You Are My Strength Chapter 4

YOU ARE MY STRENGTH

Fydiamond

You Are My Strength

Exo’s Kai, Sehun, Kris, Luhan, OC(s)’s Inji, Hanna, Eunmi, Wonha

With (special) Supporting casts :

B.A.P’s Zelo, Yongguk, BTS’s Taehyung, Beast’s Dujun, f(x)’s Krystal, Apink’s Naeun, Namjoo. And All Exo Members with their own power

Fantasy, school-life, drama, murder, romance

PG17

Chaptered / Multichapter

Please no plagiarize this one. Copy not allowed. Every crime aren’t allowed. Just read, than comment. Because comments are very very welcome. Please enjoy!

●●

Bukankah air tidak bisa bersatu dengan api? Mereka berbeda, tentu saja. Selamanya mereka tidak akan pernah akan menjadi sama. Segala pertentangan begitu sulit, apa mereka bisa bertahan? Tidak ada yang berkhianat. Tapi cinta memang menyulitkan. Hanya harus percaya pada takdir, dan ketika bulan purnama bersinar semua keadaan bertambah buruk. Karena hanya satu yang berusaha mereka hindari.

Bulan purnama.

Fydiamond present!

Happy reading~~~~

▪▪▪

Pintu kayu cokelat yang berukuran tinggi menjulang itu dibuka paksa oleh segerombol manusia serigala bertampang buas. Ruangan yang pertama kali mereka masuki sepi, bahkan terlampau sangat sepi. Gerombolan serigala itu tidak bisa menemukan siapa pun di sana. Lalu terdengar suara seperti benda jatuh dan sangat keras. Membuat gerombolan serigala terlonjak kaget, itu Kris. Tampangnya berbeda, kulitnya putih dan terlihat dingin. Seolah-olah tidak ada setetes pun darah mengalir di sana. Salah satu serigala dari gerombolan serigala itu berubah menjadi manusia, membuat Kris tersenyum licik dan menunjukkan kuku-kukunya yang panjang.

“Kris”

“Luhan, lama tidak berjumpa”

“Kau bukan Kris yang kukenal”

“Tentu saja, karena Kris yang kaukenal sudah mati. Aku bukan manusia serigala lagi, aku vampir”

“Apa… apa yang kaulakukan?”

“Apa maksudmu? Para vampir memberiku apa itu kehidupan, darah, dan aku bebas membunuh orang-orang sesuka hatiku. Kau tahu rasanya, Luhan? Rasanya menyenangkan”

“Tidak, Kris!”

Bahkan sebelum Luhan berkata-kata lagi, Kris menyerangnya dengan kukunya yang panjang dan mencabik-cabiknya. Belum puas sampai di sana, Kris menyerang serigala-serigala yang menyerangnya hanya dengan satu goresan kukunya. Membuat darah memenuhi ruangan, dan wajah Kris berubah seperti seorang psikopat yang terobsesi dengan cairan berwarna merah kental itu.

▪▪▪

Sehun menggeliat dalam tidurnya, napasnya terengah-engah dan ia terlihat gelisah. Lalu Sehun membuka kedua matanya, dan menatap langit-langit kamarnya. Ia mengembuskan napas lega.

“Hanya mimpi” gumamnya pada dirinya sendiri. Ia bangkit dari posisi tidurnya dan duduk menyandar pada sisi tempat tidurnya, ia memijat pelipisnya yang terasa sangat pening. Kenapa mimpi itu terasa begitu nyata? Ia takut, sangat takut sampai-sampai tubuhnya gemetar.

Bagaimana jika Kris benar-benar akan seperti itu?

Ia cepat-cepat menggeleng dan menjernihkan fikirannya, lalu ia menoleh dan menatap figura foto yang terletak di meja kecil di samping tempat tidur. Fotonya bersama kesepuluh teman-temannya. Ia mengamati wajah Kris yang tersenyum lebar dengan dua jari yang di angkat ke atas. Mereka semua tampak bergembira, lalu apa yang menyebabkannya merasa ketakutan? Kris tidak mungkin menghianati mereka, Kris tidak akan pernah melupakan janjinya.

