Three Cups of Coffee

46761-Coffee-And-Rain

a drabble by sleepingpanda

Kim Joonmyun-OC | 511 wc

//

Hey, Jude, Don’t make it bad. 

“Sudah menunggu lama, Jean ?”

Joonmyun sedikit membersihkan tetesan-tetesan hujan yang jatuh di mantel abu-abunya sembari menarik kursi kayu di dekatnya. Hujan di sabtu sore dan Joonmyun tak begitu suka dengan hal itu. Ia baru saja membeli mantel itu seharga satu tas Gucci milik Tao dan kini ia harus rela mantelnya terkena hujan.

Seharusnya itu menjadi sore yang sibuk untuknya mengingat pekerjaannya yang belum terselesaikan masih menumpuk. Tetapi satu sambungan telepon dari Jean sore itu membuyarkan begitu saja niatnya untuk sekedar mencicil beberapa pekerjaan yang belum selesai.

Gadis berambut coklat ikal itu tersenyum. “Tidak, Joonmyun.” Ia menatap pria itu lembut.”Maaf sudah menagajakmu bertemu padahal aku tahu kau sibuk.”

Mungkin Joonmyun akan mengumpat jika orang lain yang meminta, tetapi berbeda dengan gadis dihadapannya ini. Seharusnya Jean tak perlu meminta maaf karena gadis itu tahu bahwa Joomnyun paling tidak bisa menolak apapun yang diminta olehnya. Walaupun permintaan nya terkadang terdengar tidak masuk akal, tapi Joonmyun lah yang selalu berusaha untuk mengabulkannya, bukan siapa-siapa.

“Kau yakin baik-baik saja ?” Manik Joomnyun masih memperhatikan setiap gerakan yang dibuat Jean. Ia tahu gadis dihadapannya bukan gadis yang selama ini ia kenal, tidak lagi. Mata hazelnya meredup, kehilangan kilatan-kilatan jahil yang selama ini selalu tercetak di sana. Dan Joonmyun tak pernah sadar sejak kapan ada lingkaran besar berwarna hitam di bawah matanya.

“Kau terlihat buruk, Jean.”

Hujan masih turun deras di luar, memaksa Jean untuk lebih mengeratkan mantel coklatnya. Sama seperti Joonmyun, Jean juga tak begitu menyukai hujan. Entah apa yang ada dipikirannya. Biasanya ia tak akan mau repot-repot keluar dari apartemennya yang hangat disaat seperti ini. Saat ini Ia hanya ingin bertemu Joonmyun, itu saja.

Ada sedikit hening di sana sebelum Jean mengangguk sembari tersenyum. “Aku baik kok.”

Tidak, Gadis ini tidak baik-baik saja. Joonmyun yang paling tahu itu. Suaranya sedikit bergetar, sama seperti terakhir kali ia mendengar kata itu meluncur dari mulut Jean saat ibu Jean meninggal beberapa tahun lalu. Ia ada di sana, mengenggam tangan Jean yang terasa dingin. Gadis itu tak menangis, hanya saja suaranya bergetar setiap ia mengucapkan beberapa kalimat.

“You’re lying.”

Joonmyun mengusap puncak kepala gadis itu dari tempatnya duduk. Jemarinya meraih helaian rambut kecoklatan Jean, mencoba memberitahu bahwa semua akan baik-baik saja. Sama seperti yang dilakukannya saat pemakaman ibu Jean beberapa tahun lalu.

“Maaf nona, tiga cangkir Americano panas ?” Pelayan pria itu menginterupsi percakapan mereka, membuat keduanya menoleh. Sesaat Joonmyun memperhatikan Jean sebelum pandangannya kembali pada pelayan pria dengan tiga cangkir kopi itu.

“Tidak, kami hanya memesan dua cangkir tuan, Terima kasih.” Joonmyun tersenyum sesaat.

Pelayan itu sedikit menggaruk tengkuk setelah meletakkan dua cangkir kopi pesanan mereka. “Ah, maaf tuan. Barista kami membuatkan satu cangkir lagi karena biasanya anda datang bertiga.”

Hujan turun semakin deras. Jean masih terpaku melihat kearah luar dari jendela tepat di samping meja mereka. Keduanya sama-sama diam, sibuk dengan hal-hal di pikiran mereka masing-masing. Yeah, andai saja Jongin masih ada bersama mereka saat ini, pasti satu cangkir kopi panas yang tak bertuan itu sudah bertengger manis di atas meja mereka.

Take a sad song and make it better.

 

-end

A/N : Let me slaps my own cheeks right now , yehet !

9 tanggapan untuk “Three Cups of Coffee”

  1. Okee ini sedikit bikin emosii..
    Tapi karna aku aku kangen banget sama authornyaa yg ditunggu2 buat nulis lagii, and finally :))
    Bagus thor tp bikin shock..
    Nyesekk, tp ini jongin ada apa kmana??
    Keep writing!! ;D

  2. Itu kepotong atw gimana? *tahapdenail!
    Gak bisa berimajinasi lah aku ini, lanjut dong thor . 😀 maaf maruk . Abisan suka tapi, lol! Dikit amat

  3. yaelah thoorr feelnya ancur gegara ending yg gak pas,, yahh thor itu masi gantung bgt mumpung masi ngefeel itu

  4. Ah! Hey, jude! Don’t make it bad. Suka bangett sama lagu itu! Menurutku cocok sama latarnya yang hujan-hujan sore-sore gitu. Akhirnya… jleb banget;_; Jongin, sudah meninggal kan ceritanya? dia itu sahabat mereka atau pacar Jean? Otakku lagi lemot nih wkwk.-. Yang pasti, feel-nya dapet. Aku suka sama pemilihan backsound-nya yang pas. Walau Jean dijelasinnya cuma sedikit, tapi ketauan banget “she’s not okay.”.

    Overall, i like itt! Salam kenal yaa, lais 00liner^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s