Jisun-ah, pertama kau harus memasukkan satu-satu biar gampang” Kata Yoonju manis. Setelah itu dia mengajak Jisun untuk keluar dari kamarnya, lalu mengambil tas makanan dimeja makan dan memakaikan Jisun sepatu.

“Sudah siap?” Tanya Yoonju. Jisun mengangguk manis. Setelah itu ibu dan anak itu, berjalan keluar dari apartement mereka. Yoonju memegang tangan kecil Jisun ketika mereka hendak menyeberang jalan.

Mencari taksi yang mengantarkan mereka ke kantor Sehun. Setelah dapat, mereka berdua menaikinya dan menuju kantor Sehun. Mereka berdua sampai, Jisun memutar kepalanya, dia sama sekali belum pernah pergi kekantor appanya.

“Umma apakah ini kantol appa?” Tanya Jisun. Yoonju mengangguk, dan mereka berdua berjalan masuk kedalam kantor Sehun. Bangunan besar, yang setengah dari bangunan itu dilapisi kaca, jadi tampak sangat minimalis dan cantik.

Yoonju dan Jisun masuk dan langsung disapa dengan tatapan iri dari beberapa karyawan perempuan dikantor ini. Yoonju sedikit risih, setiap dia berjalan pasti ada ayng berbisik. Bisa dia dengar ada yang berbisik tentang dia dan anaknya.

Baru mereka ingin berbelok menuju lift. Tiba-tiba Sehun muncul dibalik pintu lift. Sehun yang sedang sibuk dengan ponsenya sama sekali tidak tahu kalau ada anak dan istrinya didepan.

“Appaa!” Teriak Jisun dengan kencang membuat Sehun menegakkan wajahnya, Ketika mendapatkan anak dan istrinya didepan dia langsung tersenyum terang. Para karyawan yang menatapnya dari kaca tembus pandang yang membatas ruang kerja mereka dengan ruangan lain hanya menatap moment ketika direktur mereka tersenyum. Wow, bahkan ini pertama kalinya mereka melihatnya.

Sehun berdiri berhenti berjalan, ketika melihat anaknya berlari pelan dan memeluk appanya yang sudah berjongkok didepannya. Yoonju sang istri tersenyum melihat mereka berdua. Sehun mengacak rambut anaknya dan mengecup pipi Jisun singkat.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Yoonju. Wanita itu memakai dress berwarna biru muda, dan jeans ketat menempel dikakinya, serta high heel 3cm. Cantik, itu yang dapat mendiskripsikan Yoonju.

“Aku? Baru saja ingin melihat kalian sudah datang atau belum. Eh ternyata Nyonya Oh dan anaknya sudah datang.” Kata Sehun, sambil mengendong anaknya.

Mereka berdua kembali berbalik dan menuju ruangan Sehun. Jisun baru masuk langsung menggembungkan pipinya dan berteriak kencang.

“Wuahh! Ruangan Appa seperti rumah!” Kata Jisun, Sehun tersenyum. Anaknya terlalu menggemaskan. Yoonju menatap ruangan Sehun dengan takjub. Sudah lama dia tidak kekantor suaminya semenjak Sehun lebih memilih makan dirumah.

Yoonju menaruh tas makanannya diatas meja bundar berwarna putih yang dilingkari dengan sofa putih. Setelah itu dia duduk, Sehun yang menggendong Jisun pun juga ikut duduk.

“Ruanganmu kapan berubah menjadi seperti ini?” Tanya Yoonju. Sehun tersenyum dan membalas perkataan Yoonju.

“Baru tau ya? Kasian!” Timpal Sehun, entahlah dia menjadi rindu dengan masa-masa lalunya dengan Yoonju.

“Cihh” Kata Yoonju pelan. Setelah itu dia menggapai tas makanannya dan mengeluarkan kotak makanannya. Sehun membiarkan Jisun turun dari gendongannya.

“Apakah ini milik Jisun?” Tanya Sehun mendapatkan kotak makan biru, dengan isi makanannya yang sama.

“Eoh, Jisun ingin cepat-cepat bertemu dengan, karena itu dia mau makan bersamamu” Kata Yoonju sambil menatap Jisun yang tengah berlarian, dan menatap semua benda diruangan Sehun.

“Appa! Apakah pintu ini menuju keluangan lain?” Tanya Jisun.

“Tidak honey, itu kamar” Jawab Sehun.

