Bitterly Cute

Bitterly cute

Author:      Crazyfinder

Cast: Wu Yifan, Tiffany, Baekhyun

Length: Ficlet

Genre: Romantic, Comedy (random)

 

“Orang-orang bilang, setidaknya kita harus melewati empat musim untuk saling mengenal.”

“Benarkah?”

“Ya, jadi…” Tiffany menghitung di jarinya dan kemudian tersenyum, “kita tinggal melewati musim gugur dan kita sudah akan saling mengenal.”

Wu Yifan mengacak rambut gadis itu pelan. “baiklah kalau begitu.”

 

*~~*

Hey Hippiest-hippiest, ngerumpi aja. Minta diceburin ke sungai Han ya?”

Sekelompok orang yang tengah berkerumun di sekitar meja mendongak dan menemukan Tiffany yang tengah menghampiri mereka dengan wajah cerah, yang by the way, sangat berbeda jauh dengan mata bengkak dan suara paraunya.

Please, untuk orang yang berusaha terlihat tegar, you are the worst of all.” Baekhyun, salah satu co-worker Tiffany slash sahabat baiknya merespon dengan alis terangkat antara kesal dan prihatin. Tiffany menyipitkan mata membalas tatapan Baekhyun.

Don’t give me that look.” Tiffany memperingati Baekhyun dan mengibaskan tangannya agar teman-teman seruangannya itu kembali ke tempat mereka masing-masing. Ia yang dengan sukses meraih posisi sebagai editor in chief di perusahaan majalah itu memilih untuk tidak menggunakan ruangan terpisah dengan para author-nya. Namun kini sudah pasti ia menyesali pilihan itu karena terlihat jelas di dahinya bahwa ia sedang sangat ingin sendiri.

Baekhyun menggeleng. “What look?”

Ck, kau tahu maksudku.” Tiffany mengalihkan pandangan dengan berpura-pura sibuk menyusun file folder di atas meja, “bagaimana dengan cover issue bulan depan? Kalian sudah menyelesaikan deadline untuk pembukaan kolom baru kan? Sudah berbicara dengan bagian art director?

Nice try.” Sindir Baekhyun yang hanya memperhatikan betapa berusahanya Tiffany untuk terlihat baik-baik saja.

Gadis dengan rambut ikal panjang itu menghela nafas menyerah dan menghempaskan tubuhnya di atas kursi. “Jadi?”

“Jadi, Ada apa dengan Yifan?” Baekhyun menyadari perubahan raut wajah Tiffany. “It’s okay to be sad, dan kau selalu bisa cerita padaku.” Sambungnya perlahan.

Tiffany melongo parah. “Aku tidak pernah percaya memiliki sahabat pria yang cerewetnya melebihi ibuku.”

Baekhyun hanya berdiri di seberang meja menunggu jawaban Tiffany.

*~~*

Wu Yifan adalah nama besar di dunia bisnis. Ia memimpin lebih dari tiga perusahaan utama yang berhubungan dengan advertising, editorial dan yang terakhir adalah foods. Semuanya berpusat di Cina dan seperti yang semua orang bayangkan ia memiliki berbagai branch perusahaan tersebut di seluruh negara di Asia, beberapa negara di Eropa, juga Australia.

Dan mereka, Tiffany dan Yifan, bertemu dalam situasi yang sangat tidak… romantis.

Di parkiran.

Saat itu Tiffany yang ditunjuk sebagai perwakilan branch majalah korea dalam anniversary perusahaan utama di Guangzhou tengah berusaha mengendalikan kesadarannya akibat salah mengambil minuman yang ia duga sebagai soft drink, dan itu ternyata adalah sebuah liquor. Bukan hanya liquor biasa melainkan punch. Jadi hanya dengan satu teguk minuman, kepalanya sudah kehilangan separuh kesadaran, matanya buram dan tenggorokannya terbakar.

