[Drabble] Arabesque en Pointe

aop

 

 

(seriously just) a drabble by sleepingpanda

 

Kim Jongin & OC | Drabble ( 722wc) | General

.

.

.

Emma, gadis itu tak akan pernah begitu mencintai hal lain selain ballet

.

.

.

Alunan musik klasik memenuhi ruangan persegi empat itu −The Sugar Plum Fairy milik Tchaikovsky, salah satu lagu pengiring untuk dongeng The Nutcracker. Kakinya yang terbalut sepasang sepatu ballet berwarna peach pemberian ibunya itu meliuk apik diatas lantai berlapis kayu licin milik ruangan itu. Agak terdengar aneh memang, tapi gadis ballerina itu mempunyai nama atas masing-masing pasang sepatunya, Shoes untuk sepatu kanan dan Pointe untuk sepatu kiri.

 

Plie. Pirroute.

 

kaki-kakinya menekuk kemudian bergesekan dengan lantai,  membuat beberapa  rangkaian gerakan indah sepanjang alunan lagu. Pantulan badan mungilnya tercetak jelas pada cermin di sepanjang dinding ruangan, meliuk-liuk mengikuti gerakan kaki. Sinar matahari yang menelusup melalui celah-celah jendela ruangan mengenai rambut coklat madunya yang diikat asal. Sungguh gadis ini tak akan sempat memikirkan apapun termasuk rambutnya saat ia sedang menari.

 

Jongin ada di sudut lain, tengah berdiri sembari melipat tangannya. Menikmati setiap gerakan-gerakan pada pertunjukan kecil gadis itu. Emma, Jongin lebih suka memanggilnya Emma.

 

Kaki-kaki Jongin mengetuk-ngetuk lantai, mengikuti irama musik. Rambut pirangnya terlihat kontras dengan setelan kemeja hitam yang ia kenakan. Bibirnya membentuk senyum yang tak dapat di artikan.

 

Jongin tahu betul bahwa Emma begitu menyukai semua hal tentang ballet, semuanya. Ini pengaruh ayah nya ngomong-ngomong sehingga ia bisa begitu mencintai ballet. Kalau teman-teman sekelasnya asyik membicarakan sepatu-sepatu mahal yang sedang trend, maka berbeda dengan Emma. Gadis itu akan jauh lebih senang berbicara mengenai Pointe dan Shoes pada jendela di sebelah tempat duduknya. Ia begitu menyukai sepatu balletnya sampai-sampai ia harus ekstra keras menjaga agar pita-pitanya tidak putus saat ia menari.

Jongin sedikit terkekeh jika mengingat Emma pernah mengatakan hal itu padanya dengan mata antusias dan senyum merekah dibibirnya. Hei, gadis mana yang akan berbicara dengan daun jendela tentang sepatu ballet ?

 

Jongin tahu Emma suka The Nutcracker.

 

Menurut Emma, pria pemecah kacang itu sungguh lucu. Ia pernah bilang pada Jongin alangkah beruntung jika dirinya bisa menjadi Clara dan ia bisa memiliki boneka secantik Nutcracker. Emma sebenarnya berharap mendapat satu di hari ulang tahunnya. Tapi sayang ayah dan ibunya lebih memilih memberinya Pointe dan Shoes pada hari ulang tahunnya. Dan yeah− ayahnya memang tak suka kacang. Tapi tak apa menurutnya, toh ia begitu mencintai sepasang sepatunya itu.

 

Jongin tahu Emma begitu gigih berlatih untuk pertunjukannya bulan depan.

 

Kelas balletnya akan mengadakan pertunjukan akhir tahun. The Nutcracker. Emma tak akan mau membuang kesempatan. Ia harus mendapat peran sebagai Clara, sang tokoh utama dalam cerita itu. Waktu berjalan begitu cepat dan pemilihan peran akan berlangsung minggu depan. Emma benar-benar harus segera menghapal semua gerakan dan mendapat perhatian guru balletnya atau ia hanya akan jadi pemeran figuran dalam pementasan.

 

“Aduh.”