“Benalkan? Apakah Jisun boleh masuk?” Tanya Jisun. Sambil tetap duduk Sehun mengangguk. Jisun yang masih terlalu kecil, menatap ibunya seraya memohon bantuan. Sambil membawa kotak makan Jisun, Yoonju membukakan pintu kamar itu. Dan tampaklah sebuah ruangan serba putih, dengan tempat tidur kingsize ditengahnya. Yoonju pun membulatkan matanya setelah itu menatap Sehun yang tersenyum padanya.

“Oh Sehun?”

“Tadi malam aku tidur disitu” Kata Sehun setelah itu memasukkan sesuap makanan kemulutnya. Jisun sudah masuk kekamar Sehun dengan sangat antusias, dan duduk diujung tempat tidurnya.

“Jisun-ah, ayo keluar. Biar kau bisa makan” Kata Yoonju mengangkat lengan Jisun pelan. Tapi anak itu tetap tidak bergerak.

“Jisun mau makan disini, boleh kan appa?” Tanya Jisun, dan terdengar Sehun meneriakkan ‘Tentu’ dari luar. Yoonju duduk disamping Jisun dan mengarahkan sendok kemulut kecil Jisun. Sambil menampung tangannya diabwah mulut Jisun, Yoonju mengarahkan sendoknya kearah mulut Jisun.

 

Selesai makan Yoonju keluar dari kamar diruangan Sehun, dan menuju ketempat Sehun. Sehun sudah siap makan. Yoonju kembali membersihkan kotak makan dimeja. Selesai sudah, sekarang waktunya Yoonju pulang.

“Jisun-ah! Honey! Ayo kita pulang.” Kata Yoonju lalu kembali menuju kekamar Sehun. Dia terkejut ketika mendapatkan anak sudah tertidur pulas, dengan mulutnya yang terbuka. Yoonju tersenyum ketika melihat cara tidur Jisun, sangat mirip dengan Sehun.

Yoonju kembali ketempat Sehun.

“Mana Jisun?” Tanya Sehun.

“Dia tertidur, apa yang harus aku lakukan? Menggendongnya?” Tanya Yoonju.

“Biarkan dia tidur. Aku rasa di capai setelah bermain-main.” Kata Sehun. Yoonju hanya menarik nafasnya, dan duduk didepan Sehun. “Yoonju-ah…” Panggil Sehun.

“Hmm?” Tanya Yoonju.

“Apakah aku boleh pergi ke-Jepang?”Tanya Sehun. Yoonju mengerutkan alisnya, seolah bertanya kenapa. “Perusahaan turun drastis. Aku harus melakukan sesuatu disana. Bagaimana? Aku yang pergi sendiri atau kita satu keluarga pindah?” Lanjut Sehun.

Yoonju tertegun, ouh, dia sudah capai harus ditinggalkan Sehun. Sehun sudah ppergi wamil dan meninggalkan dia sendiri, dan sekarang namja ini akan segera pergi.

“Apakah memang harus pergi?” Tanya Yoonju. Sehun mengangguk.

“Aku harus pergi, kalau tidak, cepat atau lambat bisa saja kita akan bangkrut” Kata Sehun. Yoonju menarik nafasnya pelan. Dia harus apa?

“A-aku tidak tahu. Bagaimana bisa? Berapa lama?” Tanya Yoonju lagi.

“Sekitar dua bulan, ataupun kalau tidak behasil satu tahun” Kata Sehun. Jujur Sehun cukup menyesal, dia sama sekali tidak ingin meninggalkan istri beserta anaknya.

 

Jisun melambaikan tangannya kepada Appanya yang juga membalasnya. Jisun dan Yoonju sudah berada diluar kantor Sehun. Jisun dan Yoonju memasuki sebuah taksi dan Jisun tetap melambaikan tangannya kepada Appanya. Yoonju menatap sendu anaknya, lihatlah dia tidak berani meliha Jisun yang akan tinggal dikorea hanya dengannya sementara Sehun pergi ke Jepang.

Initinya, seorang Oh Yoonju, telah memberikan Sehun izin.

 

Dua bulan berlalu. Sehun sampai sekarang sama sekali belum pulang kenegara aslinya. Ya, Yoonju hanya tinggal bersama Jisun. Pukul menunjukkan pukul 10 pagi. Dia hanya mengetuk-ngetuk pulpennya dan menatap gerimis yang turun.

Aku merindukanmu, Oh Sehun. Pikiran Yoonju kembali melayang ketika Sehun pernah meninggalkannya, Tujuh tahun yang lalu, ketika dia pergi ke-Jeju. Anjingnyalah yang menemaninya, sekarang semuanya berganti, ada anaknya yang manis yang selalu menemaninya.