Ia berencana melakukan balas dendam pada orang yang menawarkan minuman itu padanya tadi tentu saja, tapi nanti. Ia harus segera pulang sebelum ia mempermalukan diri sendiri dengan muntah di tempat umum. Ia bukan orang yang tahan terhadap alkohol dan ia tak berencana menjadi salah satunya.

Baru ia menginjak pedal gas, ia dapat mendengar suara keras berdebam tepat di depan mobilnya. Tiffany menahan nafas dan mencoba mempertajamkan pandangannya, lalu menemukan mobil lain yang baru memasuki parkiran basement hotel tempat acara dilangsungkan itu berada di depan mobilnya dalam keadaan ‘tidak baik’. Jantung Tiffany mencelos ketika pintu pengemudi mobil yang ia tabrak itu terbuka dan seorang pria turun, memeriksa keadaan mobil miliknya dan mendatangi mobil Tiffany.

Pria itu mengetuk kaca mobil Tiffany untuk memintanya keluar.

Gadis itu turun dengan susah payah, berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya dengan berpegangan pada pintu mobil. Dalam pandangan Tiffany yang samar-samar, sepertinya pria itu ingin memarahinya, namun sedetik kemudian ia menyadari bahwa Tiffany sedang dalam keadaan mabuk.

“Kau… berencana menyetir?” pria itu berbicara dalam bahasa cina dengan aksen yang sempurna, Tiffany mengernyit. Ia menguasai bahasa cina, tapi dalam situasi ini ia bahkan tak mengerti satupun kata yang diucapkan pria tinggi di hadapannya itu.

Are you drunk?” pria itu kembali mengajak berbicara, kali ini dengan bahasa inggris. Tiffany tersenyum bahagia hampir terharu karena ia mulai mengerti yang lawan bicaranya ucapkan.

No, no drunk. I’m not drunk.” Tiffany menjawab dengan intonasi lambat.

Dengan helaan nafas panjang pria itu mengusap wajahnya, “Yes you are.”

Itu adalah kata-kata terakhir yang mampu Tiffany ingat.

*~~*

“Kau tahu, ini pertama kalinya CEO kita ini terlambat, biasanya beliau selalu datang tepat waktu. Dia orang yang disiplin kau tahu.”

Tiffany melirik gadis yang berbisik padanya itu dan menambahkan dalam hati bahwa sangat mungkin CEO itu terlambat jika mobilnya ditabrak oleh seorang gadis tak dikenal yang ternyata adalah bawahannya, dan beliau dengan baik hati mau mengantarkan gadis tak tahu diri itu ke rumah sakit terdekat tanpa meminta kompensasi.

Namun yang keluar dari bibir Tiffany hanyalah cengiran kaku.

Akhirnya pesta anniversary itu dibuka resmi dengan pidato dari beberapa direktur cabang dan langsung ke CEO utama, Wu Yifan. Tiffany secara refleks menundukkan kepalanya mencoba menyembunyikan wajah, padahal ia yakin tak seorangpun yang akan mengenalinya, kecuali jika sang CEO itu adalah pria yang bermulut besar dan itu merupakan hal yang tidak mungkin.

Tiffany hanya ingin segera pulang.

*~~*

Setelah kejadian itu, takdir seolah memusuhi Tiffany yang sebelumnya merasa lega telah kembali ke negara asalnya. Ia berpikir bahwa tak mungkin ia bertemu lagi dengan pria yang ia temui dalam keadaan terburuknya itu.

Namun ia salah.

Mereka bertemu di supermarket. Mereka bertemu di tempat pencucian mobil. Mereka bertemu di tempat loundry. Mereka bertemu di restoran. Dan parahnya, mereka kembali bertemu di parkiran. Kali ini parkiran kantor majalah tempat Hani bekerja di Gangnam.

“Hai.” Sapanya dengan kasual saat Tiffany berdiri di samping pintu mobil merah miliknya, kebetulan saat itu mobil mereka berhenti di tempat yang bersebelahan.