Lalu Sehun kembali ke posisi tidurnya, ia berusaha memejamkan matanya. Tetapi ia tidak bisa terlelap. Perasaannya masih tidak enak, dan ia tidak bisa membohongi itu. Lantas ia melirik jam di atas meja di samping tempat tidur. Pukul 02.30, mungkinkah kawan-kawannya sudah ada yang terjaga? Ia mengirimkan pesan broadcast pada kawan-kawannya.

To : EXO

Hyong, sudah bangun?

Ia menunggu cukup lama, sampai ponselnya bergetar.

From : Luhan-ge

Aku, ada apa Sehun? Tumben kau belum tidur

To : Luhan-ge

Sejujurnya, aku habis bermimpi buruk

From : Luhan-ge

Bermimpi buruk? Coba kauceritakan padaku

To : Luhan-ge

Kau keberatan jika aku meneleponmu?

From : Luhan-ge

Tidak, telepon saja

Setelah itu, Sehun menekan tombol dial pada ponselnya dan menelepon Luhan. Tidak butuh waktu lama, Luhan mengangkat teleponnya.

“Halo, hyong

“Ya, halo Sehun. Jadi, apa yang sebenarnya kauimpikan?”

“Kris”

“Lagi?”

“Ya, ini sudah yang ketiga sejak Hari Rabu”

“Apa isinya sama?”

“Tidak, ini berbeda. Kris hyong seperti…. bukan dia”

“Aku tidak mengerti, coba ceritakan secara detail”

Lalu Sehun menceritakan semua yang dialaminya tanpa melewatkan satu pun detail kecil. Sementara di ujung telepon Luhan hanya bergumam-gumam memberi tanda bahwa ia mengerti. Sehun bertopang dagu sambil mengangguk-angguk mendengarkan instruksi Luhan. Ia tahu, Luhan adalah yang terbaik untuk diajak berkonsultasi.

“Kurasa…. sesuatu yang buruk akan terjadi, Oh Sehun”

“Jangan membuatku takut, hyung

“Bukan maksudku menakut-nakutimu atau siapapun, tapi kau kan tahu bahwa kaulah yang paling peka terhadap sesuatu bila dibandingkan dengan kami semua. Aku tidak menyalahkan instingmu yang begitu tajam, justru aku sangat bersyukur akan karunia itu. Kita bicarakan lagi hal ini nanti di sekolah, kurasa lebih baik kau tidur sekarang. Aku akan mencoba menganalisis kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, aku akan meneleponmu untuk membangunkanmu nanti. Usahakan untuk tidak terlambat”

“Aku mengerti, hyung

●●●

Wonha tersenyum tipis sambil membelai rambut Luhan yang kini tertidur di pangkuannya, ia terus memandangi wajah Luhan yang tertidur. Ia begitu damai, dan seperti tidak memiliki dosa. Lalu Wonha mengulurkan tangannya berusaha meraih botol minum yang berada tidak begitu jauh darinya, tetapi sesaat kemudian ia menggeleng. Wonha memiliki reflek yang tidak kalah bagus dengan Sehun, ia bisa mendengar apa yang tidak bisa para werewolf dengar. Kini, ia merasa tidak nyaman. Seseorang sedang memerhatikan mereka dari celah jendela kelas tiga di lantai dua. Ia membangunkan Luhan dengan ekspresi wajah yang cemas.

“Kau tidak apa-apa, Wonha?”

Satu tangannya terangkat menutupi mulutnya yang menganga, Wonha menggeleng.

“Hey, kau kenapa Wonha? Beritahu aku!”

Hening. Wonha hanya diam sambil membelalakkan matanya menatap apa yang terjadi di balik punggung Luhan. Merasa janggal, Luhan mengikuti arah pandang Wonha dan ia sama terkejutnya dengan gadis itu. Sepersekian detik kemudian Wonha menjerit tertahan, sedangkan Luhan berlari secepat kilat ke arah objek yang sedari tadi mereka perhatikan.