Berhubungan lewat telepon. Itu yang mereka lakukan, sampai sekarang Sehun belum diperbolehkan untuk pulang. Yoonju tau, Sehun tentunya harus mementingkan pekerjaannya juga, bagaimanapun untuk masa depan keluarga mereka.

Yoonju berdiri lalu menuju kelemarinya untuk berganti baju. Dia akan menjemput Jisun. Semenjak Sehun ke Jepang, Yoonjulah yang aktif menjemput Jisun, kemanapun namja kecil itu pergi.

Jisun pulang pukul 11, tetapi jam 10.30 dia sudah harus disana, dia tidak mau hal yang tidak diinginkan menimpa anaknya satusatunya. Yoonju turun dari apartementnya, setelah itu menuju kehalte bus.

Setelah 7 menit dia sudah bisa melihat sekolah playgroup anaknya. Tapi setelah turun dari bus itu dia meliha segerombongan orang sedang berkumpul, Yoonju menaikkan alisnya penasaran. Yoonju menuju tempat itu, semua orang sedang berbisik-bisik, entahlah Yoonju berjalan pelan menelusupkan tubuhnya diantara orangtua lainnya. Setelah itu dapat dia lihat, seorang anak dengan kemeja biru tua kotak-kotak, beserta darah yang mengalir begitu saja dari kepalanya.

DEG. Yoonju menggigit jarinya, berjalan mendekat. Semua orang menatapnya dengan aneh. Kemeja ini…. Jisun…. Jisunn. Perlahan airmata Yeoja itu melelh dari tempatnya, Wajah anak lelaki yang tadi tergelak kekanan Yoonju pegang dan benar. Benar. Benar. Jisun………..

“Ji-jisun-ah…….. Jisun-ah.” Kata Yoonju pelan samba menguncang tubuh anaknya pelan. Dia tidak percaya ini, ini bukan.. ini bukan yang dia inginkan. “Nak…. Bangun, ireonayeo…” Airmata di wajahnya semakin banyak.

Tidak lama seorang petugas rumah sakit masuk kedalam kerumunan itu lalu tertegun melihat Yoonju yang berada dihadapannya. Tidak ada yang berani menyuruh Yoonju untuk menjauhkannya dari anaknya. Sampai seornag wanita yang terlihat seumuran dengan Yoonju, menarik bahu Yoonju pelan. Walaupun Gadis itu sempat menolak akahirnya Yoonju membiarkan anaknya diangkat dan dibawa kedalam ambulance. Cepat-cepat Yoonju ikut menaiki ambulance itu.

Didalam Yoonju berusaha menenangkan dirinya, berusaha untuk tidak sama sekali berteriak ataupun histeris. Jujur saja dia ingin sekali menampar orang yang sudah menabrak anaknya. Tapia pa yang bisa dia lakukan, dia hanya bisa mengeluarkan air matanya tanpa suara sekarang. Menatap seorang petugas yang membersihkan darah dikepala anaknya.

 

“Bagaimana dokter?” Tanya Yoonju. Dia duduk didepan dokter cantik muda, yang tersenyum padanya.

“Anak anda sedikit mengalami luka dalam dikepalanya. Tenang saja, dia tidak apa-apa. Kami akan melakukan operasi besok, setelah semua luka dibadannya pulih” Kata Dokter itu dengan tenang, sengaja agar membuat Yoonju tidak terlalu stress.

“Be-benarkah?”

“Hmm, anak anda baik-baik saja. Sekarang anda sudah bisa melihatnya” Kata Dokter muda itu.

Yoonju keluar dari ruangan Dokter Jung, dan menuju kekamar rawat inap anaknya. Dilihatnya beberapa suster keluar dari kamar anaknya sambil tersenyum. Yoonju masuk kedalam dan mendapatkan anaknya yang sedang berbaring, dengan kepalanya yang dibalut, serta infuse dan oksigen tertempel dibadannya. Sakit. Itu yang Yoonju pikirkan.

Yatuhan, apakah aku bukan ibu yang baik?

Yoonju sudah datang cepat, bukankah Jisun pulang pukul 11. Kenapa setengah 11 dia sudah diluar gerbang sekolahnya. Yoonju duduk disamping tempat tidur anaknya. Menggenggam tangan malaikat kecilnya. Dia bingung. Apa yang harus dia lakukan? Menghubungi Sehun? Sehun juga masih berada dimasa-masa sulit. Perusahaannya sedang turun drastic, kalau Yoonju mengatakannya, dia takut Sehun akan stress pada akhirnya.