Rahang Tiffany terbuka lebar dan matanya hanya menatap kosong. Kemarin-kemarin ia berhasil menghindari pria ini, tapi sekarang ia tak ada alasan lain selain balik menyapa.

“Hai…” ia berpikir keras sebelum melanjutkan, “ tapi bagaimana?” gadis itu hanya berkedip bingung melihat bergantian antara mobilnya dan wajah Wu Yifan. Pria itu mengangkat alis heran dan mulai berjalan menjauhi Fany.

Tiffany cepat mensejajarkan langkah dan masih mengumpulkan suaranya untuk bertanya.

“Apa?” akhirnya pria bernama wu Yifan itu berhenti dan menatap Tiffany sambil melihat jam tangannya sekilas, terlihat amat sibuk.

Tiffany entah kenapa merasa bersalah, “tidak, tidak ada.”

Yifan yang saat itu mengenakan setelan resmi berwarna gelap dengan dasi bergaris biru muda hanya menggelengkan kepala dan tertawa kecil, lalu berjalan menjauh dari gadis itu.

*~~*

Ternyata Wu Yifan datang secara pribadi ke Korea selatan setelah acara anniversary di Cina itu untuk mengurus pembukaan cabang baru majalah yang nantinya akan menjadi keluarga besar perusahaan-perusahaan yang ia bangun. Dan majalah Tiffany akan menginduki cabang baru ini. makanya ia sering bertemu lelaki tampan itu dimana-mana.

Baekhyun sering menggoda Tiffany dengan mengatakan bahwa Wu Yifan itu adalah keberuntungan paket lengkap yang datang padanya.

Ia tampan, kaya, mandiri, pekerja keras, pintar dan pastinya single. Sahabat prianya yang sangat cerewet itu bahkan berhasil mengetahui bahwa unit apartemen Tiffany dan apartemen sementara Wu Yifan ternyata berdekatan. Gadis itu hanya menutup wajahnya dan berteriak frustasi kecil saat mendengar ocehan Baekhyun yang tak mengerti penderitaannya.

Mana ada gadis yang ingin memiliki kesan pertama pertemuan yang jelek. Pasti CEO sukses itu hanya mengingatnya sebagai gadis pemabuk, tidak bertanggung jawab dan berantakan.

Padahal, protes Tiffany dalam hati, ia adalah gadis yang paling tidak bisa mabuk, rajin, pekerja keras dan sangat bertanggung jawab. Tapi lagi, ia tidak bisa menjelaskan apa-apa.

Gadis itu segera mengasihani diri sendiri.

*~~*

Pekerjaan di kantor semakin menumpuk dengan semakin bertambahnya deadline yang harus Tiffany urus. Ia kehabisan tenaga untuk melakukan hal lain setelah pulang dari kantornya. Ia juga menjadi jarang berkumpul dengan co-worker kantor seperti yang dulu selalu mereka lakukan di akhir pekan, pergi karaoke. Ia kurang mengetahui perkembangan berita tentang CEO yang katanya masih ada di korea, mereka tidak pernah bertemu lagi sejak kejadian di parkiran kantor. Hanya sesekali ia mendengar kabar akan pria jangkung itu ketika ia ke toilet wanita dan mendengar staf-staf perempuan berisik itu bergosip dengan suara keras.

Tiffany menjadi sedikit merindukan wajah tampan Yifan, namun setengah hatinya sedikit takut untuk bertemu pria itu lagi. Memang hidup itu memiliki banyak pilihan sulit.

*~~*

Tanpa diduga, suatu malam ketika ia baru saja pulang dari kantor diantara jadwal padatnya, Tiffany melihat Wu Yifan tengah berdiri di depan toko 24 jam yang ada di seberang apartemen. Kemudian pria itu masuk ke sana dengan jas yang ia sampirkan ke bahu kanannya. Tiffany tidak tahu apa yang ia lakukan, tapi ia segera turun dari mobil dan mengikuti Yifan ke dalamnya. Pria itu berdiri lama di depan rak mi instan, berjalan mondar-mandir hingga akhirnya mengambil satu cup mie yang berwarna merah. Lalu pria yang berbahu bidang itu berjalan santai menuju dispenser toko untuk mengambil air panas dan kemudian berdiri di meja kecil dekat jendela menunggu mie-nya masak.

