Thanks You For The Memories

Tittle : Thanks You For The Memories ║ Author : Acchan ║ Main Cast : Kim Joonmyun, Park Chorong ║ Suupport Cast : Member Exo ║ Genre : Sad, Angst ║ Length : Series ║

Rating : PG-15

Annyeong ‘-‘)/ ini lanjutan dari exo series Return My Phone. Cekidot!^^

Mian kalo gak suka sama pairingnya. Don’t bash ne :D.

“Kkkkaaauuu… mmeengikutiku?!” Namjo memundurkan langkahnya perlahan sampai menempel dinding pintu. Kelegaan yang tadi sempat ia rasakan harus terkurung kembali melihat namja menyeramkan itu kini berada di hadapannya.

“Tidak”

“L-llalu Apa y-yang k-kau llaku-kan dd-isini?”

“Justru aku yang harus bertanya, apa yang kau lakukan disini?” Namja itu semakin mendekat. Namjo tercekat dengan posisinya sekarang yang tak bisa berbuat apa apa. Keringat dingin kembali bercucuran menahan rasa takut yang terpampang jelas di wajahnya.

“Apa yang sedang kalian berdua lakukan?” Sebuah suara lembut terdengar memecahkan aktivitas mereka. namja menyeramkan itu menoleh ke sumber suara yang baru saja terdengar. Seorang yeoja berambut panjang dengan dress selutut dan blazer hijau lumut yang membalut tubuhnya tengah berdiri di hadapan mereka berdua. Yeoja itu berjalan mendekati mereka berdua menatap salah satu diantara mereka.  Namjo menghembuskan nafas lega melihat dewi fortuna kembali berpihak padanya. Ia sedikit menggeser posisinya yang hampir saja terjepit oleh namja itu.

“Tao-yah, apa yang kau lakukan disini? Mengapa tidak masuk?” Yeoja itu berbicara pada namja menyeramkan yang dipanggilnya Tao.

“A-aku habis keluar mencari udara segar nuna”

“Masuklah, terlalu lama berada di luar berbahaya”

“Ah, ne… aku akan segera masuk nunaa” Tao membungkuk memberi slam lalu beranjak pergi dan menghilang di balik pintu. Namjo masih belum bergeming dari tempatnya. Ia masih memperhatikan Tao si namja menyeramkan yang ponselnya tertukar dengan miliknya.

“Cho Eonii, diaa…..?” Namjo beralih menatap yeoja berambut panjang itu. jari telunjuknya mengarah pada pintu apartement yang baru saja tertutup.

“Magnae Exo M, Huang Zhi Tao, kau tahu kan?” Namjo susah payah menelan salivanya setelah mendengar sebuah kenyataan pahit. Baru saja ia mengira Namja menyeramkan itu adalah seorang pencuri yang telah mengambil ponselnya dan berpura pura akan mengembalikannya lalu ia mengikuti Namjo dan nantinya akan memperkosa atau bahkan membunuh gadis itu setelah itu membuangnya ke sungai persis seperti adegan pembunuhan di fim action yang sering ia tonton. dan kini kenyataannya namja menyeramkan itu adalah salah satu personil Exo, Boyband yang tengah berada di puncak kesuksesannya di tahun ini. dan kenyataan yang lebih parah lagi, Namjo akan sering bertemu mereka karena sebuah pekerjaan yang mengharuskannya berada di dekat para member Exo.

~”~”~”~”~

Ke-5 member Exo bangkit dari posisi mereka melihat kedatangan Tao. Namja panda itu merebahkan dirinya di sofa ruang tengah.

“Bagaimana? Ponselmu kembali?” Kai bertanya antusias. Tao menganggukkan kepalanya pelan. Mereka semua bernapas lega atas jawaban Tao.

“Hufft syukurlah”

“Apa gadis di kedai ahjumma Kim yang mengembil ponselmu?” tanya Sehun. Lagi lagi Tao mengangguk pelan.

“Dia mengenalmu?” pertanyaan Chen langsung mendapat jitakan kecil dari Xiumin yang berada di sampingnya.

“APPOYAA!!”

“pertanyaanmu tidak bermutu! Tentu saja gadis itu tak mengenalnya bodoh! Kau tidak  lihat penyamaran Tao yang terlalu ekstrim itu” Tao mendelik mendengar ucapan Xiumin. Ditatapnya tajam tetua Exo yang baru saja mengatainya.