“Hentikan ini, Krystal!”

“Apa yang harus kuhentikan, babi?”

“Astaga… Tuhan… kau….”

“Apa yang akan kaulakukan? Kau tidak bisa apa-apa Xi Luhan! Bukankah ini hebat? Aku telah membunuh Choi Minhyuk, Ketua Dewan Sekolah” ujar Krystal dengan darah yang mengotori seragamnya, dan darah yang belepotan di sekitar wajahnya.

“Betapa beraninya kau membunuh di area sekolah. Kau pasti sudah sinting!”

“Memang, aku sinting karena temanmu”

“Kai?”

“Hah, peduli apa aku?”

Luhan memejamkan matanya kuat-kuat, sebenarnya pandangannya masih kabur dan kepalanya masih terasa berputar-putar karena ia baru saja bangun tidur. Tapi sekarang otaknya yang masih lelah dipaksa melawan Krystal. Jika ia tidak melawan Krystal sekarang, akan ada berapa banyak korban lagi? Siapa lagi selanjutnya? Jaejin? Geumhee? Tidak! Luhan tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!

“Akan kubuat kau menyesal di sini juga, Jung Krystal”

Ia melemparkan sebatang besi yang sudah berkarat yang ada di dekat tembok, besi itu hampir mengenai Krystal jika saja gadis vampir itu tidak menghindar. Lalu Luhan melemparkan apa saja secara bersamaan dan beberapa dari yang ia lemparkan mengenai tubuh Krystal hingga Krystal jatuh tersungkur. Tepat pada saat itu, Kris, Sehun, Baekhyun, dan Chen datang. Tanpa aba-aba dari Luhan, mereka berempat membereskan kekacauan ini.

Luhan terduduk di tanah sambil memegangi kepalanya yang terasa amat pening. Ia butuh daging sekarang juga.

“Luhan, kau tidak apa-apa?” tanya Wonha begitu melihat Luhan yang terlihat kesakitan.

“Astaga Luhan! Ada apa denganmu? Kau tidak apa-apa?” kali ini Kris yang bertanya.

Tidak ada jawaban, yang ada hanya teriakan Luhan. Ia benar-benar kesakitan. Luhan sendiri tidak mengerti kenapa, tetapi yang bisa ia simpulkan saat ini hanyalah efek kekuatannya.

“Aku tahu Luhan kenapa” Chen mulai bersuara.

Kris, Wonha, Sehun, dan Baekhyun menoleh ke arah Chen yang sedang berjongkok di belakang Luhan. Chen memegangi kedua bahu Luhan, dan merasakan getaran hebat.

“Luhan telah melampaui kapasitas kekuatannya, dan sekarang ia butuh asupan energi lagi”

“Jadi, Luhan butuh makan?” tanya Baekhyun.

“Tepatnya daging. Ia sangat-sangat membutuhkan daging” Chen berujar kembali.

Wonha mengangguk, “Apa saja, asalkan Luhan tidak kesakitan lagi”

Tidak butuh waktu lama, Kris, Baekhyun, Sehun, dan Chen menggotong Luhan ke ruang privat milik EXO.

“Ada apa dengan Luhan hyong?” tanya Kyungsoo ketika melihat Luhan dibopong oleh empat orang dengan Wonha yang mengekor di belakang.

Tangan Lay terulur menyentuh wajah Wonha. Lay mengusap-usap pipinya dan menatap Wonha dengan tatapan sendu, “Aku yakin tidak akan ada hal buruk yang akan menimpa Luhan, percayalah. Aku akan menyembuhkannya sebisaku”

“Terimakasih Yixing, kau memang sahabat terbaikku” ujar Wonha seraya memeluk Lay.

Ya, ketika Wonha sedang ada masalah ia memiliki dua obat penenang. Pertama Luhan, dan kedua sahabatnya sejak kecil; Lay. Luhan tahu tentang mereka, seberapa dekatnya mereka. Tapi itu tidak masalah bagi Luhan, toh ia bisa membaca fikiran mereka berdua kalau-kalau mereka menusuknya dari belakang.