Tenang Yoonju-ah, tenang…

 

Hari-hari berlalu. Dia selalu menemani Jisun, orangtua dia berada diluar negeri tidak bisa membantunya menjaga Jisun, begitupun mertuanya. Yoonju membawa baskom kecil yang berisi air, mengambil handuk kecil dan memasukkannya kedalam air, setelah itu membasuh wajah anaknya yang masih tertidur setelah kemarin melakukan operasi untuk kedua kalinya. Jisun sama sekali belum pernah bangun.

Yoonju berusaha tetap tenang, dia harus tenang. Tapi ada sesuatu yang sangat susah untuk dia lakukan. Kemarin-kemarin—dan kemarin, dia berbohong kepada Sehun. Sehun selalu menanyakan Jisun, dan dia selalu berbohong kepada Sehun. Di-dia merasa bersalah.

Sementara Sehun dinegara sebelah merasa sesuatu tidak beres dengan istrinya, dan setelah itu besok dia akan pulang. Dia akan mengecek semuanya. Dan kabar baiknya Appanya ataupun atasannya memberikan izin.

Sehun melangkahkan kakinya kedalam kamarnya, sesampainya dia segera meraih ponselnya dan membuka ponselnya. Tampilah wallpapaer ponselnya yang terdapat foto, dia, anaknya, dan juga istrinya yang sangat dia cintai. Aku merindukan kalian, sangat merindukan kalian.

 

Sehun melangkahkan kakinya di bandara Incheon. Betapa dia sangat merindukan tempat ini. Dengan celana jeans, kemeja kotak-kotak, serta kacamta hitamnya, mungkin orang asing akan mengira kalau dia seorang seleb. Sehun duduk disalah satu sofa, dia menunggu sesuatu tapi tidak lama seoorang lelaki duduk disampingnya.

“Sehun-ah!” kata Lelaki yang duduk disamping Sehun. Sehun yang tadinya sibuk dengan ponselnya menatap kesebelah kirinya, betapa terkejutnya dia.

“Hyung…” Kata Sehun. Disampingnya terduduk Baekhyun yang tidak lain temannya, dengan cepat Sehun tersenyum lembut.

“Lama tidak jumpa maknae, kau makin tampan ternyata, ahahha” Kata Baekhyun tetap dengan suara cemprengnya.

“Hyungg, jangan memanggilku maknae disini. Tapi pujianmu, Thankyou” Kata Sehun. Dan terciptalah perbincangan dianatara dua teman ini, tapi semuanya terhenti ketika Baekhyun dipanggil seseorang perempuan.

“Byun Baekhyun!” Teriaknya. Baekhyun yang sedang bercerita langsung berhenti, lalu berdiri walaupun dia sempat mendengus kesal.

“Oh Sehun, aku akan menceritakannya lain kali. Yeojaku sudah datang, hihihi annyeong..” Sehun sempat tertawa geli ketika Baekhyun memanggil istrinya yeojaku. Baru setengah jalan Baekhyun kembali membalikkan badannya.

“Ohya! Sehun-ah! Anakmu, semoga cepat sembuh yaa!” Teriak Baekhyun sebelum dia hilang dikerumunan orang. Tunggu dulu, sembuh? Anak? Jisun?. Sehun sulit mencerna perkataan Baekhyun, dan pada akhirnya dia mengabaikan pikiran-pikiran buruknya dan langsung melangkah pulang.

 

Yoonju terduduk lemas. Setelah beberapa menit yang lalu Namyeong pergi, sekarang dia kembali sendiri. Jisun sama sekali belum bangun. Dia selalu khawatir tapi dokter selalu mengatakan kalau anaknya baik-baik saja, itu cukup membuatnya lega.

Yoonju sedang memainkan jemari kecil anaknya tapi semuanya langsung berhenti. Brakk. Suara bantingan pintu dapat dia dengar. Yoonju mengerutkan dahinya, setelah itu dia berbalik. Menatap seorang lelaki tinggi yang sedang menatapnay dengan tajam dan penuh emosi.

“Sehun..”

 

Brakk. Suara bantingan pintu kembali terdengar. Sehun menarik Yoonju dan menghempaskan Yoonju kesofa diapartement mereka. Yoonju menatap Sehun dengan takut, dia takut sekarang, wajah itu, wajah Sehun yang dingin dan mematikan kembali menatapnya penuh emosi.

“Se-sehun—“

“Kenapa tidak mengatakan kalau Jisun masuk rumah sakit?!” Kata Sehun penuh emosi. Jadi ini, sudah Yoonju tebak. Sehun sama sekali tidak suka Yoonju berbohong, dan menutupi segalanya.