“Apa aku semenyeramkan itu ge?” tak hanya Xiumin, semua yang ada disitu mengangguk mengiyakan ucapan Tao. Huffth… Tao membuang napasnya kasar.

“Pasti gadis itu takut padamu eoh?” Sehun menebak apa yang terjadi. Tao diam tak menjawab pertanyaan Sehun yang memang sudah tak perlu dijawab lagi karena kenyataannya sudah terlihat dari raut wajah Tao yang terlihat kecewa.

“kalian disini rupanya” Suara seorang yeoja mengalihkan perhatian mereka.

“Chorong nuna?!”

“Ne, kalian pikir aku siapa?” yeoja bernama lengkap Park Chorong itu meletakkan sekantung makanan yang dibawanya di meja.

“Tumben sekali Nuna kemari, ada apa?”

“Kalian tidak suka aku datang kemari?”

“Bukannya begitu, hanya terlihat aneh saja jika kau datang kemari sedangkan kami tidak ada jadwal” Chorong tersenyum membalas ucapan Lay yang memang benar adanya. Sebagai designer Exo, ia hanya akan datang ke dorm kedua belas namja itu saat mereka ada jadwal.

“Manager kalian menyuruhku untuk mengecek keadaan kalian karena mereka masih ada urusan yang harus diselesaikan” Jelas Chorong. “Ahh ya, aku juga ingin memperkenalkan seseorang, chaaa sebentar” Chorong berbalik meninggalkan mereka, tak beberapa lama ia kembali dengan seorang gadis disampingnya yang membuat salah satu member Exo yang ada disitu terkejut.

“Annyeonghasseyooo, Kim Namjo imnida bangapsaumnida” Gadis itu membungkuk pelan mengenalkan dirinya.

“Dia akan bekerja disini membersihkan dorm kalian, hmmm… seminggu 3 kali dan itu sore hari karena dia juga masih anak sekolah. Kalian tidak keberatan bukan?” semua member terdiam terlebih Tao yang sedari tadi terus menatap tajam gadis itu.

“Tidak, tentus saja tidak” Chen memecahkan keheningan yang sempat terjadi dengan seringaiannya.

“Baguslah kalau begitu, dia akan mulai bekerja sekarang. Oh yahh dan kalian juga tak perlu khawatir dia gadis yang menyenangkan dan bisa dipercaya” Chorong mengedipkan matanya memberikan sugesti positif tentang gadis di sebelahnya ini pada member Exo yang hanya dibalas dengan anggukan pelan.

“Arasso, aku harus menyelesaikan pekerjaanku. Jika kalian mencariku, aku di ruang tamu” Chorong berbalik meninggalkan mereka semua.

“Hmmm… A-aku aakan mm-membersihkan d-dapur tterlebih dahulu” Namjo terlihat masih canggung, terlihat dari kata katanya yang terbata bata.

“Apa dunia sesempit ini? sungguh tak disangka” Tao bergumam pelan setelah gadis itu pergi.

~”~”~”~

Chorong merebahkan dirinya diatas sofa empuk di ruang tamu membuka kertas sketsa yang selalu ia bawa. Tanganya mulai menari di atas kertas itu membuat design pakaian yang merupakan tuntutan profesinya. Keramaian yang terjadi di ruang tengah sama sekali tak mengganggunya. Itu karena kedua telinganya yang telah disumbat dengan headset berwarna pink kesayangannya. Alunan lagu mellow menemaninya menggambar.

“Ahh” Chorong memekik pelan setelah sebuah coretan tak disengaja merusak gambarnya. Ia lalu merogoh tasnya mencari penghapus untuk menghapus coretan itu. nihil. Penghapus yang ia cari tak ada di tasnya. Yeoja itu beranjak dari tempat duduknya menuju ruang tengah.

“Apa kalian punya penghapus pensil?”

“Ambil saja di laci meja kamarku nuna” Sehun berkata tanpa melepaskan pandangannya dari playstation yang dimainkannya bersama Kai. Tanpa membalas ucapan Sehun, Chorong beranjak pergi memasuki kamar Sehun yang berada di paling depan dekat ruang tamu.