Tiffany menikmati semua kegiatan pria itu, tidak perduli bahwa sikapnya hampir menyerupai seorang stalker.

Tanpa sadar Tiffany ikut mengambil satu cup mie dan mengikuti tempat wu Yifan berdiri. Butuh waktu lama hingga pria itu menyadari kehadirannya.

Annyeonghasseyo.” Sapa Tiffany cepat ketika akhirnya wu Yifan menoleh. Pria bermata tajam itu berkedip bingung sebentar sebelum membalas sapaan Fany.

“Kita pernah bertemu sebelumnya. Kau tidak ingat aku?” Tiffany masih menggunakan bahasa formal, namun tidak memanggil Yifan dengan embel-embel CEO.

Wu Yifan tertawa kecil, “tentu saja ingat. Kau gadis yang menabrak mobilku dan kemudian kabur dari rumah sakit, tanpa mengucapkan apa-apa. Tapi aku heran kenapa kau ada disini.”

Gadis itu merasa senang dengan banyaknya kalimat yang diucapkan wu Yifan. Untuk menjawab keheranan pria itu, fany mengangkat cup mie-nya menunjukkan bahwa ia juga mau makan disana.

Well, aku tidak tahu apa kau benar-benar lupa atau kau memang suka makan mie yang keras. Tapi mie-mu belum kau beri air panas.”

Tiffany mati kutu.

*~~*

Entah mungkin karena pekerjaan yang sudah mulai berkurang atau juga mungkin karena takdir, mereka kembali sering bertemu. Akan tetapi kali ini Tiffany menyukai setiap pertemuan-pertemuan mereka. Ia tidak lagi merasa malu ataupun takut akibat kejadian yang ia perbuat dulu di Guangzhou. Ia perlahan-lahan melupakan peristiwa itu dan membentuk banyak memori dengan Yifan.

Hingga akhirnya setelah dua musim pertemuan, mereka sepakat untuk menjalin hubungan.

Saat itu Seoul sedang mengalami musim dingin ketika mereka pertama kali bertemu di Guangzhou. Lalu pertemuan selanjutnya terjadi pada sepanjang musim semi. Lalu secara resmi, mereka menjadi kekasih pada saat musim panas menyelimuti negri kimchi itu.

“Orang-orang bilang, setidaknya kita harus melewati empat musim untuk bisa saling mengenal.” Ucap Tiffany saat makan siang kantor, mereka menghalau panas dengan menikmati ice cream coklat sebagai dessert siang itu.

Yifan menyendok ice creamnya dan menyuapkannya ke bibir Tiffany. “Benarkah?”

“Ya, jadi…” Tiffany menghitung di jarinya dan kemudian tersenyum, “kita tinggal melewati musim gugur dan kita sudah akan saling mengenal dengan sempurna.”

Wu Yifan mengacak rambut gadis itu pelan, “baiklah kalau begitu.”

“Oh ya, sebenarnya aku ingin bertanya ini padamu sejak dulu.”

“Apa?”

“Kenapa kau menyukaiku? Bukankah kesan pertamamu tentangku sangat buruk ya?”

Pria itu mengernyit atas ucapan gadis bermata cantik itu. “Siapa yang mengatakan itu?”

“Hanya menebak.” Jawab Tiffany sambil mengangkat bahu.

“Kau salah. Justru kesan pertamaku padamu itu adalah yang terbaik dari pertemuan-pertemuanku dengan semua orang yang pernah kukenal.”

Mata gadis itu membelalak. “Tidak mungkin. Aku sangat berantakan saat itu!”