Yoonju POV

Menangis itu yang sekarang ingin aku lakukan. Sehun, apakah dia semarah ini padaku?

“Oh Sehun. Kau sedang berkerja keras disana, untuk menangani perusahaannmu yang drop. Aku tidak mau kau akan stress.” Kataku, sakit rasanya seorang Oh Sehun menatapku dengan seperti itu.

“Tapi aku ayahnya! Dia anakku! Bukan anakmu seorang Nam Yoonju” Chess. Dan sekarang seorang Oh Sehun tidak memanggilku dengan marganya, tetapi margaku. Sehun mulai membalikkan badannya, tapi apa yang aku bisa setelah berusaha menarik lengannya, dia malah kembali menolak.

“Maafkan aku!” Kataku pada akhirnya. Dia tidak sama sekali.

“Maafkan aku!!” Teriakku untuk kedua kalinya. Tetap dia tidak berbalik, lurus pada jalannya keluar dari kamar apartement.

“Maafkan aku, aku mohon…” jangan pergi. Air mata itu kembali turun. Membasahi pipiku, dan membuat mataku memerah.

Yatuhan, apakah aku benar-benar seorang istri yang buruk?

 

Author POV

Cklek. Yoonju masuk kekamar rawat Jisun, dan mendapatkan Sehun yang sedang tertidur disitu. Yoonju yakin pasti namja itu sangat capai. Yoonju mendekatkan langkahnya kearah Sehun yang menutup matanya.

“Aku merindukanmu. Sangat… maafkan aku” Kata Yoonju sebelum pada akhirnya dimengecup singkat pipi Sehun. Setelah itu Yoonju kembali menuju kesofa disamping tempat tidur Jisun, merenggangkan semua tubuhnya yang rasanya sangat kaku, menidurkan badannya disofa itu, dan terlelap.

Setelah merasakan semuanya sudah tenang, dan mendengar nafas Yoonju teratur. Sehun membuka matanya, jujur dia samasekali tidak tidur. Dia mendengar yang Yoonju katakan, dia mendengarnya. Dengan pelan, Sehun memutar kepalanya dan mendapatkan istrinya sedang tertidur dengan tenang.

My Queen. My Love. My Life. My other soul. My Everything. Sehun tersenyum pelan, tapi tetap dia masih marah, sangat marah ketika mengetahui Yoonju menyembunyikan semua yang sudah terjadi darinya. Suami apa yang tidak marah kalau istrinya melakukan itu?

 

Pagi-pagi, Yoonju bangun dan mendengar suara air yang terdengar dari kamar mandi. Pasti Sehun, tebaknya. Ia bangun dari tidurnya, dengan pakaian yang masih sama seperti kemarin, dia duduk disamping tempat tidur anaknya. Memeriksa keadaan anaknya.

“Bangunlah, Umma akan membelikanmu mainan astronot” Kata Yoonju sambil mengelus rambut anaknya. Tidak lama pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Sehun dengan kemeja merah serta celana training. Aku merindukanmu. Mereka berdua sempat menemukan eyecontact, hanya 3 detik.

Yoonju berdiri dan menuju ketempat sofa, dimana tadinya dia tidur disitu melipat selimutnya.

“Kau mau aku belikan apa?” Tanya Yoonju yang tertuju pada Sehun.

“Sehun-ah…” Masih tidak ada jawaban.

“Kau tidak mau? Baiklah…”

“……” Kembali tidak ada jawaban. Yoonju menarik nafasnya berat, dia merasa kalau sekarang dia benar-benar mennjadi perempuan terbodoh.

Tanpa suara Sehun keluar dari kamar inap Jisun. Yoonju menatapnya dengan kosong, Sehun benar-benar marah. Itu yang dia pikirkan. Yoonju seperti biasa akan membersihkan Jisun, hanya mengelap badannya saja, setelah itu akan menjaga Jisun.

 

Sehun masuk sambil membawa satu kantong putih yang berisi fried chicken. Sehun menaruh kantong itu dimeja diujung dekat pintu kamar mandi, dan menatap istrinya dan juga anaknya yang sama-sama tertidur. Sehun tersenyum pelan, da sengaja membelikan makanan yang sangat disukai Yoonju, karena Sehun tahu perempuan itu pasti belum makan.

Beberapa menit Sehun duduk disofa, sambil menunggu Yoonju bangun. Tapi sudah beberapa menit Yoonju sama sekali belum bangun. Ada yang aneh. Pikir Sehun. Sehun bangit dari duduk dan berdiri disamping Yoonju.