Chorong membuka pintu kamar Sehun dan menghampiri meja yang ada di situ. Tertera sebuah pigura foto di atas meja yang membuat dadanya tiba tiba terasa sesak. Foto itu. foto yang terkesan sudah sudah lama namun masih teringat jelas di benak Chorong siapa orang difoto itu seseorang namja dengan senyum malikat yang pernah mengisi sebagian jiwanya. Namja yang pernah membuatnya tertawa, sedih, menangis, egois dan yang terpenting dia namja yang membuatnya saat ini menjadi orang yang harus berpura pura amnesia semenjak bekerja sebagai designer Exo. tanpa terasa setetes air bening meluncur dari pelupuk matanya. Itu sudah biasa terjadi setiap kali ia mengingat atau melihat namja itu. namja yang selalu ditemuinya dengan saling pura pura tidak mengenal satu sama lain. Dan saat ia sendiri ia akan menangisi namja itu, menangisi kebodohannya di masa lalu.

Chorong segera menyeka air matanya, tidak ingin orang lain melihatnya. Kembali ketujuan semula, ia mencari penghapus di laci yang dikatakan Sehun. Pandangannya tiba tiba tertuju pada kotak coklat berukuran besar di samping meja. Penasaran, Ia mengambil kotak itu, membawanya ke atas kasur. Chorong memandangi kotak coklat yang digembok dihadapannya. Gembok itu. ia mengingat gembok itu.

Flashback

-24 Oktober 2010-

Namsan Tower, tempat rekreasi yang banyak dikunjungi para warga Seoul di pertengahan musim gugur. Tak jarang juga banyak pasangan kekasih yang datang kemari menikmati kencan mereka.

“Pilihlah, kau ingin yang mana?” sepasang kekasih yang saat itu sedang melihat lihat stan jualan di sekitar area Namsan Tower.

“Hmm…” sang gadis mengedarkan pandangannya pada pernak pernik pasangan yang dijual disana. Pandangannya tertuju pada sebuah gembok dan kunci yang ada di situ.

“Aku mau yang ini Joon”gadis itu mengambil gembok dan kunci disitu. Namja itu tersenyum dan segera membayar barang yang diambil gadis itu.

“Kau pegang yang ini Joon”gadis itu memberikan gembok pada namjanya. “Kau harus menutup rapat rapat gembokmu, biarkan hanya aku yang bisa membukanya” gadis mengacungkan kuncinya melanjutkan jawabannya.

“Tentu saja Cho, gembok hatiku hanya bisa dibuka dengan kunci hatimu”

 

Flashback end

Setetes air bening itu kembali keluar dari mata indahnya mengingat masa masa itu. Ia merogoh sesuatu dilehernya yang tersimpan dibalik baju. Sebuah kelung dengan bandul kunci yang selalu ia pakai dan disembunyikannya dibalik bajunya. Perlahan tangannya menuntun bandul kunci itu memasuki lubang gembok yang mengunci kotak itu. ‘ceklek’ terbuka. Chorong menghirup napas dalam dalam sambil membuka kotak itu. ada beberapa barang yang tersimpan disana. Dan ia mengenal itu semua. Tangannya mengambil sebuah jaket abu abu di dalam kotak itu.

Flashback

-1 Desember 2010-

Salju pertama di awal desember. Sesuatu yang dinantikan menyambut awalnya musim dingin. Walau udara dingin yang begitu menyengat kulit, tak menyurutkan sepasang kekasih ini untuk keluar di malam hari yang dingin. Sungai han tempat tujuan mereka. Hanya beberapa orang yang berlalu lalang disana.

“Ada apa Cho, kau menyuruhku kemari?” namja itu memulai percakapan. Kini mereka duduk di bangku pinggir sungai Han, menikmati keindahan sungai di malam hari yang dingin.

“Kau sibuk? Nampaknya kau terlalu keras berlatih Joon” gadis itu memandang lekat wajah namja disampingnya. Guratan letih terpampang di wajah malaikat sang namja.

“Aku ingin segera debut, tentu saja aku harus keras berlatih Cho” gadis itu tersenyum simpul mendengar jawaban namja malaikatnya yang memang sedang menjalani masa Trine di sebuah agency yang terkenal di korea. SM Entertaiment.

“Ah ne, aku ingin memberikan ini padamu” Namja itu menerima kotak abu abu yang disodorkan kepadanya.

“Apa ini?”

“Bukalah” Perlahan sang namja membuka kotak abu abu itu. sebuah hoodie abu abu yang terlipat rapi di dalam sana.

“Ini sudah musim dingin,aku tidak ingin kau kedinginan Joon”namja itu mengambil Hodie dan memberberkannya, tertera tulisan ‘Chocho’ di bagian belakangnya. Gadis itu tersenyum malu malu menyembunyikan pipinya yang mungkin kini memerah.