Tiba-tiba mereka mendengar suara pintu terbanting, dan sontak mereka semua menoleh ke arah pintu dan menemukan Kai berdiri di ambang pintu dengan napas yang terengah-engah.

“Demi Tuhan! Kim Jong In, tidak bisakah kau membukanya dengan perlahan? Luhan sedang butuh pertolongan di sini” ujar Tao sambil melemparkan topi yang tadi ia kenakan.

Kai menepisnya begitu saja, “Sehun… ini soal Inji!”

“Inji? Ada apa dengan Inji?” Sehun langsung bangkit dan berjalan ke arah Kai dengan ekspresi panik.

“Ia dikurung oleh Krystal di kamar mandi sekolah yang lama”

“Kenapa kau tidak menolongnya?” tanya Sehun sambil mengguncang-guncangkan tubuh Kai.

“Kau tahu? Kamar mandi itu dilapisi penghalang, aku tidak bisa berteleportasi ke dalam. Tapi aku sudah memberitahu Inji untuk tetap tenang dan tidak mengundang perhatian. Karena penghalang itu dapat menghancurkan tubuh manusia biasa dengan sekali sentuh”

“Lalu bagaimana caranya aku bisa menyelamatkannya?” tanya Sehun sambil mengacak-acak rambutnya.

“Nagaku bisa menghancurkan penghalang jenis apapun” Kris menawarkan diri, “Tapi aku takut mengundang perhatian orang jika ada naga di sekolah tengah hari seperti ini”

“Aku bisa mengaturnya” ujar Kai.

“Ayo Kris hyong, aku benar-benar butuh bantuanmu!” ujar Sehun yang langsung menarik tangan Kris dan berlari.

Kemudian semua orang di ruangan itu melakukan kembali aktifitasnya untuk membantu Luhan. Namun, Lay menggigit bibir bawahnya dan menggeleng.

“Ada apa Yixing?” tanya Wonha,

“Aku tidak bisa melakukan penyembuhan sendirian, aku butuh bantuan. Meskipun Luhan sudah makan daging, tetapi ia masih tegang dan tubuhnya masih bergetar”

“Lalu siapa lagi yang bisa menolong? Hanya kau yang memiliki kekuatan penyembuhan” bujuk Wonha.

“Panggil Hanna, ia bahkan lebih senior dariku dalam hal menyembuhkan”

●●●

Eunmi berjalan menyusuri koridor sekolah sambil memeluk beberapa buku pelajaran yang baru saja ia ambil dari lokernya. Ketika ia melewati ruangan yang dikhususkan bagi anak-anak EXO alias anggota dewan sekolah, ia berhenti dan memutuskan untuk menyapa beberapa orang yang ia kenali. Ia melihat sahabatnya, Hanna sedang mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Luhan sedangkan Lay memegangi kepala Luhan.  Eunmi membelalakkan matanya ketika melihat cahaya biru keluar dari tangan Hanna dan juga Lay, sebenarnya siapa mereka?

Kenapa Hanna tidak pernah bercerita apa-apa padanya?

Ia pun berlari tanpa memerhatikan jalannya, ia ingin mencari Kris. Karena yang dapat menjawab segala pertanyaannya hanya Kris. Tapi ia berhenti di depan kelas 2-A.

Siapa Kris baginya?

Ia berani menyebut dirinya pembual jika hanya menganggap Kris sebagai sunbaenya. Padahal Eunmi menganggap Kris lebih dari itu, tentu saja. Memangnya orang dungu mana yang tidak bisa menyadari perasaannya untuk Kris? Eunmi selalu berada di sekitar lelaki itu, membawakannya minuman ketika Kris usai berolahraga, mengajak Kris makan siang, minta ditemani membeli buku, atau menggenggam tangan Kris ketika mereka pulang bersama?