“Yoonju-ah, ireonayeo…” Kata Sehun. Tidak ada jawaban. Sehun menyingkirkan rambut wanita itu dan tampak mata Yoonju yang tidak kunjung bangun. Sehun menatap wajah wanita itu yang sangat pucat.

“Yoonju-ah….” Sehun mengarahkan tangannya kedahi Yoonju dan benar dugaannya. Wanita didepannya ini pingsan, dan seluruh badannya panas.

 

“Eungh…” Yoonju menggeliat pelan. Dia merasakan ada sesuatu yang membuatnya tidak tenang. Sambil mengerjap-erjapkan matanya, dia bisa menatap lampu didepan dengan silau.

“Kau bangun?” Bisa dia lihat Namyeong berada disampingnya. Yoonju tersenyum tipis setelah itu kembali menutup matanya sebentar.

“Bagaimna bisa anakmu sakit, kau juga sakit! Dasar!” Celetuk Namyeong. Dia tidak suka melihat sahabatnya sakit.

“Maafkan aku…” Kata Yoonju pelan.

“Kau harus menjaga kesehatanmu juga, kalau kau sakit kau tidak akan bisa menjaga anakmu. Bagaimana sihh” Kata Namyeong. Yoonju membuka matanya lebar. Anak?!

Yoonju tiba-tiba langsung membuka selimutnya dan berdiri didepan Namyeong.

“yak! Nyonya Oh, apa yang kau lakukan hah?” Tanya Namyeong.

“Aku harus menjaga anakku” Kata Yoonju dengan panik. Namyeong menarik nafas panjang.

“Ada suamimu, kau istirahatlah..”

“Tidak!”

“Nam Yoonju…”

“Tidak, jangan, aku harus menjaga anakku.”

“Baiklah. Terserah kau saja, jaga dirimu baik-baik….” Kata Namyeong.

 

Yoonju berjalan sambil menyeret tiang infusnya. Dia melilhat beberapa dokter dan suster keluar dari kamar anaknya. Yoonju bingung dan penasaran. Dia semakin mempercepat langkahnya dan menemukan Jisun yang sudah membuka matanya.

Yoonju terdiam didepan pintu, ingin menangis rasanya melihat malaikat kecilnya sudah bangun. Jisun sekarang menatapnya dengan senyuman, Sehun yang menghadap Jisun mengkuti arah pandang Jisun dan mendapatkan Yoonju berada didepan pintu.

Yoonju berjalan mendekati anaknya dan langsung mengusap pelan rambut Jisun.

“Kau bangun?” Kata Yoonju. Dan dibalas dengan senyuman Jisun. Oh, betapa bahagianya dia. Sehun menatap Yoonju dengan tatapan merasa bersalah, tapi dia masih kesal.

“Eoh. Umma aku bangun. Hihihi” Kata Jisun, masih ada nada lemas dari ucapannya tapi tampak sekali Jisun ingin segera mengehilangkannya.

“Umma. Kenapa umma memakai jalum yang sama sepelti Jisun?” Tanya Jisun menunjuk infus yang menempel ditangan Yoonju. Yoonju tersenyum pelan, dan mengusap rambut Jisun.

“Aniya, Umma tidak apa-apa.” Kata Yoonju.

 

Setelah beberapa hari Jisun bangun semua terasa menyenangkan. Sehun meminta izin untuk menjaga anaknya, jadi dia diberikan libur. Jisun yang setiap hari menatap gerak-gerik umma dan appanya merasa ada yang tidak beres.

Contohnya, biasanya kalau Umma bertanya pasti apa menjawab. Tapi sekrang tidak. Lalu, kalau dulu Umma dan Appa akan selalu berbicara, tapi sekarang tidak. Semuanya berubah. Dan pagi ini Jisun melihat Appanya begitu saja melepas genggaman tangan Umma.

“Umma! Appa!” Kata Jisun. Keduanya yang sedang diam langsung menatap kesumber suaranya.

“Waeyo Jisun-ah?” Tanya Sehun. Jisun memainkan tangannya seray menyuruh orangtuanya untuk datang ketempatnya. Yoonju dan Sehun datang ke tempat tidur Jisun dan mendapatkan anaknya sedang menatap mereka secara bolak-balik.

“Apakah Jisun pboleh beltanya?” Sehun dan Yoonju mengenggukkan wajah mereka.

“Kenapa umma dan appa sepelti sedang malahan (marahan)” Pertanyaan Jisun membuat keduanya skatmat. Dua-duanya bingung harus menjawab apa, bagaimana bisa anak mereka menanyakan hal itu.