“Chocho. Aku memberi nama itu di bagian belakangnya karna jika kau memakainya sama saja dengan aku berada di dekatmu dan akan menghangatkanmu” Sang Namja tersenyum lalu membawa gadis di sebelahnya ke dalam pelukannya. Raut wajah bahagia jelas terpampang diwajahnya yang tak henti hentinya tersenyum. gadisnya benar benar membuatnya seakan menjadi orang paling beruntung di dunia ini.

“Tentu saja! Aku akan memakai ini setiap hari”

 

Flashback end

 

Chorong meraba raba tulisan ‘Chocho’ yang tertera di belakang Hoodie yang dipegangnya. Senyuman kini menghiasi wajah cantiknya. Mengingat saat namja itu memeluknya erat menyalurkan kehangatan pada tubuhnya. Nyaman. Sungguh sangat nyaman. Ia melipat kembali Hoodie itu, mearuhnya di atas kasur. Kini tangannya beralih pada benda lain di dalam kotak itu.

Flashback

-14 February 2010-

Valentine. Hari kasih sayang yang banyak dirayakan orang orang dibelahan dunia. Dan tentu saja ini juga tak dilewatkan oleh Joonmyun dan Chorong. Walaupun hari kasih sayang bagi mereka itu setiap hari, tapi untuk hari ini akan menjadi hari kasih sayang yang terspecial bagi mereka. Dan mereka akan melewati awal hari itu dengan saling bertukar kado seperti biasanya.

“Mwo? Apa ini Coklat?”

“Buka saja” namja itu tersenyum. sang gadis membuka kotak itu. sebuah parfum berada di dalamnya.

“Bagaimana bisa sama seperti ini?”

“Mwo? Maksutmu?” sang gadis menyerahkan kotak persegi yang dibawanya. Namja itu membuka dan terkejut melihat apa yang di dalamnya.

“Parfum juga?” gadis itu mengangguk. Heran senang dan malu bercampur menjadi satu. Namja itu tersenyum melihat ekspresi gadisnya.

“Mungkin ini yang disebut jodoh”

 

Flashback end

 

“Masih tersisa separuh” Chorong menggumam pelan. Ia kembali meletakkan parfum yang di peganya di atas kasur. Tangannya beralih pada benda lain yang masih ada dalam kotak.

Flashback

-22 Mei 2010-

“Saengil chukkae hamnida saengil chukkae hamnida saranghaneun My Joonmyun saengill chukkae hamnida” Nyanyian selamat ulang tahun dinyanyikannya tepat pada pukul 00.00 Kst. Gadis itu rela datang tengah malam ke apartement sang namja memberi kejutan.

“Tiup lilinnya dan ucapkan permohonanmu Joon”’fyuh’ tiupan angin yang keluar dari mulut sang namja memadamkan lilin kecil di atas kue tart yang dibawa sang gadis.

“ Aku punya sesuatu untukmu” sang gadis mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya.

“Kau tak perlu repot repot seperti ini Cho”

“Aniya, ini tidak repot. Ini hadiah ulang tahun untukmu”

“Kau datang kemari, sudah menjadi hadiah yang terindah untukku”

“Aku memang hadiah terindah untukmu, tapi ini benda terindah yang akan selalu mengingatkanmu padaku” Sang namja menatap gadisnya yang tersenyum. sungguh sempurna. Kata yang pantas untuk menggambarkan gadisnya. Ia mulai membuka pelan kotak kecil itu. sebuah jam tangan stenlist dengan ukiran nama ‘Chocho’ di bagian dalamnya.

“Aku ingin setiap detik, setiap menit, setiap jam dan setiap saat kau akan selalu mengingatku Joon”

“Tanpa kau mengatakannya, aku akan selalu mengingatmu kapanpun itu”

 

Flashback end

 

“Apa kau masih mengingatku saat ini Joon?” bulir bening kembali turun dari kelopak mata Chorong. Gadis itu menatap kosong jam tangan yang dipegangnya. tatapannya kembali pada isi kotak besar itu. banyak barang barang yang ada di sana yang membuatnya ingin kembali mengulang masa itu. masa indah bersama sang namja malaikatnya. Matanya kini tertuju pada sepasang benda di dalam kotak itu menarik perhatiannya.

Flashback

-26 Agustus 2010-

Sungai Han. Malam ini tempat itu akan menjadi tempat menyakitkan bagi salah satu dari sepasang kekasih ini. 