 

Gerakan Emma terhenti ketika badannya limbung kemudian terjatuh menghantam lantai kayu licin itu. Ia sedikit meringis kesakitan sambil memegangi kedua lututnya.

Jongin yang sedari tadi masih asyik dengan lamunannya sedikit terkejut, ia sudah mengambil ancang-ancang ketika melihat gadisnya terjatuh agak keras. Tapi entah, keinginannya langsung pudar begitu melihat gadisnya kembali berdiri kemudian kembali menyesuaikan diri dengan alunan musik yang sedari tadi tidak berhenti.

 

Emma kembali menari.

 

Ia sadar, Emma nya begitu hebat.

 

Tak berapa lama alunan lagu berhenti. Ruangan yang semula ramai itu kini hanya diisi dengan riuh tepuk tangan Jongin seolah gadis itu baru saja memenangkan sebuah kompetisi ballet internasional. Ia benar-benar bertepuk tangan dengan keras ketika Emma menyelesaikan gerakan terakhirnya, Arabesque en Pointe.  Masa bodoh dengan tangannya yang sudah memerah sekarang, Ia hanya bangga. Bibirnya tak henti-hentinya membuat senyum, bahkan mungkin kau bisa melihat sudut-sudut bibirnya yang hampir menyentuh telinga.

 

“Daddy !”

 

Gadis itu menoleh kebelakang, kaget dengan tepukan Jongin yang bahkan bisa mengalahkan suara lagu pengiringnya barusan. “Aku menyelesaikan gerakan yang Dad ajarkan !” Teriaknya bangga. Tubuh kecilnya langsung melesat ke dalam gendongan Jongin.

 

“Kau lihat kan, Dad ? Kau lihat ?”

 

Mata Jongin menyipit kearah Emma. Bagi Jongin tak ada yang lebih lucu dari pekikan-pekikan kecil putrinya itu. Jongin yang paling tahu bagaimana rasanya bisa menyelesaikan gerakan-gerakan ballet yang bahkan bisa membuat jari-jari kakimu berdarah dan lebam-lebam. Ia pernah merasakannya, dulu sebelum ia bertemu dengan Jean―wanita cantik yang memberi Pointe dan Shoes kepada Emma.

 

“Kau terjatuh sayang, lututmu tak apa ?”

 

Gadis berumur Sembilan tahun itu mengangguk dalam gendongan Jongin. “Itu tak seberapa, Dad.” Manik hazelnya menatap milik Jongin antusias, sekedar memberi tahu ayahnya bahwa ia tak apa-apa. “Ayo pulang. Aku tak sabar menceritakan ini pada Mom !”

 

Jongin kembali terkikik.  “Baiklah, baiklah, kita pulang.”

 

 

Yeah

Emma, putri kecil Jongin, dia yang terbaik.

End-

38 tanggapan untuk “[Drabble] Arabesque en Pointe”

  1. aigooo aku kira emma itu gadis masa lalunya ehh ternyata anaknyaa :d istrinya aku 😀
    keren thorr bikin sequelnya lagi kekekeke :v

  2. aishh ff nya sukses bkin aku nya ketipu >_< tpi eh trnyata emma itu anak nya 😀 hehe aku suka karakter jongin di ff ini , sosok dy jd daddy itu dpet bnget 🙂 dan aku jg suka pnulisan nya yg rapi 🙂
    keep writing untk ff slanjut'a

  3. Hahahahaha *tepok tangan hebat* gue kira pacarnya hahahaha.. Ternyataa, ckck his daughter seems so cute.. Suka deh famili kaya gini hehe.. So sweet ajaa.. Bikin daku pengen nangis hihi:”)) keep writing thor!!