“Memang.” Yifan tergelak dan dibalas Fany dengan dengusan, namun kemudian ia menjawab serius. “tapi anehnya kau terlihat sangat imut. Anehkan?”

Tiffany tersenyum.

*~~*

Akan tetapi, tepat setelah hari pertama musim gugur, Wu Yifan menghilang. Kabarnya ia kembali ke cina namun Tiffany tidak mendapatkan kabar yang pasti. Ia terlalu shock dengan kepergian mendadak kekasihnya hingga ia tak berani menghubungi pria itu.

Baekhyun juga sering membantunya dengan menghubungi asisten pria itu namun ia juga tidak mendapatkan clue yang pasti.

“Yah, sudahlah. Ia pria sibuk yang mencintai pekerjaannya, jadi mungkin ia tengah tenggelam akan ide-ide baru untuk membentuk bisnis terbaru.” Ujar Tiffany lebih pada diri sendiri. Baekhyun yang masih belum beranjak dari meja gadis itu hanya menatap prihatin, namun sedetik kemudian berbalik ke mejanya ketika kekasihnya menelpon.

“Dasar.” Dengus Tiffany.

*~~*

Setahun berlalu sejak kejadian itu dan Tiffany sudah ‘hampir’ melupakan sosok Wu Yifan. Anak perusahaan yang dibangun pria itu sudah maju pesat, namun karena Fany bukan salah seorang penanggung jawab, ia masih tidak tahu-menahu kabar kekasihnya itu dan apa yang ia lakukan sekarang.

Namun ingatan akan sosok Wu Yifan semakin hari semakin jelas dipikirannya karena musim gugur sudah semakin dekat. Ia juga tidak paham namun ia berdebar ketika aroma musim gugur hinggap di penciumannya.

“Hey, kamu mau ikut pesta musim gugur di pub milik Taeyon tidak?” seru baekhyun yang menyebut nama temannya yang merupakan pemilik bar terbesar di Gangnam.

Tiffany yang masih berkutat dengan naskah di layar laptop hanya melambaikan tangan menolak tanpa mengangkat wajah. Lalu keheningan menyelimuti ruangan tempat gadis itu bekerja karena ternyata mereka semua telah pulang.

Ketika halaman terakhir dari artikel yang ia kerjakan sudah berhasil ia edit, Fany menyambar coat merah tuanya untuk segera menyusul Baekhyun. Ia mungkin hanya terlambat tiga puluh menit di pesta itu.

Ia mengeluarkan mobil dengan cepat dan… terdengar bunyi berdebum keras dari arah depan mobil.

Parkiran sedang sangat gelap malam itu dan Fany menangkupkan wajahnya di atas setir. Ketakutan. Ia lebih memilih menabrak tiang parkiran basemen daripada mobil orang lain.

“Nona, kau harus keluar sekarang. Sepertinya kau juga tidak sedang mabuk jadi kau harus bertanggung jawab.” Seseorang mengetuk kaca mobil gadis itu dan Tiffany merasakan de javu.

Wu Yifan!”

*~~*

“Jadi kemana saja kau selama ini?” Tiffany segera menginterogasi Yifan tepat setelah pria itu duduk di kursi penumpang di samping Fany.

“Tidak akan kujawab sampai mobilku yang kau tabrak selesai direparasi.”

“Yifan!” teriak gadis itu kesal.

“Baiklah, baiklah.” Pria itu tertawa. “Aku harus mengejar orang yang mencuri rahasia perusahaan. Dan dia pergi ke negara yang sangat sulit untuk kami tebus aksesnya.”

“Ha?” Tiffany merespon skeptis.

“Aku sungguh-sungguh! Ia pergi ke Swiss.”

“Jadi kau ke sana selama ini tanpa mengabariku?”

“Yah, aku takut kalau aku mengabarimu kau akan segera menyusul kesana.”

“Cih, seolah aku mau saja.” Sindir Tiffany.

“Tapi aku menepati janjikan?”