“Cho-yah, aku punya sesuatu untukmu”

“Aku juga punya sesuatu untukmu Joon” kali ini sang gadis tak terlihat seperti biasanya. Wajhnya datar dan ucupannyapun Nampak dingin.

“Mwoya?” Sang namja tetap tersenyum meski ia melihat suatu kejanggalan pada gadisnya.

“Kita hentikan sampai disini saja” bagai petir menyambar, senyuman yang menghiasi sang namja menghilang seketika.

“W-waeyo? Apa aku melakukan sesuatu yang salah?”

“Nde, kau melakukan sesuatu yang salah. Kau Trinee yang payah! sudah bertahun tahun kau menjadi Trinee tapi sampai sekarang kau belum didebutkan juga! Aku menerima cintamu karena kau adalah seorang trinee SM yang akan menjadi artis besar, tapi nyatanya kau payah. harusnya aku mendekati Minho yang sekarang sudah debut bersama Shinee” seketika tubuh sang namja membeku setelah mendengar kenyataan pahit yang kini diterimanya. Sang gadis tidak benar benar mencintainya. Genangan air mulai Nampak di kedua kelopak matanya. Jika ia tak mengingat dirinya adalah seorang namja, genangan air itu mungkin sudah berubah menjadi sungai yang membasahi wajahnya.

“Kurasa semuanya sudah jelas. Kuharap kita tidak usah bertemu lagi dan anggap saja kita tidak pernah saling mengenal” tak ada kata yang bisa diucapkan sang namja. Ia hanya menatap kosong sang gadis yang sudah menjauh pergi meninggalkannya. Setetes air jatuh dari kelopak matanya. Genggamannya perlahan terbuka. Sepasang cincin perak yang hendak diberikannya pada sang gadis, kini sudah tak ada artinya.

 

Flashback end

 

Sungai air mata membanjiri wajah Chorong. Membekap mulutnya menahan suara tangis yang menyesakkan jiwanya. Dia memang gadis jahat. Sangat jahat. Menyianyiakan seseorang yang sangat baik seperti Kim Joonmyun hanya karena egonya. Ia menyesali itu. sangat menyesal. Terlebih lagi kini ia bekerja dengannya membuat penyesalannya semakin bertambah. Namja itu benar benar menuruti keinginanya agar pura pura tak saling mengenal. Kenyataan pahit yang harus diterimanya kini. Tak kuasa menahan isakannya, ia meletakkan asal sepasang cincin dengan tulisan ‘Be My Fate’ yang tertera di kertas yang menghubungkan kedua cincin itu dan keluar meninggalkan kamar itu. bergegas pergi tanpa berpamitan.

~”~”~”~”~”~

Suho POV

“Kami Pulang” Aku dan Kris baru saja pulang dari kantor SM setalah seharian kami menghabiskan waktu disana. Tak ada suara balasan yang terdengar. Apakah mereka sudah tidur? Tapi, hey! Ini masih baru jam 8 malam. Mana mungkin mereka semua tidur jam segini. Dan sebuah teriakan ketakutan dari ruang tengah menjawab keheningan yang sempat terjadi. Sudah bisa ditebak mereka sedang menonton film horror seperti biasanya.

“Aku ke kamar duluan ne” Kris segera memasuki kamarnya sebelum Tao yang berada di dalam kamar ikut berteriak setelah mendengar teriakan ketakutan member lain. Aku mengikuti jejak Kris masuk ke dalam kamar ku dan Sehun. Ku gantungkan jaket yang membalut tubuhku di gantungan belakang pintu lalu beranjak menuju kasur empuk disana. Mataku terbelalak ketika melihat sesuatu dia atas kasur. ‘shock’ itulah kurasakan saat ini. Kotak besar yang ku gembok selama ini ada di atas kasur dengan keadaan terbuka. Benda benda yang selama ini ku kubur dalam kotak itu berserakan di atas kasur.

“B-bagaimana bbisa kotak iini terbuka?”

[END]

See You next series^^

6 tanggapan untuk “Thanks You For The Memories”

  1. huwoowww…
    kirain bakal se-lucu cerita sebelumnya tapi bukan berarti ini tidak menarik lho,,heheh
    yang ini lebih kompleks karena ada rasa sedih nya,,hiks…
    keep writing thor,,kedua ceritanya aku suka kok,,hehehe
    gomawoyo 🙂

  2. aduh sedih 😦 masa cho beneran gwk sayang sama joon sih? gak percaya ah.. ditunggu squel selanjutnya 🙂 kalo bisa sih sekalian dibikin chapter hehehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s