Tiba-tiba Yoonju yang berada dikanan, merubah tempatnya dan berdiri disamping Sehun sambil menelusupkan tangannya dilengan Sehun dan memegangnya. Sehun sedikit membelakkan matanya. Yeoja ini, apa yang dia lakukan?

“Umma dan Appa tidak marahan kok. Yakan Sehun-ah?” Tanya Yoonju dengan senyuman yang cerah. Walaupun senyum paksaan, akhirnya Sehun ikut tersenyum.

“Ne. Umma dan Appa tidak marahan, jangan berpikiran yang tidak enak honey” Kata Sehun.

“Kalau begitu! Sekalang Appa cium Umma!” Kata Jisun.

“Mwoyaaa? Ci-cium?” Kata Keduanya. “Jisun-ah, darimana kamu belajar yang seperti itu?” Teriak Yoonju terkejut. Ohmo, anaknya.

“Kan cium dipipi. Biasanya kan Umma dan Appa melakukannya. Emang cium bisa dimana saja?” Tanya Jisun dengan polosnya. Sementara kedua orangtuanya malah menahan rasa malu. Oh bagaimana bisa anak ini sangat polos. Saat Yoonju sedang menahan rasa malunya tiba-tiba Sehun langsung mengecup pipi Yoonju sekilas. Yoonju menatap Sehun dengan wajah membelak.

“Nah. Bagaimana?” Tanya Sehun. Dan dibalas senyuman menggemaskan dari Jisun.

“Ihihihi, Umma dan Appa tidak akan pisah kan?” Perkataan Jisun membuat Yoonju dan Sehun kembali terkejut—again. “Jisun takut. Jisun pelnah belmimpi—i”

“Sssstt… Umma dan Appa tidak akan pisah” Ucap Yoonju cepat. Dia tidak tahu, bagaimana bisa anaknya benar-benar menghawatirkan mereka.

 

Jisun sudah diperbolehkan pulang. Mereka sekeluarga sampai diApartemen pukul 9 karena mengunjungi nenek mereka. Pulang-pulang Sehun yang menggendong Jisun yang sudah tertidur langsung menaruhnya ditempat tidurnya.

Dengan pelan Sehun menutup pintu Jisun. Setelah keluar Sehun mendapatkan istrinya yang tengah membereskan beberapa barang. Botol susu Jisun, piringnya, bahkan sendoknya.

Selesai membereskan semuanya Yoonju menuju kekamarnya dan mendapatkan Sehun yang baru saja keluar dari kamar mandi. Mereka berdua masih sama-sama kaku, Dengan cepat Yoonju mengambil handuk serta pakaiannya dan masuk kekamar mandi.

Sehun yang sudah siap duduk diatas tempat tidurnya, lalu mengamil iPadnya memeriksa semua dokumen yang dikirim dari asistennya. Perusahaannya sudah kembali normal, da nitu adalah kabar yang sangat baik. Tidak lama terdengar pintu kamar mandi terbuka, dan tampaklah Yoonju dengan piyama bunga-bunganya. Cepat-cepat dia langsung menuju tempat tidurnya—dimana sehun sedang duduk dan sibuk memeriksa dokumennya.

Sampai ditempat tidur, tidak ada yang memulai pembicaraan. Yoonju cepat-cepat langsung menidurkan dirinya dan menutup seluruh badannya dengan selimut. Chek. Terdengar suara iPad yang dimatikan. Dan cahaya dari iPad itu tadi sudah menghilang. Yoonju yang sama sekali belum tidur gugup ketika Sehun mulai menidurkan dirinya.

Yoonju baru mau menutup matanya, tiba-tiba dia merasakan tangan hangat melingkar dipinggangnya. Yoonju tertegun, tangan siapa lagi ini kalau bukan seorang Oh Sehun.

“Se-sehun-ah….” Kata Yoonju lirih. Sehun semakin mengeratkan pelukannya dan menaruh wajah diatas bahu istrinya.

“Maafkan aku…” kata Sehun lirih.

A-aniya, seharusnya akulah yang meminta maaf…” Kata Yoonju membalasnya. Rasanya semuanya sudah terlepas, beban dihatinya sudah terlepas.

“Aku mencintaimu, saranghae…” Kata Sehun. Yoonju memejamkan matanya setelah itu dia membalas perkataan Sehun.

Nado, Nado saranghaeyo… hmm” Kata Yoonju.