“Janji yang mana?”

“Menemuimu pada musim gugur hingga kita bisa mengenal dengan lebih baik.”

Gadis itu mengerucutkan bibir mencemooh. “Bagaimana kau yakin aku belum memiliki kekasih lain?”

“Tidak mungkin kau bisa melupakanku secepat itu.” goda Yifan dengan nada bergurau. Tiffany hanya meliriknya malas.

Akhirnya Yifan berujar dengan serius. “Aku minta maaf. Tapi aku berusaha kembali secepat yang aku bisa.”

“Jadi, setelah musim gugur berakhir, kau mau menghilang lagi?”

“Ya, begitulah.”

Gadis itu tersedak. “Wu Yifan!!!”

—TEEHEE—

 

Oke random banget endingnya bwahahahaha XD

 

Haiii semuaaa 🙂 akhirnya author nongol lagi di blog ini *nyengir*

Kenapa author jarang muncul?

Hm… I’m working on my second book ^^

Kalau ada yang mau bertanya, bukan, buku pertama author bukan fanfiction dan buku kedua ini juga bukan novel berisi fanfiction. Tapi masih ada hubungannya dengan tiga negara Cina-Indonesia-korea :D.

Author ga mau membocorkan nama pena author di dunia nyata, juga ga mau ngasih spoiler tentang ceritanya. Kan seru aja kalo kebetulan ada yang nemu buku punya author, kayak takdir gitu deeh (korban drama korea lol). Semoga ada diantara kalian yang beli buku pertama author yang uda terbit tahun lalu dan semoga buku kedua author terbit tahun ini, amin >_<

Terima kasih untuk dukungannya selama ini yaaa *bow* selalu terharu dengan semua komentar dan semua pembaca setia yang selalu meninggalkan komentar manis di tulisan2 author. You guys are my reason to keep writing everyday. Love yaaaaaa~

 

39 tanggapan untuk “Bitterly Cute”

  1. hwaaa… ini ff bener benerrrr… sweet bangettt /emot tembak pala/
    sumpah suka banget jalan ceritanyaaa…. ini masuk list ff favorit asli deh :””))
    bahasanya bagusss (sebagai mana penulis buku hehe), gak ada typo pengetikan rapih banget dan cerita bener bener menarikk…. pengen jadi tiffany ><
    hwehehhe… semangat ya thor. semoga bukunya cepet terbit ^^

  2. Pdhal aku brharap lbih pnjang thor
    kan seru klo ada org ke3 sblum yifan dteng
    brasa gmanaa gt 🙂
    tp gpp, smoga buku kduamu bs terbit thun ini y, hwaiting!
    keep writing exofany juga kekeke 🙂

  3. OMG!! Andai andai jadi berandai2 aku nyetir nabrak mobil Yifan dan bisa jd pacarnya kwkw. Yg ada aku digiring ke police station -_-
    sweet banget ceritanya. Tp coba di bkin sequel tentang galaunya fany ditinggal Yifan itu biar lebih greget hihi..
    Btw hwaiting author-nim,

  4. funny
    mabuk sambil nyetir – nabrak dah
    untung CEOnya gak galak gak gigit pula #apaini ??
    nice
    keep writting

  5. unga-unga…hahaha…
    kris ini memang lucu dan unik, hehehe…
    suka ceritanya thor, sweet dan pendek namun sudah merangkum semua,,,
    gomawoyo 🙂

  6. eonni!! ahli bgt sih bikin yg ngaco kaya gini ampe ngakak bacanya >_<
    tapi romantis jugaaa!
    huwaa pngen tau buku kedua eonni, kasih tau judulnya dooong eonni jebaal, goodluck ya eoon
    keep writing yaaa!

  7. annyeong, aku reader baru,, lam kenal ^.^
    ini ff ringan yang daebak deh, suka, asli cute banget sih..manis kaya gulali, hehe..
    buat lagi ff Tiffany ya.. keep writing~~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s