Kris mungkin terlalu naif untuk menyadarinya, makanya ia lebih memilih berpura-pura tidak tahu. Lalu Eunmi berjalan pelan menuju kelasnya untuk menaruh buku-bukunya yang ia peluk sedari tadi. Tapi jika Hanna dan Lay memiliki sesuatu semacam kekuatan, apakah Kris adalah bagian dari mereka juga? Apa Kris mengetahuinya? Satu hal yang sama sekali tidak Eunmi mengerti. Kenapa Kris dan Hanna tidak pernah menceritakan apa-apa?

●●●

Suara teriakan dan orang yang menggedor-gedor pintu kian terdengar. Sehun mulai panik dan hampir tidak bisa mengontrol emosinya dan nyaris membuat sebuah balok kayu terangkat jika saja Kai tidak menepuk bahunya.

“Aku yakin Inji baik-baik saja” ujar Kai tanpa rasa ragu.

Sehun memalingkan wajahnya yang pucat, “Inji selalu bisa membebaskan penghalang, tapi kenapa dia tidak bereaksi?”

“Oy Kai, kurasa teman vampirmu itu telah memperhitungkan segalanya. Ia menekan kekuatan Inji dengan daun yang gugur” ujar Kris.

Mereka berhenti. Kai mencoba berteleportasi menembus penghalangnya, tetapi ia memang tidak berhasil. Kemudian Kris memerintahkan Sehun dan Kai untuk mundur beberapa langkah, naganya yang ia beri nama Duinx muncul di sana−dengan ukuran yang lebih kecil, tentu saja−dan mendekati Kris. Lalu Kris menaruh telapak tangannya di dahi Duinx dan membuat Duinx mengibaskan sayapnya dengan penuh kekuatan, menghancurkan penghalang yang dibuat oleh Krystal.

“Biar aku yang menyelamatkannya” tawar Sehun.

Kai dan Kris saling berpandangan, lalu menatap Sehun lagi. Mereka mengangguk memberi ijin pada Sehun.

Sehun menjulurkan tangannya ke arah pintu, “Inji, mundurlah”

Angin membuat pintunya terbuka. Sehun berlari masuk dan menemukan Inji di sudut kamar mandi di bawah wastafel. Tubuh Inji bergetar hebat, dan Sehun langsung menggendongnya ala bridal style.

“Kita harus membawanya ke Lay” kata Kris.

Sehun mengangguk setuju. Ia mengelus wajah Inji dan mengecup dahinya, “Kau akan baik-baikk o, aku berjanji tidak akan ada yang menyakitimu lagi setelah ini. Percayalah”

To Be Continued-

Yo! This fanfic is coming backkkkkkkkk~~ Gimana chapter ini? Masih kependekan? Tapi so sweet kan hehe:p Chapter depan aku usahain biar lebih panjang. Tapi aku mau kasih bonus untuk chapter 4B, yaitu pengenalan karakter-karakter di sini. Jadi, Ffnya akan berlanjut di chapter 5:) Thank you sudah setia menunggu FF ini<3

24 tanggapan untuk “You Are My Strength Chapter 4”

  1. Annyeong,, aku reader baru d sini.
    Salam kenal!

    Ffnya keren sesuai sama apa yg aku suka genrenya fantasy dan ceritanya keren.

  2. Keren” dan bener thor kependekan ceritanya, next chapter agak panjangin ya hehe juga jangan lama” thor lanjutan ceritanya.. 🙂

  3. Keren” dan bener thor kependekan ceritanya, next chapter agak panjangin ya hehe juga jangan lama” thor lanjutan ceritanya..

  4. lama bgt ni ff gk muncul, tp sekali muncul eh pendek -.- makin seru thor.. aku agak lupa ceritanya hehe jadi apdetnya jgn kelamaan ya

  5. perubahan settingnya cepet thor jadi kesannya kependekan. tapi emosi dari ceritanya dapet banget 😀 ditunggu banget chapter selanjutnya. 😀

  6. next thor. .
    ceritanya kependekan sih tapi tidak apa2. .
    oh ya nampaknya akan semakin seru apalagi sudah banyaknya serangan2..
    kutunggu next chapternya thor. .

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s