END

JangggJengggJungg, bagaimana? Haha ni sequel gimana? Bagus atau enggak. Ahh, entahlah sangkin fall in lovenya sama my first ff ini. Jadinya author membuat sebuah ssequel. Maaf untuk typo, gaje dan lain-lain ;_; Heheh, jangan lupa komen yaa, saran sangat ditunggu^^

Annyeong see you in the next fanfiction^^

 

 

 

 

103 tanggapan untuk “My Lovely Family”

  1. Suka bangeeet. Cuma endingnya terlalu singkat dijelaskannyaaa. Jd biar gak udah lama2 berantem eh gitu doang hihihihi mnrt aku sih😂 tp overall nice! Keep writing ^^

  2. Aigoo… aigoo… Sehun-Yoonju sosweet binggow 🙂 jadi nge fly2 sendiri bacanya! Hihi 😀 di tunggu ff2 yg lain’a ya thor! KEEP WRITING!!! 😉

  3. Aigoooo,,,,so sweet bgttt,,,, cieeee akhirnya ,ereka udh g berantem,,. Dan ini jg berkat jisun,,, hihiii,,,
    Kyaaaaaa kerennn authorrr,,, wlpn chapternya cm sedikit,,, tp ceritanya bnr” menarikkk,,, dan g mengada”…

  4. wahh sumpah ff’ny daebak..!! daebak banget..!!! benerann..!!!
    oh family yg kerenn… *love sehun yoon ju 🙂 *
    happy ending, author daebak..!! 🙂 🙂

  5. Whoaa! Aku suka ^^ kak aku boleh review sebentar? Ini menurutku dari ff sebelumnya sampai sequel ini sih. Masih banyak typo typo-nya hihi. Terus juga kan diawal cerita dijelasin yoonju punya eonni sama oppa, trs ternyata eonninya sakit asma kan? Nah itu eonninya meninggal apa gimana? Kok dobgjun bilang “adik satu satunya”? Tapi entahlah kalo ternyata dobgjun itu anak kedua hehe. Terus lagi, kan ceritanya si sehun bikin grup exo gitu kan? Nah kan pernah bilang ‘belum debut’ kan? Lalu apa kabar mereka? Terus juga kan oppanya yoojun (dongjun) bilang kalau orangtuanya sdh meninggal saat perjalanan ke US kan? Kok disequel bilangnya sibuk kerja ya? Em… terus juga itu.. yg nabrak jisun itu kenapa engga dicari? /oke ini ga penting bagian yg nabrak/ dan lagi.. si hyerin gimana nasibnya? Dia ga minta maaf ke yoojun? Lalu ini sih yg paling bikin greget, tau tau 7 years later aja hehe. Pengen deh dibikin kaya previousnya tapi next sequel (?) gitu, cerita pas yoojun-sehun romantis romantisan trs yoojun hamil dan melahirkan jisun hehehehe. Okay sekian ya kakak author review-an saya ^^ maaf kalau ada kata2 yg kurang enak atau apa, intinya aku sukaa!!aju terus, kak! 😀 reply yaaa ❤

    1. Wkwkwk teliti amat dirimu. Haha kalo soal Hyerin, Dan member EXO author cutikan duku mereka ya. Kalo eonninya yang sakit asma itu udah sembuh kok, tenang aja asma gterlalu buruk right?. Kalo tentang orgtua yang sibuk, maksud author orangtua sehun yangudah dianggep orangtua kandung sama Yoonju. Hrhe. Tentang penabrak Jisun itu gausa diurus deh ya. Intinya authot lagi mau fokus kekeluarga kecil ini, dan kenapa langsung 7 years later, author paling kurang bisa bikin ff romantis/huhu/ mian yeah mian. Yap. Benar sekali dongjun anak kedua, emg di sarang engga aju sebutin ya? Aku lupa maaf yeayy. Soal Typo, aku juga masih belajar kok ;D makasi ya komennya, kamu kecehh :p

  6. KYYAAAAAAAA
    Konfliknya kaya nyata, serasa emg bnr2 ngerasain apa yang YoonJu rasain thooor!
    aish! pas bagian terakhirnya, kurang begimanaaaaa gitu thor._.
    aku lebih suka yoonjunya membalikkan tubuh menghadap sehun trus tidurnya sambil pelukan bareng.-.
    tapi gapapa walopun yoonju ngebiarin sehun meluk dirinya, tpi tetep aja fell nya daaapeeeet.. ><
    iishh..thoor! kutunggu fanfic mu yang laiin dengan cast mr. yehet aka Oh Sehun atau terserah lah apapun itu yg penting member EXO! OKEEH!
    FIGHTHIN THOOR!
    DAEBAAKK^^

  7. Buaguuuus!!! Saya suka saya suka!!! Aku juga mau dipeluk sehun kyk gtu >\\\\< keren deh thor! Cpet cpet buat sequel yg lain yaaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s