  4. Ngebayangin Emma sama Jong In. Bapak dan anak yang ngak jauh beda demen sama tarian ballet.
    Rasanya seneng banget liat Jong In bersikap manis sama anaknya. nice ff. Ditunggu karyanya yang lain…

  5. KAK ASAA~ (ceritanya sokab. fine.) Sial ya sial, aku kira itu Jongin si pengagumnya Emma! Ternyata oh ternyata.. (_ _”) Padahal tadi Kakak udah heboh di twitter ya ngomongin Jongin yang jadi bapak-bapak, duh masa aku gak kepikiran kalo yang dimaksud tuh Jongin yang di sini…. /pundung/ Aku udah yang semacam ngebayangin si Emma tuh cewek tinggi, cantik, kulit putih susu macam Sehun, dan tiba-tiba.. aigfnaefoiuafao ternyata dia umur sembilan tahun dfiangoaiuegaoifu no comment aku no comment T^T

    Dan buat penggunaan diksi… aku sih yes, kak XD Terus kan itu istirnya gak diceritain, boleh dong aku numpang jadi Ibunya si Emma? HAHAHA /tewas dirajam./ Overall aku sukaa 😀 (karena sukses bikin aku ketipu abis.)

    Keep writing and fighting kakkk~

    PS: MAAF AKU BELUM KOMEN DI FIC KAKAK YANG TENTANG TIGA CANGKIR KOPI (atau teh?) ITU PADAHAL AKU UDAH BACA ASDFGHJKLMN

    1. nikeee (fine aku juga sok akrab ahaha) yahahaha emang aku buat biar reader ketipu semua (evil’s laugh) iya ah, aku sebenernya rada gimana gitu buat jongin yang masih unyu-unyu buat jadi bapak-bapak, kan kalo peran kaya gini harusnya junmen ato kris gitu yah, etapi cocok mah dia jadi bapak-bapak mhahaha yeps, she’s just 9 nikee, awalnya aku pengen buat jadi romance biasa gitu yah ceweknya ballerina terus si jongin suka ama dia, tapi kok rasanya bakal lempeng yah, akhirnya aku buat twist deh 🙂

      ah apalah nik aku juga masih belajar kok ini 🙂 oh kamu mau jadi istri jongin ? boleh bolehh ( bolehin aja dah) iyaa kamu juga keep writing yah nik, aku tunggu fanfic kamu di ifk :))) ntar aku bakal rusuh di sana :))

      gapapa nik take your time 🙂 kamu baca aja aku udah seneng kok 🙂 makasiih udah komen 🙂

    2. Duh kalo Suho malah bikin ngakak kak, apalagi ngebayangin muka dia bangga sama anaknya.. yahampun perutku sakit XD

      IFK ya…. aku krisis percaya diri buat nge-post di sana entah kenapa T^T sc-sc di sana diksinya udah tingkat dewa banget sedang aku masih ecek-ecek beh u___u /pundung/ /nangis di pojokan/ hehe, sama-sama ya kak ^_^

    1. ahahaha berarti jongin habis ini bisa nikah nih (tabok) thanks yah udah baca dan komen 🙂

    1. iyanih semua pada protes masa soalnya mereka ketipu (maafkan aku semua) :” makasih yaa udah baca dan komen 🙂

  6. kak Asa!! Aku baru mau melenceng ke IFK, ngisi spot, eh buka wp nemu ini, dan aku ga mau kelewatan fic-nya JonginxD karena aku gamau komenku lebih panjang dari drabble-nya, i just wanna say, two thumbs up! Seperti yang banyak sc lain bilang, gaya nulis kakak udah pro hehe. Dan yah, aku ga kepikiran ternyata Jongin itu ayahnya Emma.. sampai ketemu di fic kakak Seokjin, kak Asa<3

    1. LAIS !1 XD aku kaget serius kamu muncul di box komen aku ahaha ah lais mah ini juga masih belajar kok hehe iyah aku udah bales komen kamu kok 🙂 thanks ya lais udah mampir aku tunggu fic kamu jugaa 🙂

  7. aku suka pemakaian kata katanya 🙂
    dan yaap, ini penipuan XD sumpah dari awal baca gak ngira kalo Emma anak Jongin :33
    nice FF author ~~ 🙂

    1. ah ini aku juga masih belajar kok, sukur kalo kamu suka 🙂 thanks yaa udah baca dan komen 🙂

  8. aku kira emma itu yeoja yg di suka Jongin,eh ga taunya anaknya .. hahaha
    bagus banget author,ff nya ringan tapi bermakna,di tunggu ya ff lainnya.
    fighting ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s